Implikasi bisnis internasional
7. PENGEMBANGAN PRODUK BARU Lokasi Riset dan Pengembangan
Ide mengenai produk baru dirangsang oleh interaksi antara penelitian ilmiah, kondisi permintaan, dan kondisi persaingan. Sama dengan yang lain, tingkat pengembangan produk baru seperti di negara-negara besar yaitu :
Banyak uang dibelanjakan pada penelitian dasar, penerapan dan pengembangan.
Didasarkan pada permintaan yang kuat. Konsumen yang sejahtera.
Kompetisi yang keras.
Penelitian dasar, penerapan dan pengembangan telah menemukan teknologi baru dan kemudian mengkomersialisasikannya. Permintaan yang kuat dan tingkat kesejahteraan konsumen membuat sebuah pasar yang potensial bagi produk baru. Kompetisi yang keras antara rangsangan inovasi pada sebuah perusahaan mencoba untuk mengalahkan pesaing dan mendapatkan keunggulan besar mengenai hasil dari keberhasilan inovasi.
R&D, Pemasaran, dan Produksi Terpadu
Integrasi silang lintas fungsional antara riset dan pengembangan, produksi, dan pemasaran membantu sebuah perusahaan untuk memastikan mengenai :
1. Proyek pengembangan produk dikendalikan oleh kebutuhan konsumen. 2. Produk baru didesain untuk membuat kesenangan.
3. Biaya pengembangan dibawah pengawasan. 4. Waktu untuk pasar diminimalisasi.
Kuliah ke : XIV
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Tujuan : Tugas Mahasiswa (Kasus)
Judul : IMF (International Monetery Fund) Pokok Bahasan : 1. Sejarah IMF
2. Tujuan IMF 3. Peranan IMF
4. Perkembangan IMF Uraian:
Sejarah (International Monetery Fund)
Lahir di bulan Juli tahun 1944 pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diselenggarakan di Bretton Woods, New Hampshire, A.S. Jumlah negara yang berkumpul saat itu adalah 44 negara. Latar belakang lahirnya IMF yaitu untuk mendorong kooperasi keuangan internasional dengan memfasilitasi pengembangan perdangangan internasional.
IMF adalah lembaga sentral dari sistem moneter internasional yaitu sistem pembayaran dan nilai tukar internasional diantara mata-mata uang nasional yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan bisnis di antara negara-negara di dunia.
Tujuan IMF (International Monetery Fund)
• Untuk mempromosikan kerjasama moneter internasional melalui lembaga permanen yang menyediakan mekanisme untuk konsultasi.
• Untuk memudahkan perluasan dan pertumbuhan yang seimbang dari perdagangan internasional.
• Untuk memperpendek waktu dan mengurangi tingkat ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran internasional para anggota.
Peranan IMF (International Monetery Fund)
a. IMF memberikan pinjaman kepada negara anggota yang menghadapi masalah neraca pembayaran, tidak hanya untuk menyediakan pembiayaan sementara tetapi juga untuk mendukung proses penyesuaian dan kebijakan reformasi yang bertujuan untuk mengoreksi permasalahan medasar perekonomian.
Misalnya: Selama krisis keuangan Asia tahun 1997–98, IMF bertindak cepat untuk menolong Korea dengan memperkuat cadangan devisanya. IMF menyediakan $21 miliar untuk membantu Korea mereformasi perekonomianya, merestrukturisasi sektor- sektor korporat dan keuangannya, dan memulihkan perekonomiannya dari resesi. Dalam waktu empat tahun, Korea telah cukup pulih kembali untuk melunasi pinjaman tersebut dan sekaligus juga membangun kembali cadangan devisanya.
Di bulan Oktober 2000, IMF menyetujui pinjaman tambahan sebesar $52 juta kepada Kenya untuk membantu Kenya mengatasi permasalahan akibat kekeringan yang hebat. Pinjaman tersebut merupakan bagian dari program pinjaman tiga tahun sebesar $193 juta di bawah fasilitas pinjaman untuk Pertumbuhan dan Pengurangan Kemiskinan (PRGF) IMF, program peminjaman konsesional bagi negaranegara berpendapatan rendah.
b. IMF menyediakan bantuan teknis dan pelatihan di bidang yang menjadi keahliannya kepada pemerintah dan bank sentral dari negara anggotanya.
Misalnya: Sesudah jatuhnya Uni Soviet, IMF bertindak untuk menolong negara- negara Baltik, Rusia, dan negaranegara bekas Soviet lainnya untuk membentuk sistem perbendaharaan (treasury) pada bank sentral mereka dalam rangka transisi dari sistem perekonomian yang berdasarkan perencanaan terpusat ke sistem ekonomi berdasarkan pasar.
Sebagai satu-satunya badan internasional dengan aktivitas yang dimandatkan meliputi pelaksanaan dialog aktif dengan hampir semua negara tentang kebijakan ekonomi, IMF merupakan forum utama untuk mendiskusikan tidak hanya kebijakan ekonomi nasional dalam konteks global, tetapi juga isu-isu yang penting bagi terjaganya stabilitas sistem keuangan dan moneter internasional.
Ini termasuk bagaimana negara memilih sistem nilai tukarnya, penghindaran destabilisasi arus modal internasional, dan perumusan standar dan kode secara internasional terhadap kebijakan dan kelembagaan. Dengan bekerja untuk memperkuat sistem keuangan internasional dan mempercepat kemajuan terhadap pengurangan kemiskinan, juga mempromosikan kebijakan ekonomi yang baik di antara semua negara anggotanya, IMF membantu agar globalisasi dapat memberikan manfaat bagi semua orang.
Mrtindak
Perkembangan IMF (International Monetery Fund)
Sepak terjang lembaga tersebut selama beberapa dekade terakhir telah menjadi buah bibir berbagai kalangan di seluruh penjuru dunia. IMF adalah lembaga kreditor internasional yang mengklaim dirinya mampu menolong negara-negara dari kesulitan keuangan. Layaknya seorang dokter, IMF melakukan diagnosa penyakit, menuliskan resep-resep penyembuhan, sekaligus juga menentukan biaya yang dibebankan ke si pasien.
Ironisnya, setelah puluhan tahun memberi pertolongan keuangan kepada negara anggotanya, IMF kini justru balik menderita kesulitan keuangan sendiri. Akhir tahun lalu, negara-negara pemegang kendali IMF bahkan telah memaksa Direktur Pelaksana IMF yang baru, Dominique Strauss-Kahn untuk melakukan pemotongan anggaran secara besar-besaran.
IMF adalah lembaga pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia. Lembaga internasional ini beranggotakan 182 negara. Kantor pusatnya terletak di Washington. Misi lembaga ini adalah mengupayakan stabilitas keuangan dan ekonomi melalui pemberian pinjaman sebagai bantuan keuangan temporer, guna meringankan penyesuaian neraca pembayaran. Sebuah negara akan meminta dana kepada IMF ketika sedang dilanda kiris ekonomi. Pinjaman tersebut terkait erat dengan berbagai persyaratan, yang disebut kondisionalitas.
IMF dijuluki ‘organisasi internasional paling berkuasa di abad 20, yang sangat besar pengaruhnya bagi kesejahteraan sebagian besar penduduk bumi’. Ada pula yang mengolok-olok IMF sebagai singkatan dari ‘Institute of Misery and Famine’ (lembaga kesengsaraan dan kelaparan). Lembaga ini dibentuk sebagai hasil kesepakatan Bretton Woods setelah Perang Dunia II. Menurut pencetusnya, Keynes dan Dexter White, tujuannya adalah ‘menciptakan lembaga demokratis yang menggantikan kekuasaan para bankir dan pemilik modal internasional’ yang bertanggung jawab terhadap resesi ekonomi pada dekade 1930-an. Akan tetapi peran itu sekarang berbalik 180 derajat, setelah IMF dan Bank Dunia menerapkan model ekonomi neo-liberal yang menguntungkan para pemberi pinjaman, bankir swasta dan investor internasional. Lembaga keuangan tersebut dikecam sebagai tak lebih dari perpanjangan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Laporan-laporan terbaru dari Kongres AS dan Parlemen Inggris juga memberikan kecaman pedas terhadap tindakan-tindakan IMF. Kepala ahli Ekonomi Bank Dunia, Joseph Stiglitz, sangat mengecam IMF atas perannya dalam krisis Asia. Di Indonesia, IMF dituding sebagai biang keladi kepanikan yang berbuntut pada krisis keuangan, setelah ia memaksa penutupan 16 bank dan membuat kesepakatan restrukturisasi besar- besaran yang mengakibatkan investor panik.
Menurut laporan staf IMF sendiri: “Sering didapati bahwa program-program (IMF) diikuti oleh meningkatnya inflasi dan anjloknya tingkat pertumbuhan” (Khan 1990). Institut Pembangunan Luar Negeri (ODI) Inggris menyimpulkan bahwa program- program IMF mengandung ‘pengaruh terbatas kepada pertumbuhan ekonomi,’ ‘mengurangi pendapatan riil’, ‘gagal memicu arus modal masuk,’ ‘tidak begitu berdampak terhadap angka inflasi’, ‘memangkas tingkat investasi’, ‘berbiaya sosial besar,’ ‘menciptakan destabilisasi politik.’
Ada beberapa macam pinjaman yang diberikan oleh IMF, yaitu;
2. EFF - extended fund facility: pinjaman jangka menengah 3 tahun dengan peninjauan sasaran setiap tahun.
3. SAF - structural adjustment facility: pinjaman jangka menengah dengan konsesi tertentu selama tiga tahun bagi negara-negara berpendapatan rendah.
4. ESAF - enhanced structural adjustment fund: mirip SAF, tapi berbeda cakupan dan rentang persyaratannya.
Amerika Serikat mengontrol pembuatan keputusan di IMF melalui hak votingnya, sesuai dengan besarnya hak suara yang dimiliki yakni 17.81%. Angka tersebut cukup memberinya hak untuk memveto kebijakan IMF. Selain AS, tidak ada negara yang mempunyai lebih dari 6% hak suara dan mayoritas negara anggota mempunyai kurang dari 1%. Pinjaman IMF dianggap sebagai sesuatu yang ‘keramat’; yang tidak bisa dilalaikan oleh suatu negara.
Persyaratan - obat IMF
Nota Kesepakatan atau Letter of Intent (LoI) adalah dokumen yang menetapkan apa yang harus dilakukan oleh sebuah negara agar bisa memperoleh pinjaman IMF. LoI didahului dengan negosiasi antara kementerian keuangan negara yang bersangkutan dan IMF. Dokumen tersebut biasanya ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan kepala bank sentral. LoI memuat kebijakan-kebijakan berskala besar yang harus diimplementasikan oleh pemerintah. Unsur-unsurnya sering mencakup, antara lain: sasaran anggaran berimbang, sasaran-sasaran pengadaan uang dan inflasi, kebijakan nilai tukar uang, keseimbangan perdagangan dan kebijakan perdagangan, reformasi hukum perburuhan, reformasi struktur PNS, privatisasi, dan perubahan perundang-undangan. Kadang-kadang Memorandum tambahan disertakan pada LoI.
IMF menambahkan syarat-syarat pada pinjamannya. Dalam jangka pendek, umumnya IMF menekankan kebijakan-kebijakan berikut:
1. devaluasi nilai tukar uang, unifikasi dan peniadaan kontrol uang; 2. liberalisasi harga: peniadaan subsidi dan kontrol;
Dalam jangka panjang, umumnya IMF menekankan kebijakan-kebijakan berikut: 1. liberalisasi perdagangan: mengurangi dan meniadakan kuota impor dan tarif; 2. deregulasi sektor perbankan sebagai ‘program penyesuaian sektor keuangan’; 3. privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara;
4. privatisasi lahan pertanian, mendorong agribisnis;
5. reformasi pajak: memperkenalkan/meningkatkan pajak tak langsung; 6. ‘mengelola kemiskinan’ melalui penciptaan sasaran dana-dana sosial 7. ‘pemerintahan yang baik’
Kuliah ke : XVI
Mata Kuliah : Bisnis internasional
Dosen : Toti Srimulyati
Sumber Bacaan :
Tujuan : Tugas Mahasiswa (Kasus)
Judul : Strategi Memasuki Pasar dan Strategi Bisnis: Nestle yang Mendunia
Pokok Bahasan : Uraian: