BIOLOGI SEL STRUKTUR DAN FUNGSI SEL

34  12 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Teori-teori tentang sel

- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula) - Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)

- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya

disebut “Sarcode”

- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcodemenjadi Protoplasma

- Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur

jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . konsep yang diajukan tersebut menunjukkan

bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.

- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)

- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup

- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Inti

a. sel prokarion, sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru

b. sel eukarion, sel yang intinya memiliki membran. Materi inti dibatasi oleh satu system membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup kecuali bakteri dan alga biru

Struktur sel prokariotik lebih sederhana dibandingkan struktur sel

eukariotik. Akan tetapi, sel prokariotik mempunyai ribosom (tempat protein dibentuk) yang sangat banyak. Sel prokariotik dan sel eukariotik memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut :

Sel Prokariotik

- Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nucleoid

- Organel-organelnya tidak dibatasi membran

- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan - Diameter sel antara 1-10mm

- Mengandung 4 subunit RNA polymerase - Susunan kromosomnya sirkuler

(4)

- Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nucleus - Organel-organelnya dibatasi membran

- Membran selnya tersusun atas fosfolipid - Diameter selnya antara 10-100mm

- Mengandungbanyak subunit RNA polymerase - Susunan kromosomnya linier

Macam Sel Berdasarkan Keadaan Kromosom dan Fungsinya a. Sel Somatis, sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid

b. Sel Germinal. sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid

Bagian-bagian Sel

- Bagian hidup(komponen protoplasma), terdiri atas inti dan sitoplasma termasuk cairan dan struktur sel seperti : mitokondria, badan golgi, dll - Bagian mati (inklusio), terdiri atas dinding sel dan isi vakuola mari kita bahas masing-masing bagian satu per satu

a Dinding sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.

Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.

Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.

b. Membran Plasma

Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga

merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat

(5)

komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan

terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga

menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi

terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.

Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Transpor aktif

Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.

(6)

sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.

c. Mitokondria

Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup

berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.

Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].

Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.

Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta

protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.

Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium

d. Lisosom

(7)

berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel

melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke

sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk

autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio

manusia.

- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

e. Badan Golgi

Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini

terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.

beberapa fungsi badan golgi antara lain :

1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.

(8)

membran plasma.

3. Membentuk dinding sel tumbuhan

4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.

5. Tempat untuk memodifikasi protein

6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel 7. Untuk membentuk lisosom

f. Retikulum Endoplasma

RETIKULUM ENDOPLASMA (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.

Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).

Ada tiga jenis retikulum endoplasma:

RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE

sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini

ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

g. Nukleus

(9)

h. Plastida

Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. ada tiga macam plastida, yaitu :

- leukoplast : plastida yang berbentuk amilum(tepung)

- kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari : klorofil a dan b (untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten

- kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten i. Sentriol (sentrosom)

Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom.

Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.

j. Vakuola

Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.

fungsi vakuola adalah :

1. memelihara tekanan osmotik sel

2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll 3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel

Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan 1. Sel Hewan :

* tidak memiliki dinding sel * tidak memiliki butir plastida

* bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku

* jumlah mitokondria relatif banyak

(10)

* sentrosom dan sentriol tampak jelas

2. Sel Tumbuhan * memiliki dinding sel * memiliki butir plastida

* bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa * jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida

* vakuola sedikit tapi ukurannya besar * sentrosom dan sentriolnya tidak jelas

IOLOGI SEL

BIOLOGI SEL 1. Struktur sel

a. Pengertian

Sel adalah merupakan unit terkecil dari kehidupan

Sel ada dua kelompok besar bedasarkan kejelasan intinya yaitu sel Prokaryotik dan Eukaryotik Sel Prokaryotik adalah suatu sel dengan inti yang tidak jelas hanya dalam sitoplasma tampak adanya bagian yang berwarna agak terang yang mengandung bahan DNA dan dinamakan nucleotid, contoh del prokaryotik adalah berbagai jenis bakteri, virus gangang biru, gangang hijau dan lain-lain.

Sel Eukaryotik

sel eukaryotik adalah sel dengan inti yang jelas karena inti sel mempunyai dinding atau membran inti. sel eukaryotik bentuknya berbeda-beda sesuai dengan fungsinya.

Bentuk sel eukaryotik ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Sel eukaryotik yang bentuknya berubah-ubah contohnya adalah sel spermatozoa, sel saraf, eritrosit, sel ephitel dan lain-lain.

Bentuk sel dipengaruhi oleh ;

- fungsinya

- tegangan permukaan membran

- rigiditas membran plasma

- pengaruh mekanis dari sekitar sel.

b. Struktur sel dan Fungsinya

(11)

Tiap sel dipisahkan dengan sekitarnya oleh membran plasma atau membran sel di luar membran plasma masih tedapat dinding sel.

Pada tumbuhan, jamur dan bakteri dinding sel tampak nyata dan jelaskarena terbentuk dari molekul-molekul karbohidrat yang disebut selulose. sel pada tumbuhan dinding senya tebal dan kuat karena mempunyai fungsi sebagai pelindung sel dan rangka sel.

Pada hewan termasuk manusia dinding sel yang ada sebenarnya merupakan dinding sel semu dan lebih dikenal sebagai selubung sel karena sangat tipis. Selubung sel yang terdapat pada sel-sel jaringan umumnya dinamakan glikokaliks yang menyelubungi seluruh sel.

Fungsi glikokaliks atau selubung sel adalah :

- berperan dalam proses filtrasi bahan yang keluar dan masuk sel

- memeliharan membran plasma dan lingkungan sekitar sel

- mengandung enzim tertentu sesuai dengan fungsi sel

- berperan dalam menentukan antigenitas sel.

 Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian terbesar dari sel yang didalamnya mengandung bagianbagian sel seperti organel, inklusio dan inti sel disamping bahan-bahan lain yang terlarut dalam cairan sitoplasma.

Sitoplasma merupakan benda setengah cair yang di dalamnya mengandung bangunan yang mempunyai funsi sendiri-sendiri yang tampak sebagi granula. granula-granula sebenarnya adalah organel dan inklusio yang trdapat dalam sitoplasma dan mempunyai arti yang cukup penting untuk menjalankan kehidupan sel.

Bagunan-bangunan dalam sitoplasma macam yaitu : A. Organel

Organel sebagai subtansi hidup dalam sitoplasma mempunyai fungsi sendiri-sendiri, berdasarkan fungsinya dalam metabolisme sel organel dibedakan menjadi dua jenis yaitu : A.1 Organel yang aktif dalam metabolisme

Ribosom

Di dalam sitoplasma ribosom terdapat dalam dua bentuk, yaitu : babas dalam matriks sitoplasma dan terdapat menempel pada dinding membran gelembung-gelembung terutama retikulum endoplasma.

Ribososm yang terdapat bebbas dalam sitoplasma berfungsi untuk mengadakan sintesis protein yang akan digunakan oleh sel itu sendiri untuk pertumbuhan dan pembelahan sel.

Ribosom yang menempel pada retikulum endoplasma berfungsi untuk mengadakan sintesis protein yang akan dikeluarkan dari sel melalui organel yang mempunyai fungsi sekresi.

Mitokondria

(12)

Retikulum endoplasma

merupakan bangunan berbentuk rungan-ruangan berdinding membran dan saling berhubungan membentuk anyaman.Fungsi retikulum endoplasma adalah :

- Sintesis lipid, kolesterol dan hormon steroid,

- detoksikasi obat-obatan dalam sel hati

- pembentukan gliokogen dalam sel hati dan otot

- metabolisme mineral

Aparatus golgi

Aparatus golgi merupakan organel yang terdapat dalam sitoplasma dengan letak ukuran dan jumlah yang berbeda-beda antara satu sel dengan yang lainnya. Fungsi aparatus golgi adalah :

- Transport protein ke luar sel

- memelihara membran plasma

- pembentukan lipoprotein pada sel-sel hati

Lisosom

Dalam keadaan tidak aktif lisosom berbentuk bulat atau oval , di dalam lisososm terdapat terdapat bermacam-macam enzim hidrolitik. Lisosom berfungsi apabila ada benda /bahan yang perlu dihancurkan.

Vakuola/gelembung.

Organel ini berbentuk bulat atau oval dengan ukuran yang bervariasi dan di dalamnya mengandung bahan-bahan tertentu, gelembung ini ada beberapa macam jenis dan berasal dari organel yang lain terutama aparatus golgi, retikulum endoplasma, dan lisosom.

A.2. Organel yang tidak aktif dalam metabolisme Sentriol

Mikrotubuli Fibril Mikrobodi

B. Inklusio

Inklusio dalam sitoplasma dibedakan menjadi :

- Timbunan makanan

- Butir-butir sekresi

- Pigmen

(13)

Inti sel atau nucleus adalah merupakan bagian dari sel yang mempunyai fungsi utama untuk mengadakan kontrol terhadap aktivitas sel

 Kromosom

Merupakan komponen yang terdapat dalam inti sel dan mempunyai fungsi dalam pembelahan sel sebagai pembawa sifat yang diturunkan

2. Pembelahan sel

Setelah sel mengalami pertumbuhan maka sel akan menglami pembelahan sel muda yang kemudian tumbuh menjadi sel dewasa. Pada dasarnya dalam periode pembelahan sel ini satu sel induk akan menjadi dua sel keturunan dan secara garis besar pada mahluk hidup multi seluler akan terjadi dua macam pembelahan sel yaitu Mitosis dan Meiosis.

Perbedaan dari kedu jenis pembelahan sel ini adalah pada jumlah kromosom sel-sel keturunannya, pada pembelahan secara mitosis jumlah kromosom sel keturunanya akan sama dengan sel induknya. Sedangkan pada pembelahan meiosis jumlah kromosom sel keturunanya hanya separuh dari sel induk .

a) MITOSIS

Fungsi pembelahan secara mitosis adalah untuk pertumbuhan mahluk hidup. Pada setiap pembelahan sel dapat dilihat dua tahap pembelahan yaitu :

Pembelahan inti / Kariokinesis (pembelahannya lebih komplek karena akan menentukan sifat-sifat sel keturunanya)

Pembelahan sitoplasma / Sitokinesis (pembelahan sederhana) Tahapan-tahapan pada proses pembelahan sel secara mitosis : 1. Profase

Mula-mula sentriol mengalami replikasi dan terletak ditengah sel/di dekat inti akan bergerak menuju tepi diikuti oleh adanya mikrotubuli yang membentuk bangunan radiair mengelilingi setiap sentriol sehingga tampak seperti sinar bintang yang dinamakan aster.

Mikrotubuli membentuk bangunan yang menghubungkan ke dua sentriol sehingga akan tampak seperti kumparan yang dinamakan spindel.

Di dalam inti sel terjadi perubahan pada kromosom, nucleolus mulai mengecil dan akhirnya menghilang, demikian pula dinding inti sel akan menghilang sedikit demi sedikit.

dengan demikian pada akhir tahap profase ini akan dilihat adanya perubahan-perubahan :

- Mebran inti telah menghilang,

- nucleolus telah menghilang

- Sentriol telah mencapai kutub-kutub pembelahan sel dengan mempunyai aster dan spindel

yang menghubungkan kedua unit sentriol

- benang-benang kromatid telah terlihat sebagai kromosom yang telah mempunyai sentromir

(14)

2. Metafase

Pada tahap ini kromatid telah membentuk kromosom dan telah menempatkan diri pada bidang ekuator antara dua kutub pembelahan.

Sertelah semua kromatid tersususn dalam bidang ekuator, kromatid mulai terpisah dari pasangannya dan masing-masing akan dihubungkan dengan kutub pembelahan sel pada tiap sisi. Tahap ini diakhiri dengan tertariknya bagian kinetokor ke arah kutub pembelahan sel masing-masing sementara itu bagian lengan kromatidnya masih melekat satu sama lain.

3. Anafase

Pada tahap ini akan terjadi pemisahan lengan lengan kromatid secara sempurna, sehingga terbentuk pasangan kromosom yang masing-masing akan bergerak menuju ke arah kutub pembelahan sel.

Kromatid yang telah terpisah sempurna ini dikenal sebagai kromososm, pada akhir anafase ini tampak bahwa kromosom telah berkumpul atau mengelompok pada masing-masing kutub pembelahan sel dan membran plasma tampak mulai berubah sehingga sel akan tampak lebih memanjang atau lonjong.

4. Telofase

Setelah kromosom terkumpul pada kutub pembelahan sel pada tahap telofase ini akan terbentuk membran inti yang akan melingkupi kromososm pada masing-masing kutub pembelahan sel. Pada saat pembentukan membran inti kromosom akan mulai tampak menipis dan akhirnya hanya akan tampak sebagai butir-butir kromatin.

Pembentukan membran inti ini akan diikuti oleh pemisahan sitoplasma beserta organel yang ada. Pemisahan sitoplasma ini mula-mula didahului oleh pelekukan membran sel ke dalam dan akhirnya sitoplasma akan terpisah satu sama lain.

Jadi pada akhir tahap telofase ini akan terbentuk dua sel anak yang yang sama bentuk dan sifatnya karena berasal dari satu sel, dan kromosomnya juga berasal dari satu kromosom yang mereplikasi. Kromosom yang ada pada sel muda bersifat diploid.

b) MEIOSIS

(15)

Pembelahan reduksi ini mempunyai tahapan yang lebih kompleks dari pada mitosis :

 Pembelahan I

a. Profase I

- Preleptotene

- Leptotene

- Zygotene

- Pacytene

- Diplotene

- Diakinesis

b. Prometafase I

c. Metafase I

d. Anafase I

e. Telofase I

PROSES PEMBELAHANNYA

a. Profase I

Tahap ini merupakan tahap paling menentukan dalam proses meiosis karena dalam proses ini terjadi beberapa perubahan yang mendasar di antaranya adalah pembentukan pasangan kromosom homolog, pertukaran bahan-bahan genetik dan sebagainya.

Tahap ini memakan waktu paling lama dan merupakan tahap paling kompleks berbeda dengan tahap profase dalam mitosis, tahap ini dibedakan menjadi beberapa tahap :

- Preleptotene

Merupakan tahap awal, benang-benang kromosom masih tampak tipis dan sukar diamati, hanya kromosom seks yg tampak agak nyata.

- Leptotene

Benang kromosom tampak lebih tebal sehingga tampak sebagai benang panjang dengan penebalan yang lebih terlihat pada beberapa bagian karena adanya kromomer.

- Zygotene

Kromosom mulai tampak lebih jelas dimana kromosom yang homolog akan berpasangan secara lebih rapi yang berarti kromomir yang homolog akan berpasangan.

- Pacytene

(16)

- Diplotene

Pada tahap ini terjadi pemisahan kromosom homolog yang tadinya menempel satu sama lain sehingga akan menjadi renggang. Pemisahan ini tidak terjadi secara sempurna karena di antara kedua kromosom terdapat bagian yang masih menempel atau terdapat perlekatan yang disebut chiasmata dimana terjadi proses crossing over.

Tahap pachytene dan diplotene ini merupakan tahap yg paling menentukan karena pada kedua tahap ini terjadi pertukaran bahan-bahan genetika dalam kromosom sehingga akan menentukan sifat yg akan diturunkan kepada generasi berikutnya, sehingga tahap ini berlangsung sangat lama bisa berhari-hari dapat pula bertahun-tahun. Misal pada manusia sejak fetus berumur 5 bulan dalam kandungan sudah dapat dijumpai adanya oosit pada tahap diplotene yang baru akan berkembang pada tahap berikutnya setelah dewasa.

- Diakinesis

Pada tahap ini kromosom mengalami pemendekan sehingga tampak lebih jelas tetapi masih tersebar dalam inti dan dalam masa ini terjadi terminalisasi chiasmata dimana chiasmata akan bergerak menuju ke ujung kromosom. Sementara itu nucleolus mulai menghilang.

b. Prometafase I

Pada tahap ini membran inti mulai menghilang dan kromosom tampak lebih pendek dan menebal sehingga kromosom tampak mempunyai 4 lengan karena merupakan dua buah kromosom yg berpasangan.

c. Metafase I

Pada tahap ini kromosom akan tampak tersusun di bidang ekuator dan mulai terjadi pemisahan kromosom hanya bedanya dengan mitosis pada meiosis pasangan kromosom tidak terpisah tapi tetap merupakan satu kesatuan.

d. Anafase I

Kromososm pada bidang ekuator akan mulai bergerak menuju kekutub pembelahan sehingga akan semakin jelas bahwa pasangan kromosom sebelah kiri akan menuju ke kiri sedangkan pasangan homolognya menuju ke kutub yang lain.

e. Telofase I

Tahap ini merupakan tahap akhir meiosis I, kromosom telah berkumpul pada kutub pembelahan dan disusul dengan pembentukan membran inti dan pemisahan sitoplasma. Kromosom membentuk benang-benang tipis sehingga tidak tampak khas seperti bentuk kromosom pada umumnya, seperti yang terjadi pada mitosis.

(17)

Merupakan tahap antara meiosis I dan II yang berlangsung sangat pendek dan tidak terjadi replikasi kromosom. Dengan demikian kromosom dalam sel ini merupakan kromosom hasil pembelahan meiosis I yg jumlahnya hanya separuh dari kromosom induknya.

 Pembelahan II

a. Prometafase II

Merupakan tahap awal dari meiosis II, spindel telah terbentuk, aster, pergeseran sentriol ke kutub pembelahan dan perubahan lain seperti yang terjadi dalam mitosis.

b. Metafase

Terjadi pengumpulan kromosom pada bagian ekuator seperti yg terjadi dalam mitosis sehingga terjadi pemisahan pasangan kromosom yg masing-masing akan tersusun pada sisi yg berlawanan.

c. Anafase

Terjadi pergeseran kromosom ke arah kutub pembelahan masing-masing. Pada tahap ini membran sel telah mulai berubah bentuk menjadi lebih lonjong.

d. Telofase

Kromosom telah berkumpul pada kutub pembelahan dan diikuti pembentukan membran inti serta pemisahan sitoplasma. Dengan berakhirnya tahap ini maka selesailah proses pembelahan meiosis dan menghasilkan 4 anak sel yang masing-masing memiliki separuh dari sel induknya.

Meiosis yang terjadi pada sel-sel kelamin manusia pada dasarnnya terdiri dari dua macam yaitu :

1. pada pria dimana dari 1 sel spermatogonium akan terjadi dua sel spematosit primer dengan

cara mitosis. Dan tiap sel spermatosit primer ini akan menjadi dua sel spermatosit skunder melalui proses meiosis I dan akhirnya akan menjadi 4 buah spermatid pada meiosis II. Tiap tiap spermatid akan mengalami proses pematangan dengan terjadinya penambahan ekor, akrososm dan lanyya sehingga terbentuk spermatozoa.

2. pada wanita satu sel oogonium menjadi dua sel oosit primer akan mengalami meiosis I menjadi

(18)

 Jaringan

Sel yang memiliki fungsi sama membentuk jaringan. Di dalam tubuh dikenal empat kelompok jaringan, yaitu :

- Jaringan kulit (ephitel) : adalah merupakan sel yang menutupi jaringan tubuh. Fungsi dari

jaringan epithel adalah : 1. menutupi tubuh

2. melapisi rongga yg berhubungan dsengan permukaan lara, untuk protektif dan melindungi.

3. menjaga jaringan di bawahnya,

4. menghindari hilang dan masuknya cairan ke jaringan dan

5. melindungi dari mikroorganisme.

- Jaringan otot (musculus) otot adalah jaringan yang memiliki kemampuan khusus yaitu

berkontraksi, dengan jalan inilah gerakan mahluk hidup terlaksana.

- Jaringan saraf (nervus)

- Jaringan ikat (konektif), jaringan ikat melengkapi kerangka badan , fungsinya membentuk

tubuh, mendukung dan mempertahankan kedudukan organ dalam tubuh.

KATA PENGANTAR

(19)

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan I yang insyaalloh akan membantu dalam menambah pengetahuan mahasiswa tentang Sel.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Dalam menyelesaikan makalah ini, kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan, karena kami masih dalam tahap belajar dan kurangnya keterbatasan pengetahuan kami.

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan pahala yang berlimpah, Amin.

Tasikmalaya, 14 September 2012

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

1.

LATAR BELAKANG

Sel merupakan kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup yang mengandung pengertian sebagai penyusun makhluk hidup dan melaksanakan semua fungsi kehidupan.

2.

TUJUAN PENULISAN

- Mampu mengetahui materi tentang sel

- Mampu menyelesaikan tugas mata kuliah IDK I

3.

METODE PENULISAN

Dalam penyusunan makalah ini kami memperoleh materi dari berbagai sumber. 4.

SISTEMATIKA PENULISAN

Halaman Judul ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar isi ... iii

BAB I : PENDAHULUAN ... iii

1. Latar belakang masalah 2. Tujuan penulisan 3. Metode penulisan 4. Sistematika peulisan BAB II : ISI 1. Introduksi sel ... 1

2. Ultrastruktur sel ... 1

3. Jenis-jenis sel ... 6

4. Fungsi spesifik sel ... 7

(20)

6. Reproduksi sel ... 8

7. Genetika ... 10

8. Homeostatis ... 19

BAB III : PENUTUP ... 23

1. Kesimpulan 2. Penutup DAFTAR PUSTAKA ... 24

BAB II

ISI

1.Introduksi sel

Sel merupakan unit terkecil yang masih dapat menjalankan proses yang berhubungan dengan kehidupan. Kata sel itu sendiri ditemukan oleh Robert Hooke, seorang saintis Inggris pada tahun 1665. Ketika ia meneliti suatu irisan dari gabus (kulit batang dari pohon oak dengan menggunakan mikroskop yang memiliki perbesaran 30 kali).

Penerusnya seorang saintist Belanda bernama Anton van Leeuwenhoek (1674), menemukan organisme yang sekarang kita kenal sebagai organisme bersel tunggal. Dengan menggunakan butiran-butiran pasir yang telah ia ubah menjadi kaca pembesar berkekuatan 300x, Leeuwenhoek menemukan suatu dunia mikroba di dalam tetesan-tetesan air kolam dan juga meneliti sel-sel darah dan sel sperma hewan.

Pada tahun 1839, hampir dua abad setelah penemuan Hooke dan Leeuwenhoek, sel akhirnya diakui sebagai unit kehidupan yang terdapat di mana saja oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann dua ahli biologi Jerman. Schleiden dan Schwann merangkum penelitian mikroskopik mereka sendiri dan hasil-hasil penelitian saintis lainnya dengan menyimpulkan bahwa semua bentuk kehidupan tersusun dari sel. Kesimpulan umum ini menjadi dasar bagi teori sel. Teori ini kemudian dikembangkan untuk memasukkan gagasan bahwa semua sel berasal dari sel-sel lain.

(21)

Ultrastruktur, adalah struktur yang tampak dengan menggunakan ME (mikroskop elektron). Dengan mengamati sel secara ultrastruktur dapatlah dibedakan adanya berbagai macam organel (organ sel) yang dikandungnya :

a. Membran sel

Membran sel adalah suatu struktur membranosa yang sangat tipis, yang membungkus setiap sel, memisahkan isi sel dengan lingkungannya. Membran sel ini hampir seluruhnya terdiri dari protein dan lipid. Perkiraan komposisi adalah protein 55%, fosfolipid 25%, kolesterol 13%, lipid lain 4%, dan karbohidrat 3%. Membran sel berfungsi memisahkan cairan intrasel dan ekstrasel, dan menyelenggarakan transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain

b. Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian interior sel yang tidak ditempati oleh nukleus. Sitoplasma dipenuhi oleh partikel-partikel dan organel-organel berukuran besar dan kecil yang tersebar, berkisar dari beberapa nanometer sampai beberapa mikrometer. Bagian cairan bening dari sitoplasma yang merupakan tempat dimana partikel-partikel itu tersebar disebut sebagai sitosol, yang terutama terdiri atas protein yang larut, elektrolit, dan glukosa, serta sejumlah kecil senyawa lipid.

c. Retikulum Endoplasma (RE)

RE adalah struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. RE dibagi menjadi dua bagian

1.RE kasar

Ditempeli ribosom, berfungsi mensintesis dan melepaskan berbagai protei baru ke dalam lumen RE. Protein-protein tersebut ada yang di ekspor ke luar sebagai produk sekretorik dan ada yang di angkut ke tempat-tempat didalam sel untuk pembentukan membran sel baru dan komponen protein pada organel lain.

2.RE halus

RE halus sebagai pusat pengemasan dan pengeluaran molekul-molekul yang akan dipindahkan dari RE kasar.

d. Aparatus Golgi

Aparatus golgi erat hubungannya dengan retikulum endoplasma. Aparatus golgi memiliki membran yang mirip dengan membran pada RE kasar. Aparatus golgi biasanya terdiri atas empat atau lebih tumpukan lapisan vesikel tipis dan gepeng yang terletak dekat dengan nukleus. Aparatus ini penting pada sel sekretoris. Pada sel sekretoris aparatus golgi terletak di sebelah sel tempat substansi sekretorik akan dikeluarkan.

Aparatus golgi ini dalam fungsinya bekerjasama dengan retikulum endoplasma. Vesikel pengangkut kecil yang juga disebut vesikel retikulum endoplasma atau secara singkat disebut sebagai vesikel RE, secara terus menerus ditarik dari retikulum endoplasma dan segera setelah itu bergabung dengan aparatus golgi. Dengan cara ini, substansi yang terjerat dalam vesikel RE diangkut dari retikulum endoplasma menuju ke aparatus golgi. Substansi yang diangkut ini selanjutnya diproses di dalam aparatus golgi untuk membentuk lisosom, vesikel sekretoris, atau komponen sitoplasmik yang lainnya.

(22)

Lisosom merupakan organel vesikular yang dibentuk oleh aparatus golgi yang kemudian tersebar di seluruh sitoplasma. Lisosom ini merupakan sistem pencernaan intraselular yang memungkinkan sel untuk mencernakan bahan-bahan dan struktur intraseluler, khususnya struktur sel yang telah rusak, partikel-partikel makanan yang telah dicernakan sel, dan bahan-bahan yang tidak diinginkan tubuh, misalnya bakteri.

f. Peroksisom

Peroksisom secara fisik mirip dengan lisosom, tetapi berbeda dalam dua hal penting; Pertama, peroksisom diyakini dibentuk dari replikasi-sendiri (atau mungkin melalui pertunasan dari retikulum endoplasmik halus) dan bukan dibentuk oleh aparatus golgi. Kedua, peroksisom lebih mengandung oksidase daripada hidrolase. Beberapa oksidase mampu menggabungkan oksigen dengan ion hidrogen dari zat kimia intraseluler yang berbeda untuk membentuk hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida sendiri sebaliknya merupakan suatu substansi yang sangat mudah beroksidasi, dan dipergunakan berkaitan dengan katalase, suatu enzim oksidase lain yang ditemukan dalam jumlah besar di dalam peroksisom, untuk mengoksidasi banyak substansi yang bila tidak, akan menjadi racun bagi sel. Sebagai contoh, kira-kira setengah dari alkohol yang diminum seseorang didetoksifikasi oleh peroksisom sel-sel hati.

g. Vesikel sekretoris

Salah satu fungsi penting dari banyak sel adalah menyekresi substansi-substansi khusus. Hampir semua substansi sekretorik dibentuk oleh retikulum endoplasmik – sistem aparatus golgi dan kemudian dilepaskan dari aparatus Golgi ke dalam sitoplasma di dalam vesikel penyimpan, yang disebut vesikel sekretoris atau granula sekretoris. Misalnya vesikel sekretoris khusus di dalam sel-sel asini pankreas yang menyimpan proenzim protein (enzim yang belum aktif); proenzim kemudian akan disekresikan ke membran sel bagian luar, masuk ke duktus pankreatikus dan kemudian ke duodenum, dimana proenzim akan menjadi aktif dan melakukan fungsi pencernaan.

h. Mitokondria

Mitokondria disebut sebagai rumah energi sel. Tanpa mitokondria, sel tidak akan dapat menyadap jumlah energi yang bermakna dari bahan makanan dan oksigen, dan sebagai akibatnya, semua fungsi sel akan berhenti. Pada dasarnya, mitokondria terdapat di semua bagian sitoplasma, tetapi jumlah total per sel sangat bervariasi, mulai kurang dari seratus sampai beberapa ribu, bergantung pada jumlah energi yang dibutuhkan oleh masing-masing sel. Selanjutnya mitokondria terkonsentrat dalam bagian-bagian sel yang bertanggung jawab terhadap metabolisme energi. Mitokondria juga bervariasi dalam ukuran dan bentuk; beberapa mitokondria diameternya hanya beberapa ratus nanometer dan bentuknya granula, sedangkan yang lain lebih panjang – diameternya 1 mikrometer dan panjangnya 7 mikrometer – dan yang lain bercabang dan berbentuk filamen.

i. Struktur filamen dan tubular sel

(23)

Ada satu filamen khusus yang terdiri atas molekul-molekul tubulin yang digunakan dalam semua sel untuk membentuk struktur tubulus, yaitu mikrotubulus. Sebagian mikrotubulus mengandung 13 protofilamen tubulin yang terletak sejajar satu sama lain dalam satu lingkaran untuk membentuk sebuah silinder panjang sempit yang kira-kira berdiameter 25 nanometer dan panjang 1 sampai beberapa mikrometer. Silinder ini sering tersusun dalam bentuk berkas yang menyebabkan mikrotubulus seluruhnya merupakan suatu massa struktural yang sangat kuat.

Nukleus merupakan pusat pengaturan sel. Secara singkat, nukleus mengandung sejumlah besar DNA, yang telah kita sebut bertahun-tahun sebagai gen. Gen menentukan karakteristik protein sel, termasuk enzim-enzim sitoplasma yang mengatur aktivitas sitoplasma. Nukleus juga mengatur reproduksi; gen-gen ini pertema bereproduksi sendiri, dan kemudian, sel dipecahkan oleh proses khusus yang disebut mitosis untuk membentuk dua sel anak, yang masing – masing menerima satu dari dua set gen.

Penampilan nukleus di bawah mikroskop cahaya tidak memberikan gambaran yang cukup mengenai mekanisme nukleus melakukan kerja pengontrolannya. Penampilan sebuah nukleus dalam fase interfase (periode di dalam mitosis) dengan menggunakan mikroskop cahaya, memperlihatkan bahan kromatin yang terpulas gelap di seluruh nukleoplasma. Selama mitosis, bahan kromatin menjadi sangat mudah diidentifikasi sebagai kromosom yang tersusun baik, yang dapat dilihat dengan mudah dengan mikroskop cahaya.

k. Membran nukleus

Membran nukleus, yang juga disebut selubung inti, sebenarnya merupakan dua membran yang terpisah, satu membran terdapat di dalam membran yang lain. Membran luar bersambung dengan retikulum endoplasmik, dan ruang antara kedua membran nukleus juga bersambung dengan ruang di sebelah dalam retikulum endoplasmik.

Kedua lapisan membran nukleus ditembus oleh beberapa ribu pori-pori nukleus. Pori-pori ini besar, hampir berdiameter 100 nanometer. Akan tetapi, kompleks molekul protein yang besar berlekatan di sekitar tepi pori sehingga bagian pusat pori hanya berdiameter kira-kira 9 nanometer. Walaupun demikian, ukuran ini cukup besar sehingga memungkinkan sejumlah molekul sampai dengan berat molekul 44.000 dapat lewat dan molekul dengan berat molekul kurang dari 15.000 lewat dengan sangat cepat.

l. Nukleoli

(24)

nukleus ke dalam sitoplasma, berkumpul untuk membentuk ribosom “matang” yang memainkan peranan penting dalam pembentukan protein.

3.Jenis-jenis sel

Dua jenis utama sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik dapat dibedakan berdasarkan organisasi strukturalnya. Sel-sel dari mikroorganisme yang biasa disebut bakteri adalah sel prokariotik. Semua bentuk kehidupan lainnya tersusun dari sel-sel eukariotik. Sel eukariotik jauh lebih kompleks daripada sel prokariotik, karena dibagi-bagi oleh membran-membran internal menjadi ruangan-ruangan fungsional, atau organel yang berbeda-beda. Pada sel eukariotik, DNA tersusun bersama-sama dengan beberapa jenis protein tertentu menjadi struktur yang disebut sebagai kromosom yang terdapat di dalam sebuah nukleus, organel terbesar pada sebagian besar sel eukariotik. Cairan kental yang mengelilingi nukleus tersebut adalah sitoplasma, tempat tersuspensinya berbagai jenis organel yang menjalankan sebagian besar fungsi sel tersebut. Beberapa sel eukariotik, termasuk sel eukariotik tumbuhan, memiliki dinding kokoh yang terletak di luar membran sel. Sel hewan tidak memiliki dinding.

Pada sel prokariotik yang jauh lebih sederhana, DNA tidak terpisah dari bagian-bagian lain sel tersebut yang ada di dalam nukleus. Sel prokariotik juga tidak memiliki organel sitoplasma seperti yang dimiliki oleh sel eukariotik. Hampir semua sel prokariotik (bakteri) memiliki dinding sel eksternal yang kuat.

Walaupun sel eukariotik dan sel prokariotik memiliki kompleksitas yang jauh berbeda, kita akan melihat bahwa keduanya ternyata memiliki beberapa kesamaan yang penting. Sel memiliki ukuran, bentuk, dan ciri-ciri struktural khusus yang sangat bervariasi, tetapi kesemuanya merupakan struktur yang sangat teratur yang bertugas menjalankan proses-proses rumit yang harus berlangsung demi kelangsungan hidup sel tersebut.

4. Fungsi spesifik sel

a. Fungsi Masing-masing Struktur Sel

Sel saraf berfungsi mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Sel otot berfungsi sebagai alat gerak aktif. Sel darah berfungsi mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolism. Sel tulang berfungsi sebagi alat gerak pasif.

b. Metabolisme Sel

Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.

Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Anabolisme / AsimilasI / Sintesis, yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi.

Contoh : fotosintesis (asimilasi C) energi cahaya

(25)

klorofil glukosa (energi kimia)

Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim-enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan efisien. Bila dalam suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm.

2. Katabolisme (Dissimilasi),

yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut. Contoh : enzim

C6H12O6 + 6 O2 ———————————> 6 CO2 + 6 H2O + 686 KKal. energi kimia

Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm.

5.TRANSFOR TRANS MEMBRAN

Transportasi Pasif adalah proses transportasi pada membran sel yang tidak menggunakan Energi. Berikut diantaranya :

Difusi : peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.

Osmosis : perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

(26)

Kita mengenal tiga jenis reproduski sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan reduksi). Amitosis adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru.

Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.

Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut: 1. Profase :

pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin menebal menjadi kromosom dan kromosom mulai berduplikasi menjadi kromatid.

2. Metafase:

pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom kromatid mudah diamati dan dipelajari.

3. Anafase:

pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju ke kutub-kutub pembelahan sel.

4. Telofase:

pada tahap ini terjadi peristiwa KARIOKINESIS (pembagian inti menjadi dua bagian) dan SITOKINESIS (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).

Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom.

Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut :

Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface.

PERBEDAAN ANTARA MITOSIS DENGAN MEIOSIS Aspek yang dibedakan

Mitosis Meiosis

Tujuan Untuk pertumbuhan Sifat mempertahan-kan diploid Hasil pembelahan 2 sel anak 4 sel anak

Sifat sel anak diploid (2n) haploid (n) Tempat terjadinya sel somatis sel gonad

Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet, yaitu Oogenesis dan Speatogenesis. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) dan Mikrosporogenesis.

(27)

A. Pengertian Genetika

Genetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan pemindahan informasi dari satu sel ke sel lain dan ewarisan sifat (Hereditas) dari induk ke anaknya.

B. Istilah Genetika

1. Parental (Induk P)

Merupakan induk atau orang tua.

2. Filial

Filial adalah keturunan (generasi) yang diperoleh sebagai hasil dari perkawinan parental. Keturunan pertama disingkat F1. Keturunan kedua disingkat F2 dst.

3. Dominan

Dominan adalah sifat yang muncul pada keturunannya, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat mengalahkan sifat pasangannya.

Gen dominan adalah gen yang dapat mengalahkan atau menutupi gen lain yang merupakan pasangan alelnya.

4. Resesif

Resesif adalah sifat yang tidak muncul pada keturunannya, yaitu dalam suatu perkawinan sifat ini dapat dikalahkan (ditutupi) oleh sifat pasangannya.

Gen Resesif adalah gen yang dikalahakan atau ditutupi oleh gen lain yang merupakan pasangan alelnya.

5. Genotipe

Genotipe adalah sususnan genetic suatu sifat yang dikandung suatu individu yang menyebabkan munculnya sifat-sifat pada fenotipe.

Contoh: T gen untuk tinggi, t adalah gen untuk pendek, tinggi dominan terhadap pendek.

Maka: TT atau Tt adalah genotype dengan fenotipe tinngi, tt adalah genotype dengan fenotipe pendek.

6. Fenotipe

Fenotipe adalah sifat lahiriah yang merupakan bentuk luar yang dapat dilihat atau diamati. Fenotipe merupakan gabungan antara genotype dan lingkungan, maka dapat dituliskan: F = Fenotipe

G = Genotipe L = Lingkungan

7. Alel

Alel adalah anggota pasangan gen yang mempunyai sifat alternative sesamanya. Gen-gen tersebut terletak pada lokus yang bersesuaian dari suatu kromosom yang homolog.

Contoh: Untuk pasangan gen Bb, B adalah alel b dan b adalah alel B.

8. Homozigot

Homozigot adalah pasangan kedua alel dengan gen yang sama. Contoh:

Homozigot dominan: BB, AA, TT, MM Homozigot Resesif: bb, aa, tt, mm.

9. Heterozigot

Heterozigot adalah pasangan kedua alel dengan gen yang tidak sama. Contoh: Bb, Aa, Tt, Mm

10. Pembastaran

Pembastaran adalah perkawinan antara kedua individu yang mempunyai sifat beda. Hibrida adalah keturunan hasil persilanagn dengan sifat yang berbeda.

(28)

C. Substansi Genetika

Setiap sel eukariotik mempunyai substansi genetika berupa kromosom yang mengandung gen. Gen mempunyai peranan penting dalam mengatur pertumbuhan dan sifat-sifat turunan.

Gen mengandung senyawa kimia asam nukleat yaitu DNA (Deoxyribosanucleic Acid atau Asam Deooksiribonukleat) dan RNA (Ribonucleic Acid atau Asam Ribonukleat).

1. Kromosom

Kromosom terdapat di dalam inti sel (nucleus) dan baru tampak bila sel sedang membelah diri. Jumlah dan bentuk spesies sudah tentu dan tetap.

Struktur Kromosom

1. Sentromer (kinetokor)

yaitu bagian kepala kromosom. Sentromer tidak mengandung kromonema dan gen. Melalui sentromer ini, kromosom menggantung pada benang-benang spindle (serabut gelendong) pada saat pembelahan sel.

2. Lengan

yaitu badan kromosom yang mengandung kromonema dan gen. Lengan terdiri atas selaput matriks dan kromonema. Di dalam kromonema terdapat manic-manik yang berjejer tidak teratur di sebut kromomer. Di dalam kromomer terdapat Protein Histon yang mengikat DNA.

Bentuk Kromosom

1. Telosentrik, letak sentromer di ujung dan mempunyai satu atau dua lengan yang salah satunya pendek sekali (disebut bentuk batang atau I)

2. Akrosentrik, letak sentromer mendekati ujung dan mempunyai 2 lengan, salah satunya pendek (disebut bentuk J atau L).

3. Submetasentrik, letak sentromer agak jauh dari ujung dan mempunyai 2 lengan yang satunya agak pendek sehingga kromosom berbentuk L atau J.

4. Metasentrik, sentromer terletak ditengah dan memiliki 2 lengan yang sama panjang sehingga kromosom berbentuk huruf V.

Macam Kromosom

1. Kromosom Tubuh (Autosom)

Autosom selalu dalam keadaan berpasangan (kromosom homolog). Kromosom homolog adalah kromosom yang mempunyai bentuk, ukuran, fungsi dan komposisi yang sama. Kromosom yang berpasang-pasangan terdiri atas 2 set disebut diploid (2n).

2. Kromosom Seks (Gonosom)

Kromosom seks berperan dalam menentukan jenis kelamin. Kromosom dalam sel kelamin (gamet) tidak berpasang-pasangan atau hanya satu set kromosom disebut haploid (n).Satu set kromosom disebut genom. Contoh:gonosom mempunyai satu genom (haploid).

Thomas Hunt Morgan (1866-1945) menyatakan bahwa gen mempunyai sifat-sifat:

a. Terdapat pada kromonema di dalam kromosom dan tempat gen di dalam kromosom disebut lokus. b. Sebagai zarah yang kompak dan gen mengisi lokus di dalam kromosom.

(29)

Susunan Gen

Secara kimia, gen terdiri atas DNA. Di dalam DNA terdapat 4 macam basa, gula deoksiribosa dan fosfat. Keempat macam basa tersebut dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu:

1. Basa purin, terdiri atas adenine dan guanine. 2. Basa pirimidin, terdiri atas sitosin dan timin.

Bentuk molekul DNA seperti seuntai tangga yang berpilin ganda disebut heliks ganda (double helix). RNA memiliki basa purin sama dengan DNA, sedangkan basa pirimidinnya terdiri atas urasil dan sitosin.

Fungsi Gen

1. Menyampaikan informasi genetic kepada keturunannya.

2. Mengendalikan perkembangan dan metabolism sel atau individu. 3. Sebagai zarah tertentu yang terdapat di dalam kromosom.

Simbol Gen

Gen disimbolkan dengan huruf.

Gen bersifat dominan disimbolkan huruf capital.

Gen bersifat resesif disimbolkan huruf kecil, contoh: Bulat dominan terhadap lonjong (resesif). Bulat dituliskan B dan lonjong ditulis b.

Alel

Gen-gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromososm homolog disebut alel. Alel selalu berpasangan dan disimbolkan dengan huruf yang sama, misalnya AA, Aa, dan aa. Gen A alel dari a dan sebaliknya gen a alel A. Umumnya sebuah gen hanya memiliki sebuah alel. Misalnya gen dominan M (merah) mempunyai alel m (putih). Tetapi kenyataannya menunjukkan bahwa sebuah gen dapat memiliki lebih dari satu alel (multiple alelomorfi) sedangkan alel-alelnya disebut alel ganda. Jadi, alel ganda merupakan sejumlah alel yang menempati lokus tertentu yang sama pada kromosom. Contoh alelganda adalah golongan darah.

Golongan Darah

Golongan darah bersifat menurun (genetis). Menurut Landsteiner, golongan darah manusia dapat dibagi menjadi golongan darah A. B, AB dan O.

1. O x O O

Hukum Mendel I (Hukum segregasi bebas atau pemisahan gen sel alel) yaitu pada pembentukan sel gamet, 2 gamet yang berpasangan akan dipisahkan ke dalam dua sel anak secara bebas.

Hukum mendel II

Hukum pengelompokan gen secara bebas yaitu bila dua individu berbeda satu dengan yang laindalam dua macam sifat atau lebih, maka penurunan sifat yang satu tidak tergantung pada sifat yang lain.

Penyimpangan Hukum Mendel

(30)

Tapi ada kalanya gen-gen saling berinteraksi atau dipengaruhi oleh gen-gen lain. Dengan demikian maka perbandingan fenotipe F2 dapat berubah-ubah walaupun sebenarnya masih mengikuti Hukum Mendel.

E. DNA

DNA merupakan persenyawaan kimia yang membawa informasi genetic dari suatu generasi ke generasi berikutnya. DNA merupakan penyusun gen, sehingga secara kimia dapat dikatakan bahwa gen adalah DNA.

Semua organism (kecuali beberapa virus) memiliki DNA. Bagian terbesar DNA terdapat di nucleus. Terutama pada kromosom.

Struktur Kimia DNA

DNA terdiri atas 3 komponen dasar yaitu:

a. Gugusan gula (gula pentose yang dikenal sebagai deoksiribosa) b. Asam fosfat

c. Basa nitrogen ada 2 macam, yaitu:

1. Golongan purin, terdirimatas Guanin (G) dan adenine (A)

2. Golongan Pirimidin, terdiri atas CytosinelSitosin (C) dan Tunin (T)

Fungsi DNA

1. Membawa informasi genetic dari suatu generasi kepada generasi berikutnya. 2. Mengontrol aktivitas hidup secara langsung dan tidak langsung.

3. Mensintesis RNA.

4. Berperan dalam proses sintesis protein.

Nitrogen berikatan dengan gula (deoksiribosa) membentuk nukleosida (deoksiribonukleosida). Nukleosida berikatan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida (deoksiribosa). Molekul DNA merupakan sebuah polimer panjang yang terdiri dari rangkaian (ratusan atau ribuan) nukleotida yang dinamakan polinukleotida.

Menurut Watson dan Crick, gen-gen (DNA) terangkai membentuk kromosom seperti tangga tali terpilin (double helix atau helix ganda). Ibu tngga terdiri atas denretan rantai gugusan gula deoksiribosa dan gugusan fosfat. Anak tangga terdiri atas basa nitrogen (N) yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen (atom) yang lemah.

Pasangan basa nitrogen pada DNA selalu tetap, yaitu:

a. Adenin dengan Timin (A = T) dihubungkan oleh 2 ikatan hydrogen. b. Sitosin dengan Guanic ( C = G) dihubungkan oleh 3 ikatan hydrogen. Replikasi DNA

Replikasi DNA yaitu kemampuan DNA membentuk atau mensintesis DNA yang persis dirinya sendiri (DNA sendiri). Kemampuan DNA mensintesis dirinya sendiri disebut bersifat autokatalis. DNA juga mampu membentuk molekul kimia lain seperti mensintesis RNA dan protein sehingga disebut heterokatalis.

Ada 3 hipotesis mengenai replikasi DNA.

1. Hipotesis Konservatif, rantai polinukleotida induk tidak terpisah dan kedua rantai polinukleotida yang dibentuk terdiri atas rantai polinukleotida baru.

2. Hipotesis disersif, rantai polinukleotida induk terputus-putus kemudian memisah dan akhirnya membentuk rangkaian baru.

3. Hipotesis semikonservatif, sepasang rantai polinukleotida memisah kemudian masing-masing membentuk rantai polinukleotida sebagai pasangannya yang baru. Jadi, setiap DNA yang baru terbentuk terdiri dari polinukleotida lama dan baru. Sebagian besar ahli bilogi menyetujui hipotesis ini.

RNA

RNA adalah suatu polimer asam nukleotida dari 4 ribonukleotida. Tiap ribonukleotida terdiri atas molekul gula D-ribosa, molekul gugus fosfat dan sebuah basa-nitrogen. Berbeda dengan DNA, RNA tidak mempunyai basa timin (T), tetapi mempunyai basa urasil (U).

Macam-macam RNA

(31)

1. RNA messenger (m RNA)

a. mRNA berbentuk pita tunggal dan merupakan RNA yang terbesar atau terpanjang. b. mRNA terdapat di dalam nucleus dibuat (dicetak) oleh DNA.

c. Setelah mRNA selesai dicetak (setelah menerima informasi genetic dari DNA), mRNA keluar dari nucleus menuju ke Ribosom di dalam Sitoplasma. Didalam ribosom, mRNA berfungsi sebagai cetakan untuk membentuk (mensintesis) protein.

d. Fungsi mRNA adalah sebagai pembawa kode-kode informasi genetic yang berasal dari DNA, sehingga disebut kodom.

2. RNA transfer (tRNA)

a. Dibuat didalam nucleus sebelum masuk dalam sitoplasma.

b. Merupakan RNA terpendek yang bertugas menerjemahkan kodon dari mRNA.

c. Fungsi tRNA adalah mengikat asam amino yang akan disusun menjadi proteindi dalam ribosom. Setiap asam amino memerlukan tRNA khusus.

d. Pada tRNA terdapat bagian yang mengandung 3 basa yang dapat berbeda susunannya disbanding tRNA lainnya. 3 Basa tersebut dinamakan antikodon. Antikodon akan berpasangan dengan 3 basa yang terdapat pada mRNA yang disebut kodon.

3. RNA ribose (rRNA)

a. Merupakan rRNA yang terdapat di dalam ribosom, meskipun dibuat di dalam nucleus. b. Diduga berperan penting dalam sintesis protein.

Sintesis protein

Sintesis protein diatur oleh gen (DNA). Sintesis protein terjadi di ribosom.

Secara garis besar, langkah pencetakan protein terjadi melalui 2 tahap yaitu transkripsi dan translasi. a. Transkripsi adalah pencetakan RNA messenger (mRNA) oleh DNA.

b. Translasi adalah penerjemahan kode-kode oleh RNA transfer (tRNA) berupa urutan asam-asam amino yang dikehendaki.

Tahap-tahap Sintesis Protein.

1. DNA melakukan transkripsi (mencetak dRNA) untuk membawa kode-kode pembentuk protein, berdasarkan pada urutan basa nitrogennya.

2. mRNA melepaskan diri dari DNA dan membawa kode-kode genetic (kodon) keluar dari nucleus menuju ke ribosom di dalam sitoplasma. mRNA ini bertindak sebagai cetakan (matriks). Di ribosom ini mRNA melekat pada RNA ribosom (rRNA).

3. tRNA yang ada di dalam sitoplasma dating dengan membawa asam amino yang sesuai dengan kode-kode yang dibawa oleh mRNA. tRNA ini melekat (berpasangan) dengan mRNA sesuai dengan pasangan-pasangan basa nitrogennya (dengan tripel dari basa nitrogen tRNA).

4. Asam-asam amino yang dibawa oleh tRNA akan saling bergandengan dan membentuk rangkaian rantai polipeptida sampai terbentuk protein yang diharapkan di dalam ribosom. Protein yang terbentuk ini merupakan suatu enzim yang mengatur metabolism sel.

Kode Genetik

Kode genetic adalah kode yang dibawa oleh RNA messenger (mRNA) untuk disampaikan kepada RNA transfer (tRNA). Kode genetic merupakan urutan 3 basa nitrogen yang membentuk suatu tripet dan disebut kodon (kodogen). Mekanisme Penyampaian Kode Genetik

Setiap kode (satu kodon) terdiri atas 3 basa nitrogen yang letaknya berurutan pada mRNA. Kodon-kodon pada mRNA tersebut harus diterjemahkan oleh tRNA, agar dapat diketahui asam amino yang harus diangkatnya.

F. Pola-Pola Hereditas

(32)

W.S Sutton (1902) seorang ahli genetika Amerika memberikan pemikiran tentang pola-pola penurunan sifat sebagai berikut:

1. Jumlah kromosom sel sperma dan ovum adalah setengah dari jumlah kromosom sel tubuh.

2. Organisme baru hasil fertilisasi ovum oleh sperma mengandung dua perangkat kromosom (diploid; 2n) pada setiap selnya.

3. Dalam pembelahan niosis kedua perangkat kromosom memisah secara bebas.

4. Setelah melalui proses mitosis dan miosis, bentuk dan identitas setiap kromosom adalah tetap. Penentuan Jenis Kelamin

Pada umumnya, makhluk hidup mempunyai 2 macam kromosom yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (kromosom seks).

Determinasi seks pada berbagai organisme tidak sama. Beberapa tipe penentuan jenis kelamin yang dikenal adalah: 1. Tipe XX XY

a. Manusia

Sel tubuh manusia terdiri dari 23 pasang kromosom (46 kromosom) yaitu 22 pasang autosom (44 autosom) dan 1 pasang kromosom seks (2 gonosom). Kromosom seks dibedakan atas kromosom X dan kromosom Y.

Kariotipe dari setiap sel tubuh manusia normal adalah: Wanita : 44 A + XX atau 22 AA + XX

Pria : 44 A + XY atau 22 AA + XY

Spermatozoa pada pria normal terdiri atas 2 macam yaitu:

1. Spermatozoa yang terdiri atas 22 autosom + X disebut ginospermium 2. Spermatozoa yang terdiri atas 22 autosom + Y disebut androspermium.

Sel telur (ovum) pada wanita normal hanya terdiri satu macam yaitu 22 autosom + x. Fertilisasi (pembuahan):

1. 22 autosom + X (ginospermium) + 22 autosom + X (ovum)

44 autosom + XX menjadi wanita. Wanita normal mempunyai susunan kromosom seks XX. 2. 22 autosom + Y (androspermium) + 22 autosom + X (ovum)

Autosom + XY menjadi pria. Pria normal mempunyai susunan kromosom-kromosom seks XY.

8.HOMEOSTATIS

Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi, di mana Homeostasis merupakan kemampuan suatu organisme dalam mengatur dan menjaga keseimbangan lingkungan internalnya di bawah pengaruh perubahan lingkungan eksternalnya. Pengaturan keseimbangan ini dapat mempengaruhi fungsi-fungsi sel hingga sistem organ dari suatu organisme.

Homeostasis dipertahankan oleh mekanisme fisiologis yang mengontrol fungsi tubuh dan memantau organ tubuh. Untuk sebagian besar mekanisme ini dikontrol oleh sistem saraf dan endokrin dan tidak mencakup perilaku sadar. Tubuh membuat penyesuaian dalam frekwensi jantung, frekwensi pernapasan, tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan cairan dan elektrolit, sekresi hormon dan tingkat kesadaran yang semuanya ditujukan untuk mempertahankan adaptasi.

(33)

dari tubuh. Semua organisme hidup berusaha untuk homeostasis. Ketika homeostasis terganggu (misalnya sebagai respon terhadap stressor), tubuh mencoba untuk mengembalikannya dengan menyesuaikan satu atau lebih proses fisiologis dari mulai pelepasan hormon-hormon sampai reaksi fisik seperti berkeringat atau terengah-engah. Sebagai contoh sederhana dari homeostasis, tubuh manusia menggunakan beberapa proses untuk mengatur suhu agar tetap dalam rentang yang optimal untuk kesehatan. Kenaikan atau penurunan suhu tubuh mencerminkan ketidakmampuan untuk mempertahankan homeostasis, dan masalah terkait. Stres berat atau lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan parah kondisi keseimbangan ini. Hal ini dapat menyebabkan tidak hanya tekanan psikologis tetapi juga gangguan psikosomatis.

Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis, yaitu:

1. Sistem tertutup – Keseimbangan statis

Di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup.

2. Sistem terbuka – Keseimbangan dinamik

Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua mahluk hidup. Sel memiliki ultrastruktur sel, dan jenis-jenis sel. Sel juga memiliki fungsi yang spesifik. Didalam sel juga terdapat membran sel yang dapat melakukan transpotasi pasif. Sel juga dapat melakukan reproduksi, dan kita mengenal tiga jenis reproduksi sel amitosis, mitosis, dan miosis. sel juga memiliki sifat genetikan dan konsep homeostatis.

Penutup

Demikian yang kami dapat paparkan mengenai materi Biologi Sel. Tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya sumber yang kami dapat tentang judul makalah ini. Tak lupa ucpan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberi arahan sehingga makalah ini bisa terselesaikan. Semoga makalah ini dapat berguna bagi penyusun dan khususnya para pembaca yang budiman.

Wassalamu’alaikum wr.wb ,

(34)

Daftar Pusaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi) http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel

http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0113%20Bio%203-1b.htm

Dr. Wildan Yatim. (1992). Biologi Sel lanjut. Bandung: Tersito

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2178966-pengertian-sel-dan-fungsi-sel/

Miftah Arifin dan Cisca. (2009). Buku Hapalan Luar Kepala Biologi SMA. Yogyakarta: Pustaka Widyatama

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...