• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I SEJARAH ENGINE DIESEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I SEJARAH ENGINE DIESEL"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

SEJARAH ENGINE DIESEL

Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine pembakaran dalam pertama di tahun 1875. N.A. Otto dan E. Langen. Engine pertama tersebut adalah engine 4 langkah dengan bahan bakar gas.

Kemudian, gas digantikan dengan gasoline ( bensin ) dan engine mulai dipakai secara luas. Engine Otto atau disebut engine pembakaran dalam digunakan terutama pada mobil dan truk kecil.

Engine Diesel diberi nama berdasarkan nama peciptanya yaitu Rudolf Diesel, yang mempatenkannya pada tahun 1892. ide dari pembuatan engine baru tersebut adalah karena diperlukan engine yang menggunakan bahan bakar yang lebih murah dibandingkan gasoline.

Ide awalnya adalah bagaimana menciptakan engine yang beroperasi dengan bahan bakar padat seperti abu batubara , namun kemudian Diesel mengarahkan penelitiannya pada bahan bakar cair. Engine diesel yang asli berukuran sangat besar sehingga tidak dapat dipasang di kendaraan.

(2)

Pada tahun 1920 , dua pabrik pembuat truk Jerman memasang sejumlah engine bersilinder dua pada truk mereka. Engine tersebut memiliki output sebesar 30 hp.

Pada pertengahan era 30-an, Volvo menggunakan engine yang serupa dengan engine Diesel. Yaitu engine Hesselmann, yang beroperasi dengan bahan bakar diesel (solar), namun membutuhkan sistem pengapian listrik.

Tujuan Rudolf Diesel

Menaikkan rendemen motor (rendemen motor bensin = 30%, rendemen motor diesel = 40 – 51%)

Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian motor bensin pada waktu itu kurang baik

Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar lebih murah daripada bensin

Kesulitan Rudolf Diesel

Belum ada pompa injeksi yang dapat menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi, karena untuk menyemprotkan bahan bakar pada silinder yang bertekanan tinggi diperlukan konstruksi pompa yang khusus.

Di akhir tahun 1922, Robert Bosch mulai mengadakan penelitian, percobaan, dan pengembangan sistem penyemprotan bahan bakar pada motor diesel. Akhirnya usaha itu berhasil dengan diproduksinya seri pertama pompa injeksi pada tahun 1927.

(3)

BAB II

TIPE-TIPE ENGINE In-line engine

Tipe engine yang paling umum digunakan adalah engine in-line, dimana masing-masing silinder ditempatkan segaris.

Tipe ini disebut juga straight engine dan biasanya memiliki 4 hingga 6 silnder.

V-type engine

Jika silinder-silinder ditempatkan dalam dua baris yang membentuk sudut satu sama lain , engine tersebut bertipe V-type engine.

Desain ini banyak digunakan pada engine-engine besar, dengan enam hingga enambelas silinder.

Horizontally-opposed engine

Pada horizontally opposed engine, silinder-silinder disusun dalam dua baris dan ditempatkan secara

horizontal berlawanan. Tipe ini hanya

membutuhkan ruang yang relatif lebih rendah.

Tipe ini digunakan pada bus dan dipasang di bagian belakang kendaraan.

Rotary engine

Tipe ini bukan berupa piston bolak-balik (

(4)

segitiga yang berputar di dalam silinder yang berbentuk oval.

Keuntungan dari tipe ini adalah bobotnya yang relatif lebih ringan dan hanya membutuhkan sedikit komponen bergerak dibandingkan engine model lain.

Akan tetapi tipe ini banyak mendapatkan masalah terutama dalam hal keausan dan kemampuan menjaga kerapatan absolut antara piston dengan dinding silinder. Akibatnya, engine ini hanya digunakan pada beberapa model kendaraan saja.

(5)

BAB III

PENGGOLONGAN MOTOR DIESEL A. Cara penyemprotan dan pembentukan campuran 1. Injeksi langsung (contoh: bentuk bak)

Bagian – bagian:

1. Injektor ( jenis lubang banyak) 2. Ruang bakar

Bentuk ruang bakar:

Ruang bakar ada di dalam silinder biasanya di dalam torak

Macam – macamnya:

Bentuk bak

Bentuk setengah bola Bentuk hati

Bentuk bola

Cara kerja:

Bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam silinder. Nosel injeksi biasanya mempunyai beberapa lubang

Penggunaan:

Kebanyakan motor – motor besar

Keuntungan:

- Efisiensi dan daya tinggi

- Dapat dihidupkan tanpa pemanas mula

Kerugian:

- Suara keras

- Pompa injeksi dan injektor lebih mahal, karena tekanan

(6)

2. Injeksi tak langsung (contoh: kamar pusar) Bagian – bagian 1. Injektor 2. Busi pijar 3. Ruang bakar 4. Saluran penghubung

Bentuk ruang bakar:

Ruang bakar berada diluar silinder

Macam – macamnya:

Kamar pusar Kamar muka

Cara kerja

Udara dikompresikan ke dalam ruang bakar. Karena saluran penghubung menuju ke ruang bakar berkonstruksi miring / tangensial, maka udara menerima olakan yang mempermudah pembentukan campuran pada saat bahan bakar disemprotkan. Oleh karena itu tekanan injektor bisa lebih rendah dan nosel cukup dengan satu lubang.

Penggunaan:

Pada motor – motor kecil dan sedang

Keuntungan:

Suara lebih halus daripada motor dengan injeksi langsung

Perlengkapan injeksi lebih murah, karena tekanan penyemprotan lebih rendah

Kerugian:

Efisiensi dan daya kurang daripada injeksi langsung Memerlukan sistem pemanas mula

(7)

B. Proses kerja Motor diesel 4 tak

Kebanyakan motor diesel adalah motor 4 tak

Prinsip 2 tak hanya digunakan pada motor besar, misalnya pada kereta api, kapal laut, Genset, dst.

Motor diesel 2 tak

Perbedaan dengan motor bensin 2 tak adalah:

- Pembilasan memanjang yang memerlukan katup buang

- Pengisapan dan pembilasan dijalankan dengan kompresor yang langsung menekan udara ke dalam silinder.

Keterangan: 1. Injektor / nozel 2. Katup buang 3. Kompresor 4. Piston 5. Poros engkol Keuntungan:

Daya motor besar, motor dilengkapi sistem pelumasan tekan seperti pada motor 4 tak

Kerugian:

(8)

C. Sistem Pengisian / Pengisapan

Isapan biasa (Naturaly aspirated)

Pengisapan dengan turbocarjer

Bagian – bagian utama:

1. Rumah Kompresor 2. Roda Kompresor 3. Poros penghubung 4. Rumah turbin 5. Roda turbin

a. Udara dari saringan b. Udara ditekan ke silinder c. Gas buang menggerakkan

turbin d. Ke knalpot

Keuntungan:

Daya motor lebih besar untuk berat / ukuran motor yang sama

(9)

D. Proses kerja motor diesel dibandingkan dengan motor Otto 4 tak 1. Langkah isap

Motor Diesel

- Yang dihisap hanya udara,

silinder akan terisi penuh

Motor Otto

- Yang dihisap adalah campuran bahan bakar dan udara, silinder akan terisi sesuai dengan posisi katup gas

(10)

2. Langkah kompresi

Motor diesel

Perbandingan kompresi ( ) = 15-23 Udara dikompresi sampai 1,5 – 4 Mpa (15 – 40 bar)

Temperatur menjadi 700-900oC Penyemprotan bahan bakar dimulai 30O – 10O Sebelum TMA

Motor Otto

Perbandingan kompresi ( ) = 7-12

Campuran udara dan bahan bakar dikompresi sampai 0,8 – 1,3 Mpa (8 – 13 bar) Temperatur menjadi 300 – 600oC

Saat pengapian 30O – 5O sebelum TMA

(11)

3. Langkah Usaha

Motor Diesel

Bahan bakar terbakar dengan sendirinya akibat temperatur udara yang panas.

Tekanan pembakaran 4 – 12 Mpa (40 – 120 bar)

Motor Otto

Bahan bakar terbakar akibat Loncatan bunga api pada busi Tekanan pembakaran 3-6 Mpa (30 – 60 bar)

4. Langkah buang

Motor diesel

T Temperatur gas buang 500 –600o

C

Motor Otto

T Temperatur gas buang 700 –1000o

(12)

E. Diagram indikator tekanan motor Otto 4 tak A A = Saat pengapian B B = Tekanan maksimum C C = Akhir pembakaran D D = Katup buang membuka

Diagram indikator tekanan motor Diesel 4 tak

A= Mulai penyemprotan B= Mulai penyalaan C= Tekanan maksimum D= Akhir penyemprotan E= Akhir pembakaran F= Katup buang membuka

(13)

F. Kesimpulan:

1. Perbedaan pembentukan campuran

Motor Diesel

Pembentukan campuran bahan bakar dan udara berada di dalam ruang baker

Motor Otto

Pembentukan campuran bahan bakar dan udara beradadi luar silinder (karburator, manifold isap)

2. Perbedaan cara penyalaan

Motor Diesel

Terjadi dengan sendirinya akibat temperatur akhir kompresi yang tinggi dan titik penyalaan bahan bakar yang relatif rendah

Motor Otto

Terjadi akibat dari loncatan bunga api pada busi

(14)

3. Perbedaan proses pembakaran A = Mulai penyemprotan B = Mulai penyalaan B’= Saat pengapian C = Tekanan Maksimum C’= Tekanan maksimum D = Akhir penyemprotan E = Akhir pembakaran E’= Akhir pembakaran F = Katup buang membuka F’= Katup buang membuka

Motor Diesel

- Tekanan pembakaran maksimum jauh lebih tinggi daripada motor Otto

- Proses pembakaran dapat

dikendalikan oleh sistem injeksi (misalnya: lama penyemprotan menentukan lama pembakaran)

Motor Otto

- Tekanan pembakaran maksimum lebih rendah daripada motor Diesel - Proses pembakaran tidak dapat

(15)

4. Perbedaan perbandingan campuran

Putaran idle Beban menengah Beban penuh

Otto Kaya 1:10 Sedikit kurus 1:17 Sedikit kaya 1:12

Diesel Kurus sekali

1:300

Kurus 1:30

Sedikit kurus 1:17

1. Perbedaan momen putar, putaran, daya & efisiensi (motor isapan biasa) Momen putar/ dm3 volume silinder Putaran maksimum Daya/ dm3 volume silinder Efisiensi Otto 70-90 Nm/dm3 5000-6000 Rpm 25 – 40 kw/dm3 20-30% Diesel 80-90 Nm/dm3 2000-5000 Rpm 20 – 30km/dm3 30-50%

Pemakaian bahan bakar motor diesel lebih hemat daripada motor Otto karena:

Perbandingan kompresi yang tinggi Perbandingan campuran selalu kurus

Daya motor diesel lebih rendah daripada motor Otto, karena: Putarannya lebih rendah

(16)

BAB IV

MODEL RUANG BAKAR

A. Injeksi langsung

Cara kerja:

Pada akhir langkah kompresi, torak mendekati kepala silinder, udara akan tertekan kedalam ruang bakar dan menerima pusaran yang cepat. Kemudian bahan bakar disemprotkan melalui lubang – lubang nosel injeksi dan akan dibagikan dalam ruang bakar. Akibat temperatur tinggi dan pusaran bahan bakar cepat menguap dan menyala dengan sendirinya.

Catatan

Kebanyakan motor besar menggunakan sistem ini

Memerlukan injektor jenis lubang banyak dengan tekanan pembukaan yang tinggi

Tidak memerlukan sistem pemanas mula, pada saat motor dingin temperatur akhir langkah kompresi masih cukup tinggi untuk penyalaan diri

(17)

Macam – macam bentuk ruang bakar

Bentuk bak Bentuk setengah bola

(18)

Cara memperoleh pusaran

Contoh: ruang bakar bentuk hati

Selama langkah isap

Saluran isap dikonstruksi

sedemikian rupa, supaya terjadi pusaran radial

Selama langkah kompresi

Sewaktu torak mendekati TMA udara ditekan kedalam ruang bakar, sehingga terjadi putaran arah aksial

Hasil pada saat penyemprotan

Udara yang berputar (pusaran radial dalam ruang bakar, dalam waktu yang bersamaan terjadi pusaran aksial)

(19)

B. Injeksi tak langsung 1. Kamar muka

Cara kerja

Pada langkah kompresi, sebagian besar udara ditekan kedalam kamar muka, kemudian bahan bakar disemprotkan terhadap bola penyala. Bagian tersebut terikat dengan jembatan yang relatif tipis, maka menjadi sangat panas selama motor hidup. Oleh karena itu, dengan cepat akibat pembakaran, sebagian bahan bakar ditiup keluar dari kamar muka dan ikut terbakar dengan udara yang masih didalam silinder.

Catatan

Saat ini sistem tersebut hanya digunakan Mercedes – Benz

Memerlukan injektor jenis Nozel pasak dengan bentuk penyemprotan khusus, tekanan pembukaan Nozel 110 – 150 bar / 11 – 15 Mpa

Memerlukan sistem pemanas mula untuk menghidupkan motor, bila suhunya lebih rendah dari ± 50oC

(20)

2. Kamar Pusar

Cara kerja

Pada langkah kompresi, sebagian besar udara ditekan kedalam kamar

pusar. Udara menerima pusaran yang sangat cepat, karena saluran

penghubung yang menuju secara kedalam kamar pusar dikonstruksi miring / tangensial.

Akibatnya bahan bakar yang disemprotkan cepat menguap dan menyalakan diri. Dari hasil pembakaran sebagian bahan bakar ditiup keluar dari kamar pusar dan ikut terbakar dengan sisa udara yang masih didalam silinder.

Catatan

Kebanyakan motor kecil – sedang menggunakan sistem ini

Menggunakan injektor nozel pasak dengan tekanan pembukaan nozel 110 – 150 bar / 11 – 15 Mpa

Jika kondisi motor baik, sistem pemanas mula hanya perlu pada temperatur dibawah 25oC

(21)

BAB VI

BAGIAN-BAGIAN KHUSUS MOTOR DIESEL Persyaratan dan tuntutan

Persyaratan Tuntutan

1. Perbandingan kompresi tinggi 2. Campuran harus dibentuk dengan

cepat

3. Tekanan pembakaran tinggi 4. Pembebanan panas tinggi

Ruang bakar harus kecil

Ruang bakar dikonstruksi supaya terjadi pusaran

Mekanisme engkol harus kuat Pendingin harus merata

Kepala silinder

Motor –motor dengan injeksi tak langsung dilengkapi dengan kamar muka atau kamar pusar, yang terbuat dari baja atau keramik.

Kamar pusar

Kamar ini selalu dipres waktu

pemasangan supaya tidak bergeser posisinya,

dijamin dengan alur dan pasak / peluru.

Kamar muka

Kamar ini ditahan dengan menggunakan cincin sekrup. Posisinya juga dijamin dengan alur / pasak

1. Kamar muka 2. Dudukan injektor 3. Dudukan busi pijar 4. Cincin sekrup 5. Cincin perapat

(22)

Hal – hal yang perlu diperhatikan pada reparasi kepala silinder

Tebal paking kepala silinder

Penggantian paking kepala silinder selalu dengan ketebalan asli, juga untuk permukaan kepala silinder baru digerinda (karena kepala silinder motor diesel rata, oleh karena itu penggerindanya tak mempengaruhi pada volume ruang bakar)

Jarak antara katup, mulut kamar muka dan bagian atas torak

Pada kepala silinder yang digerinda, jarak tersebut berkurang. Untuk menghindari tumbukan antara torak dan katup (atua kamar muka), maka jarak asli harus disesuaikan

Jarak standar disesuaikan dengan penggerindaan dudukan katup

Jarak standar disesuaikan dengan menambah ketebalan paking perapat

(23)

Kepala silinder sendiri – sendiri

Gesekan pada paking kepala silinder, perbedaan pemuaian panas antara blok motor dan kepala silinder menjadi kecil Jika salah satu retak, penggantian mudah dan relatif murah

Konstruksi lebih ringan dan murah

Blok motor & mekanisme engkol Batang torak dibagi miring

Karena tekanan pembakaran

pada motor diesel tinggi, diameter bantalan harus besar

Supaya dapat dipasang /

dibongkar melalui diameter

sislinder, maka pangkal batang torak dibuat miring

(24)

Tabung silinder basah

Supaya pendinginan merata dan overhoul dapat dilaksanakan dengan mudah, pada motor diesel sering digunakan tabung silinder basah

Jarak A, B penting sebab supaya paking kepala silinder rapat

Lubang pelepas yang menuju ke udara luar berfungsi untuk menghindari air pendingin masuk ke ruang engkol pada waktu cincin perapat / oring bocor

(25)

Konstruksi torak (contoh: Injeksi langsung)

Fungsi cincin baja / keramik: a). Mengatasi pemuaian panas

b). Mengatasi keausan alur cincin torak paling atas

Pendingin torak

Digunakan pada motor diesel yang memakai turbo (kadang juga dipakai pada motor diesel tanpa turbo)

Pendinginan dengan semprotan oli menahan torak menjadi lunak, cincin atau pena torak macet

(26)

BAB VII

SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR DIESEL

Pada dasarnya antara motor otto dan motor diesel dalam komponen enginenya tidak jauh berbeda. Perbedaan terletak pada beberapa sistem saja diantaranya sistem pengapian dan sistem bahan bakar.

Perlengkapan Sistem Bahan Bakar Diesel

Nama bagian:

1. Tangki bahan bakar A Bahan bakar kotor

2. Saringan kasa pada pompa mengalir B Bahan bakar bersih

3. Advans saat penyemprotan C Bahanbakar bertekanan

tinggi

4. Saringan halus D Saluran pengembali

5. Pompa injeksi 6. Governor

(27)

7. Nosel

8. Busi Pemanas

Komponen – komponen sistem bahan bakar diesel

Tangki bahan bakar

Fungsi: sebagai tempat penampung bahan bakar

Pompa Pengalir

Fungsi: mengalirkan solar dari tangki ke pompa injeksi

Advans saat penyemprotan

Fungsi: Memajukan saat

penyemprotan ketika putaran motor naik

(28)

Saringan

Fungsi:

Membersihkan solar dari kotoran Memisahkan air yang terbawa dalam aliran solar

Pompa Injeksi

Fungsi: Memberikan tekanan pada

solar yang akan diinjeksikan / disemprotkan oleh nozel

Jenis – jenis:

Pompa Inline / sebaris

Keterangan: Setiap silinder motor

(29)

Pompa Distributor / Rotary

Keterangan:

Satu elemen pompa melayani semua silinder motor

Pompa injeksi tanpa poros nok

Keterangan:

Gerakan pompa diperoleh langsung dari poros nok motor biasanya digunakan pada motor diesel tunggal (kecil) dan motor diesel besar (kapal laut, PLTD)

(30)

Governor

Fungsi:

Mengatur putaran motor dengan cara mengatur volume bahan bakar yang disemprotkan

Jenis – jenis:

Governor Sentrifugal / Mekanis

Keterangan:

Informasi putaran diperoleh secara

langsung dari sentrifugal yang

dipasang

Governor Pneumatis / vakum

Keterangan:

Informasi putaran diperoleh secara tidak langsung dari trotel dan vakum

(31)

Nozel

Fungsi:

Mengabutkan solar ke dalam ruang bakar

Keterangan:

Bentuk semprotan tergantung dari bentuk ruang bakar

Busi pijar Busi pijar

Bentuk kawat bentuk batang

Busi pemanas / Busi Pijar

Fungsi:

Memanaskan udara didalam ruang bakar waktu start dingin

Keterangan:

Pada waktu start dingin temperatur akhir kompresi masih kurang untuk pembakaran sendiri

(32)

Pompa pengalir dan saringan solar a. Pompa pengalir sistem torak

Nama – nama bagian:

1. Pompa tangan 2. Katup hisap 3. Katup tekan 4. Penumbuk rol 5. Rumah pompa 6. Torak / piston 7. Pegas 8. Saringan kasa 9. Tabung gelas 10. Nipel Isap 11. Nipel Tekan

(33)

b. Pompa pengalir kerja tunggal

a). Langkah antara Cara kerja:

Penumbuk rol ditekan kebawah oleh eksentrik, volume dibawah torak menjadi kecil, katup tekan membuka Solar mengalir keruang diatas torak karena, volume diatas torak menjadi lebih besar

Pada langkah ini tidak terjadi pengisapan dan penekanan solar

b). Langkah isap dan tekan

Cara kerja:

Eksentrik tidak menekan penumbuk rol, torak ditekan keatas oleh pegas, Volume dibawah torak menjadi besar katup hisap membuka

Solar dihisap dari tangki lewat saringan kasa, volume diatas torak menjadi lebih kecil, katup tekan menutup, solar ditekan kesaringan halus

(34)

c. Pompa pengalir kerja ganda a). Langkah melawan pegas

KT = katup tekan KI = katup hisap

Cara kerja:

Penumbuk rol ditekan oleh eksentrik volume dibawah orak menjadi lebih kecil, solar mengalir keluar melalui KT1 volume diatas torak menjadi

lebih besar

Solar mengalir melalui KI2 kedalam

ruang atas torak

b). Langkah pengembali

Cara kerja:

Torak bergerak keatas karena

tekanan pegas, volume diatas torak menjadi lebih kecil, solar mengalir keluar melalui KT2 volume dibawah

torak menjadi lebih besar, solar mengalir dari tangki melalui KI1

keruang dibawah torak

Pompa ini digunakan untuk motor diesel besar

(35)

d). Pompa pengalir sistem membran

1. Tuas 2. Pegas

3. Katup masuk / hisap 4. Katup buang / tekan 5. Membran

Langkah hisap Cara kerja:

Tuas ditekan oleh eksentrik,

membran turun ke bawah, volume diatas membran menjadi besar, katup hisap membuka, solar masuk keruang diatas membran

Langkah tekan Cara kerja:

Membran bergerak keatas karena

tekanan pegas, volume diatas

membran menjadi kecil, katup tekan akan membuka, solar ditekan keluar melalui katup tekan

(36)

Saringan solar

a). Saringan kasa dalam tangki

Saringan kasa langsung dipasang pada pipa isap

Saringan ini perlu dibersihkan setiap tahun bersama-sama mengeluarkan kotoran dan air yang terdapat didalam tangki solar

b. Saringan kasa dalam pompa pengalir

Saringan ini menyaring kotoran dan air yang mempengaruhi fungsi dari pompa injeksi dan pompa pengalir

Saringan ini dibersihkan pada setiap servis mobil

(37)

c). Saringan halus

Saringan ini adalah saringan yang dipasang antara pompa pengalir dan pompa injeksi, pada pompa injeksi model distributor digunakan saringan yang mempunyai pori – pori sebesar 0,004 – 0,005 mm. Untuk pompa jenis lain sebesar 0,008 – 0.010 mm. Saringan halus ini harus diganti apabila kendaraan sudah berjalan 30.000 km, atau sekitar 300 – 00 jam kerja. Interval penggantian tergantung besar filter, kwalitas solar dan jumlah solar yang disaring.

1. Rumah saringan 2. Saringan halus 3. Tutup saringan 4. Katup pengalir 5. Nipel keluar 6. Nipel masuk

(38)

Macam – macam saringan halus

a). Saringan kertas model bintang

Solar kotor masuk dari bagian luar, karena bentuk sudut saringan model V (model bintang) sehingga bagian

luar lebih besar dan mampu

menampung banyak kotoran.

Untuk stabilitas diberi pembungkus berlubang-lubang yang ada diluar dan didalam yang terbuat dari besi plat.

b). Saringan kertas model gulung

Solar yang kotor masuk dari atas, kertas digulung dan dilem pada akhirnya

(39)

c. Saringan kain

Saringan ini diisi dengan benang-benang yang dipres

Kalau ada dua saringan halus, saringan kain berfungsi sebagai saringan kasar

Pemisah air

Air mempunyai berat jenis yang lebih besar dari solar

Setelah solar disaring, solar bersih naik lagi. Air yang lebih berat turun ke lantai saringan. Bagian bawah dari rumah saringan terbuat dari bahan gelas

Untuk membuang air, bagian bawah dilengkapi dengan sekrup pembuang air

(40)

Sistem dengan dua saringan a). Sistem seri

Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran besar

Bahan kedua saringan ini biasanya berbeda yang satu dari kain sebagai saringan pertama dan yang lain dari bahan kertas sebagai saringan kedua

b). Sistem paralel

Pada sistem paralel kedua saringan terbuat dari bahan yang sama

Keuntungan:

Interval penggantian saringan lebih panjang karena menggunakan dua saringan

(41)

Sistem aliran solar

Keterangan gambar:

1. Tangki solar 3. Pompa tangan 5. Pompa injeksi

2. Saringan pada pompa 4. Saringan halus 6. Pipa tekanan tinggi

pengalir 7. Nozel

A. Sistem aliran tanpa pompa pengalir

Keterangan:

Tangki solar terletak diatas pompa injeksi. Solar masuk ke ruang pompa injeksi karena pengaruh gravitasi. Tekanan solar tergantung tinggi tangki dan besar saluran solar.

Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran kecil dengan tangki diatas.

Keuntungan:

Konstruksi sederhana

Biaya perawatan lebih murah Bahan bakar tekanan tinggi / bahan bakar bersih Bahan bakar kotor Bahan bakar kembali 1 4 2 5 6 3 7

(42)

B. Sistem aliran solar dengan pompa pengalir

Pompa injeksi dengan satu lubang saluran

1. Spuyer

2. Katup pengalir

Keterangan:

Kelebihan solar yang mengandung udara keluar melalui katup pengalir pada saringan menuju ke tangki Sistem ini pompa injeksi tidak didinginkan.

Temperatur pompa injeksi tidak boleh lebih dari 80oC

Karena dapat berakibat: Pembentukan gas

Penyemprotan tidak teratur

Pompa injeksi dengan sistem bilas

Keterangan:

Katup pengalir dipasang pada pompa injeksi dengan tujuan:

Menghindari pembentukan gas atau gelembung udara

Sebagai pendingin pompa injeksi Sirkulasi solar dapat lebih lancar Tekanan solar dapat stabil

(43)

Dengan spuyer pada saringan solar

Keterangn:

Pada tutup saringan dipasang

sebuah spuyer dengan tujuan:

Menghindari tekanan uap yang ditimbulkan dari pompa pengalir Membuang udara secara otomatis Mengalirkan gas atau semprotan uap ke tangki

Untuk menghindari adanya

pembentukan gas yang terjadi di dalam pompa injeksi, maka dipasang katup pengalir.

Pompa selalu mendapat pendinginan

karena adanya sirkulasi solar

Sistem aliran dengan satu saringan

Keterangan:

Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran kecil dan sedang karena volume bahan bakar yang disalurkan tidak terlalu banyak.

Saringan yang digunakan biasanya model filter box. Saringan terbuat dari kertas yang digulung atau dibentuk

(44)

Sistem aliran dengan dua saringan

Keterangan:

Sistem ini digunakan pada motor diesel ukuran besar.

Saringan ini dipasang dengan

hubungan seri atau paralel.

Pada hubungan paralel, kedua

saringan adalah jenis halus.

Pada hubungan seri, satu saringan jenis kasar dan satu lagi saringan jenis halus.

Peredam getaran solar

Keterangan:

Peredam getaran solar dipasang

pada pompa injeksi jenis P dan pada pompa distributor CAV.

Alat ini berfungsi untuk:

Menahan getaran solar yang terjadi didalam ruang pompa injeksi

Menghindari terjadinya

gelembung solar yang dapat

(45)

Katup pengalir

Keterangan gambar:

1. rumah 2. Katup

3. Pegas katup

4. Penahan pegas katup

Fungsi dari katup pengalir

Membatasi tekanan pengisian solar ke dalam ruang pompa injeksi

Mengatur pengeluaran udara pada sistem aliran solar katup pengalir bekerja atas dasar tekanan pegas yang melawan tekanan pengisian solar. Tekanan solar di dalam ruang pompa injeksi 1 - 1,5 bar.

(46)

Nozel untuk injeksi tidak langsung

Pada motor injeksi tidak langsung digunakan 2 macam nozel.

Nozel dan katup penyalur

Nozel dan kelengkapannya

Keterangan: 1. Mur pengunci 2. Saluran balik 3. Washer 4. Rumah nozel 5. Plat penyetel 6. Pegas 7. Pasak penekan 8. Plat antar 9. Nozel

(47)

Nozel untuk injeksi tidak langsung

Pada motor injeksi tidak langsung digunakan 2 macam nozel

a). Nozel jenis pintel

1. Batang penekan 2. Badan nozel 3. Jarum nozel 4. Lubang penyemprot 5. Pasak penyemprot 6. Saluran masuk 7. Konis penekan 8. Langkah pasak Bentuk penyemprotan

Bentuk penyemprotan harus sesuai dengan bentuk kamar / ruang bakar. Tekanan pembukaan jarum nozel 100 – 150 bar.

(48)

Nozel jenis throttel Bentuk penyemprotan

Pada nozel jenis throttel, jarum nozel mempunyai bentuk khusus. Dengan bentuk itu terjadi penyemprotan awal (gambar b). Kalau jarum nozel membuka penuh, terjadi penyemprotan utama (gambar c).

Dengan bentuk khusus ini kenaikan tekanan pembakaran dapat dibuat lebih halus dengan demikian mesin juga bersuara lebih halus.

(49)

Nozel untuk injeksi langsung

Bentuk penyemprotan

Ujung jarum nozel berbentuk kerucut sebagai perapat dudukan nozel, jenis ini mempunyai satu atau banyak lubang, pada umumnya banyak lubang / multiple hole. Besar dan

panjang lubang mempengaruhi

bentuk penyemprotan.

Diameter lubang 0,2 mm. Taken pembukaan jarum nozel 150 – 250 bar.

(50)

Pelindung panas untuk nozel

Pelindung panas untuk nozel jenis pintel dan throttel

Untuk menghindari terjadinya temperatur yang tinggi pada dasar nozel dan supaya nozel bisa tahan lama, maka diantara kepala silinder dan mur penahan nozel dipasang pelindung panas.

Fungsi: Dengan pelindung panas permukaan nozel yang menerima panas lebih kecil / sedikit

1. Nozel

2. Mur penahan

3. Plat pelindung panas 4. Kepala silinder

Pelindung panas ini digunakan pada nozel jenis lubang banyak dan langsung dipasang pada badan nozel.

Dengan pemasangan pelindung

panas ini, temperatur pada dasar nozel dapat berkurang sampai 40oC. Pelindung panas ini dbuat dari bahan baja bebas karat atau dari tembaga. 1. Nozel lubang banyak

2. Mur penahan nozel 3. Ring / perapat 4. Pelindung panas

(51)

Kepala silinder Katup penyalur Bagian – bagian: 1. Pemegang katup 2. Pegas katup 3. Konis katup 4. Torak pembebas 5. Celah ring 6. Batang pengantar 7. Celah panjang 8. Penyangga katup

Fungsi katup penyalur:

Memisahkan hubungan solar antara pipa tekanan tinggi dengan ruang tekan pada pompa injeksi pada waktu alur pengontrol membuka lubang pemberi.

Menurunkan tekanan solar setelah torak pembebas menutup saluran solar sehingga dapat mencegah tetesan solar pada nozel (pada akhir penyemprotan)

(52)

Spuyer pembalik aliran

Bagian – bagian

1. Pemegang katup 2. Pegas spuyer 3. Pelat katup / spuyer 4. Penyangga spuyer

Spuyer peredam aliran dipasang pada bagian atas kautp penyalur yang berfungsi:

Menghindari terjadinya kelapukan / keausan pada sistem tekanan yang tinggi yang disebabkan oleh kecepatan aliran solar.

Kelapukan / keausan dapat terjadi pada elemen pompa dan nozel pada saat langkah efektif berakhir yang disebabkan oleh getaran solar yang masih mempunyai tekanan tinggi.

Tidak semua motor diesel mempunyai spuyer peredam aliran seperti ini (hanya dipakai pada motor diesel ukuran besar)

(53)

BAB VIII

SISTEM PEMANAS MULA Fungsi

Untuk memanasi ruang bakar kamar muka / pusar dengan aliran listrik untuk memungkinkan bahan bakar mudah menyala terbakar, sehingga motor bisa hidup pada saat dingin.

Macam – macam busi pijar:

Busi pijar bentuk kawat

1. Pol luar 2. Isolator 3. Pol dalam 4. Kawat pemanas

Pemasangan busi pijar bentuk kawat dirangkai “seri”

Busi pijar bentuk batang

1. Rumah 2. Keramik 3. Koil pemanas 4. Tabung pemanas

Pemasangan busi pijar bentuk

(54)

Rangkaian sistem pemanas mula

Beri warna jalannya arus saat kunci kontak pada posisi G!

Kunci kontak posisi G

Busi pijar dinyalakan 2 – 10 detik, setelah kawat pijar membara motor dapat distarter

Kunci kontak posisi ST

(55)

Pada waktu start, kerugian tekanan kompresi diatas torak sangat besar. Saat start dingin keadaan tersebut tidak menguntungkan karena temperatur pembakaran tidak tercapai. Hal ini disebabkan torak, blok motor dan bagian motor lainnya yang masih dingin menyerap panas hasil kompresi yang belum sempurna itu.

Agar temperatur pembakaran bisa tercapai maka diperlukan panas tambahan, yaitu dengan menggunakan pemanas mula / glow plug.

Pada motor diesel injeksi tidak langsung (kamar depan dan kamar pusar) digunakan busi pijar, sedangkan pada motor diesel injeksi langsung digunakan kawat pemanas atau penyala yang dipasang pada saluran isap.

Motor diesel dengan kamar depan

Tanpa pemanas mula motor dapat distart pada temperatur 50oC

Temperatur yang tinggi ini disebabkan bidang permukaan kamar depan luas.

(56)

Motor diesel dengan kamar pusar

Tanpa pemanas mula motor dapat distart pada temperatur 20oC

Hal ini mungkin, karena bidang permukaan kamar pusar tidak begitu luas

Busi pijar batang

Dipasang dalam rangkaian paralel

Tegangan kerja yang seiring digunakan 9,5V, 10,5V, 18V, dan 22,5V dengan daya antara 110W – 120 W.

Permukaan batang pemanas luas, memungkinkan waktu untuk memanaskan udara dalam ruang bakar menjadi lebih cepat.

(57)

Untuk busi pijar tipe super RSK waktu pemanasan hanya 4 – 10 detik dan temperatur yang dicapai 750oC – 1000oC.

Tahan terhadap goncangan dan tekanan tinggi (beban mekanis).

Apabila salah satu busi putus, motor masih bisa distarter dan dihidupkan.

Hubungan paralel

UB = U1 + U2

It = I1 + I2 + I3 + I4

Contoh perhitungan:

Rangkaian seperti gambar diatas

P = 110 Watt R = V = 9,5 Volt Rt = I = ………..? 110 I = = 11,5A 9,5 9,5 R = V= = 0,82 Ohm 11,5

(58)

R 0,82

Rt = = = 0,20 Ohm

4 4

Busi pijar kawat

Mur pengikat Kutub dalam Rumah Penyekat Kutub luar

Dipasang dalam rangkaian seri

Tegangan kerja tergantung dari jumlah silinder biasanya 0,9V, 1,2V, atau 1,7V dengan daya 60 – 70 W

Waktu pemanasan 15 – 20 detik dan temperatur yang dapat dicapai 800oC – 900oC

Kurang tahan terhadap goncangan dan tekanan yang tinggi sehingga jenis busi pijar ini jarang digunakan

(59)

Hubungan seri VB = V1 + V2 + V3 + V4 + V5 It = I1 + I2 + I3 + I4 + I5 Contoh perhitungan: Rangkaian seperti diatas

P = 60 Watt U = 0,9 Volt P 60 I = = = 66,6 A U 0,9 U 0,9 R = = = 0,01 Ohm I 66,6 Rt = 4xR = 4x0,01 = 0,04 Ohm

(60)

Contoh – contoh rangkaian pemanas mula 1. TOYOTA

1. Amperemeter 2. Kunci kontak 3. Relai busi pijar 4. Busi kontrol 5. Busi pijar 6. Motor starter

Kunci kontak posisi glow, arus pengendali mengalir dari baterai – kunci kontak – terminal 8 – terminal G – masa

Kumparan (8 – E) menarik kontak, arus utama mengalir dari baterai – terminal B – terminal G – Busi kontrol – Busi pijar – masa

Kunci kontak posisi start, arus pengendali mengalir dari:

Baterai – kunci kontak – terminal ST – terminal E – masa

Kumparan menarik kontak, arus utama langsung mengalir dari baterai terminal B – terminal S – busi pijar – masa

Baterai – kunci kontak – terminal 50 – kumparan selenoid – masa

Selenoid menghubung, motor stater mendapat arus utama langsung dari baterai

Selama start berlangsung arus utama tidak melalui busi kontrol. Tegangan pada busi pijar tetap, karena tegangan baterai akan turun waktu motor stater bekerja.

(61)

2. Volkswagen, Opel 1. Kunci kontak 2. Motor starter 3. Kontrol unit 4. Relay daya 5. Busi pijar 6. NTC diair pendingin 7. Lampu kontrol

Kontrol unit elektronik berfungsi untuk mengatur waktu pemanasan berdasarkan temperatur air pendingin dan memberi informasi pada lampu kontrol apabila motor siap distart

Kunci kontak pada posisi glow, arus pengendali mengalir dari baterai terminal 30 – 15 – kontrol unit – Relai menghubung dan busi pijar langsung mendapat arus utama dari baterai.

Motor siap distart bila lampu kontrol padam.

Kunci kontak pada posisi start, busi pijar masih tetap hidup. Pemutusan aliran ke busi pijar dikendalikan oleh kontrol unit melalui informasi dari terminal 50.

(62)

3. Mitsubishi, Chevrolet (Big Horn, Trooper)

Kunci kontak posisi glow, arus mengalir dari baterai – kunci kontak – terminal 6 (juga lampu kontrol) – kontrol unit. Relai 2 menghubung, arus utama dari baterai melalui relai 2 – tahanan depan – busi pijar – masa Waktu pemesanan ditentukan oleh kontrol unit berkat informasi yang diberikan oleh NTC di air pendingin

Lampu padam motor siap distart

Kunci kontak posisi start, relai 1 menghubung

Arus utama tidak lagi melalui tahanan, tapi langsung ke busi pijar. Tegangan pada busi pijar tetap, akibat turunnya tegangan baterai waktu motor stater bekerja.

a. kunci kontak b. Lampu kontrol c. Kontrol unit d. NTC e. Tahanan depan f. Busi pijar

(63)

4. Mercedes Benz

Waktu kontak pada posisi glow, arus pengendali mengalir dari baterai (terminal 15) – rangkaian elektronik – relai

Relai bekerja, arus utama dari baterai – terminal 30 – sekering – busi pijar

Apabila salah satu busi pijar tidak berfungsi, reed kontak akan berhubungan dan kontrol unit akan memberi arus pada lampu kontrol NTC memberi informasi temperatur awal pada kontrol unit untuk menentukan lamannya pemanasan

Kontak pada posisi start, relay masih tetap menghubung dan pemutusannya diatur oleh terminal

Apabila kontak pada posisi glow dan motor tidak distart maka kontrol unit akan memutuskan aliran (safety)

1. Kontrol unit 2. Relay 3. Reed kontak 4. Lampu kontrol 5. Busi pijar 6. NTC

(64)

DAFTAR ISI

BAB I SEJARAH ENGINE DIESEL ... 1

BAB II TIPE-TIPE ENGINE ... 3

BAB III PENGGOLONGAN MOTOR DIESEL ... 5

A. Cara penyemprotan dan pembentukan campuran ... 5

B. Proses kerja ... 7

C. sistem pengisian/penghisapan ... 8

D. Proses kerja motor diesel dibandingkan dengan motor otto 4 langkah... 10

E. Diagram indikator tekanan motor Otto 4 langkah ... 14

F. Kesimpulan ... 15

BAB IV MODEL RUANG BAKAR ... 18

A. Injeksi langsung ... 18

B. Injeksi tak langsung ... 21

BAB V BAGIAN-BAGIAN KHUSUS MOTOR DIESEL ... 23

BABVI SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR DIESEL ... 28

Pompa pengalir ... 35

Saringan bahan bakar ... 36

Sistem aliran bahan bakar ... 37

Nozel ... 50

BAB VII SISTEM PEMANAS MULA ... 57

Fungsi ... 57

Rangkaian sistem pemanas mula ... 59

(65)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis telah dapat menyelesaikan bahan ajar motor diesel I untuk program studi otomotif jenjang D-3.

Bahan ajar ini berisi sejarah motor diesel, karakteristik, sistem bahan bakar dan sistem pemanas mula. Bahan ajar ini disesuaikan dengan silabus matakuliah motor diesel I.

Penulis berharap bahan ajar ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca lainnya. Penulis juga menyadari bahwa jawaban ujian akhir semester ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan di waktu yang akan datang, dan akhirnya penulis berharap tulisan dan tugas ini dapat berguna bagi kita semua.

Bandung, Agustus 2009

(66)

BAHAN AJAR

MOTOR DIESEL I

TM 442 D-3

OLEH:

RIDWAN ADAM M. NOOR, S.PD 1976 11 16 2005 011 002

PRODI TEKNIK MESIN D-3

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

Gambar

Diagram indikator tekanan motor Diesel 4 tak

Referensi

Dokumen terkait

cair dalam kolom tersebut.. Bunyi hukum Pascal adalah tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan kesegala arah sama besar. d) Selain alat diatas