• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. ORIENTASI KANCAH PENELITIAN

Penelitian mengenai “Pengaruh Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja Terhadap Komitmen Karier Pada Guru SMA Swasta Umum Binaan Disdikpora Kota Salatiga” ini dilakukan di 3 SMA swasta umum binaan Disdikpora kota Salatiga, yaitu: SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, dan SMA Kristen Satya Wacana. Adapun partisipan penelitian adalah seluruh guru yang bekerja di SMA tersebut.

Sebagai sekolah swasta, kelima SMA tersebut memiliki kondisi yang berbeda dengan kondisi sekolah negeri. Sekolah swasta harus mandiri, dan dalam kemandirian tersebut sekolah swasta harus mampu berjuang untuk tetap bertahan dalam persaingan dengan sekolah negeri. Hal tersebut terbukti melalui realita yang baru-baru ini terjadi, bahwa sekolah-sekolah swasta gencar melakukan promosi, meningkatkan kualitas guru dan sekolah supaya tidak kalah bersaing, tidak kehilangan siswa, dan tetap bertahan. Dalam hal inilah dubutuhkan guru yang benar-benar berdedikasi dan memiliki Komitmen Karier yang tinggi.

Untuk mendukung terwujudnya Komitmen Karier guru, perlu diketahui terlebih dahulu faktor-faktor (eksternal dan internal) yang dapat mempengaruhi Komitmen Karier guru. Oleh karena itu, penulis melalui penelitian ini mencoba menguji secara bersamaan mengenai pengaruh Pemberdayaan Psikologis (sebagai faktor internal) dan Dukungan Sosial Rekan Kerja (sebagai faktor eksternal) terhadap Komitmen Karier pada guru SMA swasta umum binaan Disdikpora kota Salatiga.

(2)

B. PERSIAPAN PENELITIAN 1. Observasi dan Wawancara

Sebagai tahap awal, penulis melakukan pencarian informasi mengenai SMA swasta umum yang ada di kota Salatiga. Melalui situs resmi Disdikpora kota Salatiga, diperoleh informasi bahwa SMA swasta umum di kota Salatiga berjumlah 7 (tujuh), yaitu: SMA Theresiana, SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, SMA Kristen Satya Wacana, SMA PGRI, SMA Muhammadiyah, SMA Al-Madinah Plus. Setelah itu, penulis mulai melakukan observasi terhadap sekolah-sekolah tersebut, dan mendapati bahwa SMA PGRI telah mengalami perubahan menjadi SMK PGRI, demikian juga dengan SMA Al-Madinah Plus.

Dengan demikian, jumlah SMA swasta umum binaan Disdikpora kota Salatiga kini menjadi 5 (lima) sekolah, yaitu SMA Tehersiana, SMA Muhammadiyah, SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, dan SMA Kristen Satya Wacana. Seluruh guru dari kelima SMA swasta umum tersebut merupakan populasi dalam penelitian ini. 2. Penyusunan Alat Ukur

Instrumen pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini berbentuk Skala, yaitu: Skala Komitmen Karier yang dimodifikasi dari Career Commitment Scale yang ditulis oleh Carson dan Bedeian (1994), Skala Pemberdayaan Psikologis yang dimodifikasi dari Psychological Empowerment Scale yang ditulis oleh Spreitzer (1995), dan Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja yang dimodifikasi dari Coworker Support Scale yang digunakan dalam penelitian Lane (2004).

Sebaran aitem pada Skala Komitmen Karier, Skala Pemberdayaan Psikologis, dan Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(3)

Tabel 4.1

Sebaran Aitem Skala Komitmen Karier Aspek No.Aitem Jumlah Bobot

Favorable Unfavorable Career- identity 1,2,3,4,5 ,6,7,10 8,9 10 40% Career-Resilience 14,15 11,12,13 16,17 7 28% Career Planning 19,22,23 24,25 18,2021 8 32% Jumlah 15 10 25 100% Tabel 4.2

Sebaran Aitem Skala Pemberdayaan Psikologis Aspek No.Aitem Jumlah Bobot

Favorable Unfavorable Meaning 26,28,37, 38 27,29 6 24% Competence 30,31,33, 34,36 32,35 7 28% Self-Determination 39,40,42, 43 41,44 6 24% Impact 45,46,47, 48,50 49 6 24% Jumlah 18 7 25 100% Tabel 4.3

Sebaran Aitem Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja

Aspek No.Aitem Jumlah Bobot

Favorable Unfavorable Dukungan Emosional 53,54,55,57, 58,59,60,63 51,52,56,61,62 13 52% Dukungan Instrumental 64,65,66,70, 71,75 67,68,69,72,73,74 12 48% Jumlah 14 11 25 100%

(4)

Berdasarkan Tabel 4.1, Tabel 4.2, dan Tabel 4.3 di atas, terdapat dua jenis aitem yaitu aitem favorable dan unfavorable. Masing-masing aitem memiliki empat alternatif jawaban yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Mengenai bobot masing-masing aitem, untuk aitem favorable memiliki nilai: SS=4, S=3, TS=2, dan STS=1. Sedangkan aitem unfavorable memiliki nilai: SS=1, S=2, TS=3, STS=4. Semakin tinggi skor total Komitmen Karier, Pemberdayaan Psikologis, dan Dukungan Sosial Rekan Kerja, maka semakin tinggi tingkat Komitmen Karier, Pemberdayaan Psikologis, dan Dukungan Sosial Rekan Kerja partisipan tersebut.

Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ada tidaknya pengaruh Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja secara bersamaan terhadap Komitmen Karier, maka setelah didapat total skor pada ketiga variabel tersebut selanjutnya dilakukan uji regresi linier berganda.

3. Perijinan

Penulis menemui kepala sekolah SMA Theresiana, SMA Muhammadiyah, SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, SMA Kristen Satya Wacana dengan membawa surat ijin penelitian dan menentukan waktu penelitian. Selain mendapat ijin penelitian, penulis memperoleh informasi jumlah guru dari masing-masing sekolah yang akan menjadi partisipan penelitian sebagai berikut: a) SMA Theresiana: 18 orang guru.

b) SMA Muhammadiyah: 25 orang guru. c) SMA Kristen 1: 38 orang guru.

d) SMA Kristen 2: 18 orang guru.

(5)

C. PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Uji Coba Alat ukur

Setelah mendapat ijin penelitian dari kepala sekolah masing-masing SMA, penulis melakukan uji coba (tryout) terhadap alat ukur penelitian dengan menyebar Skala yang berisi Skala Komitmen Karier, Skala Pemberdayaan Psikologis, dan Skala Dukungan Sosal Rekan Kerja. Tempat uji coba alat ukur penelitian adalah SMA Theresiana dan SMA Muhammadiyah. Berikut ini adalah laporan pelaksanaan uji coba alat ukur:

Tabel 4.4

Pelaksanaan Uji Coba Alat Ukur

Lokasi Waktu

Lembar Isian (Skala) yang

Diperoleh SMA Theresiana 13 Maret-6 April 2013 12 SMA Muhammadiyah 14-29 Maret 2013 23

Setelah Skala uji coba terkumpul, penulis memberi skor untuk setiap jawaban pada masing-masing aitem kemudian mengolah skor tersebut menggunakan program SPSS, termasuk melakukan seleksi aitem dan menghitung reliabilitas masing-masing Skala. Data mentah uji coba alat ukur secara lengkap dapat dilihat di Lampiran D.1-D.3.

Sedangkan tabel corrected item-total correlations untuk seleksi aitem dapat dilihat di Lampiran F.1-F.3 Berikut ini adalah sebaran aitem hasil uji coba alat ukur:

(6)

Tabel 4.5

Sebaran Aitem Uji Coba Skala Komitmen Karier

Aspek No.Aitem Jumlah Aitem

Terpakai Favorable Unfavorable Career identity 1,2,3*,4,5,6,7,10 8,9 9 Career-Resilience 14,15 11,12,13* 16,17 6 Career Planning 19,22,23, 24,25 18,20,21 8 Jumlah 14 9 23 Reliabilitas 0.92

*) aitem gugur, dengan nilai corrected item-total correlations < 0.25 (Azwar, 1999).

Tabel 4.6

Sebaran Aitem Uji Coba Skala Pemberdayaan Psikologis

Aspek No.Aitem Jumlah Aitem

Terpakai Favorable Unfavorable Meaning 26,28,37,38 27,29 6 Competence 30*,31,33,34,36 32*,35 5 Self-Determination 39,40*,42*,43 41,44 4 Impact 45,46,47,48,50* 49 5 Jumlah 14 6 20 Reliabilitas 0.65

*) aitem gugur, dengan nilai corrected item-total correlations < 0.25 (Azwar, 1999).

Tabel 4.7

Sebaran Aitem Uji Coba Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja

Aspek No.Aitem Jumlah Aitem

Terpakai Favorable Unfavorable Dukungan Emosional 53,54,55,57,58,59, 60,63 51,52,56,61, 62 13 Dukungan Instrumental 64,65,66,70,71,75 67,68,69,72 *,73,74 11 Jumlah 14 10 24 Reliabilitas 0.92

(7)

Setelah melakukan uji coba alat ukur dan mendapati beberapa aitem yang tidak layak dipakai, maka penulis melakukan perbaikan terhadap aitem-aitem yang gugur. Detail perbaikan terhadap aitem gugur dapat dilihat di Lampiran E.

2. Pengambilan Data Penelitian

Setelah melakukan perbaikan terhadap beberapa aitem seperti di atas, penulis melakukan pengambilan data penelitian dengan menyebar Skala kepada partisipan penelitian yaitu seluruh guru yang bekerja di SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, dan SMA Kristen satya Wacana. Berikut ini adalah rincian pelaksanaan pengambilan data penelitian:

Tabel 4.8

Pelaksanaan Pengambilan Data Penelitian

Lokasi Waktu

Lembar Isian (Skala) yang

Diperoleh

SMA Kristen 1 17 April-8 Mei 2013 28

SMA Kristen 2 24-29 April 2013 16

SMA Kristen Satya Wacana 24 April-13 Mei 2013 16

Jumlah 60

Berdasarkan jumlah guru yang bekerja di SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, dan SMA Kristen Satya Wacana, maka seharusnya lembar isian (Skala) yang diperoleh adalah 95 buah. Akan tetapi, pada kenyataannya lembar isian (Skala) yang dikembalikan kepada penulis hanya 61 buah. Lembar isian (Skala) sebanyak 61 buah tersebut tidak semuanya dapat dipakai karena terdapat 1 buah yang tidak terisi sempurna.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa partisipan dalam penelitian ini yang mengisi lembar isian (Skala) dengan sempurna berjumlah 60 orang guru dari tiga SMA (SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, SMA Kristen Satya Wacana). Selanjutnya penulis melakukan olah data terhadap 60 lembar isian (Skala) tersebut

(8)

menggunakan bantuan program SPSS 16. Data mentah yang diperoleh dari Skala penelitian dapat dilihat di Lampiran C.4-C.6.

D. UJI KELAYAKAN ALAT UKUR 1. Seleksi Aitem

Seleksi aitem dilakukan dengan bantuan program SPSS 16. Dasar untuk mengambil keputusan sebuah aitem layak atau tidak adalah dengan melihat nilai corrected item-total correlations untuk setiap aitem, dalam hal ini nilai corrected item-total correlations harus lebih dari sama dengan 0.25 (Azwar, 1999). Tabel corrected item-total correlations untuk semua aitem secara lengkap dapat dilihat di Lampiran F.4-F.6. Berikut ini adalah sebaran aitem setelah melalui proses seleksi aitem:

Tabel 4.9

Sebaran Aitem Skala Komitmen Karier

Aspek No.Aitem Jumlah Aitem

Terpakai Favorable Unfavorable Career identity 1,2,3,4, 5,6*,7,10* 8,9* 7 Career-Resilience 14,15 11*,12,13 16,17 6 Career Planning 19,22,23, 24,25 18,20 21 8 Jumlah 13 8 21

*) aitem gugur, dengan nilai corrected item-total correlations < 0.25 (Azwar, 1999).

(9)

Tabel 4.10

Sebaran Aitem Skala Pemberdayaan Psikologis

Aspek No.Aitem Jumlah Aitem

Terpakai Favorable Unfavorable Meaning 26,28,37,38 27,29 6 Competence 30,31,33,34, 36 32,35* 6 Self-Determination 39,40,42,43 41,44 6 Impact 45,46,47,48, 50* 49 5 Jumlah 17 16 23

*) aitem gugur, dengan nilai corrected item-total correlations < 0.25 (Azwar, 1999).

Tabel 4.11

Sebaran Aitem Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja

Aspek No.Aitem Jumlah Aitem

Terpakai Favorable Unfavorable Dukungan Emosional 53,54,55,57, 58,59,60,63 51,52,56,61,62 13 Dukungan Instrumental 64,65,66,70, 71,75 67,68,69,72,73, 74 12 Jumlah 14 11 25

*) aitem gugur, dengan nilai corrected item-total correlations < 0.25 (Azwar, 1999).

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas tes adalah proporsi variabilitas skor tes yang disebabkan oleh perbedaan yang sebenarnya di antara individu. Sedangkan ketidakreliabelan adalah proporsi variabilitas skor tes yang disebabkan oleh eror pengukuran (Azwar, 1999).

Azwar (1999b) menjelaskan bahwa reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang dari 0 – 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1, semakin tinggi reliabilitas alat tes tersebut. Reliabilitas tes yang

(10)

digunakan dalam penelitian ini adalah konsistensi internal dengan uji cronbach alpha yang dihitung dengan bantuan program SPSS. Berikut adalah tabel SPSS untuk uji reliabilitas:

Tabel 4.12

Reliabilitas Skala Komitmen Karier

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients 21 items

Alpha = .8627 Standardized item alpha = .8772 Berdasarkan Tabel 4.12, koefisien Cronbach Alpha adalah 0.86 (mendekati 1) sehingga dapat dikatakan bahwa Skala Komitmen Karier dalam penelitian ini reliabel.

Tabel 4.13

Reliabilitas Skala Pemberdayaan Psikologis

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients 23 items

Alpha = .9032 Standardized item alpha = .9116 Berdasarkan Tabel 4.13, koefisien Cronbach Alpha adalah 0.90 (mendekati 1) sehingga dapat dikatakan bahwa Skala Pemberdayaan Psikologis dalam penelitian ini reliabel.

Tabel 4.14

Reliabilitas Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Reliability Coefficients 25 items

Alpha = .9161 Standardized item alpha = .9198 Berdasarkan Tabel 4.14, koefisien Cronbach Alpha adalah 0.92 (mendekati 1) sehingga dapat dikatakan bahwa Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja dalam penelitian ini reliabel.

E. DESKRIPSI HASIL PENGUKURAN VARIABEL PENELITIAN Hasil perhitungan statistik penelitian ini menghasilkan deskripsi (mean, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, dan sebagainya) untuk masing-masing Skala. Statistik deskriptif untuk

(11)

masing-masing Skala secara lengkap dapat dilihat di Lampiran G.1-G.3.

Selanjutnya, untuk mengukur kategori skor dan menentukan interval tingkat Komitmen Karier, Pemberdayaan Psikologis, dan Dukungan Sosial Rekan Kerja, digunakan rumus:

Berikut ini adalah kategori beserta interval untuk masing-masing Skala:

Tabel 4.15

Kategori Skala Komitmen Karier

Kategori Interval Partisipan

F %

Rendah 51.9  x < 62.6 25 41.67% Sedang 62.6  x < 73.3 30 50%

Tinggi 73.3  x  84 5 8.33%

Mean: 64.57; Nilai maksimum: 84; Nilai minimum: 52

Tabel 4.16

Kategori Skala Pemberdayaan Psikologis

Kategori Interval Partisipan

F %

Rendah 58.9  x < 68.6 22 36.67% Sedang 68.6  x < 78.3 27 45%

Tinggi 78.3  x  88 11 18.33%

Mean: 72.20; Nilai maksimum: 88; Nilai minimum: 59

Tabel 4.17

Kategori Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja

Kategori Interval Partisipan

F %

Sedang 63  x < 75 20 33.33%

Tinggi 75  x < 87 34 56.67%

Sangat tinggi 87  x  99 6 10%

Mean: 78.33; Nilai maksimum: 99; Nilai minimum: 63 i = skor maks - skor min

(12)

E. ANALISA DATA 1. Uji Asumsi

Sebelum melakukan uji regresi linier berganda untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja secara bersamaan terhadap Komitmen Karier, maka harus dilakukan serangkaian uji asumsi sebagai syarat untuk melakukan uji regresi linier berganda.

a) Uji Normalitas

Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan melalui uji Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS 16. Melalui uji tersebut dapat diketahui apakah suatu populasi berdistribusi normal atau tidak. Suatu populasi dikatakan memiliki distribusi normal apabila nilai-p pada uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0.05.

Tabel 4.18

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Standardized Residual

N 60

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation .98290472 Most Extreme Differences Absolute .083

Positive .052

Negative -.083

Kolmogorov-Smirnov Z .646

Asymp. Sig. (2-tailed) .798

a. Test distribution is Normal.

Normal Q-Q Plot of Standardized Residual

Observed Value 3 2 1 0 -1 -2 -3 E xp ect ed N or m al V al ue 3 2 1 0 -1 -2 -3

(13)

Berdasarkan tabel 4.18, nilai-p adalah 0.798 (>0.05) sehingga dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. b) Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas adalah keadaan di mana hubungan antara variabel-variabel bebas cukup kuat. Apabila terjadi multikolinearitas, maka variabel yang mempunyai korelasi yang multikolinear dapat dihilangkan (Sulistyo, 2010). Uji multikolinearitas dapat dilakukan melalui uji regresi dengan bantuan program SPSS, dengan melihat nilai patokan VIF dan koefisien korelasi antar variabel bebas (Sulistyo, 2010). Berdasarkan tabel 4.19, nilai VIF untuk kedua variabel bebas adalah 1,205 (memiliki toleransi mendekati 1 dan tidak lebih besar dari 5), demikian pula dengan nilai tolerance, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antar variabel bebas sehingga dapat dilakukan uji regresi linier berganda. Tabel 4.19 Multikolinearitas Coeffi cientsa .830 1.205 .830 1.205 Pemberday aan Psikologis Dukungan Sosial Rekan Kerja Model 1 Tolerance VI F Collinearity St atist ics

Dependent Variable: Komitmen Karier a.

c) Linearitas

Dapat di cek dengan melihat residual scatterplot sebagai bagian dari perhitungan regresi berganda menggunakan program SPSS. Residual scatterplot harus menunjukkan garis lurus sebagai indikator bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat bersifat linier (Pallant, 2007).

(14)

Gambar 4.1

Residual Scatterplot X1-Y

Gambar 4.2

Rasidual Scatterplot X2-Y

Berdasarkan kedua Residual scatterplot di atas, terlihat bahwa terdapat garis lurus (arah positif) yang menandakan bahwa pengaruh Pemberdayaan Psikologis terhadap Komitmen Karier dan pengaruh Dukungan Sosial Rekan Kerja terhadap Komitmen Karier bersifat linier.

d) Uji Heteroskedastisitas

Dalam regresi, heteroskedastisitas terjadi bila varian error tidak konstan untuk beberapa nilai x. Apabila titik-titik dalam grafik scatterplot menyebar dan tidak membentuk pola

(15)

tertentu maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas (Sulistyo, 2010).

Gambar 4.3 Grafik Scatterplot

Scatterplot

Dependent Variable: Komitmen Karier

Regression Standardized Predicted Value

3 2 1 0 -1 -2 -3 R e g re ss io n S ta n d a rd iz e d R e si d u a l 3 2 1 0 -1 -2 -3

Berdasarkan grafik scatterplot di atas tampak bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas. e) Uji Autokorelasi

Autokorelasi terjadi dalam regresi jika terjadi hubungan antara variabel-variabel bebas itu sendiri atau berkorelasi sendiri. Autokorelasi dapat dicek dengan pengujian Durbin-Watson pada program SPSS. Autokorelasi tidak terjadi bila nilai d=2, positif terjadi jika d mendekati nol, dan negatif terjadi bila nilai d mendekati 4 (Sulistyo, 2010).

Tabel 4.20 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .601a .361 .338 5.400 1.410

a. Predictors: (Constant), Dukungan Sosial Rekan Kerja, Pemberdayaan Psikologis

(16)

Nilai Durbin-Watson pada tabel Model Summary di atas adalah 1,410 (mendekati 2), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

2. Uji Regresi Linier Berganda

Teknik analisa atau uji hipotesis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 16 untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja secara bersamaan terhadap Komitmen Karier pada guru SMA swasta umum binaan Disdikpora kota Salatiga.

Berdasarkan tabel 4.21 (Tabel Anova) di bawah, terlihat nilai-p mendekat nol yaitu sebesar 0.000 (< 0.05), maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda tersebut signifikan. Selain itu, nilai F = 16.094 dan niai-p = 0.000 (<0.05) pada tabel Anova memperkuat interpretasi bahwa hubungan X1 (Pemberdayaan Psikologis), X2 (Dukungan Sosial Rekan Kerja), dan Y (Komitmen Karier) adalah signifikan.

Tabel 4.21

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 938.623 2 469.311 16.094 .000a

Residual 1662.111 57 29.160

Total 2600.733 59

a. Predictors: (Constant), Dukungan Sosial Rekan Kerja, Pemberdayaan Psikologis

b. Dependent Variable: Komitmen Karier

Sejalan dengan kesimpulan tersebut, pada tabel 4.22 (Tabel Model Summary) di bawah memuat nilai Standard Error of the Estimate (SEE) sebesar 5,400. Nilai ini berfungsi untuk menentukan apakah model regresi telah berfungsi dengan baik atau belum (Martono, 2010). Nilai SEE sebesar 5,400 tersebut ternyata lebih kecil dari nilai simpangan baku variabel terikat yaitu 6,639.

(17)

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa model regresi ini dapat digunakan sebagai prediktor Komitmen Karier.

Tabel 4.22 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .601a .361 .338 5.400 1.410

a. Predictors: (Constant), Dukungan Sosial Rekan Kerja, Pemberdayaan Psikologis

b. Dependent Variable: Komitmen Karier

Nilai R kuadrat pada tabel 4.22 (Tabel Model Summary) di atas adalah 0.361. Hal ini berarti bahwa model dapat menjelaskan 36.1 % seluruh variasi dalam data sedangkan sisanya 63.9 % tidak dapat dijelaskan oleh model regresi tersebut.

Berkaitan dengan model regresi linier berganda yang berlaku dalam peelitian ini, rumus persamaan garis yang digunakan adalah Y = a + b1X1 + b2X2. Mengacu pada tabel 4.23 (Tabel

Coefficients) di bawah, nilai Beta (constant) adalah 20,161, nilai Beta Pemberdayaan Psikologis adalah 0,031, dan nilai Beta Dukungan Sosial Rekan Kerja adalah 0,538. Berdasarkan nilai Beta tersebut maka model regresi yang berlaku dalam penelitian ini adalah Y = 20,161 + 0,031 X1 + 0,538 X2. Tabel 4.23 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 20.161 8.850 2.278 .026 Pemberdayaan Psikologis .031 .110 .033 .288 .775

Dukungan Sosial Rekan Kerja .538 .107 .586 5.044 .000

a. Dependent Variable: Komitmen Karier

Meskipun demikian, tabel 4.23 (Tabel Coefficients) di atas juga memberi informasi bahwa apabila variabel X1 dan X2 diuji secara terpisah, ternyata variabel X1 (Pemberdayaan Psikologis)

(18)

tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y (Komitmen Karier). Hal ini disebabkan karena nilai-p variabel X1 (Pemberdayaan Psikologis) adalah 0.775 (> 0.05). Sebaliknya, variabel X2 (Dukungan Sosial Rekan Kerja) memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y (Komitmen Karier) dengan nilai-p 0.000 (< 0.05).

F. PEMBAHASAN

Berdasarkan uji regresi linier berganda, pada Tabel 4.21 (Tabel Anova) di atas diperoleh nilai-p mendekati 0 (nol) yaitu 0.000 (lebih kecil dari tingkat signifikansi 5%), dan pada Tabel 4.22 (Tabel Model Summary) diperoleh nilai Standard Error of the Estimate (SEE) sebesar 5,400 (lebih kecil dari nilai simpangan baku variabel terikat yaitu 6,639). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa model regresi ini dapat digunakan sebagai prediktor Komitmen Karier. Dengan demikian hasil penelititan ini menerima H1 dan menolak H0, yang

memiliki arti bahwa Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Komitmen Karier. Dengan kata lain Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja dapat dijadikan sebagai prediktor Komitmen Karier.

Ada beberapa kemungkinan terjadinya pengaruh Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja secara bersamaam terhadap Komitmen Karier guru:

Pertama, Guru yang merasa dirinya menguasai nilai dan tujuan profesi (Pemberdayaan Psikologis) secara „simultan‟ mendapat penguatan yang bersifat „kongruen‟ berupa kondisi rekan kerja yang saling berbagi nilai dan tujuan profesi (Dukungan Sosial Rekan Kerja) sehingga guru tersebut mengambil keputusan untuk berperilaku selaras dengan makna dan tujuan profesi. Perilaku guru yang selaras dengan makna dan tujuan profesi tersebut merupakan wujud Komitmen Karier. Argumen penulis mengenai kemungkinan pertama ini

(19)

berlandaskan pada teori career motivation London (1983) yang menjelaskan bahwa interaksi antara individual characteristics dan situational characteristics dapat berpengaruh terhadap career decision and behavior. Dalam hal ini Pemberdayaan Psikologis merupakan individual characteristics, Dukungan Sosial Rekan Kerja merupakan situational characteristics, dan Komitmen Karier merupakan bentuk career decision and behavior.

Kedua, Guru yang merasa dirinya menguasai kompetensi dan skill dalam profesi guru (Pemberdayaan Psikologis) secara „simultan‟ mendapat penguatan yang bersifat „kongruen‟ berupa kondisi rekan kerja yang saling berbagi ide dan saling membantu dalam bekerja (Dukungan Sosial Rekan Kerja) sehingga guru tersebut mengambil keputusan untuk bertahan dalam karier dan meningkatkan performa sebagai guru. Keputusan guru untuk bertahan dalam karier dan meningkatkan performa sebagai guru merupakan wujud Komitmen Karier. Argumen penulis mengenai kemungkinan kedua ini berlandaskan pada teori career motivation London (1983) yang menjelaskan bahwa interaksi antara individual characteristics dan situational characteristics dapat berpengaruh terhadap career decision and behavior. Dalam hal ini Pemberdayaan Psikologis merupakan individual characteristics, Dukungan Sosial Rekan Kerja merupakan situational characteristics, dan Komitmen Karier merupakan bentuk career decision and behavior.

Argumen penulis mengenai kemungkinan pertama dan kedua di atas selalu menekankan bahwa interaksi antara Pemberdayaan Psikologis dan Dukungan Sosial Rekan Kerja harus bersifat „simultan dan kongruen‟ sehingga dapat berpengaruh terhadap Komitmen Karier. Hal ini didasarkan pada „model interaktif‟ teori career motivation London (1983) yang dipakai oleh Carson dan Bedeian (1994) untuk menjelaskan konsep Komitmen Karier. Dalam model interaktif tersebut, pengaruh interaksi individual characteristics (Pemberdayaan Psikologis) dan situational characteristics (Dukungan Sosial Rekan

(20)

Kerja) terhadap career decision and behavior (Komitmen Karier) terjadi dengan syarat:

“Career decisions and behaviors (keputusan dan perilaku terkait karier) yang terjadi akan semakin tampak efektif jika interaksi antara

individual characteristics dan situational characteristics semakin

kongruen” (London, 1983).

Selanjutnya, pada penelitian ini juga ditemukan hasil bahwa Pemberdayaan Psikologis secara terpisah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Komitmen Karier. Hal ini ditandai dengan nilai-p variabel X1 (Pemberdayaan Psikologis) yang lebih besar dari taraf signifikansi 5 %, yaitu 0.775. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Bogler dan Somech (2002) yang membuktikan bahwa tidak semua dimensi Pemberdayaan Psikologis bepengaruh terhadap Komitmen Karier guru.

Terdapat asumsi tentang kemungkinan mengapa Pemberdayaan Psikologis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Komitmen Karier, yaitu: guru memiliki pandangan bahwa keyakinan dan penguasaan diri terhadap profesi adalah hal yang penting, tapi pandangan tersebut tidak merefleksikan keadaan riil tentang diri guru tersebut. Pandangan tersebut tidak termasuk dalam identitas diri guru. Oleh karena keyakinan dan penguasaan diri terhadap seluruh aspek profesi (Pemberdayaan Psikologis) tersebut tidak meresap dalam identitas diri guru, maka individual characteristics (Pemberdayaan Psikologis) tesebut tidak mampu mempengaruhi guru untuk mengambil keputusan dan berperilaku konsisten dengan hakekat profesi serta searah dengan pertumbuhan karier sebagai guru (Komitmen Karier). Asumsi tersebut berlandaskan pada teori career motivation London (1983) yang menjelaskan bahwa individual characteristics dapat berpengaruh langsung terhadap career decision and behavior, dengan syarat:

(21)

“Pengaruh Individual characteristics terhadap decisions and bevaiors semakin kuat jika individual characteristic semakin stabil dan terintegrasi dalam konsep diri (self consept) individu”.

Selain memperoleh hasil tentang pengaruh Pemberdayaan Psikologis terhadap Komitmen Karier, penulis melalui penelitian ini menemukan bahwa Dukungan Sosial Rekan Kerja memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap Komitmen Karier nilai-p 0.000 (lebih kecil

dari 0.05). Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Singh dan Billingsley (1998), Berry (2012) yang mengindikasikan adanya pengaruh positif signifikan Dukungan Sosial Rekan Kerja terhadap Komitmen Karier. Hasil penelitian Chuan juga mengindikasikan adanya pengaruh positif signifikan Dukungan Sosial Rekan Kerja terhadap Komitmen Karier guru (r = 0.51; p<0.05; R2 = 0.345%, p<0.00). Hal ini berarti bahwa Dukungan Kolega merupakan prediktor yang signifikan untuk Komitmen Karier guru. Dalam hal ini Dukungan Karier mampu menjelaskan 34.5% variansi dalam Komitmen Karier (Sumber: web 1).

Ada asumsi untuk menjelaskan kemungkinan terjadinya pengaruh Dukungan Sosial Rekan Kerja terhadap Komitmen Karier guru, yaitu: jika relasi antar guru sangat erat dan kompak, maka saran dan segala jenis bantuan lain dari sesama guru yang selaras dengan hakekat profesi dan bertujuan untuk perkembangan diri guru akan diterima dengan baik oleh guru yang bersangkutan. Pada akhirnya saran/bantuan tersebut akan dimaknai oleh guru yang bersangkutan sebagai sesuatu yang baik untuk dituruti, sehingga guru tersebut mengambil keputusan dan berperilaku sejalan dengan saran/bantuan tersebut, yaitu berperilaku konsisten dengan hakekat profesi dan

perkembangan karier sebagai guru (Komitmen Karier). Asumsi

tersebut berlandaskan pada teori career motivation London (1983) yang menjelaskan bahwa situational characteristics berpengaruh

(22)

“Pengaruh Situational characteristics terhadap decisions and

behaviors semakin kuat jika situasional characteristics memiliki

kontrol yang kuat dan membatasi kemungkinan decisions and

behaviors.” Sebagai contoh, semakin kuat kohesifitas tim, maka

pengaruh sosial semakin dimungkinkan berpengaruh terhadap

(23)

Gambar

Gambar 4.3  Grafik Scatterplot
Tabel 4.22  Model Summary b Model  R  R Square  Adjusted R Square  Std. Error of

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji organoleptik terhadap emping jagung goreng (Tabel 3), menunjukkan bahwa penilaian warna emping jagung varietas Bisi-16 dengan proses cara I, warna

(1) Wajib Pajak atau Penanggung Pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan SPTPD yang telah di sampaikan, dengan menyampaikan surat pernyataan tertulis kepada

Bagi BNI Syariah dapat memberikan motivasi dalam meningkatkan nasabah, terutama nasabah pembiayaan gadai emas (Rahn) yang secara otomatis akan meningkatkan

Hot Rolled Asphalt (HRA) - merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang, filler dan aspal keras dengan perbandingan tertentu,

Menindaklanjuti kondisi sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran Pengantar Ekonomi dan Bisnis sehingga upaya mencapai kompetensi siswa sesuai dengan profil kemampuan

Suawardi Endraswara (2005:5) membuat definisi bahwa, “penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tidak menyertakan angka-angka, tetapi mengutarakan kedalaman

mengakses sumber-sumber dan bahan-bahan pembelajaran tersebut. Kondisi seperti ini diharapkan dapat menjamin pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Portal

Pembelajaran Tematik mampu membantu siswa dalam mengembangkan Kompetensi Dasar (KD) dari beberapa mata pelajaran yang memiliki tema yang sama serta dapat.. mengaitkan materi