SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
PENGARUH DISKUSI DALAM FORUM PENGKAJIAN ISLAM TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PAI
Siti Norma Farida, Siti Suwaibatul Aslamiyah, Hepi Ikmal Universitas Islam Lamongan
Abstract: In this globalization era, many of them only know a few of their
religious knowledge. Therefore, in this school extracurricular activities are held which aim to increase knowledge insight, especially in matters of religion. Where in this extracurricular Islamic assesment forums discusses material that is outside class hours. This research is used to find out how the discussion model in the extracurricular, how the learning process of Islamic Education and the influence of the discussion model in the Islamic study forum extracurricular to the learning process of Islamic Education in SMAN 2 Lamongan. So this study uses a quantitative method with correlation research that is research that is asking the relationship between 2 or more variables. With a population of 180 people, only 27 people are sampled. From this study concluded that this discussion model scored 74.40%, and for the PAI learning process amounted to 75.85%. This can be said to be good. And to find out whether there is influence or not the writer uses a simple linear regression formula that exists in the SPSS application. It can be seen that the significant value obtained is 0,000 <0.05 which means that there is an influence between the discussion model in the Islamic study forum extracurricular towards the learning process of Islamic Education in SMAN 2 Lamongan in the academic year 2019/2020.
Keywords: discussion model, extracurricular Islamic assesment forums, learning
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
A. Pendahuluan
Di era sekarang ini banyak siswa-siswi yang memiliki cara berfikir dan berakhlak yang kurang baik.Oleh karena itu sangat diperlukan pengarahan dan memfokuskan potensi remaja ke arah yang positif daripada menyoroti sisi negatifnya. Hal inilah yang menjadi tugas penting pendidikan untuk mempersiapkan remaja sesuai dengan perannya di masa depan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas sebagaimana sosok manusia ideal. Berdasarkan hal tersebut, maka pendidikan harus bisa menyelaraskan suatu kebutuhan remaja dengan perkembangan di era globalisasi ini. Dan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional pendidikan agama Islam ini, sekolah memiliki peran penting. Karena di dalam sekolah itu terdapat pembinaan nilai- nilai ajaran agama Islam terhadap siswa baik melalui proses belajar maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah.
Setelah peneliti melakukan observasi di SMA Negeri 2 Lamongan atau bisa disebut dengan sekolah favorit di Lamongan karena banyak alumni yang masuk di perguruan tinggi (PT). Di SMAN 2 Lamongan juga memiliki sarana dan prasarana yang baik. selain itu juga di sekolah tersebut terdapat banyak kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan kepada peserta didiknya. Karena jam pelajaran di dalam kelas hanya sekitar 2 jam dalam seminggu. Sedangkan untuk mempelajari ilmu agama itu bisa lebih dari jam tersebut. Sehingga di sekolahan yang saya observasi ini ada sebuah ekstrakurikuler yaitu ekstrakurikuler forum pengkajian Islam diekstrakurikuler tersebut membahas mengenai pengetahuan agama dan kegiatan ini diikuti oleh banyak siswa dan setiap kelas diharuskan mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 4 orang untuk perwakilan setiap kelas serta sesuai nomor urut absensi. Dalam kegiatan tersebut menggunakan metode diskusi. (Azizah, 2019)
Metode diskusi ini adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Dan tujuan utama dari metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa serta untuk membuat suatu keputusan. Karena itu diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama – sama. (Sanjaya, 2011)
Dan dalam ekstrakurikuler tersebut mendatangkan pemateri dari luar seperti Kemenag, Sahabat Muslim Lamongan (Samil), maupun dari pendidiknya sendiri dan juga dari peserta didiknya. Ekstrakurikuler ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dalam satu bulan dengan setiap
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
pertemuan pematerinya berbeda. Dalam pengkajian ini membahas mengenai materi diluar materi dalam kelas. (Azizah, 2019)
Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan adalah penulis menganggap dengan diadakannya ekstrakurikuler tersebut banyak pengaruh yang diperoleh dari peserta didik terutama dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam.
Dalam penelitian ini terdapat hubungan dengan penelitian yang terdahulu, namun hanya saja pemberian nama ekstrakurikulernya yang berbeda karena dipenelitian terdahulu nama ekstrakurikulernya rohis atau rohani Islam sedangan dalam penelitian penulis ini nama ekstrakurikulernya yaitu ekstrakurikuler forum pengkajian Islam. Dimana dalam ekstrakurikuler tersebut sama-sama membahas mengenai hal agama. Namun ada perbedaannya sebagai berikut:
1. Pengaruh Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) terhadap Hasil Belajar PAI pada Siswa Kelas X di SMAN 5 Kabupaten Lamongan. (Rokib, 2018)
Perbedaannya terletak pada variabel terikatnya. Persamaannya sama-sama menggunakan metode kuantitatif.
2. Upaya Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (Rohis) dalam Meningkatkan Sikap Keberagaman Siswa di SMK Ibnu Taimiyah Pekanbaru. (Noer,dkk, 2017)
Perbedaannya terletak pada variabel terikatnya. Persamaannya sama-sama menggunakan metode kuantitatif.
3. Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam terhadap Perilaku Beragama di SMAN 1 Air Batu Kabupaten Asahan. (Lestari, 2018).
Perbedaannya terletak pada variabel terikatnya. Persamaannya sama-sama menggunakan metode kuantitatif.
4. Efektivitas Metode Diskusi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMP YAPIA Ciputat). (Sadiyah, 2010)
Perbedaan dengan penelitian penulis ini adalah membahas model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam dan persamaannya sama-sama membahas model diskusi.
5. Dampak Metode Diskusi dalam Proses Pembelajaran PAI pada Madrasah Aliyah Madani Alauddin Paopao Kabupaten Gowa. (Salam, 2010)
Perbedaan dengan penelitian penulis ini adalah membahas model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam dan persamaannya adalah sama-sama terhadap proses pembelajaran.
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
Dari peneletian ini, peneliti dapat melakukan konstribusi melalui data-data yang peneliti miliki. Agar peneliti selanjutnya lebih mudah dalam menggali informasi.
B. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional yaitu penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara 2 variabel atau lebih (Sugiyono, 2014). Penelitian ini dimulai pada 28 Oktober 2019 sampai 27 Januari 2020 yang dilakukan di SMA negeri 2 Lamongan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa SMAN 2 lamongan yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler forum pengkajian Islam dengan jumlah siswa sebanyak 180 siswa, karena peneliti menggunakan teknik random sampling maka peneliti hanya mengambil 15% dari 180 siswa sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 27 siswa.
Variabel adalah gejala yang bervariasi yang menjadi objek penlitian (Sugiyono, 2016). Variabel juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan (Rokib, 2018). Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas/independent yaitu model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam dan yang menjadi variabel terikat/dependent adalah proses pembelajaran PAI.
Model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian islam ini pemateri tidak langsung menyampaikan materi namun pemateri lebih menanyakan terlebih dahulu kepada peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler forum pengkajian Islam mengenai materi-materi yang belum mereka pahami, melalui sebuah pertanyaan. Namun pemateri tidak langsung menjawab pertanyaan melainkan dilemparkan kepada peserta didik yang lain. Jika jawaban dari mereka sudah dirasa cukup maka pemateri akan mengambil kesimpulan dan menambahai sedikit mengenai materi tersebut dengan landasan Al-qur’an dan Hadits.
Dengan diadakannya kegiatan forum pengkajian Islam dengan model diskusi maka anak yang aktif dalam kegiatan tersebut akan terlihat lebih menonjol dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan anak-anak yang kurang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler forum pengkajian Islam.
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas tinggi. Sebaiknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Untuk menghitung validitas alat ukur yang digunakan adalah pengujian dengan program SPSS. Suatu instrumen dapat dikatakan valid jika rhitung > rtabel dan
instrumen dapat dikatakan tidak valid jika rhitung < rtabel. Dimana rhitung dalam
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
uji validitas ini peneliti menggunakan validitas isi (content validity) yaitu dengan membandingkan antara isi instrumen dengan variabel yang diujikan (Sugiyono, 2016). Data yang diambil peneliti semuanya valid dengan kriteria rhitung > rtabel.
Sedangkan Untuk mengukur data itu reliebel atau tidak maka akan dilakukan pengujian dengan program SPSS. Dengan kriteria nilai Cronbach Alpha > 0,5. Dan data yang diambil peneliti juga reliabel, karena nilai Cronbach Alpha > 0,5.
Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari pertama metode angket yang merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan di ukur dan tahu apa yang bisa diharapkan responden (Sugiyono, 2016). Dalam metode ini penulis menggunakan angket tertutup dan berskala likert dalam mengumpulkan data primer yang meliputi : model diskusi dalam kegiatan ekstrakurikuler forum pengkajian Islam dan proses pembelajaran PAI di SMAN 2 Lamongan yang bersumber dari siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut, yang mana skor untuk jawaban sangat setuju adalah 5, skor untuk jawaban setuju adalah 4, skor untuk jawaban ragu- ragu adalah 3, skor untuk jawaban tidak setuju adalah 2, dan skor untuk jawaban sangat tidak setuju adalah 1. Dan teknik yang kedua adalah metode dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal- hal yang tertulis seperti buku catatan, dokumen, notulen, dan lain sebagainya (Sugiyono, 2016). Dalam penelitian metode ini untuk mendapatkan data sekunder yang meliputi: sejarah sekolah, visi misi sekolah, keadaan guru, tenaga kependidikan, siswa serta sarana prasarana sekolah dengan tujuan melengkapi data pada penelitian tersebut, agar terdapat data yang signifikan. Untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua yaitu tentang model diskusi dalam kegiatan ekstrakurikuler forum pengkajian Islam dan prose pembelajaran PAI di SMAN 2 Lamomgan digunakan rumus prosentase. Untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga, tentang pengaruh model diskusi dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap proses pembelajaran PAI. Maka peneliti menggunakan Aplikasi SPSS dengan rumus regresi linier sederhana. (Erma Hayati, 2020)
C. Hasil dan Pembahasan
Sekolah ini berdiri pada tahun 1964 yang kala itu dipimpin oleh Drs. Hartono selaku kepala sekolah. Saat itu perusahaan listrik negara belum menjangkau semua wilayah Kabupaten Lamongan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sekolah, baik penerangan maupun untuk praktikum harus menggunakan diesel yang kapasitasny juga terbatas. Tahun 1970 sampai 1977
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
sekolah ini dipimpin oleh Bapak Suyitno Wigyo Subroto, seiring berjalannya waktu, serta kondisi perekonomian pemerintah yang membaik, maka pada tahun 1977 SMA negeri Lamongan, berubah menjadi sekolah menengah pembangunan persiapan (SMPP) yang waktu itu dipimpin oleh bapak R. Moch. Arief, BA, perubahan nama sekolah juga diikuti perubahan kurikulum yang mendasar, sebab kenyataannya dalam kurikulum ini ada materi lain: pertukangan, elektro, otomotif, dan lain-lain. Sehingga dihrapkan lulusan dari sekolah ini, nantinya siap bekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta.
Kemudian pada tahun 1986 sekolah ini mengalami perubahan nama kembali dari SMPP menjadi SMA negeri 2 (saat ini sekolah menengah atas negeri 2 Lamongan) dan dipimpin oleh bapak Nuridi BA, dari Surabaya, saat itulah sekolah ini banyak mengalami perubahan dari segi prestasi akademik maupun non akademik. Hingga saat ini SMA negeri 2 Lamongan menjadi institusi yang paling dipercaya banyak pihak di Indonesia.
Adapun visi SMA negeri 2 Lamongan yaitu Menjadi sekolah unggul yang memiliki civitas akademika beriman, bertaqwa, berakhlaqul karimah, berprestasi, kompetitif dan berperan aktif dalam era global dengan mengedepankan budaya bangsa serta peduli dan berbudaya lingkungan. Sedangkan misi SMA negeri 2 Lamongan salah satunya yaitu menumbuh kembangkan nilai-nilai agama demi terwujudnya keseimbangan antara imtaq dan iuptek yang mengarah pada pembentukan pribadi yang berbudi pekerti luhur.
SMAN 2 Lamongan memiliki jumlah guru yaitu 81 guru, terdiri dari 59 guru berstatus PNS dan 22 guru berstatus guru tidak tetap (GTT). Selain guru, SMAN 2 Lamongan juga memiliki tenaga kependidikan yang berfungsi untuk mengelolah administrasi sekolah yang berjumlah 29 pegawai, yang terdiri dari 4 pegawai berstatus PNS dan 25 pegawai berstatus sebagai pegawai tidak tetap. Jumlah siswa-siswi SMAN 2 Lamongan sebesar 1324 anak, dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu kelas X, kelas XI dan kelas XII. Dan memiliki sarana dan prasarana yang baik sehingga dapat menunjang proses pembelajaran. (Badri, 2019)
Gambaran umum ekstrakurikuler forum pengkajian Islam di SMA negeri 2 Lamongan Ekstrakurikuler ini awalnya tidak ada di SMAN 2 Lamongan, sehingga pada tahun 1922 ekstrakurikuler ini didirikan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi sekolah yaitu menumbuh kembangkan nilai-nilai agama di seluruh anggota civitas SMAN 2 Lamongan demi terwujudnya keseimbangan antara imtaq dan iptek yang mengarah pada pembentukan pribadi yang berbudi pekerti luhur. Sehingga pada tahun 1992 siswa-siswi diharuskan untuk mengikuti kegiatan ini. Yang melopori berdirinya kegiatan ekstrakurikuler
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
forum pengkajian Islam ini adalah bapak Drs. Fanani Ma’ruf, M. Adib Humaidi dan juga anak-anak osis yang menjabat pada tahun 1922 karena kegiatan ekstrakurikuler ini dibawah kegiatan intra sekolah atau OSIS. Dan awalnya kegiatan ini dilakukan seminggu sekali setiap hari jum’at pukul 13.30 WIB. Namun, sejak tahun 2018 kegiatan kegiatan tersebut dilakukan setiap hari kamis pukul 15.30 WIB dan itu dilakukan sampai sekarang. Kepengurusan ekstrakurikuler forum pengkajian Islam ini merupakan cabang dari kegiatan intrakurikuler/ OSIS. (Nur Azizah, 2019)
Hasil penelitian untuk mengetahui hasil penelitian ini maka penulis menggunakan angket dan disebarkan ke 27 siswa yang menjadi sampelnya dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Sehingga dapat diperoleh data tabulasi seperti pada tabel berikut:
Tabel 1. Hasil angket model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam di SMAN 2 Lamongan
Responden
nilai untuk setiap item nomor
responden NILAI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 40 2 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 40 3 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 40 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 40 5 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 33 6 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 33 7 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 32 8 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 32 9 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 33 10 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 42 11 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 42 12 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 33 13 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 32 14 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 42 15 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 32 16 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 41 17 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 48 18 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 19 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 41 20 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 22
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
21 2 4 3 2 2 2 2 2 2 2 23 22 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 32 23 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 48 24 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 41 25 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 41 26 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 47 27 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 48 JUMLAH 1018
Dari perolehan hasil ini penulis dapat menghitung hasilnya dengan menggunakan rumus prosentase sebagai berikut:
F � = N � = X 100% 1018 X 100% � = 27 x 5 x 10 1018 X 100% 1350 � = 75,40%
Sehingga dapat disimpulkan bahwa model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam di SMAN 2 Lamongan tahun pelajaran 2019/2020 adalah tergolong baik karena terletak pada standart pengukuran antara 70%- 85%.
Tabel 2. Hasil angket proses pembelajaran PAI di SMAN 2 Lamongan
Responden
Nilai untuk setiap item nomor
responden Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 41 2 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 48 3 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 42 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 42 5 3 3 3 3 5 4 3 3 3 3 33 6 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 41 7 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 32 8 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 32 9 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 31 10 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 42
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 12 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 30 13 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 31 14 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 41 15 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 31 16 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 41 17 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 49 18 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 41 19 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 41 20 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 31 21 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 31 22 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 31 23 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 49 24 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 41 25 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 41 26 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 31 27 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 JUMLAH 1024
Dari perolehan hasil ini penulis dapat menghitung hasilnya dengan menggunakan rumus prosentase sebagai berikut:
F � = N � = X 100% 1024 X 100% � = 27 x 5 x 10 1024 X 100% 1350 � = 75,85%
Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran PAI di SMAN 2 Lamongan tahun pelajaran 2019/2020 adalah tergolong baik baik karena terletak pada standart pengukuran antara 70%-85%.
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
Tabel 3. Analisis pengaruh model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam terhadap proses pembelajaran PAI di SMA negeri 2 Lamongan. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 3,256 6,536 ,727 ,498 ,623 Proses pembelajaran ,901 ,170 5,296 ,000
Dari output tersebut sudah di ketahui bahwa nilai signifikansinya dalah 0,000 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 maka dengan kata lain ada pengaruh variabel model diskusi forum pengkajian Islam (X) terhadap variabel proses pembelajaran PAI (Y).
D. Simpulan
Model diskusi dalam forum pengkajian Islam di SMAN 2 Lamongan 2019/2020 tergolong baik. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisis melalui rumus prosentase, diperoleh hasil 74,88% dan nilai tersebut jika dikonsultasikan dengan kriteria 70%-85% yang berarti tergolong baik.
Proses pembelajaran pendidikan agama Islam di SMAN 2 Lamongan tahun 2019/2020 tergolong baik. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisis melalui rumus prosentase, diperoleh hasil 75,85J% dan nilai tersebut jika dikonsultasikan dengan kriteria 70%-85% yang berarti tergolong baik.
Adapun pengaruh model diskusi dalam ekstrakurikuler forum pengkajian Islam terhadap proses pembelajaran PAI di SMA negeri 2 Lamongan tahun pelajaran 2019/2020 ini memiliki pengaruh, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikannya dalam aplikasi SPSS dengan rumus regresi linier sederhana dan nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti bahwa nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat pengaruh antara model diskusi dalam forum pengkajian Islam terhadap proses pembelajaran PAI di SMAN 2 Lamongan.
Adapun saran-sarannya yaitu Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan oleh sekolah utuk memberikan penanaman dalam berinteraksi sosial dengan baik kepada sesama.
Bagi para guru khususnya guru PAI, agar terus membimbing dan mengarahkan peserta didiknya dengan baik sehingga proses pembelajaran
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
menjadi lebih kondusif dan tidak membosankan bagi peserta didik. Karena dengan proses belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadikan semangat peserta didik dalam belajar.
Bagi peserta didik, diharapkan untuk lebih meningkatkan kemampuan belajarnya dan menumbuhkan persepsi yang baik terhadap gurunya agar mereka termotivasi untuk belajar dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran.
SAWABIQ : JURNAL KEISLAMAN Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020
Daftar Rujukan
Azizah Nur. (2019). Wawancara, SMAN 2 Lamongan. Badri. (2019). Wawancara, SMA negeri 2 Lamongan.
Hayati Erna, Modul Pelatihan SPSS, (Lamongan: Prodi PAI FAI Universitas Islam Lamongan.
Lestari Sri Rizqi. (2018). Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler rohani islam terhadap perilaku beragama di SMAN 1 Air Batu Kabupaten Asahan. Noer Ali, dkk. (2017) . Upaya Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) Dalam
Meningkatkan Sikap Keberagaman Siswa di SMK Ibnu Taimiyah Pekanbaru.
Rokib. (2018). Pengaruh Ekstrakurikuler Rohani Islam (ROHIS) Terhadap Hasil Belajar PAI Pada Siswa Kelas X di SMAN 5 kab. Tangerang.
Sadiyah Halimatus. (2010). Efektifitas Penggunaan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Salam Rufaidah. (2010). Dampak Metode Diskusi Dalam Proses Pembelajaran Pai Pada Madrasah Aliyah Madani Alauddin Paopao Kabupaten Gowa Sanjaya Wina (2011). Metode Diskusi, strategi pembelajaran berorientasi
standar proses pendidikan, Jakarta: kencana.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: Alfabeta
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, Bandung: Alfabeta.