Penerapan Diagram MEWMA
Pada Proses Blending
Primary di Perusahaan
Diagram MEWMA Baru
Blending Bagian
Perusahaan Rokok ‘X’
Oleh: Sri Sulistyawati 1306100060 Dosen Pembimbing: Dr. Muhammad Mashuri, MTPENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Industri Rokok Persaingan Industri Proses Primary Bagian Blending Pengendalian Kualitas Secara Statistik Peta KendaliBelakang..
Persaingan Industri Kualitas PT. X KualitasPeta Kendali Multivariat
Permasalahan
1. Bagaimana stabilitas proses
primary proses blending
kendali MEWMA?
2. Apabila proses tidak terkendali
saja yang menyebabkan
Permasalahan..
proses produksi rokok pada tahap
blending dengan menggunakan peta
terkendali, variabel-variabel apa
menyebabkan terjadinya out-of-control?
Tujuan Penelitian
1. Menganalisis stabilitas
tahap primary proses
peta kendali MEWMA
2. Mengetahui variabel-variabel
menyebabkan terjadinya
control
Penelitian..
stabilitas proses produksi rokok pada
blending dengan menggunakan
variabel apa saja yang
out-of-Manfaat Penelitian
•
Memberikan informasi dalam
bidang industri, khususnya Quality Control
•
Memberikan informasi kepada
gambaran dari pengendalian
bagian blending
Penelitian..
dalam penerapan ilmu statistik di
Quality Control
kepada perusahaan mengenai
Batasan Masalah
Penelitian hanya dilakukan pada
khususnya di bagian
mengikutsertakan beberapa
Moisture Content (MC)
karena adanya perbedaan
sampel sehingga dianggap
metode
Masalah..
enelitian hanya dilakukan pada proses primary
bagian blending dengan tidak
beberapa variabel, yaitu variabel
(MC) dan variabel Organoleptic
perbedaan dalam proses pengambilan
dianggap kurang sesuai dengan
metode yang digunakan.
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
Peta Kendali
• Adalah suatu metode grafis yang digunakan untuk
mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam status terkendali atau tidak (Montgomery, 2005).
• Manfaat peta kendali antara lain mempermudah mengamati perubahan data dari waktu ke waktu, dapat melihat
penyimpangan, yaitu apabila proses tidak terkendali menggambarkan kualitas dari suatu produk.
Peta Kendali
Atribut
Variabel
Kendali..
suatu metode grafis yang digunakan untuk
mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam status (Montgomery, 2005).
Manfaat peta kendali antara lain mempermudah mengamati perubahan data dari waktu ke waktu, dapat melihat
penyimpangan, yaitu apabila proses tidak terkendali, serta menggambarkan kualitas dari suatu produk.
Univariat
Peta Kendali
• Peta kendali yang digunakan perubahan kecil pada mean
Peta kendali MEWMA dibentuk
dimana:
matriks varian
dengan batas atas = h4 (nilai
batas bawah = 0
Kendali MEWMA..
digunakan untuk mendeteksi terjadinya
mean dalam proses (Khoo, 2003)
dibentuk oleh statistik dengan persamaan:
varian kovarian dari
Pemeriksaan Asumsi
Fungsi probability density function multivariat (Evans et al, 2000):
Hipotesis:
H0 = data berdistribusi normal
H1 = data tidak berdistribusi
Statistik Uji
Tolak H0 jika terdapat lebih dari
Normal Multivariat..
probability density function dari distribusi normal
(Evans et al, 2000):
normal multivariat
berdistribusi normal multivariat
dari 50% jarak d2
Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP)..
Merupakan metode yang digunakan
dari perbandingan yang kompleks dengan menguraikan masalah yang kompleks menjadi hierarki (Saaty, 1993)
Dalam metode AHP dilakukan 1. Mendefinisikan masalah dan 2. Membuat struktur hierarki
3. Membuat matrik perbandingan menggambarkan kontribusi terhadap tujuan atau kriteria
Hierarchy Process (AHP)..
digunakan untuk menentukan skala rasio yang kompleks dengan menguraikan masalah yang kompleks menjadi hierarki (Saaty, 1993)
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : dan menentukan solusi yang diinginkan hierarki yang diawali dengan tujuan utama perbandingan berpasangan yang
kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen kriteria yang setingkat di atasnya
Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP)..
4. Menghitung nilai eigen dari berpasangan
5. Memeriksa konsistensi hirarki
dengan menggunakan Consistency Ratio (CR),
dengan
Matriks pairwise comparisons CR<10%.
Jika tidak konsisten maka mengulangi seluruh tingkat hierarki.
Hierarchy Process (AHP)..
dari setiap matriks perbandingan hirarki.
Consistency Ratio (CR), yang dirumuskan:
dengan
comparisons dikatakan konsisten jika nilai mengulangi langkah 3 dan 4 untuk
Identifikasi Variabel
Terjadinya Sinyal
Identifikasi dilakukan agar perbaikan yang tepat
Montgomery (2005) menjelaskan
yang dapat digunakan dalam mendiagnosis sinyal
control adalah menguraikan statistik
komponen yang menunjukkan kontribusi dari masing masing variabel.
Perbaikan proses difokuskan lebih besar dari
Variabel Penyebab
Sinyal Out-of-control..
perbaikan proses mencapai sasaran menjelaskan bahwa salah satu pendekatan
dalam mendiagnosis sinyal out-of-adalah menguraikan statistik ke dalam komponen-komponen yang menunjukkan kontribusi dari
masing-difokuskan pada variabel yang memiliki nilai .
TINJAUAN PROSES
TINJAUAN PROSES
Preparasi Material Cutting Separating Blending SKM SKT Batangan Wrapping Packing Packing Over Wrapping Making Bal Wraping Sloft Bandrol Box Tahap Primary Tahap Secondary
Diagram Alur Proses Produksi Rokok PT. X
Primary Process..
Merupakan suatu tahap produksi yang
material) tembakau dan cengkeh
berupa campuran rajangan dengan bancuran
Tahap proses dalam primary meliputi
• Tobacco Processing (Pengolahan Tembakau
• Cutting Line Processing (proses pengolahan
• Proses Blending Line
Primary Process..
yang mengolah bahan mentah (raw menjadi bahan setengah jadi
dengan ukuran tertentu yang disebut
meliputi:
Tembakau)
Proses Blending Line
• merupakan proses produksi pada yang merupakan serangkaian proses berbagai grade tembakau dan cengkeh
brand, menjadi blend yang siap untuk
selanjutnya
• Variabel yang diukur
1. Moisture Content (MC)
2. Particel Size Distribution (PSD) 3. Impurities
4. Organoleptic
Blending Line..
pada Primary Production Department proses secara batch dari pencampuran
cengkeh serta flavor sesuai komposisi untuk diproses pada tahap
METODOLOGI
PENELITIAN
METODOLOGI
Sumber
Data yang digunakan pada penelitian berupa data variabel karakteristik
tahap primary bagian blending
2010. Pengambilan sampel dilakukan 100 gram dan dilakukan pada saat
Sumber Data..
penelitian ini adalah data sekunder yang karakteristik dari proses pemeriksaan kualitas di
pada bulan Januari sampai Maret dilakukan 1 kali setiap batch sebanyak
Organisasi
dengan nti = hasil pengamatan Xi = karakteristik kualitas t = 1, 2, 3, ... , 118 i = 1, 2, 3, ... , 6 Data ke X1 X2 1 n11 n12 2 n21 n22 3 n31 n32 t nt1 nt2 118 n118 1 n118 2 Organisasi Data..
kualitas (variabel) ke-i
Xi X6 n1i n16 n2i n26 n3i n36 nti nt6 n118i n1186
Variabel Penelitian
PSD Halus
(X
1)
PSD Sedang
(X
2)
PSD Kasar
(X
3)
Bancuran Bersih (X
4)
Gagang
(X
5)
Tikar
(X
6)
Penelitian..
Tidak Ya Identifikasi variabel penyebab out-of-control Transformasi Tidak Selesai Kesimpulan dan Saran
Pembuatan Diagram MEWMA Penentuan Nilai Pembobot Data Berdistribusi Normal Multivariat Pemeriksaan Asumsi Observasi Proses Produksi Rokok
Pengumpulan Data QC antara Bulan Januari-Maret 2010
Studi Literatur tentang metode MEWMA
Mulai
Gambar 3.1 Diagram Alir Tahapan Penelitian
Diagram Alur Penelitian
ANALISIS DAN
PEMBAHASAN
ANALISIS DAN
Deskripsi Karakteristik
Variabel Mean Varian PSD Halus 7,301 3,376 PSD Sedang 82,311 4,133 PSD Kasar 10,388 6,406 Bancuran Bersih 99,253 0,0237 Gagang 0,671 0,0197 Tikar 0,07492 0,00377 15,0 12,5 10,0 7,5 5,0 p s d h a lu s 14,35 Boxplot of psd halus
Boxplot untuk variabel PSD Halus dan PSD
Karakteristik Kualitas
..
Varian Min Median Max 3,376 4,17 6,695 14,35 4,133 72,38 82,385 86,28 6,406 5,91 10,14 21,92 0,0237 98,84 99,255 99,65 0,0197 0,31 0,675 1 0,00377 0,01 0,06 0,48 88 86 84 82 80 78 76 74 72 p s d s e d a n g 73,58 72,38 76,79 Boxplot of psd sedang PSD Sedang
Deskripsi Karakteristik
22,5 20,0 17,5 15,0 12,5 10,0 7,5 5,0 p s d k a s a r 20,37 21,92 16,89 Boxplot of psd kasar 1,0 0,9 0,8 0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 g a g a n g 0,32 0,31 Boxplot of gagangBoxplot untuk variabel PSD Kasar, Bancuran
Karakteristik Kualitas
..
99,7 99,6 99,5 99,4 99,3 99,2 99,1 99,0 98,9 98,8 b a n c u ra n b e rs ih 99,65 98,84Boxplot of bancuran bersih
0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0,0 ti k a r 0,48 0,38 0,19 0,26 Boxplot of tikar
Pemeriksaan Asumsi
Multivariat
Hipotesis:
H0 = data berdistribusi normal
H1 = data tidak berdistribusi
Statistik Uji
Jarak d2
i yang kurang dari
Sehingga kesimpulan dari pemeriksaan karakteristik keenam variabel
normal mutivariat
Asumsi Normal
Multivariat..
normal multivariat
berdistribusi normal multivariat
yaitu sebesar 73,73%, pemeriksaan asumsi ini adalah variabel kualitas telah berdistribusi
χ2
Penentuan Nilai
Setelah melakukan survei di
tingkat kepentingan sebagai berikut
PSD Halus PSD Sedang PSD Halus 1,000 0,500 PSD Sedang 2,000 1,000 PSD Kasar 0,250 0,200 Bancuran Bersih 4,000 3,000 Gagang 0,333 0,250 Tikar 0,500 0,333
Nilai Pembobot..
perusahaan, didapatkan matriks berikut
PSD Sedang PSD Kasar Bancuran Bersih Gagang Tikar 0,500 4,000 0,250 3,000 2,000 1,000 5,000 0,333 4,000 3,000 0,200 1,000 0,111 0,500 0,333 3,000 9,000 1,000 7,000 5,000 0,250 2,000 0,143 1,000 2,000 0,333 3,000 0,200 0,500 1,000
Penentuan Nilai
Nilai pembobot yang dihasilkan
Variabel Nilai Pembobot
PSD Halus 0,141 PSD Sedang 0,214 PSD Kasar 0,037 Bancuran Bersih 0,457 Gagang 0,076 Tikar 0,076
Nilai Pembobot..
Penerapan Diagram
1 25 20 15 10 5 0 D a ta Pengamatanke- Nilai Ti2
63 15,25849
81 15,42176
83 22,93546
Pengamatan Out-of-control
Diagram Kontrol MEWMA..
108 96 84 72 60 48 36 24 12 1 pengamatan ke ti2 h4 Variable
Identifikasi Variabel
control
Dengan membandingkan nilai di pada
control terhadap nilai dengan
maka didapatkan nilai kontribusi sebagai
Variabel Pengamatan ke 63 81 X1 4,183616 2,954479 X2 4,3117625 4,91620623 X3 3,6999118 7,60279171 X4 9,4963814 9,43450999 X5 2,350647 2,87420925 X6 4,2763473 7,30858624
Variabel Penyebab
Out-of-control
pada ketiga pengamatan yang out-of-dengan nilai α=0,05 atau sebesar 3,841,
sebagai berikut Pengamatan ke-81 83 2,954479 0,60595156 4,91620623 3,29575852 7,60279171 1,66605854 9,43450999 2,32906784 2,87420925 2,85252575 7,30858624 17,2335395
KESIMPULAN DAN
SARAN
KESIMPULAN DAN
SARAN
Kesimpulan
1. Proses produksi rokok prosesBulan Januari-Maret 2010 menunjukkan secara statistik. Hal ini dikarenakan
luar batas kendali, yaitu pada pengamatan 2. Variabel penyebab yang menyebabkan
yaitu variabel PSD Kasar (X1), PSD (X4), dan Tikar (X6). Dengan uraian Bersih (X4), dan Tikar (X6) menyebabkan pengamatan yang periode Januari-Maret 2010. Bancuran Bersih (X4), dan Tikar
dalam perbaikan proses untuk periode
Kesimpulan..
blending tahap primary di PT X pada periode
menunjukkan hasil bahwa proses belum terkendali dikarenakan terdapat 3 pengamatan yang berada di
pengamatan 63, 81, dan 83.
menyebabkan pengamatan terdeteksi out-of-control PSD Sedang (X2), PSD Halus (X3), Bancuran Bersih uraian bahwa variabel PSD Sedang (X2), Bancuran merupakan variabel yang paling banyak yang tidak terkontrol pada diagram MEWMA Oleh karena itu variabel PSD Sedang (X2), Tikar (X6) menjadi variabel yang diprioritaskan
Saran..
Perlu adanya perbaikan kualitas proses produksi pada perusahaan, khususnya proses
variabel yang perlu diprioritaskan karena dianggap menyebabkan terjadinya pengamatan yang out
Sedang (X2), Bancuran Bersih diharapkan pada periode selanjutnya
statistik
Saran..
Perlu adanya perbaikan kualitas proses produksi pada
blending tahap primary. Beberapa
variabel yang perlu diprioritaskan karena dianggap menyebabkan
out-of-control adalah variabel PSD
Bersih (X4), dan Tikar (X6). Sehingga
selanjutnya proses dapat terkendali secara statistik.
Daftar Pustaka
Ariani, D.W., 2004. Pengendalian KualitasManajemen Kualitas). Yogyakarta:
Evans, M.; Hastings, N,; dan Peacock, B. 2000.
Edition. Canada: John Wiley and Sons, Inc.
Feigenbaum, A.V. 1983. Total Quality Control, Third Edition Hill, Inc.
Johnson. A.R. dan Wichern. D.W. 1998.
New Jersey: Prentice Hall. Upper Saddle River.
Khoo, M.B.C. 2003. Multivariate Control Chart for process Dispersion Based on
Individual Observation. Quality Engineering
Montgomery, D. C. 2005. Introduction to Statistical Quality Control 5 New York: John Wiley and Sons, Inc.
Mulyono, S. 1996. Teori Pengambilan Universitas Indonesia.
Saaty, T.L., 1980. The Analytic Hierarchy Process. Risdiyanto, 2003. Analisis Pengendalian
Buana. Tesis Manajemen Produksi
Pustaka..
Kualitas Statistik (Pendekatan Kuantitatif Dalam ). Yogyakarta: Andi.
Peacock, B. 2000. Statistical Distributions, Third Canada: John Wiley and Sons, Inc.
Total Quality Control, Third Edition. New York: Mc
graw-. Dgraw-.Wgraw-. 1998graw-. Applied Multivariate Statistical Analysisgraw-. New Jersey: Prentice Hall. Upper Saddle River.
Multivariate Control Chart for process Dispersion Based on
. Quality Engineering vol 16. pp. 75-85
Introduction to Statistical Quality Control 5th Edition.
New York: John Wiley and Sons, Inc.
Pengambilan Keputusan. Jakarta: Fakultas Ekonomi The Analytic Hierarchy Process. New York: McGraw-Hill.
Pengendalian Kualitas Rokok di PT Menara Kartika