ABSTRAK
Analisis Zat Pewarna Pada Kepah (Polymesoda erosa) Asin yang Dijual di Pasar Sentral dan Pasar Sukaramai di Kota Medan Tahun 2013
Kepah asin merupakan salah satu pangan olahan tidak siap saji dan memerlukan proses lanjutan agar dapat dikonsumsi. Kepah asin selalu dijual dengan warna kuning dan jingga yang cerah dengan tujuan agar kepah asin terlihat segar dan menarik. Namun terkadang zat pewarna yang digunakan merupakan zat pewarna yang tidak aman untuk dikonsumsi sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis dan kadar zat pewarna yang digunakan apakah memenuhi syarat syarat atau tidak.
Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif. Sampel diambil secara total sampling dari pasar Sentral dan pasar Sukaramai di Kota Medan yang berjumlah 10 sampel, dan selanjutnya diperiksa di laboratorium Kesehatan Medan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel sebelum dan setelah pencucian. Analisis zat pewarna dilakukan dengan uji kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel sebelum pencucian terdapat 9 sampel yang tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi karena 6 diantaranya mengandung zat pewarna yang dilarang (Orange RN) dan 3 lainnya mengandung zat pewarna yang diperbolehkan (Tartrazine dan Sunset yellow) dengan kadar melebihi sebesar 52 – 560 mg/kg yang melebihi batas yang diizinkan yaitu 30 mg/kg berdasarkan Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 sehingga hanya terdapat 1 sampel yang aman untuk dikonsumsi.
Hasil penelitian terhadap sampel setelah pencucian menunjukkan terdapat penurunan kadar zat pewarna sebesar 0,3 – 1,8 mg/kg. namun hasil penelitian tetap menyatakan bahwa dari 10 sampel sesudah pencucian masih terdapat 9 sampel yang tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi dan hanya terdapat 1 sampel yang aman dikonsumsi berdasarakan RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988.
Oleh karena itu perlu adanya pengawasan, evaluasi serta penyuluhan tentang penggunaan bahan tambahan pangan khususnya zat pewarna agar penggunaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kata kunci : Zat pewarna, Kepah asin
ABSTRACT
Analysis of Substance Dyes In Salty Mussel (Polymesoda Erosa) Sold at Central Sukaramai Market on Medan City in Year 2013
Salty mussel is not one of fast food that need further processing in order can be consumed. Salty mussel is alwa ys sold with the bright yellow and orange color in order to look fresh and interesting. But sometimes dyes used are dyes that are not safe to eat, so it so necessa ry to identify the type and level of dyes used whether qualified or not.
This resea rch is a descriptive resea rch. Samples were taken in total sampling from the Central and Sukaramai market on Medan city, which amounts to 10 samples. And than, samples were examined in the Medan Health Laboratory. Examination conducted on the samples before and after washing. Dye analysis conducted by qualitative and quantitative test.
The results showed that of the 10 samples were not washed, there were 9 samples that do not qualify for consumption because it contains a banned dye (Orange RN) and contain dyes that are allowed (sunset yellow and tetra zine) in the amount of 52-560 mg/kg who have exceeded the allowed limit 30 mg/kg.
And the results of a study of a sample after washing showed that there is a decrease of dye concentration of 0.3 - 1.8 mg/kg. However, the results of the study remains that of the 10 samples after wa shing there are 9 sa mples that do not qualify for consumption and only 1 sample safely consumed by Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/1988.
Therefore, it is important to have monitoring, evaluation and counseling on the use of food additives in particular dyes that use is in accordance with the applicable regulations.