Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Timur No. 34/05/64/Th XIX, 2 Mei 2016 1
ahk
No. 34/05/64/Th.XIX, 2 Mei 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) KALIMANTAN TIMUR*) MENURUT SUB SEKTOR BULAN APRIL 2016
Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada 11 Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur dengan tahun dasar 2012, NTP Provinsi Kalimantan Timur pada bulan A p r i l 2016 tercatat sebesar 98,02 yang berarti petani mengalami mengalami defisit/penurunan daya beli, karena kenaikan penerimaan hasil produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya.
*)termasuk Provinsi Kaltara
Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Timur bulan April 2016 tercatat sebesar
98,02 lebih tinggi dibanding nilai NTP pada bulan M a r e t 2 0 1 6 yang tercatat
sebesar 97,46 atau secara kuantitatif mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen. Untuk NTP per subsektor di Kalimantan Timur bulan April 2016 diantaranya Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 95,76; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 92,75; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 99,04; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 104,84 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN) 99,36.
Secara umum NTP mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen, hal ini dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang mengalami peningkatan sebesar 0,44 persen sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan yaitu sebesar -0,13 persen.
Perkembangan NTP menurut subsektor pada bulan April 2016 yaitu terjadi penurunan pada 1 subsektor yaitu subsektor NTPP sebesar -0,57 persen. Sedangkan 4 subsektor lainnya mengalami peningkatan masing-masing subsektor NTPH sebesar 1,35 persen, NTPR sebesar 1,33 persen, NTPT sebesar 0,16 persen dan subsektor NTPN sebesar 0,65 persen.
Grafik 1
NTP Provinsi Kalimantan Timur April 2015 – April 2016
NTP pada bulan April 2016 tercatat sebesar 98,02 atau mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen dibandingkan NTP Maret 2016. Peningkatan NTP ini dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang mengalami peningkatan sebesar 0,44 persen sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan yaitu sebesar -0,13 persen.
NTP menurut subsektor pada bulan April 2016 yaitu terjadi penurunan pada 1 subsektor yaitu subsektor NTPP sebesar -0,57 persen. Sedangkan 4 subsektor lainnya mengalami peningkatan masing-masing subsektor NTPH sebesar 1,35 persen, NTPR sebesar 1,33 persen, NTPT sebesar 0,16 persen dan subsektor NTPN sebesar 0,65 persen.
1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada April 2016, Provinsi Kalimantan Timur secara gabungan memiliki indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 119,29 atau mengalami peningkatan sebesar 0,44 persen dari It bulan Maret 2016 yang mencapai sebesar 118,77.
Dilihat dari subsektornya, indeks yang diterima petani mengalami peningkatan di 3 subsektor yaitu subsektor tanaman hortikultura 1,38 persen, subsektor peternakan sebesar 0,10 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,27 persen.
Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Timur No. 34/05/64/Th XIX, 2 Mei 2016 3
Sementara itu indeks yang diterima petani pada subsektor tanaman pangan dan perikanan mengalami penurunan masing-masing sebesar -0,57 persen dan -0,26 persen.
Tabel 1
Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Timur Per Subsektor A p r i l 2 0 1 6 (2012=100)
Subsektor Bulan Persentase Perubahan
Maret April
(1) (2) (3) (4)
1. Tanaman Pangan
a. Indeks yang Diterima (It) 118.21 117.53 -0.57 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 122.74 122.74 0.00 c. Nilai Tukar Petani Pangan (NTPP) 96.31 95.76 -0.57 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 104.53 104.52 0.00 2. Hortikultura
a. Indeks yang Diterima (It) 111.26 112.80 1.38 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.57 121.61 0.03 c. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 91.52 92.75 1.35 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 102.14 103.70 1.52 3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks yang Diterima (It) 120.29 121.81 1.27 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 123.07 123.00 -0.06 c. Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR) 97.74 99.04 1.33 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 105.67 107.31 1.56 4. Peternakan
a. Indeks yang Diterima (It) 124.58 124.70 0.10 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 119.01 118.94 -0.06 c. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 104.68 104.84 0.16 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 114.61 114.80 0.17 5. Perikanan
a. Indeks yang Diterima (It) 120.34 120.03 -0.26 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.90 120.80 -0.90 c. Nilai Tukar Petani Perikanan (NTPN ) 98.72 99.36 0.65 d. N ilai Tukar Usaha Pertanian 105.27 107.95 2.55 Gabungan
a. Indeks yang Diterima (It) 118.77 119.29 0.44 b. Indeks yang Dibayar (Ib) 121.85 121.70 -0.13
-Konsumsi Rumah Tangga 125.10 125.11 0.01
-BPPBM 111.87 111.20 -0.60
c. Nilai Tukar Petani (NTP) 97.46 98.02 0.57 d. Nilai Tukar Usaha Pertanian 106.16 107.27 1.04
2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Dari indeks harga yang dibayar petani (Ib), dapat dilihat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada bulan April 2016, indeks harga yang dibayar (Ib) petani di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 121,70 atau mengalami penurunan -0,13 persen bila dibandingkan Maret 2016. Penurunan pada indeks dibayar petani dipengaruhi oleh penurunan pada indeks B P P B M s e b e s a r - 0 , 6 0 p e r s e n s e d a n g k a n p a d a i n d e k s konsumsi rumah tangga hanya mengalami peningkatan sebesar 0,01 persen.
Grafik 2
Indeks Diterima dan Indeks Dibayar Petani Provinsi Kalimantan Timur
April 2015 – April 2016
3. NTP Subsektor
a. Subsektor Tanaman Pangan/Padi & Palawija (NTPP)
Pada bulan April 2016 NTPP terjadi penurunan -0,57 persen, hal ini karena indeks yang diterima petani mengalami penurunan -0,57 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya.
Pada indeks diterima petani, harga komoditas padi mengalami penurunan sebesar -0,82 persen dari bulan sebelumnya sedangkan untuk palawija mengalami peningkatan sebesar 0,59 persen. Untuk indeks yang dibayar petani (Ib) pada bulan April 2016 secara
Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Timur No. 34/05/64/Th XIX, 2 Mei 2016 5
umum tidak terjadi perubahan dari bulan sebelumnya, namun demikian untuk indeks pada subkelompok konsumsi rumah tangga terjadi sedikit peningkatan yaitu sebesar 0,09 persen dan indeks BPPBM mengalami penurunan sebesar -0,57 persen.
b. Subsektor Hortikultura (NTPH)
Pada bulan April 2016, NTPH terjadi peningkatan dari bulan Maret 2016 sebesar 1,35 persen, hal ini disebabkan karena indeks yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 1,38 persen sedangkan indeks yang dibayar petani hanya mengalami peningkatan sebesar 0,03 persen.
Peningkatan pada It dipengaruhi oleh peningkatan pada komoditas sayur-sayuran sebesar 1,92 persen dan komoditas buah-buahan sebesar 1,18 persen. Sedangkan komoditas tanaman obat mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yaitu sebesar -1,52 persen. Pada sisi Ib terjadi peningkatan sebesar 0,03 persen dibanding bulan sebelumnya, yang disebabkan adanya peningkatan pada indeks konsumsi rumahtangga sebesar 0,07 persen dan indeks BPPBM yang mengalami penurunan sebesar -0,14 persen.
c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada April 2016 NTPR terjadi peningkatan sebesar 1,33 persen, hal ini karena indeks yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 1,27 persen dan indeks yang dibayar oleh petani yang mengalami penurunan sebesar -0,06 persen.
Indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada April 2016 mengalami penurunan karena adanya penurunan pada komponen indeks BPPBM sebesar -0,28 persen sedangkan pada indeks konsumsi rumahtangga tidak mengalami perubahan yang signifikan dari bulan sebelumnya.
d. Subsektor Peternakan (NTPT)
Pada bulan April 2016 NTPT mengalami peningkatan 0,16 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini karena Indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 0,10 persen sedangkan indeks yang dibayar oleh petani mengalami penurunan sebesar -0,06 persen.
Pada indeks yang diterima petani 3 komoditas mengalami peningkatan yaitu ternak kecil 0,07 persen, unggas sebesar 0,02 persen dan hasil ternak sebesar 0,10 persen.
Sedangkan komoditas ternak besar mengalami penurunan sebesar -0,75 persen. Penurunan pada indeks harga yang dibayar petani (Ib) dipengaruhi oleh indeks konsumsi rumah tangga yang mengalami penurunan sebesar -0,05 persen dan untuk indeks BPPBM mengalami penurunan sebesar -0,07 persen.
e. Subsektor Perikanan (NTPN)
Pada bulan April 2016 NTPN mengalami peningkatan sebesar 0,65 persen, hal ini karena dari sisi indeks harga yang diterima petani hanya mengalami penurunan sebesar -0,26 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan yang lebih besar yaitu sebesar -0,90 persen.
Perubahan pada sisi It dipengaruhi karena adanya penurunan pada komoditas perikanan budidaya sebesar -0,04 persen dan untuk komoditas perikanan tangkap mengalami penurunan sebesar -0,41 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu penurunan pada indeks harga yang dibayar petani subsektor perikanan dikarenakan oleh penurunan pada indeks BPPBM sebesar -2,74 persen dan pada indeks konsumsi rumah tangga mengalami penurunan sebesar -0,09 persen.
Grafik 3
NTP Per SubSektor Provinsi Kalimantan Timur April 2015 – April 2016
Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Timur No. 34/05/64/Th XIX, 2 Mei 2016 7
Tabel 2
Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Timur Per Subsektor dan Perubahannya April 2016 (2012=100)
Subsektor Bulan Persentase Perubahan
Maret April
(1) (2) (3) (4)
1. T anaman Pangan
a. Indeks Diterima Petani 118.21 117.53 -0.57
- Padi 118.54 117.57 -0.82
- Palawija 116.66 117.35 0.59
b. Indeks Dibayar Petani 122.74 122.74 0.00
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 124.55 124.66 0.09
- Indeks BPPBM 113.09 112.45 -0.57
2. Hortikultura
a. Indeks Diterima Petani 111.26 112.80 1.38
- Sayur-sayuran 106.79 108.83 1.92
- Buah-buahan 115.21 116.58 1.18
- Tanaman Obat 113.91 112.18 -1.52
b. Indeks Dibayar Petani 121.57 121.61 0.03
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 124.57 124.66 0.07
- Indeks BPPBM 108.93 108.78 -0.14
3. T anaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks Diterima Petani 120.29 121.81 1.27
- Tanaman Perkebunan Rakyat 120.29 121.81 1.27
b. Indeks Dibayar Petani 123.07 123.00 -0.06
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 125.39 125.39 0.00
- Indeks BPPBM 113.83 113.51 -0.28
4. Peternakan
a. Indeks Diterima Petani 124.58 124.70 0.10
- Ternak Besar 129.84 128.88 -0.75
- Ternak Kecil 112.24 112.32 0.07
- Unggas 114.49 114.51 0.02
- Hasil Ternak 124.64 124.77 0.10
b. Indeks Dibayar Petani 119.01 118.94 -0.06
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 125.46 125.39 -0.05
- Indeks BPPBM 108.70 108.62 -0.07
5. Perikanan
a. Indeks Diterima Petani 120.34 120.03 -0.26
- Penangkapan 133.01 132.47 -0.41
- Budidaya 106.08 106.04 -0.04
b. Indeks Dibayar Petani 121.90 120.80 -0.90
- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 125.87 125.75 -0.09
- Indeks BPPBM 135.05 135.38 0.24
Gabungan
a. Indeks Diterima Petani 118.77 119.29 0.44
b. Indeks Dibayar Petani 121.85 121.70 -0.13
- Konsumsi Rumah Tangga 125.10 125.11 0.01
Tabel 3
Nilai Tukar Petani Nasional dan Persentase Perubahannya Bulan A p r i l 2 0 1 6 (2012=100)
Kode Provinsi IT IB NT P
Indeks % Perb Indeks % Perb Indeks % Perb
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
11 Nangroe Aceh Darusalam 116.67 -1.44 121.34 -0.31 96.15 -1.13
12 Sumatera Utara 123.89 1.05 122.91 -0.58 100.80 1.64 13 Sumatera Barat 119.39 -0.61 120.88 -1.00 98.76 0.39 14 Riau 121.66 1.48 122.39 -0.61 99.41 2.10 15 Jambi 119.79 0.56 121.47 -1.15 98.62 1.74 16 Sumatera Selatan 114.74 -0.20 121.36 -0.27 94.55 0.07 17 Bengkulu 114.99 0.46 122.27 -1.06 94.05 1.55 18 Lampung 125.60 -0.16 121.30 -0.94 103.54 0.79 19 Bangka Belitung 121.93 0.48 117.64 -1.27 103.65 1.76 21 Kepulauan Riau 116.32 0.30 117.90 -0.33 98.66 0.63 31 DKI 118.08 0.42 117.36 -1.31 100.61 1.75 32 Jawa Barat 130.87 -1.34 125.03 -0.24 104.67 -1.10 33 Jawa Tengah 121.42 -0.78 122.66 -0.36 98.99 -0.42 34 Yogyakarta 125.48 -0.58 121.94 -0.90 102.90 0.32 35 Jawa Timur 129.78 -0.34 124.99 -0.40 103.83 0.06 36 Banten 125.84 -1.44 121.68 -0.18 103.42 -1.25 51 Bali 126.37 -0.44 120.57 -0.39 104.81 -0.04
52 Nusa Tenggara Barat 124.65 -1.33 120.34 -0.56 103.58 -0.77
53 Nusa Tenggara Timur 120.48 -0.89 120.46 -0.18 100.02 -0.71
61 Kalimantan Barat 115.99 0.66 121.28 -0.30 95.64 0.96 62 Kalimantan Tengah 117.29 0.09 121.01 -0.43 96.92 0.52 63 Kalimantan Selatan 115.39 -0.48 118.31 -0.35 97.54 -0.14 64 Kalimantan Timur 119.29 0.44 121.70 -0.13 98.02 0.57 71 Sulawesi Utara 119.38 -0.12 122.90 -0.43 97.14 0.31 72 Sulawesi Tengah 121.14 -0.16 121.77 0.02 99.48 -0.18 73 Sulawesi Selatan 127.56 -1.74 122.65 -0.45 104.01 -1.29 74 Sulawesi Tenggara 119.67 -0.54 121.35 0.15 98.62 -0.69 75 Gorontalo 129.80 -0.47 123.83 -0.41 104.82 -0.06 76 Sulawesi Barat 125.35 0.12 117.53 -0.39 106.65 0.51 81 Maluku 127.83 -0.26 122.97 -0.32 103.96 0.06 82 Maluku Utara 125.50 0.51 119.14 0.13 105.34 0.39 91 Papua Barat 122.31 0.59 121.77 -0.13 100.45 0.71 94 Papua 114.50 0.23 119.10 0.22 96.14 0.01 Nasional 124,18 -0,51 122,68 -0,41 101,22 -0,10
Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Timur No. 34/05/64/Th XIX, 2 Mei 2016 9
4. Perbandingan Antar Provinsi
Secara Nasional, jika dibandingkan dengan NTP Maret 2016 terjadi penurunan NTP nasional sebesar -0,10 persen dan dari 33 Provinsi yang dilaporkan. Perubahan NTP April 2016 terhadap NTP Maret 2016 ternyata sangat beragam, yaitu terjadi kenaikan di 21 provinsi dan penurunan di 12 provinsi. Kenaikan tertinggi pada bulan April 2016 terjadi di Provinsi Bangka Belitung sebesar 1,76 persen dan Provinsi yang mengalami penurunan terbesar adalah Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sebesar -1,29 persen (lihat tabel 3).