• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Keanekaragaman Organisme dan Kla

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Keanekaragaman Organisme dan Kla"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman Judul

LAPORAN PRAKTIKUM 3 DAN 4

KEANEKARAGAMAN ORGANISME DAN DASAR

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Disusun oleh :

Kelompok II

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2013

Halaman Pengesahan

HALAMAN PENGESAHAN

PRAKTIKUM OBJEK FENOMENA DAN PERSOALAN BIOLOGI Oleh

Kelompok II

(2)

Anggota

No. Nama NIM

1. Wahyu Marliyani 13312241005 2. Endah Setyorini 13312241010 3. Firda Putri Darojati 13312241013 4. Annisa Fitri Sholikhah 13312241027 5. Esny Yanuartika 13312241037

diserahkan pada tanggal...jam...

Mengetahui Asisten

( )

Daftar Isi

DAFTAR ISI

Halaman Judul...i

Halaman Pengesahan...ii

Daftar Isi...iii

A. Judul...4

B. Tujuan Percobaan...4

C. Dasar Teori...4

D. Metode Praktikum...8

E. Data Hasil Observasi...11

F. Pembahasan...14

G. Kesimpulan dan Saran...26

(3)
(4)

A. Judul

Keanekaragaman Organisme dan Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

B. Tujuan Percobaan

Kegiatan 3

Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa dapat :

1. Menginventarisasi karakter morfologi individu – individu penyusun populasi 2. Melakukan observasi ataupun pengukuran terhadap parameter- parameter yang

terinventarisasi

3. Membandingkan ciri morfologi suatu individu dengan individu lainnya dalam sub populasi yang sama

4. Membandingkan ciri morfologi suatu individu dengan individu lainnya dalam sub spesies yang sama

5. Membandingkan ciri individu antar spesies

Kegiatana 4

1. Mengidentifikasi dasar – dasar yang dapat digunakan dalam pengklasifikasian 2. Mengelompokkan ( klasifikasi ) secara dikotomi berdasarkan ciri morfologi

(5)

C. Dasar Teori

Keanekaragaman adalah salah satu gejala kehidupan (gejala biologis). Keanekaragaman ditunjukkan dengan kesamaan dan perbedaan ciri yang terdapat diantara makhluk satu dengan lainnya, pada semua tingkat organisasi kehidupan mulai dari tingkat molekul sampai pada tingkat komunitas. Karena demikian banyaknya variasi diantara satu makhluk dengan lainnya, maka diperlukan usaha penyederhanaan dengan cara pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan pada kesamaan dan perbedaan ciri.

Makhluk yang memiliki kesamaan ciri dikelompokkan menjadi satu kelompok, dan yang memiliki perbedaan dipisahkan menjadi kelompok yang berbeda.diantara makhluk, semakin banyak kesamaan ciri yang dimiliki (pada semua tingkat organisasi) dinggap semakin dekat hubungan kekerabatannya dan sebaliknya.

Klasifikasi ilmiah menunjukkan cara pengelompokkan dan pengkategorian spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut sifat fisik yang dimiliki bersama. Pengelompokkan ini sudah direvisi sejak Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin. Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan makhluk hidup). Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah, mengenali, membandingkan dam mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki mankhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Beberapa golongan yang seragam dikelompokkan menjadi satu golongan yang tingkatannya lebih tinggi, demikian seterusnya sehingga dikenal beberapa tingkat golongan. Dengan demikian mudah dipahami bahwa sedikit banyak keseragaman yang dimiliki oleh anggota yang digolongkan dapat digunakan untuk menentukan kedudukan takson pada berbagai tingkat golongan (kategori). Tingkat-tingkat golongan yang umum dikenal adalah sebagai berikut:

 Spesies

 Genus

 Familia

(6)

 Kelas

 Divisio atau Filum

 Kingdom

Golongan terkecil dari klasifikasi adalah spesies dan golongan yang terbesar adalah kingdom. Spesies yang berkerabat dekat ditempatkan pada satu genus. Beberapa genus digolongkan dalam satu familia, beberapa familia digolonkan dalam satu ordo. Beberapa ordo digolongkan dalam satu kelas. Beberapa kelas digolongkan dalam satu filum atau divisio, dan beberapa divisio digolongkan dalam satu kingdom.

Ilmu yang mempelari tentang klasifiksi makhluk hidup disebut Taksonomi. Takson adalah golongan organisme tanpa memandang hirarki kategori, sedangkan kategori merupakan jenjang-jenjang (tingkat) takson. Takson pada jenjang lebih rendah mempunyai persamaan sifat dan ciri yang lebih besar. Sebaliknya, pada jenjang lebih tinggi mempunyai persamaan yang lebih kecil.

PEMBAGIAN ENAM KINGDOM DENGAN SIFAT – SIFAT KARAKTERISTIKNYA

Kingdom Karakteristik Keterangan

Eubacteria Prokariot, tidak memiliki inti dan organel yang bermembran, uniseluler, mikroskopik, dinding sel tersusun dari peptidoglikon.

Koloni-dekomposer, parasitik dan patogenik, beberapa bersifat kemosintetik autotrof, beberapa bersifat fotosintetik, penting untuk

recycling nitrogen dan elemen lain, beberapa untuk proses industri.

Archabacteria Prokariot, uniseluler, mikroskopik, dinding sel bukan peptidoglikon, secara biokimia berbeda dengan eubacteria.

(7)

Protista

 Protozoa

 Algae

 Jamur lendir/ Jamur air

Eukariot, uniseluler atau multiseluler sederhana, terdiri atas tiga kelompok ( bukan taksa ), yaitu protozoa, algae, serta jamur lendir dan jamur air. Mikroskopik, heterotropik, bergerak dengan flagela, silia, pseudopodia.

Fotosintetik, kadang keras berbeda dengan protozoa, mengandung pigmen coklat atau merah, pada beberapa klorofil mempunyai pergantian generasi.

Bersifat heterotropik, reproduksi dengan spora.

Merupakan bagian penting dari zoo-plankton, penting dalam jaring – jaring makanan, beberapa bersifat parasit dan patogenik.

Sangat penting sebagai produser terutama pada ekosistem laut dan air tawar, menghasilkan oksigen.

Akuatik atau terestrial, manusia dengan model bervariasi.

Fungi Eukariot, heterotrof, menyerap nutrien, non fotosintetik, tubuh tersusun oleh hifa seperti benang, sebagai suatu massa yang kusut yang menginfiltasi makanan atau habitat, dinding sel tersusun oleh zat kitin.

Dekomposer, beberapa bersifat parasit ( patogenik ), beberapa digunakan sebagai makanan, yeast digunakan untuk pembuatan roti, minuman beralkohol, beberapa digunakan dalam industri kimia atau digunakan sebagai antibiotik, merusak dan menyerang tanaman budidaya.

Plantae Eukariotik multiseluler, fotosintetik, mempunyai alat reproduksi multiseluler, ada

(8)

pergantian generasi, dinding sel tersusun dari selulosa.

Animalia Eukariotik multiseluler, heterotrof, mempunyai jaringan yang menyusun sistem organ kompleks, kebanyakan dapat bergerak dengan menggunakan otot kontraksi, mempunyai jaringan saraf khusus sebagai koordinasi respon terhadap rangsangan.

Konsumer, beberapa herbivora, karnivora atau pemakan sisa organisme (detritus feeder ).

Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Orang yang berjasa dalam pemberian nama ilmiah untuk jenis makhluk hidup ini adalah Carolus Linnaeus. Cara pemberian nama itu disebut Binomial nomenklatur atau kata nama binomial. Binomial nomenklatur adalah penamaan dengan dua kata latin atau yang dilantikkan. Aturan tata nama binomial tersebut adalah sebagai berikut.

 Kata pertama adalah nama genusnya dan kata kedua adalah penunjuk spesiesnya.

 Huruf pertama nama genus menggunakan huruf besar, sedangkan huruf pertama penunjuk spesies menggunakan huruf kecil.

 Nama genus dan penunjuk spesies harus digaris bawahi secara terputus atau dicetak dengan huruf miring.

Contoh : Oryza sativa atau Oryza sativa (padi)

D. Metode Praktikum

a. Tempat dan Waktu Praktikum

Tempat : Kebun halaman Laboratorium Biologi. Waktu : Kamis, 03 Oktober 2013

Jam : 11.30 – 12.40 b. Alat dan Bahan

Objek : Makhluk hidup

(9)

c. Langkah Kerja

Kegiatan 3

Merumuskan simpulan mengenai ada atau tidaknya perbedaan - perbedaan individu dalam populasi yang sama, antar populasi ataupun antara hewan dan tumbuhan

Membandingkan hasil observasi antar individu sesama nggota populasi tersebut Mencatat hasil observasi atau memasukkan data kedalam tabel

Mengobservasi atau mengukur parameter - parameter yang dimiliki individu tersebut. Menginventarisasi parameter - parameter pada individu - individu tersebut yang dapat

diobservasi ciri morfologinya atau pun dapat diukur

(10)

Kegiatan 4

E. Data Hasil Observasi

Data Hasil Kegiatan 3

Menarik kesimpulan berdasarkan kegiatan.

Membaca kedudukan taksonomik masing-masing individu menurut masing-masing klasifikasi dan membandingkan dengan hasil kelompok lain

Mencatat hasil pemisahan atau pengelompokan dalam bentuk skema

Melakukan pemisahan dan pengelompokkan ini langkah demi langkah (dengan dasar tertentu) untuk setiap langkah terus menerus hingga anda tidak mampu lagi membuat

kelompok yang lebih kecil lagi. observasi atau memasukkan data kedalam tabel Membuat pengelompokan berdasarkan kesamaan ciri tertentu.

(11)

NAMA JS : Jarum Silinder JP : Jarum Pipih

Data Hasil Kegiatan 4

No Daun Ujung Daun Panjang Daun (cm)

Tulang Daun Bentuk Daun

(12)

7 G Mr 7,5 Sj Bts

8 H Tp 9,4 Mlk Bl

9 I R 10 My Bj

10 J Mr 5 Mjr Bts

Keterangan:

Mr : meruncing R : runcing Mlk : melengkung Mbl : membulat My : menyirip Mjr : menjari Sj : sejajar Mnj : memanjang Tp : tumpul Bdr : berduri

Bts : bulat telur sungsang Bl : bangun lanset Bj : bangun jarum Bd : bangun dabus

Daun A : tanaman cemara kipas Daun B : tanaman cemara norflok Daun C : tanaman sigsag

Daun D : tanaman filicium

Daun E : tanaman bayam-bayaman Daun F : tanaman puring

Daun G : tanaman kamboja Daun H : tanaman euphorbia Daun I : tanaman kayu putih Daun J : tanaman kemuning

(13)

F. Pembahasan

Kegiatan 3

Observasi yang bertopik menemukan keragaman dan keanekaragaman intra dan inter spesies, bertujuan agar mahasiswa dapat menginventarisasi karakter morfologi individu – individu penyusun populasi, melakukan observasi ataupun pengukuran terhadap parameter- parameter yang terinventarisasi, membandingkan ciri morfologi suatu individu dengan individu lainnya dalam sub populasi yang sama, membandingkan ciri morfologi suatu individu dengan individu lainnya dalam sub spesies yang sama, serta membandingkan ciri individu antar spesies.

Observasi yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2013, pukul 11.30 -12.40 dan lokasi yang digunakan meliputi kebun halaman Laboratorium Biologi dan Laboratorium Biologi.

Adapaun alat yang digunakan dalam observasi tersebut yaitu alat tulis, kamera dan buku gambar. Dalam observasi ini, praktikan menggunakan berbagai jenis daun yang ada di halaman Laboratorium Biologi. Praktikan mengambil 5 jenis populasi daun meliputi

Macam-macam daun ABCDEFGHIJ

Menyirip CDFHI

Runcing CFI

Tumpul H

Meruncing D

Melengkung EJ

ujung membelah E

ujung membulat J

Majemuk ABG

Silinder B

Pipih A

(14)

daun cemara kipas (A), daun cemara norflok (B), daun Filicium (C), daun Sigsag (D), dan daun bayam-bayaman (E). Pada setiap daun yang akan diamati, praktikan mengambil sepuluh sampel daun.

Langkah kerja observasi ini yang pertama adalah menentukan satu populasi tumbuhan atau hewan yang terdiri atas 10 individu atau lebih. Kemudian yang kedua adalah menginventarisasi parameter - parameter pada individu - individu tersebut yang dapat diobservasi ciri morfologinya atau pun dapat diukur. Setelah itu mengobservasi atau mengukur parameter - parameter yang dimiliki individu tersebut. Selanjutnya mencatat hasil observasi atau memasukkan data kedalam table, kemudian membandingkan hasil observasi antar individu sesama nggota populasi tersebut. Dan yang terakhir merumuskan simpulan mengenai ada atau tidaknya perbedaan - perbedaan individu dalam populasi yang sama, antar populasi ataupun antara hewan dan tumbuhan

Dari kelima jenis populasi daun yang diobservasi adalah morfologi daunnya. Kelima populasi tersebut memiliki kesamaan dan perbedaan dari segi parameter yang digunakan. Adanya kesamaan dan perbedaan ciri dari suatu individu dengan individu lainnya serta individu satu dengan individu lainnya dalam satu spesies. Sehingga dari kesamaan dan perbedaan dari beberapa tumbuhan tersebut akan menunjukkan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati adalah istilah untuk menerangkan berbagai macam kehidupan. Dari seluruh organisme yang menghuni bumi tidak ada sepasang pun yang yang benar-benar sama dalam segala hal. Untuk mengamati morfologi daun tersebut, praktikan menggunakan parameter yaitu bentuk daun dan warna daun.

1. Bentuk Daun

Berdasarkan literatur dari buku morfologi tumbuhan yang dikarang oleh Gembong terdapat berbagai macam letak terlebar daun yang dibagi dalam empat golongan. Golongan pertama yaitu daun yang bagian terlebarnya terdapat kira kira ditengah tengah helaian daun . Bentuk daun yang masuk dalam golongan ini adalah daun bulat atau bundar, bangun perisai, jorong, memanjang, dan bangun lanset.

(15)

Golongan ketiga adalah daun yang bagian terlebarnya terdapat diatas tengah tengah daun. Bentuk daun dari golongan ketiga ini adalah bangun bulat telur sungsang, bangun jantung sungsang, bangun segitiga terbalik dan bangun sudip atau bangun staple atau solet.

Golongan kempat adalah daun yang dari pangkal sampai ujung hampir sama lebar. Bentuk daun dari golongan keempat ini antara lain, bangun garis, bangun pita , bangun pedang, bangun paku atau dabus dan bangun jarum .

2. Warna daun

Meskipun warna daun biasanya hijau sesuai dengan fungsi daun sebagai alat fotosintesis, namun seringkali kita temukan daun berwarna merah atau menunjukkan nuansa hijau yang sedikit berbeda . Warna merah terdapat misalnya pada suatu varitas Acalypha wilkesiana dan diakibatkan warna antosian menutupi warna hijau klorofil. Namun demikian daun yang diamati hendaknya daun dewasa oleh karena daun muda dapat berwarna lain. Pada hasil observasi yang telah dilakukan oleh praktikan diperoleh bahwa daun pada tanaman cemara kipas (A) berwana hijau muda, daun cemara norflok (B) berwarna hijau tua, daun Filicium (C) berwarna hijau muda dan ada yang berwarna hijau tua, daun Sigsag (D) berwarna hijau tua, dan daun bayam-bayaman (E) yang berwarna hijau muda dan ada yang berwarna hijau tua.

Kegiatan 4

Dalam observasi yang bertopik tentang dasar klasifikasi makhluk hidup, bertujuan agar mahasiswa dapat mengidentifikasi dasar – dasar yang dapat digunakan dalam pengklasifikasian, mengelompokkan ( klasifikasi ) secara dikotomi berdasarkan ciri morfologi serta mengidentifikasi pola persamaan dan perbedaan dalam suatu kelompok hasil klasifikasi berdasarkan takson.

(16)

pengklasifikasian atau pengelompokkan. Makhluk hidup yang memiliki kesamaan ciri dikelompokkan menjadi satu kelompok sedangkan yang memiliki perbedaan dipisahkan menjadi kelompok yang berbeda. Hal ini merupakan tinjauan keanekaragaman sebagai dasar klasifikasi.

Untuk membuat kunci dikotomi, maka dibuat pernyataan yang berlawanan yang bisa mengidentifikasi suatu makhluk hidup dan mengelompokannya ke hal yang lebih khusus. Pada praktikum kali ini, praktikan menggunakan sepuluh jenis daun. Praktikan memberikan label huruf A-J. Langkah pertama setelah mengelompokkan dalam bentuk tabel adalah membuat skema dan selanjutnya dilanjutkan dengan membuat kunci determinasi untuk pengelompokkan dalam bentuk skema, pengelompokkan awal dibagi berdasarkan bentuk daun, yaitu daun memanjang dan daun tidak memanjang.

Dari hasil observasi, praktikan membuat kunci determinasi, praktikan dapat menentukan ciri-ciri dari masing-masing daun.

1. Daun A ( daun tanaman cemara kipas ) Ciri ciri dari daun cenara adalah :

a. Ujung daun tidak runcing

Ujung daun dari tanaman kipas tidak runcing, tepatnya ujunga daun tumpul (Oktusus). Berdasarkan literature, ujung daun daun tumpul ciri cirinya adalah tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang, cepat menuju kesuatu tempat, hingga berbentuk sudut yang tumpul (lebih besar dari 90˚). (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32)

b. Bentuk daun tidak memanjang

Bentuk daun dari tanaman ini adalah tidak memanjang, tepatnya memiliki daun bangun jarum (Acerosus). Berdasarkan literature bentuk daun bangun jarum memiliki ciri adalah serupa dengan dan paku, tetapi lebih kecil dan meruncing panjang. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 31).

c. Ukuran daun panjang

Panjang ukuran daun cemara kipas rata rata adalah 11,6 cm. Dari ukuran tersebut praktikan menggunakan parameter bahwa ukuran daun dikatakan panjang jika > 10 cm.

Klasifikasi pohon cemara kipas

(17)

Sub divisi : Gymnospermae Kelas : Coniverae Bangsa : Araucariales Family : Araucariaceae Genus : Araucaria

Spesies : Araucariaheteropylla (Salisb). (http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

2. Daun B (Daun tanaman cemara Norfolk)

Ciri ciri daun tanaman cemara Norfolk adalah sebagai berikut : a. Ujung daun tidak runcing

Ujung daun pada tanaman cemara Norfolk adalah tidak runcing tepatnya ujung daunnya tidak berduri (mucronatus) berdasarkan literature, ujung daun berduri ciri cirinya adalah ujung daun ditutup dengan suatu bagian yang runcing, merupakan suatu duri. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 33).

b. Bentuk daun tidak memanjang

Bentuk daun dari tanaman ini adalah tidak memanjang tepatnya memiliki bentuk daun bangun dabus (Subulatus). Berdasarkan literature, bentuk daun bangun daus memiliki ciri bentuk hamper sepeti selinder ujung meruncing dan seluruh bagian kaku (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 31).

c. Ukuran daun panjang

Panjang ukuran daun ini adalah rata rata 20 cm. Dari ukuran tersebut praktikan menggunakan parameter bahwa ukuran daun dikatakan panjang jika > 10 cm.

Klasifikasi pohon cemara Norfolk

Regnum : Plantae (tumbuhan) Divisi : Pinophyta

Sub divisi : Pinophytina Kelas : Pinopsida Ordo : Pinales Family : Pinaceae Genus : Pinus

(18)

(http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

3. Daun C (Daun tumbuhan sigsag)

Ciri ciri daun tumbuhan sigsag adalah sebagai berikut: a. Ujung daun meruncing

Daun dari tanaman sig sag adalah meruncing. Berdasarkan literature , ujung daun meruncing memiliki ciri seperti pada ujunga yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi hingga ujunga daun nampak sempit, panjang dan runcing. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32).

b. Bentuk daun memanjang

Bentuk daun dari tanaman ini adalah memanjang. Berdasarkan literature, bentuk daun memanjang, jika panjang disbanding lebarnya adalah 2.5 – 3 : 1. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 25).

c. Ukuran daun pendek

Ukuran dari daun tanaman ini yaitu rata rata 5 cm. dari ukuran tersebut praktikan menggolongkan ukuran daun tersebut adalah pendek, didasakan pada parameter jjika ukuran panjang daun tersebut < 10 cm.

Klasifikasi tanaman sigsag

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Pedilanthus

Spesies : Pedilanthus tithymaloides (L.) Poit

(http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

(19)

Bentuk daun dari tanaman ini adalah memanjang. Berdasarkan literature, bentuk daun memanjang, jika panjang dibanding lebarnya adalah 2 : 1. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 25).

b. Ukuran daun panjang

Panjang ukuran daun ini adalah rata rata 20 cm. Dari ukuran tersebut praktikan menggunakan parameter bahwa ukuran daun dikatakan panjang jika > 10 cm. c. Ujung daun runcing

Ujung daun dari tanaman Filicium runcing. Berdasarkan literature, ujung daun runcing memiliki ciri titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih rendah hingga ujung daun nampak sempit, panjang dan runcing. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32).

Klasifikasi tanaman Filicium

Kingdom : Plantae Subkingdom : Viridaeplantae

Phylum : Tracheophyta

Subphylum : Euphyllophytina

Infraphylum : Radiatopses

Subclass : Rosidae

Superorder : Rutanae

Order : Sapindales

Family : Sapindaceae

Genus : Filicium

(http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

5. Daun E (Daun Bayam-bayaman)

Ciri-ciri tanaman bayam-bayaman adalah sebagai berikut: a. Bentuk daun bulat

Bentuk daun dari tanaman bayam-bayaman adalah bulat. Berdasarkan literatur, bentuk daun bulat jika panjang : lebar adalah 1:1. (Gembong Tjirosoepomo, 1998: 25)

(20)

Tulang daun bayam-bayaman adalah melengkung. Berdasarkan literatur, ciri tulang daun melengkung adalah mempunyai beberapa tulang yang besar, satu ditengah, yaitu yang paling besar sedangkan lainnya mengikutijalan tepi daun. Jadi semua memencar kemudian kembali menuju kesatu arah yaitu keujung daun. (Gembong Tjirosoepomo, 1998: 40)

c. Ukuran daun pendek

Ukuran dari daun ini adalah rata-rata 1 cm. Dari ukuran tersebut praktikan menggolongkan bahwa golongan daun tersebut adalah pendek. Ukuran pendek didasarkan pada parameter jika ukuran panjang daun tersebut < 10 cm.

Klasifikasi tanaman bayam-bayaman

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Hamamelidae

Ordo : Caryophyllales

Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman) Genus : Aerva

Spesies : Aerva sanguinolenta Bl

6. Daun F (Daun tanaman puring)

Cirri ciri daun tanaman puring sebagai berikut a. Tulang daun menyirip

(21)

b. Ujung daun runcing

Ujung daun dari tanaman puring adalah runcing. Berdasarkan literature, cirri ujung daun runcing adalah kedua tepid an di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu dusut lancip (lebih kecil dari 90˚). (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32)

c. Ukuran daun panjang

Panjang ukuran daun puring adalah rata rata 12,9 cm . Dari ukuran tersebut praktikan menggunakan parameter bahwa ukuran daun dikatakan panjang jika > 10 cm.

Klasifikasi dari tanaman puring

Kingdom : Plantae ( tmbuhan )

Subkingdom : Tracheobionta ( tumbuhan berpembuluh ) Super divisi : Spermatophyta ( menghasilkan biji ) Divisi : Magnoliophyta ( tumbuhan berbunga ) Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua ) Sub kelas : Rosidae

Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaesiae Genus : Codiaeum

Spesies : Codiaeum variegatum Bi. (http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

7. Daun G (daun tanaman kamboja)

Ciri – ciri daun tanaman kamboja adalah sebagai berikut : a. Ujung daun meruncing

(22)

b. Ukuran daun pendek

Ukuran dari daun tanaman ini yaitu rata rata 7,5 cm. dari ukuran tersebut praktikan menggolongkan ukuran daun tersebut adalah pendek, didasakan pada parameter jjika ukuran panjang daun tersebut < 10 cm.

c. Bentuk daun tidak memanjang

Bentuk daun dari tanaman ini adalah tidak memanjang tepatnya bulat telur sungsang. Berdasarkan literature, bentuk daun bulat telur sungsang memiliki ciri bulat seperti telur tetapi bagian yang lebar terdapatdekat ujung daun. (Gembong Tjitrosoepomo, 1988 : 28).

Klasifikasi tanaman kamboja

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta Kelas : Dicotyledonae Ordo : Apocyanaceae Genus : Plumeria

Spesies : Plumeria acuminateait

(http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

8. Daun H (daun tanaman Euphorbia)

Ciri – ciri daun tanaman kamboja adalah sebagai berikut : a. Ujung daun tumpul

Daun dari tanaman ini adalah tumpul (obtusus). Berdasarkan literature , ujung daun tumpul memiliki ciri tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang, cepat menuju kesuatu tempat, hingga terbentuk sudut yang tumpul (lebih besar dari 90˚). (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32).

b. Ukuran daun pendek

Ukuran dari daun tanaman ini yaitu rata rata 9,4 cm. dari ukuran tersebut praktikan menggolongkan ukuran daun tersebut adalah pendek, didasakan pada parameter jjika ukuran panjang daun tersebut < 10 cm.

(23)

Bentuk daun dari tanaman ini adalah tidak memanjang tepatnya bentuk daun bangun lanset. Berdasarkan literature, bentuk daun bangun lanset memiliki ciri jika perbandingan panjang : lebarnya adalah 3-5 : 1. (Gembong Tjitrosoepomo, 1988 : 25).

Klasifikasi tanaman Euphorbia

Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta SuperDivisi : Spermatophita Divisi : Magnoliopsida SubKelas : Rosidae Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Euphorbia

Spesies : Euphorbia millii Ch. Des Moulins

(http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

9. Daun I (Daun Tanaman Kayu Putih)

Ciri-ciri tanaman kayu putih adalah sebagai berikut: a. Ujung daun runcing

Ujung daun dari tanaman ini adalah runcing. Berdasarkan literature, cirri ujung daun runcing adalah kedua tepid an di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu dusut lancip (lebih kecil dari 90˚). (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32)

b. Ukuran daun panjang

Panjang ukuran daun kayu putih adalah rata rata 10 cm . Dari ukuran tersebut praktikan menggunakan parameter bahwa ukuran daun dikatakan panjang jika > 10 cm.

c. Tulang daun menyirip

(24)

tulang cabang, sehingga susunannya seperti sirip sirip pada ikan (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 38)

Klasifikasi tanaman kayu putih

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta Classis : Dicotyledonae Ordo : Myrtales Familia : Myrtaceae Genus : Melaleuca

Spesies : Melaleuca leucadendronL

http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

10. Daun J (Daun tanaman Kemuning)

Ciri daun tanaman kemuning adalah sebagai berikut a. Ujung daun meruncing

Daun dari tanaman kemuning adalah meruncing. Berdasarkan literature , ujung daun meruncing memiliki ciri seperti pada ujunga yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi hingga ujunga daun Nampak sempit, panjang dan runcing. (Gembong Tjitrosoepoo, 1988 : 32).

b. Ukuran daun pendek

Ukuran dari daun tanaman ini yaitu rata rata 5 cm. dari ukuran tersebut praktikan menggolongkan ukuran daun tersebut adalah pendek, didasakan pada parameter jika ukuran panjang daun tersebut < 10 cm.

c. Bentuk daun tidak memanjang

Bentuk daun dari tanaman ini adalah tidak memanjang tepatnya bulat telur sungsang. Berdasarkan literature, bentuk daun bulat telur sungsang memiliki ciri bulat seperti telur tetapi bagian yang lebar terdapatdekat ujung daun. (Gembong Tjitrosoepomo,1988 : 28).

Klasifikasi tanaman kemuning

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

(25)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/ dikotil) Sub Kelas : Asteridae

Ordo : Geraniales Famili : Rutaceae Genus : Murraya

Spesies : Murraya paniculata

(http://www.plantamor.com/index.phpp?lan=366)

G. Kesimpulan dan Saran

a. Kesimpulan

Dari observasi yang telah dilakukan dan dioperoleh hasil observasi, praktikan dapat menyampaikan kesimpulan bahwa:

1. Populasi tersusun dari karakter-karakter morfologi dari individu-individu.

2. Parameter yang digunakan dalam observasi adalah ujung daun, panjang daun, tulang daun, dan bentuk daun, serta warna daun.

3. Dalam subpopulasi yang sama ciri morfologi suatu individu dengan individu lain memiliki persamaan dan perbedaan.

4. Antarsepesies, ciri morfologi dari individu berbeda-beda meskipun ada juga yang memiliki beberapa kesamaan.

5. Dasar-dasar yang digunakan dalam klasifikasi kegiatan ini adalah persamaan dan perbedaan ciri morfologinya.

(26)

b. Saran

Dalam praktikum mengobservasi tentang keanekaragaman organisme dan dasar klasifikasi makhluk hidup diberikan saran antara lain:

1. Sebelum melakukan observasi, praktikan harus mempelajari dan memahami mengenai keanekaragaman organisme dan dasar klasifikasi makhluk hidup. 2. Saat menentukan tempat observasi, harus memilih populasi yang memiliki

minimal 10 individu atau lebih.

3. Saat melakukan observasi, harus dilakukan dengan menggunakan panca indera, baik penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa. 4. Pada proses penulisan laporan, praktikan harus menggunakan referensi

buku-buku, serta menggunakan jurnal yang tepat dan sesuai dengan keanekaragaman organisme dan dasar klasifikasi makhluk hidup yang telah diamati pada saat melakukan observasi.

H. Daftar Pustaka

Campbell, Neil A, dkk. 2010. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Macam-macam daun ABCDEFGHIJ

Menyirip CDFHI

Runcing CFI

Tumpul H

Meruncing D

Melengkung EJ

ujung membelah E

ujung membulat J

Majemuk ABG

Silinder B

Pipih A

(27)

Gembong Tjitrosoepomo. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada Press.

Biologi Dasar I. Yogyakarta: FMIPA

Sri Mulyani. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisinus. Widowati, Asri dan Ekosari R. 2012. Petunjuk Praktikum

(28)

Referensi

Dokumen terkait

skripsi dengan judul ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI NEW DUTA FOTO DI PASAR KARANGJATI KABUPATEN SEMARANG dengan baik. Skripsi ini

Hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa pendapatan berpengaruh positif terhadap perilaku konsumsi mahasiswa UNSAM di Kota Langsa dan hipotesis tersebut

Data yang diperoleh dari sumber pertama baik dari individu seperti dari hasil wawancara atau hasil pengisian kuisioner yang dilakukan oleh mahasiswa Hariwijaya dan Triton

Tulisan ini akan membicarakan penggunaan kedua metode di atas untuk menduga parameter dispersi, φ dalam skema Bayes Empirik dan model Poisson-Gamma yang digunakan pada penduga

Jadi tradisi sabung ayam yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu bentuk tradisi masyarakat yang berupa kegiatan mengadu dua ayam jantan pada suatu

Pengilmiahan pengambilan keputusan akan menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dalam batas-batas yang tidak berbenturan keras dengan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani dari usahatani semangka di lahan gambut Desa Palingkau

Adapun upaya guru untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa di Mts Darul Ihsan yaitu bertujuan untuk menguasai sesuatu kompetensi yang diharapkan sehingga tujuan