• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pilihan Handphone Terbaik dengan Simple Adaptive Weighting Method

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pilihan Handphone Terbaik dengan Simple Adaptive Weighting Method"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pilihan Handphone

Terbaik dengan Simple Adaptive Weighting Method

Rizalul Akram

1

, Novianda

2

, Azhar Al Haviz

3

Universitas Samudra

1

[email protected]

1

, [email protected]

2

,

[email protected]

Abstract

Handphone merupakan suatu keperluan sangat penting untuk manusia di jaman modern seperti saat ini. Kebutuhan akan hanphone tidak hanya sekedar untuk bisa melakukan komunikasi suara via telepon dan mengirim pesan sms. Handphone saat ini sudah dilengkapi oleh berbagai fitur menarik yang menjadi kebutuhan manusia mdern saat ini. Fitur-fitur yang terdapat pada hanphone saat ini diantaranya fasilitas telepon, sms, sosmed (watshap, Instagram, telegram, dll), serta spesifikasi perangkat seperti kamera depan dan belakang, clock-processor, RAM dan memori penyimpanan, ukuran display dan jenis layer, dan lain-lain. Semua fitur-fitur yang ada tersebut menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk menentukan pilihannya berdasarkan budget/keuangan yang ada. Setiap orang tentu memiliki fitur prioritas yang berbeda. Dalam hal ini penulis mengambil contoh penelitian pada SMK Perbankan Graha Media terhadap pilihan hanphone oleh guru-guru di sekolah tersebut. Dari jenis hanphone yang ada tersebut penulis akan melakukan penelitian berbasis artificial intelegensi dengan bidang fokus sistem pendukung keputusan. Sistem yang dibangun berjalan dengan metode simple addative weighting (SAW). Sistem ini dapat digunakan dan berjalan dengan baik serta sesuai dengan pemikiran para pemakai hanphone dalam menentukan pilihannya. Hasil dari penelitian terhadap 20 guru SMK Perbankan Graha Media dalam menentukan pilihannya didapati bahwa alternatif handphone yang memiliki nilai yang tertinggi adalah alternatif A1 (Realme 3 Pro) dengan nilai yaitu 26.9 dan nilai yang terendah adalah alternatif handphone A7 (Asus Zenfone Go ZB450KG) dengan nilai 11.65. Keyword : Hanpdhone, fitur, sistem pendukung keputusan, simple addative weighting (SAW)

1. Introduction

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi sekarang, pengolahan informasi yang tepat sangat diperlukan, sehingga dibutuhkan suatu metode komputasi tepat guna. Teknologi informasi menjadi hal pokok dalam mengembangkan suatu bidang. Kemajuan teknologi saat ini semakin berkembang pesat terutama dalam komunikasi. Handphone menjadi salah satu kebutuhan yang penting untuk komunikasi saat ini. Handphone merupakan suatu keperluan sangat penting untuk manusia di jaman modern seperti saat ini. Kebutuhan akan hanphone tidak hanya sekedar untuk bisa melakukan komunikasi suara via telepon dan mengirim pesan sms. Hanphone saat ini sudah dilengkapi oleh berbagai fitur menarik yang menjadi kebutuhan manusia mdern saat ini. Fitur-fitur yang terdapat pada hanphone saat ini diantaranya fasilitas telepon, sms, sosmed (watshap, Instagram, telegram, dll), kamera depan dan belakang, clock-processor, RAM dan memori penyimpanan, ukuran display dan jenis layer, dan lain-lain. Semua fitur-fitur yang ada tersebut menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk menentukan pilihannya berdasarkan budget/keuangan yang ada. Banyaknya merk hanphone dengan berbagai tawaran harga, fitur-fitur menarik, spesifikasi perangkat, sampai model menjadi pertimbangan yang membingungkan bagi masyarakat. Menentukan pilihan hanphone terbaik denga badget terbatas bukanlah hal yang mudah. Inilah menjadi masalah ditengah masyarakat dan menjadi bahan penelitian yang dapat diselesaikan dengan sistem pengambilan keputusan. Sistem pendukung keputusan menjadi solusi dari permasalahan ini untuk diteliti.

Sistem pendukung keputusan adalah sebuah alternatif solusi atau alternatif tindakan dari sejumlah alternatif solusi dan tindakan guna menyelesaikan suatu masalah, sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Penelitian dilakukan oleh Erna Daniati pada tahun 2015, dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan kost Di Sekitar Kampus UNP Kediri menggunakan Metode Simple Additive Weighting”. Hasil menunjukkan bahwa sistem pencarian kost ini dapat membantu calon penyewa kost untuk mendapatkan alternatif tempat kost yang dapat direkomendasikan berdasarkan kriteria yang dipilih pengguna dalam memilih tempat kost dengan metode Simple Additive Weighting yang terbukti efektif dan efisien. Penelitian

(2)

dilakukan oleh Rohmat Taufiq & Ikhsan Shahlin Mustofa pada tahun 2017, dengan judul “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Kejurusan Menggunakan Metode Simple Additive

Weighting Di SMA Negeri 15 Tangerang”. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh

peneliti, dengan adanya sistem pendukung keputusan menggunakan metode SAW untuk menentukan jurusan ipa atau ips dapat membantu dalam memberikan rekomendasi dan pertimbangan dalam menentukan siswa yang akan masuk ipa atau ips berdasar perhitungan pada tiap – tiap kriterianya melalui data nilai rapot, tes pesikotes, angket peminatan dan tes akademik yang telah diolah dalam sistem tersebut. Setiap orang tentu memiliki fitur prioritas yang berbeda. Dalam hal ini penulis mengambil contoh penelitian pada SMK Perbankan Graha Media terhadap pilihan hanphone oleh guru-guru di sekolah tersebut. Dari jenis hanphone yang ada tersebut penulis akan melakukan penelitian berbasis artificial intelegensi dengan bidang fokus sistem pendukung keputusan. Sistem yang dibangun berjalan dengan metode simple addative weighting (SAW). penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada orang yang ingin membeli

handphone dengan beberapa kriteria yang diinginkan dan memberikan output informasi data handphone yang diinginkan konsumen sehingga dapat diambil keputusan untuk menentukan

alternatif handphone yang sesuai keinginan dari kriteria yang telah ditentukan.

2. Tinjauan Pustaka

2.1. Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah

sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun

kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak

terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi

semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara

pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban,2001). SPK bertujuan untuk

menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada

pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.

SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah

diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya

bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi

harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai

minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan

kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.

Gambar 1. Komponen sistem pendukung keputusan

2.2. Spesifikasi Handphone

Spesifikasi adalah Perincian teknis atau karakteristik umum yang dimiliki oleh

sebuah perangkat. Sebelum membeli ponsel sebaiknya melihat spesifikasi ponsel

tersebut. Saat ini banyak brand atau merek ponsel yang beredar namun jika ingin

membeli ponsel jangan hanya melihat mereknya saja namun jeroannya juga. Kualitas

komponen akan sangat menentukan performa dan kinerja ponsel secara jangka panjang.

Kadang merek terkenal bisa saja kalah performanya dari merek yang kurang terkenal

karena itu komponen di dalam ponsel sangat penting.

1) Merek atau Model

2) Waktu Beredar

(3)

3) Network

4) SIM Card

5) Dimensi

6) Berat

7) Sistem Operasi

8) CPU Chipset

9) CPU Core

10) Memori (RAM)

11) Display

12) Kamera

13) Baterai

14) Konektivitas

15) Fitur

16) Warna

2.3.

Metode Simple Addatife Weighting

Metode SAW sering dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep

dasar metode SAW (Simple Additive Weighting) adalah mencari penjumlahan terbobot

dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Fishburn, 1967)

(MacCrimmon, 1968). Langkah Penyelesaian Simple Additive Weighting (SAW) sebagai

berikut:

1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan,

yaitu Ci.

2. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria.

3. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria (Ci), kemudian melakukan

normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut

(atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R.

4. Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian

matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang

dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi.

Formula untuk melakukan normalisasi

tersebut adalah:

r

ij

= Nilai rating kinerja

x

ij

= Nilai kinerja dari setiap rating

Max x

ij

= Nilai terbesar dari tiap kriteria

Min x

ij

= Nilai terkecil dari tiap kriteria

Perhitungan akhir metode SAW adalah dengan menghitung nilai bobot dari alternative

dengan nilai matrik ternormalisasi dengan rumus :

Ket:

Vi = nilai preferensi

wj = bobot rangking

r

ij

= bobot ternormalisasi

(4)

Vi merupakan nilai akhir atau nilai acuan dalam pengambilan keputusan dari metode

SAW.

4.

Metodologi Penelitian

4.1. Perancangan Sistem

Perancangan sistem pendukung keputusan penentuan handphone terbaik adalah

seperti pada flowchat gambar 2 dibawah.

Mulai Input data kriteria Pemberian bobot kriteria Membuat matrik keputusan Normalisasi matrik keputusan Perkalian matriks keputusan dengan bobot kriteria Preferensi setiap alternatif Hasil Selesai

Sistem pendukung keputusan penentuan alternative handphone terbaik ini dijalankan dengan metode simple addative weighting (SAW). Proses pertama adalah mengisi data parameter yang terdiri dari harga, kamera belakang, RAM, baterai, storage/memori internal, CPU type/inti

processor, CPU speed/clock processor, layar, dan kamera depan. Proses selanjutnya adalah

kalkulasi data dengan metode SAW sampai selesai.

Selanjutnya mekanisme pemberian bobot parameter dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Penentuan kriteria dan bobot nilai

Dalam penelitian ini ada beberapa kriteria dan bobot nilai yang dibutuhkan

berdasarkan dari hasil wawancara dengan calon pembeli handphone. Dalam wawancara

yang terdiri dari beberapa pertanyaan seputar kesulitan di dalam membeli handphone

didapatkan 9 (Sembilan) kriteria. Kriteria-kriteria yang paling banyak disebutkan

responden untuk menentukan handphone terbaik, dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Kriteria spesifikasi handphone Kriteria (C) Keterangan

C1 Harga

C2 Kamera belakang

C3 RAM

C4 Baterai

C5 Storage (memori internal) C6 CPU Type (inti processor) C7 CPU Speed (clock processor)

C8 Layar

C9 Kamera depan

Dari masing-masing kriteria-kriteria tersebut ditentukan bobot nilainya dengan

ketentuan seperti pada tabel 2.

(5)

Tabel 2. Bobot Kriteria Variabel Bobot nilai

Sangat Tinggi 5

Tinggi 4

Cukup/Netral 3

Rendah 2

Sangat Rendah 1

2.

Pembobotan setiap kriteria

Dari kriteria tersebut, maka dibuat suatu tingkat kepentingan kriteria berdasarkan

nilai bobot yang telah ditentutkan kedalam table sebagai berikut.

Tabel 3. Bobot Harga

Harga Nilai <Rp. 1.000.000 5 Rp.1.000.000 – Rp. 2.000.000 4 > Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 3 > Rp. 3.000.000 – Rp. 4.000.000 2 >Rp. 4.000.000 1

Tabel 4. Bobot Kamera Belakang

Kamera belakamg Nilai

>32 MP 5

>16 MP – 32 MP 4 >12 MP – 16 MP 3

8 MP – 12 MP 2

< 8 MP 1

Tabel 2. Bobot RAM

RAM Nilai >6 GB 5 >4 GB – 6 GB 4 >3 GB – 4 GB 3 2 GB – 3 GB 2 < 2 GB 1

Tabel 3. Bobot Baterai

Baterai Nilai >5000 mAh 5 >4000 – 5000 mAh 4 >3000 – 4000 mAh 3 2000 – 3000 mAh 2 < 2000 mAh 1

Tabel 4. Bobot Storage (memori internal) Storage Nilai >64 GB 5 >32 – 64 GB 4 >16 – 32 GB 3 8 GB – 16 GB 2 < 8 GB 1

Tabel 5. CPU Type (inti processor) CPU Type Nilai

Deca-core 5 Octa-core 4 Hexa-core 3

(6)

Quad-core 2 Dual-core 1

Tabel 6. CPU Speed (clock processor)

CPU Type Nilai

>2.5 GHz 5 >2 GHz – 2.5 GHz 4 >1.5 GHz – 2 GHz 3 1 – 1.5 GHz 2 <1 GHz 1 Tabel 7. Layar Layar Nilai >6 inch 5 >5 – 6 inch 4 >4 – 5 inch 3 3.5 – 4 inch 2 <3.5 inch 1

Tabel 8. Kamera Depan

Kamera Depan Nilai

>24 MP 5 >16 – 24 MP 4 >8 – 16 MP 3 5 – 8 MP 2 <5 MP 1

3.

Bobot Kriteria/Parameter (W)

Pengambil keputusan memberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingan

masing-masing kriteria yang dibutuhkan atau yang diinginkan. Kriteria dengan kepentingan

terbesar diberikan bobot nilai paling besar dan kepentingan kurang penting diberikan nilai

paling rendah.

Tabel 9 Bobot Kriteria/Parameter

Kriteria (C) Nilai C1 (Harga) 1 C2 (Kamera belakang) 4 C3 (RAM) 5 C4 (Baterai) 4 C5 (Storage) 5 C6 (CPU type) 3 C7 (CPU speed) 3 C8 (Layar) 2 C9 (Kamera depan) 2

5. Hasil

Penelitian ini mengambil data sebanyak 20 handphone dengan berbgai merk dan

type yang berbeda sebagai contoh penerapan metode Simple Additive Weighting untuk

menentukan alternatif handphone terbaik, data handphone didapatkan berdasarkan

penelitian yang telah dilakukan di SMK Perbankan Graha Media Kota Langsa.

Tabel 13. Data alternatif handphone

Alternatif Kriteria Harga (C1) Kamera Belakang (C2) RAM (C3) Baterai (C4) Storage (C5) CPU Type (C6) CPU Speed (C7) Layar (C8) Kamera depan (C9)

(7)

Realme 3 Pro Rp. 3699000 16 MP 6 4045 mAh 128 GB Octa-core 2.2 GHz 6.3” 25 MP Xiaomi Redmi Note 7 Rp. 2599000 48 MP 4 4000 mAh 64 GB Octa-core 2.2 GHz 6.3” 13 MP Oppo F11 Rp. 3999000 48 MP 4 4020 mAh 128 GB Octa-core 2.1 GHz 6.53” 16 MP Vivo V15 Rp. 4099000 24 MP 6 4000 mAh 64 GB Octa-core 2.1 GHz 6.53” 32 MP Samsung Galaxy J2 Prime Rp. 1250000 8 MP 1.5 2600 mAh 8 GB Quad-core 1.4 GHz 5.0” 5 MP Xiaomi Redmi GO Rp. 899000 8 MP 1 3000 mAh 8 GB Quad-core 1.4 GHz 5.0” 5 MP Asus Zenfone GO (ZB450KG) Rp. 899000 8 MP 1 2070 mAh 8 GB Quad-core 1.2 GHz 4.5” 2 MP Samsung Galaxy A10 Rp. 1999000 13 MP 2 3400 mAh 32 GB Octa-core 1.6 GHz 6.2” 5 MP Zenfone Max (M2) Rp. 2199000 13 MP 4 4000 mAh 64 BG Octa-core 1.8 GHz 6.3” 8 MP Vivo Y91 Rp. 1799000 13 MP 2 4030 mAh 16 GB Octa-core 1.95 GHz 6.22” 8 MP Zenfone 4 Selfie Pro Rp. 3499000 16 MP 4 3000 mAh 64 BG Octa-core 2.0 GHz 5.5” 12 MP Oppo A7 Rp. 2999000 13 MP 4 4230 mAh 64 GB Octa-core 1.8 GHz 6.2” 16 MP Samsung Galaxy M20 Rp. 3299000 13 MP 4 5000 mAh 64 GB Octa-core 1.8 GHz 6.3” 8 MP Xiaomi Redmi 6A Rp. 1499000 13 MP 2 3000 mAh 32 GB Quad-core 2.0 GHz 5.45” 5 MP Realme C1 Rp. 1499000 13 MP 2 4230 mAh 16 GB Octa-core 1.8 GHz 6.2” 5 MP Oppo A5s Rp. 2099000 13 MP 3 4230 mAh 32 GB Octa-core 2.3 GHz 6.2” 8 MP Xiaomi Redmi 5 Rp. 1699000 12 MP 3 3000 mAh 32 GB Octa-core 1.8 GHz 5.7” 5 MP Samsung Galaxy J8 Rp. 2600000 16 MP 3 3500 mAh 32 GB Octa-core 1.6 GHz 6” 16 MP Vivo S1 Rp. 3599000 16 MP 4 4500 mAh 128 GB Octa-core 2.0 GHz 6.38” 32 MP Samsung Galaxy A6 Rp. 2125000 16 MP 3 3000 mAh 32 GB Octa-core 1.6 GHz 5.6” 16 MP

Berdasarkan data merek handphone diatas, berikut langkah-langkah penyeleksian

untuk menentukan alternatif handphone dengan metode SAW, maka yang harus dilakukan

terutama yaitu memberikan nilai setiap alternatif (Ai) pada setiap kriteria (Cj) yang sudah

ditentukan dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut.

Tabel 14. Rating kecocokan dari setiap alternatif pada kriteria

Alternatif Kriteria Harga (C1) Kamera Belakang (C2) RAM (C3) Baterai (C4) Storage (C5) CPU Type (C6) CPU Speed (C7) Layar (C8) Kamera depan (C9) Realme 3 Pro (A1) 2 3 4 4 5 4 4 5 5 Xiaomi Redmi Note 7 (A2) 3 5 3 3 4 4 4 5 3 Oppo F11 (A3) 2 5 3 4 5 4 4 5 3 Vivo V15 (A4) 1 4 4 3 4 4 4 5 5 Samsung Galaxy J2 Prime (A5) 4 2 1 2 2 2 2 3 2 Xiaomi Redmi GO (A6) 5 2 1 2 2 2 2 3 2 Asus Zenfone GO ZB450KG (A7) 5 2 1 2 2 2 2 3 1

(8)

Samsug Galaxy A10 (A8) 4 3 2 3 3 4 3 5 2 Asus Zenfone Max M2 (A9) 3 3 3 3 4 4 3 5 2 Vivo Y91 (A10) 4 3 2 4 3 4 3 5 2 Asus Zenfone Selfie 4 Pro (A11) 2 3 3 2 4 4 3 4 3 Oppo A7 (A12) 3 3 3 4 4 4 3 5 3 Samsung Galaxy M20 (A13) 2 3 3 4 4 4 3 5 2 Xiaomi Redmi 6A (A14) 4 3 2 2 3 4 3 4 2 Realme C1 (A15) 4 3 2 4 2 4 3 5 2 Oppo A5s (A16) 3 3 2 4 3 4 4 5 2 Xiaomi Redmi 5 (A17) 4 2 2 2 3 4 3 4 2 Samsung Galaxy J8 (A18) 3 3 2 4 3 4 3 4 3 Vivo S1 (A19) 2 3 3 4 5 4 3 5 5 Samsung Galaxy A6 (A20) 3 3 2 2 3 4 3 4 3

Setelah proses pemberian nilai bobot kepada semua kriteria yang telah diinputkan selanjut

sistem pendukung keputusan ini melalui metode simple addative weighting (SAW) akan

langsung melakukan kalkulasi sampai mendapatkan nilai akhir. Nilai akhir dari

perhitungan metode SAW ini adalah seperti pada tabel 15.

Tabel 15. Hasil Perankingan

Alternatif Merek Nilai Akhir

A1 Realme 3 Pro 26.9

A3 Oppo F11 26.45

A4 Vivo V15 26.2

A19 Vivo S1 24.9

A2 Xiaomi Redme Note 7 24.28

A12 Oppo A7 22.93

A13 Samsung Galaxy M20 22.7

A9 Asus Zenfone Max (M2) 21.53

A16 Oppo A5s 21.03

A11 Asus Zenfone 4 Selfie Pro 20.7

A18 Samsung Galaxy J8 20.28

A8 Samsung Galaxy A10 19.8

A15 Realme C1 19.2

A10 Vivo Y91 19.2

A20 Samsung Galaxy A6 18.28

A14 Xiaomi Redmi 6A 17.55

A17 Xiaomi Redmi 5 17

A5 Samsung Galaxy J2 Prime 12.1

A6 Xiaomi Redmi GO 12.05

A7 Asus Zenfone Go ZB450KG 11.65

6. Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan pada SMK Perbankan Graha Media yang melibatkan 20

(dua puluh) guru dalam menentukan pilihan handphonenya didapati bahwa alternatif

handphone yang memiliki nilai yang tertinggi adalah alternatif A1 (Realme 3 Pro) dengan

(9)

nilai yaitu 26.9 dan nilai yang terendah adalah alternatif handphone A7 (Asus Zenfone Go

ZB450KG) dengan nilai 11.65. Hasil ini dapat diterima oleh semua guru dan tenaga

kependidikan yangada di sekolah terbebut.

Daftar Pustaka

[1] A.G. Anto, H. Mustafidah, A. Suyadi “Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weighting) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto”, JUITA ISSN: 2086-9398 Vol. III Nomor 4, November 2015, 193 – 200.

[2] Daniati, Erna. 2015. “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihankost Di Sekitar Kampus Unp Kedirimenggunakan Metodesimple Additive Weighting (SAW)”. Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Nusantara PGRI Kediri.

[3] Dian Novita Handayani, Fitro Nur Hakim, Achmad Solechan, 2014, Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Jurusan Menggunakan Fuzzy Multiple Atribute Additive Weighting studi kasus pada SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Jurnal transformatika,Volume 11, No. 2, Januari 2014: 69-78. [4] Putra, Arie Setya. Dkk. 2018. “Metode SAW (Simple Additive Weighting) sebagai Sistem Pendukung

Keputusan Guru Berprestasi ( Studi Kasus : SMK Global Surya)”. Fakultas Komputer, Universitas Mitra Indonesia.

[5] Taofiq, Rohmat. Dan Ikhsan Shahlin Mustofa. 2017. “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Kejurusan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (Saw) Di SMA Negri 15 Tangerang”. Teknik Informatika UMT, Tangerang.

[6] Turban dkk, Decision Support Systems and Intelligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas) , Andi, edisi ke 7, 2005, jilid 1, hal 802

Gambar

Gambar 1. Komponen sistem pendukung keputusan
Tabel 6. CPU Speed (clock processor)  CPU Type  Nilai
Tabel 14. Rating kecocokan dari setiap alternatif pada kriteria  Alternatif  Kriteria Harga  (C1)  Kamera  Belakang  (C2)  RAM (C3)  Baterai (C4)  Storage (C5)  CPU  Type (C6)  CPU  Speed (C7)  Layar (C8)  Kamera depan (C9)  Realme 3 Pro  (A1)  2  3  4  4
Tabel 15. Hasil Perankingan

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Eniyati (2011 ) Model yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini adalah SAW, karena SAW ini dipilih karena dapat menentukan nilai bobot untuk setiap

Hasil dari kuisioner tersebut akan menjadi tolak ukur dalam menentukan apakah sistem pendukung keputusan yang dibangun dapat mempermudah pengguna dalam menentukan

Dengan adanya sistem pendukung keputusan untuk pemilihan karyawan berprestasi di Pertamina Pengapon dapat membantu dalam memberikan rekomendasi dan pertimbangan

Program Studi : Teknik Informatika menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Pilihan Jurusan di Universitas Swasta Menggunakan Metode Simple

Penggunaan Sistem Pendukung Keputusan dalam menentukan siswa untuk mendapatkan beasiswa menggunakan metode SAW dapat membantu pihak sekolah dalam menentukan penerima

Salah satu metode Sistem Pendukung Keputusan yang dapat digunakan untuk menentukan pilihan merk mobil yang tepat adalah Simple Addjictive Weighting

sistem pendukung keputusan untuk membantu menentukan penerima beasiswa menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang dapat mempercepat proses menentukan

Maka penulis membangun system pendukung keputusan rekomendasi jurusan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang dapat membantu calon siswa/siswi SMK Negeri 3