KEMENTERIAN KELAUTAN
DAN
PERIKANAN
BADAN
KARANTINA
IKAN,
PEI{GENDALIAN MUTU
DAN
KEAMANAN HASIL PERIKANAN
JALAN MEDAN MERDEKATIMURNO. 16, JAKARTA 10110
TELP (021) 3s19070(HTJNTTNG), FAKSTMTLE (02r) 3513282 KOTAK pOS 4130 JKp 10041
Nomor Lampiran Hal
19
Desember 2017 Inspeksi dan SertifikasiYth :
Kepala UPT BKIPM (terlampir) di
Temoat
Sehubungan
dengan
telah
dilaksanakannya kegiatan
Temu
'TeknisLembaga Inspeksi
dan
Sertifikasi padatanggal 15
-
17 November
2017di
Hotel Hariss-
Denpasar, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut :1.
Permasalahan penerbitan Health Certificate (HC) di UPT KIPM sebagai lembaga inspeksi dan sertifikasi adalah .a)
PelaksaanSurveilan:b)
Pengambilan Sampel dan Pengujian;c)
Mekanisme Penerbitan HC.2.
Berdasarkan pemaparan
dan hasil
diskusi terhadap
permasalahan tersebut,telah disepakati hal-hal sebagai
berikutt
,a)
surveilan,
pengambilan
sampel dan pengujian dalam rangka
"official
Control"
:-
Surveilandan
pengambilan sampel harus dilakukan oleh inspektur mutuyang telah memiliki nomor
registrasi
dengan
mengacu
pada
prinsipinspeksi HACCP;
-
UPT KIPM harus membuat propram surveilan,dan
melaporkan hasilnyasecara
periodik
kepala
Kepala
Badan KIPM,
cq.
Kepala
pusat Pengendalian Mutu;-
Jadwal pelaksanaan surveilan harus disesuaikan dengan grade HACCP,yaitu (min dalam setahun) : grade
A, 3
kali; grade B,4
kali dan grade C,6 kali;
-
Pengambilan
sampel
untuk
pengujian
mikrobiologi,
kimia
danorganoleptik dilakukan sebelum produk diberangkatkan;
-
Pengujian harus dilakukan di laboratorium yang terakreditasi(lSO
17025)sesuai ruang lingkup/parameter pengujian;
b)
Mekanisme penerbitan
HC:
'Untuk
memudahkan pengawasan
secara
teknis
dan
administrasi,menghindari
kesalahan yang
disebabkan pengetikan, pengisiandata,
dll,maka UPT KIPM wajib menyusun mekanisme penerbitan HC.
c)
Sumberdaya manusia
:-
Untuk
meningkatkan
kompetensi inspektur
dalam
melaksanakansurvei|andanpengambi|ancontoh,makadiper|ukanantara|ain
kurikulum,
pelatihan/workshop(teknik
pengambilan
dan
penanganansampel, pengujian organoleptik, prinsip teknologi pengolahan),
ujikompetensi inspektur mutu dan pedukaran inspeksi antar UPT KIPM
: 3 o I
g
/BKl PM. 3/U_ t4otxn t20 17:
1 berkasI
-
Sosialisasi kepada stakeholder
tentang
persyaratan nasional
daninternasional, untuk meminimalisir terjadinya kasus penolakan produk di negara tujuan ekspor.
3.
Rumusantemu teknis yang telah
disepakatioleh seluruh Kepala UPT
KIPM, akan ditindak lanjuti dengan surat edaran Kepala Badan KIPM, yang selanjutnya akan diatur dalam peraturan Kepala Badan KIPM.4. Secara
detail,
rumusan Temu
teknis
Lembaga
lnspeksi dan
Sertifikasi
tahun
20'l 7sebagaimana terlampir.
Demikian
kami
sampaikan,
untuk dapat
dilaksanakan
dengan
penuh tanggung jawab.usat Pengendalian Mutu r
Tembusan:
1.
Kepala Badan KIPM;2.
Sekretaris Badan KIPM:3.
Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan;Lampiran
1.Nomor
:90\?
/BKlPM.3/TU.140/Xll 12017Tanggal
: l!
Oesember 2017DAFTAR NAMA UPT KIPM
1.
Balai Besar KIPM Jakarta l;2.
Balai Besar KIPM Makassar;3.
Balai KIPM Kelas I DenPasar,4.
Balai KIPM Kelas I SurabaYa l;5.
Balai KIPM Kelas I Medan l;6.
Balai KIPM Kelas I BalikPaPan;7.
Balai KIPM KelaslJakarta
ll;8.
Balai KIPM Kelas I SurabaYa ll;9.
Balai KIPM Kelas I Jayapura, 10. Balai KIPM Kelasll
Mataram; 11. Balai KIPM Kelasll
Palembang;12.Balai
KIPM Kelasll
Manado; 13. Balai KIPM Kelasll
Semarang; 14. Balai KIPM Kelasll
Banjarmasin; 15. Stasiun KIPM Kelas I Pontianak, 16. Stasiun KIPM Kelas I Kendari; 17. Staisun KIPM Kelas I Aceh 18. Stasiun KIPM Kelas I LamPung; 19. Stasiun KIPM KelaslAmbon;
20. Stasiun KIPM Kelas I Palu; 21. Stasiun KIPM Kelas I KuPang;
22. Stasiun KIPM Kelas I Pangkal Pinang; 23. Stasiun KIPM Kelas
lTernate
24. Stasiun KIPM Kelas I Padang 25. Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta 26. Stasiun KIPM Kelas I Medan ll; 27. Stasiun KIPM Kelas I Batam; 28. Stasiun KIPM Kelas I Pekanbaru, 29. Stasiun KIPM Kelas
ll
Sorong; 30. Stasiun KIPM Kelasll
Cirebon; 31. Stasiun KIPM Kelasll
Bandung; 32. Stasiun KIPM Kelas ll Tanjung Pinang;33. Stasiun KIPM Kelas
llTarakan;
34. Stasiun KIPM Kelas
ll
Merak; 35. Stasiun KIPM Kelasll
Merauke 36. Stasiun KIPM Kelasll
Bau-Bau 37. Stasiun KIPM Kelasll
Luwuk Banggai 38. Stasiun KIPM Kelas ll Tanjung Balai Asahan39. Stasiun KIPM Kelas 40. Stasiun KIPM Kelas
Jambi Entikong 41. Stasiun KIPM Kelas I Palangkaraya 42. Stasiun KIPM Kelas I Gorontalo 43. Stasiun KIPM Kelas
ll
Bima 44. Stasiun KIPM KelasllTahuna
45. Stasiun KIPM Kelas
ll
Mamuju 46. Stasiun KIPM Kelasll
BengkuluIIASII,
RIJMTJSANTEMUTEKNIS
KIIPALA
TJP'I'KAITAN'I'INA
IKAN,
PI|N G ITN DAI,I
ANMU'I'U DAN
KIiAMANAN IIASII,
PIiITTKANAN
SI',I]A(;AI
I,E,MI}A(;A
INSPEKSI
DAN
SEIT'I-IT'IKASIDI.]NI'ASAII,
I 5-I 6NOVEMI]IiI{.
20 I 7Dalam rangka
pelaksanaan
tugas penerbitan
Sertiflkat
Kesehatan
(HealthCerti/icatelHC)
Mutu
dan KeamananHasil
Perikanan, padatanggal
15
17 November2017 telah diselenggarakan Temu Teknis Kepala
Unit
Pelaksana'feknis
Karantina lkan" PengendalianMutu
dan KeamananHasil
Perikanan(UPT
-
KIPM)
di
Horel
Flariss Denpasar. Temu Teknis dibuka oleh Kepala Pusat PengendalianMutu,
yangdiikuti
olehtotal 60 orang, yang
terdiri
dari 45 orang kepala UPT-
KIPM,
pejabat eselonIII
danIV
lingkupBKIPM
serla fungsional Pengawas Mutu.Materi
yang disampaikan pada kegiatan temu teknis.yaitu
:
1). KebijakanBKII,M
dalam Penerbitan
Sertifikat
Mutu
terkait SDM.
Anggarar.rdan
Pcraluran
I'arJg mendukung:2)
Sistem Pengujian
Prodr"rk Perikanan bcrclasarkanISO
17025
dalan.r PenerbitanSertifikat Mutu:
3)
Kebiiakan
Sertil'rkasilt4utn
Prodr-rkdan
l)crmasalairan dalam PenerbilanI'lC: 4)
Inspeksi. Sun'eilan. Pcngamhilan ('ontol-r dan Pcngr-rjian dalam rangka PenerbitantlC;
5) Diskusi Kclompok dcngantopik
:"Sun'cilan.
I)cnganrbilan dan Pengujian Contoh dalam rangka PenerbitanHC
serta Mekanisrne Penerbitan 11C", yang disampaikan oleh EselonII
lingkupBKIPM
dan pakar.Berdasarkan pemaparan narasumber dan
hasil diskusi
tentang pelaksanaan tugas penerbitanHC
olehUPT
KIPM
yang didasarkan pada kegiatan surveilan, sampling dan pengujian, maka temu teknis menghasilkan rumusan sebagaiberikut
:I.
SURVEILAN, PENGAMBILAN
SAMPEI,
DAN
I'ENGUJIAN
DAI,AM
RANGKA
" OFFIC
IAL
CONTROL"
Peraturan internasional
(Codex Alimenlaritts
('orni,ssionlCAC). menyatakan
bahri'a"Sertifikasi
Pangan
dilakukan
oleh
Pemerintah
(Otoritas Kornpctcn)"
bcrdasarkanaktifitas
inspeksi
yang meliputi
"In-I>rocess itrspection",,
audit
terhadap
sistemjaminan mutu (IIACCP) dan
penguiian tcrhadap
produk
akhir
("Enrl
I'roduct
Testing").
Berdasarkanperaturan
tersebut,penerbitan
llC
terhadap
hasil
perikanandilakukan
berdasarkansurveilan
dalam rangka
konsistensi
penerapanI-IACCP
danpengujian.
1.
Surveilan
danPengambilan
SampelSurveilan
a.
Pelaksanaansurveilan berlujuan untuk
melakukan
veriflkasi
terhadap
penerapan sistemjaminan mutu
dan keamananhasil
perikanandi
[Jnit
Per"rgolahanlkan
(UPl).untuk
itu
pada saatsurveilan
harr.rsdilakukan pemeriksaan
terhadap
konsisterlsipenerapan
GMP,
SSOP
dan
ttACCP )'ang
mengacu
pada
prinsip-prinsip
inspeksi.
Untuk
itu,
pada saat dilakukan surveilan, terdapat kegiatan proses terhadap ruang lingkup produk yang akan disertifikasi.b.
Pelaksanaan surveilanwajib
dilakukan
oleh
inspektur
mutu
yang
telah memiliki
Nomor
Registrasi,
sesuai
yang diatur dalam
SK
Kepala
BKIPM
No.59/lC.P-BKIPM/2016 tentang Petuniuk Teknis Sertifikasi KesehatanIIasil
Perikanan
I
c.
Dalam rangka pelaksanaan penerbitaan LIC. tJPl' KIPM najib :
l).
mcmbuat pr'ogramsun'eilan
untuk
setiaplJnit
PengolahanIkan
di
ntasing-ntasing r,r,ila1'ahkerja;
2).melaporkan
hasil
surveilan dan
pengujian(Ollic'iul ('ontrol)
sctiap
triuulan.
r'ang disampaikan kepada Kepala lladan Karantina Ikan. Pcngendalian fv{utr,r dan KcanrananHasil Perikanan, Cq. Kepala Pusat Pengendalian Mutu.
d.
Jadwal pelaksanaan surveilan harus sesuai dengan gradeHACCP,
sebagaibcrikul
:-
GradeA minimal
3kali
setahun;-
Grade Bminimal4 kali
setahun;-
Grade Cminimal
6kali
setahun.Pengambilan Sampel
a.
Pengambilan sampel untuk keperluan pengujian("Of/icial
Control)
harusdilakukan
oleh
inspektur
mutu
yangmemiliki
Nomor
Registrasi.
!
b.
Pelaksanaan pengambilan sampel untuk keperluan pcngujiankirnia. mikrobiologi
danorganoleptik dalam rangka
"O.f/ic'ialOontrol''
scbagaimanatclah diatur
dalarn SKKepala
BKIPM
No.59/KFP-I}KlPM/2016
tentang Petunjr-rk'l'eknis
SertihkasiKesehatan
Flasil
Perikanan.
Pengambilan
sampcl
dilakukan
sebelum produk
diberangkatkan,
dengan ketentuan sebagaiberikut
:-
Pengujiankimia
danmikrobiologi
:Frekuensi pengambilan sampel dilakukan
20"
dari
consignment
(l
kali
pengambilan sampel
dari
5
kali
consignment),
dengan
jumlah miniml
3sampel, kecuali sudah diatur oleh negara tujuan
(mis
:Uni
Eropa mempersyaratkan 9 sampel untuk pengujian histamin);-
Pengujian organoleptik :Frekuensi pengambilan sampel
dilakukan setiap consignmenl
dengan jumlahsesuai dengan
matrik
yang diatur
dalamSK
Kepala
BKIPM
No.59
tahun 2016tentang Juknis Sertiflkasi Kesehatan Flasil
Perikanan.
I2.
Penguiian dalam rangka
Official
Control
Pengujian dalam rangka
"O.fficial Control''
dapat
dilakr-rkandi
llPT KII'M
ataulaboratorium
lain,
dengan persyaratan bahu'aruang lingkup/parameter
uji
telahterakreditasi
sesuaiISO
17025.Pengujian
untuk
parameterkimia
danmikrobiologi
terhadapproduk
mernperhatikan"Risk Purameter" (parameter
yangpaling
beresiko), berdasarkan :-
Jenis ikan/ruang lingkup produk;-
Peraturan internasional;-
Peraturan negara tujuan ekspor; a.-
Kasus-kasusyang
terjadi
di
internasionallnegaratujuan
(mis.
Ontbreak
tunaIndonesia di USA).
c.
Untuk menjaga independensi (ketidakbeqpihakan), inspektur mutu yang melaksanakan surveilan dan pengambilan sampel tidak diperkenankan melakukan pengujian terhadapproduk
tersebut.
III. MEKANISME
PENE,RBI'TAN 1187LTH
CERTII.-ICATEATCBerdasarkan
Codex
Alimentarius
Comission
(CAC),
Health Certificate
merupakan dokumen berupa kertas atau elektronik yangditerbitkan
oleh C)toritas Kornpeten, yangmenjelaskan
dan menjamin tentang
spesifikasi
pangan
yang
dikirim
untuk
tujuanperdagangan.
1. Berdasarkan
SK
Kepala
BKIPM
No.59/KEP-BKIPM/2016
tentang Petunjuk TeknisSertifikasi
KesehatanHasil
Perikanan, proses penerbitanHC terdiri dari
beberapaurutan
tahapan,
yaitu
:
permohonanoleh
UPi,
verif-rkasi dokumen
(teknis
danadministrasi),
pencetakan
HC,
verifikasi
lapangan.
penandatangananHC
dan penyerahanHC.
Setiap urutan tahapanwajib
dilakukan pcmeriksaan ("c'het'k tlanle-checli')
terhadap kesesuaian persyaratan serta kebenaran pengisian dokumen.2.
Tujuan disusunnya mekanisme penerbitan HC adalah :a.
Memenuhipersyaratan
administratif dari
negaratujuan.
antaralain
:-
Kesesuaian nama dan alamatUPi di
Otoritas Kompeten;-
Kesesuaian ruang lingkup produk yang diekspor dengan sertifrkat HACCP;-
Kesesuaian nomor registrasi negara mitra/Appoval Number dengan yang ada di label;-
Kesesuaianjenis
HC dengan negara tujuan ekspor;-
Kesesuaian tandatangan di HC dengan specimen yangdikirim
ke negara mitra;-
Kesesuaiantanggal
pemberangkatanproduk
dengantanggal
penerbitan HC (Catatan : produk dapat diberangkatkan setelah HC diterbitkan);-
Kesesuaian dengan persyaratan administrasi negara mitra ( mis. UE), minimal:.
KodeA
untuk produk segar, B untuk produk beku. C untuk produk kaleng.rl) untuk produk kering:.
Kode tambahan/remark:
PP untuk hasil tangkapan,Aq
untuk hasil budidayadanZY
untuk kapal;Memudahkan pengontrolan/pengawasan proses penerbitan FIC secara administrasi dan teknis (berdasarkan hasil surveilan dan pengujian);
Menghindari terjadinya
kesalahan pengetikan,pengisian data,
penandatangananpada HC serta kesalahan lainnya.
3.
Kesalahan pada penerbitanHC
dapat berdampak pada"citra
Otoritas Kompeten"
di negaratujuan dan kerugian
yang
dialami
stakeholder
karena terlahannya produkdi
'Port Entry"
hingga terjadi
penolakanproduk.
Untuk itu,
UPT
-
KIPM wajib
menyusun mekanisme
penerbitan
HC
mengacu
pada
SK
Kepala
BKIPM
b.
A
T.
5,
No.59/KEP-BKIPM/2016 tentang Petunjuk
Teknis
Sertifikasi
Kesehatan
HasilPerikanan.
Penerbitan
HC
terhadap hasil perikanan dilakukan mempertimbangkan hasil surveilan dan pengujian, makaHC
dapat
diterbitkan
tanpa
menungguhasil pengujian kirqia
dan
mikrobiologi
selesai, dan bisa menggunakan hasil pengujian(test
re,suh") yangsebelumnya.
HC
merupakan dokumen negara yang harus dipertanggungjawabkan.untuk
itu tiPT
KIPM wajib
melaporkan
penggunaannya.kepada
Kepala
Badan Karantina
Ikan, PengendalianMutu
dan KeamananHasil
Perikanan,Cq.
Kepala Pusat PengendalianMutu.
III.
SUMBERDAYA
MANUSIA
1.
Untuk
menjaga
dan
meningkatkan kompetensi inspektur
mutu
dalam
melakukan surveilan dan pengambilan sampel, maka hal yang perlu dilakukan antaralain
:a. Kurikulum
sebagaiacuan
untuk
review
dan re.freshmentkompetensi
inspektur mutu;b.
Pelatihar/workshoplin-hottse
training bagi
inspektur
mutu.
terkait
:
teknik pengambilan dan penanganan sampel(teknik
sampling). pengujian organoleptik. dan prinsip teknologi pengolahan;c. Uji
kompetensi bagi inspektur mutu;d.
Pertukaran inspeksi penerapan HACCP di UPI yang lintas UPTKIPM.
2.
Untuk
meningkatkan
pemahamantentang
persyaratanekspor
hasil
perikann
danmeminimalisir terjadinya
penolakanhasil
perikanandi
negaratujuan
ekspor, perludilakukan
sosialisasikepada
stakeholdertentang
persyaratanaturan nasional
dan intemasional.IV.
TINDAK LANJUT TEMU TEKNIS
Rumusan
temu
teknis
ini
berdasarkanhasil
diskusi dan
telahKepala
UPT KIPM
sebagai Lembaga Inspeksidan
Sertifikasi.ditindak
lanjuti
dengan surat edaran Kepala BadanKIPM"
yang dalam peraturan Kepala BadanKIPM.
I
disepakati
oleh
seluruhl{asil
temu teknis
akanselanjutnya akan diatur