Eksistensi Tanah Komunal Masyarakat Hukum Adat Karo Di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara
Teks penuh
Dokumen terkait
Menurut kepercayaan lama masyarakat Karo (yang belum beragama) di Kabupaten Langkat, orang yang meninggal cawir metua apabila tidak dilakukan upacara adat yang layak pada
Tanda, yang ada pada simbol pengretret pada rumah adat batak karo di.
Munte, Desa Singgamanik, dan Desa Tanjung Beringin menggunakan kata dadanak sedangkan di Desa Gunung Saribu, Desa Sukarame, Desa Kuta Suah, Desa Guru Benua,. dan Desa
Hasil penelitian diperoleh bahwa Masyarakat di Kabupaten Karo dalam melaksanakan Gadai Tanah masih menganut sistem adat, hal tersebut dipengaruhi oleh adat istiadat dari
44 Pasal 1 Ayat (3) Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dan Masyarakat Yang Berda Dalam Suatu
Sumber data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara dengan 10 informan yang merupakan para tetua dan pengurus lembaga adat desa dibeberapa desa yang berada di
Mengenai konsep dasar tentang Masyarakat Adat itu sendiri, yang paling klasik bisa dirujuk pada apa yang dikemukakan oleh Ter Haar (1979: 27) dengan konsepnya yang disebut
Laporan ini membahas perencanaan penggunaan lahan di wilayah rawan bencana di Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara untuk meminimalisir risiko bencana dan mengoptimalkan pemanfaatan