• Tidak ada hasil yang ditemukan

Geologi Daerah Kesenet dan sekitarnya, Kecamatan Banjarmangu, Kab Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) ABSTRAK EKO ADITYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Geologi Daerah Kesenet dan sekitarnya, Kecamatan Banjarmangu, Kab Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) ABSTRAK EKO ADITYA"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Aditya, Eko. L2L 006 014. Geologi Daerah Kesenet dan sekitarnya, Kecamatan Banjarmangu, Kab Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah Peta Lembar 45 XLI-c(64-c) dan 45/XL-p(66-p). Laporan Kuliah Kerja Lapangan Mandiri 2009, Program Studi Teknik Geologi, Universitas Diponegoro (Dosen Pembimbing : Yoga Aribowo, ST).

Daearah penelitian secara administratif berada pada daerah kesenet dan sekitarnya, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara,Provinsi Jawa Tengah. Geomorfologi yang terdapat pada daerah penelitian terbagi ke dalam tiga satuan diantaranya Satuan Perbukitan terjal Struktural, Satuan bergelombang kuat Denudasional dan Satuan dataran fluvial. Pola pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah dendritik pada stadia muda – dewasa. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat, dimulai dari urutan pengendapan yang tertua yaitu Satuan Breksi Andesit, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Andesit, Satuan aluvium. Struktur geologi yang ditemukan di daerah penelitian berupa kekar dan struktur sesar turun yang berarah barat daya – timur laut. Sejarah geologi pada daerah penelitian ini dimulai pada zaman tersier kala pliosen tengah yaitu terbentuknya satuan litologi breksi andesit. Satuan breksi andesit ini merupakan anggota dari Formasi Tapak (Tptb). Breksi ini memiliki fragmen andesit yang merupakan produk vulkanisme yang tertransport hingga mencapai daerah ini. Kemudian pada zaman tersier kala pliosen akhir karena adanya tenaga endogen menyebabkan adanya intrusi magma intermediet membentuk intrusi diorit. Intrusi ini menerobos satuan litologi yang lebih tua yang berada diatasnya. Kemudian pada zaman kuarter kala pleistosen terjadi pembentukan lava andesit pada daerah penelitian yang merupakan mekanisme aliran lava. Andesit ini merupakan satuan litologi anggota dari Formasi Ligung (QTlb). Satuan andesit ini menindih tidak selaras dengan satuan intrusi diorit hal ini dikarenakan jeda pengendapan yang cukup lama antara zaman tersier dengan kuarter. Karena adanya pengaruh eksogen yang besar seingga menyebabkan intrusi diorit ini dpat muncul di permukaan. Kemudian pada zaman kuarter kala holosen karena adanya proses eksogen seperti erosi,pelapukan terbentuk endapan alluvium disepanjang sungai merawu yaitu berupa material lepas lempung,pasir,kerakal,kerikil dan bongkah andesit. Terjadi ketidakselarasan antara satuan andesit denga satuan alluvium tersebut, ketidakselarasan ini disebabkan oleh jeda pengendapan yang lama antara zaman kuarter kala pliestosen dengan zaman kuarter kala holosen. Lingkungan pengendapan pada daerah penelitian ini yaitu lingkungan pengendapan darat.

Referensi

Dokumen terkait

Sejarah geologi daerah penelitian terdiri dari tiga fase meliputi fase pertama pada Kala Eosen Akhir-Oligosen Tengah yang merupakan waktu terbentuknya Satuan Tuf Gelas

Stratigrafi daerah pemetaan sendiri tersusun atas 4 macam satuan batuan, dari yang tertua hingga yang termuda, yaitu satuan batugamping masif, satuan batupasir kwarsa,

Satuan batuan dari yang tertua hingga yang termuda yaitu satuan batulanau karbonatan, satuan batupasir tufan, dan satuan endapan material lepas berukuran lempung hingga

Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu dengan mengamati langsung keadaan kondisi geologi permukaan daerah pemetaan meliputi geomorfologi, litologi,

Stratigrafi daerah pemetaan sendiri tersusun atas 4 macam satuan batuan, dari yang tertua hingga yang termuda, yaitu satuan batupasir kuarsa, satuan batugamping

Untuk satuan litologi daerah pemetaan dari yang tertua hingga termuda antara lain satuan.. napal, satuan batugamping, dan satuan

Proses sedimentasi yang terjadi pada kala Miosen Tengah, menyebabkan terendapkan satuan batupasir yang merupakan pengendapan melalui mekanisme longsoran bawah laut berupa

Setelah data- data pengamatan didapatkan maka dearah penelitian dapat dibagi kedalam beberapa satuan batuan yaitu satuan perselingan batulanau karbonatan dengan