Kontekstualisasi hadis silaturrahmi melalui media sosial: Kajian Ma‘ani al-Hadith dalam Sunan Abu Dawud No. Indeks 1693
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini dilakukan karena adanya hadis tentang niya> h{ah (meratapi mayit seperti yang biasa dilakukan oleh orang kafir Yahudi dengan memuku- mukul, dan merobek-robek
kemaluan setelah berwudu baik yang menyatakan membatalkan wudu atau tidak, kedua hadis ini berstatus sahih.. Energi yang ada dalam kesehatan, apabila manusia menyentuh kemaluan
Berdasarkan penelitian pada kes{ah{i>h{an sanad dan kes{ah{i>h{an matan pada hadis riwayat Abu> Da>wu>d tentang az{an bagi bayi, maka dapat disimpulkan bahwa
tsiqah, dan matan atau sanad hadis itu mengandung pertetangan. 36 Para ulama hadis seperti Ibn al-Shalah, al-Nawawi, Ibn Hajar al-„Asqalani, al-Suyuthi, al- „Iraqi,
Periwayat yang kapasitas intelektualnya memenuhi syarat kesahihan sanad hadis disebut sebagai periwayat yang memiliki sifat d}abit. Yang dimaksud dengan dabit adalah
Setelah melakukan kritik terhadap sanad dan juga matan hadis tentang anjuran menjauhi masjid setelah memakan bawang, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas dari
mereka pada hari kiamat. Yang mana hadis tersebut bersifat mendukung hadis yang penulis teliti yang bermakna bahwasannya Rasulallah telah menganti perayaan dua hari tersebut
D engan melihat skema sanad gabungan diatas, maka dapat diketahui bahwa hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud melalui jalur Muslim bin Ibrahim, Aban, Yahya bin