INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN (
Musa acuminata
L.)
DENGAN PEMBERIAN NAA DAN BAP BERDASARKAN
SUMBER EKSPLAN
TESIS
Oleh
HARDI YUDHA 127030024/BIO
PROGRAM PASCASARJANA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN (
Musa acuminata
L.)
DENGAN PEMBERIAN NAA DAN BAP BERDASARKAN
SUMBER EKSPLAN
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains Dalam Program Studi Magister Biologi pada
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
Oleh
HARDI YUDHA 127030024/BIO
PENGESAHAN
Judul Tesis : INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN
(Musa acuminata L.) DENGAN PEMBERIAN
NAA DAN BAP BERDASARKAN SUMBER EKSPLAN.
Nama Mahasiswa : HARDI YUDHA Nomor Induk Mahasiswa : 127030024 Program Studi : Magister Biologi
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
Menyetujui Komisi Pembimbing
PERNYATAAN ORISINALITAS
INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN (
Musa acuminata
L.)
DENGAN PEMBERIAN NAA DAN BAP BERDASARKAN
SUMBER EKSPLAN
TESIS
Dengan ini saya nyatakan bahwa saya mengakui semua karya tesis ini adalah hasil kerja saya sendiri kecuali kutipan dan ringkasan yang tiap satunya telah di jelaskan sumbernya dengan benar.
Medan, 29 Januari 2015
Telah diuji pada
Tanggal 29 Januari 2015
PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua : Dr. Suci Rahayu, M.Si
Anggota : 1. Dr. Saleha Hannum, M.Si
2. Dr. Nursahara Pasaribu, M.Sc
RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
Nama : Hardi Yudha, S.Pd
Tempat dan Tanggal Lahir : Binjai, 28 September 1990
Alamat : Jl. Gaharu No. 153 Jati Makmur Binjai Utara-20746
Telepon/Hp : 081375436809
e-mail : [email protected]
DATA PENDIDIKAN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan ridho-Nya yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada penulis sehingga hasil penelitian ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Penelitian ini berjudul “Induksi Tunas Pisang Barangan (Musa
acuminata L.) Dengan Pemberian NAA dan BAP Berdasarkan Sumber Eksplan”.
Disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Megister Sains Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.
Penulis berterima kasih kepada Bapak Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Dr. Syahril Pasaribu, DTM&G, M.Sc (CTM), Sp, A(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Dr. Sutarman, M.Sc atas kesempatan menjadi mahasiswa program magister pada Program Pascasarjana FMIPA Universitas Sumatera Utara. Ketua Program Studi Pascasarjana Biologi Prof. Dr. Syafruddin Ilyas, M.Biomed, beserta seluruh staf pengajar pada program studi Magister Biologi Program Pascasarjana Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara.
Terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Dr. Suci Rahayu, M.Si selaku pembimbing utama dan Sekretaris Program Studi Pascasarjana Biologi yang dengan penuh perhatian telah memberikan motivasi dan bimbingan serta Ibu Dr. Saleha Hannum, M.Si selaku komisi dosen pembimbing II yang telah banyak membantu, membimbing dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan hasil penelitian ini, sehingga hasil penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada komisi penguji Ibu Dr. Nursahara Pasaribu, M.Sc, dan Ibu Dra. Elimasni, M.Si yang telah banyak memberikan saran dan arahan dalam penulisan sehingga dapat menyempurnakan tesis ini.
melakukan penelitian dilaboratorium kultur jaringan. Kepada teman seperjuangan Destarius Zebua yang sama-sama melakukan penelitian di laboratorium kultur jaringan dan kepada teman-teman Lidya, Tyas, Tiwi, Nurul, Rosmidah yang selalu mendukung penulis dalam menyelesaikan hasil penelitian ini.
Kepada ayahanda B. Suhartoto, S.Pd dan Ibunda Sumarti, S.Pd (Almh) tercinta terima kasih karena telah memberikan motivasi penuh dan pengorbanan yang besar dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan kuliah Pascasarjana Magister Biologi. Terima kasih kepada abangda Hardimansyah Putra, SP dan adinda Rizki Agustanto dan Julham Ramadhana.
Hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah berusaha penuh dalam melakukan penyelesaian penelitian ini dengan baik, maka dari itu dimohonkan kritik dan saran dari para pembaca sehingga dapat menyempurnakan penelitian ini menjadi lebih baik.
Penulis,
INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN (
Musa acuminata
L.)
DENGAN PEMBERIAN NAA DAN BAP BERDASARKAN
SUMBER EKSPLAN
ABSTRAK
Penelitian induksi tunas pisang barangan (Musa acuminata L.) dengan pemberian NAA dan BAP berdasarkan pada sumber eksplan yang telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber eksplan yang membentuk tunas dengan pemberian NAA dan BAP dan jumlah tunas yang terbentuk dengan pemberian NAA dan BAP berdasarkan sumber eksplan pisang barangan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktorial, yaitu faktor konsentrasi NAA (0 mg/l, 1.5 mg/l, 2.0 mg/l, 2.5 mg/l, 3.0 mg/l) dan faktor konsentrasi BAP (0 mg/l, 4 mg/l, 5 mg/l, 6 mg/l dan 7 mg/l) dengan sumber eksplan bagian apikal dan basal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, proliferasi kalus primer dari eksplan apikal 11 perlakuan yang terbentuk dengan waktu tercepat hari ke-25 dan dari eksplan basal 15 perlakuan yang terbentuk dengan waktu tercepat hari ke-20. Posisi eksplan terbaik yang membentukan tunas terdapat pada eksplan bagian basal dengan jumlah tunas yang terbentuk adalah 83. Pada perlakuan 1,5 mg/l NAA dan 5 mg/l BAP rata-rata jumlah tunas terbanyak 3,75, tinggi tunas 2,30 cm, dan waktu terbentuknya tunas pada hari ke-80. Pemberian NAA dan BAP pada eksplan basal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan tunas.
BARANGAN BANANA (
Musa acuminata
L.) SHOOTS
INDUCTION BY APPLICATION OF NAA AND BAP BASED
ON THE SOURCES OF EXPLANTS
ABSTRACT
The study or barangan banana (Musa acuminata L.) shoot induction by application of NAA and BAP based on the source of explans that had been carried out in the system Culture Laboratory of the University of North Sumatra. This study aims to discover the source of explants forming shoots by application of NAA and BAP and the number of shoots formed by the application of NAA and BAP based sources of banana explants. The study uses a completely randomized design with two factorial, i.e. the concentration factor NAA (0 mg/l, 1.5 mg/l, 2.0 mg/l, 2.5 mg/l, and 3.0 mg/l) and concentration factor BAP (0 mg/l, 4 mg/l, 5 mg/l, 6 mg/l, and 7 mg/l) with the source explants apical and basal parts. Based on the results obtained, the primary callus proliferation of apical explants formed 11 treatments with the fastest time of the 25th day and 15 treatment of basal explants are formed with the fastest time of the 20th day. The best position that created the shoots explants contained in explant basal part by the number of shoot formed is 83. In the treatment of 1.5 mg/l NAA and 5 mg/l BAP average number of shoots most 3,75 and 2,30 cm tall shoots, the formation of the shoots is in the 80th day. The application of NAA and BAP on basal explants have a significant influence on the formation of the shoots.
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR vii
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR LAMPIRAN ix
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 3
1.3. Tujuan Penelitian 3
1.4. Hipotesis Penelitian 3
1.5. Manfaat Penelitian 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5
2.1. Pisang Barangan (Musa acuminata L.) 5 2.2. Morfologi Pisang Barangan 6 2.3. Kultur Jaringan Pisang Barangan 6
2.4. Eksplan 7
2.5. Media Kultur 8
2.6. Zat Pengatur Tumbuh 9
2.6.1 NAA (Naphtalene acetic acid) 9 2.6.2 BAP (Benzyl aminopurine) 10
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 11
3.1. Tempat dan Waktu 11
3.2. Bahan dan Alat 11
3.3. Metode Penelitian 11
3.4. Prosedur Kerja 12
3.4.1 Sterilisasi Alat dan Bahan 12
3.4.2 Pembuatan Media 13
3.4.3 Sterilisasi Eksplan 13
3.5. Parameter Pengamatan 13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 14 4.1. Proliferasi Kalus Primer Eksplan Bagian Apikal dan Basal 14 4.2. Waktu Terbentuknya Tunas pada Eksplan Basal 16 4.3. Jumlah Tunas yang terbentuk pada Eksplan Basal 18 4.4. Tinggi Tunas yang Terbentuk pada Eksplan Basal 20
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 23
5.1. Kesimpulan 23
5.2. Saran 23
DAFTAR PUSTAKA 24
DAFTAR GAMBAR
Nomor
Gambar Judul Halaman
4.1.1
4.3.1
Kalus Primer yang terbentuk dengan pemberian zat pengatur tumbuh NAA dan BAP (A) Kalus Bagian Apikal, (B) Kalus Bagian Basal, (C) Eksplan yang tidak Membentuk Kalus
Organ Tunas yang Terbentuk Melalui Inisiasi Kalus. (A) Usia 12 Minggu; (B) Usia 13 Minggu; (C) Usia 14 Minggu; (D) Usia 15 Minggu
14
DAFTAR TABEL
Kandungan Gizi Buah Pisang, Per 100 gram Bahan
Waktu Pembentukan Kalus Primer Eksplan Bagian Apikal dan Basal
Rata-Rata Waktu Terbentuknya Tunas pada Sumber Eksplan Bagian Basal
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
Lampiran Judul Halaman
A
Komposisi Media MS (Murashige & Skoog)
Data pengamatan saat terbentuknya organ pada bagian basal
Data Persentase Perlakuan ZPT NAA dan BAP terhadap jumlah tunas yang terbentuk.
Data pengaruh ZPT NAA dan BAP terhadap jumlah tunas yang terbentuk pada bagian basal
Data pengaruh ZPT NAA dan BAP terhadap tinggi tunas yang terbentuk (cm)
Data output SPSS waktu pembentukan tunas
Data output SPSS jumlah tunas yang terbentuk Data Output SPSS tinggi tunas yang terbentuk