• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

III-1 BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah rangkaian dari cara / kegiatan pelaksanaan penelitian dan didasari oleh pandangan filosofis, asumsi dasar, dan ideologis serta pertanyaan dan isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu.

3.1 Kerangka Berfikir

Diagram 3.1 Skema Tahapan Penelitian Mulai

Tidak Sesuai

Perumusan Masalah

Tinjauan pustaka, Hipotesa

Penentuan Sampel dan Populasi

Pengumpulan Data :

Data Primer : Kuisioner dan Observasi Data Sekunder : Study literature

Uji Validitas, Reabilitas

Analisis Data : - Analisis Korelasi - Analisis Faktor

- Analisis Regresi (Uji F dan Uji T)

Simpulan dan Saran

Selesai

Mengeliminasi butir kuisioner tidak valid Latar Belakang

(2)

III - 2 3.2 Hipotesa

Hipotesa yang diusulkan penulis adalah :

Ho = Kelemahan Dibidang Pengawasan dan Kurangnya Keahlian SDM Selama Konstruksi Berlangsung.

3.3 Penentuan Sampel dan Populasi

Populasi yang diambil adalah project manager, site manager, PRC manager & BPS manager yang bekerja pada perusahaan X.

Tabel 3.1 Variabel Bebas Penelitian

3.4 Variabel Penelitian

Data yang digunakan dalam variable penelitian adalah data Primer dan Data Sekunder. Data Primer adalah data yang diperoleh dilapangan melalui survey lapangan,

Variabel Kategori Kode

Faktor yang mempengaruhi pembengkakan biaya upah tenaga

kerja Sumber X: Faktor yang Mempengar uhi Pembengkak an Biaya Upah Tenaga Kerja Aspek Sumber Daya Manusia

X1 Kurangnya tenaga kerja terampil

(Dipohusodo, 1996)

X2 Banyaknya kerja lembur (Sutrisna, 2013)

X3 Kurangnya pengalaman kerja (Sambasivan, 2007) X4 Perbedaan Umur tenaga kerja (Blum,1956) X5 Faktor Kesehatan tenaga kerja (Blum,1956) X6 Skill yang tidak memadai (Fayek, 2004)

X7

Kurangnya program pelatihan yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang ditangani

(Dipohusodo, 1996)

X8 Kurangnya kedisiplinan tenaga kerja (Wirabakti,2014) X9 Penggantian tenaga kerja baru (Wirabakti,2014) X10 Kurangnya ketersedian tenaga kerja (Wirabakti,2014)

(3)

III - 3 kuisioner, wawancara. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari study literatur seperti buku-buku, jurnal, majalah, dan artikel. Dalam penelitian ini penulis meninjau factor factor kualitas yang mempengaruhi kinerja mutu pelaksanaan pekerjaan yang sebagai variable (X), Sedangkan variabel yang terkait (Y) adalah kinerja mutu pelaksanaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi menjadi sebab pembengkakan biaya upah tenaga kerja, sedangkan pembengkakan biaya upah tenaga kerja dipengaruhi karena adanya faktor-faktor. Berikut tabel variabel bebas dan terikat penelitian:

Tabel 3.2 Variabel Terikat Penelitian

Sumber: hasil olahan

3.5 Populasi dan Instrumen Penelitian

Populasi penelitian yang saya tinjau adalah staff karyawan pada Proyek Pembangunan Rumah Masal Maxwell Summarecon Serpong dengan jumlah 30 staf.Untuk menjawab rumusan masalah serta menguji kesesuaian antara hipotesis dengan hasil penelitian, maka harus dilakukan pengumpulan data. Agar hasil yang didapat juga relevan dengan tujuan penelitian, maka data yang dikumpulkan harus benar, dilakukan dengan cara yang benar, serta menggunakan alat yang benar. Cara dan

Variabel Kategori Kode

Kinerja Mutu Pelaksanaan yang Dipengaruhi Faktor Y: Kinerja mutu pelaksanaan yang dipengaruhi faktor Kinerja Mutu pelaksanaan pada pelaksanaan proyek konstruksi Y

Bagaimana kinerja mutu pelaksanaan pada proyek pembangunan Rumah Masal Summarecon Serpong?

(4)

III - 4 penggunaan alat untuk mengumpulkan data disebut instrumentasi. Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data.

Instrumen penelitian menjelaskan semua alat pengambilan data yang digunakan, proses pengumpulan data, dan teknik penentuan mutu instrumen (validitas dan reliabilitasnya) (Riduwan, 2006, p. 98) Pada kesempatan ini penulis mengambil, instrumen penelitian yang dianggap sesuai dengan metode survei yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner / wawancara.

3.5.1. Kuesioner

Kuesioner atau angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan pengguna (Riduwan, 2006, p. 99). Kuesioner yang ditujukan kepada responden dari hasil study literature. Kuesioner ini kemudian diberikan kepada responden yang termasuk populasi dari objek penelitian, yaitu staff karyawan pada Proyek Pembangunan Rumah Masal Maxwell Summarecon Serpong. Adapun kriteria responden pada penelitian ini diantaranya memiliki pendidikan yang menunjang di bidangnya dan memiliki pengalaman mengenai pekerjaan struktur dengan jabatan kerja minimal sebagai pihak yang langsung terlibat dilapangan sebagai pelaksana dan yang memonitoring pelaksanaan pada proyek Pembangunan Rumah Masal Maxwell Summarecon Serpong.

Tabel 3.3 Contoh Kuesioner

Kategori Kode Variabel

Pengaruh Terhadap kinerja Kualitas

Proyek

1 2 3 4 5

Aspek SDM X1 Kurangnya tenaga kerja terampil

(5)

III - 5 Kode Variabel Pengaruh Terhadap kinerja Kualitas Proyek 1 2 3 4 5

X3 Kurangnya pengalaman kerja

X4 Perbedaan Umur tenaga kerja X5 Faktor Kesehatan tenaga kerja

X6 Skill yang tidak memadai

X7

Kurangnya program pelatihan yang berkaitan

dengan bidang pekerjaan yang ditangani X8 Kurangnya kedisiplinan tenaga kerja X9 Pergantian tenaga kerja baru X10 Kurangnya ketersedian tenaga kerja Sumber: hasil olahan

3.5.2. Skala Pengukuran

Dalam penenlitian ini, skala ini diberikan kepada responden pada kuesioner tahap kedua untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap factor - faktor yang mempengaruhi mutu hasil pekerjaan. Metode ini menggunakan skala interval, dimana dalam penelitian ini digunakan 5 (lima) skala penilaian.

Adapun skala penilaian untuk variabel X yaitu:

1. Skala 1 = Tidak Ada Pengaruh (Tidak berpengaruh terhadap kinerja mutu pelaksanaan)

2. Skala 2 = Kurang Berpengaruh (Kurang berpengaruh terhadap kinerja mutu pelaksanaan)

3. Skala 3 = Cukup Berpengaruh (Cukup Berpengaruh terhadap kinerja mutu pelaksanaan)

(6)

III - 6 4. Skala 4 = Berpengaruh (Berpengaruh terhadap kinerja mutu pelaksanaan)

5. Skala 5 = Sangat Berpengaruh (Sangat Berpengaruh terhadap kinerja mutu pelaksanaan)

Sedangkan penilaian untuk variabel Y (Konsultasi Pakar Proyek),yaitu:

a. Skala 1 = Tidak Baik (<20% kesesuaiannya dengan kinerja mutu pelaksanaan yang disepakati)

b. Skala 2 = Kurang Baik (20%-40% kesesuaiannya dengan kinerja mutu pelaksanaan yang disepakati)

c. Skala 3 = Cukup Baik (40%-60% kesesuaiannya dengan kinerja mutu pelaksanaan yang disepakati)

d. Skala 4 = Baik (60%-80% kesesuaiannya dengan kinerja mutu pelaksanaan yang disepakati)

e. Skala 5 = Sangat Baik (80%-100% kesesuaiannya dengan kinerja mutu pelaksanaan yang disepakati)

3.6 Analisis Data

Dalam penelitian diperlukan suatu ketepatan dalam pengujian tiap variabel yang telah diidentifikasi.Ketepatan pengujian suatu hipotesis mengenai variabel penelitian ini sangat bergantung pada mutu data yang dipakai dalam pengujian tersebut.Maka, pada penelitian ini digunakan serangkaian pengolahan dataanalisis statistik.Analisis data menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS untuk perhitungan hasil kuesioner serta pengolahan data.

3.6.1. Uji Validitas dan Realibilitas

Data penelitian ini tidak akan berguna jika instrumen atau pengukur penelitian yang akan dipakai untuk mengupulkan data tersebut tidak memiliki validitas dan

(7)

III - 7 reabilitas. Seringkali peneliti berpikir apakah instrumen yang dipersiapkan untuk mengumpulkan data penelitian benar-benar mengukur apa yang ingin diukur. Maka dari itu, diperlukan suatu pemahaman terhadap validitas dan reabilitas instrumen penelitian sebagai berikut:

1. Uji Validitas

Uji validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Kuesioner yang telah disusun peneliti harus tepat mengukur elemen apa yang ingin diukur. Terdapat beberapa hal yang dapat mengurangi validitas suatu data yaitu ketepatan pewawancara atau penanya dalam mengumpulkan data sesuai ketetapan dalam kuesioner dan keadaan narasumber atau responden saat diwawancara.

Uji validitas dengan metode corrected item total correlation dan membandingkan nilai r yang didapatkan dengan nilai tabel r. Uji validitas sebaiknya dilakukan pada setiap butir pertanyaan di uji validitasnya. Hasil r hitung dibandingkan dengan r tabel dimana: df= n-2 dengan sig 5%. Jika r tabel < r hitung maka valid(Sujarweni, 2014).

2. Uji Realibilitas

Realibilitas merupakan indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Reabilitas juga menunjukkan konsistensi suatu instrumen pengukur dalam mengukur gejala atau faktor yang sama. Uji validitas dan Realibilitas dilakukan meggunakan program SPSS 20.0,

Uji realibilitas dapat dilihat pada nilai Cronbach’s Alpha output pada SPSS, jika nilai alpha > 0,60 maka kontruk pertanyaan yang merupakan dimensi variabel adalah realibel(Sujarweni, 2014).

(8)

III - 8 3.6.2. Analisa Korelasi

Analisa korelasi digunakan untuk mengetahui dan menemukan ada tidaknya hubungan (korelasi) antara variabel-veriabel bebas dengan variabel terikat yang telah ditetapkan dalam instrumen penelitian, sehingga dapat diukur karakteristik hubungan serta arti dan implikasinya dari hubungan positif (+) maupun negatif (-). Tanda (-) dan (+) menunjukkan arah hubungan, yaitu:

 Tanda (+) adalah perubahan pada salah satu variabel akan diikuti perubahan variabel yang lain dengan arah yang sama, misalnya satu variabel mengalami kenaikan akan diikuti oleh kenaikan variabel lain. Begitu juga sebaliknya

 Tanda – adalah perubahan pada salah satu variabel akan diikuti perubahan variabel lain dengan arah yang berlawanan, misalnya satu variabel mengalami kenaikan akan diikuti penurunan variabel yang lain. Begitu juga sebaliknya

 Korelasi NOL adalah kenaikan variabel yang satu kadang-kadang disertai turunnya nilai variabel yang lain atau kadang-kadang diikuti kenaikan variabel yang lain. Arah hubungannya tidak teratur, kadang dengan arah yang sama, kadang-kadang berlawanan (tidak ada hubungan linear)

Analisa korelasi yang digunakan dalam penelitian ini digunakan korelasi pearson. Korelasi person digunakan untuk mengetahui erat tidaknya kaitan antar dua variabel.Analisa pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20.0 untuk mendapatkan kaitan antara dua variabel yang erat.

Keeratan korelasi dapat dikelompokan sesuai koefisien sebagai berikut(Sujarweni, 2014, p. 127):

1. 0,00 sampai 0,20 berarti korelasi memiliki keeratan sangat lemah 2. 0,21 sampai 0,40 berarti korelasi memiliki keeratan lemah

(9)

III - 9 4. 0,71 sampai 0,90 berarti korelasi memiliki keeratan sangat kuat

5. 0,91 sampai 0,99 berarti korelasi memiliki keeratan kuat sekali 6. 1 berarti korelasi sempurna

Maka, rhitung < 0,4 (koefisien korelasi) adalah korelasi dengan keeratan lemah

dan r ≥ 0,4 korelasi dengan keeratan kuat sampai dengan berkorelasi sempurna. Pada penelitian ini diambil korelasi antara kinerja mutu pelaksanaan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu yang memiliki nilai r ≥ 0,4 merupakan variabel dengan koefisien korelasi dengan keeratan kuat atau lebih, sedangkan variabel r < 0,4 merupakan variabel yang memiliki keeratan lemah tidak digunakan lagi pada analisa selanjutnya.

Harga r yang didapat kemudian dibandingkan dengan 0,4. Diambil keputusan penelitian jika r > 0,4, maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehinga hipotesis diterima. Ho: Tidak ada pengaruh/ hubungan yang kuat antara faktor-faktor terhadap kinerja

mutu pelaksanaan.

Ha: Ada pengaruh/ hubungan yang kuat antara faktor-faktor terhadap kinerja mutu pelaksanaan.

3.6.3. Analisa Faktor

Analisa faktor merupakan analisis statistik yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengelompokan dan meringkas factor - faktor yang merupakan dimensi suatu variable (Sujarweni, 2014, p. 209). Sehingga didapatkan faktor utama yang mempengaruhi kinerja mutu pelaksanaan, dengan menitik beratkan pada data yang mempunyai hubungan yang sangat erat secara bersama - sama pada segugusan variabel yang telah dianalisa sebelumnya pada analisa korelasi. Sehingga analisis faktor digunakan untuk mengetahui faktor yang mendukung menjadi faktor yang berpengaruh

(10)

III - 10 terhadap kinerja mutu pelaksanaan.Menurut hasilnya jika suatu faktor (dimensi) mendukung sebuah definisi atau variabel jika memiliki komponen lebih besar dari 50%, dari ouputnya tersebut variabel tersebut dapat diurutkan berdasarkan nilai komponennya(Sujarweni, 2014). Pada penelitian ini analisa faktor dilakukan dengan program SPSS .

3.6.4. Analisa Regresi

Analisa regresi dilakukan untuk mempelajari bagaimana eratnya hubungan antara satu atau beberapa variabel independen dengan sebuah variabel dependen. Regresi merupakan alat yang dipergunakan untuk mengukur pengaruh dari setiap perubahan variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan kata lain, digunakan untuk menaksir variabel terikat (Y) setiap ada perubahan variabel bebas (X).

Dalam penelitian ini menggunakan analisa regresimetode stepwise. Regresi Stepwise adalah salah satu metode untuk mendapatkan model terbaik dari sebuah analisis regresi(Hanum, 2011). Secara definisi adalah gabungan antara metode forward dan backward, variabel yang pertama kali masuk adalah variabel yang korelasinya tertinggi dan significant dengan variabel dependent, variabel yang masuk kedua adalah variabel yang korelasi parsialnya tertinggi dan masih significant, setelah variabel tertentu masuk ke dalam model maka variabel lain yang ada di dalam model dievaluasi, jika ada variabel yang tidak significant maka variabel tersebut dikeluarkan(Smith, 2009, p. 335).

Analisa model secara statistik dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20.0. Adapun model persamaan regresi antara variabel terikat (dependent) dan variabel bebas (independent). Secara umum variabel terikat (variabel Y) mungkin mempunyai hubungan dengan variabel bebas (variabel X), yang modelnya dapat dilihat sebagai berikut(Sujarweni, 2014): Y= a + b1X1 + b2X2 + …. + e

Gambar

Diagram 3.1 Skema Tahapan Penelitian Mulai
Tabel 3.1 Variabel Bebas Penelitian
Tabel 3.2 Variabel Terikat Penelitian
Tabel 3.3 Contoh Kuesioner

Referensi

Dokumen terkait

Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1), Budaya Sekolah (X2) dan Mutu Sekolah (Y) dengan sumber data diambil dari

Variabel bebas (independen) merupakan Variabel X atau Variabel yang mempengaruhi, dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah intensitas penggunaan bahasa cinta

Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengaruh curah hujan pada lereng tak hingga yang mempengaruhi nilai faktor aman dan membandingkan nilai faktor

Selanjutnya variabel bebas dan variabel terikat dianalisis menggunakan uji korelasi somers’d untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pengendalian kebakaran

baik yakni apabila tidak memiliki korelasi dengan variabel bebas atau tidak terjadi multikolinearitas. Uji ini dilakukan untuk mengukur besar hubungan antara satu

Dari empat faktor tersebut, diasumsikan bahwa ada hubungan/korelasi antara sumber daya manusia, perangkat lunak dan perangkat keras serta anggaran yang digunakan

Variabel Penelitian Variabel bebas : Proporsi tepung terigu, tepung pegagan, dan tepung labu kuning dalam pembuatan susu sereal Variabel terikat : Nilai energi, mutu gizi protein,

Penelitian koresional ini memiliki karekteristik, yaitu: a menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain, b besarnya hubungan dihubungkan pada koefisien korelasi, c dalam