43
BAB IV
IMPLEMENTASI SMS GATEWAY DI KOPERASI PEMUDA BUANA (KOPENA) PEKALONGAN
A. Analisis implementasi SMS Gateway di Koperasi Pemuda Buana (KOPENA) Pekalongan
KOPENA menggunakan perangkat teknologi untuk meningkatkan kualitas layanannya, yaitu dengan media SMS sebagai suatu layanan informasi untuk nasabahnya yang disebut dengan SMS gateway. SMS gateway di KOPENA adalah layanan SMS online untuk nasabahnya yang berisi informasi saldo akhir beserta transaksi yang dilakukan baik penambahan atau pengurangan tabungan per tanggal tertentu dengan ketentuan berlaku. Dari wawancara dengan nasabah semua nasabah mejawab bahwa SMS gateway adalah SMS dari KOPENA yang isinya informasi saldo akhir.
SMS gateway mulai diterapkan di KOPENA pada bulan Mei tahun 2014. Pada saat itu KOPENA hanya bisa mengirimkan SMS gateway ke nomor Indosat saja belum bisa mengirimkan SMS gateway ke nomor kartu operator lainnya. Nasabah dianjurkan menggunakan nomor Indosat yang didaftarkan untuk layanan SMS gateway dengan membagikan kartu perdana Indosat kepada nasabahnya. Setelah itu, pengembangan SMS gateway bisa mengirimkan SMS ke semua operator yaitu pada saat pencairan tabungan sariya pada tanggal 07 Juni 2014.
44
Proses registrasi SMS gateway sendiri yaitu dimulai dari pendaftaran tabungan atau pembiayaan baik nasabah datang sendiri atau melalui marketing akan dimintai nomor handphone dengan mengisi fomulir kesediaan layanan informasi online. Kemudian CSO mendaftarkan SMS gateway dengan menginput data nasabah meliputi nomor handphone nasabah, data CIB (Customer Information Base), dan nomor rekening sukarela nasabah.1 Sedangkan dari nasabah umumnya hanya mengetahui bahwa untuk mendaftar SMS gateway dengan menyerahkan nomor handphone yang akan digunakan. Apabila nomor nasabah yang didaftarkan akan diubah maka harus mengisi formulir penggantian yang ditembuskan ke bagian IT kantor KOPENA pusat. Hal ini berkaitan dengan wewenang yang bisa mendaftarkan ulang nasabah yang sama dengan nomor yang berbeda adalah tenaga IT KOPENA pusat.
SMS gateway di KOPENA menggunakan perangkat softwere Java, dengan proses kerja mulai dari Teller menjurnal dengan Data Base nasabah lalu sistem membaca jurnal yang belum dikirim dengan aplikasi Java kemudian dikirimkan ke nasabah dalam bentuk SMS dengan jaringan VPN. VPN adalah jaringan khusus KOPENA untuk SMS gateway yang dipesan dari Telkom dengan nomor yang ditentukan.2
Manajemen SMS gateway KOPENA dilakukan oleh bagian IT dengan fasilitas sistem online yang sudah ada, dikembangkan oleh tenaga ahli yang
1
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Susi Sustiyowati, S. kom selaku
Customer Service Officer (CSO) di KOPENA Cabang Kedungwuni. Senin, 02 Maret 2015 pukul
13.40 WIB
2
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Muhammad Andi Faisol, S. kom selaku Staff IT di KOPENA Pekalongan. Selasa, 03 November 2015 pukul 14.30 WIB
45
menghasilkan layanan informasi online untuk nasabahnya. Dimana bagian IT yang memproses semuanya tanpa adanya buku panduan yang dibuat, hanya berpatokan dengan sistem yang ada.
Penerapan SMS gateway di KOPENA dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan nasabah, sebagai bentuk jaminan keamanan untuk nasabah dalam arti nasabah juga mengetahui bahwa dananya benar disetorkan ke kantor, dan sebagai pengendalian operasional koperasi3 oleh devisi pengawasan kantor pusat. Bagi KOPENA penerpan SMS gateway sangat berguna sebagai media selain untuk meningkatkan kepercayaan nasabah juga memberikan manfaat sebagai salah satu faktor yang membuat nasabah tetap loyal kepada KOPENA, karena nasabah menyambut dengan senang hati dan baik dengan adanya SMS gateway di KOPENA. Nasabah umumnya menjawab adanya SMS gateway nasabah di untungkan yaitu bisa mengetahui bahwa uang mereka sudah masuk ke rekening nasabah masing-masing, dan nasabah mendapat informasi saldo akhir setiap transaksi.
Dalam penerapan SMS gateway ini KOPENA tidak membebankan biaya apapun kepada nasabahnya. Sumber pendanaan SMS gateway berasal dari dana KOPENA yaitu dana yang dikhususkan untuk fasilitas IT, yang meliputi berbagai hal seperti pengadaan alat teknologi komputer, dana operasional yaitu pembayaran akses internet, pulsa operator, dan lain sebagainya. Menurut nasabah, jika nasabah mendapat atau menerima SMS
3Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Rizki Ira Rahmawati, SE selaku Kabag
46
gateway tidak ada biayanya karena saldo akhir nasabah sesuai yang tertulis di
buku tabungan dan tidak berkurang dengan keterangan biaya administrasi. SMS gateway diterapkan untuk seluruh nasabah tanpa terkecuali, baik itu nasabah simpanan maupun nasabah pembiayaan. Hanya saja tidak semua nasabah mendapatkan SMS gateway, karena ketentuan yang mendapatkan SMS gateway yaitu nasabah yang menabung dengan nominal transaksi minimal Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) setiap transaksi. Sedangkan sistem SMS gateway melalui nomor rekening SUKARELA, dimana semua rekening produk simpanan dan rekening produk pembiayaan menginduk pada satu nomor rekening yaitu rekening SUKARELA yang didaftarkan SMS
gateway .
Gambar 4
Skema operasioanal SMS gateway di KOPENA Pekalongan4
Dari skema di atas menggambarkan tahapan SMS Gateway sampai kepada nasabah Kopena, yaitu dimulai dari nasabah melakukan transaksi menabung, pengambilan tabungan, atau pada hari waktu pembayaran angsuran pembiayaan bagi nasabah yang mempunyai tanggungan pembiayaan . Setelah itu, setiap akhir hari kerja marketing menginput transaksi yang dilakukan hari
4
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Susi Sustiyowati, S. kom selaku
Customer Service Officer (CSO) di KOPENA Cabang Kedungwuni. Senin, 02 Maret 2015 pukul
13.45 WIB IT Kantor Pusat Marketing Nasabah SMS gateway Operator GSM Teller
47
itu di kantor cabang masing-masing lalu setelah teller setor HT yang terprogram sampai ke bagian IT kantor KOPENA pusat akan diteruskan kepada nasabah,5 dengan operator yang digunakan KOPENA yaitu operator Indosat dan sampai ke nasabah berupa SMS gateway. Sistem SMS gateway di KOPENA masih baru diterapkan, sehingga pesan yang sampai ke nasabah masih berupa nomor belum berupa server KOPENA. Terlihat pada gambar berikut di bawah ini
Gambar 5
Contoh SMS gateway yang diterima nasabah KOPENA
Dari gambar di atas, menunjukkan bahwa SMS gateway KOPENA belum berupa server KOPENA dikarenakan fasilitas SMS gateway yang ada
5
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Susi Sustiyowati,S.kom Selaku
Customer Service Officer (CSO) di Kopena Cabang Kedungwuni. Senin 04 Mei 2015 pukul
48
sekarang ini berbeda dengan yang di online karena SMS gateway adalah bentuk pengembangan dari sistem yang sudah ada oleh tim IT jadi yang diterima nasabah masih berupa nomor belum atas nama KOPENA, tetapi nomor itu tidak bisa di SMS balik karena nomor SMS gateway KOPENA khusus untuk mengirim SMS saja tidak untuk menerima pesan. Hal ini sebagai upaya jaminan keamanan dari KOPENA atas penerapan SMS gateway agar tidak disalah gunakan nasabah untuk membalas ke nomor SMS gateway KOPENA, karena konsep penerapan SMS gateway itu hanya untuk pemberitahuan saja. Dilain sisi, nasabah yang pernah mencoba membalas SMS ke nomor SMS gateway KOPENA tidak bisa terkirim atau gagal tetapi ada pula nasabah yang tidak pernah mengirim pesan balik ke nomor tersebut.
B. Analisis Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi SMS Gateway di Koperas Pemuda Buana (KOPENA) Pekalongan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi operasional penerapan SMS
gateway di KOPENA, baik dari faktor yang mendukung maupun faktor yang
meghambat.
1. Faktor- faktor pendukung penerapan SMS gateway:
a) Tersedianya fasilitas teknologi informasi (IT) yang memadahi
Fasilitas IT yang di gunakan dalam operasional SMS gateway adalah perangkat komputer lengkap, modem, handphone, dan lain sebagainya. b) Sumber daya manusia yang ahli dibidangnya
49
Meliputi tenaga IT dan dari marketing, yaitu tenaga IT yang kompeten dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi, dan tenaga marketing yang sudah berpengalaman dilapangan.
2. Faktor penghambat penerapan SMS gateway:
Kurangnya pemahaman masyarakat atau nasabah mengenai penerapan SMS gateway, respon nasabah yang merasa puas dengan layanan yang diberikan dan sudah percaya penuh sehingga menganggap SMS gateway tidak terlalu penting.
Begitu pula nasabah yang tidak mendapatkan SMS gateway yaitu nasabah yang menabung di bawah Rp 50.000,- menganggap SMS gateway tidak terlalu penting atau biasa saja, karena yang terpenting adalah uang nasabah sudah masuk dan dicatat masuk ke rekening nasabah. Selain itu, nasabah tidak terlalu khawatir karena uang yang ditabung bukan nominal yang banyak, dan kebanyakan dari nasabah ini tidak terlalu tertarik dengan SMS
gateway disebabkan keterbatasan kemampuan menabung nasabah.6
Bagi nasabah yang mendapat SMS gateway yaitu nasabah yang menabung di atas Rp 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah), jika SMS gateway telat diterima merasa cemas dan gelisah karena takut uangnya belum masuk. Dan jika sampai keesokan harinya belum dapat SMS juga maka nasabah sering menanyakan kepada marketing. Tetapi ada pula yang tidak mempermasalahkan karena sudah percaya kepada marketinngnya kalau uangnya sudah disetorkan ke kantor.
6
Data diperoleh dari hasil wawancara nasabah yang menabung di bawah Rp 50.000,- pada Selasa, 06 September 2015 pukul 09.00 – 11.30 WIB
50
Peran jaringan dalam penerapan SMS gateway bukan menjadi faktor penghambat operasional SMS gateway di KOPENA, karena di KOPENA sudah menggunakan jaringan internet, jadi sinyal jaringannya selalu ada. Kemungkinan jaringan menjadi penghambat di tempat nasabahnya.7 Nasabah yang menjadi informan berada dilingkungan Kedungwuni mengatakan bahwa jaringan GSM selalu ada, hanya saja kalau cuaca buruk terkadang terganggu.
Dari faktor penghambat yang ada, KOPENA mengatasinya dengan8: 1) melakukan sosialisasi melalui marketing
Sosialisasi dilakukan setiap marketing berkeliling yaitu dengan menanyakan kepada nasabah apakah sudah mendaftarkan SMS gateway atau belum dan menanyakan sudah mendapatkan SMS gateway atau belum untuk transaksi yang dilakukan kemarin, serta memberikan informasi mengenai penerapan SMS gateway meliputi konsep dan kegunaan SMS gateway.
2) Menghimbau nasabah dengan menggunakan benner diseluruh kantor cabanng.
Diharapkan dengan benner yang diletakkan di meja teller dapat selalu mengingatkan nasabah untuk segera mendaftarkan nomor handphonenya agar terdaftar pada layanan informasi online KOPENA.
7 Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Rizki Ira Rahmawati, SE selaku Kabag
SDM di KOPENA Pekalongan. Selasa, 06 September 2015 pukul 14.40 WIB
8
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Rizki Ira Rahmawati, SE selaku Kabag SDM di KOPENA Pekalongan. Selasa, 06 September 2015 pukul 14.50 WIB