Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar BelakangMenurut Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011, pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan,
pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah dimulai dari proses perencanaan/penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
RAPBD Perubahan sebagai rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah disusun oleh Pemerintah Daerah dibahas bersama-sama DPRD. Selanjutnya dokumen ini disetujui bersama antara Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD yang kemudian menjadi dokumen APBD Perubahan. Penyusunan dokumen Perubahan APBD diawali dengan penyusunan KUPA dan PPAS-P yang disusun berdasarkan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah Perubahan Tahun Anggaran 2019. Sebagai proses awal dalam penyusunan dokumen Perubahan APBD, penyusunan dokumen PPAS-P merupakan tahapan penting yang secara substansi memuat program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada Perangkat Daerah untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah. Penyusunan dokumen PPAS Perubahan dimaksudkan pula guna menjaga kesinambungan serta sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 2
Dengan berpedoman pada muatan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta kondisi fiskal daerah yang terdiri dari komponen pendapatan, belanja dan pembiayaan di Tahun Anggaran 2019, maka Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan 2019 disusun dengan tetap menekankan pada prioritas daerah tahun 2019 yaitu sebagai berikut :
1. Pembangunan Manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar;
2. Pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman;
3. Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri, dan jasa produktif;
4. Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumberdaya air melalui pelestarian lingkungan;
5. Stabilitas ketentraman dan ketertiban mendukung pemilu.
Olehnya itu sebagai penjabaran dari Kebijakan Umum Perubahan APBD, maka dokumen PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2019 ini merupakan gambaran Perubahan APBD 2019 yang didalamnya telah memuat postur perubahan fiskal daerah serta prioritas yang akan dicapai sampai dengan akhir tahun 2019.
1.2. Tujuan
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 disusun dengan tujuan :
a. Sebagai penjabaran dari Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019.
b. Sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2019.
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 3
1.3. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun 2019 adalah :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 5. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah;
6. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional;
7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5533); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008;
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 4
10. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
11. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Kedudukan Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 39 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
15. Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 ; 16. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Nomor 13, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 230) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 6 Tahun 2009 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 248) ;
17. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2007 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 231);
18. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010 Nomor 252);
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 5
19. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 10);
20. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 9);
21. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 1);
22. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 6 Tahun 2012 tentang Partisipasi Pihak Ketiga dalam Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 6);
23. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pajak Rokok. (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 273);
24. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 Nomor 5);
25. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pendidikan(Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 287);
26. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Urusan Pemerintahan Daerah;
27. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;
28. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah;
29. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 6
2019 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 Nomor 6);
30. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 Nomor 1, Tambahan Lembar Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 301) ;
31. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tata cara penganggaran, Pelaksanaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring dan Evaluasi Hibah dan Bantuan Sosial sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 55 Tahun 2012. (Berita Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 77);
32. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 151 Tahun 2018 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2019 . (Berita Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 Nomor 151);
33. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 31 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 (Berita Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019 Nomor 31)
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 7
BAB II
RENCANA PERUBAHAN PENDAPATAN DAERAH
TAHUN ANGGARAN 2019
Dengan mengacu pada evaluasi realisasi pendapatan daerah pada semester I tahun 2019, perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian pada rencana penerimaan pendapatan APBD Perubahan Tahun 2019 sehingga dapat lebih akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi kondisi yang berkembang maupun perubahan-perubahan asumsi pendapatan daerah selama semester pertama tahun anggaran 2019 baik yang disebabkan peraturan perundang-undangan maupun perubahan kondisi ekonomi .
Sampai dengan akhir semester I tahun 2019, realisasi pendapatan daerah Provinsi Sulawesi Selatan mencapai Rp 4,831 Triliun lebih, atau 48,81 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9,898 Triliun lebih pada APBD Pokok 2019. Apabila diuraikan lebih lanjut, Pendapatan Asli Daerah terealisasi sebesar Rp 1,885 Triliun lebih atau 45,62 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4,133 Triliun lebih, Pendapatan Transfer terealisasi Rp 2,942 Triliun lebih atau 51,53 % dari Target yang sebesar Rp 5,711 Triliun lebih, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah terealisasi sebesar Rp 2,815 Miliar lebih, atau 5,21 % dari target sebesar Rp 54,050 Miliar lebih.
Dalam rencana penerimaan pada APBD Perubahan 2019, target pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 9,919 Triliun lebih, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 20,52 Milyar lebih atau sekitar 0,21 % dibandingkan Target Pokok 2019. Rencana target tersebut apabila dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2018 yang lalu mengalami kenaikan sebesar Rp 666,5 Miliar lebih atau 7,2 %. Adapun rincian rencana perubahan target pendapatan daerah tahun 2019 selengkapnya sebagai berikut:
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 8
2.1. Perubahan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Selatan dalam
APBD Perubahan TA. 2019 ditargetkan sebesar Rp
4.164.546.557.852,- naik sebesar Rp 31.535.732.966,- atau 0,76 %
dibandingkan target APBD Pokok 2019 yang sebesar Rp 4.133.010.824.886,-. Rencana penerimaan PAD tersebut terdiri atas Pajak Daerah sebesar Rp 3.712.868.595.360,-, Retribusi Daerah sebesar Rp 41.045.976.200,-, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp 111.636.147.867,- dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah sebesar Rp 298.995.838.425,-. 2.2. Perubahan Pendapatan Transfer
Pada rencana penerimaan APBD Perubahan tahun anggaran
2019, Pendapatan Transfer mengalami penyesuaian sebesar Rp 41.570.920.518,- atau sebesar 0,73 % menjadi Rp. 5.669.967.534.482 dari target APBD Pokok yang sebesar Rp. 5.711.538.455.000,-. Pendapatan Transfer dimaksud terdiri dari Dana Perimbangan sebesar Rp 5.669.967.534.482,-. Dana perimbangan terdiri atas Dana Transfer Umum sebesar Rp. 2.853.447.040.482,- dan Dana Transfer Khusus sebesar Rp. 2.816.520.494.000,-.
2.3. Perubahan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Pada APBD Perubahan TA.2019, Lain-Lain Pendapatan yang Sah direncanakan ditargetkan sebesar Rp 84.607.604.000,- meningkat sebesar Rp 30.556.814.000,- atau 56,53% dari target APBD Pokok yang sebesar Rp. 54.050.790.000,-. Rencana penerimaan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 terdiri dari Pendapatan Hibah sebesar Rp.
55.665.756.000,- dan Dana Insentif Daerah sebesar Rp.
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 9
Adapun struktur pendapatan daerah pada rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 dapat dilihat sebagai berikut ini :
Tabel
Target Perubahan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2019
2 3 4 5 6
1. PENDAPATAN DAERAH
1.1 Pendapatan Asli Daerah 4.133.010.824.886,00 4.164.546.557.852,00 31.535.732.966,00 0,76
1.1.1 Pajak Daerah 3.680.655.797.020,00 3.712.868.595.360,00 32.212.798.340,00 0,88
1.1.2 Retribusi Daerah 90.626.316.000,00 41.045.976.200,00 (49.580.339.800,00) (54,71)
1.1.3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang 104.856.958.441,00 111.636.147.867,00 6.779.189.426,00 6,47 dipisahkan
1.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah 256.871.753.425,00 298.995.838.425,00 42.124.085.000,00 16,40 1.2 Pendapatan Transfer 5.711.538.455.000,00 5.669.967.534.482,00 (41.570.920.518,00) (0,73)
1.2.1 Dana Perimbangan 5.682.596.607.000,00 5.669.967.534.482,00 (12.629.072.518,00) (0,22)
a. Dana Transfer Umum 2.866.076.113.000,00 2.853.447.040.482,00 (12.629.072.518,00) (0,44)
Dana Bagi Hasil 279.763.771.000,00 267.134.698.482,00 (12.629.072.518,00) (4,51)
Dana Alokasi Umum 2.586.312.342.000,00 2.586.312.342.000,00 - -b. Dana Transfer Khusus 2.816.520.494.000,00 2.816.520.494.000,00 - -Dana Alokasi Khusus Fisik 355.814.685.000,00 355.814.685.000,00 - -Dana Alokasi Khusus Non Fisik 2.460.705.809.000,00 2.460.705.809.000,00 - -1.2.2 Dana Insentif Daerah 28.941.848.000,00 - (28.941.848.000,00) (100,00)
1.3 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 54.050.790.000,00 84.607.604.000,00 30.556.814.000,00 56,53
1.3.1 Hibah 54.050.790.000,00 55.665.756.000,00 1.614.966.000,00 2,99
1.3.2 Dana Darurat - - - -1.3.3 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan
Pemerintah - - - -1.3.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Provinsi
dan Pemerintah
28.941.848.000,00 28.941.848.000,00 100,00 1.3.5 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah
Daerah lainnya - Jumlah Pendapatan 9.898.600.069.886,00 9.919.121.696.334,00 20.521.626.448,00 0,21 1 % KENAIKAN
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 10
BAB III
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA PERUBAHAN
MASING-MASING URUSAN, SKPD,PROGRAM/KEGIATAN,
DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG
TAHUN ANGGARAN 2019
3.1. Prioritas Belanja Perubahan Tahun Anggaran 2019
Secara umum prioritas pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan mengacu pada 5 (lima) prioritas pembangunan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam RKPD Perubahan Tahun 2019, namun berdasarkan kondisi fiskal daerah yang disebabkan adanya penyesuaian SiLPA (Pembiayaan Daerah) yang harus ditutupi berdasarkan hasil audit BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018, dan penyesuaian dana transfer ke daerah, serta adanya temuan BPK atas belanja hasil pajak terhadap kabupaten/kota,
maka dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019
memprioritaskan pada upaya penyesuaian terhadap target belanja daerah baik belanja tidak langsung maupun belanja langsung antara lain :
1. Penyesuaian belanja pegawai pada gaji dan tunjangan, tunjangan penghasilan, penghasilan pegawai, tunjangan profesi guru, tambahan penghasilan guru, serta tunjangan khusus guru;
2. Penyesuaian belanja hibah Dana Bos Reguler ke SD, SMP, SMA dan SMK di Kab/Kota;
3. Penyesuaian terhadap belanja bagi hasil pajak provinsi ke kabupaten/kota atas kurang salur bagi hasil pajak di tahun 2018; 4. Penyesuaian terhadap belanja tidak terduga;
5. Rasionalisasi terhadap belanja langsung khususnya pada belanja barang dan jasa serta modal khususnya pada rekening antara lain alat tulis kantor, cetak dan pengadaan, makan minum, perjalanan
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 11 dinas, pemeliharaan kendaraan, dan sosialisasi, pengadaan komputer, belanja modal bangunan seperti pada kegiatan prioritas pembangunan rumah sakit regional, pembangunan rest area, pembangunan jembatan, dan Brigade Siaga Bencana (BSB).
3.2. Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, belanja daerah digunakan untuk pelaksanaan urusan pemerintahan konkuren yang menjadi kewenangan daerah yang terdiri atas urusan pemerintahan wajib dan urusan pemerintahan pilihan. Urusan pemerintahan daerah dilaksanakan oleh Perangkat Daerah sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan yang dimilikinya. Urusan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud di atas dibedakan menjadi urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah. Sedangkan Urusan Pemerintahan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh Daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki Daerah. Urusan pemerintah wajib yang diselenggaraan oleh pemerintah daerah terbagi menjadi Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar dan Urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar.
Berdasarkan struktur belanja dalam APBD terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung. Adapun Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun 2019 dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut :
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 12
APBD TAHUN 2019 APBD-P TAHUN 2019 SELISIH APBD TAHUN 2019 APBD-P TAHUN 2019 SELISIH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 URUSAN WAJIB 2.681.967.367.014,27 2.636.033.691.438,06 (45.933.675.576,21) 2.339.601.836.904,73 2.125.088.685.142,16 (214.513.151.762,57) 5.021.569.203.919,00 4.761.122.376.580,22 (260.446.827.338,78) 1,1 URUSAN WAJIB - PELAYANAN DASAR 2.402.193.164.064,37 2.371.147.103.865,30 (31.046.060.199,07) 1.990.041.220.964,73 1.785.257.302.772,86 (204.783.918.191,87) 4.392.234.385.029,10 4.156.404.406.638,16 (235.829.978.390,94) 1.1.1 PENDIDIKAN 1.959.846.226.618,60 1.929.945.925.332,50 (29.900.301.286,10) 581.666.397.174,00 653.650.858.108,00 71.984.460.934,00 2.541.512.623.792,60 2.583.596.783.440,50 42.084.159.647,90 1.1.1.1 DINAS PENDIDIKAN 1.959.846.226.618,60 1.929.945.925.332,50 (29.900.301.286,10) 581.666.397.174,00 653.650.858.108,00 71.984.460.934,00 2.541.512.623.792,60 2.583.596.783.440,50 42.084.159.647,90 1.1.2 KESEHATAN 295.945.568.559,36 296.800.485.772,85 854.917.213,49 467.299.274.425,45 336.073.138.624,25 (131.226.135.801,20) 763.244.842.984,81 632.873.624.397,10 (130.371.218.587,71) 1.1.2.1 DINAS KESEHATAN 61.993.134.178,16 61.556.082.067,85 (437.052.110,31) 187.338.871.512,00 49.535.927.726,00 (137.802.943.786,00) 249.332.005.690,16 111.092.009.793,85 (138.239.995.896,31) 1.1.2.1.2 - UPT Transfusi Darah - - - 12.591.393.788,00 12.584.663.498,00 (6.730.290,00) 12.591.393.788,00 12.584.663.498,00 (6.730.290,00) 1.1.2.1.6 - UPT RS Khusus Gigi dan Mulut - - - 12.087.475.045,45 12.087.475.045,45 - 12.087.475.045,45 12.087.475.045,45 - 1.1.2.1.7 - UPT Pelatihan Kesehatan - - - 3.914.398.626,00 4.121.674.926,00 207.276.300,00 3.914.398.626,00 4.121.674.926,00 207.276.300,00 1.1.2.2 RSUD Labuang Baji 74.390.434.667,20 71.650.918.475,60 (2.739.516.191,60) 97.263.370.454,00 96.698.189.939,67 (565.180.514,33) 171.653.805.121,20 168.349.108.415,27 (3.304.696.705,93) 1.1.2.3 RSUD Haji Makassar 46.689.701.793,00 48.278.131.607,00 1.588.429.814,00 56.800.000.000,00 56.589.974.879,08 (210.025.120,92) 103.489.701.793,00 104.868.106.486,08 1.378.404.693,08 1.1.2.4 RS Khusus Daerah Dadi 48.503.764.611,30 50.486.645.611,00 1.982.880.999,70 40.550.000.000,00 44.385.021.236,60 3.835.021.236,60 89.053.764.611,30 94.871.666.847,60 5.817.902.236,30 1.1.2.5 RSKD Ibu dan Anak Pertiwi 18.726.690.419,70 19.669.135.679,00 942.445.259,30 21.357.540.000,00 21.750.801.123,45 393.261.123,45 40.084.230.419,70 41.419.936.802,45 1.335.706.382,75 1.1.2.6 RSKD Ibu dan Anak Siti Fatimah 17.054.096.392,90 15.945.008.409,40 (1.109.087.983,50) 22.500.000.000,00 22.539.619.247,00 39.619.247,00 39.554.096.392,90 38.484.627.656,40 (1.069.468.736,50) 1.1.2.7 RSUD Sayang Rakyat 28.587.746.497,10 29.214.563.923,00 626.817.425,90 12.896.225.000,00 15.779.791.003,00 2.883.566.003,00 41.483.971.497,10 44.994.354.926,00 3.510.383.428,90 1.1.3 PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG 72.215.732.006,41 71.601.323.561,91 (614.408.444,50) 811.516.482.674,28 730.471.528.850,34 (81.044.953.823,94) 883.732.214.680,69 802.072.852.412,25 (81.659.362.268,44) 1.1.3.1 DINAS SUMBER DAYA AIR, CIPTA KARYA DAN TATA
RUANG 30.145.312.129,71 29.300.143.685,21 (845.168.444,50) 210.150.412.390,00 190.019.149.337,97 (20.131.263.052,03) 240.295.724.519,71 219.319.293.023,18 (20.976.431.496,53) 1.1.3.2 DINAS BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI 42.070.419.876,70 42.301.179.876,70 230.760.000,00 601.366.070.284,28 540.452.379.512,37 (60.913.690.771,91) 643.436.490.160,98 582.753.559.389,07 (60.682.930.771,91)
1.1.4 PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN 17.746.814.700,20 17.508.216.185,84 (238.598.514,36) 101.534.470.000,00 37.624.563.799,27 (63.909.906.200,73) 119.281.284.700,20 55.132.779.985,11 (64.148.504.715,09)
1.1.4.1 DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PEMUKIMAN, DAN
PERTANAHAN 17.746.814.700,20 17.508.216.185,84 (238.598.514,36) 101.534.470.000,00 37.624.563.799,27 (63.909.906.200,73) 119.281.284.700,20 55.132.779.985,11 (64.148.504.715,09) 1.1.5 KETENTRAMAN, KETERTIBAN UMUM DAN
PERLINDUNGAN MASYARAKAT 17.653.981.570,10 17.928.081.762,95 274.100.192,85 12.237.523.636,00 12.737.523.636,00 500.000.000,00 29.891.505.206,10 30.665.605.398,95 774.100.192,85 1.1.5.1 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA 17.653.981.570,10 17.928.081.762,95 274.100.192,85 12.237.523.636,00 12.737.523.636,00 500.000.000,00 29.891.505.206,10 30.665.605.398,95 774.100.192,85 1.1.6 SOSIAL 38.784.840.609,70 37.363.071.249,25 (1.421.769.360,45) 15.787.073.055,00 14.699.689.755,00 (1.087.383.300,00) 54.571.913.664,70 52.062.761.004,25 (2.509.152.660,45) 1.1.6.1 DINAS SOSIAL 38.784.840.609,70 37.363.071.249,25 (1.421.769.360,45) 15.787.073.055,00 14.699.689.755,00 (1.087.383.300,00) 54.571.913.664,70 52.062.761.004,25 (2.509.152.660,45) 1,2 URUSAN WAJIB - NON PELAYANAN DASAR 279.774.202.949,90 264.886.587.572,76 (14.887.615.377,14) 349.560.615.940,00 339.831.382.369,30 (9.729.233.570,70) 629.334.818.889,90 604.717.969.942,06 (24.616.848.947,84) 1.2.1 TENAGA KERJA 31.301.403.935,80 31.004.428.997,00 (296.974.938,80) 10.607.969.027,00 8.568.914.322,00 (2.039.054.705,00) 41.909.372.962,80 39.573.343.319,00 (2.336.029.643,80) 1.2.1.1 DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 31.301.403.935,80 31.004.428.997,00 (296.974.938,80) 10.607.969.027,00 8.568.914.322,00 (2.039.054.705,00) 41.909.372.962,80 39.573.343.319,00 (2.336.029.643,80)
1.2.2 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 7.800.509.922,30 7.124.546.401,90 (675.963.520,40) 8.322.737.523,00 7.236.371.623,00 (1.086.365.900,00) 16.123.247.445,30 14.360.918.024,90 (1.762.329.420,40)
1.2.2.1 DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 7.800.509.922,30 7.124.546.401,90 (675.963.520,40) 8.322.737.523,00 7.236.371.623,00 (1.086.365.900,00) 16.123.247.445,30 14.360.918.024,90 (1.762.329.420,40) 1.2.3 PANGAN 92.269.057.804,30 83.727.599.094,61 (8.541.458.709,69) 183.473.141.981,00 181.708.607.654,30 (1.764.534.326,70) 275.742.199.785,30 265.436.206.748,91 (10.305.993.036,39)
1.2.3.1 DINAS KETAHANAN PANGAN, TANAMAN PANGAN
DAN HORTIKULTURA 92.269.057.804,30 83.727.599.094,61 (8.541.458.709,69) 183.473.141.981,00 181.708.607.654,30 (1.764.534.326,70) 275.742.199.785,30 265.436.206.748,91 (10.305.993.036,39)
KODE URUSAN - BIDANG URUSAN - PERANGKAT DAERAH BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA LANGSUNG TOTAL APBD POKOK 2019 TOTAL APBD-P 2019 SELISIH
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 13
APBD TAHUN 2019 APBD-P TAHUN 2019 SELISIH APBD TAHUN 2019 APBD-P TAHUN 2019 SELISIH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1.2.5 LINGKUNGAN HIDUP 12.020.572.362,20 12.316.325.742,00 295.753.379,80 10.566.019.964,00 9.005.467.898,37 (1.560.552.065,63) 22.586.592.326,20 21.321.793.640,37 (1.264.798.685,83) 1.2.5.1 DINAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP 12.020.572.362,20 12.316.325.742,00 295.753.379,80 10.566.019.964,00 9.005.467.898,37 (1.560.552.065,63) 22.586.592.326,20 21.321.793.640,37 (1.264.798.685,83) 1.2.6 ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL 7.466.163.986,10 7.539.563.986,10 73.400.000,00 5.855.232.423,00 4.937.545.323,00 (917.687.100,00) 13.321.396.409,10 12.477.109.309,10 (844.287.100,00) 1.2.6.1 DINAS KEPENDUDUKAN. PENCATATAN SIPIL,
PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
7.466.163.986,10 7.539.563.986,10 73.400.000,00 5.855.232.423,00 4.937.545.323,00 (917.687.100,00) 13.321.396.409,10 12.477.109.309,10 (844.287.100,00) 1.2.7 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 9.667.447.289,10 7.912.578.545,10 (1.754.868.744,00) 13.088.449.716,00 12.288.448.036,00 (800.001.680,00) 22.755.897.005,10 20.201.026.581,10 (2.554.870.424,00) 1.2.7.1 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 9.667.447.289,10 7.912.578.545,10 (1.754.868.744,00) 13.088.449.716,00 12.288.448.036,00 (800.001.680,00) 22.755.897.005,10 20.201.026.581,10 (2.554.870.424,00) 1.2.9 PERHUBUNGAN 28.350.986.357,50 25.543.336.053,15 (2.807.650.304,35) 28.482.710.720,00 22.090.498.120,00 (6.392.212.600,00) 56.833.697.077,50 47.633.834.173,15 (9.199.862.904,35) 1.2.9.1 DINAS PERHUBUNGAN 28.350.986.357,50 25.543.336.053,15 (2.807.650.304,35) 28.482.710.720,00 22.090.498.120,00 (6.392.212.600,00) 56.833.697.077,50 47.633.834.173,15 (9.199.862.904,35) 1.2.10 KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 12.316.250.412,10 11.429.483.549,00 (886.766.863,10) 18.698.935.130,00 18.992.343.717,18 293.408.587,18 31.015.185.542,10 30.421.827.266,18 (593.358.275,92) 1.2.10.1 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA,STATISTIK DAN PERSANDIAN 12.316.250.412,10 11.429.483.549,00 (886.766.863,10) 18.698.935.130,00 18.992.343.717,18 293.408.587,18 31.015.185.542,10 30.421.827.266,18 (593.358.275,92) 1.2.11 KOPERASI DAN UKM 13.599.419.414,60 12.853.932.242,00 (745.487.172,60) 17.517.112.569,00 14.517.112.569,00 (3.000.000.000,00) 31.116.531.983,60 27.371.044.811,00 (3.745.487.172,60) 1.2.11.1 DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH 13.599.419.414,60 12.853.932.242,00 (745.487.172,60) 17.517.112.569,00 14.517.112.569,00 (3.000.000.000,00) 31.116.531.983,60 27.371.044.811,00 (3.745.487.172,60) 1.2.12 PENANAMAN MODAL 11.877.453.647,00 11.954.828.705,00 77.375.058,00 3.998.899.731,00 3.998.899.731,00 - 15.876.353.378,00 15.953.728.436,00 77.375.058,00 1.2.12.1 DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP 11.877.453.647,00 11.954.828.705,00 77.375.058,00 3.998.899.731,00 3.998.899.731,00 - 15.876.353.378,00 15.953.728.436,00 77.375.058,00 1.2.13 KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA 14.021.368.156,00 13.907.671.722,00 (113.696.434,00) 20.198.337.523,00 28.722.198.872,00 8.523.861.349,00 34.219.705.679,00 42.629.870.594,00 8.410.164.915,00 1.2.13.1 DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA 14.021.368.156,00 13.907.671.722,00 (113.696.434,00) 20.198.337.523,00 28.722.198.872,00 8.523.861.349,00 34.219.705.679,00 42.629.870.594,00 8.410.164.915,00 1.2.16 KEBUDAYAAN 16.421.717.638,90 15.613.039.542,90 (808.678.096,00) 19.903.249.615,00 19.303.249.615,00 (600.000.000,00) 36.324.967.253,90 34.916.289.157,90 (1.408.678.096,00) 1.2.16.1 DINAS KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN 16.421.717.638,90 15.613.039.542,90 (808.678.096,00) 19.903.249.615,00 19.303.249.615,00 (600.000.000,00) 36.324.967.253,90 34.916.289.157,90 (1.408.678.096,00) 1.2.17 PERPUSTAKAAN 22.661.852.024,00 23.959.252.992,00 1.297.400.968,00 8.847.820.018,00 8.461.724.888,45 (386.095.129,55) 31.509.672.042,00 32.420.977.880,45 911.305.838,45 1.2.17.1 DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN 22.661.852.024,00 23.959.252.992,00 1.297.400.968,00 8.847.820.018,00 8.461.724.888,45 (386.095.129,55) 31.509.672.042,00 32.420.977.880,45 911.305.838,45 2 URUSAN PILIHAN 222.187.506.427,60 219.977.696.662,68 (2.209.809.764,92) 219.772.518.338,00 202.752.221.277,26 (17.020.297.060,74) 441.960.024.765,60 422.729.917.939,94 (19.230.106.825,66) 2,1 KELAUTAN DAN PERIKANAN 25.707.367.685,90 25.708.602.325,00 1.234.639,10 75.429.977.368,00 70.608.311.468,25 (4.821.665.899,75) 101.137.345.053,90 96.316.913.793,25 (4.820.431.260,65) 2.1.1 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN 25.707.367.685,90 25.708.602.325,00 1.234.639,10 75.429.977.368,00 70.608.311.468,25 (4.821.665.899,75) 101.137.345.053,90 96.316.913.793,25 (4.820.431.260,65) 2,3 PERTANIAN 41.056.107.806,80 39.705.493.394,65 (1.350.614.412,15) 57.662.862.334,00 55.098.189.023,92 (2.564.673.310,08) 98.718.970.140,80 94.803.682.418,57 (3.915.287.722,23) 2.3.2 DINAS PERKEBUNAN 25.268.217.950,80 23.538.514.378,00 (1.729.703.572,80) 22.053.089.196,00 20.842.289.196,00 (1.210.800.000,00) 47.321.307.146,80 44.380.803.574,00 (2.940.503.572,80) 2.3.3 DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN 15.787.889.856,00 16.166.979.016,65 379.089.160,65 35.609.773.138,00 34.255.899.827,92 (1.353.873.310,08) 51.397.662.994,00 50.422.878.844,57 (974.784.149,43) 2,4 KEHUTANAN 117.039.496.493,60 117.886.626.573,43 847.130.079,83 45.628.892.179,00 38.434.857.011,00 (7.194.035.168,00) 162.668.388.672,60 156.321.483.584,43 (6.346.905.088,17) 2.4.1 DINAS KEHUTANAN 117.039.496.493,60 117.886.626.573,43 847.130.079,83 45.628.892.179,00 38.434.857.011,00 (7.194.035.168,00) 162.668.388.672,60 156.321.483.584,43 (6.346.905.088,17) 2,5 ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL 16.488.175.761,20 16.004.658.928,30 (483.516.832,90) 19.274.121.584,00 16.962.648.901,09 (2.311.472.682,91) 35.762.297.345,20 32.967.307.829,39 (2.794.989.515,81) 2.5.1 DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 16.488.175.761,20 16.004.658.928,30 (483.516.832,90) 19.274.121.584,00 16.962.648.901,09 (2.311.472.682,91) 35.762.297.345,20 32.967.307.829,39 (2.794.989.515,81) 2,6 PERDAGANGAN 11.748.967.303,80 11.451.972.172,00 (296.995.131,80) 11.871.143.523,00 11.449.443.523,00 (421.700.000,00) 23.620.110.826,80 22.901.415.695,00 (718.695.131,80) 2.6.1 DINAS PERDAGANGAN 11.748.967.303,80 11.451.972.172,00 (296.995.131,80) 11.871.143.523,00 11.449.443.523,00 (421.700.000,00) 23.620.110.826,80 22.901.415.695,00 (718.695.131,80) 2,7 PERINDUSTRIAN 10.147.391.376,30 9.220.343.269,30 (927.048.107,00) 9.905.521.350,00 10.198.771.350,00 293.250.000,00 20.052.912.726,30 19.419.114.619,30 (633.798.107,00) 2.7.1 DINAS PERINDUSTRIAN 10.147.391.376,30 9.220.343.269,30 (927.048.107,00) 9.905.521.350,00 10.198.771.350,00 293.250.000,00 20.052.912.726,30 19.419.114.619,30 (633.798.107,00) 3 FUNGSI PENUNJANG PEMERINTAHAN 455.944.972.588,13 483.244.969.725,69 27.299.997.137,56 489.984.845.305,50 532.936.352.137,76 42.951.506.832,26 945.929.817.893,63 1.016.181.321.863,45 70.251.503.969,82 3,1 PERENCANAAN PEMBANGUNAN 21.728.235.773,80 21.793.512.774,00 65.277.000,20 28.263.476.000,00 28.113.476.000,00 (150.000.000,00) 49.991.711.773,80 49.906.988.774,00 (84.722.999,80) 3.1.1 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 21.728.235.773,80 21.793.512.774,00 65.277.000,20 28.263.476.000,00 28.113.476.000,00 (150.000.000,00) 49.991.711.773,80 49.906.988.774,00 (84.722.999,80)
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 14
APBD TAHUN 2019 APBD-P TAHUN 2019 SELISIH APBD TAHUN 2019 APBD-P TAHUN 2019 SELISIH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
3.2 KEUANGAN 220.068.632.122,40 227.368.761.313,20 7.300.129.190,80 66.803.095.037,00 67.285.600.487,00 482.505.450,00 286.871.727.159,40 294.654.361.800,20 7.782.634.640,80 3.2.1 BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH 67.081.435.320,00 70.774.511.064,10 3.693.075.744,10 21.673.087.853,00 22.169.068.303,00 495.980.450,00 88.754.523.173,00 92.943.579.367,10 4.189.056.194,10 3.2.2 BADAN PENDAPATAN DAERAH 152.987.196.802,40 156.594.250.249,10 3.607.053.446,70 45.130.007.184,00 45.116.532.184,00 (13.475.000,00) 198.117.203.986,40 201.710.782.433,10 3.593.578.446,70 3.3 KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN & PELATIHAN 30.443.148.630,50 31.850.753.386,00 1.407.604.755,50 30.064.910.772,00 35.995.679.772,00 5.930.769.000,00 60.508.059.402,50 67.846.433.158,00 7.338.373.755,50 3.3.1 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH 12.988.824.127,90 15.212.106.899,00 2.223.282.771,10 13.201.946.303,00 16.281.946.303,00 3.080.000.000,00 26.190.770.430,90 31.494.053.202,00 5.303.282.771,10 3.3.2 BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA 17.454.324.502,60 16.638.646.487,00 (815.678.015,60) 16.862.964.469,00 19.713.733.469,00 2.850.769.000,00 34.317.288.971,60 36.352.379.956,00 2.035.090.984,40 3.4 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 9.015.601.104,00 8.869.458.606,00 (146.142.498,00) 11.586.729.523,00 10.063.682.023,00 (1.523.047.500,00) 20.602.330.627,00 18.933.140.629,00 (1.669.189.998,00) 3.4.1 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
DAERAH 9.015.601.104,00 8.869.458.606,00 (146.142.498,00) 11.586.729.523,00 10.063.682.023,00 (1.523.047.500,00) 20.602.330.627,00 18.933.140.629,00 (1.669.189.998,00) 3.5 SEKRETARIAT DPRD 63.392.042.443,80 69.756.673.987,70 6.364.631.543,90 198.683.602.471,00 198.476.747.661,01 (206.854.809,99) 262.075.644.914,80 268.233.421.648,71 6.157.776.733,91 3.5.1 SEKRETARIAT DPRD
- DPRD 63.392.042.443,80 69.756.673.987,70 6.364.631.543,90 198.683.602.471,00 198.476.747.661,01 (206.854.809,99) 262.075.644.914,80 268.233.421.648,71 6.157.776.733,91 3.6 SEKRETARIAT DAERAH 66.126.184.678,33 75.418.444.937,83 9.292.260.259,50 109.461.039.006,50 142.334.525.366,75 32.873.486.360,25 175.587.223.684,83 217.752.970.304,58 42.165.746.619,75 - KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH - - - - - - - 3.6.1 Biro Pemerintahan - 2.680.898.315,00 2.755.898.315,00 75.000.000,00 2.680.898.315,00 2.755.898.315,00 75.000.000,00 3.6.2 Biro Hukum dan Hak Azasi Manusia - 3.054.003.889,00 3.780.523.842,00 726.519.953,00 3.054.003.889,00 3.780.523.842,00 726.519.953,00 3.6.3 Biro Organisasi dan Tata Laksana - 7.100.000.000,00 8.624.191.336,00 1.524.191.336,00 7.100.000.000,00 8.624.191.336,00 1.524.191.336,00 3.6.4 Biro Kesejahteraan - 4.199.100.000,00 4.100.313.974,00 (98.786.026,00) 4.199.100.000,00 4.100.313.974,00 (98.786.026,00) 3.6.5 Biro Perekonomian - 4.256.141.000,00 4.171.141.000,00 (85.000.000,00) 4.256.141.000,00 4.171.141.000,00 (85.000.000,00) 3.6.6 Biro Pembangunan dan Layanan Pengadaan - 6.393.267.541,00 6.143.267.541,00 (250.000.000,00) 6.393.267.541,00 6.143.267.541,00 (250.000.000,00) 3.6.7 Biro Humas dan Protokol - 6.124.306.018,00 6.124.306.018,00 - 6.124.306.018,00 6.124.306.018,00 - 3.6.8 Biro Umum dan Perlengkapan 66.126.184.678,33 75.418.444.937,83 9.292.260.259,50 69.653.322.243,50 97.325.210.645,75 27.671.888.402,25 135.779.506.921,83 172.743.655.583,58 36.964.148.661,75 3.6.9 Biro Pengelolaan Barang Aset Daerah - 6.000.000.000,00 9.309.672.695,00 3.309.672.695,00 6.000.000.000,00 9.309.672.695,00 3.309.672.695,00 3,7 PENGAWASAN 28.154.690.914,30 28.330.800.204,63 176.109.290,33 13.580.348.036,00 16.580.348.036,00 3.000.000.000,00 41.735.038.950,30 44.911.148.240,63 3.176.109.290,33 3.7.1 INSPEKTORAT 28.154.690.914,30 28.330.800.204,63 176.109.290,33 13.580.348.036,00 16.580.348.036,00 3.000.000.000,00 41.735.038.950,30 44.911.148.240,63 3.176.109.290,33 3,8 PEMERINTAHAN 17.016.436.921,00 18.856.564.516,33 1.840.127.595,33 31.541.644.460,00 35.086.292.792,00 3.544.648.332,00 48.558.081.381,00 53.942.857.308,33 5.384.775.927,33 3.8.1 BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK 7.012.921.457,80 6.809.245.120,95 (203.676.336,85) 7.935.655.027,00 11.941.655.027,00 4.006.000.000,00 14.948.576.484,80 18.750.900.147,95 3.802.323.663,15 3.8.2 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH 4.761.627.244,50 4.867.715.762,00 106.088.517,50 7.526.232.532,00 7.064.880.864,00 (461.351.668,00) 12.287.859.776,50 11.932.596.626,00 (355.263.150,50) 3.8.3 BADAN PENGHUBUNG PROVINSI 5.241.888.218,70 7.179.603.633,38 1.937.715.414,68 16.079.756.901,00 16.079.756.901,00 - 21.321.645.119,70 23.259.360.534,38 1.937.715.414,68
3.360.099.846.030,00
3.338.256.357.826,43 (21.843.488.203,57) 3.049.359.200.548,23 2.861.777.258.557,18 (187.581.941.991,05) 6.409.459.046.578,23 6.200.033.616.383,61 (209.425.430.194,62) 2.1.2 Belanja Bunga - - - - - 2.1.3 Belanja Subsidi - - - - - 2.1.4 Belanja Hibah 1.607.996.853.826,00 1.540.750.661.000,00 (67.246.192.826,00) - - - 1.607.996.853.826,00 1.540.750.661.000,00 (67.246.192.826,00) 2.1.5 Belanja Bantuan Sosial 1.100.000.000 1.100.000.000 - - - 1.100.000.000,00 1.100.000.000,00 - -2.1.6 Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kab/ - - - - - - -Kota dan Pemerintahan Desa 1.382.194.828.682 1.682.210.509.707 300.015.681.025,34 - - - 1.382.194.828.681,77 1.682.210.509.707,11 300.015.681.025,34 2.1.7 Belanja Bantuan Keuangan kpd Kab/Kota
dan Pemerintahan Desa 477.849.340.800 488.849.340.800,00 11.000.000.000,00 - - - 477.849.340.800,00 488.849.340.800,00 11.000.000.000,00 2.1.8 Belanja Tidak Terduga 20.000.000.000 12.306.250.000,00 (7.693.750.000,00) - - - 20.000.000.000,00 12.306.250.000,00 (7.693.750.000,00)
3.489.141.023.307,77
3.725.216.761.507,11 236.075.738.199,34 - - - 3.489.141.023.307,77 3.725.216.761.507,11 236.075.738.199,34 6.849.240.869.337,77
7.063.473.119.333,54 214.232.249.995,77 3.049.359.200.548,23 2.861.777.258.557,18 (187.581.941.991,05) 9.898.600.069.886,00 9.925.250.377.890,72 26.650.308.004,72
BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA LANGSUNG
TOTAL APBD-P 2019 SELISIH TOTAL APBD POKOK 2019
JUMLAH I
JUMLAH II JUMLAH I + II
KODE URUSAN - BIDANG URUSAN - PERANGKAT DAERAH
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 15 3.3. Plafon Anggaran Sementara Untuk Belanja Pegawai, Bunga,
Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga
Belanja Pegawai
a. Penganggaran alokasi belanja gaji dan tunjangan Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) semula disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan memperhitungkan rencana kenaikan gaji pokok dan tunjangan PNSD dan pemberian gaji ketiga belas dan gaji ke empat belas serta penganggaran belanja gaji dan tunjangan untuk CPNS formasi tahun 2019 dan memperhitungkan acress maksimum 2,5 persen dari jumlah total gaji pokok dan tunjangan. Alokasi belanja gaji dan tunjangan PNSD mengalami penyesuaian anggaran antar SKPD setelah melihat realisasi anggaran Triwulan I dan Triwulan II dan secara umum perubahan tersebut diakibatkan antara lain :
(1) Penambahan PNSD baik melalui pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2019 dan mutasi/perpindahan PNSD antar SKPD maupun antar daerah;
(2) Pengurangan pegawai pada beberapa SKPD akibat memasuki masa pensiun, mutasi ke SKPD lain;
(3) Akibat terjadinya perubahan kebijakan dari pemerintah terkait pemberian Gaji ke14/Tunjangan Hari Raya dan gaji ke13.
Pada Perubahan APBD Tahun 2019 rencananya akan dilakukan pengurangan terhadap target APBD Pokok sebesar Rp.21,8 milyar lebih atau berkurang sebesar 0,65 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp.3,360 Triliun lebih sehingga menjadi Rp.3,338 Triliun lebih;
b. Penganggaran penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi
Gubernur, Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Pegawai Negeri Sipil Daerah yang
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 16 dibebankan pada APBD dan penganggaran penyelenggaraan jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Pegawai Negeri Sipil Daerah, mengalami penyesuaian anggaran sesuai dengan realisasi anggaran sampai dengan Triwulan II;
c. Penganggaran penyelenggaraan jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi PNSD yang dibebankan pada APBD dengan mempedomani Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara, dan Penganggaran penyelenggaraan jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah serta Pimpinan dan Anggota DPRD, yang dibebankan pada APBD disesuaikan dengan yang berlaku bagi pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, mengalami penyesuaian sesuai dengan realisasi anggaran sampai dengan Triwulan II dan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2017;
d. Penganggaran Tambahan Penghasilan PNSD harus
memperhatikan kemampuan keuangan daerah dengan
persetujuan DPRD sesuai amanat Pasal 58 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Kebijakan dan penentuan kriterianya telah ditetapkan terlebih dahulu dengan Peraturan Gubernur Nomor 89 Tahun 2018 sebagaimana diatur dalam Pasal 39 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011, penganggarannya mengalami penyesuaian
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 17 dan pergeseran antar SKPD sesuai dengan realisasi anggaran sampai dengan Triwulan II;
e. Penganggaran Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD dan Penganggaran Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, mengalami penyesuaian sesuai dengan realisasi anggaran sampai dengan Triwulan II;
f. Penganggaran Tunjangan Profesi Guru PNSD, Dana Tambahan Penghasilan Guru PNSD dan Tunjangan Khusus Guru PNSD yang bersumber dari APBN dianggarkan pada APBD setelah diterbitkannya peraturan presiden mengenai Rincian APBN TA.2019 atau peraturan menteri keuangan mengenai alokasi DAK Non Fisik TA.2019 dan penganggarannya disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan, mengalami penyesuaian sesuai dengan realisasi anggaran sampai dengan Triwulan II termasuk adanya sisa anggaran Tunjangan Profesi Guru PNSD Tahun 2018 yang belum tersalurkan. Pada Perubahan APBD 2019 rencananya akan dilakukan penambahan terhadap target APBD Pokok sebesar Rp.17,14 milyar lebih atau meningkat sebesar 3,15 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp.544,10 milyar lebih sehingga menjadi Rp.561,25 milyar lebih.
Belanja Bunga
Belanja bunga digunakan untuk menganggarkan pembayaran bunga utang yang dihitung atas kewajiban pokok utang (principal
outstanding) berdasarkan perjanjian pinjaman jangka pendek, jangka
menengah, dan jangka Panjang sesuai Pasal 40 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 18 Pada APBD Tahun Anggaran 2018, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyelesaikan seluruh pembayaran bunga atas pinjaman daerah yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pencairan pinjaman tahap pertama selama masa pinjaman, termasuk kewajiban pembayaran lainnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam naskah perjanjian pinjaman, untuk itu pada APBD TA.2019 maupun Perubahan APBD TA.2019 tidak dialokasikan penganggarannya.
Belanja Hibah
a. Ketentuan penganggaran belanja hibah yang bersumber dari APBD telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 58 Tahun 2016 tentang Tatacara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring Dan Evaluasi Hibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 150 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 58 Tahun 2016;
b. Regulasi tersebut telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 123 Tahun 2018 tentang Perubahan Keempat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011;
c. Sesuai Pasal 1 huruf 14, Permendagri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD menyebutkan bahwa Hibah adalah pemberian uang/barang atau jasa dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah lain, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah, Badan, Lembaga dan
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 19 Organisasi Kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukkannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah daerah;
d. Dalam tataran perencanaan dan penganggaran belanja hibah, maka pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, alokasi Belanja Hibah yang telah dianggarkan mengalami penyesuaian berdasarkan usulan dari calon penerima hibah sesuai ketentuan perundang-undangan.
Secara akumulasi target belanja hibah mengalami penurunan dari rencana yang telah ditetapkan dari APBD Pokok 2019 sebesar Rp.1,60 Triliun lebih menjadi Rp.1,54 Triliun lebih atau mengalami pengurangan sebesar Rp.67,24 Milyar lebih atau sekitar 4,18 persen. Belanja Bantuan Sosial
a. Ketentuan penganggaran belanja bantuan sosial yang bersumber dari APBD telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 58 Tahun 2016 tentang Tatacara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penetausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring Dan Evaluasi Hibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 150 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Sulsel Nomor 58 Tahun 2016;
b. Regulasi tersebut telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 123 Tahun 2018 tentang Perubahan Keempat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011;
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 20 c. Sesuai Pasal 1 huruf 15, Permendagri Nomor 14 Tahun 2016
tentang Perubahan Kedua Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD, menyebutkan bahwa bantuan sosial adalah pemberian bantuan berupa uang/barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan resiko sosial;
d. Kriteria pemberian Bantuan Sosial salah satunya adalah sesuai tujuan penggunaan (pasal 24 ayat 1) meliputi :
1. Rehabilitasi sosial; 2. perlindungan sosial; 3. pemberdayaan sosial; 4. jaminan sosial;
5. penanggulangan kemiskinan, dan;
6. penanggulangan bencana, (pasal 24 ayat 6).
e. Belanja bantuan sosial dianggarkan dalam APBD sesuai dengan
kemampuan keuangan Daerah setelah memprioritaskan
pemenuhan belanja Urusan Pemerintahan Wajib dan Urusan Pemerintahan Pilihan, kecuali ditentukan lain dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
Belanja Bagi Hasil Pajak
a. Penganggaran Dana Bagi Hasil Pajak digunakan untuk menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber dari pendapatan pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota dengan mempedomani Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009;
b. Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan penyesuaian alokasi anggaran dana bagi hasil dengan memperhitungkan pendapatan pajak daerah pada Tahun Anggaran 2019 sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk mengalokasikan belanja Bagi
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 21 Hasil Pajak kepada Kabupaten/Kota Tahun 2018 yang belum tersalurkan. Selain itu juga diperuntukkan untuk memenuhi hasil temuan BPK terkait dengan adanya kurang salur kepada pemerintah Kabupaten/Kota pada Tahun Anggaran 2018.
Secara akumulasi target belanja bagi hasil pajak mengalami kenaikan signifikan dari rencana yang telah ditetapkan dari APBD Pokok 2019 sebesar Rp.1,38 Triliun lebih menjadi Rp.1,68 Triliun lebih atau mengalami kenaikan sebesar Rp.300,1 milyar lebih atau sekitar 21,71 persen.
Belanja Bantuan Keuangan
a. Bantuan Keuangan digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari Pemerintah Provinsi kepada Kabupaten/Kota, Pemerintahan Desa, dan kepada Pemerintah Daerah Lainnya dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan yang didasarkan pada pertimbangan untuk mengatasi kesenjangan fiskal, membantu pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang tidak tersedia alokasi dananya, sesuai kemampuan keuangan daerah;
b. Pemberian bantuan keuangan dapat bersifat umum dan bersifat khusus. Bantuan keuangan yang bersifat umum digunakan untuk mengatasi kesenjangan fiskal dengan menggunakan formula antara lain variabel: pendapatan daerah, jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin dan luas wilayah yang ditetapkan dengan peraturan kepala daerah, sementara bantuan keuangan yang bersifat khusus digunakan untuk membantu capaian kinerja program prioritas pemerintah daerah penerima bantuan keuangan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan penerima bantuan. Pemanfaatan bantuan keuangan yang bersifat khusus ditetapkan terlebih dahulu oleh pemberi bantuan;
c. Bantuan keuangan kepada partai politik dianggarkan pada jenis belanja bantuan keuangan, objek belanja bantuan keuangan
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 22 kepada partai politik, dan rincian objek belanja nama partai politik
penerima bantuan keuangan. Besaran penganggaran,
pelaksanaan dan pertanggungjawaban bantuan keuangan kepada partai politik berpedoman pada peraturan perundang-undangan di bidang bantuan keuangan kepada partai politik;
d. Besaran penganggaran bantuan keuangan kepada partai politik berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran Dalam APBD dan Tertib Administrasi Pengajuan, Penyaluran dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran Dalam APBD dan Tertib Administrasi Pengajuan, Penyaluran dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik;
e. Tata cara penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban belanja bantuan keuangan telah ditetapkan dalam peraturan kepala daerah, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 47 dan Pasal 133 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 dan peraturan perundang-undangan lainnya;
f. Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 alokasi bantuan keuangan tetap dianggarkan untuk membiayai bantuan kepada pemerintah kabupaten/ pemerintahan desa dan partai politik selaku penerima bantuan keuangan sebagai rincian obyek
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 23 penerima bantuan keuangan sesuai kode rekening berkenaan berdasarkan proposal yang diajukan.
Belanja Tidak Terduga
a. Penganggaran belanja tidak terduga dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan realisasi Tahun Anggaran 2019 dan kemungkinan adanya kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat diprediksi sebelumnya, diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah;
b. Penganggaran Belanja Tidak Terduga mengacu pada Pasal 133 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Tatacara Pemberian dan Pertanggungjawaban Belanja Tidak Terduga untuk Tanggap Darurat Bencana Dan Penanganan Gangguan Keamanan Serta Penghentian Konflik Sosial Provinsi Sulawesi Selatan;
c. Belanja Tidak Terduga digunakan untuk belanja kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam atau tanggap darurat bencana; bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya antara lain: Penanganan Gangguan Keamanaan, Penghentian Konflik Sosial
termasuk kegiatan untuk keperluan mendesak serta
pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya yang telah ditutup. Belanja tidak terduga merupakan belanja untuk mendanai kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan terjadi berulang yang meliputi: Keadaan Darurat dan Keperluan Mendesak;
d. Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini, alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga mengalami penyesuaian
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 24 berdasarkan dengan realisasi anggaran pada tahun anggaran berjalan.
Secara akumulasi target belanja tidak terduga mengalami penurunan dari rencana yang telah ditetapkan dari APBD Pokok 2019 sebesar Rp.20 Milyar menjadi Rp.12,3 Milyar lebih atau mengalami pengurangan sebesar Rp.7,69 Milyar atau sekitar 38,47 persen.
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 25 Tabel
Target Belanja Tidak Langsung pada RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2019
3.4. Rencana Perubahan Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2019
Penerimaan Pembiayaan
a. Penganggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
Sebelumnya (SiLPA) didasarkan pada penghitungan yang cermat dan rasional dengan mempertimbangkan perkiraan realisasi sisa anggaran Tahun Anggaran 2018 dalam rangka menghindari kemungkinan adanya pengeluaran pada Tahun Anggaran 2019 yang tidak dapat didanai akibat tidak tercapainya SiLPA yang direncanakan;
b. Mengingat asumsi Penganggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLPA) terdapat pengeluaran pada Tahun Anggaran 2019 yang tidak dapat didanai akibat tidak tercapainya SiLPA Tahun Sebelumnya maka penganggaran SiLPA mengalami penyesuaian alokasi anggaran yang dialokasikan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019;
c. Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 Penganggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLPA) Tahun Anggaran 2018, telah disesuaikan dengan SiLPA Riil berdasarkan hasil audit BPK-RI.
2 3 4 5 6
2. BELANJA DAERAH
2.1. Belanja Tidak Langsung 6.849.240.869.337,77 7.063.473.119.333,54 214.232.249.995,77 3,13
2.1.1 Belanja Pegawai 3.360.099.846.030,00 3.338.256.357.826,43 (21.843.488.203,57) (0,65) 2.1.2 Belanja Bunga - - - -2.1.3 Belanja Subsidi - - - -2.1.4 Belanja Hibah 1.607.996.853.826,00 1.540.750.661.000,00 (67.246.192.826,00) (4,18) 2.1.5 Belanja Bantuan Sosial 1.100.000.000,00 1.100.000.000,00 - -2.1.6 Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kab/ 1.382.194.828.681,77 1.682.210.509.707,11 300.015.681.025,34 21,71
Kota dan Pemerintahan Desa
2.1.7 Belanja Bantuan Keuangan kpd Kab/Kota 477.849.340.800,00 488.849.340.800,00 11.000.000.000,00 2,30 dan Pemerintahan Desa
2.1.8 Belanja Tidak Terduga 20.000.000.000,00 12.306.250.000,00 (7.693.750.000,00) (38,47)
1
% KENAIKAN
NO. URAIAN APBD 2019 APBD PERUBAHAN 2019 BERTAMBAH /
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 26 Pengeluaran Pembiayaan
a. Kebijakan penganggaran Pengeluaran Pembiayaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2019 adalah rencana Penyertaan Modal kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dan Badan Usaha Milik Daerah dan Penyertaan Modal kepada BUMD, berdasarkan: (a) Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pengendalian Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. (b) Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah;
b. Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 alokasi penganggaran Pengeluaran Pembiayaan mengalami penyesuaian khususnya pada Penyertaan Modal kepada Badan Usaha Milik Daerah.
Sisa Lebih Pembiayaan (SILPA) Tahun Berjalan
a. Pemerintah Provinsi akan melakukan pengendalian batas maksimal defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 dengan berpedoman pada penetapan batas
maksimal defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Batas Maksimal Defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah;
b. Untuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Berjalan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 direncanakan bersaldo nol.
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 27 Tabel
Target Pembiayaan Daerah pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019
1 2 3 4 5 6
3. PEMBIAYAAN DAERAH 3.1 Penerimaan Pembiayaan
3.1.1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran 200.000.000.000,00 57.128.681.556,72 (142.871.318.443,28) (71,44) Tahun Anggaran Sebelumnya (SILPA)
3.1.2 Pencairan Dana Cadangan - - - -3.1.3 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan - - - -3.1.4 Penerimaan Pinjaman Daerah - - - -3.1.5 Penerimaan kembali Pemberian Pinjaman - - - -3.1.6 Penerimaan Piutang Daerah - - -
-Jumlah Penerimaan Pembiayaan 200.000.000.000,00 57.128.681.556,72 (142.871.318.443,28) (71,44) 3.2 Pengeluaran Pembiayaan
3.2.1 Pembentukan Dana Cadangan - -
-3.2.2 Penyertaan Modal (Investasi) Daerah 200.000.000.000,00 51.000.000.000,00 (149.000.000.000,00) (74,50) 3.2.3 Pembayaran Pokok Utang - - - -3.2.4 Pemberian Pinjaman Daerah - - -
-Jumlah Pengeluaran Pembiayaan 200.000.000.000,00 51.000.000.000,00 (149.000.000.000,00) (74,50) Pembiayaan Netto - 6.128.681.556,72 6.128.681.556,72 -3.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 0,00 0,00 0,00
-Berkenaan (SILPA)
% KENAIKAN NO. URAIAN APBD 2019 APBD PERUBAHAN 2019 BERTAMBAH / BERKURANG
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 28
BAB IV
P E N U T U P
Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2019 berfungsi sebagai acuan dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, dan menjadi panduan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah di dalam melaksanakan program dan kegiatan. Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan pedoman pelaksanaan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 yang berisi ketentuan‐ketentuan yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain hal-hal yang tercantum dalam kebijakan di atas, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Selatan dan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Selatan adalah :
1. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Tahun Anggaran 2019 ini akan menjadi dasar dalam penyusunan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan yang akan menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perubahan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019;
2. Proses Perubahan RKA-SKPD pada pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, apabila terdapat perubahan yang meliputi penamaan program, penamaan kegiatan, alokasi anggaran unit kerja, alokasi anggaran program, alokasi anggaran kegiatan, dan hal lainnya yang berbeda dengan Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019, maka akan dilakukan penyesuaian seperlunya pada KUPA dan PPAS-P 2019;
Prioritas dan Plafon Anggaaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun 2019 29 3. Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan Tahun Anggaran
2019 dapat dilakukan penyesuaian tanpa melakukan perubahan atas Nota Kesepakatan bersama Penetapan PPAS-P Tahun Anggaran 2019 antara Gubernur Sulawesi Selatan dan Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan;
4. Dengan disepakatinya dokumen KUPA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2019 yang akan menjadi dasar dalam proses penyusunan, penyampaian dan pembahasan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 antara Pemerintah Daerah dengan DPRD, sampai dengan tercapainya persetujuan bersama antara Kepala Daerah dengan Pimpinan DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Tahun Anggaran 2019;
5. Diharapkan kepada unsur pemerintah daerah dan pimpinan DPRD bersama pemangku kepentingan ikut bertanggung jawab dalam menjadikan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Tahun Anggaran 2019 sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Perubahan Satuan Kerja Perangkat Daerah.