• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PAKAR DETEKSI DINI TINGKAT RISIKO PADA IBU HAMIL TERHADAP PREEKLAMPSIA DENGAN LOGIKA FUZZY SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SISTEM PAKAR DETEKSI DINI TINGKAT RISIKO PADA IBU HAMIL TERHADAP PREEKLAMPSIA DENGAN LOGIKA FUZZY SKRIPSI"

Copied!
198
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PAKAR DETEKSI DINI TINGKAT RISIKO PADA

IBU HAMIL TERHADAP PREEKLAMPSIA DENGAN

LOGIKA

FUZZY

SKRIPSI

ADINDA MUSTIKA NUGRAHENI

PROGRAM STUDI S1 SISTEM INFORMASI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

(2)

SISTEM PAKAR DETEKSI DINI TINGKAT RISIKO PADA

IBU HAMIL TERHADAP PREEKLAMPSIA DENGAN

LOGIKA

FUZZY

SKRIPSI

ADINDA MUSTIKA NUGRAHENI

NIM : 081211633011

PROGRAM STUDI S1 SISTEM INFORMASI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

(3)
(4)
(5)

PEDOMAN PENGGUNAAN SKRIPSI

Skripsi ini tidak dipublikasikan, namun tersedia di perpustakaan dalam

lingkungan Universitas Airlangga, diperkenankan untuk dipakai sebagai referensi

kepustakaan, tetapi pengutipan harus seijin penyusun dan harus menyebutkan

sumbernya sesuai dengan kebiasaan ilmiah.

(6)
(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah

subhanahu wa ta’ala,

yang telah melimpahkan

anugerah-Nya, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “

Sistem

Pakar Deteksi Dini Tingkat Risiko Pada Ibu Hamil Terhadap Preeklampsia

dengan Logika

Fuzzy

dengan baik, serta

Sholatu Wa Salam

semoga tetap

terlimpahkan kepada

Rasulullah

Muhammad SAW yang mengantarkan pada

sebuah kehidupan yang penuh keselamatan di dunia dan di akhirat.

Penyusunan naskah skripsi ini dibuat sebagai acuan untuk memenuhi satuan

kredit semester (SKS) yang dibebankan kepada penulis dan seklaigus sebagai

syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) dibidang Sistem Informasi,

Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi

kesempurnaan proposal skripsi ini. Semoga proposal skripsi ini dapat memberikan

manfaat dan wawasan yang berguna. Aamiin.

Surabaya, 25 April 2016

(8)

UCAPAN TERIMA KASIH

Syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan

hidayah-Nya, sehingga penulisan naskah skripsi yang berjudul “

Sistem Pakar

Deteksi Dini Tingkat Risiko Pada Ibu Hamil Terhadap Preeklampsia dengan

Logika

Fuzzy

dengan baik.

Dalam pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini, banyak menemui kendala,

namun atas bantuan dari berbagai pihak, akhirnya laporan ini bisa terselesaikan.

Maka tidak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1.

Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya serta

Nabi besar Muhammad SAW beserta para sahabat.

2.

Kedua orang tuaku tercinta Bapak Rahmanu Dwiputro Yuwono dan Ibu

Sri Utami yang selalu mencurahkan doa, kasih sayangnya serta

dukungan motivasi kepada penulis tanpa henti-hentinya hingga saat ini.

3.

Kakak-kakak tercintaku Irka Wiragama Anoraga, Fitria Yusnita,

Anugrah Ashari Adisaka, Aldilla Cerelia Calista yang selalu

memberikan motivasi untuk penulis. dan Keponakanku Faathir Hutama

Putra yang selalu memberikan keceriaan tanpa batas.

(9)

5.

Bapak Drs. H. Kartono, M.Kom. selaku dosen pembimbing II, yang

dengan sabar membimbing dan memberikan ilmunya kepada penulis

sehingga skripsi dapat terselesaikan sampai tuntas.

6.

Bapak Indra Kharisma selaku dosen wali yang selalu membantu pada

saat proses perencanan kuliah terimakasih atas bimbingan dan ilmunya.

7.

Arya Dwi Utomo Budi yang selalu sabar menemani, membantu dan

memotivasi penulis tanpa henti hingga skripsi ini dapat terselesaikan,

semangat semoga sukses.

8.

Afifah Nurrosyidah, Novita Priandini, Dian Ramadhan, Rindu Puspita

Wibawa sahabat-sahabatku masa kuliah yang selalu memotivasi dan

bantuan tanpa henti semoga kita sukses bersama.

9.

Ana Fathonah, Nihayatus, Rosabella, Azizah, Zahra, Hasna, Anggi

sahabat-sahabatku masa SMA yang selalu memberikan dukungan.

10.

Bhevi dan Indah kawanku KKN yang selalu memberikan dukungan.

11.

Kawanku di Sistem Informasi angkatan 2012 Putri, Fitdzul, Zila, Facha,

Hana, Karina, Icun, Fatich, Irul, Fiqhi, Iqbal, Fiska, Emil, Merry,

Jessica, Irfan, Tiara, Bagus, Alwan dan yang lainnya yang tidak bisa

disebutkan satu-satu atas semua bantuan, motivasi, semoga kita sukses.

12.

Rio Ramadhan, Pascalina dan Dinis terimakasih atas segala bantuannya

menunjang keberhasilan skripsi ini.

(10)

Adinda Mustika Nugraheni, 2016, Sistem Pakar Deteksi Dini Tingkat Risiko Pada

Ibu Hamil Terhadap Preeklampsia dengan Logika Fuzzy. Skripsi ini dibawah

bimbingan Ir. Dyah Herawatie, M.Si. dan Drs. H. Kartono, M.Kom. Program

Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga,

Surabaya.

ABSTRAK

Eklampsia menempati urutan kedua penyebab kematian ibu. Deteksi dini

Preeklampsia yang merupakan pendahuluan dari eklampsia perlu dilaksanakan

untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah

membuat sistem pakar deteksi dini tingkat risiko pada ibu hamil terhadap

preeklampsia dengan logika

fuzzy

.

Tahapan metodologi penelitian meliputi identifikasi masalah, analisis

kebutuhan, penentuan aturan-aturan, pengembangan sistem pakar, perancangan

sistem, implementasi sistem, pengujian sistem, serta evaluasi sistem. Variabel

yang digunakan ada 7 yaitu tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik,

kenaikan berat badan, Usia Kehamilan, Usia Ibu, Edema, Proteinuria kemudian

dianalisis secara umum dengan 3 tahapan fuzzy yaitu fuzzifikasi, inferensi dan

defuzzyfikasi. Output sistem berupa status risiko kehamilan ibu yaitu hamil

normal, preeklampsia ringan, atau preeklampsia berat. Implementasi sistem pakar

ini menggunakan smartphone android.

Untuk mengetahui akurasi sistem dilakukan evaluasi sistem dengan cara

membandingkan hasil pakar dengan hasil sistem terhadap 20 data testing, dan

mendapatkan hasil 3 menunjukkan hasil salah dan 17 hasil benar. Dengan

demikian prosentase akurasi sistem sebesar 85%.

(11)

Adinda Mustika Nugraheni, 2016, Expert system of Early Detection Risk Level In

Pregnant Women Against Preeclampsia with Fuzzy Logic. This undergraduate

thesis was under guidance by Ir. Dyah Herawatie, M.Si. dan Drs. H. Kartono,

M.Kom. Bachelor Degree Information System Study Program. Faculty Of Science

and Technology, Universitas Airlangga, Surabaya.

ABSTRACT

Early detection Preeclampsia is a foretaste of eclampsia needs to be done

to reduce maternal mortality and child. The purpose of this study is to make an

expert system for early detection of risk levels in pregnant mothers against

preeclampsia with fuzzy logic. Eclampsia ranks second cause of maternal

mortality.

Stages of research methodology includes the identification of problems,

needs analysis, determination of rules, expert system development, system design,

system implementation, system testing, and evaluation systems. Variables that are

used there 7 that the systolic blood pressure, diastolic blood pressure, weight gain,

Age Pregnancy, Age Mother, edema, proteinuria is then analyzed in general by

three stages, namely fuzzy fuzzification, inference and defuzzyfication. The

system output is a status the risk of the mother's pregnancy is normal pregnancy,

preeclampsia mild or severe preeclampsia. This expert system implementation

using android smartphone.

To determine the accuracy of the system to evaluate the system by

comparing the results of the expert with the results of testing the system against

the data 20, and get results 3 shows the results of one and 17 correct results. Thus

the system's accuracy percentage of 85%.

(12)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

PEDOMAN PENGGUNAAN SKRIPSI ... iv

SURAT PERNYATAAN TENTANG ORISINALITAS ... v

KATA PENGANTAR ... vi

UCAPAN TERIMA KASIH ... vii

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian... 3

1.4 Manfaat Penelitian... 3

(13)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Kehamilan Preeklampsia ... 6

2.2 Sistem Pakar ... 12

2.3 Logika

Fuzzy

... 15

2.4 Pemrograman Mobile ... 24

2.5

Testing

... 25

BAB III METODE PENELITIAN ... 27

3.1 Identifikasi Masalah ... 27

3.2 Analisis Kebutuhan ... 27

3.3 Penentuan Aturan ... 29

3.4 Analisis Sistem Pakar Fuzzy Inferensi Mamdani ... 29

3.5 Perancangan Sistem... 30

3.6 Implementasi Sistem ... 31

3.7 Pengujian Sistem ... 31

3.8 Evaluasi Sistem ... 31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 33

4.1 Hasil Identifikasi Masalah ... 33

4.2 Hasil Analisis Kebutuhan ... 33

(14)

4.4 Analisis Sistem Pakar Fuzzy ... 35

4.5 Perancangan Sistem... 49

4.6 Implementasi Sistem ... 57

4.7 Pengujian Sistem ... 61

4.8 Evaluasi Sistem ... 64

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 66

5.1 Kesimpulan... 66

5.2 Saran ... 66

(15)

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul Gambar

Halaman

2.1 Struktur Sistem Pakar ... 13

2.2 Representasi Fungsi Keanggotaan Kurva Segitiga ... 17

2.3 Representasi Fungsi Keanggotaan Kurva Trapesium ... 17

2.4 Fungsi Keanggotaan Suatu Variabel ... 19

3.1 Contoh Suatu Aturan ... 29

4.1 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Tekanan Darah Sistolik ... 36

4.2 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Tekanan Darah Diastolik... 37

4.3 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Kenaikan Berat Badan ... 38

4.4 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Usia Kehamilan ... 40

4.5 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Usia Ibu ... 41

4.6 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Edema ... 42

4.7 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Proteinuria ... 42

4.8 Fungsi Keanggotaan dari Variabel Output Status Risiko ... 47

4.9 Flowchart Keseluruhan Rancangan Bangun Sistem Pakar ... 50

4.10 Algoritma Fuzzifikasi Tekanan Darah Sistolik ... 51

4.11 Algoritma Fuzzifikasi Tekanan Darah Diastolik ... 51

4.12 Algoritma Fuzzifikasi Kenaikan Berat Badan ... 52

4.13 Algoritma Fuzzifikasi Usia Kehamilan ... 52

4.14 Algoritma Fuzzifikasi Usia Ibu ... 53

(16)

4.16 Algoritma Fuzzifikasi Proteinuria ... 53

4.17 Algoritma Fungsi Nilai Miu Seluruh Rule ... 54

4.18 Algoritma Pencarian Nilai Miu Terkecil dari Seluruh Kriteria Input ... 55

4.19 Algoritma Pencarian Nilai Terbesar dari Seluruh Kategori Output ... 56

4.20 Algoritma Fungsi Penentuan Kategori Output ... 56

4.21 Algoritma Fungsi Pencarian Nilai Z ... 57

4.22 Algoritma Output ... 57

4.23 Desain Halaman Awal Aplikasi ... 58

4.24 Desain Halaman Pendaftaran User... 60

4.25 Desain Halaman Profil User ... 60

4.26 Desain Halaman Pengecekan ... 60

(17)

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul Tabel

Halaman

2.1 Fuzzy Sets Suatu Variabel ... 19

3.1 Contoh Pengujian Sistem ... 30

4.1 Fuzzy Sets Tekanan Darah Sistolik... 36

4.2 Fuzzy Sets Tekanan Darah Diastolik ... 37

4.3 Fuzzy Sets Kenaikan Berat Badan ... 39

4.4 Fuzzy Sets Usia Kehamilan ... 40

4.5 Fuzzy Sets Usia Ibu ... 41

4.6 Contoh Inputan Variabel ... 43

4.7 Hasil Perhitungan Fuzzifikasi Variabel Linguistik ... 45

4.8 Contoh Nilai Fuzzyfikasi Dengan Evaluasi Aturan ... 46

4.9 Hasil Nilai Maksimum ... 47

4.10 Pengujian Sistem Halaman Verifikasi Nomor ... 61

4.11 Pengujian Sistem Halaman Pendaftaran ... 62

4.12 Pengujian Sistem Halaman Pengguna ... 62

4.13 Pengujian Sistem Halaman Pengecekan ... 63

4.14 Pengujian Sistem Halaman Hasil ... 63

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul Lampiran

1.

100 Pengambilan Data Antenatal Care

2.

1458 Rule Deteksi Dini Tingkat Risiko Terhadap Preeklampsia

3.

Perhitungan Inferensi Mamdani (nilai min-max)

4.

Laporan Wawancara

(19)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

(20)

Penyebab kematian ibu yang paling umum di Indonesia disebabkan oleh

obstetri langsung, diantaranya perdarahan sebanyak 28%, eklampsia sebanyak

24%, dan infeksi sebanyak 11%, sedangkan penyebab obstetri tidak langsung

adalah trauma obstetri 5% dan lain-lain 11%. (BKKBN, 2010). Berdasarkan

prosentase penyebab kematian ibu menunjukkan bahwa eklampsia menempati

urutan kedua penyebab kematian ibu pada masa kehamilan. Eklampsia merupakan

pendahulu dari preeklampsia. Preeklampsia merupakan penyakit dengan

tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan

(Wiknjosastro, et al., 2005). Kematian ini umumnya dapat dicegah apabila dapat

di deteksi sejak dini, kemudian mendapatkan penanganan yang tepat pada saat

yang paling kritis yaitu pada masa sekitar persalinan (Faiqoh, et al., 2014).

Sistem Pakar adalah paket perangkat lunak pengambilan keputusan yang

dapat mencapai tingkat performa yang setara atau bahkan lebih dengan pakar

manusia di beberapa bidang khusus. Ide dasar dibalik sistem pakar adalah

sederhana, keahlian ditransfer dari pakar ke suatu komputer. Pengetahuan ini

kemudian disimpan di dalam komputer, dan pengguna menjalankan komputer

untuk nasihat spesifik yang diperlukan. Sistem pakar menanyakan fakta-fakta dan

dapat membuat inferensi dan sampai pada suatu kesimpulan khusus. Kemudian,

seperti konsultan manusia, ia menasihati

nonexpert

dan menjelaskan, jika perlu,

logika di balik nasihat yang diberikan. (Turban, et al., 2005)

(21)

bukan pada

crisp membership

logika biner klasik. Tidak seperti dua nilai logika

Boolean, logika fuzzy bersifat multi-nilai (Negnevitsky, 2005). Beberapa

penelitian logika fuzzy yang diaplikasikan pada ilmu kesehatan yaitu penelitian

dari Adeli Ali dan Neshat Mehdi dengan judul

A Fuzzy Expert System for Heart

Disease Diagnosis

(Adeli, et al., 2010) dan penelitian oleh Ahmad Fashel dkk

dengan judul

Aplikasi Pendukung Keputusan Untuk Deteksi Dini Risiko Penyakit

Stroke Menggunakan Logika Fuzzy Mamdani : Studi Kasus Di RS XYZ

(Sholeh, et

al., 2012).

Penelitian ini akan membuat “Sistem Pakar Deteksi Dini Tingkat Risiko

Pada Ibu Hamil Terhadap Preeklampsia Dengan Logika Fuzzy” yang dapat

digunakan untuk mendeteksi tingkat risiko ibu hamil mengalami kehamilan

normal, mengalami preeklampsia ringan, atau preeklampsia berat.

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah bagaimana membuat sistem pakar deteksi dini tingkat risiko

pada ibu hamil terhadap preeklampsia dengan logika

fuzzy

?

1.3

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem pakar deteksi dini tingkat

risiko pada ibu hamil terhadap preeklampsia dengan logika

fuzzy

.

1.4

Manfaat Penelitian

(22)

1.

Bagi klinisi (tenaga medis)

Membantu dalam memberikan deteksi dini tingkat risiko pada ibu hamil

yang mengalami preeklampsia sehingga mengurangi kejadian

eklampsia.

2.

Bagi pasien

Membantu dalam memberikan deteksi dini tingkat risiko pada ibu hamil

agar tingkat kewaspadaan pasien lebih meningkat sehingga penanganan

awal dapat segera diberikan.

3.

Bagi pihak lain

Penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan bacaan maupun

referensi mengenai sistem pakar dalam memberikan deteksi dini pada

ibu hamil yang mengalami preeklampsia bagi masyarakat luas maupun

bagi penelitian selanjutnya.

1.5

Batasan Masalah

Batasan masalah dalam membuat sistem pakar deteksi dini tingkat risiko

pada ibu hamil terhadap preeklampsia dengan logika

fuzzy

,

1.

Input

sistem meliputi tekanan darah sistolik, tekanan dasar diastolik,

kenaikan berat badan, usia kehamilan, usia ibu, edema (pembengkakan)

dan proteinuria.

(23)

normal, preeklampsia ringan, preeklampsia berat.

5.

Untuk output yang diberikan pada sistem ini merujuk pada buku Ilmu

Kebidanan selaku buku panduan Obstetri dan Ginekologi.

(24)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Kehamilan Preeklampsia

Pada bagian ini akan dijelaskan definisi kehamilan preeklampsia, kriteria

deteksi kehamilan preeklampsia, dan derajat kehamilan preeklampsia.

2.1.1

Kehamilan Preeklampsia

Menurut (Wiknjosastro, et al., 2005) Preeklampsia ialah penyakit dengan

tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan.

Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan, tetapi dapat terjadi

sebelumnya.

Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu daripada tanda-tanda lain. Untuk

menegakkan diagnosis preeklampsia, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mm Hg

atau lebih di atas tekanan yang biasanya ditemukan, atau mencapai 140 mm Hg

atau lebih. Kenaikan tekanan diastolik sebenarnya lebih dapat dipercaya. Apabila

tekanan diastolik naik dengan 15 mm Hg atau lebih, atau menjadi 90 mmHg atau

lebih, maka diagnosis hipertensi dapat dibuat.

(25)
(26)

mungkin. Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam

memelihara bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal (Faiqoh, et

al., 2014). Berikut adalah penjabaran mulai dari frekuensi, gambaran klinik,

diagnosis, pencegahan dan penanganan ibu yang mengalami preeklampsia :

1.

Frekuensi

Frekuensi preeklampsia untuk tiap negara berbeda-beda karena banyak

faktor yang mempengaruhinya: jumlah primigravida (kelahiran pertama), keadaan

sosial-ekonomi, perbedaan kriteria dalam penentuan diagnosis, dan lain-lain.

2.

Gambaran Klinik

Biasanya tanda-tanda preeklampsia timbul dalam urutan; pertambahan berat

badan yang berlebihan, diikuti edema, hipertensi, dan akhirnya proteinuria. Pada

preeklampsia ringan tidak ditemukan gejala-gejala subyektif. Pada preeklampsia

berat didapatkan sakit kepala di daerah frontal, skotoma, diplopia, penglihatan

kabur, nyeri di daerah epigastrum, mual atau muntah-muntah. Gejala-gejala ini

sering ditemukan pada preeklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk

bahwa eklampsia akan timbul. Tekanan darah pun meningkat lebih tinggi, edema

menjadi lebih umum, dan proteinuria bertambah banyak.

3.

Diagnosis

(27)

sempurna. Pada umumnya diagnosis preeklampsia didasarkan atas adanya 2 dari

trias tanda utama: hipertensi, edema, dan proteinuria. Hal ini memang berguna

untuk kepentingan statistik, tetapi dapat merugikan penderita karena tiap tanda

dapat merupakan bahaya kendatipun ditemukan tersendiri. Adanya satu tanda

harus menimbulkan kewaspadaan, apa lagi oleh karena cepat tidaknya penyakit

meningkat tidak dapat diramalkan; dan bila eklampsia terjadi, maka prognosis

bagi ibu maupun janin menjadi jauh lebih buruk. Tiap kasus preeklampsia oleh

sebab itu harus ditangani dengan sungguh sungguh.

4.

Pencegahan

Pemeriksaan antenatal (sebelum kelahiran) yang teratur dan teliti dapat

menemukan tanda-tanda dini preeklampsia, dan dalam hal itu harus dilakukan

penanganan semestinya. Walaupun timbulnya preeklampsia tidak dapat dicegah

sepenuhnya, namun frekuensinya dapat dikurangi dengan pemberian penerangan

secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita hamil. Istirahat

tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur, namun pekerjaan sehari-hari perlu

dikurangi, dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Diet tinggi protein

dan rendah lemak, karbohidrat, garam dan penambahan berat badan yang tidak

berlebihan perlu dianjurkan.

5.

Penanganan

(28)

preeklampsia berat dan eklampsia; (2) melahirkan janin hidup; (3) melahirkan

janin dengan trauma sekecil-kecilnya. Pada dasarnya penanganan preeklampsia

terdiri atas pengobatan medik dan penanganan obstretik. Penanganan obstretik

ditujukan untuk melahirkan bayi pada saat yang optimal, yaitu sebelum janin mati

dalam kandungan, akan tetapi sudah cukup matur untuk hidup di luar uterus.

Setelah persalinan berakhir, jarang terjadi eklampsia, dan janin yang sudah cukup

matur lebih baik hidup di luar kandungan daripada dalam uterus. Waktu optimal

tersebut tidak selalu dapat dicapai pada penanganan preeklampsia, terutama bila

janin masih sangat prematur. Dalam hal ini diusahakan dengan tindakan medis

untuk dapat menunggu selama mungkin, agar janin lebih matur.

Pada umumnya indikasi untuk merawat penderita preeklampsia di rumah

sakit ialah; (1) tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan

darah diastolik 90 mmHg atau lebih; (2) proteinuria 1+ atau lebih; (3) kenaikan

berat badan 1,5 kg atau lebih dalam seminggu yang berulang; (4) penambahan

edema berlebihan secara tiba-tiba. Perlu diperhatikan bahwa apabila hanya 1

tanda ditemukan, perawatan belum seberapa mendesak, akan tetapi pengawasan

ditingkatkan, dan kepada yang bersangkutan dianjurkan untuk segera datang jika

ada keluhan. Sementara itu, dinasehatkan pula untuk banyak beristirahat dan

mengurangi pemakaian garam dalam makanan.

2.1.2

Derajat Tingkat Preeklampsia

(29)

hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.

Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester pertama di mulai dari

konsepsi sampai 3 bulan, trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan.

Trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (Saifuddin, et al., 2002).

Diagnosis kehamilan normal digambarkan

a.

Ibu sehat, tidak ada riwayat obstetri buruk.

b.

Pemeriksaan fisik dan laboratorium normal.

c.

Tekanan darah dibawah 140/90 mmHg.

d.

Kenaikan berat badan ½ kg setiap minggu masih dianggap normal.

Menurut (Manuaba, 1998) Preeklampsia digolongkan ke dalam

preeklampsia ringan dan preeklampsia berat dengan gejala dan tanda

1)

Preeklampsia Ringan

a.

Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval

pemeriksaan 6 jam.

b.

Tekanan darah diastolik 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval

pemeriksaan 6 jam.

c.

Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu.

d.

Proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif plus 1 sampai 2

pada urin kateter atas urin aliran pertengahan.

2)

Preeklampsia Berat

(30)

a.

Tekanan darah 160/110 mmHg

b.

Proteinuria lebih dari 3 gr/liter

c.

Keluhan subyektif:

i.

Nyeri epigastrum

ii.

Gangguan penglihatan

iii.

Nyeri kepala

iv.

Edema paru dan sianosis

v.

Gangguan kesadaran

d.

Pemeriksaan:

i.

Kadar enzim hati meningkat disertai ikterus

ii.

Perdarahan pada retina

iii.

Trombosit kurang dari 100.000/mm

Peningkatan gejala dan tanda preeklampsia berat memberikan petunjuk

akan terjadi eklampsia, yang mempunyai prognosa buruk dengan angka

kematian maternal dan janin tinggi.

2.2

Sistem Pakar

(31)

Sistem pakar menanyakan fakta-fakta dan dapat membuat inferensi dan sampai

pada suatu kesimpulan khusus. Kemudian, menasehati

nonexpert

dan

menjelaskan, jika perlu, logika di balik nasehat yang diberikan.

2.2.1

Struktur Sistem Pakar

Sistem pakar terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu: lingkungan pengembangan

(

development environtment

) dan lingkungan konsultasi (

consultation

environtment

). Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangun sistem

pakar dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan

konsultasi digunakan oleh seorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi (Turban,

1995).

Gambar 2.1 Struktur Sistem Pakar

Komponen-komponen yang terdapat dalam sebuah sistem pakar terdiri dari,

1.

Antarmuka pengguna (

user interface

)

(32)

2.

Basis pengetahuan (

knowledge base

)

Basis pengetahuan dapat dikatakan sebagai kumpulan informasi dan

pengalaman seorang ahli pada suatu bidang tertentu.

3.

Akuisisi pengetahuan (

knowledge acquisition

)

Akuisisi pengetahuan merupakan transformasi keahlian menyelesaikan

masalah dari sumber pengetahuan kedalam program komputer.

4.

Mesin inferensi

Mesin inferensi merupakan otak dari sistem pakar yang mengandung

mekanisme fungsi berpikir dan pola-pola penalaran sistem yang digunakan

oleh seorang pakar. Mesin inferensi bertindak sebagai penarik kesimpulan

dan mengontrol mekanisme dari sistem pakar.

5.

Daerah Kerja (

Workplace

)

Untuk merekam hasil sementara yang akan dijadikan sebagai keputusan dan

untuk menjelaskan sebuah masalah yang terjadi, sistem pakar membutuhkan

workplace

, yaitu area pada memori yang berfungsi sebagai basis data.

6.

Subsistem penjelasan (

explanation subsystem

)

Komponen ini adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan

kemampuan sistem pakar. Menggambarkan penalaran sistem kepada pemakai

dengan cara menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan.

7.

Perbaikan pengetahuan

(33)

2.3

Logika

Fuzzy

Pada tahun 1965 Lotfi Zadeh, Profesor dan Kepala Teknik Elektro

Departemen di University of California di Berkeley, menerbitkan penelitiannya

yang terkenal yaitu “Fuzzy Set”. Zadeh memperkenalkan konsep baru dari logika

matematika untuk mengaplikasikan istilah bahasa alami (

natural language term).

Logika baru ini direpresentasikan dan dimanipulasi kekaburannnya sehingga

disebut Logika Fuzzy. Logika fuzzy ditentukan sebagai seperangkat prinsip

matematika untuk pengetahuan representasi berdasarkan derajat keanggotaan

bukan pada

crisp membership

logika biner klasik. Tidak seperti dua nilai logika

Boolean, logika fuzzy bersifat multi-

valued

. Ini berkaitan dengan derajat

keanggotaan dan derajat kebenaran. Logika fuzzy menggunakan kontinum nilai

logis antara 0 (sepenuhnya salah) dan 1 (sepenuhnya benar) daripada hanya hitam

dan putih, menerima bahwa hal bisa sebagian benar dan sebagian salah pada

waktu yang sama. (Negnevitsky, 2005).

2.3.1

Himpunan Fuzzy

(34)

Sebuah himpunan fuzzy dapat didefinisikan sebagai satu himpunan dengan

batasan fuzzy. Dalam teori fuzzy, himpunan fuzzy A dari semesta X didefinisikan

oleh fungsi µA(x) yang disebut sebagai fungsi keanggotaan dari himpunan A.

µ

A

(x) : X

[0,1]

(2.1)

dimana :

µ

A

(x) = 1 jika x adalah bagian himpunan A;

µ

A

(x) = 0 jika x bukan bagian himpunan A;

0 < µ

A

(x) < 1 jika x adalah bagian dari himpunan A

.

Himpunan ini memungkinkan sebuah kontinum dari kemungkinan pilihan.

Untuk setiap elemen x dari semesta X, fungsi keanggotaan µA(x) sama dengan x

sebagai elemen dari himpunan A. Oleh karena itu, nilai antara 0 dan 1, mewakili

derajat keanggotaan, juga disebut nilai keanggotaan, elemen x di himpunan A.

2.3.2

Fungsi Keanggotaan

Cara untuk merepresentasikan himpunan fuzzy adalah terlebih dahulu

menentukan fungsi keanggotaan yang dilakukan untuk pemenuhan titik-titik input

data ke dalam nilai keanggotaannya. Fungsi-fungsi ini dapat mewakili data real di

set fuzzy, tetapi juga meningkatkan waktu komputasi. Oleh karena itu, dalam

prakteknya, sebagian besar menggunakan

linear fit functions

dengan representasi

segitiga dan trapesium (Negnevitsky, 2005).

1)

Representasi kurva segitiga

(35)

Gambar 2.2 Representasi Fungsi Keanggotaan Kurva Segitiga

Fungsi keanggotaan kurva segitiga, menurut (Saleh, et al., 2011), ditunjukkan

pada persamaan 2.1 berikut

0;

x ≤ a

(x-a)/(b-a); a < x < b

µ(x) =

1;

x = b

(c-x)/(c-b);

b < x < c

0;

x ≥ c

(2.2)

2)

Representasi kurva trapesium

Kurva trapesium pada dasarnya seperti bentuk segitiga hanya saja ada

beberapa titik yang memiliki nilai keanggotaan 1. Representasi kurva

trapesium ditunjukkan pada Gambar.2.3.

Gambar 2.3 Representasi Fungsi Keanggotaan Kurva Trapesium

(36)

0;

x ≤ a

(x-a)/(b-a);

a < x < b

µ(x) =

1;

b ≤ x ≤ c

(d-x)/(d-c); c < x < d

0;

x ≥ d

(2.3)

2.3.3

Fuzzy

Inferensi Mamdani

I

nferensi fuzzy dapat didefinisikan sebagai proses pemetaan dari input yang

diberikan kepada output, menggunakan teori fuzzy set. Salah satu model inferensi

fuzzy adalah inferensi mamdani. Teknik kabur inferensi yang paling umum

digunakan adalah metode Mamdani. Pada tahun 1975, Profesor Ebrahim

Mamdani dari Universitas London membangun satu dari sistem fuzzy pertama

untuk mengendalikan mesin uap dan kombinasi boiler. Ia menerapkan satu

himpunan aturan fuzzy yang disediakan oleh operator manusia yang

berpengalaman. Proses dari mamdani inferensi fuzzy dilakukan dalam empat

langkah: fuzzifikasi dari variabel masukan, evaluasi aturan, agregasi aturan

output, dan terakhir defuzzifikasi. (Negnevitsky, 2005).

Langkah 1 : Fuzzifikasi

Fuzzifikasi adalah langkah pertama dari metode Mamdani yang bertugas

mengambil nilai input berupa nilai

crisp,

dan menentukan derajat dari input

sehingga input dapat dikelompokkan pada himpunan fuzzy yang tepat. Fuzzifikasi

adalah proses membuat bilangan

crisp

yang memiliki nilai fuzzy. Pada tahap

pertama ini, nilai input yang berupa nilai

crisp

akan dikonversikan menjadi nilai

fuzzy, sehingga dapat dikelompokkan pada himpunan fuzzy tertentu.

(37)

himpunan semestanya. Range himpunan semesta pun dapat ditentukan oleh

penilaian pakar. Misalnya, jika terdapat suatu fungsi keanggotan contohnya

BESAR dan KECIL untuk menentukan massa suatu benda, maka pakar dapat

diminta untuk memberikan angka diantara 0 hingga 100 yang dapat mewakili

massa suatu benda besar ataupun kecil tersebut. Dengan kata lain, pakar

diperlukan untuk menentukan fungsi keanggotaan yang benar-benar memadai.

Seperti contoh dalam Tabel 2.1 terdapat suatu input Her2 dalam

menentukan diagnosa kanker payudara (Saleh, et al., 2011). Dibutuhkan suatu

contoh inputan seperti misal input Her2 adalah 1,5. Setelah menentukan input

crips, nilai input ini akan terfuzzifikasi berdasarkan himpunan fuzzy linguistiknya.

Sehingga untuk “Negative” memiliki nilai miu 1 sementara “Postive” memiliki

nilai miu 0.

Tabel 2.1. Fuzzy Set dari Suatu Variabel

Input

Field Range

Fuzzy

Set

Her2

<=1.5

Negative

1.5 – 3 Maybe Negative or Positive

>=3

Positive

Maka fungsi keanggotaan variabel Her2 ditunjukkan pada Gambar 2.4,

(38)

1;

x ≤ 1,5

µNegative(x) =

(3-x)/1,5;

1,5 < x < 3

0;

x ≥ 3

(2.4)

0;

x ≤ 1,5

µPositive(x) =

(x-1,5)/1,5; 1,5 < x < 3

1;

x ≥ 3

Langkah 2 : Evaluasi Aturan

Langkah kedua adalah mengambil input yang telah di-fuzzyfikasikan dan

mengaplikasikannya pada

antecedents

di dalam aturan-aturan fuzzy lalu

diimplikasikan. Fungsi implikasi yang digunakan adalah MIN ditunjukkan dalam

persamaan 2.5.

µA

B = min(µA[x], µB[y])

(2.5)

Dalam contoh kasus diagnosis kanker payudara, setelah menentukan input dan

menghitung nilai fuzzifikasi pada setiap fungsi keanggotaan, dilakukan

pengaplikasikan evaluasi aturan, dan berikut adalah salah satu contoh aturan

dalam kasus tersebut :

R[1] IF Her2 = Negative AND Hormon Receptors = Weak Positive AND

Age = Low AND Grade = Grade1 AND Tumor Size = Small

AND Lymph Node = Zero

THEN Risk Status = Low Risk.

α-Predikat1 = min(μNegative[4], μWeakPositive[35], μLowRisk[35],

μGrade1[4], μSmallSize[3], μZero[5])

(39)

Dimana contoh kasus diagnosis kanker payudara ternyata memiliki 14 aturan

maka hasil evaluasi aturan adalah :

Low Risk =

a. µ-predikat1

= 0

b. µ-predikat2

= 0

c. µ-predikat3

= 0

d. µ-predikat4

= 0

e. µ-predikat5

= 0

f. µ-predikat6

= 0

Intermediate Risk = g. µ-predikat7

= 0

h. µ-predikat8

= 0

i. µ-predikat9

= 0

j. µ-predikat10

= 0

k. µ-predikat11

= 0

l. µ-predikat12

= 0

High Risk =

m. µ-predikat13

= 0,625

n. µ-predikat14

= 0,3

Langkah 3 : Aggregasi Aturan Output

Aggregasi aturan adalah proses penggabungan nilai output dari semua

aturan. Pada tahap ini, digunakan metode MAX, dimana solusi himpunan fuzzy

diperoleh dengan cara mengambil nilai maksimum aturan yang kemudian

digunakan untuk memodifikasi daerah fuzzy.

(40)

Penerapan dalam contoh kasus diagnosis kanker payudara bahwa proses

penggabungan nilai output dari semua aturan untuk memodifikasi daerah fuzzy :

i.

μLowRisk

= max(0;0;0;0;0;0) = 0

ii.

μIntermediateRisk

= max(0;0;0;0;0;0) = 0

iii.

μHighRisk

= max(0,625;0,3) = 0,625

Langkah 4 : Defuzzyfikasi

Langkah terakhir dari proses inferensi fuzzy adalah untuk

mengkonversikan nilai fuzzy hasil dari aggregasi aturan ke dalam sebuah bilangan

crisp.

Metode yang digunakan dalam inferensi fuzzy mamdani adalah metode

Weight Average yang ditunjukkan pada persamaan. Dimana y* suatu nilai

crisp

.

y * = ∑

µ (𝒚)𝒚

µ (𝒚)

(2.7)

Sebagai contoh ditunjukkan Gambar 2.5 menunjukkan variabel output

dalam kasus Diagnosa Kanker. Proses defuzzifikasi dimulai setelah agregasi

aturan output memiliki hasil output ditiap daerah fuzzy. Kemudian dihitung batas

atas dan batas bawah dari kurva output. Adapun batas bawah baru dan batas atas

barunya sebagai berikut :

(41)

a. Hasil μLowRisk = 0, jika μ(Low Risk) = μ(LR) maka :

μ(LR) = (z1-b)/(c-b)

0 = (z1-1)/(2-1)

z1 = 1

b. Hasil μIntermediateRisk = 0, jika μ(Intermediate Risk) = μ(IR) maka :

μ(IR) = (z2-b)/(c-b)

0 = (z2-2)/(3-2)

z2 = 2

c. Hasil μHighRisk = 0,625 , jika μ(High Risk) = μ(HR) maka :

μ(HR) = (z3-b)/(c-b)

0,625 = (z3-3)/(4-3)

z3 = 3,625

Kemudian menggunakan metode Weight Average dikonversikan agar

menjadi sebuah bilangan

crisp.

z

=

𝑧1.µ

(

LR

)

+ 𝑧2.µ

(

IR

)

+ 𝑧3.µ

(

HR

)

µ

(

LR

)

+ µ

(

IR

)

+ µ

(

HR

)

=

1.0+ 2.0+3,625.3

3

(42)

2.4

Pemrograman Mobile

Semakin banyaknya handphone atau yang lebih canggih yaitu

smartphone

menggunakan beragam sistem operasi di dalamnya, menjadikannya salah satu

alasan mengapa pemrograman

mobile

mempunyai prospek yang bagus

kedepannya. Salah satu perusahaan media, Millenial Media, menyebutkan tentang

penggunaan platform mobile bahwa Android diketahui sebagai sistem operasi

mobile yang paling banyak digunakan (Utomo, 2012). Beberapa platform mobile

yang dapat digunakan antara lain Android, Blackberry OS, iOS, Symbian,

Windows Phone, MeeGo, Bada, Nokia OS, dan Palm OS.

2.4.1

Android

Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan untuk perangkat

mobile berbasis Linux. Sistem operasi ini bersifat

open source,

yang berarti

semua orang dapat membuat dan memodifikasi aplikasi tertentu (Ardi, 2013).

2.4.2

Android SDK

(Software Development Kit)

(43)

2.4.3

Android Studio

Android Studio adalah sebuah lingkungan pengembangan terpadu (IDE)

untuk mengembangkan untuk platform Android. Hal itu disampaikan pada tanggal

16 Mei, 2013 pada Google I / O conference oleh Product Manager Google,

Katherine Chou. Android Studio tersedia secara bebas di bawah Lisensi Apache

2.0. Android Studio adalah pada awal tahap preview akses mulai dari versi 0.1

Mei 2013, kemudian memasuki tahap beta mulai dari versi 0.8 yang dirilis pada

bulan Juni 2014. Yang pertama membangun stabil dirilis pada bulan Desember

2014, mulai dari versi 1.0.

Berdasarkan JetBrains 'IntelliJ IDEA software, Android Studio dirancang

khusus untuk pengembangan Android. Ini tersedia untuk di-download pada

Windows, Mac OS X dan Linux, dan diganti Eclipse Pengembangan Android

Tools (ADT) sebagai IDE utama Google untuk pengembangan aplikasi Android

asli.

2.5

Testing

Testing merupakan pengujian.

Software Testing

adalah proses menganalisis

software untuk menemukan perbedaan antara kondisi yang diperlukan dan yang

ada.

Software Testing

dilakukan sepanjang siklus pengembangan perangkat lunak

dan juga dilakukan untuk membangun perangkat lunak berkualitas, untuk tujuan

ini ada dua pendekatan pengujian dasar yang digunakan, yaitu

White Box Testing

(44)
(45)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1

Identifikasi Masalah

Sesuai dengan rumusan masalah pada latar belakang tentang bagaimana

membuat sistem pakar dalam mendeteksi dini tingkat risiko pada ibu hamil

terhadap preeklampsia dengan logika

fuzzy

, akan dibuat sebuah aplikasi yang

memudahkan bagi user yaitu ibu hamil tertentu dalam mendeteksi dini ibu hamil

apakah kehamilannya berjalan normal, terdeteksi mengalami preeklampsia ringan,

atau preeklampsia berat. Memanfaatkan

smartphone

berbasis android yang

ditanam sebuah kecerdasan buatan sehingga memiliki kemampuan yang mirip

dengan manusia dalam bernalar atau berpikir dalam mencari solusi, memberi

keputusan, memberi prediksi, dan hal lainnya.

3.2

Analisis Kebutuhan

Setelah dilakukan identifikasi masalah selanjutnya adalah menganalisis

kebutuhan yang dibutuhkan dalam proses pengembangan sistem untuk menunjang

penyelesaian penelitian. Berikut merupakan analisis kebutuhan yang dibutuhkan,

yaitu :

a.

Studi Literatur

(46)

1998) yang membahas preeklampsia dan eklampsia mulai dari gambaran klinik

serta penanganan.

b.

Wawancara

Wawancara dilakukan di Klinik Bidan Praktek Swasta di Jl. Kapasari IV no.

10 Kota Surabaya dengan narasumber Ibu Sri Utami A.Md.Keb dan tujuan dari

tanya jawab ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kriteria seputar gejala

preeklampsia, proses pelayanan pemeriksaan pada ibu hamil, tindakan dalam

penanganan preeklampsia, serta pencegahan agar tidak terjadi preeklampsia.

c.

Pengambilan Data Rekam Medis

Data yang diambil adalah data

antenatal care,

sebuah form data yang diisi

oleh bidan atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk mencatat riwayat

kesehatan ibu selama masa kehamilan. Pengambilan data rekam medis diambil di

Klinik Bidan Praktek Swasta di Jl. Kapasari IV no. 10 Kota Surabaya.

1)

Data rekam medis yang dibutuhkan sebanyak 100 data. Terbagi menjadi 80

data

training

dan 20 data

testing

.

2)

Field

yang diambil di form Antenatal Care secara umum adalah :

a)

Identitas ibu (meliputi data usia ibu).

b)

Tekanan Darah (meliputi tekanan darah sistolik dan diastolik).

c)

Kenaikan Berat Badan.

d)

Edema.

(47)

3.3

Penentuan Aturan

Tahap penentuan aturan ini digunakan sebagai

rule

yang nantinya akan

digunakan dalam tahapan inferensi Mamdani. Aturan dibuat berdasarkan

pengolahan data rekam medis, referensi DEPKES, dan wawancara dengan pakar.

Contoh aturan ditunjukkan dalam Gambar 3.1 :

Gambar 3.1 Contoh Suatu Aturan

3.4

Analisis Sistem Pakar Fuzzy Inferensi Mamdani

Tahapan analisis sistem pakar fuzzy mamdani dimulai dari penentuan input

dan output variabel. Ada tujuh variabel input dan satu variabel output. Variabel

input terdiri atas Tekanana Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Kenaikan

Berat Badan, Usia Kehamilan, Usia Ibu, Edema dan Proteinuria. Sementara

variabel outputnya adalah Status Risiko Kehamilan.

1.

Fuzzifikasi

Fuzzifikasi yaitu suatu proses untuk mengubah suatu masukan dari bentuk

tegas (

crisp

) menjadi fuzzy (variabel linguistik). Proses fuzzifikasi ini ditentukan

untuk semua variabel yang digunakan yaitu Variabel Input diantaranya Tekanan

Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Kenaikan Berat Badan, Usia

Kehamilan, Usia Ibu, Edema, Proteinuria. Sementara Variabel Outputnya Status

R[1] IF TD Sistolik = Tinggi AND TD Diastolik = Tinggi AND

Kenaikan BB = Tinggi AND Usia Kehamilan = Trimester3 AND

Usia Ibu = Normal AND Oedema = Ada AND Proteinuria = Tinggi

(48)

Risiko. Menentukan fungsi keanggotaan yang dilakukan untuk pemenuhan

titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya dan sebagian besar menggunakan

linear fit functions

dengan representasi kurva segitiga dan trapesium.

2.

Evaluasi Aturan

Setelah melakukan fuzzyfikasi, input sesuai fuzzy set diteruskan ke mesin

inferensi yang memproses dengan menggunakan aturan yang diambil dari basis

aturan. Fungsi Implikasi yang digunakan adalah min. Fungsi implikasi ini

digunakan untuk menentukan α-predikat suatu aturan (preposisi).

3.

Aggregasi Aturan Output

Aggregasi aturan dilakukan dengan metode MAX dari hasil aplikasi fungsi

implikasi dengan cara mencari nilai terbesar (max) dari masing-masing daerah

fuzzy output. Nantinya daerah fuzzy untuk status risiko adalah ibu hamil normal,

ibu waspada terhadap preeklampsia ringan, ibu bahaya preeklampsia berat.

4.

Defuzzifikasi dengan

Weight Average

Langkah terakhir dari proses inferensi fuzzy adalah untuk mengkonversikan

nilai fuzzy hasil dari aggregasi aturan ke dalam sebuah bilangan

crisp.

Metode

yang digunakan adalah metode Weight Average sehingga hasil output akan

menunjukkan status risiko kehamilan ibu terhadap preeklampsia.

3.5

Perancangan Sistem

(49)

1.

Flowchart System

Bagian yang menunjukkan alur kerja sistem secara keseluruhan serta

urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem.

2.

Pseudocode

Deskripsi dari algoritma pemrograman komputer yang menggunakan

struktur bahasa yang sederhana agar dapat di baca oleh manusia.

3.6

Implementasi Sistem

Sistem pakar ini akan diimplementasikan berbasis

Android Operating

System

yang mendukung teknologi

mobile

. Dalam membuat aplikasi android

implementasi dibangun dengan menggunakan tools Android Studio.

3.7

Pengujian Sistem

Pengujian Sistem dilakukan dengan

Black Box Testing

. Pengujian ini lebih

menekankan untuk menemukan kesesuian antara kinerja sistem dengan daftar

kebutuhan untuk sebuah uji kasus yang disebut

Test Case

.

Test Case

ini terdiri

atas

Input Case, Expected Output, Actual Output

serta Keterangan Validasi.

Contoh pengujian validasi seperti pada Tabel 3.1 berikut :

Tabel 3.1 Contoh Pengujian Sistem.

Untuk menguji kinerja dari sistem, maka dilakukan uji akurasi terhadap data

(50)

digunakan adalah

Recognition Rate

. Sistem dikatakan memiliki kinerja tinggi

apabila output yang dihasilkan oleh Sistem Pakar Deteksi Dini Tingkat Risiko

Terhadap Preeklampsia dengan Logika Fuzzy sesuai dengan data

testing

yang

telah disiapkan. Perhitungan

Recognition Rate

(51)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Identifikasi Masalah

Penelitian ini merancang bangun sebuah aplikasi yang memudahkan bagi

user tertentu dalam mendeteksi dini ibu hamil apakah kehamilannya berjalan

normal, terdeteksi mengalami preeklampsia ringan, atau preeklampsia berat.

Memanfaatkan smartphone berbasis android yang mempunyai tujuan untuk

mengadopsi kemampuan yang mirip dengan manusia dalam bernalar atau

berpikir. Dengan demikian dapat memberikan kemudahan dalam menyelesaikan

pekerjaan atau masalah, karena dalam beberapa aspek peran manusia dapat

digantikan oleh program yang ditanamkan pada smartphone.

4.2

Hasil Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari studi

literatur, wawancara, serta pengambilan data

antenatal care

yang dibutuhkan

dalam proses pengembangan sistem pakar dengan logika

fuzzy.

1.

Studi Literatur

(52)

2.

Wawancara

Wawancara dengan narasumber telah dilakukan pada tanggal 21 Maret 2016

bertempat di lokasi klinik bidan praktek mandiri Hj Sri Utami, Amd. Keb.

Wawancara dilakukan dengan beberapa tujuan untuk tanya jawab mengenai

definisi preeklampsia, variabel penentu ibu mengalami preeklampsia, serta

pengisian

rules

dari preeklampsia . Hasil wawancara dapat dilihat dalam daftar

lampiran 3.

3.

Pengambilan Data

antenatal care

Data

antenatal care

adalah data mengenai segala kondisi suatu pasien

selama kehamilan dan bentuk tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan

maupun dokter. Pengambilan data ini dilakukan dengan tujuan untuk

mendapatkan informasi mengenai kondisi ibu selama hamil dan hasil pemeriksaan

apakah menunjukkan kehamilan normal atau mengalami gangguan kehamilan

terutama preeklampsia, preeklampsia ringan atau preeklampsia berat. Data

antenatal care

diambil di Klinik Bidan Praktek Mandiri Hj. Sri Utami Amd.Keb.

dalam kurun waktu 6 bulan yaitu bulan Juli 2015 - Desember 2015. Total data

yang diambil adalah 120 data diantaranya 100 data training dan 20 data testing.

4.3

Penentuan Aturan

(53)

kombinasi antar parameter dalam variabel input. Dasar penentuan aturan yang

digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu :

1.

Wawancara dengan pakar untuk menentukan 1405 data.

2.

Pengambilan data

antenatal care

sebanyak 100 data, dan data yang

digunakan adalah sebanyak 53 data.

4.4

Analisis Sistem Pakar Fuzzy

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, menghasilkan informasi mengenai

gambaran klinis dari ke tujuh variabel input beserta nilai range-nya. Variabel

Input diantaranya Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Kenaikan

Berat Badan, Usia Kehamilan, Usia Ibu, Edema, Proteinuria serta Variabel

Outputnya adalah Status Risiko. Proses pengembangan sistem pakar fuzzy

dilakukan sebagia berikut :

1.

Fuzzzifikasi

(54)

Dasar penentuan fungsi keanggotaan tiap variabel berdasarkan pemetaan 100 data

ditunjukkan pada lampiran 1.

1)

Tekanan Darah Sistolik

Tekanan Darah Sistolik Normal memiliki kisaran <120mmhg, Tekanan

Darah Sistolik Tinggi (stage 1) 140 - 159 mmHg, sementara Diastolik

Sangat Tinggi (stage2) >160mmHg (Kementerian Kesehatan RI, 2013) .

Hasil pemetaan berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa variabel

Tekanan Darah Sistolik terdiri atas 3 himpunan fuzzy yaitu Normal, Tinggi

dan Sangat Tinggi. Fungsi Keanggotaan dari variabel Tekanan Darah

Sistolik dapat ditunjukkan dengan Gambar 1.

Tabel 4.1 Fuzzy Sets Tekanan Darah Sistolik

Fuzzy Set

Range

Normal

x ≤ 140

Tinggi

140 < x < 180

Sangat Tinggi

x ≥ 180

Gambar 4.1. Fungsi keanggotaan dari variabel Tekanan Darah Sistolik.

1

x≤120

μTDSNormal =

(160-x)/(160-120)

120<x<160

(55)

0

x≤120

(x-120)/(160-120)

120<x<160

μTDSTinggi =

1

x=160

(200-x)/(200-160)

160<x<200

0

x≥200

0

x≤160

μTDSSangatTinggi = (x-200)/(200-160)

160<x<200

1

x≥200

2)

Tekanan Darah Diastolik

Tekanan Darah Diastolik Normal memiliki kisaran <80mmhg, Tekanan

Darah Diastolik Tinggi (stage 1) 90 - 99 mmHg, sementara Diastolik

Sangat Tinggi (stage2) >100mmHg (Kementerian Kesehatan RI, 2013) .

Hasil pemetaan berdasarkan Tabel 4.2 menunjukkan Variabel Tekanan

Darah Diastolik terdiri atas 3 himpunan fuzzy yaitu Normal, Tinggi dan

Sangat Tinggi. Fungsi Keanggotaan dari variabel Tekanan Darah Sistolik

dapat ditunjukkan dengan Gambar 4.2.

Tabel 4.2 Fuzzy Sets Tekanan Darah Diastolik

Fuzzy Set

Range

Normal

x ≤ 90

Tinggi

90 < x < 130

Sangat Tinggi

x ≥ 130

(56)

1

x≤70

μTDDNormal =

(110-x)/(110-70)

70<x<110

0

x≥110

0

x≤70

(x-70)/(110-70)

70<x<110

μTDDTinggi =

1

x=110

(150-x)/(150-110)

110<x<150

0

x≥150

0

x≤110

μTDDSangatTinggi = (x-150)/(150-110)

110<x<150

1

x≥150

3)

Kenaikan Berat Badan

Kenaikan berat badan ½ kg setiap minggu dalam kehamilan masih dapat

dianggap normal, tetapi bila kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali perlu

kewaspadaan terhadap timbulnya preeklampsia (Wiknjosastro, et al., 2005).

Hasil pemetaan berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan Variabel Kenaikan

Berat Badan terdiri atas 3 himpunan fuzzy yaitu Rendah Normal, dan

Tinggi. Fungsi Keanggotaan dari variabel Kenaikan Berat Badan dapat

ditunjukkan dengan Gambar 4.3.

Tabel 4.3 Fuzzy Sets Kenaikan Berat Badan

Fuzzy Set

Range

Rendah

≥ 1 kg/bln

Normal

1 < x < 3 kg/bln

(57)

Gambar 4.3. Fungsi keanggotaan dari variabel Kenaikan Berat Badan.

1

x≤0

μKBBRendah =

(2-x)/(2-0)

0<x<2

0

x≥2

0

x≤0

(x-0)/(2-0)

0<x<2

μKBBNormal =

1

x=2

(4-x)/(4-2)

2<x<4

0

x≥4

0

x≤2

μKBBTinggi =

(x-2)/(4-2)

2<x<4

1

x≥4

4)

Usia Kehamilan

(58)

Tabel 4.4 Fuzzy Sets Usia Kehamilan

Fuzzy Set

Range

Trimester 1

3 bulan ≤

Trimester 2

4 – 6 bulan

Trimester 3

7 bulan ≥

Gambar 4.4. Fungsi keanggotaan dari variabel Usia Kehamilan

0

x≤0

(x-0)/(1-0)

0<x<1

μUKTrimester1 =

1

1≤x≤3

(4-x)/(4-3)

3<x<4

0

x≥4

0

x≤3

(x-3)/(4-3)

3<x<4

μUKTrimester2 =

1

4≤x≤6

(7-x)/(7-6)

6<x<7

0

x≥7

0

x≤6

(x-6)/(7-6)

6<x<7

μUKTrimester3 =

1

7≤x≤9

(10-x)/(10-9) 9<x<10

0

x≥10

5)

Usia Ibu

(59)

Normal, dan Sangat Tinggi. Fungsi Keanggotaan dari variabel Usia Ibu

dapat ditunjukkan Gambar 4.5.

Tabel 4.5 Fuzzy Sets Usia Ibu

Fuzzy Set

Range

Tinggi

≤ 17,5 tahun

Normal

17,5 – 37,5 tahun

Sangat Tinggi

≥ 37,5 tahun

Gambar 4.5. Fungsi keanggotaan dari variabel Usia Ibu.

1

x≤15

μUITinggi =

(20-x)/(20-15) 15<x<20

0

x≥20

0

x≤15

(x-15)/(20-15) 15<x<20

μUINormal =

1

20≤x≤35

(40-x)/(40-35) 35<x<40

0

x≥40

0

x≤40

μUISangatTinggi =

(x-35)/(40-35) 35<x<40

1

x≥40

6)

Edema

(60)

Edema memiliki 2 nilai (0,1) dengan satu fuzzy set (true). Jika ibu hamil

mengalami Edema maka pada sistem akan menampilkan angka 1 dan jika

tidak, maka sistem akan menampilkan angka 0.

Gambar 4.6. Fungsi keanggotaan dari variabel Edema

7)

Proteinuria

Hasil pemetaan berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan Variabel Proteinuria

terdiri atas 3 himpunan fuzzy yaitu Normal, Tinggi, Sangat Tinggi. Fungsi

keanggotaan dari Variabel Proteinuria dapat ditunjukkan dengan Gambar

4.7.

(61)

Contoh inputan untuk menerangkan tahapan ini dapat dilihat dalam Tabel 4.6

Setelah menentukan kasus uji coba selanjutnya dilakukan penentuan

fungsi keanggotaan berikut dengan persamaan di masing-masing variabel.

Berdasarkan Gambar 4.1 Tekanan Darah Sistolik = 145 mmHg, terletak dalam

himpunan

fuzzy

Tinggi dan Sangat Tinggi. Nilai keanggotaan himpunan

fuzzy

yang disimbolkan dengan miu (µ) adalah

µTDSNormal[145]

= (160-x)/(160-120)

= (160-145)/40 = 15/40 = 0.375

µTDSTinggi[145]

= (x-120)/(160-120)

= (145-120)/40 = 25/40 = 0,625

µTDSSangatTinggi[145]

= 0

Berdasarkan Gambar 4.2 Tekanan Darah Diastolik = 85 mmHg, terletak

dalam himpunan

fuzzy

Normal dan Tinggi. Nilai keanggotaan himpunan

fuzzy

yang disimbolkan dengan miu (µ) adalah

µTDDNormal[85]

= (110-x)/(110-70)

= (110-85)/40 = 25/40 = 0,625

µTDDTinggi[85]

= (x-70)/(110-70)

= (85-70)/40 = 15/40 = 0,375

(62)

Berdasarkan Gambar 4.3 Kenaikan Berat Badan = 2,3 kg/Bulan, terletak

dalam himpunan

fuzzy

Normal dan Tinggi. Nilai keanggotaan himpunan

fuzzy

yang disimbolkan dengan miu (µ) adalah

µKBBRendah[2,3] = 0

µKBBNormal[2,3] = (4-x)/(4-2)

= (4-2,3)/2 = 1,7/2 = 0,85

µKBBTinggi[2,3]

= (x-2)/(4-2)

= (2,3-2)/2= 1,3/2 = 0,15

Berdasarkan Gambar 4.4 Usia Kehamilan = 7,5 Bulan, terletak dalam

himpunan

fuzzy

Trimester3. Nilai keanggotaan himpunan

fuzzy

yang disimbolkan

dengan miu (µ) adalah

µUKTrimester1[7,5] = 0

µUKTrimester2[7,5] = 0

µUKTrimester3[7,5] = 1

Berdasarkan Gambar 4.5 Usia Ibu = 19 Bulan, terletak dalam himpunan

fuzzy

Tinggi dan Normal. Nilai keanggotaan kedua himpunan

fuzzy

yang

disimbolkan dengan miu (µ) adalah

µUITinggi[19]

= (20-x)/(20-15)

= (20-19)/(20-15) = 1/5 = 0.2

µUINormal[19]

= (x-15)/(20-15)

(63)

Berdasarkan Gambar 4.6 Edema = Iya, terletak dalam himpunan

fuzzy

Ya.

Nilai keanggotaan himpunan

fuzzy

yang disimbolkan dengan miu (µ).

µEdemaTidak[Iya] = 0

µEdemaYa[Iya]

= 1

Berdasarkan Gambar 4.7 Proteinuria = +1, terletak dalam himpunan

fuzzy

Tinggi. Nilai keanggotaan kedua himpunan

fuzzy

yang disimbolkan dengan miu

(µ) adalah

µPNormal [1]

= 0

µPTinggi[1]

= 1

µPSangatTinggi[1] = 0

Hasil perhitungan fuzzifikasi seluruh variabel linguistik dapat dilihat Tabel 4.7

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Fuzzyfikasi Variabel Linguistik.

INPUT FIELD

VARIABEL LINGUISTIK FUZZYFIKASI

Tekanan Darah Sistolik

µTDSNormal

µTDSTinggi

0,375

0,625

µTDSSangatTinggi

0

Tekanan Darah Diastolik

µTDDNormal

µTDDTinggi

0,625

0,375

µTDDSangatTinggi

0

Kenaikan Berat Badan

µKBBRendah

µKBBNormal

0,85

0

µKBBTinggi

0,15

Usia Kehamilan

µUKTrimester1

µUKTrimester2

0

0

µUKTrimester3

1

Usia Ibu

µUINormal

µUITinggi

0,2

0,8

µUISangatTinggi

0

Edema

µEdemaTidak

µEdemaIya

0

1

Proteinuria

µPNormal

µPTinggi

0

1

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Sistem Pakar
Tabel 2.1. Fuzzy Set dari Suatu Variabel
Gambar 2.5 Fungsi Keanggotaan Variabel Output
Tabel 4.1 Fuzzy Sets Tekanan Darah Sistolik
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian diatas memang mengambil tema yang sama, namun Sri Nengsih Emilia memfokuskan penelitiannya tradisi Merantau Masyarakat Minangkabau dalam Kumpulan Cerpen Pengantin

Tunjangan alat kelengkapan adalah tunjangan yang diberikan setiap bulan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD sesuai kedudukannya sebagai Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris

KRITERIA PKM [email protected] (FK UGM) 11 No KRITE- RIA BIDANG KEGIATAN PKMP *) PKMT*) PKMK*) PKMM*) PKMKC*) PKM-AI PKM- GT*) 1 Inti Kegiatan Karya krea-tif, inovatif

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan kerja praktek yang berjudul “Budidaya rumput

Dalam membangun sebuah sistem multiagen, perancang aplikasi harus mengerti beberapa hal berikut yaitu: (1) bagaimana agen dan teknik dalam sistem cerdas dapat diaplikasikan

Dan setelah memahami secara komprehensif teks-teks Hadis yang secara sepintas memberikan label negatif terhadap perempuan dan hadis tersebut dijadikan dalil bahwa perempuan

(eftidir digunakan untuk infeksi saluran nafas atas dan ba&lt;ah sinusitis# eksaserbasi akut bronkitis kronis' yang disebabkan oleh bakteri. Ibat ini &#34;ugaa digunakan se)ara

Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen yang bersifat one group pretest-postest untuk mengidentifikasi efektifitas jahe dalam menurunkan mual muntah pada