• Tidak ada hasil yang ditemukan

Igpylusan Menterj Negara Badan Usaha Mitik Negara Nomor KEp_

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Igpylusan Menterj Negara Badan Usaha Mitik Negara Nomor KEp_"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN DIREKSIFT PLN(PERSERO)

NOMOR:15051ぐ

DIR/2011

TENTANG

SISTEM TUGAS KARYA PEGAWAI

Menimbang

Mengingat

b

DIREKSI PT PLN (PERSERO)

bahwa dalam rangka penbinaan kompetensi dan karir Pegawai serta untuk memberikan nilai tambah baik bagi Pegawai maupun bagi PT PLN (Persero), perlu diatur Sistem Tugas l(arya Pegawai;

Bahwa dengan perkembzrngan

karir

di

lndonesia,

perlu

menyempurnakan Keputusan Direksi

PT

Pt.N (Persero) Nomor 332.1(010/DtR/2003 tentang

Penugaskaryaan

Pegawai

ke Anak

Perusahaan/yayasan Perseroan/Perusahaan Lain dan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor

240.l(DlR/2008 tentang Sistem

Tugas Karya

Pegawai

antar

pT

pLN (Persero) dan Anak Perusahaan PT PLN (Persero)

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan

b,

perlu menetapkan Keputusan Direksi

PT

PLN (Persero) tentang Sistem Tugas Karya Pegawai.

Undang-Undang

Rl

Nom:r

19

Tahun

2003

tentang Badan Usaha

lvlilik Negara;

Undang-Undang Rl Nomor 40 Tahun 2007 tentang perseroan Terbatas. Undang-Undang Rl Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan;

Peraturan Pemerintah

Rl

Nomor 10 Tahun 1989 tentang penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Lislrik sebagaimana

telah

diubah dengan peraturan Pemerintah Rl Nomor 3 tahun 2005 dan peraturan pemerintah Rl Nomor 26 Tahun 2006,

Peraturan Pemerintah RI l,lomor 23 Tahun 1994 tentang pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perutn) Listrik Negara Menjadi

perusahian

perseroan (Persero);

Peraturan

Pemerintah

Rl

Nomor

45

Tahun 2005

tentang

pendirian. Pengurusar, Pengawasan, dan Pembubaran Badan Usaha Mitik ilegara; Anggaran Dasar PT PLN (Persero);

Igpylusan

Menterj Negara

Badan Usaha

Mitik

Negara

Nomor

KEp_ 58/lvlBu/2!08

jis

Keputusan Menteri Negara

Badan

Ulaha

Mitik Negara

Nomor KEP-252IMBU/2009

dan Keputusin

Menteri Negara Badan Usaha

Milik

Negara Nomor

KEp-224lMBUt2O11

tentang

pLmberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi perusahaan perseroan (persero) pT Perusahaan Listrik Negaral

9 Keputusan Direksi PT PLN(PerserO)Nomo「

Ool Юo30/DIR/2004 tentang

Pemberakuan Peraturan sehubungan dengan Penganhan Bentuk Hukum

Perusahaani

寵器

P寵

躙 職£

7爺

『キ

牌瀾 Ⅷ開

0鍵

1酬

3闇

硼胤

P蔦

(FF新

熙職静

L躙

:脚

Oie占

肥‖

1   2 3 4 6   7 8 5 10

(2)

Memperhatikan 1

Keputusan Direksi PT PLIJ (Persero) Nomor 387.K/DlR/2008 tentang Sistem Pembinaan Kompetensi deLn Karir Pegawai sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direksi PT

PLll

(Persero) Nomor 307.KDlR/2009 dan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) t,lomor 1025.KD|R/2011;

Keputusan Direksi PT PLtl (Persero) Nomor 032.lVDlR/2009 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK):

Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 304.KDIR/2009 tentang Batasan Kewenangan Pengambilan Keputusan

di

Lingkungan

PT

PLN

(Persero) sebagaimana

telah

diubah dengan Keputusan

Direksi

PT

PLN

(Persero) Nomor 1 387.KD|R/20'1 1 :

Keputusan Direksi

PT )LN

(Persero)

Nomor

0'17.K/OlR/2010 tentang

Organisasi

dan Tata

Kerja

PT

Perusahaan

Listrik

Negara

(Persero) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No.

055.t(DtR/2010;

Keputusan Direksi PT PLtl (Persero) Nomor 379.KDlR/2010 tentang Human Capital Management Syslgm sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) t,lomor 1337,ruD1R/201 1.

Perjanjian Kerja Bersama antara PT PLN (Persero) dengan Serikat Pekerja

PT

PLN

(Persero) Nonror

140i. PJ/040/DlR/2010

dan

DPP-002.PJ/SP-PLN/2010 periode tahun 2010-2012.

Pengumuman Skretaris Pr:rusahaan PT PLN (Persero) Kantor Pusat Nomor

010. Pm/SETPERi201

1

tanggal

01

November

201

1

tentang

Struktur Organisasi PT PLN (Persero).

Menetapkan

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN DIREKSI PT PLN(PERSERO)TENTANG SiSTEM TUGAS KARYA

PEGAWAI

Pasal 1

Ketentuan [Jmum Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :

a.

Perseroan, adalah PT PLN (Persero) yang anggaran dasarnya diatur dalam Akte Notans Sutjipto. S

H

Nomor 169 tanggal 30 Juli 1994, beserta perubahannya;

b

Drreksi, adalah Direksi PT.PLN (Persero);

c

Anak Perusahaan, adalah badan usaha yang lebitr dari 50% sahamnya dimiliki oleh Perseroan.

d.

Pegawai, adalah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, diangkat, bekerja dan diberi Penghargaan/lmbal Jasa menurut ketentuan yang berlaku di Perseroan;

e

lnstitusi lain, adalah Anak Perusahaanl/ayasan Perseroan/lnstitusi lain, baik pemerintahan, BUMN, maupun swasta:

f

Pegawar

organik,

adalah mereka yang diangkat

dan digaji

menurut ketentuan

yang

berlaku di lnstitusi lain,

g

Tugas Karya, adalah penugasan Pegawai dari Pelseroan ke lnstitusi lain;

h

Pegawai Tugas Karya, adalah Pegawai Perseroan atau Pegawai Organik yang melaksanakan Tugas Karya,

r

lnstitusa Pengguna, adalah Perseroan atau lnstitusi Laln yang menggunakan

jasa

pegawar Tugas Karya,

j.

lnstitusi Asal adalah Perseroan atau institusi lain yang menjadi institusi penyedia Pegawai Tugas Karya.

Pasal 2 Maksud dan Tujuan

(1).

Maksud ditetapkannya Sistem Tugas Karya Pegawai adalah dalam rangka optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kepentingan Perseroan

dan tertib

ioministrasi sertJpembinaan kompetensi, karir dan remunerasi.

12 3   4 15 16 2

(3)

(2).

TuJUan ditetapkan Sistem Tugas Karya Pegawai aCalah:

a

memudahkan Perseroan dan lnstitusi lain nremperoleh SDM yang diperlukan dalam mencapar tujuan organisasi;

b

memberikan kesempatan kepada Pegawai untuk menambah dan berbagi pengalaman serta meningkatkan profesionalismel

c

memberikan kepastian pembinaan kompetensi, karir, dan remunerasi Pegawai Tugas Karya.

Pasal 3

Tata Cara Tullas Karya

(1)

Proses Penetapan Pegawai Tugas Karya diawali rnelalui permintaan lolos butuh dari Perseroan.

12)

Apabila permjntaan lolos butuh tersebut disetujui, lnstitusi Asal menetapkan Keputusan Tugas Karya Pegawar.

i3)

Setama masa Tugas Karya, Pegawai yang bersangkutan dibebaskan darijabatannya di lnstitusi Asal.

(4)

Pembebasan dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dilakukan setelah ada Keputusan Tugas Karya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) oleh Direksi yang membidangi Sumber Daya Manusia (SDM), sesuai Ketentuan yang berlaku.

Pasal 4

Jangka Waktu Tugas Karya

Jangka waktu Tugas Karya antara Perseroan dan lnstitusi lain adalah 3 (tiga) tahun.

Jangka waktu Tugas Karya antara Perseroan

dar lnstitusi

lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang dengan ketentuan sebagai berikut:

a

lvlasa Perpaniangan ditentukan sesuai deng.ln kebutuhan lnstitusi Pengguna;

b.

i/asa

perpanjangan harus diberitahukan llepada lnstitusi

Asal dan

Pegawai Tugas Karya bersangkutan,

paling lambat

3

(tiga)

brlan

sebelum

berakhirnya

masa Tugas

Karya sebelumnyai

c

Penetapan masa perpanjangan ditetapkan d,lngan Keputusan Peiabat Yang Berwenang Pasal 5

Stalus dan Nlasa Kerja

Pegawai Tugas Karya tetap berstatus sebagai Pegawai Institusi Asal.

N4asa

kerja

selama Tugas Karya tetap diakui dan diperhitungkan sebagaa masa kerja yang tidak terputus dr lnstitusi

Asal

dan dipergunakan

unt(k

perhitungan kompensasi dan manfaat pegawai terkait dengan;

a.

cuti besari

b

penghargaan kesetiaan kerja:

c

penghargaan bagi Pegawai pada saat berhenti bekeria,

d

manfaat pensiun.

Pasal 6

Pembinaan Kompetensi, Karir, dan Rsmunerasi pegawai Tugas Karya

Pembinaan Karir dan pengukuran/evaluasi kinerja Pegawai Tugas Karya menjadi kewajiban lnstitusi Pengguna, dengan pada ketentuan yang berlaku

di

lnstitusi pengguna, yang kemudian dilakukan konversi berdasarkan penetapan oleh Direksi.

lnstitusi Asal mengevaluasi dan menetapkan nilai Kinerja, Kriteria Talenta, pembinaan Grade dan Level Kompetensi Pegawai Tugas Karya berdasarkan ayat (1).

Pemberian remunerasi Pegawaa rugas Karya, tennasuk cuti rahunan,

cuti

Besar, dan penghargaan Kesetiaan Keria menjadi kewajiban dan kewenangan lnstitusi Pengguna dan tidak boleh lebih reioafi dari remunerasi di lnstitusi Asal dan masih dalam ltatas kesetaraan.

1     つ こ 1       2 {3)

(4)

(4)

(5)

(6)

(7)

Dalam hal

di

lnstitusi Penguna terdapat ketentuan mengenai pemberian fasilitas atau hak latnnya yang tidak diatur

di

lnstitusi Asal, menjadi beban lnstitusi Pengguna dan dibayarkan oleh lnstitusr Pengguna.

Pembinaan

Gaji

Dasar sebagai perhitungan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) pegawai Tugas Karya dilakukan oleh lnstitusi Pengguna.

Pemotongan

luran

Peserta Pegawai

Tugas

Karya dilaksanakan

oleh

lnstitusi Pengguna

yang besarannya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun lnstitusi Asal dan disetorkan ke Dana Pensrun lnstitusi Asal, kecuali ditentukan lain oleh Pejabat'/ang Berwenang di lnstitusi Asal.

luran Pemberi Kerja bagi Pegawai Tugas Karya rnejadi beban lnstitusi Pengguna dan disetorkan ke Dana Pensiun lnstitusi Asal, kecuali ditentukan lain oleh Pejabat Yang BeMenang di lnstitusi Asal

Pasal 7 Pembinaan Disiplin

Pegawai Tugas Karya wajib tunduk dan taat pada Peraturan disiplin yang ditetapkan di lnstitusi Pengguna.

(2)

(3)

(1 ).

Pasal

I

Berakhirnya Tugas Karya Tugas Karya berakhir dalam hal :

a.

Masa Tugas Karya berakhir;

b

Adanya penarikan kembali oleh lnstitusi Asal sebelum penugasan berakhir;

c

Adanya pengembalian oleh lnstitusi penggura sebelum masa penugasan berakhir;

d

rerpenuhinya ketentuan sebagaimana dimallsud dalam pasal

4 Mengenai

jangka waktu Tugas Karya;

e

Pegawai Tugas Karya mengundurkan dari:

f.

Pegawai Tugas Karya meninggal dunia.

lnstitusi Pengguna waiib memberitahukan secara tertulis kepada lnstitusi Asal paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa Tugas Karya berakhir.

Pengembalian oleh lnstitusi Pengguna sebagaim.rna dimaksud pada ayat

(1)

huruf

c

terjadi dalann

hal Pegawai Tugas Karya melakukan perbuatan yirng dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin dan harus diberitahukan kepada lnstitusi Asal paling laTlbat 1 (satu) bulan

sebLlumnya.--pasal 9

Pembinaan Pasca Masa Tugas Karya

Pembrnaan kompetensr,

karir.

dan.remunerasi

pegawai

rugas

Karya

pasca masa Tugas

Karya drsesuaikan dengan hasil pembinaan kompetensi terakl"ir selami periode Tugas Karya, yang d-ilionversi ke srstem di lnstitusi Asal.

(1)

Pasal

'0

Pengalihan Status

Dalam hal masa Tugas Karya berakhir dan Pegawai Tugas Karya masih diperlukan oleh lnstitusa

felgsuna,. maka

atas

kesepakatan

dengan

rnstitusi

Asar,'

pegawar

'u"rsangx;t.n

i;p"t

dialihstatuskan menjadi Pegawai Organik lnstitusi l)engguna.

Pengarlhan status Pegawar Tugas Karya menja(ri pegawai

organik

sebagaimana dimaksud pada ayat ('l ) mengaktbatkan hal-hat sebagai berikut:

-a.

Pegawai yang bersangkutan diberhentikan s€rbagsl

p"nu*r'

lnstitusi Asal;

b

lqk

kepegawaian yang akan.diterima oreh ee-gawaiyang bersangkutan pada saat

berhenti bekerja di rnstitusi Asar. menjadi beban Institusi p-engguna, iesuai keientuan'yang

ueitaku,

c.

Masa kerja serama di rnstitusi Asar, diakui sebagai m-aia kerja berranjut di

rr.i,tr.'i

p"noorn,

d

Dana kepesertaan pensiun diatur dan ditetap[an

sesuri

[etentuari

oirjl,'r]'

pi.riiri'ri'.itr.

ASaI,

(5)

(4) Pengalihan status Pegawai sebagaimana dimaksud dalam a)/at

('l)

ditetapkan dengan Keputusan Direksi lnstitusi Pengguna dan institusi Asal.

Pasal 1 1

Ketentuan Lain

Direksi dapat menetapkan ketentuan lain terkait pembinaan Pegawai Tugas Karya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6

Pasal 12

Ketentuan Peralihan

Pegawai yang Level Kompetensi atau Gradenya diakui

di

atas dibandingkan

di

institusi Asal, tetap dibina berdasarkan kompetensi

di

Unit Pengguna tersebut sampai selesainya masa Tugas Karya periode terakhir yang sedang beryalan dan apabila kembali ke lnstitusi Asal, diberlakukan ketentuan lnstitusi Asal.

Pegawai yang sedang menjalani Tugas Karya atau yang telah ditetapkan sebagai Pegawai Tugas Karya sebelum ditetapkannya Keputusan ini, tetap melaksanakan

fugas

Karya sampai selesainya masa Tugas Karya periode terakhir yang sedang ber.ialan.

Bagi Pegawai Tugas Karya sebagaimana dimaksud dalam ayet (2) pada saat masa Tugas Karyanya berakhir diberi kesempatan untuk memilih menjadi Pegawai Organik lnstitusi Pengguna atau kembali ke lnstitusi Asal dengan memperhatikan ketentuan Pasal 10 ayat (1).

Pelaksanaan ketentuan ayat

(3)

harus atas persetujuan lnstitusi Asal dan lnstitusi Pengguna, selanjutnya yang menanggung segala hak dan kewajiban yang timbul alas pengalihan status tersebut adalah lnstitusi Pengguna.

Pasal 13

Ketentuan Penutup

Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan Direksi PT PLll (Persero) Nomor 332. K01o/DlR/2003 tentang Penugaskaryaan Pegawai ke Anak Perusahaan/Yayasan Perseroan/Perusahaan Lain, Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 240.t(DlR/2008 tentang Sistem Tugas Karya Pegawai

antar PT PLN

(Persero)

dan Anak

Perusahaan PT PLN (Persero) dan ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan Keputusan ini dinyatakan trdak berlaku lagi

Keputusan ini mulai berlaku terhitung Se.iak tanggal 1 November 2012.

つ 4 (4) D‖etapkan di pada tanggal : Jakarta

: 30 Desember 2011

DIREKTUR

0 じ ヽ お

DDY D ERN:NCPRAJA

Referensi

Dokumen terkait

Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa waktu sangat berpengaruh dalam proses pembuatan biodiesel biji kapuk. Terjadi penurunan pada waktu reaksi 2 jam, karena kemungkinan besar

Memahami konsep yang berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar sederhana, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, persamaan lingkaran dan persamaan

Puskesmas Pembantu dengan kunjungan tertinggi adalah Puskesmas Pembantu 32 Ilir sebesar 13.423 dengan kunjungan rata-rata 1.342 Pasien/bulan dan Puskesmas pembantu dengan

Evaluasi dilakukan dengan pemilihan titik standar yang diikutsertakan pada kurva kalibrasi hingga diperoleh hasil pengukuran yang optimum dengan kemiringan kurva (slope) dan

Oleh karena kepolisi khusus adalah pegawai negeri sipil atau pegawai tetap pada badan usaha milik negara yang oleh atau atas kuasa undang-undang diberi wewenang untuk

Jumlah perusahaan PROPER merupakan salah satu faktor kunci untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan PROPER. Semakin besar jumlah perusahaan PROPER maka dampak peningkatan

basah umbi dan bobot kering umbi memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan pemberian POC. Makin tinggi pemberian konsentrasi POC supermes, makin menurun

Pemerintah Kabupaten Gresik menugaskan kepada PD BPR Bank Gresik untuk melaksanakan dan mengelola kredit lunak bagi usaha mikro berdasarkan Permendagri Nomor 94