• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODE PENELITIAN. Randomized Pre and Post Test Group design (Pocock, 2008). Rancangan ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV METODE PENELITIAN. Randomized Pre and Post Test Group design (Pocock, 2008). Rancangan ini"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

50

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan The Randomized Pre and Post Test Group design (Pocock, 2008). Rancangan ini memiliki skema sebagai berikut:

Gambar 4.1 Rancangan Penelitian Keterangan:

P : Populasi R : Random S : Sampling

P1 : Perlakuan I, pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, 12 repetisi, tiga set

P2 : Perlakuan II, pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, sembilan repetisi, empat set

O1 : Pengukuran daya ledak otot tungkai kelompok I sebelum pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, 12 repetisi, tiga set

O2 : Pengukuran daya ledak otot tungkai kelompok I sesudah pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, 12 repetisi, tiga set

O3 : Pengukuran daya ledak otot tungkai kelompok II sebelum pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, sembilan repetisi, empat set

O4 : Pengukuran daya ledak otot tungkai kelompok II setelah pelatihan jinjit beban empat kg di pinggang, sembilan repetisi, empat set

P R S O3 P2 O4 O1 P1 O2

(2)

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2.1 Lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di lapangan SMK Kesehatan PGRI Denpasar, karena lokasi dkat dengan tempat tinggal subjek dan tempatnya luas.

4.2.2 Waktu penelitian

Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan April 2015. Waktu pengambilan data dilakukan selama enam minggu, dilakukan tiga kali seminggu, mulai pukul 15.30 - 18.00 Wita.

4.3 Populasi Dan Sampel 4.3.1 Populasi

Populasi penelitian adalah semua siswi ekstrakurikuler bola voli SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjumlah 62 siswi.

4.3.2 Sampel

Sampel dalam penelitian ini dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut:

4.3.2.1 Kriteria inklusi:

1. Bersedia sebagai subjek penelitian dari awal sampai selesai, dengan menandatangani surat persetujuan bersedia sebagai sampel.

2. Berbadan sehat dan tidak cacat, berdasarkan pemeriksaan dokter. 3. Umur 15-16 tahun.

4. Berat badan 48-68 kg. 5. Tinggi badan 152-170 cm.

(3)

6. Indeks Massa Tubuh 18,5-24,9 kg/m2. 7. Kebugaran fisik sedang.

4.3.2.2 Kriteria eksklusi

Kriteria eksklusi adalah subjek yang berdomisili di luar Kota Denpasar. 4.3.2.3 Kriteria tidak dilanjutkan sebagai subjek

Kriteria yang digunakan sebagai dasar untuk membatalkan keterlibatan seseorang sebagai sampel:

a. Jika dalam pengambilan data orang tersebut tidak masuk atau tidak datang ke lokasi pengambilan data.

b. Jika selama penelitian orang tersebut tiba–tiba jatuh sakit atau cedera karena kecelakaan.

c. Jika selama penelitian orang tersebut pindah sekolah.

d. Jika selama penelitian orang tersebut mengundurkan diri sebagai subjek penelitian.

4.3.3 Besar Sampel

Besar sampel ditentukan berdasarkan penelitian pendahuluan daya ledak otot tungkai terhadap sepuluh siswi SMK yang berumur 15-16 tahun, diperoleh data dengan rerata daya ledak otot tungkai sebelum pelatihan adalah 34,30 cm dengan standar deviasi 4,86. Harapan peningkatan daya ledak otot tungkai sebesar 15% sehingga besar sampel disubstitusikan ke dalam rumus Pocock (2008) sebagai berikut:

(4)

Keterangan: n = jumlah sampel

δ = standar deviasi (SD) daya ledak otot tungkai = 4,86 f(α,β) = 7,9 table velue

μ1 = rata-rata daya ledak otot tungkai sebelum pelatihan = 34,30 cm μ2 = harapan peningkatan daya ledak setelah pelatihan (15%) = 39,45 cm

14,07

Berdasarkan perhitungan dengan rumus di atas, maka diperoleh hasil = 14,07 dibulatkan menjadi 15 orang untuk mengantisipasi subjek tidak melanjutkan penelitian ini, maka jumlah sampel untuk tiap kelompok ditambah 15% dari jumlah (n) sehingga jumlah sampel menjadi 17 orang untuk masing-masing kelompok. Total keseluruhan sampel sebanyak 34 (2 kelompok x 17 orang).

(5)

4.3.4 Teknik Pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Mengadakan pemilihan sejumlah sampel dari seluruh populasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan cara acak sederhana (simple random sampling).

2. Melakukan pembagian kelompok penelitian sebanyak dua kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 17 orang. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara acak sederhana. Selanjutnya kelompok I akan menerima perlakuan pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, 12 repetisi, tiga set, dan kelompok II akan menerima perlakuan pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, sembilan repetisi, empat set.

4.4 Variabel Penelitian 4.4.1 Identifikasi variabel

4.4.1.1 Variabel bebas (independent variable)

Pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, 12 repetisi, tiga set dan pelatihan empat kg, sembilan repetisi, empat set.

4.4.1.2 Variabel tergantung (dependent variable) Daya ledak otot tungkai

4.4.1.3 Variabel kendali (kontrol) adalah umur, berat badan, tinggi badan dan Indeks Massa Tubuh( IMT).

(6)

4.4.2 Definisi Operasional Variabel

Untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam pengambilan data, maka berikut diuraikan definisi variabel sebagai berikut:

1. Repetisi adalah jumlah ulangan pada waktu pelatihan. 2. Set adalah jumlah periode dari satu gerakan.

3. Pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, dengan dua belas repetisi, tiga set adalah pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, dengan 12 kali ulangan yang diselingi dengan istirahat selama lima menit (disebut 1 set), lalu dilanjutkan dengan 12 kali ulangan melakukan pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang sampai pada tiga set.

4. Pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang sembilan repetisi, empat set adalah pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, dengan sembilan kali ulangan yang diselingi dengan istirahat selama lima menit (disebut 1 set), lalu dilanjutkan dengan sembilan kali ulangan jinjit dengan beban empat kg di pinggang sampai pada empat set.

5. Daya ledak otot tungkai

Kemampuan otot tungkai untuk melakukan gerakan secara sentakan tiba-tiba dan cepat dengan mengerahkan seluruh kekuatan dalam waktu yang singkat. Daya ledak otot tungkai dapat diukur dengan mengukur tinggi lompatan vertikal atau vertical jump seseorang. Untuk mengukur vertical jump dengan mudah dan akurat kita dapat menggunakan sebuah alat yaitu Jump MD, cara melakukannya adalah subjek dipasangkan belt di

(7)

pinggang dan berdiri di atas rubber plate dengan tegak. Lalu melompat dengan tegak setinggi-tingginya.

6. Umur

Umur adalah usia dalam tahun berdasarkan tanggal, bulan kelahiran yang tercatat dalam data administrasi sesuai dengan akte kelahiran, yang berusia sekitar 15-16 tahun.

7. Jenis kelamin

Jenis kelamin perempuan yaitu jenis kelamin yang telihat penampakan luar (phenotif) dan kesesuaian yang tertulis dalam administrasi sekolah. 8. Berat badan

Berat badan adalah bobot tubuh subjek yang diukur dengan timbangan berat badan m erk Tanita dengan ketelitian 0.1 kg. Saat penimbangan tidak menggunakan alas kaki.

9. Tinggi badan

Tinggi badan adalah ukuran tinggi badan yang diukur dengan antropometer merk Super buatan Jepang dengan ketelitian 0.1 cm. Subjek berdiri tegak membelakangi alat ukur dan pandangan lurus ke depan. Tinggi badan diukur melalui panjang dari lantai tempat berpijak sampai ubun-ubun (vertex).

10. Indeks Massa Tubuh ( IMT)

Indeks Massa Tubuh adalah nilai komposisi tubuh atau berat badan ideal yang ditentukan dengan berat tubuh (kg) dan kuadrat tinggi badan (m).

(8)

11. Kebugaran Fisik

Kebugaran fisik adalah kategori kebugaran jasmani subjek yang diperoleh melalui kemampuan melakukan lari 2,4 km dengan hasil yang dicatat berdasarkan satuan menit yang dikonversikan dalam skor berdasarkan penilaian Cooper. Waktu yang digunakan menggunakan stopwatch merk Q&Q buatan Jepang dengan tingkat ketelitian 0,01 detik.

12. Suhu udara

Suhu adalah suhu kering yang rata-rata yang diukur setiap melakukan penelitian dengan termometer elektronik. Merek Extech buatan Jerman dengan tingkat ketelitian 0.10 C.

13. Kelembaban Relatif udara

Kelembaban relatif adalah presentase uap air dalam udara yang diukur dengan hygrometer elektronik digital merek Exctech buatan Jerman dengan tingkat ketelitian 1%.

(9)

4.5 Alur Penelitian

Gambar 4.2 Alur Penelitian Populasi Kriteria Eksklusi Kriteria Inklusi Sampel (n=34) Random Kelompok 1 (n=17) Kelompok 2 (n=17) Pre Test Post Test Pelatihan jinjit beban 4kg di pinggang 12R, 3Set Pelatihan jinjit beban 4kg di pinggang 9R, 4Set Analisis Data Penyusunan Laporan

(10)

4.6 Alat Pengumpul data

Alat ukur atau instrument yang digunakan dalam penelitian:

1. Dua kantong pasir seberat 2 kg sebagai beban di pinggang pada pelatihan jinjit

2. Balok kayu setinggi 10 cm sebanyak 34 sebagai pijakan kaki saat pelatihan jinjit

3. Timbangan berat badan merk Tanita untuk mengukur berat badan yang digunakan pada pelatihan jinjit beban dengan ketelitian 0.1 kg.

4. Antropometer Super buatan Jepang untuk mengukur tinggi badan dalam satuan centimeter (cm) dengan ketelitian 0,1 cm.

5. Meteran merk Kinglon buatan Jepang.

6. Stop watch digital merk Q&Q untuk mengukur kecepatan lari 2,4 km, lama waktu istirahat tiap set, dan lamanya pelatihan dalam satu kali pelatihan, dengan ketelitian1/100 detik.

7. Metronom merk Nikko buatan Jepang untuk mengukur irama gerakan jinjit supaya irama gerakan setiap mengangkat kaki sama.

8. Norma penilaian tes lari 2,4 km Cooper, untuk mengukur status kebugaran fisik subjek.

9. Termometer merk Extech buatan Jerman untuk mengukur suhu kering lingkungan, satuan 0oC, ketelitian 0,10C.

10. Higrometer elektronik digital merk Extech buatan Jerman untuk mengukur kelembaban relatife udara, ketelitian 1%.

(11)

12. Kamera digital merk Canon yang digunakan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan yang berkaitan dengan penelitian ini.

4.7 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian terdiri dari tahap-tahap penelitian, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

4.7.1 Tahap Persiapan Tahap persiapan menyangkut :

1. Studi kepustakaan dari buku, jurnal, prosiding, internet dan lain-lain yang relevan dengan topik penelitian ini.

2. Mengurus surat-surat penelitian.

3. Meminta persetujuan penelitian kepada kepala sekolah dan mengkoordinasikan dengan wali kelas serta guru olahraga yang menyangkut jadwal penelitian dan persiapan.

4. Membuat jadwal pelaksanaan penelitian.

5. Menyiapkan alat ukur yang baku dan memiliki ketelitian yang dapat dipercaya dan diakui secara ilmiah.

6. Melakukan uji coba terkait alat yang dirancang khusus yang digunakan pelatihan jinjit. Dalam bentuk beban (berupa karung pasir dua kg dua buah) diletakkan pada masing-masing pinggang. Subjek berdiri dengan ujung kaki di atas balok kayu setinggi 10 cm. Subjek melakukan jinjit sesuai repetisi dan set yang diberitahukan.

(12)

4.7.2. Tahap Penelitian Pendahuluan

1. Memberikan penjelasan tentang pelaksanaan penelitian. 2. Menentukan subjek yang akan dilibatkan.

3. Melakukan pengukuran pada beberapa variabel, seperti umur, berat badan, tinggi badan dan daya ledak otot tungkai.

4. Mengolah hasil penelitian pendahuluan untuk menentukan besar sampel dalam penelitian selanjutnya.

5. Pengukuran Kebugaran fisik. Kebugaran fisik diukur dengan tes lari 2,4 km, yaitu subjek berlari dengan menempuh jarak 2,4 km sesuai dengan kemampuan tanpa henti. Waktu tempuh dikonversikan dengan table tingkat kebugaran fisik menurut Cooper. Subjek yang dipilih adalah subjek yang memiliki kategori fisik sedang.

6. Pengukuran berat badan. 7. Pengukuran tinggi badan.

8. Pengukuran daya ledak tungkai dapat menggunakan sebuah alat yaitu Jump MD, cara melakukannya adalah subjek dipasangkan belt di pinggang dan berdiri diatas rubber plate dengan tegak. Lalu melompat dengan tegak setinggi-tingginya. Tes dilakukan selama tiga kali diambil dari jarak tertinggi.

4.7.3 Tahap Pemilihan dan Penentuan Sampel

Prosedur pemilihan dan penentuan sampel menyangkut:

1. Semua siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai sampel diberikan dengan nomor urut yang berbeda.

(13)

2. Selanjutnya sampel dipilih secara acak sederhana dengan menggunakan teknik undian sebanyak dua kelompok, yaitu masing-masing kelompok beranggotakan 17 orang.

4.7.4 Tahap Pelaksanaan

Secara garis besar langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sebelum pelaksanaan subjek diberikan penjelasan tentang tujuan, manfaat, jadwal, tempat penelitian, tatalaksana penelitian, dan hak-hak subjek dalam pelaksanaan penelitian.

2. Pengukuran suhu lingkungan dilakukan mulai dari awal pelatihan sampai akhir dengan termometer elektronik merk Excetch buatan Jerman dengan ketelitian 0,1oC. Termometer diaktifkan, kemudian dilihat suhu kering dalam derajat Celcius. Suhu dicatat awal dan diakhir pelatihan kemudian dihitung rata-ratanya.

3. Pengukuran kelembaban relatif udara diukur pada awal sampai akhir dengan menggunakan hygrometer digital. Caranya hygrometer diaktifkan pada saat pelatihan berlangsung dan hasilnya dicatat dalam satuan %.

4. Subjek datang 15 menit ke tempat penelitian sebelum pelatihan dimulai. Sesudah istirahat selama lima menit kemudian dilakukan pengukuran denyut nadi dengan metode 1 menit.

(14)

6. Melakukan pemanasan selama 15 menit, berupa peregangan, kalistenik dan gerakan spesifik yang dimulai dari leher, bahu, lengan, pinggang, badan, pinggul dan anggota gerak atas.

7. Subjek pada kedua kelompok melakukan pelatihan dalam waktu yang sama secara bergantian, selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali seminggu (Senin, Rabu, Jumat).

8. Pada hari Senin kelompok satu (pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, 12 repetisi, dan tiga set) melakukan pelatihan pertama, kemudian selanjutnya pelatihan dilakukan oleh kelompok dua (pelatihan jinjit dengan beban empat kg di pinggang, sembilan repetisi, dan empat set).

9. Pada hari Rabu pelatihan pelatihan pertama dilakukan oleh kelompok II dan dilanjutkan oleh kelompok I

10. Pada hari Jumat pelatihan pertama dilakukan oleh kelompok I, dan dilanjutkan oleh kelompok II, demikian seterusnya pelatihan ini sampai pada enam minggu yang dilakukan secara bergiliran.

11. Selama pelatihan subjek diarahkan oleh peneliti dan pelatih.

12. Setelah enam minggu dilakukan pengukuran daya ledak otot tungkai pada kedua kelompok perlakuan dengan mempergunakan jump MD. Hasilnya tingginya lompatan dengan dicatat dalam satuan sentimeter. Pelaksanaan sama seperti pada saat pengambilan data (awal pretest).

(15)

4.8 Prosedur Pengukuran 1. Pengukuran Kebugaran Fisik

Kebugaran fisik diukur dengan tes lari 2,4 km, yaitu subjek berlari dengan menempuh jarak 2,4 km sesuai dengan kemampuan tanpa henti. Waktu tempuhnya dicatat kemudian dikonversikan dengan table tingkat kebugaran fisik menurut Cooper. Subjek yang dipilih adalah subjek yang memiliki kategori kebugaran fisik sedang.

2. Pengukuran Berat badan

Berat badan diukur dengan timbangan merk Tanita dengan satuan kilogram (kg) dan ketelitian 0,1 kg. Subjek berdiri tegak diatas timbangan memakai pakaian tanpa alas kaki.

3. Pengukuran tinggi badan

Pengukuran ini menggunakan antropometer merk Super buatan Jepang dengan ketelitian 0,1 cm dalam satuan centimeter. Subjek berdiri tegak membelakangi alat ukur dan pandangan lurus ke depan. Tinggi badan diukur melalui panjang dari lantai tempat berpijak sampai ubun-ubun (vertex).

4. Pengukuran suhu lingkungan

Pengukuran suhu lingkungan dilakukan mulai awal sampai akhir penelitian dengan thermometer elektronik merk Extech buatan Jerman dengan ketelitian 0.1oC. Termometer diputar selama kurang lebih tiga menit, kemudian dilihat suhu basah dan kering dalam derajat celcius.

(16)

5. Pengukuran daya ledak otot tungkai

Pengukuran daya ledak otot tungkai atau anggota gerak bawah dilakukan dengan menggunakan jump MD. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali dan nilai yang dipakai adalah nilai yang tertinggi.

4.9 Analisis data

Berdasarkan data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Statistik deskriptif untuk menganalisis umur, tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh, dan kebugaran fisik, daya ledak otot tungkai.

2. Uji Normalitas data (daya ledak otot tungkai sebelum perlakuan) dengan Shapiro-Wilk Test yang bertujuan untuk mengetahui distribusi data masing-masing kelompok perlakuan. Batas kemaknaan 0,05 atau tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%.

3. Uji homogenitas data (daya ledak otot tungkai sebelum dan sesudah perlakuan) dengan Levene Test, bertujuan untuk mengetahui variasi data. Batas kemaknaan 0,05 atau tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%.

4. Uji Beda

a. Uji t-paired digunakan untuk menganalisis rerata peningkatan daya ledak otot tungkai antara sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok.

(17)

b. Uji t-test independent digunakan untuk menganalisis perbandingan hasil pengukuran daya ledak otot tungkai antara kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II.

Gambar

Gambar 4.2  Alur Penelitian  Populasi  Kriteria Eksklusi Kriteria Inklusi Sampel (n=34) Random Kelompok 1 (n=17) Kelompok 2 (n=17) Pre Test Post Test Pelatihan jinjit beban 4kg di pinggang 12R, 3Set Pelatihan jinjit beban 4kg di pinggang 9R, 4Set Analisis

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan kegiatan program pengabdian masyarakat yang dilakukan antara dosen dan mahasiswa di Kelurahan Padasuka dilaksanakan secara umum sesuai dengan yang diharapkan,

Tari Ledhek Barangan adalah tari kreasi baru yang penciptaannya terinspirasi dari beberapa kesenian yang telah ada di Kabupaten Blora diantaranya adalah Tayub, tari

Analisis Formasi Pematang sebagai salah satu penghasil batuan induk di Sub-Cekungan Aman Utara, Cekungan Sematera Tengah merupakan hal yang menarik untuk dikaji,

JARAK TEMPUH DARI IBUKOTA DESA/KELURAHAN 5 116 108 224 LK.I AEK KOTA BATU Halaman Rumah Bpk. VI SUKA RAMAI Halaman

Pengembangan aplikasi telah berhasil memenuhi requirements yang diharapkan oleh pihak Staklim Karangploso, berbekal dengan analisis kebutuhan, perancangan diagram,

1) Adanya situasi sosial politik yang mendukung terhadap perkembangan kehidupan beragama di lingkungan kampus. Dengan dibubarkannya Partai Komunis Indonesai, telah

Indah Logistik Cargo Pekanbaru ini dapat membuktikan bahwa pihak perusahaan kurang dapat menjaga kepuasan kerja karyawannya yang dapat memberikan dampak negatif bagi perusahaan

Atas izinNya, Penulisan Hukum dengan judul “Peran Masyarakat Dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak Melalui Peradilan Restoratif (Studi Kasus: Kota Surakarta)” ini dapat