1
Laporan Perkembangan
Badan Litbang Kesehatan
Badan Litbang Kesehatan
Juni, 2013
Arah dan Kebijakan``
Visi Badan Litbangkes :
Sebagai lokomotif penelitian, pengawal kebijakan dan legitimator program pembangunan kesehatan.
Misi Badan Litbangkes antara lain :
• Menghasilkan produk, prototipe & teknologi baru • Menghasilkan informasi dari penelitian yang
berkualitas & aplikatif (kebijakan, opsi, program) • Mengembangkan sumber daya (termasuk profesi)
litbangkes
• Menjalin kerjasama litbangkes nasional dan internasional
Struktur Organisasi Balitbangkes
Ka Badan
Pusat 1 Pusat 2 Pusat 3 Pusat 4 Komisi2 (8) Sekretaris
B2P2 TOOT B2P2 VRP
Balai (5) Loka (4)
Pusat 1: Biomedis & Teknologi Dasar Kesehatan
Bench
Pusat 2: Teknologi Terapan Kesehatan & Epidemiologi Klinik Bedside
Pusat 3: Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Community
Pusat 4: Humaniora, Kebijakan Kesehatan & Pemberdayaan Masy Beyond Health
Pendekatan Re-Organisasi Badan Litbangkes
B2P2 Vektor & Reservoir Penyakit B2P2 Tanaman Obat & Obat Tradisional (Tawangmangu)
3
Balai (5) & Loka (4)
1. Balai Litbang P2B2 Donggala 2. Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu 3. Balai Litbang P2B2 Banjar Negara
4. Balai Litbang GAKY (Gangg Akibat Kurang Yod) 5. Balai Litbang Biomedis Papua
6. Loka Litbang P2B2 Ciamis 7. Loka Litbang P2B2 Baturaja 8. Loka Litbang P2B2 Waikabubak 9. Loka Litbang Biomedis Aceh
Komisi ...
1. Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEPK) 2. Komisi Etik Penelitian kesehatan (KEPK)
3. Komisi Ilmiah (KI)
4. Komisi Material Transfer Agreement (MTA) 5. Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) 6. Komnas Saintifikasi Jamu
7. Komnas Pengkajian dan Penelitian Penyakit Infeksi 8. TP2I/TPTL (Tim Penilai Peneliti Instansi / Tim Penilai
Teknisi Litkayasa)
• Laboratorium Manajemen Data
Input: Fasilitas
• Gedung: Jakarta, Surabaya, Bogor,
Tawangmangu, Salatiga, lokasi Balai & Loka • Laboratorium BSL3 + Lab lainnya
• Museum:
– Museum Adhyatma (Surabaya) – Museum Nyamuk (Ciamis)
• Wisata Ilmiah:
– Museum Adhyatma (Surabaya) – Museum Nyamuk (Ciamis)
– Etalase Tanaman Obat + Museum Jamu – Duver (Dunia Vektor dan Reservoir)
5
B2P2TOOT Tawangmangu
LABNAS PPPI PROF. OEMIJATI
STATUS LABORATORIUM
POLIO 1. NIC SEJAK 1975 2. SERTIFIKASI: A. POLIO - CAMPAK: 2009; 2010; 2011 B. INFLUENZA: 2011 3. WHO-CC..ON GOING BSL-3: 2009; 2010; 20117
BSL-3 FACILITY
Corridor inside BSL-3 laboratory:
Individual laboratory suites on right. One of the BSL-3 laboratory suites
9
Etalase Litbang Tanaman Obat & Obat Tradisional, Tawangmangu
Ruang lingkup penelitian
• Riset skala nasional data dasar perencanaan sekaligus sebagai evaluasi pencapaian program
– Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) – Rifaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) – Riskesdas khusus
• Riset terobosan produk:
– Diagnostik, vaksin, obat, formula – Model intervensi, produk hukum • Pengukuran berkala
– Kohort standar dan model intervensi – Climate Change terhadap kesehatan – SRS (Sample Registration System) • Riset Pembinaan & kontingensi
Riskesdas
1. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar):
Peta masalah kesehatan antar kab/kota (kesmas +
biomedis)
IPKM (Indeks Pembangunan Kesehatan Masy.)
2. Rifaskes (Riset Fasilitas Kesehatan):
Peta kemampuan Rumah Sakit & Puskesmas
IFRS (Indeks Fasilitas Rumah Sakit)
IFP (Indeks Fasilitas Puskesmas)
IFLaboratorium
3. Rikus (Riset khusus):
Ristoja (Riset Tanaman Obat dan Jamu)
Peta pencemaran yang berdampak kesehatan
Peta sosbud yang berdampak kesehatan
Riskesnas yang sudah / akan dilakukan
Riskesnas (Riset Kesehatan Nasional): • 2007: Riskesdas skala besar Kab/Kota
• 2010: Riskesdas skala kecil Prov, khusus MDG • 2011: Rifaskes (RS Pemerintah, Puskesmas dan
Laboratorium)
• 2012: Ristoja (Riset Tanaman Obat & Jamu) • 2013: Riskesdas skala besar Kab/Kota
11
Riset pengembangan produk terobosan:
Road-map riset untuk produk terobosan Sudah ada konsensus roadmap:
1. Riset Vaksin AI (Avian Influenza)
2. Riset Vaksin DBD
3. Riset Vaksin Tuberkulosis
4. Riset Kemandirian obat: Artemisin
5. Riset Saintifikasi jamu
6. Riset Kemandirian alat kesehatan
KEMANDIRIAN KETERSEDIAAN BAHAN BAKU ARTEMISININ DAN DERIVATNYA (DHA) MELALUI PENELITIAN LINTAS SEKTORAL
Kegiatan •MOU •Peningkatan biomassa dan bioaktif •Panen calon bibit •Sampling dan analisis •Pesiapan fasilitas produksi dan GMP API •Persiapan lahan bibit •Persiapan fasilitas produksi dan GMP API •Penanaman bibit •Persiapan lahan budidaya •Penanaman •Panen •Optimalisasi metode isolasi •Ekstraksi dan Isolasi •Optimalisasi sintesa dericat •Uji BE (Bio Equivalent) dan Registrasi •Produksi tablet Tahun 2011 2012 2013
Lembaga LIPI, IndofarmaBalitbangkes, LIPI, IndofarmaBalitbangkes, Balitbangkes, Indofarma
13
ROADMAP DENGUE VACCINE
Forum Riset Vaksin Nasional Working Group Dengue Vaccine
(UNAIR, UI, UGM, BALITBANGKES, LIPI, EIJKMAN, BPPT, PSSP Bogor)
Mapping 2012-2013
Penentuan Strain Virus Kandidat Seed
2013
Teknologi Pengembangan Vaksin
2013-2015
Formulasi dan Assay Development 2015-2018 Penentuan Parent Seed 2018-2019 Seed Vaksin 2020 -Mengenali penyebaran geografis serotype dan genotype -Karakterisasi Genetik -Karakterisasi Biologis invitro -Penentuan Isolat Virus -> Perbanyakan - Analisis Potensi (Immuno genicity, Anti genicity) -Penentu an Strain Virus kandi dat berda sarkan konservas genetik •Live Attenuated • Inactivated Vaccine • Rekombinan Live Attenuated (Chimera) • DNA Vaccine • Subunit Protein Rekombinan Epitop PreM, E, NS1 dan NS3 • Teknologi Adjuvant dan Delivery System • Pengembang an Hewan Coba • Stabilitas • Formulasi tetravalent vaksin • Pengujian pada Hewan Coba (mencit dan primata) • Pengujian Antibody Dependent Enhancement Doku mentasi Prototip Vaksin Vali dasi Scale Up Eijkman, Litbangkes, UI, Unair, UGM Eijkman, Litbangkes, UI, Unair, UGM
Unair, UI, LIPI, Litbangkes, BPPT,
Biofarma
PSSP Bogor, Litbangkes, UI, Unair,
UGM
Litbangkes, UI, Unair, UGM, LIPI,
BPPT
Studi kohort
• Mulai tahun 2011
• Ada 2 jenis studi kohort (continuum):
– Studi kohort tumbuh kembang anak
– Studi kohort sindroma metabolik penyakit degeneratif
• Berguna untuk mendapatkan:
– Nilai baku yang sesuai Indonesia
– Model intervensi untuk penyakit tidak menular
• Balitbangkes memelihara kerangka kohort-nya, siapapun bisa mengisi substansi studi kohort
Climate Change Kesehatan
• Sudah mulai tahun 2011
• Dilanjutkan dengan mengamati 3 provinsi: Lampung, Jawa Tengah & Bali
• Menganalisis data2 perubahan iklim dan perubahan penyakit
• Diharapkan bisa melakukan kesiap-siagaan dan memberikan kajian prediktif jajaran kesehatan lebih siap menghadapi perubahan iklim
15
SRS (Sample Registration System)
• Data Real Time outcome indicators
• Digunakan untuk mengukur pencapaian MDGs tahun 2015: Crude Birth Rate, Crude Death Rate, Infant Mortality Rate, Maternal Mortality Rate, Neonatal Mortality Rate, Under-Fives Mortality Rate
• Penentuan sebab ganda kematian (kematian langsung, kematian antara dan kematian utama) → masukan penting bagi program kesehatan
• Dapat diketahui transisi demografi dan transisi epidemiologi penduduk Indonesia
dicari langkah-langkah yang harus dilakukan Kemkes
Kualitas Pencatatan Vital, Termasuk Statistik Kematian dan Informasi Sebab Kematian
good incomplete
SRS sebagai tujuan antara untuk mencapai Sistem Registrasi penuh
REGISTRASI PENUH (Mencakup seluruh populasi)
REGISTRASI SAMPEL (Representatif thd populasi) REGISTRASI SENTINEL (Tdk representatif thd populasi) 100% CAKUPAN 0% PERJALANAN WAKTU Sumber: HMN, 2008
Riset Pembinaan
• Risbinkes (Riset Pembinaan Kesehatan)
• Risbiniptekdok (Riset Pembinaan Ilmu
Pengetahuan & Teknologi Kedokteran)
• Riset binaan dari Ristek
• Riset Kontijensi termasuk Riset KLB
(Kejadian Luar Biasa)
17
Jalur Pengembangan Tanaman Obat
Yankes Modern Zat aktif Obat Modern
jamu (dokter) Tanaman Obat jamu (non-dokter) Rumah Sakit Saintifikasi jamu
Permenkes: lityan jamu tersaintifikasi Yankes komplementer
Yankes Tradisional
Jalur 2: saintifikasi jamu
• Uji preklinik: Uji toksisitas dan efikasi pada hewan coba
• Uji klinik dengan disain pre-post intervention di Klinik Hortus Medicus B2P2TOOT Tawangmangu • Uji klinik Randomized Clinical Trial (dengan kontrol)
tetapi tidak tersamar (not blinding)
• Sudah dibuat Pedoman Penelitian Saintifikasi Jamu • Sudah dimulai dengan 4 ramuan jamu: hipertensi,
Jalur ke 3: pengobatan tradisional
secara tersendiri
• Bisa dikembangkan lebih cepat bila ditemukan “body of knowledge” yang khas Indonesia
• Peranan ASPETRI dan asosiasi lainnya sangat penting
• Sudah sibuat draft “body of knowledge” Pengobatan Tradisional Indonesia.
• Sekarang dalam rangkaian diskusi para pakar kesehatan modern / tradisional
Jurnal Ilmiah
1. Health Science Journal of Indonesia / HSJI (Sekr.) 2. Buletin Penelitian Kesehatan (Sekretariat)
3. Media Penelitian & Pengembangan Kesehatan (Sekr.)
4. Jurnal Ekologi Kesehatan (Pusat 3) 5. Jurnal Kesehatan Reproduksi (Pusat 3) 6. Jurnal Farmasi (Pusat 1)
7. Jurnal Penyakit Menular (Pusat 1)
19
Jurnal Ilmiah
9. Jurnal Penelitian Gizi dan Makanan (Pusat 2) 10. Buletin Penelitian Sistem Kebijakan (Pusat 4)
11. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (B2P2TOOT) 12. Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit
(B2P2VRP)
13. BALABA (Balai Litbang P2B2 Banjarnegara) 14. Jurnal Buski (Balai Litbang P2B2 Tanah
Bumbu)
15. Jurnal Vektor Penyakit (Balai Litbang P2B2 Donggala)
16. Insect (Loka Litbang P2B2 Ciamis)
Memperbanyak HKI (1)
Ruang lingkup HKI:
1. Paten
2. Merek (simbol, nama dagang produk)
3. Disain industri (penampilan produk)
4. Disain tata letak sirkuit terpadu
5. Rahasia dagang
6. Perlindungan varietas tanaman
Memperbanyak HKI (2)
Paten:
• 1 sudah keluar sertifikat paten
• 11 sudah didaftarkan
• 5 akan didaftarkan pada tahun 2012
Copyright:
• 1 sudah didaftarkan (IPKM)
• 3 akan didaftarkan pada tahun 2012
Call for Proposal
• Risbiniptekdok (kedokteran) • Risbinkes (kesehatan)
• Analisis Lanjut Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas, Rifaskes, Rikus, Susenas, SDKI, Podes, dll)
• Riset khusus kesehatan lingkungan • Riset khusus budaya & kesehatan
21