• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Memasuki bulan September 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 131,13 pada bulan Agustus 2016 menjadi 131,57 pada bulan September 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,34 persen.

 Inflasi terjadi karena semua kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut: kelompok bahan makanan naik 0,50 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,13 persen; kelompok sandang naik sebesar 0,19 persen; kelompok kesehatan naik 0,26 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 1,32 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,24 persen.

 Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah daging ayam ras, cabe merah, tarip pulsa ponsel, biaya sekolah (SD, taman kanak-kanak, akademi/perguruan tinggi), dan tarip listrik.

 Laju inflasi tahun kalender 2016 tercatat sebesar 1,70 persen. Sedangkan Inflasi “Year on Year” (IHK September 2016 terhadap September 2015) tercatat sebesar 3,01 persen.

No. 55/10/36/Th.X, 3 Oktober 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

SEPTEMBER 2016 BANTEN INFLASI 0,34 PERSEN

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan September 2016 ini sebanyak 224 komoditas mengalami perubahan harga. Sebanyak 139 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 85 komoditas mengalami penurunan harga.

Hal tersebut di atas menyebabkan inflasi pada September 2016 sebesar 0,34 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,13 pada bulan Agustus 2016 menjadi 131,57 pada bulan September 2016. Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi Banten secara berturut-turut adalah: kelompok bahan makanan sebesar 0,0996 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0433 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0281 persen; kelompok sandang sebesar 0,0082 persen; kelompok kesehatan 0,0155 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,1101 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,0401 persen.

(2)

Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain kol putih, wortel, ikan gurame, ikan selar, kentang, ikan tenggiri, sawi putih ,dan bawang putih.

Tabel 1

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan September 2016 (2012= 100)

Kelompok Pengeluaran IHK September 2015 IHK Agustus 2016 IHK September 2016 Inflasi September 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Inflasi “Year on Year” ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 127.73 131.13 131.57 0.34 1.70 3.01 1. Bahan Makanan 135.52 142.73 143.45 0.50 4.58 5.85

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 135.85 143.75 144.02 0.19 3.77 6.02 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 120.27 122.66 122.83 0.13 0.26 2.13

4. Sandang 109.79 111.97 112.18 0.19 1.76 2.18

5. Kesehatan 125.38 129.68 130.01 0.26 1.91 3.69

6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 124.49 125.83 127.49 1.32 1.99 2.41 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 128.55 124.84 125.14 0.24 -2.83 -2.65

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK Bulan September 2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan September 2016

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

UMUM 0.3449

1. Bahan Makanan 0.0996

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0433

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0281

4. Sandang 0.0082

5. Kesehatan 0.0155

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.1101

(3)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

Kelompok

Bahan Makanan

IHK Naik 0,50 persen

Andil Inflasi 0,0996 persen

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan September 2016 tercatat sebesar 143,45 dimana pada bulan lalu tercatat sebesar 142,73 atau terjadi kenaikan indeks sebesar 0,50 persen. Andil Inflasi tercatat untuk kelompok ini sebesar 0,0996 persen.

Tujuh dari sebelas sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks yang cukup tinggi terjadi pada sub kelompok Daging dan hasil-hasilnya sebesar 4,32 persen, disusul kemudian sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 1,98 persen, dan sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,91 persen. Sedang pada sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks. Diantaranya pada sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya yaitu sebesar -2,25 persen, sub kelompok sayur-sayuran sebesar -1,74 persen dan sub kelompok ikan segar sebesar -0,35 persen. Dari 109 komoditi yang ada pada kelompok ini, 102 komoditi mengalami koreksi harga, koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 47 komoditi, sedangkan 55 komoditi mengalami kenaikan harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras sebesar 0,1249 persen, cabe merah sebesar 0,0841 persen, ikan bandeng sebesar 0,0207 persen, kelapa sebesar 0,0150 persen dan ikan kembung sebesar 0,0142 persen. Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain: telur ayam ras sebesar -0,0553 persen, bawang putih sebesar -0,0413 persen, kacang panjang sebesar -0,0162 persen dan kentang sebesar - 0,0161 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

IHK Naik 0,19 persen

Andil Inflasi 0,0433 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan dari 143,75 pada bulan lalu menjadi 144,02 pada bulan September 2016 dengan perubahan

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Bahan Makanan 143.45 0.50 4.58

Padi2an & umbi2an 111.50 0.14 0.71 Daging & Hasilnya 169.54 4.32 10.89

Ikan Segar 131.76 -0.35 0.42

Ikan Diawetkan 140.43 0.91 1.12

Telur, Susu & Hasilnya 142.02 -2.25 -2.97

Sayur-sayuran 155.27 -1.74 -3.48

Kacang-kacangan 118.56 -0.01 0.41

Buah-buahan 150.14 0.21 5.63

Bumbu-bumbuan 229.66 1.98 21.21

Lemak & Minyak 141.31 0.81 14.36

Bhn Mkn Lainnya 161.42 0.31 8.98

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 144.02 0.19 3.77

Makanan Jadi 141.54 0.13 2.41

Minuman Yg Tdk Beralkohol 135.65 0.02 3.68 Tembakau & Minuman beralkohol 157.86 0.40 7.39

(4)

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni berturut-turut sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,13 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik sebesar 0,02 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,40 persen.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah rokok kretek filter yaitu sebesar 0,0207 persen, mie sebesar 0,0117 persen, dan martabak sebesar 0,0032 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi terbesar adalah gula pasir dengan andil -0,0032 persen, dan wafer sebesar 0,0010 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

IHK Naik 0,13 persen

Andil Inflasi 0,0281 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami kenaikan dari 122,66 pada bulan lalu menjadi 122,83 pada bulan September 2016 dengan perubahan indeks sebesar 0,13 persen.

Tiga dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu berturut-turut: sub kelompok biaya tempat tinggal naik 0,03 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 0,36 persen, dan sub kelompok perlengkapan rumahtangga 0,25 persen. Sementara pada sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga mengalami penurunan indeks sebesar -0,02 persen.

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,0281 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh kenaikan tarif listrik sebesar 0,0210 persen. Sementara komoditi yang memberi andil deflasi di antaranya adalah sabun cream detergen sebesar -0,0038 persen, semen sebesar -0,0017 persen dan pembasmi kuman sebesar - 0,0004 persen.

Kelompok Sandang

IHK Naik 0,19 persen

Andil Inflasi 0,0082 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada kelompok Sandang tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen yakni dari 111,97 pada bulan lalu menjadi 112,18 pada bulan September 2016.

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,08

persen, sub kelompok sandang wanita sebesar 0,01 persen, sub kelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,17 persen dan sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya naik sebesar 0,61 persen.

Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan sebesar 0,0047 persen, baju muslim anak sebesar 0,0020 persen dan pampers sebesar 0,0007 persen. Sementara komoditi

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Perumahan, Air, Listrik, Gas

& Bahan Bakar 122.83 0.13 0.26

Biaya Tempat Tinggal 113.58 0.03 0.20 Bhn Bakar, Penerangan & Air 146.20 0.36 -0.21 Perlengkapan Rumahtangga 129.14 0.25 1.14 Penyelenggaraan RT 119.53 -0.02 0.97

021

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Sandang 112.18 0.19 1.76

Sandang Laki-laki 120.39 0.08 0.97

Sandang Wanita 108.94 0.01 1.25

Sandang Anak-anak 115.74 0.19 2.46

(5)

yang memberikan andil deflasi diantaranya adalah celana panjang jeans wanita sebesar -0,0006, kerudung sebesar -0,0004 persen dan baju kaos anak sebesar -0,0003 persen.

Kelompok Kesehatan

IHK Naik 0,26 persen

Andil Inflasi 0,0155 persen

Indeks harga kelompok kesehatan pada bulan ini mengalami kenaikan dari 129,68 pada bulan lalu menjadi 130,01 pada bulan ini atau naik 0,26 persen.

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu berturut turut: sub kelompok jasa kesehatan naik 0,35 persen, sub kelompok obat-obatan naik 0,14 persen, sub kelompok jasa perawatan jasmani naik 0,68 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,07 persen.

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya adalah ongkos bidan sebesar 0,0109 persen, shampo sebesar 0,0014 persen, pasta gigi sebesar 0,0010 persen dan tarip gunting anak sebesar 0,0009 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi adalah parfum sebesar -0,0013 persen, bedak sebesar -0,0008 persen dan obat gosok sebesar -0,0003 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

IHK Naik 1,30 persen

Andil Inflasi 0,1101 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tercatat mengalami kenaikan tertinggi pada bulan ini yaitu sebesar 1,30 persen yakni dari 125,83 pada bulan lalu menjadi 127,49 pada bulan ini. Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan andil sebesar 0,1101 persen.

Tiga dari lima sub kelompok yang ada mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok jasa pendidikan naik sebesar 2,11 persen, dan sub perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,04 persen. Sementara pada sub kelompok kursus2/pelatihan naik, sub kelompok rekreasi, sub kelompok olahragatidak mengalami koreksi indeks.

Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah biaya sekolah dasar sebesar

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Kesehatan 130.01 0.26 1.91

Jasa Kesehatan 129.44 0.35 0.70

Obat-obatan 128.26 0.14 2.14

Jasa Perawatan Jasmani 173.68 0.68 13.54 Perawatan Jasmani &

Kosmetik 125.55 0.07 2.22

113.53 0.19 0.36

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Pendidikan, Rekreasi & OR 127.49 1.32 1.99

Jasa Pendidikan 123.79 2.11 2.69 Kursus2/Pelatihan 171.10 0.00 3.86 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 135.63 0.04 -0.25 Rekreasi 122.72 0.00 0.26 Olahraga 146.94 0.00 0.59

(6)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Transpor, Komunikasi &

Jasa Keuangan 125.14 0.24 -2.83

Transpor 135.19 -0.11 -4.47

Komunikasi & Pengiriman 99.93 1.68 0.93 Sarana & Penunjang Transpor 123.67 0.04 1.94

Jasa Keuangan 117.99 0.00 1.60

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

IHK Naik 0,24 persen

Andil Inflasi 0,0401 persen

Indeks Harga Konsumen pada kelompok ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen yakni dari 124,84 pada bulan lalu menjadi 125,14 pada bulan September 2016.

Dua dari empat sub kelompok yang ada mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok sarana & penunjang transpor sebesar 0,04 persen serta sub kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 1,68 persen. Pada sub kelompok transport terjadi sedikit penurunan yaitu sebesar -0,11 persen. Sementara pada sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.

Komoditi yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu tarip pulsa ponsel sebesar 0,0530 persen dan ban dalam motor sebesar 0,0005 persen. Sementara itu, andil deflasi pada kelompok ini terbesar disumbangkan oleh adalah pada tarip angkutan udara dengan andil sebesar -0,0136 persen.

(7)

PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON

BULAN SEPTEMBER 2016

Pada bulan September 2016 perkembangan harga barang dan jasa di 3 (tiga) kota IHK di Banten adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,51 persen, Kota Tangerang 0,40 persen dan Kota Cilegon -0,12 persen. Laju inflasi tahun kalender tercatat untuk Kota Serang 2,63 persen; Kota Tangerang 1,34 persen dan Kota Cilegon 2,68 persen.

Tabel 3

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan September 2016 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

Serang Tangerang Cilegon

IHK September 2016 Inflasi September 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK September 2016 InflasiSeptember 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK September 2016 Inflasi September 2016 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 132.21 0.51 2.63 131.90 0.40 1.34 129.06 -0.12 2.68 1. Bahan Makanan 142.54 -0.66 4.91 144.07 -0.21 3.58 141.09 -0.94 5.68

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok

& Tembakau 149.61 0.37 6.24 145.01 0.05 2.84 132.21 0.34 4.67

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas &

Bahan Bakar 122.64 0.25 0.63 122.45 0.40 0.00 125.10 0.22 0.22

4. Sandang 110.75 0.01 3.49 111.51 0.27 0.27 117.46 1.71 6.60

5. Kesehatan 125.25 0.36 2.06 133.33 0.36 1.27 117.23 0.52 3.52

6. Pendidikan, rekreasi dan

olahraga 126.37 0.52 1.11 125.39 0.00 -0.04 140.28 1.82 3.71

7. Transpor, komunikasi & Jasa

Keuangan 124.39 -0.79 -5.44 127.02 -0.98 -2.61 115.70 -0.76 -2.85

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015

Tabel 4

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan September 2016 (%)

Kelompok Pengeluaran Serang Tangerang Cilegon

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0.5097 0.4012 -0.1167

1. Bahan Makanan 0.0096 0.1920 -0.2891

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.1842 0.0060 0.0866

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.0665 0.0243 0.0107

4. Sandang -0.0016 0.0095 0.0125

5. Kesehatan -0.0001 0.0201 0.0080

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.2058 0.1124 0.0031

(8)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan September 2016

Umum Bahan

Makanan

Makanan

Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Serang 132.21 142.54 149.61 122.64 110.75 125.25 126.37 124.39 Tangerang 131.90 144.07 145.01 122.45 111.51 133.33 125.39 127.02 Cilegon 129.06 141.09 132.21 125.10 117.46 117.23 140.28 115.70 Banten 131.57 143.45 144.02 122.83 112.18 130.01 127.49 125.14 100.00 110.00 120.00 130.00

(9)

Tabel 5

Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan September 2016

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2014 ***) Persentase perubahan IHK Bulan September 2016 terhadap IHK Bulan September 2014

Pada bulan September 2016, sebagian besar kota IHK yang ada di Pulau Jawa (23 dari 26 kota) mengalami inflasi. Inflasi yang tertinggi terjadi di kota Serang yaitu sebesar 0,51 persen, disusul kemudian oleh Tangerang sebesar 0,40 persen dan Depok sebesar 0,37 persen. Inflasi terendah terjadi di kota Banyuwangi dan Purwokerto dengan inflasi yang sama yaitu sebesar 0,02 persen; serta di kota Sumenep dan Kudus dengan inflasi yang sama yaitu sebesar 0,04 persen. Sementara tiga kota lainnya mengalami deflasi yaitu Yogyakarta sebesar -0,16 persen, Probolinggo sebesar -0,14 persen, dan Cilegon sebesar -0,12 persen.

Laju inflasi year on year, tertinggi tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 4,30 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Tegal sebesar 3,73 persen; Tasikmalaya

Kota September IHK 2015 IHK Agustus 2016 IHK September 2016 Inflasi September 2016 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2016 **) Inflasi Year on Year ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 122.38 125.10 125.32 0.18 1.60 2.40 2. Bogor 121.30 124.26 124.37 0.09 2.20 2.53 3. Sukabumi 120.94 123.87 123.99 0.10 1.66 2.52 4. Bandung 120.61 123.50 123.67 0.14 1.61 2.54 5. Cirebon 118.30 120.27 120.61 0.28 1.40 1.95 6. Bekasi 119.37 121.54 121.86 0.26 1.47 2.09 7. Depok 120.15 123.18 123.64 0.37 2.01 2.90 8. Tasikmalaya 119.13 123.29 123.44 0.12 1.93 3.62 9. Cilacap 123.42 126.90 126.96 0.05 2.08 2.87 10. Purwokerto 119.00 121.79 121.81 0.02 1.24 2.36 11. Kudus 126.93 129.65 129.70 0.04 1.15 2.18 12. Surakarta 117.97 121.36 121.43 0.06 1.34 2.93 13. Semarang 120.46 123.44 123.60 0.13 1.50 2.61 14. Tegal 117.53 121.83 121.91 0.07 2.22 3.73 15. Yogyakarta 119.14 122.52 122.33 -0.16 1.56 2.68 16. Jember 119.52 121.10 121.37 0.22 0.94 1.55 17. Banyuwangi 119.45 121.82 121.84 0.02 1.36 2.00 18. Sumenep 118.91 121.73 121.78 0.04 1.17 2.41 19. Kediri 119.96 121.32 121.58 0.21 0.49 1.35 20. Malang 121.79 125.10 125.31 0.17 1.78 2.89 21. Probolinggo 120.64 122.48 122.31 -0.14 0.89 1.38 22. Madiun 118.97 121.46 121.65 0.16 1.34 2.25 23. Surabaya 121.14 124.65 124.88 0.18 2.49 3.09 24. Tangerang 128.50 131.37 131.90 0.40 1.34 2.65 25. Cilegon 124.60 129.21 129.06 -0.12 2.68 3.58 26. Serang 126.76 131.54 132.21 0.51 2.63 4.30 27. BANTEN 127.73 131.13 131.57 0.34 1.70 3.01

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Agoes Soebeno, M.Si Kepala BPS Provinsi Banten

Telepon: 0254-267027; Fax: 0254-267026 E-mail : [email protected]

Website : banten.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Mengingat pentingnya peran audit internal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, penulis bermaksud melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang

Dimulai dengan memilih objek penelitian yang berupa webtoon di situs naver yaitu komik golongan darah berjudul Hyeolaekhyeonge gwanhan gandanhan gochal (혈액형에   관한  

–[11.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita. pindai terhadap port

Saran ditujukan pada dosen, kegiatan Lesson Study dapat diterapkan pada perkuliahan lainnya dengan materi pembahasan yang memiliki ciri khas dan pada mahasiswa

Penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini setiap tahunnya selalu menjadi program rutin Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, namun pada hasilnya kasus ini tidak

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh simpulan sebagai berikut: telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi

Gambar 4.19 merupakan desain form alokasi anggaran, form ini digunakan untuk mengisi tabel anggaran, ketika semua textbox terisi lalu next, form ini akan

Penerimaan dana dari mitra kerja baik dari kerjasama penelitian/pengabdian masyarakat, penerimaan sewa, layanan laboratorium dan penerimaan lainnya yang sah hams