• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekonseptualisasi Ambang Batas Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden (Presidential Threshold) Dalam Pemilu Serentak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rekonseptualisasi Ambang Batas Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden (Presidential Threshold) Dalam Pemilu Serentak"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan, ”Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan

Peserta Partai politik Perseorangan Pasangan calon Partai politik Pasangan calon Ambang batas peserta pemilu Model liga partai politik: lingkup nasional, lingkup

Meskipun ketentuan mengenai ambang batas tersebut tidak diatur secara eksplisit di dalam UUD NRI 1945, namun ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden ini

Partai politik yang tidak memenuhi ambang batas akan dipaksa untuk berkoalisi dengan partai politik lain. Koalisi ini sejatinya dimaksudkan agar Presiden terpilih

Pertama, calon Presiden dan Wakil Presiden peserta pemilu ialah calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta

8 Selain itu dalam Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 juga menegaskan bahwa, “Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai

7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum” Pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan

Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum menjelaskan aturan Presidential Threshold sebagai berikut: “Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan