1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Berdasarkan data dari Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank / ADB) edisi September 2019 menyatakan bahwa Kota Bandung tercatat berada di peringkat ke-14
dari kota termacet di Asia. Hal tersebut membuat Kota Bandung menjadi kota termacet pertama di Indonesia, disusul Jakarta yang menduduki peringkat ke-17, serta Surabaya yang menduduki peringkat ke-20. Diambil dari : https://tirto.id/bandung-kota-termacet-se-indonesia-kalahkan-jakarta-dan-surabaya-ejmv (Akses: 20 Agustus 2020) Tingkat kemacetan Kota Bandung yang sering terjadi pada waktu pagi hari, ketika aktivitas masyarakat baru dimulai baik para pekerja yang menuju tempat kerjanya, maupun para siswa yang pergi menuju sekolah. Kemacetan yang kembali terjadi pada sore hari ketika masyarakat pulang dari beraktivitas selama sehari yang mengakibatkan timbulnya permasalahan lalu lintas lainnya dan sering kali menimbulkan pelanggaran yang dilakukan oleh para pengguna jalan di beberapa titik jalanan utama Kota Bandung. Pada saat luas alur lalu lintas yang dipergunakan tidak sesuai dengan volume kendaraan yang ada, hal tersebut akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, Kota Bandung memiliki 2,5
juta jiwa penduduk. Diambil dari:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/17/berapa-jumlah-penduduk-kota-bandung (Akses: 22 Maret 2019) Kepadatan penduduk yang mana akan berpengaruh pada volume kendaraan di jalur lalu lintas Kota Bandung menyebabkan timbulnya masalah-masalah baru seperti kemacetan yang disertai pelanggaran-pelanggaran lalu lintas. Untuk lebih terperinci berikut data yang dapat dilihat pada tabel berikut:
2
Tabel 1.1Akumulasi Jumlah Pelanggaran Di Kota Bandung Bulan Oktober November Desember 2018
NO. BULAN TOTAL PELANG GARAN
KENDARAAN RODA 2 KENDA RAAN RODA 4/LEBIH TOTAL KENDAR AAN TIDAK MENGG UNAKA N HELM BERHEN TI DI ZEBRA CROSS BERHENTI MELEBIHI STOPLINE MERO KOK KELEBIH AN MUATAN 1. OKTO BER 2018 1682 252 13 857 1326 19 194 1587 2, NOVE MBER 2018 1703 226 12 1178 1165 8 205 1628 3. DESE MBER 2018 2870 134 103 966 1471 13 311 2743
Sumber: Open Data Kota Bandung 2018, diolah oleh peneliti 2019 http://data.bandung.go.id/dataset/pelanggaran-lalu-lintas-di-kota-bandung-tahun-2018)
(diakses : 20 Maret 2019)
Berdasarkan tabel diatas jumlah kejadian dengan jenis pelanggaran yang terjadi di Bandung amatlah beragam, dan mengalami peningkatan jumlah pelanggar lalu lintas. Seperti yang tertulis diatas pada bulan Oktober total mencapai 1682, beralih pada bulan selanjutnya yaitu November mengalami peningjatan sebangak 21 pelanggaran menjadi 1703. Dan pada bulan ketiga sejumlah total 2870 pelanggaran lalu lintas. Di Kota Bandung masih banyak kasus yang terkait pada kesadaran berlalu lintas khususnya mengenai persyaratan secara teknis serta layak jalan kendaraan bermotor roda dua. Hal tersebut
3 membuktikan bahwa masih banyak pengemudi kendaraan bermotor roda dua tidak mempunyai perlengkapan kendaran bermotor yang lengkap.
Menurut Faris Hisyam Mardhika (2017: 1) dengan penelitian yang berjudul “Perancangan Kampanye Melindungi Pejalan Kaki Dari Pengendara Kendaraan Bermotor Di Kota Bandung” menjabarkan bahwa:
Dinas Perhubungan Kota Bandung telah mencatat adanya kenaikan pelanggaran pada setiap tahunnya, mulai dari tahun 2013 tercatat 2017 pengendara, pada tahun 2014 naik kembali menjadi 3031 dan kemudian pada tahun 2015 jumlah pelanggar naik menjadi 5915. Pelanggaran tersebut merupakan jenis pelanggaran lalu lintas serta pelanggaran yang terkena tindakan pidana ringan yang dilakukan oleh pengendara roda dua maupun pengendara roda empat, dimana data tersebut di dapatkan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung. Pada akhirnya, dengan adanya para pelaku pelanggaran tersebut menyebabkan timbulnya ketidaknyamanan di Kota Bandung yang kerap kali disebut sebagai kota wisata dimana menimbulkan kemacetan dan berkurangnya rasa aman bagi wisatawan terutama pejalan kaki.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Faris (2017: 1) menjelaskan bahwa terjadi peningkatan pelanggaran lalu lintas pada setiap tahunnya, peningkatan pelanggaran tersebut seharusnya tidak bisa dibiarkan terus meningkat begitu saja. Karena akan menimbukan dampak negatif yang akan dirasakan Kota Bandung, seperti yang tercantum pada kutipan diatas yang menjelaskan akan menimbulkan rasa tidak nyaman yang akan dirasakan baik masyarakat Kota Bandung maupun para masyarakat yang berkunjung ke Kota Bandung. Dan dapat dikatakan, jika tidak cepat dicari solusinya dalam peningkatan pelanggaran yang terjadi, akan mengakibatkan terbentuknya pandangan baru untuk Kota Bandung.
Menurut hasil penelitian Raden Aryo Kuncoro (2016: 5) dengan penelitian “Problematika Kesadaran Hukum Pengendara Sepeda Motor Terhadap Persyaratan Teknis dan Layak Jalan Kendaraan Bermotor Roda Dua” menjelaskan bahwa:
Berdasarkan observasi yang dilakukan memberikan hasil mengenai tingkat kesadaran hukum dan berlalu lintas masih minim, yang mana sudah ada peraturan pada Undang-Undang No 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan sudah dijabarkan dengan cukup jelas aturan apa saja yang harus dilaksanakan oleh para pengendara. Pemerintah telah berupaya menyuarakan gerakan disiplin nasional dalam kehidupan bermasyarakat yang salah satunya berada di jalan raya. Dari hadirnya undang undang tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman masyarakat dalam berlalu lintas, tetapi pada kenyataanya masih sering ditemui pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Permasalahan perilaku dalam berlalu lintas di jalan raya terwujud dalam pelanggaran ketertiban lalu lintas yang merupakan
4 perilaku tidak patuh terhadap rambu lalu lilntas, berhenti tidak pada tempatnya, melawan arus, berkendara melebihi muatan yang telah ditentukan, tidak menggunakan atribut yang telah ditentukan saat berkendara secara lengkap, serta tidak menyertakan atau membawa surat kendaraan dan surat berkendara.
Kedua kutipan diatas saling memperkuat dan menggambarkan kondisi yang masih kurang kondusif yang terjadi di Kota Bandung bahwa dengan penjelasan diatas masih terpantau rendahnya tingkat kesadaran yang dimiliki masyarakat dalam berlalu lintas, hal tersebut didukung kembali oleh Raden (2016: 5) yang menuturkan masih sering terjadi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat. Dijelaskan pula, di sisi lain pemerintah sudah berupaya mengatur dan mempertegas dengan cara menetapkan peraturan guna memberikan pedoman serta sanksi tegas bagi yang melanggar. Tetapi hal tersebut masih kurang menyadarkan khalayak untuk menaati peraturan.
Adanya suatu persimpangan merupakan salah satu bagian dari system transportasi perkotaan, salah satunya di Kota Bandung. Sebagai salah satu ibu kota provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi dapat menimbulkan permasalahan ketika semua orang bergerak secara serentak. Dengan hal itu, membuat persimpangan menjadi salah satu titik bagian yang berpengaruh dalam menyumbang tingkat kemacetan serta harus diperhatikan dalam hal kelancaran arus transportasi di perkotaan. Hal yang bisa dilakuakan untuk mendapatkan arus pergerakan kendaraan yang lancar dengan cara meminimalisir benturan (kemacetan, tundaan, dan antrian) atau konflik pada suatu persimpangan. Salah satu cara sebagai upaya meminimalisir konflik atau benturan tersebut Dinas Perhubungan Kota Bandung menghadirkan sebuah program yang diterapkan di Kota bandung yaitu Area Traffic Control System (ATCS) yang mulai diterapakan di Kota Bandung sejak November 2017.
Bagoes (2019: 4) mengatakan sebagai salah satu daerah di Indonesia, Kota Bandung tidak luput dari permasalahan kesadaran dalam berlalu lintas. Hal ini pula yang turut mendukung pemerintah Kota Bandung dalam memberikan inovasi serta melalukan gebrakan baru untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dengan program ATCS (Area Traffic Control System) gembrakan yang merupakan inovasi teknologi ini pun dianggap dapat menjadi sebuah solusi serta sebagai pengendali lalu lintas dalam rangka melakukan penertiban terhadap pelanggaran pengguna lalu lintas. Tertulis dalam peraturan Daerah (PERDA) No. 4 Tahun 2017 sebagai perubahan dari Peraturan Daerah (PERDA) No. 4 Tahun 2017, mengenai penyelenggaraan perhubungan dan retribusi dibidang perhubungan menggunakan system APPIL, ialah manajemen rekayasa lalu lintas yang salah satunya dilakukan ATCS.
5 Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bandung dan khususnya para pengendara, pemerintah Kota Bandung memberikan inovasi baru sebagai solusi permasalah tersebut dengan hadirnya program ATCS (Area Traffic Control System). Tidak hanya Kota Bandung saja yang telah menerapkannya, kota lain seperti Provinsi Bali, Jakarta, Medan, Surakarta, D.I.Yogyakarta, Tangerang, Padang, Surabaya. Tetapi hanya Kota Bandung saja yang melengkapinya dengan pengeras suara yang bertujuan untuk menegur langsung para pelanggar.
ATCS hadir di Indonesia pada tahun 1990-an serta mulai dilakukan penerapan sistemnya pertama kali di kota Malang, setelah penerapan di kota tersebut barulah kota-kota lain mulai mempergunakan system ini dan menerapkan termasuk di Kota Bandung. Menurut website resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, ATCS merupakan suatu sistem pengaturan lalu lintas bersinyal terkoordinasi yang diatur mencakup satu wilayah secara terpusat. Anggi (2019: 4)
Hadirnya Area Traffic Control System (ATCS) dinilai sebagai sebuah inovasi teknologi untuk memaksimalkan penerapan sistem pengendalian manajemen lalu lintas, salah satunya dalam rangka penertiban terhadap pelanggaran yang terjadi di masyarakat. Sistem kontrol Area Traffic Control System (ATCS) pun dirancang secara terpadu untuk memantau langsung arus kondisi lalu lilntas, utamanya di persimpangan Kota Bandung yang terhubung langsung dengan ruang pengontrol. Fungsi kontrol dari berbagai pelanggaran lalu lintas pun terekam dengan baik yang dapat terpantau di dalam ruangan kontrol. Operator (ATCS) langsung terhubung dengan pengeras suara yang dipasar di persimpangan bersamaan dengan CCTV serta dapat memberi himbauan dan teguran bagi pengguna kendaraan.
Terdapat beberapa system utama pada ATCS yang terdiri dari, server, Workstation yang berfungsi sebagai pusat operasional untuk memantau dan mengontrol kondisi lalu lintas dari setiap persimpangan yang terpasang CCTV dan pengeras suara. Wall map, yang memiliki fungsi sebagai penyedia informasi kondisi dan status dari local controller. Local controller sendiri merupakan pengontrol persimbangan. Dan untuk setiap pelanggar yang terekam pun akan dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diberikan hukuman berupa
6 tilang. (Dishub Kota Bandung, atcs-dishub.bandung.go.id diakses pada 28 November 2019, pkl. 23.00 WIB)
Dengan hadirnya ATCS, sehingga dapat dilakukan langkah upaya dalam manajemen rekayasa lalu lintas dimana hal tersebut memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan semua titik - titik persimpangan bersinyal menggunakan pusat kontrol ATCS, sehingga memperoleh sebuah keadaan pergerakan lalu lintas secara efisien. Perangkat pemantau volume lalu lintas Kebijakan ini didukung dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkatan Jalan (LLAJ) yang pada pasal 1 ayat 29, Manajemen dan Rekayasa lalu lintas merupakan serangkaian cara serta suatu aktivitas yang memiliki unsur Perencanaan, Pengadaan, Pemasangan, Pengaturan, dan pemeliharan fasilitas jalan dalam rangka melaksanakan, mendukung dan mengelola keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas. Undang- Undang diatas membahas tentang Manajemen dan Rekayasa lalu lintas diperkuat dengan adanya PP Nomer 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, analisis dampak, dan juga manajemen keperluan lalu lintas, selain itu dengan penerapan yang disokong oleh peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomer PM 96 Tahun 2015 dengan munculnya Area Traffic Control System (ATCS) tersebut, membuat penataan siklus lampu lalu lintas dibuat berdasar input data lalu lintas yang didapatkan dengan cara real time menggunakan kamera CCTV pemantau lalu lintas yang terdapat pada titik-titik simpangan Kota Bandung.
Menurut Azman (2019: 4) Divisi (ATCS) melalui petugas operator yang bertugas
di server work station dapat memantau dan mengatur lalu lintas disetiap
persimpangan jalan di Kota Bandung apabila terjadi kendala lalu lintas yang terjadi seperti: penumpukan kendaraan, pelanggaran lalu lintas, hingga kecelakaan yang terjadi, sehingga keadaan lalu lintas dapat cepat terkoordinir dan kondisi jalan dapat kembali normal. ATCS dapat menyampaikan pesan dari server work station dengan gaya komunikasi yang berbeda seperti (candaan, teguran ringan, teguran berat, dan sebuah peringatan) tergantung dari keadaan serta situasi yang terjadi di lapangan, dengan harapan pesan yang disampaikan dapat diterima oleh komunikan (pengguna kendaraan, pejalan kali, serta petugas yang ada di lapangan) yang berada di persimpangan yang sudah memiliki vasilitias CCTV dan pengeras suara.
Dalam penyampaian kepada pengendara, para operator atau petugas ATCS cukup situasional atau melihat situasi dan kondisi dilapangan. Pada pengaplikasian ATCS sendiri juga difungsikan sebagai media komunikasi dalam menegur para pengendara yang tidak
7 memenuhi syarat dan ketentuan berkendara. Peneguran dilakukan dengan cara menggunakan pengeras suara yang terpasang disetiap simpangan lampu merah Kota Bandung, dengan adanya ATCS sebagai metode baru yang diterapkan, sehingga dapat dibuat suatu upaya dalam manajemen rekayasa lalu lintas yang mengatur seluruh titik - titik persimpangan Kota Bandung yang bersinyal melalui pusat kontrol ATCS, yang mana dapat diperoleh suatu situasi mobilisasi lalu lintas secara efisien baik dalam mengkoordinir maupun dalam peneguran pelanggar lalu lintas yang diharapkan pula dapat menekan jumlah para pelanggar lalu lintas.
Gambar 1.1 Contoh penindakan kepada pelanggar lalu lintas
Sumber : https://www.instagram.com/atcs.kotabandung/ diakses pada tanggal 31 Agustus 2019 pukul 15.17 WIB)
Gambar diatas merupakan salah satu contoh postingan ATCS Kota Bandung saat menemukan pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Berikut merupakan caption yang diberikan oleh akun resmi ATCS Kota Bandung.
“Kali ini, terpantau entah sepasang atau dua pasang yang si cewenya tidak menggunakan helm dan melebihi zebra cross. Duh duh padahal berbahaya sekaliiiii. Dan akhirnya pun dia mencari yang lebih peduli dengan keselamatan dirinya di jalan. Yuk kalau kamu sayang dengan orang tua, adik , kakak, pacar. “ (ATCS Kota Bandung)
Komunikasi memiliki peranan yang penting bagi Dinas Perhubungan Kota Bandung, khususnya bagian ATCS (Area Traffic Control Sistem) Dinas Perhubungan Kota Bandung saat menertibkan dan juga mengingatkan kepada para masyarakat dan pengguna
8 jalan raya agar dapat lebih memperhatikan keamanan dan kelengkapan saat berkendara. Seperti yang diketahui, banyaknya pengendara dan pengguna jalan yang sering kali melakukan pelanggaran baik itu pelanggaran ringan maupun pelanggaran lalu lintas yang bersifat berat dan diperlukannya penanganan khusus mengingat besarnya kerugian yang akan diakibatkan.
Gambar 1.2 Foto yang diambil dari CCTV ATCS Bandung
Sumber : https://www.instagram.com/atcs.kotabandung/ diakses pada tanggal 30 Agustus 2019 pukul 20.03 WIB)
Salah satu ciri khusus serta keistimewaan yang dimiliki ATCS Kota Bandung yang berbeda dari kota-kota lainnya adalah penambahan CCTV yang merupakan kamera pengawas disertai dengan pengeras suara pada setiap persimpangannya serta pengkomunikasian himbauan dan teguran yang disampaikan oleh tim Area Traffic Control System (ATCS) Kota Bandung yaitu penyampaian lewat pengeras suara sehingga tindakan tim Area Traffic Control System (ATCS) Kota Bandung seringkali viral di media sosial. Viralnya aktivitas ini terjadi pada tahun 2017 hingga awal 2019, seperti yang disampaikan pihak Dinas Perhubungan dan ATCS
Nah ATCS Kota Bandung itu viral viralnya di tahun 2017 sampai 2018 seperti itu, banyak akun akun yang merepost sampai di tahun 2019 sebenernya. Dan tantangan juga bagi kami untuk mengembangkan ide dan inovasi untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat. (Ari : 2020)
9 Inovasi Baru yang Dinas Perhubungan lakukan melalui ATCS Kota Bandung menggunakan pengoperasian pengeras suara saat memberikan himbauan serta peneguran , menarik perhatian banyak pihak untuk mempublis ulang konten yang dibuat ATCS Kota Bandung sehingga cara tersebut menjadi viral. Seperti terlihat akun akun instagram yang memiliki pengikut banyak juga turut mempublis ulang konten tersebut.
Gambar 1.3 Foto repost aktivitas peneguran oelah ATCS Kota Bandung
Sumber : https://www.instagram.com/idntimes.news/, https://www.instagram.com/tni-polri.id/ diakses pada tanggal 24 Mei 2020 pukul 20.03 WIB)
Kedua akun tersebut memiliki pengikut atau kerap disebut dengan follower instagram lebih dari seratus ribu, yang mana akun idntimes memiliki 424.000 pengikut dan tnipolri memiliki 113.000 pengikut di instagram. Hal ini menjelaskan bahwa aktivitas Dinas Perhubungan melalui ATCS ini menarik perhatian serta mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Pada awal keberadaannya ATCS ini telah disosialisasikan melalui pengeras suara CCTV pada setiap harinya di pagi dan sore hari, para petugas memberikan penjelasan atau memberi sosialisasikan bahwa sekarang telah dipasang CCTV yang terhubung langsung dengan control room untuk mengawasi pengguna jalan disetiap lampu merah. Selain melalui pengeras suara yang ada di lampu merah, program ATCS ini juga
10 disosialisasikan melalui media sosial instagram, melalui akun resmi ATCS Kota Bandung (@atcs.kotabandung) tujuannya agar dapat lebih cepat menyebarnya informasi. Tujuan adanya kamera pengawas dan pengeras suara sebagai media untuk menyampaikan himbauan serta teguran kepada masyarakat para pengguna jalan yang kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas agar tidak melakukan tindakan yang melanggar lalu lintas di kemudian harinya.
Bagoes (2019 :5) dalam penelitiannya mengatakan bahwa program berteknologi terbaru ATCS ini merupakan program terbaru dari Dinas Perhubungan Kota Bandung, dimana program ini adalah ajakan kepada masyarakat Kota Bandung untuk membiasakan diri disiplin lalu lintas, karena hal ini bertujuan untuk menangani masalah sosial agar dapat terjadi perubahan perilaku terhadap khalayak Kota Bandung.
Berdasarkan pemaparan diatas inovasi yang dilakukan dengan hadirnya ATCS dalam upaya tertib berlalu lintas memang harus dilakukan, mengingat urgensi terhadap masyarakat yang berkendara masih melakukan pelanggaran lalu lintas yang bisa mencelakakan diri sendiri maupun orang lain serta dapat beresiko kecelakaan.
Penelitian ini akan melihat dari sudut pandang kegiatan komunikasi pada aktivitas himbauan serta peneguran dari ATCS Kota Bandung, untuk mengurangi permasalahan pelanggaran lalu lintas khususnya yang berada di persimpangan lampu merah Kota Bandung. Menurut latar belakang permasalahan, membuat peneliti tertarik untuk mengambil penelitian dengan berjudul: “Aktivitas Komunikasi ATCS Dalam Mengurangi Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Bandung”
1.2.
Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang, masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana aktivitas komunikasi ATCS dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas di Kota Bandung.
1. Bagaimana aktivitas komunikasi ATCS di Kota Bandung saat melakukan peneguran kepada pengendara ?
1.3.
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, sehingga tujuan dari penelitian sebagai berikut:
11 1. Mengetahui aktivitas komunikasi ATCS di Kota Bandung saat melakukan
peneguran kepada pengendara.
1.4.
Kegunaan Penelitian
Dengan adanya penelitian ini peneliti berharap ini dapat berguna secara teoritis serta secara praktis pula. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat :
1. Membagikan informasi dan juga meningkatkan wawasan pengetahuan bagi mahasiswa pada saat mengaplikasikan ilmu komunikasi yang telah didapatkan di dunia perkuliahan.
2. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat membagikan kontribusi kepada penelitian yang akan datang terkait dengan topic yang sama.
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat :
1. Bagi pihak ATCS Kota Bandung, sebagai bahan referensi dan juga evaluasi dalam kegiatan saat peneguran.
2. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi sebuah referensi dan berkontribusi bagi para pihak yang terkait dalam bidang lalu lintas, dan untuk masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam mengetahui permasalahan yang memiliki keterkaitan dengan berlalu lintas.
3. Memberikan deskripsi tentang penerapan komunikasi yang digunakan ATCS Kota Bandung.
4. Mengamati kelebihan serta kekurangan pada penyelenggara kegiatan komunikasi yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bandung melalui media ATCS, sehingga diharapkan dapat memberi masukan serta evaluasi untuk mengoptimalisasi penyelenggara kegiatan komunikasi.