• Tidak ada hasil yang ditemukan

CARA KERJA SISTEM SATELIT (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "CARA KERJA SISTEM SATELIT (1)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

CARA KERJA SISTEM SATELIT

Cara kerja bagaimana satellite bisa digunakan dalam berbagai macam sistem komunikasi. banyak aplikasi yang dapat digunakan menggunakan jasa komunikasi satellite diantaranya : 1. komunikasi data

2. voice

3. video conference

4. VPN (Virtual Private Network)

satellite hanya media transmisi jadi apaun bisa di kirimkan lewat sistem ini.

Sistem komunikasi satellite terdiri dari dua komponen utama, yaitu : A. Ground Segment

Ground segment adalah komponen yang berada di bumi. atau letaknya berada di bumi. contohnya yaitu HUB,VSAT (Very Small Aperture terminal) pokoknya yang model nya berbentuk parabola.

B. Space Segment

Space segment adalah komponen yang berada di luar angkasa. ada yang tau apa…. Jelas yaitu SATELLITE.

Satellite bergerak sesuai dengan orbit yang telah ditentukan. ada beberapa type satellite yaitu

LEO,GEO,NEO. yang sering dipakai di indonesia yaitu GEO ( Geosynchronous Earth Orbit) satellite ini berotasi searah putaran bumi.

Macam-macam frekwensi yang digunakan : C-Band ( 4-6 GHz)

Ku-Band (12-18 GHz) K-Band ( 18-27 GHz) Ka-Band (27-40 GHz)

(2)

PRINSIP KERJA SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

Prinsip dasar komunikasi satelit adalah sistem komunikasi radio dengan satelit sabagai stasiun pengulang. Konfigurasi suatu sistem komunikasi satelit terbagi atas dua bagian, yaitu: ruas

bumi (ground segment) dan ruas angkasa (space segment). Ruas bumi terdiri dari beberapa

stasiun bumi yang berfungsi sebagai stasiun bumi pengirim dan stasiun bumi penerima,

sedangkan ruas angkasa berupa satelit yang menerima sinyal yang dipancarkan dari stasiun

bumi pengirim, kemudian memperkuatnya dan mengirimkan sinyal tersebut ke stasiun bumi

penerima.

ada sistem komunikasi satelit yang menggunakan orbit geosinkron, jarak yang harus ditempuh

sangat jauh, yaitu sekitar 36.000 km. Hal ini menyebabkan redaman lintasan menjadi sangat

besar, sehingga level daya terima sangat lemah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan

peralatan yang mempunyai kehandalan tinggi, baik dari segmen angkasa maupun segmen

bumi.

Sesuai dengan ketinggian orbitnya, sistem komunikasi satelit bergerak terdiri dari tiga jenis orbit, yaitu:

a. LEO (Low Earth Orbit) pada ketinggian 500 km sampai dengan 2.000 km.

b. MEO (Medium Earth Orbit) pada ketinggian 5.000 km sampai dengan 20.000 km. c. GEO (Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 35.786 km.

(3)

Dalam link komunikasi satelit terdapat dua lintasan utama, yaitu uplink dan downlink. Uplink

merupakan lintasan dari stasiun bumi ke satelit, sedangkan downlink merupakan lintasan dari

satelit ke stasiun bumi. Untuk hubungan link komunikasi dapat dilakukan melalui beberapa

konfigurasi, yaitu: hubungan point-to-point, point-to-multipoint, multipoint-to-poit, dan

multipoint-to-multipoint. Dalam sistem komunikasi satelit, untuk uplink biasa digunakan

konfigurasi multipoint-to-point, sedangkan untuk downlink biasanya menggunakan konfigurasi

point-to-multipoint (broadcast).

Hubungan dalam komunikasi satelit dapat dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu: a. Uplink, yaitu hubungan dari stasiun bumi ke satelit.

b. Downlink, yaitu hubungan dari satelit ke stasiun bumi.

c. Inter Satellite Link (ISL), yaitu lintasan full duplex antara dua satelit. Parameter Link Sistem Komunikasi Satelit

Parameter link sistem komunikasi satelit terdiri dari penguatan antena, EIRP, redaman ruang

bebas, kerapatan fluks daya, daya sinyal pembawa dan derau. Dengan parameter ini,

persyaratan teknik yang harus dipenuhi oleh sistem dapat ditentukan, yang pada akhirnya

dapat diperoleh rancangan sistem dengan kualitas sinyal sesuai dengan yang diharapkan.

Parameter-parameter yang diperlukan dalam perhitungan link dapat dilihat dari gambar

Penguatan Antena

Penguatan antenna adalah perbandingan daya yang dipancarkan (diterima) dalam tiap satuan luas

pada arah tertentu oleh suatu antena dengan daya yang dipancarkan (diterima) dalam luas yang

sama dengan menggunakan antena isotropic jika keduanya diberi daya yang sama. Dalam

komunikasi satelit, jenis antena yang biasa digunakan untuk satelit adalah antena parabola

Daya Pancar Isotropis Efektif (EIRP)

EIRP (Equivalent Isotropic Radiated Power) merupakan parameter yang menunjukkan nilai

efektif daya yang dipancarkan dari antena yang memiliki penguatan sendiri

(4)

Redaman ruang bebas atau FSL (Free Space Loss) dipengaruhi oleh jarak stasiun bumi ke satelit

dan besarnya frekuensi karier yang digunakan dalam transmisi radio.

Kerapatan Fluks Daya

Pada arah pancar juga dikenal kerapatan fluks daya (power flux density) dalam satuan 2 watt/m

Daya Sinyal Pembawa

Daya sinyal pembawa (carrier) sering juga disebut sebagai Receive Signal Level atau RSL. Daya

sinyal pembawa ada dua macam, yaitu daya sinyal pembawa arah uplink dan daya sinyal

pembawa arah downlink. Daya sinyal pembawa arah uplink adalah daya yang diterimma satelit

dari stasiun bumi pemancar setelah mengalami redaman ruang bebas arah uplink, rugi-rugi

tambahan dan penguatan di satelit. Sedangkan daya sinyal pembawa arah downlink adalah daya

yang diterima stasiun bumi penerima yang berasal dari daya pancar satelit setelah mengalami

redaman ruang bebas arah downlink, rugi-rugi tambahan dan penguatan antenna stasiun bumi

penerima. Secara umum persamaan matematisnya dapat dituliskan sebagai berikut

Daya Derau

Derau merupakan sinyal pengganggu yang bercampur dengan sinyal informasi sehingga

menyulitkan penerima untuk mendapatkan informasi asli yang dikirimkan. Derau ini akan sangat

merugikan jika spektrumnya berada dalam cakupan spectrum sinyal berguna (spektrum sinyal

yang digunakan). Model derau yang paling banyak digunakan adalah derau putih (white noise)

yaitu derau yang spektrumnya selebar spektrum sinyal berinformasi B dengan kepadatan daya

spektral No yang konstan. Temperatur derau antena tergantung dari beberapa aspek, seperti: pola

penguatan antena, temperatur langit (ruang bebas), ekivalen temperatur derau atmosfir, serta

temperatur derau dari matahari

Pada komunikasi satelit, karena jarak yang sangat jauh, maka sinyal yang diterima pada user

maupun di satelit akan melemah. Sehingga untuk memenuhi persyaratan C/N yang ditentukan,

maka dibutuhkan receiver dengan noise thermal sekecil mungkin. Umumnya noise thermal untuk

satelit adalah sekitar 450 ± 600 K

Bit Error Rate (BER)

Besarnya BER tergantung pada besarnya Eb/No sistem, dimana Eb/Nomerupakan perbandingan

antara energi bit dengan rapat daya derau pada keluaran demodulator. Energi bit tiap informasi

didefinisikan sebagai energi yang terakumulasi pada penerima dari penerimaan power carrier (C)

selama interval waktu yang setara dengan waktu yang diperlukan untuk menerima bit informasi

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil studi ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan selulosa dari limbah organik masih belum layak untuk digunakan dalam sintesis selulosa asetat, hal ini disebabkan karena

garaan yang dipercayakan kepadanya ada terdapat di ayat 6 yaitu “bahwa orang-orang bukan Yahudi, ka- rena berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota

Saat ini Mitsubisih masih memiliki saham 100% di anak usaha MEDC, Tomori E&P Limited yang memiliki hak partisipasi 20% di lapangan Senoro – Toili di Banggai

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui implementasi pendidikan karakter melalui muatan Pendidikan Kewarganegaraan di SD Negeri Gayam 01 Sukoharjo. 2) Mengetahui

Pada Tabel 2 terlihat bahwa semakin pekat konsentrasi enzim litik yang dipergunakan dalam proses isolasi protoplas pada Torulospora pretoriensis dan Kluveromyces marxianus,

Keberadaan ion H + dalam larutan yang dihasilkan oleh asam aspartat, glutamat dan askorbat yang dideteksi secara potensiometri menggunakan elektroda kerja platinum

Sistem pencatatan periodik merupakan kuantitas persediaan ditangan ditentukan, seperti yang tergambarkan oleh namanya secara periodik. Semua pembelian persediaan

memanfaatan energi primer yang ada maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk membahas generator turbin angin putaran rendah dengan menggunakan parameter jumlah