• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep dasar MANAGEMEN SUMBER DAYA AIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Konsep dasar MANAGEMEN SUMBER DAYA AIR"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Konsep Dasar

MANAGEMEN SUMBERDAYA

AIR TERPADU

(2)

PRINSIP 1

Air tawar

merupakan

sumberdaya yang

terbatas

dan

rawan

yang sangat

penting untuk

kelangsungan

kehidupan,

(3)

Air merupakan

sumberdaya yang

terbatas dan siklus

hydrologi

menunjukkan bahwa

jumlah curah hujan

relatif

tetap per tahun.

Berdasarkan siklus

hydrologi curah hujan

secara keseluruhan

diintervensi secara

signifikan oleh rekayasa

manusia .

Seringkali terjadi rekayasa

seperti hujan buatan,

namun ketersediaan air

(4)

Sumberdaya air

merupakan aset

alamiah yang perlu

dipertahankan untuk

menjamin

keberlanjutan

layanan akan

kebutuhan pasokan

Air untuk berbagai

tujuan

Pengelolaan air harus

dilakukan secara

terpadu dan melibatkan

pertimbangan tentang

permintaan-permintaan

yang ditempatkan pada

sumberdaya dan

(5)

Karena air membuat kelangsungan hidup. maka

pengelolaan sumberdaya air memerlukan suatu

pendekatan holistik, menghubungkan

pengembangan sosial dan ekonomik dengan

perlindungan ekosistem alam .

(6)

Pendekatan Terpadu Terhadap

Pengelolaan Air

Memerlukan koordinasi atas kisaran

kegiatan manusia yang menciptakan

permintaan terhadap air.

Menentukan penggunaan lahan dan

menghasilkan produk-produk limbah

yang timbul dari air

Prinsip ini juga mengakui

daerah aliran sungai atau

(7)

PRINSIP 2.

PENGEMBANGAN DAN

PENGELOLAAN AIR HARUS

DIDASARKAN PADA

PENDEKATAN PARTISIPASI

YANG MELIBATKAN

PENGGUNA, PERENCANA

DAN PARA PEMBUAT

(8)

Air merupakan subyek

dimana setiap pihak yang

berkepentingan terhadap

pemanfaatan dan

(9)

PARTISIPASI

Jenisnya akan bergantung

pada skala ruang yang terkait

dengan pengelolaan air

tertentu dan

keputusan-keputusan investasi.

Juga akan dipengaruhi oleh

sifat dari lingkungan politik

dimana keputusan-keputusan

tersebut harus diambil

Sesungguhnya

hanya terjadi

bilamana

stakeholder

merupakan

bagian dari

proses

(10)

PARTISIPA

SI

Menerima perubahan apabila

diperlukan untuk

meningkatkan efisiensi

penggunaan air dan

memungkinkan

pengembangan sumberdaya

yang berkelanjutan.

Tidak hanya dilakukan dalam

mencapai konsensus saja, namun

dilakukan juga dalam proses

arbitrasi atau mekanisme

penyelesaian konflik lainnya.

Juga berarti

memikul tanggung

jawab , mengakui

pengaruh dari

tindakan-tindakan

lintas sektoral yang

harus dilakukan

pada para pengguna

air lainnya dan

(11)

Pendekatan partisipasi

merupakan cara terbaik

untuk mencapai

konsensus

dan kesepakatan

bersama dalam waktu

(12)

Dalam hal ini pemerintah harus mampu membantu

menciptakan peluang dan kapasitas untuk

berpartisipasi, terutama kaum wanita dan kelompok

kelompok sosial yang terpinggirkan lainnya.

Harus diakui bahwa menciptakan

peluang pertisipasi saja tidak akan

berpengaruh apa-apa bagi

kelompok yang tidak diuntungkan

kecuali kalau kapasitas mereka

ditingkatkan

Pengambilan keputusan

yang terdesentralisasi

pada level terendah

merupakan sebuah

strategi untuk

(13)

PRINSIP 3

KAUM WANITA

MEMAINKAN

PERAN CENTRAL

DALAM

MENYEDIAKAN,

PENGELOLAAN

DAN

(14)

Peran kaum wanita

yang sangat penting

Sebagai

penyedia dan pengguna

air serta penjaga

lingkungan hidup.

Jarang tercermin dalam

pengaturan institusional

dalam rangka

pengembangan dan

Pengelolaan

(15)

IWRM Mengharuskan

Kesetaraan Gender

Penerimaan dan

impementasi dari prinsip

ini memerlukan kebijakan

positif yang

mempertimbangkan

ke butuhan khusus wanita

dan menfasilitasi serta

memberdayakan wanita

untuk berpartisipasi pada

semua tingkat program

sumberdaya air

termasuk pengambilan

keputusan dan implementasinya

dalam cara yang ditentukan

oleh mereka.

Terdapat sinergi yang pen

ting antara peranan gender

dan pengelolaan sumberdaya

air yangberkelanjutan.

Ketertiban kaum priya dan wanita dalam

peran-peran besarpada semua tingkatan

pengelolan air dapat memercepat pencapaian

yang matap dan berkelanjutan

Mengelola air secara terpadu dan

(16)

Dalam pengumpulan dan

usaha perlindungan air

untuk penggunaan domistik

dan dalam banyak hal

seperti pertanian

Dibanding dengan

priya,kurang mempunyai

peran yang berpengaruh

dalam pengelolaan ,

analisis masalah dan

proses pengambilan

keputuan yang terkait

(17)

Air mempunyai nilai

ekonomi dalam semua

penggunaannya yang

memiliki daya saing dan

harus diakui sebagai

(18)

Dalam kaitannya dengan

dengan prinsip ini, maka

merupakan hak asasi bagi

manusia untuk dapat

(19)

Air mempunyai nilai sebagai benda

ekonomi dan benda sosial.

Banyaknya kegagalam dalam

pengelolaan air di masa lalu

kebanyakan diakibatkan oleh kenyataan

bahwa nilai air belum sepenuhnya

diketahui sehingga banyak yang

terbuang dan penggunaan sumberdaya

air yang cenderung merusak lin gkungan

Alokasi

Pengelolaan air sebagai benda

ekonomi merupakan suatu tindakan

yang penting bagi pengambil

(20)

Air memiliki nilai sebagai

benda ekonomi dan benda sosial

Mengelola air sebagai benda

ekonomi (erkaitan dengan

teknologi pengolahan dan

pengelolaan air serta sistem

distribusi) merupakan suatu

cara untuk mencapai tujuan

sosial seperti penggunaan

yang efsien dan wajar, dan

untuk mendorong pelestarian

dan perlindungan sumberdaya

air

Nilai bukanlah

tarif, nilai dan tarif

adalah dua hal

yang berbeda, dan

pihak-pihak terkait

harus mampu

membedakan

(21)

Nilai air dalam

penggunaan

alternatif

merupakan hal

yang penting untuk

pengelolaan air

yang rasional

sebagai

sumberdaya yang

langka, baik dengan

cara pengaturan

maupun cara

ekonomi

Memperlakukan air sebagai

benda ekonomi merupakan

suatu cara penting untuk

pengambilan keputusan

tentang pengalokasian air

diantara sektor-sektor

penggunaan air yang berbeda

dan antara

(22)

Penggunaan Air

Pertanian

Air Bersih dan air limbah

Pertambangan dan Industri

Lingkungan

Perikanan

Pariwisata

Energi

Transport

Prioritas

Tiap Negara

mempunyai prioritas

pengembangan dan

tujuan ekonomi

(23)

Dampak dari

penggunaan air

terhadap

sumber air

PENGGUNAAN AIR YANG BAGUS DAN YANG BURUK

Agriculture

Environment

(24)

Keuntungan sosial dan

ekonomi dari sektor

penggunaan air.

Hal ini umumnya jelas dalam hal

produksi pangan, produksi energi, air

minum, lapangan kerja, rekreasi dan

lain-lain, tetapi nilai relatif dari

keuntungan tersebut lebih sulit

untuk dinilai

Keuntungan

dari IWRM

bagi sektor

Prioritas alokasi antar sektor

Apabila terdapat persainganuntuk

mendapatkan sumberdaya air akan

membawa ke kebutuhan untuk

menyesuaikan alokasi dari air ke satu

penggunaan daripada ke yang lainnya.

Pemeriksaan nilai ini harus memperhitungkan

baik keuntungan yang akan diperoleh maupun

dampak negatifnya.Masukan dari pengguna ,

politikus dan masyarakat pada umumnya

adalah perlu selama alokasi mungking tidak

paling efisien apabila nilaias dalam term

ekonomik saja atau dapat diterima apabila

dilakukan hanya untuk kepentingan politik.

Agriculture

Environment

(25)

DAMPAK - DAMPAK

PENGELOLAAN AIR

DITUJUKAN UNTUK

MEMBERI MANFAAT

BAGI MASYARAKAT

DI DALAM PELAKSANAANNYA

MEMBERI DAMPAK NEGATIF YANG

DIPERPARAH LAGI OLEH

PRAKTEK-PRAKTEK PENGELOLAAN YANG

MAKIN BURUK .

KURANGNYA PERANGKAT

(26)

Di atas semuanya,

IWRM suatu philosofi

Proses emplementasi IWRM

Tantangan pada cara

konvensional

Kasus untuk IWRM adalah kuat

Banyak akan mengatakan –

uncontestable.

Permasalahan bagi banyak

negara adalah sejarah panjang

dari pengembangan unisektoral.

Seperti

Global Water Partnership

meletakkannya:”IWRM adalah suatu tantangan

bagi praktek konvensional, attitude dan

ketentuan professional. Hal ini bertentangan

dengan intrest/kepentingan ektoraldan

memerlukan bahwa sumberdaya air harus

dikelola secara holistik untuk kepentingan

semua pihak.

Tidak seorangkan yang menerima tantangan

IWRM akan mudah tetapi merupakan hal

penting untuk mulai sekarang

(27)

Perbedaan-perbedaan

Semua dari hal ini membawa ke perubahan yang merupakan tekanana maupun peluang. Terdapat tekanan pada kedudukan dan kekeuatan publik , dan tekanaan pada akalnya sendiri sebagai profesional .

IWRM memerlukan platform yang dikembangkan untuk memeberi kesempatan kepada semua pemangku kepentingan yang berbeda-beda

memungkinkan bekerjasama.

5. The process: Implementing IWRM

(2 of 3)

Integrasi lintas sektoral

Suatu elemen penting yang kritis dari IWRM adalah integrasi dari pandangan dan interes dari berbagai pengguna air dalam kerangka pengelolaan (lihat Gambar)

(28)

IWRM requires reform

Because of the existing institutional and legislative frameworks, implementing IWRM is likely to require reform at all stages in the water planning and management cycle. This is a question of moving toward a situation with the right enabling environment, institutional framework

and management instruments (see fgure) for sustainable water resources development and management.

Step-by-step process

Implementation of IWRM is best done in a step-by-step process, with some changes taking place immediately and others requiring several years of planning and capacity building.

5. The process

5. The process: Implementing IWRM

(3 of 3)

Economic

Efciency Equity EnvironmentalSustainability

Management Instruments

Ø Assessment Ø Information

Ø Allocation Instruments

Enabling Environment

Ø Policies Ø Legislation

Institutional

(29)

6. Policy and legal framework

6. Policy

(1 of 2)

An overall plan

An overall plan is required to envisage how the transformation can be achieved and this is likely to begin with a new water policy to refect the principles of sustainable management of water resources. To put the policy into practice is likely to require the reform of water law and water institutions. This can be a long process and needs to involve extensive consultations with afected agencies and the public.

Bringing some of the principles of IWRM into a water sector policy and achieving political support may be challenging, as hard decisions have to be made.

Changing attitudes

Attitudes are changing though. Ofcials are becoming more aware of the need to manage resources efciently.

Read more...

(30)

Environment Agriculture

Water Supply and Sanitation .

Water legislation converts policy into law and should:

Ø Clarify the entitlement and responsibilities of users and water providers;

Ø Clarify the roles of the state in relation to other stakeholders;

Ø Formalise the transfer of water allocations;

Ø Provide legal status for water management institutions of government and water user groups;

Ø Ensure sustainable use of the resource

Potential barriers to implementing IWRM in each sector

6. Policy and legal framework

What are your barriers to change?

(2 of 2)

(Click on the pictures to go to that sector)

Agriculture

Environment

(31)

7. Institutional framework

(1 of 2)

Role of the government as facilitator and regulator

For many reasons, developing country governments consider water resources planning and management to be a central part of government responsibility. This view is consistent with the international consensus that promotes the concept of government as a facilitator and regulator, rather than an implementer of projects.

Agreeing on the level of government involvement

The challenge is to reach mutual agreement about the level at which, in any specifc instance, government responsibility should cease, or be partnered by autonomous water services management bodies and/or community-based organisations

7. Institutions

(32)

River Basin Organisations

The concept of integrated water resources management has been accompanied by promotion of the river basin as the logical geographical unit for its practical realisation.

7. Institutional framework

(2 of 2)

Institutional requirements

In order to bring IWRM into efect, institutional arrangements are needed to enable:

Ø The functioning of a consortium of stakeholders involved in decision making, with representation of all sections of society, and a good gender balance;

Ø Water resources management based on hydrological boundaries;

Ø Organisational structures at basin and sub-basin levels to enable decision making at the lowest appropriate level;

Ø Government to co-ordinate the national management of water resources across water use sectors.

(33)

Dampak-dampak

Pengelolaan air ditujukan untuk memberi manfaat bagi kehidupan

masyarakat, tetapi dalam pelaksanaannya dapat menimbulkan

dampak negatif

yang diperparah lagi

oleh praktek pengelolaan

yang makin buruk.

Kurangnya perangkat regulasi

(34)

Tiap negara mempunyai prioritas sasaran pembangunan dan perekon

omiannya sendiriyang ditetapkan sesuai dengan kondisi lingkungan,

sosial dan politik.

Masalah-masalah dan kendala-kendala pasti timbul dalam tiap bidang

penggunaan air, tetapi kesediaan dan kemampuan mengurus

masalah-masalah ini dengan cara yang terkoordinasi akan dipengaruhi oleh

(35)

Memahami sifat saling keterkaitan

dari penggunaaan sumber-sumber

air yang berbeda , oleh karena itu

maka sifat saling keterkaitan serta

dampak dari penggunaan air yang

berbeda merupakan sebuah

(36)

Dampak-dampak dari sektor-sektor penggunaan air pada

sumberdaya air

Dampak Positif

Dampak Negatif

Lingkungan

Pemurnian

Penyimpanan

Siklus hydrologi

Pertanian

Aliran kembali

Peningkatan Infiltrasi

Pengisian kembali air

tanah

Pendaur ulangan nutrisi

Penipisan

Polusi

Salinisasi

Kecepatan air

Erosi

Pasokan air dan sanitasi

Pendaur ulangan nutrisi

yang tinggi yang

Tingkat keamanan air

diperlukan

(37)

Manfaat Lingkungan

Ekosistem dapat memporoleh

manfaat dari pendekatan

terpadu terhadap pengelolaan

air dengan

memberi suara bagi

kebutuhan pelestarian

lingkungan

dalam pembahasan

pengelolaan air

IWRM dapat membantu sektor

dengan meningkatkan

kesadaran para stakeholders

akan kebutuhan ekosistem dan

manfaat-manfaat yang

(38)

PENDEKATAN EKOSISTEM MEMBERI SUATU KERANGKA

BARU BAGI IWRM YANG MEMFOKUSKAN PADA SUATU

PENDEKATAN SISTEM TERHADAP PENGELOLAAN AIR:

Melindungi penangkapan air

hulu , misalnya : penghutanan

kembali, tanah pertanian yang

baik, pengendalian air tanah.

Pengendalian polusi, misalnya:

pengurangan pusat sumber,

intensif sumber non pusat

(perlindungan air tanah.

Aliran-aliran

Referensi

Dokumen terkait

Sulistyarini, Ria Indah, 2010 “Pelatihan Kebersyukuran untuk Meningkatkan Proaktive Coping pada Survivor Bencana Gunung Merapi” , Yogyakarta : Direktorat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat akurasi hasil pengukuran portable scanner dibandingkan dengan microcrack detector dan jangka sorong pada

Tari Rodat dalam kesenian Hadrah di Kota Pontianak tidak hanya dalam pendidikan nonformal untuk pembelajaran bagi masyarakat sekitar maupun pelaku seni saja, tetapi

Hasil keduanya menunjukkan kesimpulan yang sama yaitu pada beberapa periode tahun pengamatan mempunyai nilai rerata varian dan nilai networth yang negatif, hal ini menunjukkan

Pada ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD, hasilnya menunjukkan bahwa pada pengamatan menit ke-120, pemberian ektrak tapak liman dosis 400 mg/kg BB menunjukan adanya hambatan

Penurunan kadar kolesterol mengakibatkan penurunan jumlah lipid yang yang terpapar radikal bebas berkurang sehingga proses peroksidasi lipid berkurang disertai

gambar Dalam membuat gambar peserta didik sering membuatnya tanpa memperhatikan kebutuhan materi yang pelajari, peserta didik hanya membuat sesuai dengan kemampuannya

Bank syariah yang memiliki produk pembiyaan berupa gadai emas, salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri. Dalam gadai emas sendiripun menjadi salah satu produk