BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahan ajar merupakan komponen pokok dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Bahan ajar sangat dibutuhkan oleh guru dan peserta didik untuk belajar berbagai macam ilmu. Bahan ajar merupakan panduan guru dan peserta didik dalam memperoleh ilmu yang ada di dalam bahan ajar tersebut, dan keberadaan dari bahan ajar akan sangat membantu guru dan peserta didik dalam belajar.
Menurut National Centre for Competency Based Training (dalam Andi Prastowo:2013:16) bahan ajar adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan guru atau instruktur, dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Bahan yang bisa berupa bahan tertulis dan tak tertulis. Bahan ajar memang banyak sekali macam dan jenis seperti buku pelajaran, modul, handout, market atau model, LKS dan lain sebagainya.
Bahan ajar sangat bermanfaat untuk guru di kelas. Bahan ajar (buku penunjang) yang dipakai oleh guru dapat membantu siswa mempelajari dan mengamati ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru. Bahan ajar disusun untuk keperluan pembelajaran ketika berada di kelas, siswa bisa langsung mempelajari ilmu pengetahuan yang terdapat pada isi dalam bahan ajar tersebut.
akan mengalami tidak ada bahan ajar pembelajaran tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh guru. Guru dapat menyampaikan materi dengan mudah karena adanya fasilitas buku yang digunakan oleh guru, dan dijadikan sebagai pedoman oleh guru untuk melakukan proses pembelajaran pada saat di kelas.
Buku penunjang/pegangan guru merupakan bagian dari bahan ajar yang penting untuk guru sebagai acuan untuk dapat melakukan pembelajaran. Buku berisi bermacam-macam ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari oleh siswa terutama untuk tingkat Sekolah Dasar, buku pelajaran memuat mata pelajaran seperti Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial dan lain sebagainnya semuanya dipelajari oleh siswa Sekolah Dasar. Semuanya terangkum dalam sebuah buku, yang idealnya dapat dibaca oleh siswa tertama siswa Sekolah Dasar.
Buku yang disusun pada Kurikulum 2013 merupakan perpaduan antara mata pelajaran yang dibuat menjadi satu. Semua mata pelajaran terangkum dalam satu buku, karena buku tersebut dibuat berdasarkan tema-tema yang nanti akan lebih diarahkan pada pembelajaran tema-tematik-integratif. Tidak seperti pada KTSP yang setiap mata pelajaran berdiri sendiri atau terpisah, buku yang dibuat pun sesuai dengan mata pelajaran saja.
Mulyasa (2013:170) mengemukakan bahwa pembelajaran tematik integratif sebelumnya hanya dilaksanakan pada kelas rendah saja, dan kelas tinggi setiap mata pelajaran terkesan terpisah atau berdiri sendiri. Kurikulum 2013 peserta didik sekolah dasar tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah. Pembelajaran berbasis tematik-integratif yang diterapkan ada tingkat sekolah dasar menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran lainnya.
didiknya. Buku penunjang tidak diterbitkan oleh pemrintah namun diterbitkan oleh pihak swasta. Buku penunjang banyak sekali macamnya dan tentunya tiap-tiap sekolah memiliki buku penunjang dari penerbit swasta yang berbeda-beda.
Buku penunjang yang dipakai oleh guru di sekolah yang telah menggunakan Kurikulum 2013 belum diketahui sudah memenuhi standar yang telah ditentukan atau belum memenuhi. Ketidakcocokkan materi yang terlalu sulit atau terlalu rendah isinya bisa terjadi pada buku penunjang yang dipakai oleh guru, sesuai dengan Kurikulum 2013 atau belum sesuai. Semua faktor tersebut bisa saja terjadi.
Peneliti sempat berbincang dengan salah satu guru SDN 3 Kaliori yaitu Ibu Tumini, S.Pd, guru tersebut berpendapat bahwa buku Kurikulum 2013 materi yang ada di dalam buku terlalu sedikit. Kurang pandai dalam mengajar maka materi akan cepat selesai dan tidak sesuai dengan target waktunya, lebih cepat karena sedikit materi. Guru perlu buku penunjang untuk pembelajaran di kelas agar materi yang dipelajari oleh siswa tidak terlalu sedikit.
jenjang kelas pun hanya pada kelas 1 dan kelas 4 saja sehingga yang diambil untuk diteliti adalah kelas 4.
Buku tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup memuat srtuktur seperti Kompetensi Inti (KI) yaitu terjemahan dari Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik, KI terdiri atas 4 kompetensi yaitu sikap keagamaan, sikap sosial, pengetahuan, dan penerapan pengetahuan. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi setiap mata pelajaran setiap kelas yang diturunkan Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI pada setia temanya mencangkup mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
Buku tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup adalah buku yang berisi tiga subtema, dari satu subtema terdapat beberapa pelajaran. Tiga subtema itu tentang Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku, Keragaman Makhluk Hidup di Lingkunganku, dan Ayo Cintai Lingkungan. Buku tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup terdapat buku guru dan buku siswa sebagai panduan guru dalam mengajar, sehingga pembelajaran akan dapat terlaksana dengan baik dan lebih mudah.
Terhadap Makhluk Hidup. Buku penunjang guru dibuat dari penerbit swasta, namun isi dari tiap-tiap buku dari penerbit swasta pasti ada perbedaan.
Guru sebagai ujung tombak dari keberlangsungan dari sebuah pendidikan yang lebih baik. Guru harus bisa lebih mengeksplor kegiatan belajar di kelas agar pembelajarannya lebih bermakna untuk siswa. Guru dalam pembelajaran butuh bantuan dari buku, namun perlu diperhatikan juga buku yang baik yang dapat memotivasi siswa sehingga mau untuk belajar jika siswa merasa sudah termotivasi dan merasa tertarik hati siswa maka ia akan belajar dengan serius dan sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran.
Peneliti melakukan penelitian tanggapan guru mengenai bahan ajar (buku penunjang) yang dipakai oleh guru untuk kelas 4 tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup di beberapa sekolah dasar yaitu , SDN 4 Teluk Purwokerto, SDN 1 Karanglewas Lor, SDN 3 Kaliori, dan SDN 1 Patikraja, tanggapan guru terhadap buku penunjang guru sebagai bahan ajar selain dari buku guru dan buku siswa dari pemerintah, karena Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang baru. Peneliti tertarik untuk meneliti buku penunjang guru, buku-buku tersebut sudah masuk kriteria mutu standar buku teks pelajaan dari BSNP atau belum. Peneliti mengambil empat aspek yaitu aspek isi/materi, bahasa, penyajian dan kegrafikan, dari keempat aspek tersebut harus bisa dipenuhi untuk menjadi buku penunang yang baik dan setiap aspek ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dan harus ada dalam buku penunjang yang dipakai oleh guru.
perlu dikaji lebih dalam mengenai bahan ajar (buku penunjang) yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar dengan peserta didik pada saat di dalam kelas. Pembelajaran akan lebih bermakna apabila guru bisa memilih bahan ajar penunjang untuk kegitan belajar.
B.Fokus Penelitian
Tahun 2013 merupakan pergantian kurikulum baru, yang dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran baru yang dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Tidak semua Sekolah Dasar menggunakan Kurikulum 2013, secara bertahap sekolah negeri yang ditunjuk menyelenggarakan Kurikulum 2013 di tahun pembelajaran baru 2013. Tidak semua jenjang kelas di Sekolah Dasar melaksanakan Kurikulum 2013, tahap awal hanya pada kelas 1 dan kelas 4 saja. Peneliti memfokuskan penelitian bahan ajar (buku penunjang) yang digunakan guru pada semester I pada tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup, yang saat itu telah menyelenggarakan Kurikulum 2013.
C. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang ada di atas maka perumusan masalah daat dirumuskan sebagai berikut :
Patikraja Banyumas?
D. Tujuan
Penelitian ini guna mengetahui pendapat dari guru mengenai bahan ajar (buku penunjang) guru untuk kelas 4 Kurikulum 2013 di SDN 4 Teluk Purwokerto, SDN 1 Karanglewas Lor Purwokerto, SDN 3 Kaliori, SDN 1 Patikraja yang digunakan pada Sekolah Dasar tersebut, mengingat karena dari sekolah dasar tersebut telah menggunakan kurikulum 2013 pada awal tahun pembelajaran baru 2013, sehingga perlu diketahui persepsi guru terhadap buku penunjang kelas 4 tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup sesuai atau tidak menurut guru.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar dapat bermanfaat bagi:
1. Guru terkait dengan bahan ajar yang digunakan di Kurikulum 2013 sekarang ini, yang pada saat ini merupakan pergantian kurikulum dari kurikulum yang lama ke kurikulum yang baru yaitu Kurikulum 2013, yang nanti akan berguna bagi guru dan diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih baik dan lebih maju dari yang sebelumnya.
2. Peneliti untuk memahami bahan ajar terutama buku yang baik yang dapat
F. Klarifikasi Konsep
1. Bahan ajar merupakan bagian terpenting dari proses belajar di kelas. Tanpa adanya bahan ajar maka pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar. Guru membutuhkan bahan ajar agar pembelajaran dapat terlakasana sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tanpa ada bahan ajar siswa tidak akan bisa belajar. Buku penunjang merupakan bahan ajar selain buku guru dan buku siswa dari pemerintah yang merupakan cetakan dari penerbit swasta.
2. Buku penunjang merupakan bagian dari bahan ajar. Buku penunjang guru