• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KONDISI POLITIK DI KABUPATEN SIMALUNGUN

II.1 Deskripsi Kabupaten Simalungun

Simalungun dalam bahasa asli Simalungun memiliki kata dasar “Lungun”

yang berarti sunyi, sepi.22 Nama itu diberikan oleh orang luar karena

penduduknya sangat jarang dan letaknya yang berjauhan antara yang satu dengan

yang lain. Orang Batak Toba menyebutnya dengan istilah “Sibalungu” yang

berasal dari legenda hantu yang menyebarkan wabah penyakit didaerah itu.

Sedangkan orang Batak Karo menyebutnya dengan panggilan “Batak Timur”

karena terletak disebelah Timur daerah mereka.23

Simalungun adalah salah satu suku asli yang terdapat di Provinsi Sumatera

Utara. Terdapat beberapa asal-usul mengenai nenek moyang suku Simalungun,

tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari luar

Indonesia. Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang, yakni; (1) Gelombang

Pertama (Proto Simalungun), diperkirakan berasal dari Nagore (India) dan

pegunungan Assam (India) menyusuri daerah Myanmar, ke Siam dan Malaka

untuk selanjutnya menyebrang ke Sumatera Timur dan; (2) Gelombang Kedua

(Deutero Simalungun), datang dari suku-suku disekitar Simalungun yang

bertetangga dengan suku asli Simalungun.24

22

.Pemerintah kabupaten Simalungun, SINALSAL (Panduan Berbahasa Simalungun) tahun 2006, hal 4 .

23

. Ibid, hal 5.

24

(2)

Pada kerajaan Nagur diatas terdapat beberapa panglima (Raja Goraha)

yang masing-masing bermarga, Saragih, Purba, dan Sinaga. Kemudian mereka

dijadikan menantu oleh Raja Nagur yang kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan,

yakni: (1) Silou (Purba Tambak); (2)Tanaoh Djawa (Sinaga); (3) Raya (Saragih)25

Selama abad ke 13 sampai abad ke 15, kerajaan-kerajaan kecil ini diserang

oleh kerajaan-kerajaan mulai dari kerajaan Singosari, Majapahit, kerajaan dari

India dan Aceh, Kerajaan Melayu hingga Belanda. Selama periode ini, tersebutlah

cerita “Hattu ni sapar” yang menceritakan tentang kengerian pada saat itu, tentang

kekacaun, dan mewabahnya penyakit Kolera hinggan kemudian mereka

menyebrangi “Laut Tawar” (sebutan untuk Danau Toba) untuk mengungsi

kepulau yang dianamakan Samosir yang merupakan kependekan dari Sahali Misir

(sekali pergi). Saat pengungsi ini kembali ke kampung asalnya (Huta Hasusuran)

mereka menemukan sebuah daerah/Nagur yang sepi. Sehingga disebutlah daerah

Kerajaan Nagur ini dengan nama Sima-Sima ni Lungun (daerah yang sepi) yang

kemudian menjadi Simalungun.26

Kabupaten Simalungun terletak antar 98,320 – 99,350 BT dan 2,360 –

3,180 LU dengan ketinggian antara 20 – 1400 M diatas permukaan laut yang

berbatasan dengan; (1) Sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Serdang

Bedagai; (2) Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Asahan; (3) Sebelah

25

Ibid, hal 7. 26

(3)

Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Samosir; (4) Sebelah Barat, berbatasan

dengan Kabupaten Karo.27

Luas wilayah Kabupaten Simalungun adalah 438.660 Ha ( 4,486,60 KM2 )

merupakan 6,12 % dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara sekaligus menjadi

kabupaten terluas yang sebelumnya adalah Kabupaten Deli Serdang.28

 Suhu di Kabupaten Simalungun bertemperatur sedang. Dan suhu tertinggi

terjadi dibulan Maret – Mei dengan suhu 280C.

Untuk

iklimnya sendiri yaitu:

 Kelembapan udara rata-rata 84%, dengan kelembapan udara tertinggi

terjadi di bulan Oktober dengan tingkat kelembapan udara 87% dengan

penguapan rata-rata 0,05 MM/hari.

Dalam Satu tahun terdapat rata-rata 14 hari hujan, dengan curah hujan

tertinggi terjadi di bulan November. Jumlah penduduk di Kabupaten Simalungun

saat ini dari sensus terakhir tahun 2011 adalah 823.109 jiwa.29

27

. www.simalungun.kab.go.id diakses tanggal 28 oktober 2011 pukul 19.27 wib

28

. Hasil wawancara dengan Bapak M.Sianaga (Kabag Persidangan DPRD Simalungun) 18 Januari 2012

29

.BPS kabupaten Simalungun tanggal 22 Januari 2012.

Potensi ekonomi

didaerah ini terutama berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Tahun 2003

Simalungun adalah kabupaten penghasil beras kedua terbesar di Sumatera utara,

dan untuk sektor perkebunan banyak di dominasi oleh perkebunan kelapa sawit

dan perkebunan karet. Banyaknya perkebunan sawit mulai dari BUMN, swasta

(contohnya PT.LONSUM, dan Good Year), bahkan dari punya pribadi terdapat di

(4)

industri perkebunan yang bernama Kawasan Industri Sei Mangkei layaknya KIM

dikota Medan.

Selain sektor pertanian, sektor pariwisata juga memberikan sumbangan

penting pendapatan daerah ini. Yang paling terkenal tentu saja Parapat dengan

keindahan Danau Tobanya. Objek wisata yang satu ini menjadi primadona yang

sudah terkenal sampai dunia internasional. Selain Parapat, ada juga Sidamanik

dengan perkebunan tehnya, Keramat Kubah (tempat berziarah etnis Tionghoa

yang dihuni banyak monyet), Museum Simalungun, dan Tugu Letda. Sudjono

yang merupakan bukti masuknya PKI ke Sumatera Utara yang terletak di Bandar

Betsi.

Dengan potensi yang sedemikian rupa dan juga jumlah penduduk yang

banyak seharusnya bisa menjadikan daerah ini menjadi salah satu kabupaten

terbaik. Namun untuk memiliki SDM yang berkualitas, maka dibutuhkan juga

faktor pendukung. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Dikabupaten ini

terdapat satu universitas yaitu, Universitas Simalungun dan satu SMA Plus yang

terkenal yakni SMA Plus Raya. Seharusnya dengan sejumlah potensi dan

keunggulan yang terdapat didaerah ini, bisa membuat Simalungun menjadi maju.

Namun rentetan masalah dikabupaten ini membuat pembangunan hanya jalan

ditempat. Pembangunan bandara di Raya juga tidak membawa dampak signifikan

(5)

II.2 Sistem Pemerintahan

Dasar hukum pembentukan kabupaten Simalungun ialah UU Drt. No 7

tahun 195630 dengan ibukota awalnya ialah di Pematang Siantar. Kemudian

ibukota kabupaten ini resmi berpindah ke Pamatang Raya pada tanggal 28 Juni

2008 setelah tertunda beberapa saat.31

Kabupaten Simalungun saat ini terdiri dari 31 kecamatan, yakni (1)

Kecamatan Siantar; (2) Kecamatan Dolok Pardamean; (3) Kecamatan Panei;

(4)Kecamatan Tanah Jawa; (5) Kecamatan Hutabayu Raja; (6) Kecamatan Jorlang

Hataran; (7) Kecamatan Dolok Panribuan); (8) Kecamatan Girsang Sipangan

Bolon; (9) Kecamatan Purba; (10) Kecamatan Raya; (11) Kecamatan Silimakuta;

(12) Kecamatan Dolok Silau; (13) Kecamatan Raya Kahean; (14) Kecamatan

Silau Kahean; (15) Kecamatan Bandar; (16) Kecamatan Pematang Bandar; (17)

Kecamatan Bosar Maligas; (18) Kecamatan Ujung Padang; (19) Kecamatan

Dolok Batunanggar; (20) Kecamatan Tapian Dolok; (21) Kecamatan Sidamanik;

(22) Kecamatan Gunung Malela; (23) Kecamatan Gunung Maligas; (24)

Kecamatan Bandar Masilam; (25) Kecamatan Bandar Huluan; (26) Kecamatan

Jawa Maraja; (27) Kecamatan Hatonduhon; (28) Kecamatan Pematang

Sidamanik; (29) Kecamatan Panombeian Pane; (30) Kecamatan Haranggaol

Horisan; (31) Kecamatan Pematng Silimakuta

Saat ini kabupaten Simalungun dipimpin

oleh Jopinus Ramli Saragih (J.R Saragih) sebagai Bupati dan Hj. Nuriaty

Damanik sebagai Wakil Bupati Simalungun untuk periode 2010-2015

menggantikan Zulkarnaen Damanik – Pardamean Siregar diperiode sebelumnya.

30

. www.simalungunkab.go.id diakses tanggal 26 oktober 2011 pukul 21.08 wib.

31

(6)

Selain 31 kecamatan tersebut, terdapat juga 23 Kelurahan dan 338

Desa/Nagori didaerah ini.32 Di Kabupaten ini Desa disebut dengan Nagori, yang

dipimpin oleh seorang Pangulu Nagori. Untuk struktur pemerintahan kabupaten

Simalungun adalah sebagai berikut:

Gambar I

Bagan Struktur Pemerintahan

Sumber: Kantor Kelurahan Perdagangan Kecamatan Bandar

Dari gambar 1 dapat kita dapat lihat bagaimana hubungan antar

lembaga/dinas di kabupaten Simalungun. Garis vertikal menggambarkan

hubungan antara atasan dan bawahan, sedangkan garis horizontal menggambarkan

posisi yang sejajar. Bisa dilihat antara Bupati/Wakil Bupati memiliki hubungan yg

sejajar dengan DPRD yang artinya antara 2 lembaga ini tidak ada yang boleh

mendominasi dan mengintervensi satu sama lain. Kedua lembaga ini seharusnya

32

(7)

saling bekerjasama sesuai dengan fungsinya. Bupati sebagai Eksekutif dan DPRD

sebagai Legislatif.

Dibawah Bupati Simalungun ada Sekretaris daerah yang memiliki

pertanggung jawaban tugas langsung ke Bupati Simalungun, dan memiliki

hubungan yang sejajar dengan Sekretariat DPRD. Dan dibawah Sekda ada

dinas yang juga memiliki pertanggung jawaban langsung kepada Bupati.

Dinas-dinas ini memiliki posisi yang sama. Dimana sesama Dinas-dinas tidak dibenarkan untuk

mengambil tugas dari dinas lain, kecuali atas perintah atasa, dalam hal ini adalah

Bupati Simalungun. Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas (Kadis).

Kemudian dibawah Dinas ada Bagian, dimana tugas dari bagaian ini

adalah bagian dari spesifikasi tugas dinas. Hal ini agar tidak terjadi tumpang

tindih tugas. Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Bagian (Kabag). Dan dibawah

nya berturut-turut adalah kantoryang dipimpin oleh seorang Kepala kantor

(Kakan) dan dibawahnya ada Kecamatan dan Kelurahan.

Kabupaten Simalungun memiliki Lambang Daerah sebagai identitas

daerah ini. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Simalungun No.5 Tahun

(8)

Gambar 2

Lambang Kabupaten Simalungun

Sumber: simalungunkab.go.id

Arti lambang Kabupaten Simalungun Lambang berbentuk perisai terbagi

lima petak dengan dasar lambang hijau lahan. Bagian dari atas lambang

digambarkan hiou Suri-suri dengan warna hitam yang bersuat ( bersifat ) putih

pada hiou Suri-suri bagian atas tertulis nama Daerah Simalungun dengan tulisan

warna putih. Petak kiri atas dan bawah kanan dengan warna merah darah Petak

kiri bawah dan kanan atas dengan warna putih Petak di tengah-tengah dengan

warna kuning emas Gambar pada petak kiri bawah setangkai padi dengan 17 butir,

warna kuning emas. Gambar pada petak kiri atas daun the dengan jumlah 8 helai

dengan warna hijau.Gambar pada letak kanan atas Bukit Barisan berpuncak dan

dua buah puncak di tengah lebih tinggi dari yang disampingnya dengan warna

biru dan sebelah bawah gelombang danau empat baris warna biru muda

Gambar petak kanan bawah, bunga kapas 5 kuntum dengan warna putih

dan kelopak bunga warna hijau. Gambar pada petak tengah rumah balai adat

dengan susunan galang 10,7 anak tangga, jerjak 8 sebelah, tiang 4, sudut atap lima

(9)

galang warna putih. Garis batas-batas petak dengan warna hitam dan sebelah luar

perisai tepi hiou Suri-suri ditambah dengan garis putih. Pita sebelah bawah perisai

dengan warna putih tepinya warna hitam tempat menuliskan semboyan lambang.

Semboyan lambang HABONARON DO BONA dalam bahasa Daerah

Simalungun yang artinya kebenaran itu adalah pokok.

Untuk makna Lambang sendiri ialah lambang berbentuk perisai adalah

menggambarkan kekuatan dan pertahanan membela kepentingan daerah dan

negara. Bilangan-bilangan pada bagian-bagian lambang adalah simbolik yang

menggambarkan kesetiaan kepada Negara RI. Padi dan Kapas kebutuhan pokok

untuk mencapai kemakmuran dan keadilan

Daun teh adalah penghasilan yang utama dari Daerah Simalungun.

Gunung dan danau adalah menggambarkan keindahan alamnya. Gelombang

danau menggambarkan dinamika masyarakat. Rumah Balai adalah spesifik daerah

yang menggambarkan adat kebudayaan dan kesenian daerah.33

Menurut Pasal 334 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 ,DPRD

mempunyai tugas dan wewenang; (1) Membentuk peraturan daerah

Kabupaten/Kota bersama bupati/walikota; (2) Membahas dan memberikan

persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan

belanja daerah kabupaten/kota yang diajukan oleh Bupati/walikota; (3)

Melaksanakan pengawasan terhadap peraturan daerah dan anggaran pendapatan II.3 Lembaga DPRD

33

(10)

dan belanja daerah kabupaten/kota; (4) Mengusulkan pengangkatan dan

pemberhentian bupati/walikota dan atau wakil bupati/wakil walikota kepada

Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan dan

pengangkatan ; (5) Memilih wakil bupati/wakil walikota dalam hal terjadi

kekosongan jabatan wakil bupati/wakil walikota; (6) Memberikan pendapat dan

pertimbangan kepada pemerintah daerah provinsi terhadap rencana perjanjian

international di daerah; (7) Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama

international yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota; (8) Meminta

laporan keterangan pertanggungjawaban bupati/walikota dalam penyelenggaraan

pemerintah daerah kabupaten/kota; (9) Memberikan persetujuan terhadap rencana

kerjasama dengan daerah lain atau pihak ketiga yang membebani masyarakat dan

daerah; (10) Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan; dan (11) Melaksanakan tugas dan

wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

DPRD Simalungun resmi berpindah kantor bersamaan dengan

berpindahnya ibu kota pemerintahan Kabupaten Simalungun dari semula berada

dijalan Asahan P.Siantar, menjadi ke P.Raya yang sekaligus menjadi ibu kota

pemerintahan yang baru dari Kabupaten Simalungun. DPRD Simalungun dibagi

kedalam 4 (empat) komisi, yaitu; (1) Komisi I bidang Pemerintahan; (2) Komisi II

bidang Perekonomian; (3) Komisi III bidang Keuangan; (4) Komisi IV bidang

Pembangunan.34 Anggota DPRD Simalungun saat ini sebanyak 45 orang35

34

. www.simalungunkab.go.id diakses tanggal 26 oktober 2011 pukul 21.43 wib

(11)

berasal dari 5 daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten simalungun. Berikut adalah

nama-nama anggota DPRD Simalungun periode 2009-2014 berdasarkan daerah

pemilihannya.

Tabel I

Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 1 Kabupaten Simalungun

No NAMA DAPIL PARTAI

1 Burhanuddin Sinaga Simalungun 1 PAN

2 Herlina Gusti Nasution Simalungun 1 PKS

3 Julius Silalahi Simalungun 1 PD

4 Mondanuddin Purba Simalungun 1 PKB

5 Nuriaty Damanik Simalungun 1 Golkar

6 Ojak Naibaho Simalungun 1 PDIP

7 Rajisten Sitorus Simalungun 1 PKPI

8 Suhadi Simalungun 1 PPP

9 Sulaiman Sinaga Simalungun 1 PD

10 Suriawan Simalungun 1 PNBK

11 Umar Yani Simalungun 1 Golkar

Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun

Daerah Pemilihan 1 Kabupaten Simalungun terdiri dari Kecamatan

Dolok Batu Nanggar, Gunung Malela, Gunung Maligas, Pematang Bandar,

Siantar, dan Tapian Dolok. Didaerah Pemilihan Simalungun 1 ini, Partai Golkar

35

. Hasil wawancara dengan bapak M.Sinaga Kabag Persidangan DPRD Simalungun tanggal 18 januari

(12)

dan PD mendominasi dengan masing-masing 2 kursi, sedangkan 7 kursi lainnya

dibagi rata untuk 7 partai yang lainnya.

Tabel 2

Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 2 Kabupaten Simalungun

No NAMA DAPIL PARTAI

1 Abu Sofyan Siregar Simalungun 2 PDIP

2 Binton Tindaon Simalungun 2 Golkar

3 Bonar Jetsel Ambarita Simalungun 2 PD

4 Budi Hendrarto Lukman Simalungun 2 PD

5 Evra Sassky Damanik Simalungun 2 PAN

6 Khairul Anwar Simalungun 2 PPP

7 Mariono Simalungun 2 PKS

8 Sri Handriati Simalungun 2 Golkar

9 Suyono Simalungun 2 Golkar

10 Tumpak Siregar Simalungun 2 PPRN

Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun

Untuk daerah pemilihan 2 terdiri dari Kecamatan Bandar, Bandar Huluan,

Bandar Masilam, Bosar Maligas dan Ujung Padang. Untuk daerah Pemilihan 2

ini, dari 10 kursi yang diperebutkan 3 kursi menjadi milik Golkar, dan PD 2 kursi.

Dan sisa 5 kursi lagi dibagi rata untuk 5 partai.

Tabel 3

(13)

No NAMA DAPIL PARTAI

1 Barita Dolok Saribu Simalungun 3 PK

2 Manandus Sitanggang Simalungun 3 PNIM

3 Mukkin Nainggolan Simalungun 3 PD

4 Sahat silitonga Simalungun 3 PKPB

5 Sugiarto Simalungun 3 Golkar

6 Truly Anto Sinaga Simalungun 3 PDIP

Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun

Untuk dapil 3 Kabupaten Simalungun, terdiri dari 4 Kecamatan yaitu

Kecamatan Hatonduhan, Huta Bayu Raja, Jawa Maraja Bah Jambi, dan Tanah

Jawa. Untuk Daerah Pemilihan 3 ada 6 kursi yang diperebutkan dan semuanya

dibagi rata untuk 6 partai politik.

Tabel 4

Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 4 Kabupaten Simalungun

No NAMA DAPIL PARTAI

1 Bernhard Damanik Simalungun 4 PPIB

2 Laris Parapat Simalungun 4 PPPI

3 Mansur Purba Simalungun 4 PD

4 Rospita Sitorus Simalungun 4 PDIP

5 Sarudin Gultom Simalungun 4 PBN

6 Timbul Jaya Sibarani Simalungun 4 Golkar

(14)

Untuk Dapil 4 Simalungun dibagi atas 6 Kecamatan, yakni Kecamatan

Dolok Panribuan, Dolok Pardamean, Girsang Sipangan Bolon, Jorlang Hataran,

Pamatang Sidamanik, dan Sidamanik. Sama seperti Dapil 3, di Dapil 4 ini juga

memperebutkan 6 kursi yang dibagi rata untuk 6 partai politik.

Tabel 5

Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 5 Kabupaten Simalungun

No NAMA DAPIL PARTAI

1 Ae Nainggolan Simalungun 5 Hanura

2 Agus Salim Simalungun 5 Hanura

3 Balker haloho Simalungun 5 PD

4 Edi Irianto Sipayung Simalungun 5 Golkar

5 Jan Rismen Purba Simalungun 5 PPRN

6 Johalim Purba Simalungun 5 PDP

7 Juliani Sinaga Simalungun 5 PAN

8 Luhut Sitinjak Simalungun 5 PKP

9 Mangapul Purba Simalungun 5 PDIP

10 Maren Girsang Simalungun 5 Pelopor

11 Pantas Sitanggang Simalungun 5 Golkar

12 Walpiden Tampubolon Simalungun 5 PD

Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun

Untuk Dapil 5 Simalungun terdiri dari 10 Kecamatan, yakni; Kecamatan

Dolok Silau, Haranggaol Horisan, Pamatang Silimakuta, Pane, Panombeian Pane,

(15)

12 kursi Golkar, PD, dan Hanura mendapat 2 kursi dan sisa 6 kursi dibagi rata

untuk 6 partai politik.

II.4 Partai Politik

Pasal 28 UUD 1945: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan

undang-undang, inilah yang menjadi salah satu faktor berdirinya partai politik

selain itu, berkembangnya aspirasi-aspirasi politik baru dalam suatu masyarakat,

yang disertai dengan kebutuhan terhadap partisipasi politik lebih besar, dengan

sendirinya menuntut pelembagaan sejumlah saluran baru, diantaranya melalui

pembentukan partai politik baru. Tetapi pengalaman di beberapa negara dunia

ketiga menunjukkan, pembentukan partai baru tidak akan banyak bermanfaat,

kalau sistem kepartaiannya sendiri tidak ikut diperbaharui.

Partai politik yaitu organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau

dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang

terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan

cita-cita yang sama. Partai Politik adalah adalah suatu organisasi politik yang didirikan

dengan dengan tujuan yang sama serta memiliki pemahaman yang sama tentang

suatu nilai-nilai dan ideologi. Partai politik juga merupakan kendaran politik bagi

orang-orang yang ingin duduk di legislatif, DPR/DPRD khususnya. Partai politik

memiliki 4 (empat) fungsi yakni; (1) Pendidikan Politik; (2) Komunikasi Politik;

(3) Sosialisasi Politik; dan (4) Kaderisasi Politik (Rekrutmen). Indonesia sendiri

(16)

Tujuan dari pembentukan partai politik menurut Undang-undang no.2

tahun 2008 tentang partai politik, yaitu; (1) Mewujudkan cita-cita nasional bangsa

Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan undang-undang dasar negara

republik Indonesia tahun 1945; (2) Menjaga dan memelihara keutuhan negara

kesatuan republik Indonesia; (3) Mengembangkan kehidupan demokrasi

berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam negara

kesatuan republik Indonesia; (4) Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat

Indonesia.; (5) Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam

rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan; (6) Memperjuangkan

cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

(6) Membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat,

berbangsa, dan bernegara

Di Kabupaten Simalungun sendiri, partai politik sangat diminati dari

berbagai kalangan. Strategi partai yang baru berdiri menghimpun massa dari

lapisan bawah, sangat mempengaruhi kehidupan politik masyarakat Simalungun.

Politik bukan lagi menjadi milik politikus, tapi sudah menjadi konsumsi segala

lapisan, termasuk lapisan bawah. Tak perduli apa motivasi mereka menjadi kader

suatu partai politik.

Di Simalungun, Partai yang berkuasa adalah Partai Golkar. Hal ini dapat

terlihat dari 9 kursi yang berhasil mereka dapatkan, sementara Demokrat dengan 8

kursi. Ditengah hegemoni partai Demokrat, ternyata belum mampu menggeser

partai Golkar. Bahkan pamor Demokrat masih kalah dibandingkan dengan PDIP,

(17)

partai tersebut. Figur partai Golkar, PDIP, PPRN, dan PNBK adalah orang yang

memiliki pengaruh luar biasa di Kabupaten ini.

Walaupun Demokrat meraih 8 kursi di DPRD Simalungun, hal itu

dikarenakan faktor Hegemoni Demokrat, yang kemudian berimbas juga dengan

perolehan suara di daerah. Namun terdapatnya nama PPRN, PNBK, bahkan PKPI

sangat diluar dugaan. Meskipun hanya mendudukkan 1 orang wakilnya di

Legislatif, namun hal ini saya anggap suatu hal yang luar biasa. Bahkan partai

seperti PPRN, dan PNBK sanggup mengimbangi partai sekelas PKS, PPP,dan

PKB. Pendekatan etnik/kultural yang mengutamakan suku/marga nampaknya

berhasil diterapkan partai-partai tadi. Partai-partai baru tadi memilih orang yang

“bermarga” dan juga memiliki popularitas didaerah ini. Dan hal inilah yang

menjadi kunci sukses naiknya suara partai baru ini.

Pendekatan personal dari masing-masing kader partai juga memiliki

pengaruh yang cukup signifikan untuk mendongkrak suara partai yang baru

berdiri. Umumnya para kader, yang juga merupakan caleg dari partai tersebut

akan rajin datang ke warung/warung tuak dan melakukan dialog dengan

pengunjung kedai tuak tersebut sambil mempromosikan dirinya dan partainya.

Cara ini terbukti sukses mendongkrak jumlah suara partai tersebut. Walaupun

masih kalah jauh dengan partai-partai seperti Golkar dan PDIP, paling tidak

berhasil meloloskan 1 wakilnya di parlemen adalah suatu keberhasilan yang luar

biasa.

Selain startegi pendekatan secara personal, satu srategi yang sangat

(18)

partai-partai baru di Kabupaten Simalungun menembus dominasi partai semacam

Golkar dan PDIP adalah terletak di faktor yang satu ini. Kekuatan uang sanggup

mengubah pendirian seseorang. Apa lagi jika berhubungan dengan pemenuhan

kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang menjadi keunggulan partai seperti Golkar,

dimana kekuatan finansial partai mereka lebih kuat dari partai-partai seperti PPRN

dan PNBK.

Gambar

Gambar I  Bagan Struktur Pemerintahan
Gambar 2
Tabel I
Tabel 2
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat disimpulkan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan Bagaimana Kinerja Anggota

Hal ini dikarenakan dari hasil pra survey yang telah dilakukan peneliti kurang lebih selama satu bulan, diperoleh hasil jumlah anggota DPRD Kabupaten Gresik yang memiliki

Menurut pengamatan penulis dan hasil wawancara mendalam dengan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten DPRK Aceh Tengah, semua Rancangan Peraturan Daerah Aceh Tengah

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KENDAL DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014. : KENDAL : JAWA TENGAH : KENDAL 5 MODEL BE MODEL BE MODEL BE MODEL BE MODEL BE

Tabel 4.16 : Tanggapan responden tentang waktu yang diberikan kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya ketika mengikuti reses DPRD Kabupaten Simalungun Daerah Pemilihan

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN/KOTA DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014.

Pemilihan (Dapil) pelaksanaan Kegiatan Reses Tahap II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2014 dengan Kelompok dan Personalia sebagai berikut :... Kelompok

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KENDAL DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014. : KENDAL : JAWA TENGAH : KENDAL 5 MODEL BE MODEL BE