• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

eJournal Administrasi Bisnis 2013, 1 (1): 56-70 ISSN 0000-0000 , ejournal.adbisnis.fisip-unmul.org © Copyright 2013

ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI

PEMASARAN SEPEDA MOTOR PADA

PT. SAMEKARINDO INDAH DI SAMARINDA

Nur Afrillita T.1

Abstrak

Nur Afrillita T., 2013. Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Sepeda Motor Pada PT. Samekarindo Indah Di Samarinda dibawah bimbingan Ibu Prof.Dr.Hj.Nur Fitriyah, M.Si sebagai pembimbing I dan bapak Ir. Noercahyono, MM sebagai pembimbing II.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kekuatan dan kelemahan (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman (lingkungan eksternal) serta merumuskan srtategi pemasaran sepeda motor yang tepat melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesess, Opportunities, dan Threats) pada PT. Samekarindo Indah Samarinda.

Hasil penelitian yang dilakukan penulis pada PT. Samekarindo Indah adalah dengan menggunakan alat analisis SWOT, maka PT. Samekarindo Indah dapat menggunakan alternatif strategi-strategi berikut :

a. Strategi Strength – Opportunities

1) Pertahankan dan tingkatkan kualitas produk maupun pelayanan purna jual

2) Pengembangan pasar menengah kebawah 3) Mengadakan kegiatan eksibisi

b. Strategi Weaknesses – Opportunities 1) Promosi yang terarah

2) Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor di berbagai event, promosi melalui media cetak dan media jejaring sosial.

3) Menambah sub dealer c. Strategi Strenght – Threats

1) Mengembangkan daya saing

2) Meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan d. Strategi Weaknesses – Threats

1) Memperluas area promosi dengan membuka outlet – outlet untuk memperluas jaringan penjualan

2) Menambah variasi penjualan dealer seperti menjual aksesoris motor yang sedang trend di masyarakat

(2)

Kata Kunci : Analisis SWOT dan Strategi Pemasaran

Pendahuluan

Perkembangan bisnis di Indonesia semakin lama semakin menonjol akan kompleksitas, persaingan, perubahan, dan ketidakpastian. sKeadaan ini menimbulkan persaingan yang tajam antara perusahaan, sehingga memaksa perusahaan untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat mempengaruhi perusahaan, agar perusahaan mengetahui strategi pemasaran seperti apa dan bagaimana yang harus diterapkan dalam perusahaan.

PT. Samekarindo Indah adalah perusahaan yang bergerak dalam penjualan kendaraan Suzuki dan merupakan Main Dealer Suzuki (distributor utama) yang ditunjuk oleh PT. Indomobil selaku ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) Suzuki untuk wilayah penjualan Kalimantan Timur khususnya di wilayah Samarinda. Selain melayani penjualan kendaraan Suzuki, PT. Samekarindo Indah memberikan pelayanan seperti servis serta menyediakan suku cadang bagi kendaraan Suzuki. Dalam hal sepeda motor, realisasi pengadaan dan pemasaran sepeda motor Suzuki mengalami fluktuasi pangsa pasar cukup dinamis.

Namun dengan melihat permasalahan di atas, maka pihak manajemen PT. Samekarindo Indah dituntut untuk lebih bekerja keras dalam mencermati dan mengantisipasi reaksi lingkungan eksternal dan internal perusahaan yang mendukung kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman dengan mengkoordinasi secara bersama-sama untuk menciptakan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat bersaing dalam memasarkan produknya dengan kompetitor di bidang sejenis. Pendekatan dalam merumuskan strategi pemasaran yang tepat dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan internal dalam mengantisipasi peluang dan ancaman eksternal adalah dengan melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesess, Opportunities, dan Threats).

Berkaitan dengan hal tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Analisis SWOT dalam menentukan strategi pemasaran sepeda motor pada PT. Samekarindo Indah di Samarinda.

Kerangka Dasar Teori

Pengertian Manajemen Strategis

(3)

Selanjutnya Pearce dan Robinson (2008 : 5) mendefinisikan Manajemen strategis sebagai satu set keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan impelementasi rencana yang dirancang untuk meraih tujuan suatu perusahaan/organisasi.

Perencanaan merupakan tindakan awal dalam aktifitas manajerial setiap organisasi. Perencanaan strategis adalah instrumen kepemimpinan dan suatu proses. Sebagai suatu proses, ia menentukan apa yang dikehendaki suatu organisasi dimasa depan dan bagaimana usaha mencapainya. Seperti yang ditegaskan oleh Steiss yang disadur oleh Salusu (2006 : 500) bahwa perencanaan strategis sebagai komponen dari manajemen strategis bertugas untuk memperjelas tujuan dan sasaran, memilih berbagai kebijaksanaan, terutama dalam memperoleh dan mengalokasikan sumber daya serta menciptakan suatu pedoman dalam menerjemahkan kebijaksanaan organiasi.

Manfaat Manajemen Strategis

Perencanaan sebagai salah satu fungsi dari manajemen yang pertama memiliki peranan yang sangat penting. Dengan perencanaan yang bagus, sebuah organisasi akan memiliki arah dan langkah yang jelas.

Dengan menggunakan manajemen strategis sebagai suatu kerangka kerja untuk menyelsesaikan setiap masalah strategis di dalam organisasi, maka para pemimpin organisasi diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara strategik. Ada beberapa manfaat yang diperoleh organisasi jika menerapkan manajemen strategis, yaitu :

1) Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju

2) Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi 3) Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif

4) Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semkin beresiko

5) Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan organisasi untuk mencegah munculnya masalah dimasa mendatang

6) Keterlibatan karyawan/anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya

7) Aktifitas tumpang tindih akan dikurangi

8) Keengganan untuk berubah dari karyawan/anggota organisasi akan dapat dikurangi

Analisis Lingkungan Eksternal

Menurut Porter yang dikutip oleh Umar (2005) Lingkungan eksternal dibagi kedalam dua katagori yaitu lingkungan makro dan lingkungan industri. Penjelasan kedua katagori eksternal yakni sebagai berikut :

1) Lingkungan Makro

(4)

a) Elemen Perekonomian

Perekonomian berkaitan dengan bagaimana orang atau bangsa memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi berbagai barang dan jasa. Perusahaan perlu memperhatikan sejauh mana perekonomian dapat mempengaruhi perusahaan/organisasi dari segi upah tenaga kerja, inflasi, perpajakan, pengangguran, dan harga barang yang dikelola. b) Elemen Politik dan Legal

Situasi politik, perpolitikan, dan masalah legal sangat terkait dengan keberlangsungan perusahaan untuk jangka panjang. Situasi perpolitikan yang kondusif memberikan kenyamanan bagi para organisasi/pelaku usaha.

c) Elemen Sosial-Budaya

Kondisi sosial yang dimaksud adalah seperti kondisi demografi, sikap, gaya hidup, adat istiadat, dan kebiasaan dari orang-orang eksternal perusahaan. Begitupula dari kondisi budaya seperti ekologis, demografis, religious, pendidikan dan etnis.

d) Elemen Lingkungan Teknologi

Ilmu dan pengetahuan manusia terus berkembang dari waktu ke waktu. Ini membuat teknologi juga berkembang pesat. Teknologi tidak hanya mencakup penemuan-penemuan yang baru saja, tetapi juga meliputi cara-cara pelaksanaanya atau metode-metode baru dalam mengerjakan suatu pekerjaan, artinya teknologi memberikan suatu gambaran yang luas meliputi mendesain, menghasilkan, dan mendistribusikan.

2) Lingkungan Industri

Aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan di-mana bisnis perusahaan berada.

a) Ancaman Pelaku Bisnis Baru

Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada.

b) Ancaman Produk Substitusi

Perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti.

c) Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli

Pembeli ini biasanya bisa memaksa perusahaan untuk menurunkan harga atau menuntut meningkatkan kualitas produk/jasa, serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya.

d) Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok

Bila pemasok memiliki daya tawar yang semakin kuat, maka semakin kurang menarik industrinya.

e) Persaingan Dalam Industri

(5)

Sedangkan pada pasar persaingan sempurna biasanya akan memaksa perusahaan menjadi follower termasuk dalam hal harga produk.

Analisis Lingkungan Internal

Secara garis besar, aspek-aspek lingkungan internal perusahaan yang hendaknya diamati dapat dilihat dari beberapa pendekatan, yakni sebagai berikut :

1) Pendekatan Fungsional

Pada pendekatan ini, pegkatagorian analisis internal sering diarahkan pada pasar dan pemasaran, kondisi keuangan dan akunting, produksi, sumber daya manusia, dan struktur organisasi dan manajemen.

2) Pendekatan Rantai Nilai (Value Chains)

Analisis dengan pendekatan Rantai Nilai didasarkan pada serangkaian kegiatan yang berurutan dari sekumpulan aktivitas nilai (value activities) yang dilaksanakan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan, serta mendukung produk dan jasa mereka pada perusahaan yang terdiri dari satu SBU saja.

Analisis SWOT

Menurut David (2006), untuk menganalisis penentuan strategi menjadi jelas, ada sembilan macam matriks yang dapat digunakan yakni sebagai berikut :

a. Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) b. Matriks Internal Factor Evalution (IFE) c. Matriks Competitive Profile (CP) d. Matriks SWOT

e. Matriks Strategic Position and Action Evalution (SPACE) f. Matriks Internal-Exsternal (IE)

g. Matriks Boston Consulting Group (BCG) h. Matriks Grand Strategy

i. Matriks Quantitative Strategies Planning (QSP)

Pengertian Pemasaran

Definisi pemasaran menurut Gitosudarmo (2001 : 1) adalah suatu kegiatan yang mengusahakan agar produknya yang dipasarkan dapat diterima dan disenangi oleh pasar.

Kemudian menurut pengertian yang dikemukakan oleh Stanton yang disadur oleh Swastha (2001 : 6), pemasaran adalah sistem keseluruhan dalam kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

(6)

Definisi manajemen pemasaran menurut Kotler (2000 : 9), manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi dan distribusi barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

Bauran Pemasaran

Menurut Kotler (2000), Bauran pemasaran adalah suatu perangkat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mencapai tujuan pemasaran dalam target pasarnya.

Bauran pemasaran adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu product, price, promotion, place, disingkat menjadi 4P.

1) Product (produk) 2) Price (harga)

3) Promotion (promosi)

4) Place (tempat/saluran distribusi)

Strategi Pemasaran

Berikut strategi pemasaran berdasarkan unsur-unsur bauran pemasaran adalah sebagai berikut :

1) Strategi produk

Dalam bahasan ini akan diuraikan proses pengembangan dan pemasaran produk-produk baru dihubungkan dengan tujuh tahap siklus hidup suatu produk. Ketujuh tahap siklus hidup produk tersebut adalah :

a) Membangkitkan dan menyaring konsep atau gagasan

Produk-produk baru dimulai dari gagasan atau konsep. Tahap pertama dalam mengembangkan produk baru mencakup membangkitkan dan menyarig konsep atau gagasan.

b) Perencanaan dan pengembangan produk

Dalam tahap ini meliputi evaluasi yang lebih mendalam, perencanaan, dan pengembangan konsep produk yang lolos dari proses penyaringan konsep atau gagasan.

c) Uji pemasaran atau stimulasi pasar

Dalam tahapan ini, reaksi konsumen terhadap produk diselidiki. Produk-produk diuji pasar di daerah tertentu untuk menentukan potensi penjualannya. Uji pasar ini didasarkan pada sampel kecil dari sebagian masyarakat konsumen potensial.

d) Tahap komersialisasi atau pengenalan

(7)

e) Tahap pertumbuhan pasar

Dalam tahap pertumbuhan, penjualan produk mulai meningkat secara cepat dan produk tersebut mulai member sedikit keuntungan. Pasar semakin luas disebabkan semakin meningkatnya pembelian ulang oleh pembeli sebelumnya dan pembeli-pembeli baru dalam jumlah besar yang dipengaruhi oleh para pembeli sebelumnya.

f) Tahap kejenuhan atau kedewasaan

Dalam tahap kejenuhan, pertumbuhan penjualan mulai berkurang atau melambat dan semakin lama semakin mendekati pertumbuhan nol. Kebanyakan konsumen yang pernah melakukan pembelian produk mungkin akan melanjutkan pembelian produk tersebut, atau mungkin mulai mencoba produk merek lainnya.

g) Tahap penurunan atau penghapusan produk

Dalam tahap ini, pasar produk tidak normal lagi dan penjualan mulai turun secara cepat atau drastis. Dalam tahap ini produk mungkin dapat dihapus atau tidak diproduksi lagi.

2) Strategi harga

Terdapat tiga hal penting yang mempengaruhi strategi harga yaitu sebagai berikut:

a) Karakteristik konsumen b) Karakteristik perusahaan c). Karakteristik persaingan 3) Strategi saluran distribusi

Pilihan pasar, segmentasi pasar, dan target pasar sangat terkait dengan saluran distribusi. Dalam saluran langsung, pabrikasi atau perusahaan menjual secara langsung kepada pemakai akhir. Dalam saluran tidak langsung, pabrik atau perusahaan menggunakan satu atau lebih perantara untuk menjual produk ke pemakai akhir. Jenis-jenis perantara pemasaran, yaitu :

a) Perantara b) Agen

c) Perwakilan perusahaan d) Pedagang besar

e) Pengecer

f) Pedagang perantara g) Agen penjualan

h) Distributor atau perantara i) Dealer

j) Pemborong 4) Strategi promosi

a) Periklanan

b) Promosi penjualan c) Publisitas

(8)

Definisi Konsepsional

Analisis SWOT merupakan cara untuk menganalisis strategi pemasaran perusahaan PT. Samekarindo Indah dalam lingkungan internal maupun eksternalnya, yang bertujuan untuk mendeteksi serta merumuskan kebijaksanaan yang sifatnya strategi bagi perusahaan. Adapun Implementasi strategi untuk bidang fungsi pemasaran yaitu dimulai dengan mempertimbangkan bauran pemasaran

(marketing mix), yakni produk, harga, saluran distribusi, dan promosi. Bauran dari

unsur-unsur pemasaran tersebut harus tepat, dan rencana-rencana dari setiap unsur tersebut juga harus tepat. Bauran pemasaran merupakan variabel yang dapat dikendalikan oleh organisasi perusahaan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap target pasar atau mempengaruhi target pasar tersebut. organisasi perusahaan harus mengembangkan strategi-strategi dengan mengsinkronisasikan unsur-unsur bauran pemasaran untuk mencapai sasaran yang sama.

Metode Penelitian Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan suatu objek sesuai dengan keadaan atau apa adanya.

Fokus Penelitian

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai objek yang diteliti maka penulis sampaikan bahwa fokus penelitian adalah terbatas pada analisis SWOT PT. Samekarindo Indah divisi sepeda motor. Adapun defenisi operasional dari variabel penelitian adalah sebagai berikut :

a. Lingkungan Eksternal

Analisa lingkungan eksternal akan dilakukan dengan mengamati baik lingkungan makro maupun lingkungan industri yakni sebagai berikut : 1) Lingkungan Makro

a) Elemen Perekonomian b) Elemen Politik dan Legal c) Elemen Sosial-Budaya

d) Elemen Lingkungan Teknologi 2) Lingkungan Industri

a) Ancaman Pelaku Bisnis Baru b) Ancaman Produk Substitusi

c) Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli d) Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok e) Persaingan Dalam Industri

(9)

Analisis internal akan dilakukan dengan pendekatan fungsional dan akan dibatasi pada fungsi pemasaran saja, melalui pendekatan bauran pemasaran 4 variabel yakni sebagai berikut :

1) Product (Produk) 2) Price (Harga) 3) Place (Tempat) 4) Promotion (Promosi)

Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dengan cara observasi, wawancara sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Data sekunder yaitu data yang dikerjakan oleh perusahaan itu sendiri, disini penulis mendapatkan data dari PT. Samekarindo Indah.

b. Sumber Data

Untuk menunjang pembahasan terhadap masalah yang dikemukakan diatas, maka diperlukan data meliputi :

1) Gambaran umum perusahaan 2) Struktur organisasi perusahaan

3) Data lain yang berhubungan dengan dengan penulisan skripsi ini

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan teknik sebagai berikut :

a. Penelitian lapangan (field work research)

Yaitu pengumpulan data langsung yang menjadi objek penelitian untuk melihat dari dekat perusahaan tersebut, dengan menggunakan metode : 1) Pengamatan (observasi)

2) Wawancara (interview) 3) Kuesioner

b. Penelitian Kepustakaan (library research)

Yaitu mengumpulkan data sekunder atau data yang diperoleh dari data yang telah dibukukan, baik berupa laporan-laporan maupun hasil penelitian terdahulu.

Teknik Analisis Data

Menurut Rangkuty (2006), analisis data yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut :

(10)

b. Dalam sel Threats (T), menentukan beberapa ancaman yang dihadapi perusahaan.

c. Dalam sel Strengths (S), menentukan beberapa ancaman yang dihadapi perusahaan.

d. Dalam sel Weaknesses (W), menentukan beberapa kelemahan yang masih membelit perusahaan.

e. Merumuskan beberapa kemungkinan alternatif strategi perusahaan berdasarkan pertimbangan kombinasi empat peluang faktor strategi tersebut, yang terdiri dari :

1) Strategi SO

Strategi ini dibuat berdasarkan suatu jalan pikiran, yaitu bagaimana perusahaan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang.

2) Strategi ST

Strategi ini untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan dengan cara menghindari ancaman.

3) Strategi WO

Strategi ini diterapkan dengan memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki.

4) Strategi WT

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan ditujukan meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

(11)

Matriks SWOT PT. Samekarindo Indah

Hasil Penelitian dan Pembahasan

IFAS

EFAS

Strengths (S)

1. Sebagai Main Dealer produk Suzuki se-Kaltim

2. Berpengalaman dalam bisnis jasa penjualan sepeda motor Suzuki 3. Harga bersaing

4. Memiliki produk unggulan 5. Lokasi outlet yang strategis.

Weaknesses (W)

1. Perbedaan harga spare part

Suzuki dg produk lain 2. Promosi yang masih kurang

gencar

3. Varian di masing-masing jenis produk masih kurang. 4. Kurangnya jumlah sub dealer

5. Harga jual kembali produk jatuh

Opportunities (O)

1. Kebutuhan masyarakat Samarinda akan kendaraan roda dua yang semakin tinggi. 2. Pola perilaku dan selera

konsumen yang semakin

3. Mengadakan kegiatan eksibisi (S4 ;O3)

Strategi (WO)

1. Promosi yang terarah (W2 ; O1)

2. Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor diberbagai even, mempromosikan melalui media cetak, radio dan situs jejaring sosial

(W1 ; W5 ; O3 ; W3 ; O2 )

3. Menambah jumlah sub dealer

(W4 ; O5)

(12)

Analisis SWOT

Setelah melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal maka dapat dirumuskan kedalam analisis SWOT yang menggambarkan setiap kekuatan, kelemahan, kesempatan, serta tantangan dari PT. Samekarindo Indah. Berdasarkan kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman, empat set alternatif strategis yang dapat diambil oleh manager perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.

a. Strategi Strengths Opportunities

1) Pertahankan dan tingkatkan kualitas produk maupun pelayanan purna jual Suzuki dikenal dengan keunggulan brand image yang kuat dan memiliki kualitas mesin yang baik oleh sebab itu dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk maka para konsumen tidak akan ragu untuk memilih dan membeli produk tersebut.

2) Pengembangan pasar menengah–kebawah

Perusahaan dapat mengembangkan segmentasi pasar hingga menengah-kebawah dengan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan perusahaan yaitu mengadakan kerja sama dengan pihak leasing.

3) Mengadakan kegiatan eksibisi

Dengan melakukan kegiatan eksibisi, perusahaan dapat membuktikan kepada masyarakat akan keunggulan dan kemuktahiran teknologi terhadap produk Suzuki Kegiatan eksibisi ini sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan atau 6 bulan sekali.

b. Strategi Weaknesses – Opportunities

1) Promosi yang terarah

Hal yang penting dalam promosi adalah bahwa promosi tersebut harus dilakukan secara terarah yaitu tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga biaya yang digunakan untuk promosi efektif dan efisien seperti mengadakan even parade band dan even-even olahraga yang biasanya digemari oleh kaum muda, dapat pula dengan kegiatan goes to school dan

goes to campus.

2) Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor diberbagai even, prmosi melalui media cetak dan situs jejaring sosial

PT. Samekarindo Indah dapat melakukan kegiatan promosi untuk meningkatkan penjualan dengan cara mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor diberbagai even sehingga membuat calon konsumen sering melihat mendengar dan ingat akan produk yang dipromosikan.

3) Menambah sub dealer

(13)

c. Strategi Strengths – Threats

1) Mengembangkan daya saing

PT. Samekarindo Indah menciptakan kesan pelayanan terbaik dengan menyediakan produk yang lebih bervariasi yang tentunya mengikuti selera pasar.

2) Meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan

PT. Samekarindo Indah ditengah persaingan yang ketat harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya agar pelanggannya tetap loyal salah satunya dengan meningkatkan program CSR (coorporate social responsibility) Selain itu dengan memberikan layanan via telepon/sms kepada pelanggan seputar informasi produk yang ditawarkan, informasi prosedur pembelian melalui leasing atau cash.

d. Strategi Weaknesses - Threats

1) Memperluas area promosi dengan menambah outlet-outlet untuk memperluas jaringan penjualan

Perusahaan harus terus berkembang dengan cara dengan menambah outlet-outlet yang tersebar di berbagai wilayah di Samarinda sehingga semakin mudah bagi perusahaan untuk menjangkau dalam pemenuhan kebutuhan konsumen dan meningkatkan penjualan.

2) Menambah variasi penjualan aksesoris motor yang sedang trend di masyarakat

Agar penjualan produk tetap stabil dan tetap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka perusahaan perlu menambah variasi penjualan aksesoris motor yang sedang trend di masyarakat sehingga perusahaan dapat mengatasi ancaman yang dimana trend masyarakat selalu dan cepat berubah.

3) Memberikan diskon harga spare part untuk konsumen yang loyal

Ancaman yang harus diatasi serta diminimalisasikan oleh pihak PT. Samekarindo Indah agar paradigma masyarakat dapat berubah sehingga masyarakat percaya akan kualitas produk Suzuki tidak kalah dengan produk lain yakni dengan cara meyakinkan ke konsumen bahwa harga menunjukkan kualitas suatu produk, serta memberikan diskon harga spare part kepada konsumen yang loyal agar hubungan perusahaan dengan pelanggan selalu terjalin dengan baik.

Kesimpulan

a. PT. Samekarindo Indah merupakan perusahaan yang berpengalaman dalam penjualan kendaraan sepeda motor maupun mobil sejak tahun 1977 dan sudah mempunyai produk-produk yang diandalkan serta memiliki visi dan misi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang lebih baik.

(14)

c. Selain itu, PT. Samekarindo indah juga memiliki kelemahan antara lain, perbedaan harga spare part Suzuki dengan produk lain, promosi yang kurang gencar, varian di masing-masing jenis produk masih kurang, kurangnya jumlah sub dealer, dan harga jual kembali produk jatuh.

d. Peluang-peluang yang dimiliki PT. Samekarindo Indah, dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh PT. Samekarindo Indah untuk meningkatkan penjualan yakni dengan melihat kebutuhan akan kendaraan roda dua yang semakin tinggi, pola perilaku dan selera konsumen yang semakin berkembang, teknologi dan selera konsumen Samarinda yang semakin berkembang, adanya sarana perkreditan yang ditawarkan leasing yang berkualitas dan terpercaya dan trayek angkutan umum di Samarinda yang terbatas.

e. Ancaman yang datang dari luar sangat diperhatikan oleh PT. Samekarindo Indah karena akan berpengaruh dengan tingkat penjualan dan akan kehilangan pelanggan baik konsumen baru maupun konsumen loyal. Adapun ancaman yang dihadapi oleh PT. Samekarindo Indah adalah kenaikan harga BBM, kebijakan peraturan Bank Indonesia terhadap kenaikan DP 25%, ketatnya persaingan, trend masyarakatn yang cepat berubah, dan paradigm masyarakat mengenai perbandingan keunggulan antara produk Suzuki dengan produk merek lain.

Saran

Saran penulis kepada PT. Samekarindo Indah agar dapat mengatasi ancaman dan kelemahan memanfaatkan peluang dan mempertahankan yang ada adalah sebagai berikut:

a. Strategi StrengthOpportunities

1) Pertahankan dan tingkatkan kualitas produk maupun pelayanan purna jual 2) Pengembangan pasar menengah kebawah

3) Mengadakan kegiatan eksibisi b. Strategi Weaknesses – Opportunities

1) Promosi yang terarah

2) Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor di berbagai event, promosi melalui media cetak dan media jejaring sosial.

3) Menambah sub dealer c. Strategi Strenght – Threats

1) Mengembangkan daya saing

2) Meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan d. Strategi Weaknesses – Threats

1) Memperluas area promosi dengan membuka outlet – outlet untuk memperluas jaringan penjualan

2) Menambah variasi penjualan dealer seperti menjual aksesoris motor yang sedang trend di masyarakat

(15)

Daftar Pustaka

Amir, M. Taufik, 2011. Manajemen Strategik Konsep dan Aplikasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Assauri, Sofjan, 2002. Manajemen Pemasaran Konsep dan Strategi, Liberty,

Yogyakarta.

David, Fred. R, 2006. Strategic Management: Consepts and Cases, 10th Ed. Gitosudarmo, Indri, 2001. Manajemen Pemasaran, ANDI, Yogyakarta. Jatmiko, RD, 2004. Manajemen Stratejik, Malang : Penerbit Universitas

Muhamadiyah Malang.

Kotler, P, 2000. Marketing Management : An Asian Perspective. Prentice Hall, Edisi Milenium.

Pearce II, John A. and Robinson, 2008. Manajemen Strategis Formulasi

Implementasi dan Pengendalian, Jakarta.

Purwanto, Iwan, 2008. Manajemen Strategi, Bandung : Yrama Widya. Rangkuty, Freddy, 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis,

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Salusu, J, 2006. Pengambilan Keputusan Strategik Untuk Organisasi Publik

dan Organisasi Non Profit, Jakarta : Penerbit Grasindo.

Schnaars, S.P, 2001. Marketing Strategy : A Costumer-Driven Approach, New

York : The Free Press.

Swastha, Basu dan D. H. Irawan, 2001. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kedua, BPLM-YKPN, Yogyakarta.

Umar, Husein, 2005. Strategic Management in Action, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Munadi, Fandi Ahmadi, 2009. Analisis Pemasaran Untuk Meningkatkan

Penjualan Kendaraan Motor Pada CV Turangga Mas Motor, Jurnal

Ilmiah Ekonomi Manajemen, April 2009 : 1-14.

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa permasalahan yang terdapat dalam penterjemahan makna al- Qur’an menyebabkan sesuatu perkataan atau ayat al-Qur’an tidak diterjemahkan dengan betul. Faktor utama yang

MENUMBUHKAN KOMPETENSI SOFT SKILLS ABAD 21 PADA MAHASISWA UPI Peneliti adalah mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang melakukan

Adanya strategi pemecahan masalah diperlukan untuk mempermudah mengatasi masalah yang muncul berkaitan dengan perancangan fesyen eksklusif lewat eksplorasi motif

Skripsi dengan judul “Urgensi Penerapan Pembiayaan Murabahah bil Wakalah dan Jasa Rahn dalam Meningkatkan Usaha Kecil Masyarakat Blitar (Studi di BMT UGT Sidogiri

Kalau dilihat dari perkembangan transportasi perkotaan yang ada, kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) tetap merupakan moda transportasi yang dominan,

PP 1('2) > assalamualaikum##r,bQselamat pagiQhari ini kita akan melakukan ronde pada kasus Tn Y yang ditemani istrinya Ny M###selanjutnya saya akan memba"akan riayat

Kebanyakan orang Australia beragama Kristen tetapi, pada hari Minggu lebih banyak orang Australia bermain atau menonton olahraga daripada pergi ke gereja. Seakan-akan olahraga

Untuk pernyataan positif, jawaban yang diberkan oleh individu yang memiliki sikap positif harus diberi nilai atau bobot skor yang lebih tinggi dari jawaban