• Tidak ada hasil yang ditemukan

pelatihan dan pengembangan BLKI di semarang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "pelatihan dan pengembangan BLKI di semarang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

PENATAAN DAN PENGEMBANGAN BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI (BLKI) DI SEMARANG

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar

Sarjana Teknik

diajukan oleh : Niken Ayu Heryanti

L2B 099 249

Periode 86 April – Juni 2004

Kepada

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Memperhatikan perkembangan industri di Jawa Tengah dan

kesepakatan kerjasama di wilayah ASEAN serta pasar global, dipersiapkan

tenaga kerja tingkat teknisi dan professional yang berkualitas yang mampu

bersaing dalam menghadapi tantangan dan peluang di dalam negeri maupun

di luar negeri. Gobalisasi baik yang menyangkut keterbukaan informasi,

transportasi, komunikasi dan aspek hubungan antar manusia umumnya,

mampu mempengaruhi kehidupan dan penghidupan berbangsa dan

bernegara. Dalam kondisi demikian, pemanfaatan sumber daya

pembangunan Indonesia perlu semakin ditingkatkan efektivitas dan

efesiensinya.

Dalam persaingan dunia usaha yang semakin terbuka, maka kualitas

tenaga kerja akanmenjadi factor penentu bagi keberhasilan bangsa. Melalui

Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) inilah akan diciptakan tenaga kerja pada

tingkat teknisi untuk memenuhi kebutuhan yang semakin besar jumlahnya.

Semarang sebagai ibukota propinsi Jawa Tengah mempunyai peranan

yang penting sebagai pusat administrasi dan pemerintahan, pusat

perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri, pusat pendidikan dan

kebudayaan. Hasil-hasil industri Jawa Tengah telah menempatkan sector

industri pada posisi yang semakin mantap dalam melanjutkan dan

meningkatkan perannya untuk mencapai sasaran pembangunan tahap

(3)

Indicator perkembangan industri di Jawa Tengah dalam memasuki

tahun ke-4 Pelita VI ditandai antara lain dengan :

 Meningkatnya peranan sector industri dalam pembentukan

Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah.

 Tumbuhnya Wira Usaha baru yang diidentifikasi dengan pertambahan

perusahaan/unit usaha.

 Meningkatnya penyerapan investasi dan tenaga kerja.  Meningkatnya nilai produksi dan eksport hasil industri

Melihat kondisi perkembangan industri di Semarang pada khususnya dan

di Jawa Tengah pada umumnya yang pesat, membutuhkan tenaga-tenaga

teknisi dalam jumlah yang besar, serta memiliki keahlian dan keterampilan

yang dibutuhkan oleh pasar kerja, salah satunya yaitu melalui Balai Latihan

Kerja Industri. Seperti Balai Latihan Kerja Industri lainnya, Balai Latihan

Kerja Industri di Semarang juga mencetak tenaga kerja yang terampil dan

siap pakai, tetapi seiring dengan makin meningkatnya jumlah siswa setiap

angkatan pada masing-masing kejuruan, maka perlu ditingkatkan dan

dikembangkan sarana dan prasarana latihan. Dengan tersedianya sarana dan

prasarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi

penyelenggaraan pelatihan secara optimal guna memenuhi kebutuhan tenaga

kerja tingkat teknisi dan professional yang semakin mendesak pada era

industrialisasi dan globalisasi tenaga kerja.(Sumber: Studi Kelayakan

Perkembangan Balai Latihan Kerja Industri Semarang)

Disamping itu, juga adanya rencana dari Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi untuk mengembangkan Balai Latihan Kerja Industri di

Semarang (Sumber: Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan BLKI

(4)

Dari uraian di atas, di kota Semarang dibutuhkan suatu Balai Latihan

Kerja Industri yang dapat menampung kegiatan latihan kerja dan proses

pelatihan dalam kapasitas yang lebih besar yaitu dalam hal sarana dan

prasarana pelatihan seiring dengan makin meningkatnya jumlah siswa, serta

untuk memenuhi kebutuhan pasar akan tenaga teknisi meningkat makin

pesatnyapertumbuhan industri di Semarang khususnya di Jawa Tengah pada

umumnya serta memiliki pembahan perelatan pelatihan yang sebelumnya

tidak dimiliki oleh BLKI mengingat makin berkembangnya ilmu pngetahuan

dan teknologi, sehinnga peralatan yang dipergunakan di dunia industri pun

makin maju pula. Oleh karena itudiperlukan perencanaan dan perancangan

Penataan dan Pengembangan Balai Latihan Kerja Industri di Semarang.

1.2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan pembahasan adalah menyusun landasan program perencanaan

dan perancangan arsitektur mengenai Penataan dan pengembangan Bali

Latihan Kerja Industri di Semarang melalui proses pengumpulan data dan

penganalisaan permasalahan yang berkaitan dengan aspek-aspek panduan

perencanaan dan perancangan Penataan dan Pengembangan Balai latihan

Kerja Industri.

Sasaran yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan data-data

mengenai kebutuhan kebutuhan yang menjadi tuntutan bagi BLKI Semarang

pada saat ini dan mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada untuk

dirumuskan pemecahannya yang berkaitan dengan perencanaan dan

perancangan Penataan dan Pengembangan Balai latihan Kerja Industri di

Semarang.

(5)

a. Secara subyektif

Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas Akhir

Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dan

sebagai pegangan dan acuan selanjutnya untuk melengkapi

persyaratan Tugas Akhir

b. Secara obyektif

Dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi

mahasiswa yang mengajukan usulan judul Tugas Akhir.

1.4. Metode Pembahasan

Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif

yangdilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder.

Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisa untuk mendapatkan suatu

kesimpulan.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara :

 Observasi lapangan pada Balai Latihan Kerja Industri di Semarang

dan Balai Latihan Kerja Industri di Surakarta sebagai obyek studi

banding.

 Studi literature yang dilakukan untuk mendapatkan data-data dan

referensi yang relevan dengan pembahasan, diantaranya yaitu

profil-profil mengenai BLKI di Semarang dan Surakarta, brosur-brosur

mengenai BLKI Semarang dan Surakarta, Konsep arsitektur

Postmodern, literature arsitektur yang berkaitan dengan perancangan.

 Wawancara dengan nara sumber yang berkaitan dengan perencanaan

Penataan dan Pengembangan Balai Latihan Kerja Industri.

(6)

Secara garis besar sistematika pembahasan landasan program

perencanaan dan perancangan arsitektur adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, tujuan dan sasaran pembahasan, manfaat

pembahasan, metode pembahasan, sistematika pembahasan dan

alur pikir.

BAB II TINJAUAN BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI DI

SEMARANG

Berisi tentang uarian sejarah singkat BLKI, visi dan misi BLKI

Smg, kondisi eksisting BLKI Semarang, pengembangan BLKI

Semarang, tinjauan arsitektural BLKI Semarang, studi banding

BLKI Surakarta, perbandingan BLKI Semarang dengan obyek

studi banding.

BAB III KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan dari

masing-masing bab.

BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN

PERANCANGAN

Berisi tentang titik tolak pendekatan, pendekatan fungsional,

pendekatan teknis bangunan, pendekatan arsitektural,

pendekatan kontekstual.

BAB V KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN

PERANCANGAN ARSITEKTUR

Berisi tentang landasan penataan dan pengembangan Balai

Latihan Kerja Industri di Semarang, konsep perencanaan,

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. © Neneng Jeni Tri Wahyuni 2014 Universitas

“ Persepsi Masyarakat Tentang Gadai Emas DiPenggadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan.. Skripsi.Medan:Universitas

Gambar 3.2 merupakan sistem usulan terdiri dari beberapa komponen hardware yaitu seperti Raspberyy Pi 3 B+ yang berfungsi sebagai sistem yang memproses semua kegiatan

Analisis Scientific Reasoning Dalam Penerapan Pendekatan Levels Of Inquirypada Pokok Bahasan Optik.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

KEPADA PENGENDARA MOBIL YANG HANYA INGIN MELALUI KOTA JOGJA DIHIMBAU TIDAK MASUK KE DALAM KOTA// SEBAIKNYA MELALUI JALAN. LIGKAR ATAU JALUR

yang kasar dapat menyebabkan perubahan warna dari bahan basis gigi tiruan, menjadi.. sumber ketidaknyamanan kepada pasien dan juga dapat

4.2.2 Mengukur Kecepatan Motor DC Spindle dengan Tachometer Pengujian kecepatan motor ini adalah untuk mengetahui pembacaan nilai kecepatan yang diukur oleh

Bagian Pengendalian Program adalah unsur staf yang dikepalai oleh seorang. Kepala Bagian yang bertanggung jawab kepada Asisten II