LECTURE NOTE
BISNIS INTERNASIONAL
EKM 406 (3 SKS)
SEMESTER VII/ MANAJEMEN
DOSEN PEMBIMBING: TOTI SRIMULYATI,SE. MT.
JURUSAN MANAJEMEN
Kuliah ke : II
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Menjelaskan pengertian Globalisasi dan hal-hal yang berhubungan dengan globalisasi
Judul : Globalisasi
Pokok Bahasan : 1. Pengertian Globalisasi 2. Perkembangan Globalisasi
3. Perubahan Demografi Ekonomi Globalisasi 4. Ekonomi Globalisasi Abad ke 21
Uraian:
1. Pengertian Globalisasi
Yaitu perubahan perekonomian dunia ke arah yang lebih terintegrasi dan saling adanya ketergantungan
Globalisasi memiliki 2 komponen, yaitu
Globalisasi pasar, penggabuingan beberapa pasar nasional yang berdiri sendiri ke dalam satu pasar global yang lebih besar, dan memeudahkan rintangan untuk memasuki pasar internasional
Globalisasi produksi, memproduksi barang dan jasa yang sumberdayanya berasal dari beberapa negara dengan tujuan mendapat keun tungan dari perbedaan secara umum dari faktor biaya dan kualitas dari tenaga kerja, energi,tanah dan modal.
2. Perkembangan Globalisasi
Ada 2 faktor utama yang mempengaaaruhi Perkembangan Globalisasi 1. Penurunan hambatan Perdagangan dan Investasi
Investasi asing langsung terjadi ketika perusahaan menginvestasikan sumberdaya dalam kegiatan bisnis luar negeri
2. Perubahan Teknologi, Perubahan teknologi membuat membuat globalisasi menjadi jelas dan nyata, karena memperlihatkan fakta-fakta yang dramatis dari perkembangan baru dalam komunikasi, proses informasi dan teknologi transportasi. Begitu juga dengan kemajuan teknologi komputer dan komunikasi global, serta penggunaan internet.
3. Perubahan Demografi Ekonomi Globalisasi
Ada 4 trend fakta yang menggambarkan demografi ekonomi global, yaitu:
Dominasi Amerika dalam ekonomi dan perdagangan dunia Dominasi Amerika dalam investasi asing langsung dunia
Dominasi yang luas dari perusahaan multinasional Amerika dalam bisnis interansional
Umumnya separo perekonomian dunia dikuasai oleh perdagangan internacional barat
Perubahan Demografi Ekonomi Global antara lain:
Perubahan output dunia dan bentuk pasar dunia.
Awal 1960 kekuasaaan industri didominasi oleh Amerika dan tahun 2000 Jepang telah ikut menyumbang peningkatan dalam output dunia, diikuti oleh Cina, Thailand dll
Perubahan investasi asing langsung
Motivasi bagi perusahaan di negara lain (selain Amerika) untuk melakukan investasi asing langsung ada;ah untuk mengoptimalkan lokasi pasar dan membangun keberadaan langsung pada pasar asing yang besar
Perubahan alami dari perusahaan multinasional
a. Peningkatan dsari perusahaan multinasional non- Amerika, sebagian dari perusahaan multinasional Jepang
b. Pertumbuhan dari perusahaan minimultinasional seperti Exon, Gweneral Motor dll
4. Ekonomi Globalisasi Abad ke 21
Pada seperempat abad terakhir terjadi perubahan yang sangat cepat pada ekonomi global. Volume perdagangan internasional dan investasi sberkembang lebih cepat dibandingkan output secara global, yang mengindikasikan ekonomi nasional menjadi lebih menyatu dan lebih terpadu serta adanya saling ketergantungan dalam ekoomi global. Kesempatan untuk melakukan bisnis dalam ekonomi global mungkin memberikan nilai yang tingggi tetapi perlu diperhatikan risiko yang berdampak buruk
5. Perdebatan Globalisasi
Protes dari anti globalisasi
Globalisasi, pekerjaan dan perdagangan
Globalisasi, kebijakan tenaga kerja dan lingkungan Globalisasi dan kedaulatan nasional
Globalisasi dan kemiskinan dunia
6. Pengelolaan Pasar Global
Sebuah bisnis internasional adalah suatu perusahaan yangterlibat dalam perdagangan internasional atau invesatasi antar negara. Pengelolaan bisnis internasional berbeda dengan pengelolaan bisnis lokal dalam berbagai hal. Alasan adanya perbedaan tersebut antara lain:
Perbedaan negara
Jarak dari masalah-masalah yang dihadapi menajer. Manajer pada bisnis internasional menghadapi masalah yang lebih kompleks dan luas diabandingkan menajer bisnis lokal
Transaksi internasional melibatkan berbagai konversi mata uang ke dalam mata uang asing yang berbeda.
Kuliah ke : III
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Menjelaskan perkembangan Teori Perdagangan Internasional mulai dari Teori Klasik sampai ke Teori Modern
Judul : Perkembangan Teori Perdagangan Internasional Pokok Bahasan : 1. Teori Merkantilisme
2. Teori Keunggulan Absolut 3. Teori KEunggulan Komparatif 4. Teori H-O
5. Model Diamond Porter
Uraian :
Teori Perdagangan Internasional Dari Teori Klasik nya Adam Smith sampai Teori Modern nya Porter dan Perkembangan Teori Porter
Teori Klasik
mendorong ekonomi industri nasional dengan menggunakan kebijakan tarif atau Tariff Barrier (TB) dan kebijakan Non Tariff Barrier (NTB). Biasanya Tariff Barrier
dilaksanakan dengan menggunakan countervailing duty, bea anti dumping dan zurchage.
Karena ide merkantilisme mengatakan bahwa negara/raja yang kaya identik dengan jumlah LM yang dimilikinya, maka berarti jumlah uang yang beredar (Money supply/Ms) banyak Jika produksi tetap maka akan terjadi inflasi atau kenaikan harga. Kenaikan harga dalam negeri tentu akan juga akan menaikkan harga barang-barang ekspor (Px) sehingga kuantitas ekspor (Qx) akan menurun. Harga barang impor (Pm) akan menjadi lebih rendah sehingga quantitas impor (Qm) menjadi lebih tinggi. Akibatnya ekspor (X) akan lebih kecil dari impor (M), sehingga jumlah LM akan menurun yang berarti negara menjadi miskin. Perubahan negara kaya menjadi miskin menurut paham merkantilisme
ini dikritik oleh David Hume sebagai “Merkantisme Otomatis” dari “Price Specific Flow Mechanism” atau PSFM. Dengan adanya kritik David Hume ini, maka teori Pra-Klasik atau merkantilisme dianggap tidak relevan, selanjutnya muncul teori klasik atau absolute advantage dari Adam Smith.
Menurut teori klasik, suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional (gain from trade) karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolute advantage), serta mengimpor barang jika negara tersebut memiliki ketidak unggulan mutlak (absolute disadvantage).
Menurut cost comparative (labor efficiency), suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih efisien serta mengimpor barang dimana negara tersebut berproduksi relatif kurang/ tidak efisien. Berdasarkan maupun
production comparative (labor productivity), suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih produktif serta mengimpor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif kurang/tidak produktif.
Kelemahan teori comparative advantage adalah (1) menurut teori ini perdagangan internasional dapat terjadi karena adanya perbedaan fungsi faktor produksi (tenaga kerja) yang menimbulkan terjadinya perbedaan produktivitas ataupun perbedaan efisiensi. Akibatnya terjadi perbedaan harga barang yang sejenis diantara dua negara. (2) Jika fungsi faktor produksi (tenaga kerja) sama atau produktivitas dan efisiensi di kedua negara sama, maka tentu tidak akan terjadi perdagangan internasional karena harga barang sejenis akan menjadi sama di kedua negara. (3) Pada kenyataannya, walaupun fungsi faktor produksi (produktivitas dan efisiensi) sama diantara dua negara, ternyata harga barang yang sejenis dapat berbeda, sehingga dapat terjadi perdagangan internasional. Dalam hal ini teori klasik tidak dapat menjelaskan mengapa terjadi perbedaan harga untuk barang /produk sejenis walaupun fungsi faktor produksi sama di kedua negara. Ini dapat dijelaskan oleh teori Heckscher-Ohlin atau teori H-O, yang merupakan teori modern (Heckser, E., 1879-1952 dan Ohlin, B., 1899-1979 dalam Hady, H, 2001 dan Halwani, 2002).
Menurut teori modern H-O, perbedaan oportunity cost suatu produk antara satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki (endowments faktor) masing-masing negara. Perbedaan
Sebaliknya masing-masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara tersebut memiliki faktor produksi yang relatif langka atau mahal dalam memproduksinya. Dalam analisisnya, teori modern H-O menggunakan dua kurva, yaitu kurva isocost (kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama) dan kurva isoquant (kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang sama).
Teori H-O masih mepunyai kelemahan. Menurut H-O, perbedaan harga barang sejenis dapat terjadi karena adanya perbedaan proporsi atau jumlah faktor produksi yang dimiliki masing-masing dalam memproduksi barang. Dengan demikian harga barang yang sejenis akan sama pula sehingga perdagangan internasional tidak akan terjadi. Kenyataannya, walaupun jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama sehingga harga barang yang sejenispun sama, ternyata perdagangan internasional tetap dapat terjadi. Untuk menjelaskan ini dan menyempurnakan teori H-O, maka G. Harberler (dalam Hady, 2001) mengemukakan suatu teori oportunity cost.
Opportunity cost digambarkan sebagai Production Possibility Curve (PPC) yang menunjukkan kemungkinan kombinasi output yang dihasilkan suatu negara dengan sejumlah faktor produksi secara full employment.
Dalam batasan tertentu penemuan Leontief sesuai bahkan mendukung teori H-O, karena ekspor AS yang padat karya sangat logis. AS lebih banyak tenaga kerja terdidik (skilled labor) dibandingkan negara lain, sehingga ekspornya lebih banyak terdiri atas barang yang padat tenaga kerja terdidik.
Current theory of international trade adalah yang dikemukakan oleh M. Porter dengan Model Competitive of Diamond, D’ Aveni dengan Hyper Competitive Theory dan Competitive Liberalization. Porter (1990 dalam Halwani, 2004) mengemukakan tentang tidak adanya korelasi langsung antara dua faktor produksi (sumberdaya alam yang melimpah dan sumberdaya manusia yang murah) yang dimiliki suatu negara yang dimanfaatkan menjadi keunggulan daya saing dalam perdagangan internasional. Porter menyatakan bahwa dalam era persaingan global saat ini, suatu bangsa atau negara yang memiliki competitive advantage of nation dapat bersaing di pasar internasional bila memilki empat faktor penentu, yaitu faktor kondisi, kondisi permintaan, faktor strategi, struktur dan persaingan perusahaan serta faktor industri pendukung dan terkait (Porter, 1990 dalam Hady, 2001 dan Halwani, 2002).
Proses liberalisasi perdagangan dunia, baik secara regional maupun internasional yang berlangsung hingga saat ini, telah menyebabkan persaingan global yang semakin ketat, bahkan menuju kepada hyper competitive. Kondisi ini memaksa setiap negara/perusahaan untuk memikirkan/menemukan suatu strategi yang tepat. Strategi yang tepat ini berupa perencanaan dan kegiatan operasional terpadu yang mengaitkan lingkungan eksternal dan internal sehingga dapat mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang dengan keberhasilan dalam mempertahankan/meningkatkan sustainable real income secara efektif dan efisien. Strategi ini dikenal sebagai “Sustainable Competitive Advantage of Nation “ (SCA) yaitu “keunggulan daya saing berkelanjutan (terus menerus)”. Menurut Richard D’ Aveni (1994), pada situasi hyper competitive, tidak ada lagi perusahaan/ negara yang dapat memiliki keunggulan daya saing berkelanjutan atau SCA
didasarkan pada keunggulan kompetitif dinamis, walaupun dengan periode yang relatif pendek. (2) SCA diartikan sebagai keunggulan yang diperoleh karena invention dan
innovation secara terus menerus sehingga tetap unggul dari pesaing. (3) Invention dan
innovation diperoleh dari hasil research and development baik yang bersifat scientific
maupun applied. (4) SCA ini relatif lebih tepat dan paling menguntungkan untuk dilakukan dalam sektor agro industri karena sumber (resource base) nya dapat diperbaharui (renewable).
Current Theory lain sehubungan dengan perdagangan internasional adalah competitive liberalization ( persaingan liberalisasi). Keinginan masing-masing negara untuk dapat bekerja secara produktif, efisien dan efektif agar dapat bersaing di pasar global pada dekade terakhir ini, telah mendorong terjadinya competitive liberalization, terutama di kawasan Asia Pasifik, khususnya dibidang perdagangan dan investasi. Competitive liberalization ini dilakukan karena masing-masing negara berusaha untuk membuat situasi dan kondisi ekonominya menjadi menarik (favourable) bagi investor asing (H. Hady, 1996).
Model Teori Keunggulan Bersaing
Untuk melihat daya saing nasional ada beberapa teori yang dikemukakan dan sudah dikembangkan diantaranya adalah:
Konsep Teori “Diamond of Competitive “ dikemukakan oleh Porter.
ekonomi geografi, perdagangan internasional, ilmu politik dan sosiologi industri. Menurutnya, sebuah perusahaan tidak akan sukses kecuali mereka mendasarkan strateginya pada perbaikan dan peningkatan keinginan untuk bersaing dan menciptakan lingkungan nasional persaingan. Untuk melihat keunggulan kompetitif suatu negara harus ditinjau per industri atau per sektor.
Bagaimana suatu negara atau regional bisa menciptakan situasi yang bisa mendorong perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara/regional tersebut agar bisa mengembangkan keunggulan bersaingnya., akan ditentukan oleh empat faktor pokok, yang dikenal dengan diamond of Porter, faktor-faktor tersebut adalah: faktor kondisi (factor conditions), kondisi permintaan (demand condition), industri-industri pendukung dan industri terkait, serta strategi, struktur dan persaingan antar wilayah. Disamping keempat faktor pokok ini, masih ada dua faktor penunjang yang juga mempengaruhi keunggulan daya saing suatu wilayah, yaitu peluang (chance) dan peran pemerintah (role of government). Model Diamond of zCompetitive Porter dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar : “Competitive of Diamond” Porter
Kuliah ke : IV
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berbeda pada masing-masing negara, baik faktor politik, sosial, ekonomi dan budaya yang akan mempengaruhi bisnis yang akan kita lakukan pada suatu negara
Judul : Country Faktor
Pokok Bahasan : 1. National Difference in Political Economic 2. Difference in Culture
Uraian :
1. PERBEDAAN NASIONAL DI DALAM EKONOMI NEGARA
Perubahan Sistem Ekonomi Negara Dengan Cara Kerjasama Antar Negara Dan Membuka Diri Terhadap Pasar Dunia.
PENDAHULUAN
Internasional Bisnis jauh lebih rumit dibanding dengan bisnis domestik, sebab negara-negara yang terlibatpun banyak dan mempunyai sistem yang berbeda-beda. Negara-Negara tersebut mempunyai tingkat perkonomian yang berbeda, dan sistem yang sah atau undang-undang yang berbeda begitupun dengan budaya. Dengan adanya hubungan bisnis antar negara, budaya practies dapat bertukar-tukar secara dramatis dari satu negara ke negara lain seperti pendidikan dan ketrampilan serta tingkat populasi, begitupun dengan sistem pembangunan ekonomi.
SISTEM POLITIK
saling berhubungan. Sistem yang menekankan kolektivisme cenderung untuk menjadi
totaliter, sedangkan sistem yang menempatkan suatu nilai tinggi pada individualisme
cenderung untuk menjadi demokratis. Namun tidak menutup kemungkinan untuk adanya sistem dimensi yang tidak jelas. Biasanya pada sistem yang tidak jelas ini, masyarakat menempatkan suatau sistem campuran antara kolektivisme dan individualisme.
SISTEM EKONOMI
Dari hal yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diambil benang merah antara sistem ekonomi dan ideologi politis. Pada negara-negara yang menempatkan dan memberikan keunggulan terhadap pencapaian individu di atas pencapaian kolektif, memungkinkan kita untuk menemukan sistem ekonomi pasar bebas. Negara memberikan kebebasan sepenuh nya kepada pihak swasta untuk mengelola usahanya sesuai dengan yang mereka kehendaki namun tetap berpatokan pada peraturan yang berlaku di negara tersebut. Keadaan kontras terjadi pada negara-negara yang memberikan keunggulan terhadap pencapaian kolektif, status tersebut mengharuskan pemerintah mengambil kendali atas perusahaan-perusahaan swasta yang berada didalam pasar negara tersebut seperti hal nya yang terjadi di India sebelun tahun 90an. Hal ini dikarenakan tujuan pemerintah yang menghendaki tercapainya kebutuhan dan keinginan secara menyeluruh sehinga tidak terjadinya ketimpangan ekonomi di negara tersebut.
Kita dapat mengidentifikasi empat jenis sistem ekonomi: sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi perintah, sistem ekonomi campuran dan suatu sistem ekonomi terpimpin.
SISTEM PERUNDANG-UNDANGAN
undang-undang dapat mempengaruhi daya pikat suatu negara sebagai suatu lokasi investasi atau pasar.
Seperti hal nya dengan sistem perekonomian suatu negara, undang-undang atau peraturan mendapatkan pengaruh yang cukup signifikan dari sistem politik. Bahkan pemerintah pada suatu negara berani mendevinisikan bahwa undang-undang merupakan bingkai dari sebuah negara yang akan menemtukan arah perjalanan bangsa itu sendiri.
Seperti contoh sebuah negara kapilatisme yang mempunyai sistem sosialis cenderung mempunyai undang-undang yang mengikat dan menjadikan pemerintah sebagai salah satu leader dalam seluruh kegiatan.
POLITIK EKONOMI DAN PROSES EKONOMI
Seperti yang sudah serinng diperdebatkan bahwa perkembangan ekonomi suatu negara merupakan fungsi dari sistem politk dan ekonominya. Apakah hubungan sebenarnya dari politik ekonomi dengan proses ekonomi? Hal ini telah lama diperdebatkan dan belum menemukan hasil yang pasti.
Pembaharuan dan kewirausahaan merupakan motor pertumbuhan
Pembaharuan tidak hanya mencakup produk baru tetapi juga proses pembuatan, organisasi, managemen dan strategi yang baru. Begitu juga dengan kewiraushaan. Kesimpulannya, apabila perkembangan ekonomi suatu negara untuk menyokong dalam jangka waktu panjang, lingkungan bisnisnya harus memproduksi produk secara kondusif dan menjalankan proses pembaharuan dan aktivitas kewirausahaan.
Pembaharuan dan kewirausahaan menghasilkan pasar ekonomi
2. Perbedaan Budaya
Pengalaman salah seorang mahasiswa asal Indonesia yang mengambil gelar masternya di Jepang
PENDAHULUAN
Kebudayaan telah didefinisikan dengan berbagai cara. Salah satu definisi klasik menyatakan bahwa kebudayaan adalah seperangkat pola perilaku yang diperoleh secara sosial dan disalurkan secara simbolis melalui bahasa dan cara-cara lain kepada anggota masyarakat tertentu. Definisi lain menyatakan bahwa kebudayaan adalah kumpulan interaktif dari karakteristik umum yang mempengaruhi respon kelompok terhadap lingkungan nya. Kebudayaan dapat dibedakan oleh pengaturan perilaku mereka: sikap, nilai dan gaya hidup orang-orang dalam kebudayaan dan oleh tingkat toleransi mereka terhadap kebudayaan lain.
Kebudayaan juga “adaptif”, yang berarti bahwa ia berubah ketika masyarakat menghadapi masalah baru dan kesempatan baru. Jika organisme berkembang, maka demikian pula halnya dengan kebudayaan. Mereka mengambil ciri-ciri baru dan membuang yang lama untuk membentuk dasar kebudayaan baru.
Seorang ahli antropologi Edward Tylor menggambarkan bahwa kultur sangat komplek dan merupakan satu kesatuan yang utuh meliputi ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, dan kebiasaan serta kemampuan yang diperoleh oleh anggota sosial.
KOMPONEN-KOMPONEN KEBUDAYAAN
dipelajari melalui interaksi yang luas dengan orang-orang yang menganut kebudayaan tersebut.Ada tiga jenis norma kresive: (1) kebiasaan: (2) adat istiadat: (3) konvensi.
Perubahan Budaya
Budaya yang ada di suatu daerah tidak selalu tetap atau mengalami pembekuan karena budaya selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Sebagai contoh pada tahun 1960an nilai-nilai budaya Amerika yang terpusat ke arah peranan wanita, cinta, jenis kelamin, dan perkawinan mengalami perubahan penting. Banyaknya huru-hara sosial yang terjadi pada waktu itu mencerminkan perubahan ini.
Dengan cara yang sama, sistem nilai dari banyak bekas Negara komunis, seperti Rusia, juga mengalami perubahan penting. Negara-negara itu bergeser dari nilai-nilai yang menekankan kolektivisme dan ke arah yang menekankan individualisme. Sedangkan huru-hara sosial adalah suatu dampak yang tak bisa diacuhkan dari pergeseran seperti itu, pergeseran akan namun mungkin terjadi.
Implikasi terhadap bisnis
Bisnis internasional terjadi karena negara-negara dan masyarakat berbeda menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula dan mempunyai hubungan saling melengkapi satu sama lain. Persinggungan yang terjadi ketika melakukan bisnis menyebabkab adanya pergeseran budaya sebagai dampak dari hubungan yang kontiniu. Kultur mereka bertukar-tukar karena perbedaan dalam dalam struktur sosial, agama, bahasa, pendidikan, filosofi ekonomi, dan filosofi politis. Tiga implikasi penting untuk bisnis internasional yang menyebabkan terjadinya perbedaan ini adalah: pentingnya perkembangan budaya, koneksi antara kultur dan etika di dalam pengambilan keputusan, serta koneksi budaya dengan kegiatan nasional.
HUBUNGAN ANTARA KEBUDAYAAN DAN SISTEM EKONOMI
Sama halnya dengan sistem politik, kebudayaan juga mempengaruhi sistem ekonomi. Banyak contoh yang dapat kita temukan, seperti: kebudayaan islam yang sangat menentang adanya sistim bunga. Dari segi produk dan jasa yang ditawarkan pun akan mengalami pengaruh dari kebudayaan disuatu negara. Jadi dapat dikatakan pengaruh budaya sangat kompleks terhadap sistem ekonomi suatu negara.
Para peneliti berusaha untuk mengidentifikasi dimensi dimana nilai dari berbagai kebudayaan berbeda. Dalam suatu ringkasan atas riset ini para ilmuan mengidentifikasi enam dimensi dasar dari nilai kebudayaan.
1. Individual/Kolektif: sejauh mana nilai kebudayaan individu lebih besar daripada kelompok atau sebaliknya.
2. Maskulinitas/Femininitas: sejauh mana karakteristik suatu jenis kelamin dinilai lebih dari jenis kelamin lainnya.
3. Orientasi Waktu: apakah para anggota masyarakat berorientasi pada masa lalu, kini, atau yang akan datang.
4. Penghindaran Ketidak Pastian: sejauh mana anggota masyarakat mau mentolerir ambiguitas dan perilaku yang tidak biasa.
5. Orientasi Kegiatan: sejauh mana masyarakat menilai tindakan atas refleksi. 6. Hubungan Dengan Alam: sejauh mana masyarakat hidup selaras dengan alam
Kuliah ke : V
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor politik ekonomi yang mempengaruhi perdagangan internasional, yang berhubungan dengan kebijakan perdagangan internasional
Judul : Political Economy of International Trade Pokok Bahasan : 1. Regional Economy Integration
2. Global Economy Integration
Uraian :
POLITIK EKONOMI PERDAGANGAN INTERNASIONAL ( INTEGRASI EKONOMI REGIONAL DAN GLOBAL )
I. Kebijakan perdagangan
Kebijakan perdagangan memiliki 7 alat utama sebagai berikut : a. Tarif
Defenisi tarif
Menurut Donald adalah pajak atas barang impor dengan tujuan menaikkan harganya untuk mengurangi persaingan bagi produsen lokal atau merangsang produksi lokal.
Adalah pajak yang dikenakan terhadap barang-barang impor
Menurut Charles W.L Hill, 2007 adalah pajak pada impor
Tarif terbagi dua menurut Charles W.L Hill, 2007 yaitu: 1. Spesifik tarif
Adalah retribusi yang dikenakan pada tiap-tiap unit barang yang masuk
Contoh : 1 unit komputer dikenakan pajak per rupiah 2. Ad valorem tarif
Contoh : Nilai retribusi emas beda dengan nilai retribusi kayu artinya pajak 1kg kayu.
b. Subsidi
Menurut Charles W.L Hill, 2007 supsidi adalah bantuan dana yang di berikan kepada pengusaha lokal
Menurut Donald subsidi adalah sumbangan keuangan yang diberikan secara langsung oleh pemerintah tanpa imbalan keuntungan termasuk hibah, perlakuan pajak dan asumsi pemerintah mengenai pengeluaran bisnis yang normal.
Bentuk-bentuk subsidi yaitu:
Uang tunai
Pinjaman lunak
Pembebasan pajak
Upaya hukum pemerintah terhadap badan usaha yang memiliki badan hukum. Dengan adanya pengurangan biaya produksi, subsidi membantu pengusaha lokal yaitu subsidi membantu pengusaha lokal dalam menghadapi impor dari luar dan membantu meraih dan memasuki pasar ekspor.
c. Quota impor dan pengendalian ekspor sukarela 1. Quota Impor
adalah penbatasan langsung atas jumlah beberapa barang yang masuk ke suatu negara. Pembatasan tersebut biasanya dilakukan dengan membuat izin impor atas suatu kelompok atau perusahaan.
Contoh : Amerika memiliki Quota atas barang-barang impor dari Cina “Pakaian” artinya cina dibatasi pasaran pakaiannya di Amerika.
2. Pengendalian Ekspor Sukarela
Contoh : yang paling terkenal pembatasan atas ekspor mobil (auto export ) ke Amerika yang dibuat oleh produsen mobil dari jepang tahun 1981.
d. Permintaan Produk Lokal
Adalah permintaan akan salah satu jenis barang yang di produksi di dalam negeri. Permintaan terdiri dari:
1. Permintaan tersebut dapat berupa fisik
contoh : 75% dari komponen barang tersebut harus diproduksi oleh lokal 2. Permintaan berupa nilai
contoh : 75% dari nilai barang tersebut harus diproduksi dalam lokal e. Kebijakan Administrative
Kebijakan perdagangan administrative
Adalah aturan-aturan birokrasi yang dirancang untuk mempersulit produk impor memasuki suatu negara.
f. Kebijakan anti dumping
Dalam konteks perdagangan internasional dumping adalah didefenisikan secara beragam dengan menjual barang dipasar asing dengan harga dibawah biaya produksinya atau menjual barang dipasar asing dengan harga dibawah nilai atau harga pasar yang wajar.
Kuliah ke : VI
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Untuk mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan investasi asing langsung yang dapat digunakan dalam perdagangan internasional
Judul : Foreign Direct Investment Pokok Bahasan : 1. Pengertian FDi
2. Bentuk-bentuk FDI 3. Dampak FDI 4. Keuntungan FDI
Foreign Direct Investment
PENDAHULUAN
Sebagai modal untuk membiayai pembangunan nasional di Indonesia, sesuai
dengan amanat GBHN, dana pembiayaan pembangunan terutama digali dari sumber
kemampuan sendiri. Namun karena diperlukannya dana dalam jumlah yang sangat besar,
baik untuk pembangunan maupun untuk kegiatan rutin dan kehidupan masyarakat pada
umumnya, maka dan yang bersumber dari dalam negeri selalu jauh daripada memadai.
Untuk mengatasi kekurangan dana yang diperlukan dalam proses pembangunan di
Indonesia maka dilakukan pemasukan modal dari luar negeri yaitu penanaman modal
langsung (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI)
Dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan PMA langsung dari luar negeri,
maka pertama-tama perlu diketahui bagaimana perkembangan kedudukan dan pangsa
PMA yang mengalir ke Indonesia diantara sesama Negara-negara berkembang, yang juga
demikian, akan dapat diketahui posisi, daya tarik dan daya saing Negara kita dalam
menarik penanaman modal ( asing ) di antara negara-negara berkembang tersebut.
Sebenarnya perkembangan penanaman modal asing di Indonesia telah dimulai
sejak Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Rancangan Undang-undang
penanaman modal asing pertama kali diajukan pada tahun 1952 pada masa kabinet
Alisastroamidjojo, tetapi belum sempat diajukan ke parlemen karena jatuhnya kabinet ini.
Kemudian pada tahun 1953 rancangan tersebut diajukan kembali tetapi ditolak oleh
pemerintah.
Secara resmi undang-undang yang mengatur mengenai penanaman modal asing
untuk pertama kalinya adalah UU Nomor 78 Tahun 1958, akan tetapi karena pelaksanaan
Undang-undang ini banyak mengalami hambatan, UU Nomor 78 Tahun 1958 tersebut
pada tahun 1960 diperbaharui dengan UU Nomor 15 Tahun 1960 .
Pengertian Penanaman Modal Asing
FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri adalah salah satu ciri penting dari sistem ekonomi yang kian mengglobal. Ia bermula saat sebuah perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain. Dengan cara ini perusahaan yang ada di negara asal (biasa disebut 'home country') bisa mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (biasa disebut 'host country') baik sebagian atau seluruhnya. Caranya dengan si penanam modal membeli perusahaan di luar negeri yang sudah ada atau menyediakan modal untuk membangun perusahaan baru di sana atau membeli sahamnya sekurangnya 10%.
jangka pendek dan panjang antara perusahaan induk dan perusahaan anak atau afiliasinya juga dikategorikan sebagai investasi langsung. Kini mulai muncul corak-corak baru dalam FDI seperti pemberian lisensi atas penggunaan teknologi tinggi.
Sebuah perusahaan yang akan melakukan penanaman modal asing secara langsung, akan melibatkan langkah-langkah berikut :
1. Horizontal foreign direct investment
Langkah ini merupakan perluasan produksi ke wilayah yang lebih luas. Apa yang telah di produksi di dalam negeri juga hendak diproduksi di luar negeri.
2. Vertical foreign direct investment
Langkah ini merupakan betuk dari sebagian penanaman modal asing langsung di negara-negara berkembang dan sejumlah negara-negara maju yang kaya dengan bahan tambang.
Integrasi vertical yang melibatkan perusahaan-perusahaan multinasional tersebut juga dapat meningkat lebih jauh menjadi peguasaan atas jaringan penjualan atau disribusi negara lain seperti yang selama ini telah banyak dilakukan oleh perusahaan pembuat mobil terkemuka di berbagai penjuru dunia
Bentuk-bentuk FDI: Akuisisi & Green-field Investment
Keuntungan FDI Bagi Negara Tuan Rumah ‘Host Country’
Pertama, lewat pembangunan pabrik-pabrik baru yang berarti penambahan output
atau produk domestik, total ekspor dan kesempatan kerja. Ini adalah suatu dampak
langsung. Pertumbuhan ekspor berarti penambahan cadangan devisa yang selanjutnya
menjadi peningkatan kemampuan dari negara penerima untuk membayar utang luar
negeri dan impor. Kedua, masih dari sisi suplai, namun sifatnya tidak langsung, adalah
sebagai berikut: adanya pabrik-pabrik baru berarti ada penambahan permintaan di dalam
input-input lainnya. Jika permintaan antara ini sepenuhnya dipenuhi oleh sektor-sektor
lain di dalam negeri (tidak ada yang diimpor), maka dengan sendirinya efek positif dari
keberadaan atau kegiatan produksi di pabrik-pabrik baru tersebut sepenuhnya dinikmati
oleh sektor-sektor domestik lainnya; jadi output di sector-sektor tersebut mengalami
pertumbuhan.
Berikut ini adalah keuntungan lain bagi Host Country :
a. Untuk menyediakan lapangan kerja;
b. Melaksanakan substitusi import untuk meningkatkan devisa; c. Mendorong ekspor untuk mendapatkan devisa;
d. Membangun daerah-daerah tertinggal dan sarana prasarana; e. Untuk industrialisasi atau alih teknologi.
SUMBER : arbitrase sebagai penyelesaian sengketa dalam penanaman modal asing (www.google.com)
4. Dampak FDI Bagi ‘Host Country’ dan ‘Home Country’
Dewasa ini hampir di semua negara, khususnya negara berkembang
membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting
bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak
mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini
sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, sepertI stabilitas ekonomi, politik
negara, penegakan hukum. Tetapi dari kegiatan penanaman modal asing ini terdapat
dampak yang kurang baik bagi negara tuan rumah (Host Country), yang tentu saja
merugikan negara tuan rumah tersebut, misalnya saja :
(1) Perspektif Lingkungan (environmental perspective). PMN kurang
memperhatikan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, serta strategi mereka
pengawasan lingkungannya. PMN menghasilkan pencemaran polusi dan
limbah dari kegiatannya..
(2) Konsumerisme Global (global consumerism): berusaha mengidentifikasi
dampak sosial dan budaya yang muncul atas ekspansi global PMN, yang
menjadi suatu kebudayaan baru yang didasarkan pada barang dan jasa yang
ditawarkan oleh PMN, yang cenderung membentuk gaya hidup baru yang
berbeda dengan nilai tradisional di negara lokal, melalui peranan media
transnasional dan perusahaan periklanan sebagai pencipta image yang
mendorong pembentukan selera pasar. Budaya konsumsi yang dibawa
Perusahaan multinasional sering kali merugikan budaya konsumsi local dan
Kuliah ke : VII
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Untuk mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan investasi asing langsung yang dapat digunakan dalam perdagangan internasional
Judul : The Global Monetary System Pokok Bahasan : 1. Foreign Exchange Market
2. International Monetary System 3. Global Capital Market
PASAR VALUTA ASING
Pasar valuta asing adalah sebuah pasar yang gunanya untuk merubah atau menukar mata uang suatu negara terhadap negara lain. Nilai tukar mata uang akan dinilai jika mata uang suatu negera tersebut diubah menjadi mata uang negara lain. Tanpa adanya pasar valuta asing, pasar internasional dan investasi internasional dalam skala yang kita lihat saat ini akan mustahil terlaksana. Perusahaan-perusahaan membutuhkan suatu wadah untuk transaksi, pasar valuta asing adalah wadah pelancar yang memungkinkan perusahaan-perusahaan dari beberapa negara yang menggunakan mata uang berbeda untuk berdagang antara satu sama lain.
Ada Dua fungsi utama dalam pasar valuta asing yaitu :
1. Untuk mengubah mata uang satu negara ke dalam mata uang Negara lain 2. Untuk menyediakan beberapa asuransi terhadap resiko valuta asing, artinya
melindungi dari kerugian atas perubahan mata uang yang tak dapat diprediksi
Pertukaran Mata Uang
uang. Di Amerika Serikat mata uang yang dipakai adalah Dollar ($), di inggris Pound (₤), Indonesia Rupiah (Rp), Jepang memakai mata Uang Yen (¥), dan beberapa negara seperti Jerman, Perancis, serta negara-negara lain yang berada di zona eropa menggunakan mata uang Euro (E), dan sebagainya.
Dalam bisnis internasional, ada empat pokok utama kegunaan dari pasar valuta asing, yaitu:
1. Pembayaran, suatu perusahaan menerimanya dari hasil ekspor, pendapatan itu diterima dari investasi asing, atau pendapatan itu diterima dari persetujuan perijinan dengan perusahaan asing mungkin dengan mata uang asing. Untuk menggunakan dana-dana tersebut, perusahaan yang bersangkutan harus terlebih dahulu menukarkan mata uang asing itu dengan mata uang negaranya.
2. Bisnis internasional menggunakan pasar valuta asing saat mereka harus membayar perusahaan asing untuk produk atau jasanya dengan mata uang Negara yang bersangkutan
3. Bisnis internasional menggunakan pasar valuta asing saat sebuah perusahaan memiliki dana cadangan yang akan diinvestasikan dalam pasar uang
4. Spekulasi mata uang adalah kegunaan lain dari pasar valuta asing. spekulasi mata uang secara khas melibatkan pergeseran dalam jangka pendek suatu dana dari satu mata uang ke mata uang lain dengan harapan mendapat untung dari pergeseran nilai tukar tersebut.
Mengasuransikan terhadap resiko valuta asing.
Spot Exchange Rate
Pada saat dua belah pihak setuju untuk melakukan pertukaran mata uang, dan melaksanakan kesepakatan dengan segera, transaksi dikenal sebagai suatu titik tukar. Nilai tukar yang mengatur seperti perdagangan dengan segera dikenal sebagai Spot Exchange Rate atau nilai tukar spot. Spot Exchange Rate adalah nilai dimana dealer pertukaran mata uang asing menukar suatu mata uang kedalam mata uang lain pada hari tertentu.
Forward Exchange rate
Kenyataannya spot nilai tukar selalu berubah secara terus menerus, karena ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang relatif untuk mata uang yang berbeda dapat menjadi suatu masalah bagi bisnis internasional. Untuk menghindari masalah yang timbul maka digunakanlah Forward Exchange Rate
atau nilai tukar kedepan. Forward Exchange Rate terjadi pada saat dua perusahaan sepakat dengan pertukaran mata uang dan melaksanakan kesepakatan itu pada waktu yang spesifik di masa depan.
Currency Swap
Currency Swap atau Tukar-menukar mata uang adalah pembelian secara serentak dan penjualan diberikan banyak untuk pertukaran mata uang asing untuk dua tanggal dengan nilai yang berbeda. Tukar menukar terjadi diantara pelaku bisnis internasional dengan bank, diantara bank dengan bank, dan diantara pemerintah dengan pemerintah yang dibutuhkan sekali untuk menggeser mata uang ke mata uang lain dalam jangka waktu yang terbatas tanpa menimbulkan resiko pertukaran mata uang asing.
Sifat dasar dari pasar Valuta asing.
merupakan suatu jaringan kerja global dari bank, pedagang, dan dealer valuta asing dihubungkan dengan sistim komunikasi elektronik. Pasar valuta asing berkembang dengan langkah yang cepat setiap waktu. Dua keistimewaan dari pasar valuta asing adalah: Pasar Valuta asing tidak pernah tidur dan Pasar Valuta asing menggunakan teknologi sistim jaringan komputer yang cepat diantara pusat-pusat perdagangan diseluruh dunia sehingga berhasil dibuat pasar tunggal. Keistimewaan lain dari pasar valuta asing adalah peran penting yang dimainkan oleh Dollar Amerika. Dimana suatu transaksi secara teori melibatkan dua mata uang selain Dollar, kebanyakan transaksi selalu melibatkan Dollar.
SISTEM MONETER INTERNASIONAL
Sistem Moneter Internasional adalah Sistem Keuangan internasional yang mengacu pada pengaturan kelembagaan dimana seluruh negara setuju untuk mengurus nilai tukar.
Standar Emas
Menetapkan mata uang ke emas dan menjamin konvertibilitas dikenal sebagai standar emas. Standar emas merupakan asal dari penggunaan koin emas sebagai alat pembayaran. Pada saat perdagangan internasional dibatasi volumenya, pembayaran untuk produk dibeli dari negara lain secara khusus dengan emas atau perak.
Pada tahun 1880, kebanyakan dari Negara-negara utama perdagangan yang meliputi Inggris, Jerman, Jepang dan Amerika Serikat menggunakan standar emas. Berdasarkan standar emas umum, nilai pertukaran antar mata uang dengan mudah dapat ditentukan. Tiap-tiap negara menetapkan jumlah unit tertentu dari mata uangnya per-ons emas dan perbandingan jumlah unit per-ons dari Negara ke Negara merupakan kurs antara dua mata uang manapun berdasarkan standar emas.
bangsa berdasarkan situasi dewasa ini, dimana Dollar amerika merupakan aset cadangan yang tidak lagi dapat dipertahankan. Dan akhirnya, pada tahun 1939 standar emas tidak dipergunakan lagi. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan ekonomi dan lahirnya perang dunia II.
The Bretton Woods System
Pada tahun 1944, dimana terjadinya puncak perang dunia II, perwakilan dari beberapa negara di dunia mengadakan pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendesain system keuangan internasional yang baru. Dimana telah runtuhnya standar emas dan adanya tekanan berat pada tahun 1930an, dan mereka memiliki tujuan untuk membangun dan memudahkan sistim ekonomi sehabis masa perang.
Persetujuan di bretton woods menetapkan dua institusi multinasional. Yaitu : 1. International Monetery Fund (IMF)
2. World Bank
IMF (International Monetary System)
IMF adalah suatu organisasi yang bertugas mengatur dan memelihara sistem keuangan internasional. IMF dibentuk pada tahun 1944 pada Konferensi Bretton Woods.
Tujuan IMF (Intenational Monetary Fund):
1. Membantu perkembangan tertib keuangan dunia 2. Membantu perkembangan mata uang yang konvertibel
3. Mempersingkat masa dan mengurangi derajat ketidakseimbangan neraca pembayaran
World Bank (Bank Dunia)
Nama Resmi dari World Bank atau Bank Dunia adalah International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau Bank dunia untuk pembangunan dan pengembangan. Tugas dari Bank Dunia adalah akan mempromosikan pembangunan ekonomi umum di seluruh dunia pasca perang dunia II.
Neraca Pembayaran Neraca pembayaran adalah:
Suatu ikhtisar atau catatan yang tersusun secara sistemmatis tentang transaksi ekonomi internasional antara suatu Negara dengan Negara lainnya dalam jangka waktu tertentu (1 tahun). Neraca Pembayaran meliputi transakasi kredit (transaksi yang menimbilkan atau menanbah hak suatu Negara untuk menerima pembayaran dari Negara lain (Hak +)) dan transaksi debit (Transakasi yang menimbulkan/ menambah kewajiban suatu negara untuk melakukan pembayaran dari Negara lain (Kewajiban +))
Kuliah ke : VIII
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Menjelaskan tentang Manajemen Keuangan pada Bisnis Internasional
Judul : Manajemen Keuangan dalam Bisnis Internasional Pokok Bahasan : 1. Keputusan Investasi
2. Keputusan Finansial
3. Manajemen Keuangan Global: Objek Efisiensi 4. Manajemen Keuangan Global: Objek Pajak 5. Pergerakan Uang Lintas Batas
Manajemen keuangan adalah fungsi, tugas dan tanggung jawab seorang manajer
keuangan yang harus mengambil keputusan dalam tiga fungsi utamanya yaitu:
Investment decision, aktivitas suatu organisasi dalam mengivestasikan dana
yang dimiliki ke dalam berbagai asset yang dibutuhkan secara efektif dan efisien.
Financing decision, segala aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang manajer
keuangan untuk memperoleh dana dari berbagai sumber dana dengan cara yang
mudah dan biaya yang murah.
Money management decision, keputusan bagainana memanajemen suatu sumber
keuangan suatu perusahaan agar efisien.
Tujuan manajemen keuangan ini untuk memaksimalkan nilai perusahaan,
memaksimalkan laba dan memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham (tercermin
dalam situasi harga saham di bursa efek). Peran manajemen keuangan meliputi tiga aspek
yaitu opeasi perusahaan, manajer keuangan dan pasar modal/pasar uang.
1. Keputusan Investasi
Faktor ekonomi,politik,budaya,variabel strategi mempengaruhi keputusan
investasi suatu negara. Suatu peranan manajemen keuangan dalam bisnis
internasional mencoba untuk mempelajari macam-macam biaya keuntungan resiko yang
mungkin mempengaruhi suatu investasi dalam suatu lokasi, hal ini dilakukan dengan
capital budgeting.
A. Capital Budgeting
Capital budgeting ini mencakup menghitung biaya keuntungan dan resiko suatu investasi,
yang memungkinkan manajer untuk membandingkan alternative investasi di dalam
pertama disebabkan oleh investasi berlebihan pada fasilitas produksi tapi dengan
berlalunya waktu cash flow menjadi positif disebabkan karena menurunnya biaya
investasi dan menurunya keuntungan. Pada prakteknya capital budgeting ini kompleks
dan tidak sempurna. Ada pun faktor yang menyebabkannya adalah:
a. Harus jelasnya perbedaan antara cash flow untuk kegiatan dan untuk perusahaan induk.
b. Resiko ekonomi dan politik, menyebabkan resiko pertukaran asing, yang dapat
merubah nilai dari investasi asing.
c. Koneksi antara cash flow untuk perusahaan induk dan sumber dana harus yang diakui.
B. Project and Parent Cash Flow
Teori dan argumen untuk menganalisa berbagai macam proyek luar negeri dari
perusahaan induk karena cast flow sama sekali tidak sama dengan cast flow yang
ada di perusahaan induk.
C. Penyesuaian untuk resiko Ekonomi dan Politik
Resiko politik, ketika resiko politik tinggi kemungkinan terjadi perubahan yang akan melanda kondisi politik negara tersebut dan mampu mengancam perusahaan
luar negeri disana.
Resiko ekonomi, seperti resiko politik juga akan mengancam kondusifnya bisnis suatu negara dan akan menyebabkan turunnya keuntungan dan tujuan-tujuan lain,
hal ini menyebabkan inflasi harga.
Untuk menganalisa kesempatan investasi luar negeri, resiko tambahan lokasi ini bisa
diatasi dengan dua cara:
Memperlakukan semua resiko sama dengan suatu masalah dengan meningkatkan
discount rate dalam proyek luar negeri dalam suatu negara. Dimana resiko politik dan
ekonomi tinggi.
Menyesuaikan discount rate sesuai dengan resiko suatu lokasi.
2. Keputusan Finansial Pembiayaan
Keputusan pembiayaan ini dilakukan dengan menimbang opsi-opsi untuk membiayai
investasi luar negeri bisnis internasional harus memikirkan dua faktor:
Bagaimana investasi luar negeri akan dibiayai. Jika dibutuhkan pembiayaan dari
luar perusahaan harus memutuskan dimana akan meminjam dana tersebut di negara
tersebut.
Bagaimana struktur keuangan harus perhatikan.
a. Sumber dana
Jika perusahaan mencari dana dari luar, mereka dapat meminjam dana dari sumber
biaya dari negara yang tersedia. Tetapi terdapat halangan baru, pemeritah
membutuhkan atau paling tidak perusahaan multinasional asing untuk membiayai
proyek negara mereka dan menggunakan lokal debt financing.
b. Struktur keuangan
Struktur keuangan berbeda-beda pada setiap perusahaan dan berbeda-beda pula pada
gabungan dari ekuitas untuk membiayai suatu usaha. Tidak jelas kenapa struktur itu
berbeda-beda, tapi suatu kemungkinan yang pasti adalah karena perbedaan pajak.
3. Manajemen Keuangan Global
a. Efisiensi. Keputusan Manajemen keuangan berusaha untuk mengelola
sumber-sumber kas perusahaan global (modal kerjanya) dengan cara yang paling efisien.
Kegiatan ini meliputi meminimalkan cash balances dan mengurangi transaksi
biaya.
b. Pajak. Tiap-tiap Negara memiliki aturan pajak yang berbeda, dari itu sebelum
memasuki pasarr internasional perlu dipelajarai aturan dan undang-undang
perpajakan yang berlaku di negara tersebut.
4. Moving Money Across Borders
Untuk mengejar tujuan pemanfaatan sumber daya kas perusahaan yang paling efisien
dan meminimalkan kewajiban pajak global perusahaan, membutuhkan perusahaan
untuk dapat mentransfer dana dari satu lokasi ke lokasi lain di seluruh dunia. Bisnis
internasional menggunakan sejumlah teknik untuk mentransfer dana cair lintas batas.
Ini termasuk kiriman uang dividen, pembayaran royalti dan biaya, harga transfer, dan
fronting loans.
a. Dividend Remittances, Pembayaran dividen mungkin merupakan metode yang
paling umum yang mana perusahaan mentransfer dana dari anak perusahaan asing
masing-masing anak perusahaan tergantung pada faktor-faktor seperti peraturan pajak,
risiko nilai tukar, usia anak perusahaan, dan tingkat partisipasi ekuitas lokal.
b. Pembayaran dan Biaya Royalti. Royalti merupakan remunerasi yang dibayarkan kepada pemilik teknologi, atau nama dagang untuk penggunaan
teknologi atau hak untuk memproduksi dan / atau menjual produk yang
menggunakan nama dagang atau hak paten. Royalti dapat dikenakan sebagai
jumlah moneter tetap per unit produk anak perusahaan menjual atau sebagai
persentase pendapatan kotor anak perusahaan.
c. Harga Transfer. Transfer harga dapat digunakan untuk dana posisi dalam contoh bisnis internasional, dana dapat keluar dari negara tertentu dengan menetapkan
harga transfer yang tinggi untuk barang dan jasa yang disalurkan kepada anak
perusahaan di negara itu dan dengan menetapkan harga transfer rendah untuk
barang dan layanan yang bersumber dari kegiatan tambahan.
d. Fronting Loans, adalah pinjaman antara perusahaan induk dan pinjaman pada
sumber financial.
Kuliah ke : X
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Memahami bagaimana strategi untuk memasuki pasar asing
Judul : Strategi Memasuki Pasar Asing
Pokok Bahasan : 1. keputusan dalam menentukan pasar asing yang akan di masuki, kapan akan memasuki dan berapa besar skala pasar tersebut
3. pokok pokok dalam aliansi strategis Uraian:
Keputusan Yang Mendasari Sebuah Perusahaan Memasuki Pasar Asing
Terdapat tiga keputusan dasar yang harus di lakukan sebuah perusahaan sebelum measuki pasar asing: memilih pasar mana yang dimasuki, kapan waktu yang tepat untuk entry dan berapa besar skala kekuatan yang di gunakan.
1. Pasar mana yang akan dimasuki
Secara garis besar perusahaan harus mampu memilih Negara mana yang menghasilkan keuntungan potensial dalam jangka waktu yang lama. Sebagai catatan daya tarik sebuah Negara yang mampu menghadirkan keuntungan potensial adalah berdasarakan keseimbangannya dalam memberikan keuntungan dan meminimalkan resiko saat perusahaan melakukan bisnis di Negara tersebut.
2. Waktu Yang Tepat Untuk memasuki pasar
Setelah kita mampu mengidentifikasi daya tarik dari sebuah pasar, maka yang paling penting adalah menentukan waktu yang tepat untuk memasukinya. Dikatakan sebuah perusahaan terlalu dini memasuki pasar asing apabila masuk lebih dulu di bandingkan perusahaan asing lainnya, dan di katakannya terlambat apabila memasuki pasar setelah perusahaan lain. Keuntungan memasuki pasar lebih dulu akan mendapatkan keuntungan penuh sebagai kekuatan pertama, yaitu:
Salah satunya adalah kemampuan untuk memprkecil masuknya kekuatan pesaing dan membangun nama besar yang kuat atas perusahaan.
Kemampuan untuk membangun volume penjualan di Negara tersebut dan membuat pesaing sulit menembus penjualan tersebut.
Kemampuan untuk membentuk rentang harga yang dapat mengikat pelanggan, karena beberapa rentan harga tertentu mampu membuat pelaku bisnis yang masuk berikutnya tidak mampu menyaingi.
Kelemahan apabila perusahaan memasuki pasar sebelum perusahaan lain, yaitu:
biaya yang terbentuk akibat memasuki pasr yang masih kosong untuk meninjau hambatan di pasar yang dapat di hindari apabila memasuki pasar belakangan. Pioneering cost termasuk di dalamnya biaya untuk kegagalan perusahaan dalam mempraktekan strateginya, biaya promosi dan pengukuhan produk, bahkan biaya untuk mendidik konsumen atas produk kita. Biaya ini akan sangat besar bila produk tersebut benar-benar produk baru di pasaran.
3. Skala pasar yang akan di masuki dan keputusan strategis.
Memasuki pasar yang berskala besar akan memberikan sumber daya yang besar pula. Konsekuensi memasuki pasar yang bersakala besar sangat erat kaitannya dengan keputusan strategis yang berdampak pada jangka panjang dan sulit untuk di ubah. Memasuki pasar yang besar harus memiliki keputusan strategis yang besar pula. Nilai dari keputusan strategis yang diambil dari sebuah pasar yang besar harus memberikan keseimbangan resiko. Pasar dengan skala yang lebih kecil dapat membuat perusahaan belajar dalam pasar yang terbatas. Pasar dengan skala kecil dapat menjadi pasar pembelajaran sebelum benar-benar memasuki pasar asing secara menyeluruh. Pasar yang lebih kecil dapat memberikan informasi cara apa yang terbaik di gunakan dalam memasuki pasar asing sehingga dapat memperkecil resiko yang ada pada pasar asing dengan skala yang lebih besar.
BAGAIMANA MEMASUKI PASAR
Saat sebuah perusahaan memasuki pasar asing , mereka harus mampu memilih cara yang terbaik untuk memasukinya. Terdapat 6 cara, ekspor, turnkeyproject (industry local), licensing, franchising, mengadakan joint venture, atau mendirikan perusahaan secara penuh di Negara yang di tuju. Pilihan tersebut memilki kelebihan dan kekurangn.
1. EKSPORT Keuntungannya:
untuk menghindari biaya yang besar untuk menstabilkan perusahaan agar beroprasi baik di Negara tujuan.
Kelemahannya :
melakukan ekspor produk oleh sebuah perusahaan memungkinkan biaya lebih mahal dari pada mendirikan dan berproduksi di Negara tujuan.
melakukan eksport dengan jarak yang sangat jauh (membutuhkan biaya distribusi mahal) akan sangat tidak ekonomis, yang berpengaruh terhadap produk yang di produksi dengan jumlah sangat besar.
tariff eksport yang di tetapkan Negara asal merupakan penghalang dan sangat beresiko.
bagi pelaku eksport yang masih belum berpengalaman akan megharuskan menggunakan jasa agen dari Negara tersebut. Agen tersebut akan sangat beresiko dan kebanyakan dari mereka hanya mencari keuntungan semata di bandingkan kesetian.
2. TURNKEY PROJECT (PERUSAHAAN LOCAL)
Di dalam projet turnkey seluruh kegiatan detail dari sebuah proyek setuju untuk dikelola oleh seorang kontraktor local termasuk pelatihan pegawai. Di dalam kontrak yang di lakukan pihak klient yang berasal dari Negara luar hanya menentukan perencanaan dan produksinya di lakukan oleh pihak agen dari Negara tujuan. Dalam pembahasan lain berati melakukan eksport tekhnologi ke Negara lain.
Keuntungan :
Ilmu pengetahuan sangat di butuhkan untuk menangani sebuah proses tekhnologi yang kompleks. Proyek turnkey merupakan salah satu cara untuk menaggulanginya. Strategi ini sangat berguna dalam keadaan dimana sumberdaya di batasi oleh pemerintah local. Proyek turnkey ini memilki resiko yang kecil apabila Negara tujuan memilki ketidakstabilan politik dan memilki situasi ekonomi yang beresiko.
Kelemahan :
perusahaan yang memilih turnkey tidak akan memilki keuntungan jangka panjang di Negara tujuan karena akan di kalahkan oleh perusahaan yang mengeksport.
apabila perusahaan turnkey itu memilki keuntungan kompetitif di bidang tekhnologi tentunya akan menyebabkan perusahaan itu menjual tekhnologi tersebut kepada pesaingnya.
3. LISENSI
Perjanjian lisensi adalah membuat perjanjian antara pihak pemberi lisansi (lisensor) atas kekayaan intelektual kepada pihak yang membeli lisensi (lisencee) dalam jangka waktu tertentu dan lisensor menerima royalty atas hal tersebut. Kekayaan itelektual termasuk di dalamnya formula, penemuan, proses, desain, trademark, hak cipta, dll.
Keuntungan : Linsensor dapat masuk ke pasar luar negri dengan sedikit resiko dan biaya. Pihak lisecee dapt memulai usaha tanpa harus dari aawal, karena apa yang di lisensikan itu biasanya sudah terkenal.
Kelemahanya :
tidak dapat memberikan lisensor kendali penuh atas pasar dan strategy pemasaran di Negara asing.
memasuki pasar global mungkin membuat perusahaan terpaksa menggunakan keuntungan dari perusahaan yang sama di daerah lain.
memungkinkan lisecee yang berhasil menjadi pesaing bagi lisencor
Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan lah kontrak silang lisensi. Dengan adanya perjanjian ini memugkankan terjadinya pertukaran. Dimana pihak lisencee di haruskan memberiakn pengetahuan atas penemuannya kepada licensor, namun bisa juga pihak lisensor selalu melakukan inovasi baru sehingga pihak lisencee bergantung terhadap lisencor.
4. FRANCHISE
Keuntungan : Hampir sama dengan lisensi dimana perusahaan dapat mengembangkan usahanya dengan cepat dan dengan resiko yag kecil.
Kelemhan : Tidak dapat memberikan pihak franchiser kendali penuh atas pasar yang di pegang franchisee.
5. JOINT VENTURE (USAHA PATUNGAN)
Adalah salah satu cara yang paling disenangi untuk memasuki pasar luar negri. Disini terjadi kerja sama antara perusahaan, yang mengabungkan saham. Di antranya dengan saham 50/50 atau 51/49 dimana control operasi di pegang oleh kedua belah pihak.
Keuntungan :
perusahaan akan mendapatkan keuntunagn dari partner local tentang pengetahuan akan daerah tersebut, budaya, bahasa poltic system dan bisnis system.
berbagi keuntunagn dan resiko dengan partner. Ini sangat menguntungkan apabila daerah yang di tuju memilki resiko yang sangat besar.
mengurangi resiko politik di Negara tujuan
Kelamahan :
sangat beresiko membiarkan partner ikut menangani perusahaan dan memegang kendali
joint venture tidak memberikan kendali melebihi perjanjian atas perusahaan partner, ini sangat beresiko terhadap kelangsungan perusahaan apabila partner kita diserang oleh perusahaan lain.
berbagi kepemilikan saham akan bisa berujung kepada konflik pada saat pengambilan keputuasan dalam mencapai tujuan perusahaan .
6. MEMBUKA CABANG PERUSAHAAN SENDIRI.
Keunggulan : (1) engurangi resiko terjadinya kehilangan tekhnologi yang sangat berati kepada competitor. (2) memiliki kendali penuh terhadap perusahaan. (3) dapat mempelajari peningkatan ekonomi dan strategi ekonomi yang terbaik yang dapat di terapkan di Negara tujuan.
Kelemahan: (1) mengahadapi tantangan dan resiko secara penuh dan (2) memerlukan biaya yang beasar.
Kuliah ke : XI
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan : Agar dapat dipahami untuk pengambilan keputusan dalam memasuki pasar bisnis internasional dan memahami tentang strategi aliansi
Judul : Strategi Bisnis Internasional
Pokok Bahasan : 1. keputusan dalam menentukan pasar asing yang akan di masuki, kapan akan memasuki dan berapa besar skala pasar tersebut
2. memilih metoda yang akan digunakan dalam memasuki pasar global.
3. pokok pokok dalam aliansi strategis
Uraian
Pilihan Strategi Tingkat Korporat Internasional
Strategi tingkat korporat internasional diperlukan ketika tingkat kompleksitas produk meningkat di berbagai industri, di berbagai negara atau berbagai wilayah.
1. Strategi Global
melaksanakan koordinasi dan integrasi lintas bisnis.(Aaker,D.A., Joachimsthaler, E.,1999) Perusahaan yang menggunakan strategi global, berusaha untuk menawarkan produk dan jasa yang telah distandardisasi dengan baik pada lokasi pabrik, R&D, dan aktivitas pemasar hanya pada lokasi yang terbatas.(Dawar & Frost, 1999)
Sebuah strategi global menekankan pada skala ekonomi dengan produk dan jasa yang standar, dan sentralisasi operasi pada beberapa lokasi. Seperti halnya, keunggulan inovasi berusaha mentransfer salah satu/lebih unit bisnis ke lokasi lain dengan mudah. Walaupun mungkin dengan biaya rendah, perusahaan yang menggunakan strategi global, secara umum, mungkin harus menghilangkan peluang pertumbuhan pendapatan selama tidak menginvestasikan sumberdaya yang ekstensif dalam adaptasi penawaran produk dari satu pasar ke lainnya.
Suatu strategi global adalah paling sesuai ketika ada tekanan kuat untuk mengurangi biaya dan kurang bisa beradaptasi dengan pasar lokal. Identifikasi potensial skala ekonomi merupakan satu pertimbangan penting. Keunggulan untuk meningkatkan volume tidak hanya dari pertumbuhan produksi yang besar atau lancar tetapi juga dari logistik dan jaringan distribusi yang efisien. Di seluruh dunia volume adalah penting terutama dalam mendukung tingkat investasi yang tinggi dalam riset dan pengembangan. Seperti kami harapkan, banyak industri memerlukan tingkat tinggi R&D, seperti obat-obatan, semi-konduktor, dan pesawat terbang jet, mengikuti strategi global.
Konsumen perusahaan global seperti IBM, Zurich Financial Services, dan Citicorp mengharapkan tingkat yang sama (high-level) untuk pelayanan dan kualitas, dan kebijakan-kebijakan perijinan yang sama, dimanapun bisnis dilakukan di seluruh dunia.
2. Strategi Multidomestik
disegmentasikan oleh batas-batas negara. Dengan kata lain, kebutuhan dan keinginan konsumen, kondisi industri, struktur politik dan hukum serta norma-norma sosial antara berbagai negara adalah berbeda.
Berlawanan dengan strategi global dimana otoritas pengambilan-keputusan cenderung terpusat dalam kantor korporat, pengembangan keputusan dalam strategi multidomestic cenderung untuk yang lebih mendesentralisasi dengan cepat untuk mengubah permintaan produknya. Ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas pasar nya dengan harga berbeda didalam pasar yang berbeda.
Contoh, Honda bersepeda motor, produk dengan kemasan kecil (sachet)
3. Strategi Transnasional
Strategi multidomestik merupakan lawan yang tepat dari strategi global. Sumber daya tersebar pada beberapa negara, dan anak perusahaan dari perusahaan multinasional dapat lebih efektif merespon kebutuhan lokal. Perusahaan multinasional, yang mengikuti strategi transnasional, optimis mencapai efisien, adaptasi lokal dan proses pembelajaran. Dengan efisiensi bermakna meningkatkan persaingan global. Pentingnya merespon fleksibilitas operasi internasional. Inovasi juga menghasilkan proses pembelajaran organisasi juga memberi kontribusi pada perusahaan.
Contoh: Nestle , Asea Brown Boveri (ABB) homes basesnya di Swedia dan Swiss,
Keunggulan dan Kelemahan masing-masing strategi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel: Keunggulan dan Kelemahan dari Strategi Bisnis Internasional
Failure to exploitexperience curve effects
Multidomestik Customize product offerings and marketings in
accordance with local responsiveness
Inability to realize location economies
Failure to exploitexperience curve effects
Strategi Keunggulan Kelemahan
Transnasional Exploit experience curve effects
Exploit location economies
Customize product offerings and marketings in accordance with local responsiveness
Reap benefits of global learning
Kuliah ke : XII
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan : Hill
Tujuan :
Judul : Organisasi Bisnis Internasional dan HRM Pokok Bahasan : 1. Arsitektur Organisasi
2. Budaya Organisasi 3. Strategi dan Arsitektur
4. Perubahan Organisasi
Uraian:
I. Arsitektur Organisasi
Arsitektur organisasi dalam bisnis internasional digunakan untuk mengatur secara langsung operasi global mereka. Dimana arsitektur organisasi berarti totalitas atau kesatuan unsur-unsur organisasi , mencakup struktur formal, sistim kontrol dan insentif,
Sistem Kontrol &
Insentif
Budaya Organisasi
Struktur
budaya organisasi, proses dan SDM-nya. Arsitektur organisasi dalam bisnis internasional digunakan untuk mengatur secara langsung operasi global mereka. Dimana arsitektur organisasi berarti totalitas atau kesatuan unsur-unsur organisasi , mencakup struktur formal, sistim kontrol dan insentif, budaya organisasi, proses dan SDM-nya.
1. Struktur organisasi.
Melalui struktur organisasi, kita dapat mendefinisikan 3 hal :
Pembagian formal organisasi ke dalam sub-unit seperti divisi produk, cara kerja tingkat nasional, dan fungsi-fungsinya.
Letak tanggung jawab dalam struktur ( terpusat atau terdesentralisasi ).
Pembentukan mekanisme untuk mengkoordinasi kegiatan masing-masing subunit termasuk antar kelompok fungsi ( misal : produksi-marketing-penelitian dan pengembangan ) dan antar komite regional.
Struktur Perusahaan Domestik
Kebanyakan perusahaan dimulai bukan dari struktur formal
Ketika] mereka tumbuh, organisasi dipecah menjadi fungsi yang mencerminkan aktivitas yang menciptakan nilai perusahaan.
Fungsi secara khas dikoordinir dan dikendalikan oleh manajemen puncak dan pengambilan keputusan cenderung terpusat.
Menghasilkan suatu struktur fungsional.
Jika perusahaan menganeka-ragamkan lini produk nya, lebih lanjut dibutuhkan diferensiasi horizontal.
Struktur yang fungsional mungkin menjadi terlalu kaku dan menciptakan permasalahan koordinasi dan kendali.
Struktur perusahaan domestik
unit pembelian perencanaan unit cabang unit keuangan penjualan
Struktur Perusahaan Internasional
Ketika perusahaan diperluas secara internasional, mereka sering menggolongkan semua aktivitas internasional mereka ke dalam suatu divisi internasional
Pada waktunya, itu bisa membuktikan kemampuan untuk membuat produk di setiap Negara, dengan hasil perusahaan:
Struktur fungsional nya meniru struktur fungsional pada setiap negara di mana mereka berdagang.
Struktur divisi nya meniru struktur divisi pada setiap negara di mana mereka berdagang.
Struktur yang rangkap ini berisi potensi konflik yang tidak bisa dipisahkan dan permasalahan koordinasi antara operasi asing dan domestic.
Top Manajemen
Contoh Struktur Devisi Internasional:
Unit-unit Fungsional
Unit-unit Fungsional
2. Sistem kontrol dan insentif.
Sistem kontrol: adalah satuan pengukuran atau standar untuk mengukur kinerja subunits dan untuk menilai seberapa baik manajer menjalankan tiap-tiap unit tersebut. misal : dengan mengukur tingkat laba perusahaan.
Insentif: adalah cara untuk memberikan penghargaan terhadap karyawan. Misal : bonus untuk manager yang memimpin divisi yang melebihi target perusahaan.
Perusahaan multinasional menggunakan empat jenis sistem kontrol:
kendali pribadi: Kendali oleh kontak pribadi (atasan dengan para bawahan), Kebanyakan digunakan Perusahaan kecil
kendali birokratis: Aturan dan prosedur yang secara langsung berhubungan dengan tindakan subunit (anggaran dan aturan pembelanjaan modal)
kendali keluaran: Dilihat dari laba, produktivitas, perkembangan market share dan kwalitas.
3. Proses
Bagaimana keputusan dibuat dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, misal : proses memformulasi strategi untuk memutuskan alokasi sumber daya/evaluasi kinerja/bagaimana memberi feedback.
4. Budaya Organisasi
Norma atau system nilai yang berlaku dalam organisasi baik bagi ‘manusia’nya maupun strateginya, muncul dari: pendiri dan para pemimpin penting, kultur sosial nasional, sejarah perusahaan, keputusan yang mengakibatkan capaian tinggi
Perusahaan biasanya memelihara budaya mereka melalui : perekrutan dan praktek promosional, strategi penghargaan, proses sosialisasi, strategi komunikasi
5. Sumber Daya Manusia
Bukan hanya para karyawan perusahaan, namun termasuk strategi merekrut, kompensasi, dan mempertahankan karyawan dgn pertimbangan sesuai dengan keahlian, nilai/value yang dimiliki serta orientasi kerjanya.
II. Budaya Organisasi
1. Bagaimana menciptakan dan memelihara budaya organisasi 2. Performance dan Budaya Organisasi dalam Bisnis Internasional
III. Strategi dan Arsitektur