BAB II
KONDISI POLITIK DI KABUPATEN SIMALUNGUN
II.1 Deskripsi Kabupaten Simalungun
Simalungun dalam bahasa asli Simalungun memiliki kata dasar “Lungun”
yang berarti sunyi, sepi.22 Nama itu diberikan oleh orang luar karena
penduduknya sangat jarang dan letaknya yang berjauhan antara yang satu dengan
yang lain. Orang Batak Toba menyebutnya dengan istilah “Sibalungu” yang
berasal dari legenda hantu yang menyebarkan wabah penyakit didaerah itu.
Sedangkan orang Batak Karo menyebutnya dengan panggilan “Batak Timur”
karena terletak disebelah Timur daerah mereka.23
Simalungun adalah salah satu suku asli yang terdapat di Provinsi Sumatera
Utara. Terdapat beberapa asal-usul mengenai nenek moyang suku Simalungun,
tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari luar
Indonesia. Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang, yakni; (1) Gelombang
Pertama (Proto Simalungun), diperkirakan berasal dari Nagore (India) dan
pegunungan Assam (India) menyusuri daerah Myanmar, ke Siam dan Malaka
untuk selanjutnya menyebrang ke Sumatera Timur dan; (2) Gelombang Kedua
(Deutero Simalungun), datang dari suku-suku disekitar Simalungun yang
bertetangga dengan suku asli Simalungun.24
22
.Pemerintah kabupaten Simalungun, SINALSAL (Panduan Berbahasa Simalungun) tahun 2006, hal 4 .
23
. Ibid, hal 5.
24
Pada kerajaan Nagur diatas terdapat beberapa panglima (Raja Goraha)
yang masing-masing bermarga, Saragih, Purba, dan Sinaga. Kemudian mereka
dijadikan menantu oleh Raja Nagur yang kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan,
yakni: (1) Silou (Purba Tambak); (2)Tanaoh Djawa (Sinaga); (3) Raya (Saragih)25
Selama abad ke 13 sampai abad ke 15, kerajaan-kerajaan kecil ini diserang
oleh kerajaan-kerajaan mulai dari kerajaan Singosari, Majapahit, kerajaan dari
India dan Aceh, Kerajaan Melayu hingga Belanda. Selama periode ini, tersebutlah
cerita “Hattu ni sapar” yang menceritakan tentang kengerian pada saat itu, tentang
kekacaun, dan mewabahnya penyakit Kolera hinggan kemudian mereka
menyebrangi “Laut Tawar” (sebutan untuk Danau Toba) untuk mengungsi
kepulau yang dianamakan Samosir yang merupakan kependekan dari Sahali Misir
(sekali pergi). Saat pengungsi ini kembali ke kampung asalnya (Huta Hasusuran)
mereka menemukan sebuah daerah/Nagur yang sepi. Sehingga disebutlah daerah
Kerajaan Nagur ini dengan nama Sima-Sima ni Lungun (daerah yang sepi) yang
kemudian menjadi Simalungun.26
Kabupaten Simalungun terletak antar 98,320 – 99,350 BT dan 2,360 –
3,180 LU dengan ketinggian antara 20 – 1400 M diatas permukaan laut yang
berbatasan dengan; (1) Sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Serdang
Bedagai; (2) Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Asahan; (3) Sebelah
25
Ibid, hal 7. 26
Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Samosir; (4) Sebelah Barat, berbatasan
dengan Kabupaten Karo.27
Luas wilayah Kabupaten Simalungun adalah 438.660 Ha ( 4,486,60 KM2 )
merupakan 6,12 % dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara sekaligus menjadi
kabupaten terluas yang sebelumnya adalah Kabupaten Deli Serdang.28
Suhu di Kabupaten Simalungun bertemperatur sedang. Dan suhu tertinggi
terjadi dibulan Maret – Mei dengan suhu 280C.
Untuk
iklimnya sendiri yaitu:
Kelembapan udara rata-rata 84%, dengan kelembapan udara tertinggi
terjadi di bulan Oktober dengan tingkat kelembapan udara 87% dengan
penguapan rata-rata 0,05 MM/hari.
Dalam Satu tahun terdapat rata-rata 14 hari hujan, dengan curah hujan
tertinggi terjadi di bulan November. Jumlah penduduk di Kabupaten Simalungun
saat ini dari sensus terakhir tahun 2011 adalah 823.109 jiwa.29
27
. www.simalungun.kab.go.id diakses tanggal 28 oktober 2011 pukul 19.27 wib
28
. Hasil wawancara dengan Bapak M.Sianaga (Kabag Persidangan DPRD Simalungun) 18 Januari 2012
29
.BPS kabupaten Simalungun tanggal 22 Januari 2012.
Potensi ekonomi
didaerah ini terutama berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Tahun 2003
Simalungun adalah kabupaten penghasil beras kedua terbesar di Sumatera utara,
dan untuk sektor perkebunan banyak di dominasi oleh perkebunan kelapa sawit
dan perkebunan karet. Banyaknya perkebunan sawit mulai dari BUMN, swasta
(contohnya PT.LONSUM, dan Good Year), bahkan dari punya pribadi terdapat di
industri perkebunan yang bernama Kawasan Industri Sei Mangkei layaknya KIM
dikota Medan.
Selain sektor pertanian, sektor pariwisata juga memberikan sumbangan
penting pendapatan daerah ini. Yang paling terkenal tentu saja Parapat dengan
keindahan Danau Tobanya. Objek wisata yang satu ini menjadi primadona yang
sudah terkenal sampai dunia internasional. Selain Parapat, ada juga Sidamanik
dengan perkebunan tehnya, Keramat Kubah (tempat berziarah etnis Tionghoa
yang dihuni banyak monyet), Museum Simalungun, dan Tugu Letda. Sudjono
yang merupakan bukti masuknya PKI ke Sumatera Utara yang terletak di Bandar
Betsi.
Dengan potensi yang sedemikian rupa dan juga jumlah penduduk yang
banyak seharusnya bisa menjadikan daerah ini menjadi salah satu kabupaten
terbaik. Namun untuk memiliki SDM yang berkualitas, maka dibutuhkan juga
faktor pendukung. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Dikabupaten ini
terdapat satu universitas yaitu, Universitas Simalungun dan satu SMA Plus yang
terkenal yakni SMA Plus Raya. Seharusnya dengan sejumlah potensi dan
keunggulan yang terdapat didaerah ini, bisa membuat Simalungun menjadi maju.
Namun rentetan masalah dikabupaten ini membuat pembangunan hanya jalan
ditempat. Pembangunan bandara di Raya juga tidak membawa dampak signifikan
II.2 Sistem Pemerintahan
Dasar hukum pembentukan kabupaten Simalungun ialah UU Drt. No 7
tahun 195630 dengan ibukota awalnya ialah di Pematang Siantar. Kemudian
ibukota kabupaten ini resmi berpindah ke Pamatang Raya pada tanggal 28 Juni
2008 setelah tertunda beberapa saat.31
Kabupaten Simalungun saat ini terdiri dari 31 kecamatan, yakni (1)
Kecamatan Siantar; (2) Kecamatan Dolok Pardamean; (3) Kecamatan Panei;
(4)Kecamatan Tanah Jawa; (5) Kecamatan Hutabayu Raja; (6) Kecamatan Jorlang
Hataran; (7) Kecamatan Dolok Panribuan); (8) Kecamatan Girsang Sipangan
Bolon; (9) Kecamatan Purba; (10) Kecamatan Raya; (11) Kecamatan Silimakuta;
(12) Kecamatan Dolok Silau; (13) Kecamatan Raya Kahean; (14) Kecamatan
Silau Kahean; (15) Kecamatan Bandar; (16) Kecamatan Pematang Bandar; (17)
Kecamatan Bosar Maligas; (18) Kecamatan Ujung Padang; (19) Kecamatan
Dolok Batunanggar; (20) Kecamatan Tapian Dolok; (21) Kecamatan Sidamanik;
(22) Kecamatan Gunung Malela; (23) Kecamatan Gunung Maligas; (24)
Kecamatan Bandar Masilam; (25) Kecamatan Bandar Huluan; (26) Kecamatan
Jawa Maraja; (27) Kecamatan Hatonduhon; (28) Kecamatan Pematang
Sidamanik; (29) Kecamatan Panombeian Pane; (30) Kecamatan Haranggaol
Horisan; (31) Kecamatan Pematng Silimakuta
Saat ini kabupaten Simalungun dipimpin
oleh Jopinus Ramli Saragih (J.R Saragih) sebagai Bupati dan Hj. Nuriaty
Damanik sebagai Wakil Bupati Simalungun untuk periode 2010-2015
menggantikan Zulkarnaen Damanik – Pardamean Siregar diperiode sebelumnya.
30
. www.simalungunkab.go.id diakses tanggal 26 oktober 2011 pukul 21.08 wib.
31
Selain 31 kecamatan tersebut, terdapat juga 23 Kelurahan dan 338
Desa/Nagori didaerah ini.32 Di Kabupaten ini Desa disebut dengan Nagori, yang
dipimpin oleh seorang Pangulu Nagori. Untuk struktur pemerintahan kabupaten
Simalungun adalah sebagai berikut:
Gambar I
Bagan Struktur Pemerintahan
Sumber: Kantor Kelurahan Perdagangan Kecamatan Bandar
Dari gambar 1 dapat kita dapat lihat bagaimana hubungan antar
lembaga/dinas di kabupaten Simalungun. Garis vertikal menggambarkan
hubungan antara atasan dan bawahan, sedangkan garis horizontal menggambarkan
posisi yang sejajar. Bisa dilihat antara Bupati/Wakil Bupati memiliki hubungan yg
sejajar dengan DPRD yang artinya antara 2 lembaga ini tidak ada yang boleh
mendominasi dan mengintervensi satu sama lain. Kedua lembaga ini seharusnya
32
saling bekerjasama sesuai dengan fungsinya. Bupati sebagai Eksekutif dan DPRD
sebagai Legislatif.
Dibawah Bupati Simalungun ada Sekretaris daerah yang memiliki
pertanggung jawaban tugas langsung ke Bupati Simalungun, dan memiliki
hubungan yang sejajar dengan Sekretariat DPRD. Dan dibawah Sekda ada
dinas yang juga memiliki pertanggung jawaban langsung kepada Bupati.
Dinas-dinas ini memiliki posisi yang sama. Dimana sesama Dinas-dinas tidak dibenarkan untuk
mengambil tugas dari dinas lain, kecuali atas perintah atasa, dalam hal ini adalah
Bupati Simalungun. Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas (Kadis).
Kemudian dibawah Dinas ada Bagian, dimana tugas dari bagaian ini
adalah bagian dari spesifikasi tugas dinas. Hal ini agar tidak terjadi tumpang
tindih tugas. Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Bagian (Kabag). Dan dibawah
nya berturut-turut adalah kantoryang dipimpin oleh seorang Kepala kantor
(Kakan) dan dibawahnya ada Kecamatan dan Kelurahan.
Kabupaten Simalungun memiliki Lambang Daerah sebagai identitas
daerah ini. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Simalungun No.5 Tahun
Gambar 2
Lambang Kabupaten Simalungun
Sumber: simalungunkab.go.id
Arti lambang Kabupaten Simalungun Lambang berbentuk perisai terbagi
lima petak dengan dasar lambang hijau lahan. Bagian dari atas lambang
digambarkan hiou Suri-suri dengan warna hitam yang bersuat ( bersifat ) putih
pada hiou Suri-suri bagian atas tertulis nama Daerah Simalungun dengan tulisan
warna putih. Petak kiri atas dan bawah kanan dengan warna merah darah Petak
kiri bawah dan kanan atas dengan warna putih Petak di tengah-tengah dengan
warna kuning emas Gambar pada petak kiri bawah setangkai padi dengan 17 butir,
warna kuning emas. Gambar pada petak kiri atas daun the dengan jumlah 8 helai
dengan warna hijau.Gambar pada letak kanan atas Bukit Barisan berpuncak dan
dua buah puncak di tengah lebih tinggi dari yang disampingnya dengan warna
biru dan sebelah bawah gelombang danau empat baris warna biru muda
Gambar petak kanan bawah, bunga kapas 5 kuntum dengan warna putih
dan kelopak bunga warna hijau. Gambar pada petak tengah rumah balai adat
dengan susunan galang 10,7 anak tangga, jerjak 8 sebelah, tiang 4, sudut atap lima
galang warna putih. Garis batas-batas petak dengan warna hitam dan sebelah luar
perisai tepi hiou Suri-suri ditambah dengan garis putih. Pita sebelah bawah perisai
dengan warna putih tepinya warna hitam tempat menuliskan semboyan lambang.
Semboyan lambang HABONARON DO BONA dalam bahasa Daerah
Simalungun yang artinya kebenaran itu adalah pokok.
Untuk makna Lambang sendiri ialah lambang berbentuk perisai adalah
menggambarkan kekuatan dan pertahanan membela kepentingan daerah dan
negara. Bilangan-bilangan pada bagian-bagian lambang adalah simbolik yang
menggambarkan kesetiaan kepada Negara RI. Padi dan Kapas kebutuhan pokok
untuk mencapai kemakmuran dan keadilan
Daun teh adalah penghasilan yang utama dari Daerah Simalungun.
Gunung dan danau adalah menggambarkan keindahan alamnya. Gelombang
danau menggambarkan dinamika masyarakat. Rumah Balai adalah spesifik daerah
yang menggambarkan adat kebudayaan dan kesenian daerah.33
Menurut Pasal 334 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 ,DPRD
mempunyai tugas dan wewenang; (1) Membentuk peraturan daerah
Kabupaten/Kota bersama bupati/walikota; (2) Membahas dan memberikan
persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan
belanja daerah kabupaten/kota yang diajukan oleh Bupati/walikota; (3)
Melaksanakan pengawasan terhadap peraturan daerah dan anggaran pendapatan II.3 Lembaga DPRD
33
dan belanja daerah kabupaten/kota; (4) Mengusulkan pengangkatan dan
pemberhentian bupati/walikota dan atau wakil bupati/wakil walikota kepada
Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan dan
pengangkatan ; (5) Memilih wakil bupati/wakil walikota dalam hal terjadi
kekosongan jabatan wakil bupati/wakil walikota; (6) Memberikan pendapat dan
pertimbangan kepada pemerintah daerah provinsi terhadap rencana perjanjian
international di daerah; (7) Memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama
international yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota; (8) Meminta
laporan keterangan pertanggungjawaban bupati/walikota dalam penyelenggaraan
pemerintah daerah kabupaten/kota; (9) Memberikan persetujuan terhadap rencana
kerjasama dengan daerah lain atau pihak ketiga yang membebani masyarakat dan
daerah; (10) Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan (11) Melaksanakan tugas dan
wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
DPRD Simalungun resmi berpindah kantor bersamaan dengan
berpindahnya ibu kota pemerintahan Kabupaten Simalungun dari semula berada
dijalan Asahan P.Siantar, menjadi ke P.Raya yang sekaligus menjadi ibu kota
pemerintahan yang baru dari Kabupaten Simalungun. DPRD Simalungun dibagi
kedalam 4 (empat) komisi, yaitu; (1) Komisi I bidang Pemerintahan; (2) Komisi II
bidang Perekonomian; (3) Komisi III bidang Keuangan; (4) Komisi IV bidang
Pembangunan.34 Anggota DPRD Simalungun saat ini sebanyak 45 orang35
34
. www.simalungunkab.go.id diakses tanggal 26 oktober 2011 pukul 21.43 wib
berasal dari 5 daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten simalungun. Berikut adalah
nama-nama anggota DPRD Simalungun periode 2009-2014 berdasarkan daerah
pemilihannya.
Tabel I
Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 1 Kabupaten Simalungun
No NAMA DAPIL PARTAI
1 Burhanuddin Sinaga Simalungun 1 PAN
2 Herlina Gusti Nasution Simalungun 1 PKS
3 Julius Silalahi Simalungun 1 PD
4 Mondanuddin Purba Simalungun 1 PKB
5 Nuriaty Damanik Simalungun 1 Golkar
6 Ojak Naibaho Simalungun 1 PDIP
7 Rajisten Sitorus Simalungun 1 PKPI
8 Suhadi Simalungun 1 PPP
9 Sulaiman Sinaga Simalungun 1 PD
10 Suriawan Simalungun 1 PNBK
11 Umar Yani Simalungun 1 Golkar
Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun
Daerah Pemilihan 1 Kabupaten Simalungun terdiri dari Kecamatan
Dolok Batu Nanggar, Gunung Malela, Gunung Maligas, Pematang Bandar,
Siantar, dan Tapian Dolok. Didaerah Pemilihan Simalungun 1 ini, Partai Golkar
35
. Hasil wawancara dengan bapak M.Sinaga Kabag Persidangan DPRD Simalungun tanggal 18 januari
dan PD mendominasi dengan masing-masing 2 kursi, sedangkan 7 kursi lainnya
dibagi rata untuk 7 partai yang lainnya.
Tabel 2
Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 2 Kabupaten Simalungun
No NAMA DAPIL PARTAI
1 Abu Sofyan Siregar Simalungun 2 PDIP
2 Binton Tindaon Simalungun 2 Golkar
3 Bonar Jetsel Ambarita Simalungun 2 PD
4 Budi Hendrarto Lukman Simalungun 2 PD
5 Evra Sassky Damanik Simalungun 2 PAN
6 Khairul Anwar Simalungun 2 PPP
7 Mariono Simalungun 2 PKS
8 Sri Handriati Simalungun 2 Golkar
9 Suyono Simalungun 2 Golkar
10 Tumpak Siregar Simalungun 2 PPRN
Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun
Untuk daerah pemilihan 2 terdiri dari Kecamatan Bandar, Bandar Huluan,
Bandar Masilam, Bosar Maligas dan Ujung Padang. Untuk daerah Pemilihan 2
ini, dari 10 kursi yang diperebutkan 3 kursi menjadi milik Golkar, dan PD 2 kursi.
Dan sisa 5 kursi lagi dibagi rata untuk 5 partai.
Tabel 3
No NAMA DAPIL PARTAI
1 Barita Dolok Saribu Simalungun 3 PK
2 Manandus Sitanggang Simalungun 3 PNIM
3 Mukkin Nainggolan Simalungun 3 PD
4 Sahat silitonga Simalungun 3 PKPB
5 Sugiarto Simalungun 3 Golkar
6 Truly Anto Sinaga Simalungun 3 PDIP
Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun
Untuk dapil 3 Kabupaten Simalungun, terdiri dari 4 Kecamatan yaitu
Kecamatan Hatonduhan, Huta Bayu Raja, Jawa Maraja Bah Jambi, dan Tanah
Jawa. Untuk Daerah Pemilihan 3 ada 6 kursi yang diperebutkan dan semuanya
dibagi rata untuk 6 partai politik.
Tabel 4
Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 4 Kabupaten Simalungun
No NAMA DAPIL PARTAI
1 Bernhard Damanik Simalungun 4 PPIB
2 Laris Parapat Simalungun 4 PPPI
3 Mansur Purba Simalungun 4 PD
4 Rospita Sitorus Simalungun 4 PDIP
5 Sarudin Gultom Simalungun 4 PBN
6 Timbul Jaya Sibarani Simalungun 4 Golkar
Untuk Dapil 4 Simalungun dibagi atas 6 Kecamatan, yakni Kecamatan
Dolok Panribuan, Dolok Pardamean, Girsang Sipangan Bolon, Jorlang Hataran,
Pamatang Sidamanik, dan Sidamanik. Sama seperti Dapil 3, di Dapil 4 ini juga
memperebutkan 6 kursi yang dibagi rata untuk 6 partai politik.
Tabel 5
Daftar anggota DPRD dari daerah pemilihan 5 Kabupaten Simalungun
No NAMA DAPIL PARTAI
1 Ae Nainggolan Simalungun 5 Hanura
2 Agus Salim Simalungun 5 Hanura
3 Balker haloho Simalungun 5 PD
4 Edi Irianto Sipayung Simalungun 5 Golkar
5 Jan Rismen Purba Simalungun 5 PPRN
6 Johalim Purba Simalungun 5 PDP
7 Juliani Sinaga Simalungun 5 PAN
8 Luhut Sitinjak Simalungun 5 PKP
9 Mangapul Purba Simalungun 5 PDIP
10 Maren Girsang Simalungun 5 Pelopor
11 Pantas Sitanggang Simalungun 5 Golkar
12 Walpiden Tampubolon Simalungun 5 PD
Sumber: Sekretariat DPRD Simalungun
Untuk Dapil 5 Simalungun terdiri dari 10 Kecamatan, yakni; Kecamatan
Dolok Silau, Haranggaol Horisan, Pamatang Silimakuta, Pane, Panombeian Pane,
12 kursi Golkar, PD, dan Hanura mendapat 2 kursi dan sisa 6 kursi dibagi rata
untuk 6 partai politik.
II.4 Partai Politik
Pasal 28 UUD 1945: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,
mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan
undang-undang, inilah yang menjadi salah satu faktor berdirinya partai politik
selain itu, berkembangnya aspirasi-aspirasi politik baru dalam suatu masyarakat,
yang disertai dengan kebutuhan terhadap partisipasi politik lebih besar, dengan
sendirinya menuntut pelembagaan sejumlah saluran baru, diantaranya melalui
pembentukan partai politik baru. Tetapi pengalaman di beberapa negara dunia
ketiga menunjukkan, pembentukan partai baru tidak akan banyak bermanfaat,
kalau sistem kepartaiannya sendiri tidak ikut diperbaharui.
Partai politik yaitu organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau
dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang
terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan
cita-cita yang sama. Partai Politik adalah adalah suatu organisasi politik yang didirikan
dengan dengan tujuan yang sama serta memiliki pemahaman yang sama tentang
suatu nilai-nilai dan ideologi. Partai politik juga merupakan kendaran politik bagi
orang-orang yang ingin duduk di legislatif, DPR/DPRD khususnya. Partai politik
memiliki 4 (empat) fungsi yakni; (1) Pendidikan Politik; (2) Komunikasi Politik;
(3) Sosialisasi Politik; dan (4) Kaderisasi Politik (Rekrutmen). Indonesia sendiri
Tujuan dari pembentukan partai politik menurut Undang-undang no.2
tahun 2008 tentang partai politik, yaitu; (1) Mewujudkan cita-cita nasional bangsa
Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan undang-undang dasar negara
republik Indonesia tahun 1945; (2) Menjaga dan memelihara keutuhan negara
kesatuan republik Indonesia; (3) Mengembangkan kehidupan demokrasi
berdasarkan pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam negara
kesatuan republik Indonesia; (4) Mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat
Indonesia.; (5) Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam
rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan; (6) Memperjuangkan
cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
(6) Membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
Di Kabupaten Simalungun sendiri, partai politik sangat diminati dari
berbagai kalangan. Strategi partai yang baru berdiri menghimpun massa dari
lapisan bawah, sangat mempengaruhi kehidupan politik masyarakat Simalungun.
Politik bukan lagi menjadi milik politikus, tapi sudah menjadi konsumsi segala
lapisan, termasuk lapisan bawah. Tak perduli apa motivasi mereka menjadi kader
suatu partai politik.
Di Simalungun, Partai yang berkuasa adalah Partai Golkar. Hal ini dapat
terlihat dari 9 kursi yang berhasil mereka dapatkan, sementara Demokrat dengan 8
kursi. Ditengah hegemoni partai Demokrat, ternyata belum mampu menggeser
partai Golkar. Bahkan pamor Demokrat masih kalah dibandingkan dengan PDIP,
partai tersebut. Figur partai Golkar, PDIP, PPRN, dan PNBK adalah orang yang
memiliki pengaruh luar biasa di Kabupaten ini.
Walaupun Demokrat meraih 8 kursi di DPRD Simalungun, hal itu
dikarenakan faktor Hegemoni Demokrat, yang kemudian berimbas juga dengan
perolehan suara di daerah. Namun terdapatnya nama PPRN, PNBK, bahkan PKPI
sangat diluar dugaan. Meskipun hanya mendudukkan 1 orang wakilnya di
Legislatif, namun hal ini saya anggap suatu hal yang luar biasa. Bahkan partai
seperti PPRN, dan PNBK sanggup mengimbangi partai sekelas PKS, PPP,dan
PKB. Pendekatan etnik/kultural yang mengutamakan suku/marga nampaknya
berhasil diterapkan partai-partai tadi. Partai-partai baru tadi memilih orang yang
“bermarga” dan juga memiliki popularitas didaerah ini. Dan hal inilah yang
menjadi kunci sukses naiknya suara partai baru ini.
Pendekatan personal dari masing-masing kader partai juga memiliki
pengaruh yang cukup signifikan untuk mendongkrak suara partai yang baru
berdiri. Umumnya para kader, yang juga merupakan caleg dari partai tersebut
akan rajin datang ke warung/warung tuak dan melakukan dialog dengan
pengunjung kedai tuak tersebut sambil mempromosikan dirinya dan partainya.
Cara ini terbukti sukses mendongkrak jumlah suara partai tersebut. Walaupun
masih kalah jauh dengan partai-partai seperti Golkar dan PDIP, paling tidak
berhasil meloloskan 1 wakilnya di parlemen adalah suatu keberhasilan yang luar
biasa.
Selain startegi pendekatan secara personal, satu srategi yang sangat
partai-partai baru di Kabupaten Simalungun menembus dominasi partai semacam
Golkar dan PDIP adalah terletak di faktor yang satu ini. Kekuatan uang sanggup
mengubah pendirian seseorang. Apa lagi jika berhubungan dengan pemenuhan
kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang menjadi keunggulan partai seperti Golkar,
dimana kekuatan finansial partai mereka lebih kuat dari partai-partai seperti PPRN
dan PNBK.