Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Indus

13 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RAMBU ASANA 372013603 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Permasalahan lingkungan telah menjadi salah satu isu penting dalam dunia internasional

dimana suatu permasalahan lingkungan yang terjadi di satu negara telah menjadi

tanggungjawab dunia internasional. Permasalahan lingkungan yang terjadi meliputi

pencemaran lingkungan, degradasi sumber daya dan pemanasan global. Pencemaran

lingkungan adalah salah satu bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi akibat

kegiatan/aktifitas manusia ataupun oleh secara alami.

Selain pencemaran tanah dan udara, pencemaran air menjadi salah satu masalah yang

banyak dihadapi oleh beberapa negara di dunia. Pencemaran atau polusi air adalah peristiwa

masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya ke dalam air, sehingga kualitas air

terganggu yang ditandai dengan perubahan warna, bau dan rasa. Salah satu dampak

terjadinya polusi air adalah kemajuan teknologi, ekonomi ataupun pembangunan yang

mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan

fungsi dasar ekosistem yang menjadi pendukung kehidupan menjadi rusak.

Pada saat ini China mengalami pembangunan besar-besaran yang ditandai dengan

kemajuan di bidang industri. Pembangunan tersebut sangat mempengaruhi limbah yang

dihasilkan oleh industri baik secara kualitas atau kuantitas terhadap lingkungan. Limbah cair

yang dihasilkan industri memberi dampak yang cukup besar bagi kerusakan lingkungan

karena zat kimia beracun yang terdapat pada limbah cair dapat bercampur dengan air dan

mengancam keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Kerusakan

lingkungan akibat pencemaran air menjadi salah satu masalah utama yang perlu disadari oleh

umat manusia karena air merupakan kebutuhan pokok manusia.1

China merupakan salah satu negara industri terbesar di dunia yang menduduki peringkat

pertama sebagai negara pelaku pencemaran air terbanyak (sekitar 6.088.660/hari).2

1

Fachruddin M. Mangunjaya; 2008: 22. Diambil dari buku Hubungan Internasional dalam Tantangan Global. 2

(2)

RAMBU ASANA 372013603 2

Pencemaran air yang terjadi di China semakin memprihatinkan kala mengingat bahwa China

merupakan negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia sehingga resiko

pencemaran juga sangat tinggi.

Pencemaran air berupa limbah ini tidak saja berdampak pada negara China sendiri tetapi

juga berdampak pada perairan dan kelangsungan hidup di kawasan regional. Letak negara

China sebagai negara terluas di kawasan Asia Pasifik yang memiliki perbatasan daratan

panjang dan dilalui oleh beberapa anak sungai yang terhubung menjadi satu dengan hulu

sungai yang kemudian mengalir di daerah perbatasan. Hal ini menyebabkan berbagai

permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh China juga secara langsung dihadapi oleh

negara-negara di kawasan perbatasan negara.

Oleh karena itu, China tidak hanya dituntut untuk menanggulangi

permasalahan-permasalahan lingkungan yang terjadi di dalam negeri saja tetapi juga luar negeri. Tentunya

permasalahan ini tidak saja menjadi tanggungjwab pemerintah ataupun masyarakat China

tetapi juga organisasi maupun lembaga lingkungan global, salah satunya adalah Greenpeace.

Penulis akan mengkaji kasus ini menggunakan konsep environmentalisme dengan melihat

peran pemerintah dan masyarakat China serta lembaga lingkungan global dalam

menyelesaikan masalah pencemaran air di China.

1.2.Rumusan Masalah

1. Apa yang menyebabkan terjadinya pencemaran air di China?

2. Bagaimana dampak pencemaran air di China terhadap negaranya maupun negara-negara

di sekitar kawasan China?

3. Apa saja upaya yang dilakukan dalam menanggulangi masalah pencemaran air di China?

1.3.Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi Tugas Akhir Semester (TAS) mata

kuliah Environment & International Relations. Selain itu juga untuk menambah pengetahuan

penulis maupun pembaca dalam melihat permasalah lingkungan yang merupakan bagian

(3)

RAMBU ASANA 372013603 3

1.4.Landasan Teori

- Environmentalisme

Environmentalisme adalah gerakan sosial yang dimotori kaum penyelamat lingkungan

hidup. Gerakan ini berusaha dengan segala cara, tanpa kekerasan, mulai dari aksi jalanan,lobi

politik hingga pendidikan publik untuk melindungi kekayaan alam dan ekosistem. Kaum

environmentalis peduli pada isu-isu pencemaran air dan udara, kepunahan spesies, gaya

hidup rakus energi, ancaman perubahan iklim dan rekayasa genetika pada produk-produk

makanan.3

Dengan kata lain, environmentalis menerima framework dari keberadaan struktur politik,

sosial, ekonomi, dan normatif dari politik dunia dan berusaha menyelaraskan isu lingkungan

didalamnya. Berbeda dengan green theory yang menganggap struktur tersebut sebagai alasan

utama krisis lingkungan dan berpendapat bahwa struktur ini haruslah mendapat tantangan.

Dalam hubungan internasional posisi environmentalis tidaklah ada bedanya, mereka tetap

menerima adanya negara dan struktur politik yang ada, dan bahwa negara akan memberikan

perhatian yang serius terhadap isu lingkungan. Sedangkan green theory cenderung skeptis

terhadap negara, bahwa negara akan memberikan respon seperti yang dikemukakan oleh

environmentalis.

Greenpeace sebagai lembaga lingkungan internasional mengharapkan pemerintah China

merealisasikan undang – undang mengenai lingkungan hidup dan masalah pencemaran air

secara efektif dan menyelaraskan antara pembangunan dengan lingkungan karena selama ini

pemerintah China lebih berfokus pada masalah politik, ekonomi dan keamanan tidak

berfokus pada masalah lingkungan karena masalah lingkungan masih di anggap isu low

politics oleh beberapa negara termasuk China.

3

(4)

RAMBU ASANA 372013603 4

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Penyebab Terjadinya Pencemaran Air di China

China adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, dapat dikatakan

sebagai pabrik dunia di mana China menjadi pusat bagi barang-barang yang kebanyakan

digunakan oleh hampir seluruh penduduk dunia. Aktivitas-aktivitas produksi dalam skala

masif tersebut tentu punya dampak merusak lingkungan. Salah satu indikatornya ialah

pencemaran air sungai yang begitu parah.China dikenal sebagai negeri dengan jumlah sungai

yang tidak terhitung.

China yang hingga kini masih berada pada peringkat pertama sebagai pelaku pencemaran

air terbesar di dunia, masih tetap dengan alasan yang sama yakni limbah industri. Limbah

industri yang dihasilkan dari kegiatan pabrik-pabrik di China, secara jelas telah mendukung

kerusakan lingkungan diingat bahwa China merupakan basis produksi terbesar di dunia.

Ditambah lagi dengan pembuangan sampah dari penduduk sekitar sungai yang semakin

memperburuk keadaan sungai-sungai di China. Rusaknya sumber air yang ditandai dengan

masuknya racun serta limbah berbahaya ke sungai-sungai yang sebenarnya menjadi sumber

air minum. Namun, kerusakan lingkungan akibat aktivitas produksi (limbah) ini sering luput

dari perhatian publik. Bukan saja pemerintah China yang harus bertanggungjawab, tetapi

juga perusahan-perusahaan yang melakukan aktifitas produksidi China.

Perusahaan-perusahaan seperti Apple,Canon, LG, Hewlett-Packard, Motorola, Shell,

Nestle, Levi's Puma, Next, Adidas, Nike, Zara merupakan sebagian dari 650 perusahaan yang

masuk dalam daftar hitam sebagai penyumbang pencemaran air di China.4 Salah satu

contohnya adalah bahwa rantai produksi Apple telah menyumbang pencemaran logam berat

beracun di Cina. Selain terjadi di sungai, pencemaran air juga terjadi di pesisir pantai China.

Pada tahun 2012 pencemaran air meningkat 35 % akibat pembuangan limbah yang

berlebihan.5

4

Data dari Institut Urusan Lingkungan dan Publik (Institute of Public and Environmental Affairs -- IPE), sebuah institusi resmi pemerintah China.

5

(5)

RAMBU ASANA 372013603 5

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa penyebab terjadinya pencemaran air di China

yakni sebagai berikut :

- Industri atau pabrik yang sering membuang berbagai macam polutan ke dalam air

limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah

tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang

dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

- Limbah pabrik yang mengalir ke sungai menyebabkan kematian ekosistem air serta

penurunan fungsi air sungai di China. Diketahui pula sungai merupakan salah satu tempat

mata pencaharian serta sumber kehidupan warga China khususnya sekitar pabrik.

- Terjadi eutrofikasi.6 Keadaan ini adalah dimana jumlah nutrisi air berlebihan yang

dihasilkan banyak tanaman pengganggu seperti ganggang dan gulma.

2.2.Dampak Terjadinya Pencemaran Air di China

2.2.1. Dampak Pencemaran Air Terhadap Negara China

Pencemaran air yang terjadi di China sudah menghasilkan dampak yang tidak sedikit

bahkan tergolong berat. Menyerang perairan sungai, danau bahkan pesisir pantai, limbah

hasil kegiatan industri juga mengancam keberlangsungan makhluk hidup di air maupun

manusia sendiri. Pencemaran air di China dapat meracuni sumber air minum, meracuni

makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, hingga banjir.

Sekitar 90% dari kota-kota China telah terkena dampak dari beberapa tingkat

pencemaran air, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang

aman.Kerusakan sumber-sumber air bersih tentu menjadi masalah serius yang harus diatasi.

Namun dengan perkembangan kegiatan industri yang semakin meningkat, sangat sedikit

kemungkinan masyarakat untuk mendapat air bersih. WHO memperkirakan hampir 100.000

orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang bersumber dari polusi air. Sedangkan

limbah industri sebagian besar mengandung logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan

padatan. Zat-zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan pula matinya organisme dalam

ekosistem air.

6

(6)

RAMBU ASANA 372013603 6

Tidak saja manusia maupun ekosistem air yang rusak, hewan darat pun ikut menjadi

korban pencemaran air ini. Melalui data yang diperoleh dari IPE,ada lebih dari 2.000 babi

mati ditemukan mengambang di sebuah sungai di Shanghai, padahal sungai itu merupakan

sumber air utama bagi 23 juta warga kota Shanghai.

Selain itu, melalui laporan World News7, lebih dari 67.000 km2 pesisir laut hanya dapat

digunakan sebagai pelabuhan dan pengembangan kelautan dan daerah yang terkena dampak

sekitar 23.000 km2 lebih luas dibandingkan dengan tahun 2011. Adapula laporan tambahan

yang mengatakan lebih dari 173.000 km2 di pesisir laut yang tidak dapat digunakan untuk

perikanan dan cagar alam. Selain itu 18.000 km2 perairan dekat pantai dipengaruhi oleh

eutrofikasi.8Hal itu diakibatkan oleh jumlah nutrisi air berlebihan yang dihasilkan banyak

tanaman pengganggu seperti ganggang dan gulma.

Dampak terbesar yang secara langsung dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat China

adalah banjir. Sepanjang sejarah manusia, banjir terbesar yang menyebabkan korban jiwa,

banyak terjadi di China yang diakibatkan dari meluapnya sungai-sungai di China yaitu sungai

Kuning (Huang He) dan sungai Yangtze. Meski telah membangun bendungan terbesar di

dunia9, tetap saja bahaya banjir masih dapat mengahampiri China kapan saja karena seiring

dengan upaya meminimalkan bencana, pembangunan masih saja terus digencarkan.

2.2.2. Dampak Terhadap Negara di Kawasan China

China merupakan salah satu negara di kawasan Asia Pacific yang banyak

menghadapi permasalahan ekologis. Hal ini dibuktikan dengan adanya fenomena krisis

lingkungan yang terjadi pada tahun 2005.10 Pencemaran air berupa limbah ini berdampak

pada perairan dan kelangsungan hidup di kawasan regional. Letak negara China sebagai

negara terluas di kawasan Asia Pasifik yang memiliki perbatasan daratan panjang dan dilalui

oleh beberapa anak sungai yang terhubung menjadi satu dengan hulu sungai yang kemudian

mengalir di daerah perbatasan. Hal ini menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan yang

7

Diakses melalui pemberitaan World News yang ada Youtube, tanggal 28 November 2014 pukul 21:56. 8

Eutrofikasi adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient berlebihan ke ekosistem air. 9

Bandungan Three Gorges Dam 10

(7)

RAMBU ASANA 372013603 7

dihadapi oleh China juga secara langsung dihadapi oleh negara-negara di kawasan perbatasan

negara. Oleh karena itu, China tidak hanya dituntut untuk menanggulangi

permasalahan-permasalahan lingkungan yang terjadi di dalam negeri saja tetapi juga luar negeri

(negara-negara perbatasan China: Burma, Laos, Vietnam, Thailand,Kamboja, Bangladesh dan India).

India termasuk negara yang berbatasan dengan China. Sungai dan anak-anak sungai

di Negara India merupakan sumber terbesar air minum bagi sebagian besar penduduk

yangtinggal di lembah. Salah satu contoh kasus, pada tahun 1990, sekitar 200.000 liter

minyak bakar mencemari sungai dari Bokaro Steel Plant dan mengalir sampai 150 km hilir

ke Durgapur. Akibatnya air yang tercemar tersebut berdampak pada 5 juta orang yang

mengkonsumsi, yang mana kadar tingkat minyak 40-80 kali lebih tinggi dari nilai yang

diizinkan yakni 0,03 mg/l.11

Sebagai perbandingan, menurut hasil survei12 pada tahun 2009 menyebutkan bahwa

China merupakan salah salah satu negara yang menduduki posisi pertama di dunia yang

paling banyak melakukan pencemaran air (sekitar 6.088.660/hari). Adapun, hal tersebut

menyebabkan difusi lintas batas yang secara langsung juga akan memberikan dampak pada

200 juta orang dan 2 juta km2 kawasan di area perbatasan Negara.13

Akan tetapi dalam perkembangan industrinya, konsekuensi negatif dari peningkatan

kegiatan dan aktivitas manusia seiring globalisasi di China mengakibatkan timbulnya

berbagai bentuk ancaman terhadap kelangsungan hidup manusia. Adapun, isu lingkungan

yang terjadi di China khususnya masalah pencemaran air merupakan problematika yang

sangat berat baik secara jangka pendek maupun panjang. Hal tersebut dikarenakan dampak

negatif yang dihasilkan dari masalah pencemaran air di China.

11

Permasalahan Lingkungan di China, Xiaofan Li, 2006. Environmenal concerns in China_problems policies, and global implications. Lihat di http://findarticles.com/p/articles/mi_mOIMR/is_1-2_81/ai_n16599308/ Diakses pada tanggal 28 November 2014.

12

Environment & People. Case Study. Lihat di

http://www.environmentandpeople.org/WaterPollutionCasestudy.html diakses pada tanggal 28 November 2014. 13Hasil survei pada tahu 2009 ( Top 5 Cou tries that are the Greatest Water Polluters terdapat dala

(8)

RAMBU ASANA 372013603 8

2.3.Upaya Penanggulangan Masalah Pencemaran Air di China

2.3.1. Peran Pemerintah China

Peran pemerintah China terlihat dari banyaknya upaya yang dilakukan dalam menanggapi

serta menangani permasalahan pencemaran air. Salah satu cara yang ditempuh pemerintah

adalah dengan membentuk sebuah institusi resmi pemerintah yang bertugas mengurusi

lingkungan serta publik. Institusi tersebut adalah Institut Urusan Lingkungan dan Publik

(Institute of Public and Environmental Affairs -- IPE) yang hingga kini masih terus

melakukan upaya penyelamatan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan IPE adalah

dengan membuat suatu peta yang menyediakan data soal polusi air. Lewat peta itu, warga

negara Cina bisa melihat langsung data terbaru polusi yang terjadi di sungai-sungai di 300

kota di 31 provinsi yang ada di negara itu. Mereka juga dapat langsung melihat perusahaan

apa saja yang bertanggungjawab melakukan pencemaran air tersebut dan melanggar aturan

perlindungan lingkungan di negara itu.

Berkaitan dengan upaya pemerintah di atas, untuk mengontrol kegiatan industri

perusahaan-perusahaan di China, dibuat pula UU Keterbukaan Informasi Lingkungan. Dalam

UU tersebut dikatakan jika perusahaan-perusahaan tersebut melebihi ambang batas polusi

(Nilai Ambang Batas), mereka harus membuka informasi itu kepada masyarakat dalam 30

hari.

Hingga saat ini, pengawasan pemerintah masih tergolong lemah karena meski sudah

dikeluarkannya aturan serta instansi khusus, kendala yang dihadapi adalah sikap

perusahaan-perusahaan yang tak acuh.

2.3.2. Peran Pabrik-pabrik yang Melakukan Kegiatan Industri di China

Melalui kinerja yang dihasilkan IPE, dapat dilihat bahwa pabrik-pabrik yang beroperasi

di China merupakan actor penting dalam kerusakana lingkungan. Meski demikian, tidak

banyak upaya yang dilakukan oleh pabrik-pabrik tersebut. UU Keterbukaan Informasi

Lingkungan yang telah dibuat oleh pemerintah pun tidak dapat menambah tanggungjawab

pabrik-pabrik tersebut untuk mengurangi limbah hasil industri. Perusahaan-perusahaan yang

masuk daftar hitam pelaku pencemaran air bahkan melanggar peraturan yang ditetapkan oleh

(9)

RAMBU ASANA 372013603 9

Motorola adalah salah satu merek ponsel yang terkemuka di China. Tetapi menurut

laporan greenpeace, mereka juga salah satu dari pelaku pencemaran terbesar di China.

Bersama dengan Shell, Nestle dan banyak perusahaan lain dalam daftar 500 perusahaan papan

atas fortune, mereka diduga melepaskan zat kimia beracun ke air. Penyelidikan greenpeace

tahun 2012 menemukan perusahaan-perusahaan ini melanggar hukum karena gagal

mematuhinya. Sehingga dapat dilihat bahwa pabrik-pabrik tersebut belum menghasilkan

peran yang cukup membantu penanggulangan pencemaran air di China.

2.3.3. Peran Lembaga Lingkungan Global (Greenpeace)

Dalam menanggulangi pencemaran air di china, Greenpeace melakukan serangkaian

kegiatan, Pertama, advokasi, bersama masyarakat merupakan untuk menekan kebijakan

pemerintah China dalam hal lingkungan. Kedua, monitoring, penelitian dan evaluasi ialah

Greenpeace mengawasi kebijakan lingkungan dan aktifitas perusahaan atau institusi dalam

menjaga lingkungan dan pencemaran yang terjadi. Ketiga, fasilitasi komunikasi ialah

Greenpeace sangat berperan besar dalam membentuk pola komunikasi yang terarah dan baik

antara masyarakat maupun institusi perusahaan yang seringkali mengalami konflik

lingkungan.

Dari berbagai uraian mengenai peran Greenpeace dalam mengatasi pencemaran air di

China, Greenpeace masih kurang berhasil dalam menanggulangi pencemaran air di China, hal

ini disebabkan oleh beberapa faktor: Pertama, tingkat kesadaran lingkungan di masyarakat

China juga masih sangat rendah dan juga kepentingan – kepentingan ekonomi masyarakat

yang bekerja di perusahaan-perusahaan khususnya di pabrik tersebut menjadi faktor tingkat

kesadaran ekonomi lebih besar dibandingkan kesadaran lingkungan. Kedua, minimnya

dukungan pihak lokal dan dalam negeri China adalah sangat penting dalam mendukung

kampanye yang dilakukan Greenpeace terutama untuk memperlihatkan bahwa pembuangan

limbah ke aliran air dan sungai-sungai di China dapat berakibat negatif pada rakyat China.

Ketiga, untuk membangun kontak dan pemahaman masyarakat local memakan waktu cukup

lama. Keempat, keinginan pemerintah China untuk mendatangkan investor asing maupun

investor swasta nasional dengan tujuan mendapat keuntungan lebih besar dalam

(10)

RAMBU ASANA 372013603 10

hukum yang mengatur masalah lingkungan di China. Kelima, konsumsi akan hasil industri

tekstil dari merk-merk terkenal di China semakin hari semakin tinggi sehingga

perusahaan-perusahaan tersebut meningkatkan hasil produksinya. Keenam, sistem negara China yang

berideologi komunis dan monopartai mengawasi secara ketat serta melakukan pembatasan

terhadap organisasi asing maupun organisasi lokal dalam menyuarakan masalah lingkungan

dan sosial.

Langkah yang diambil Greenpeace merupakan usaha tingkat nasional dalam

menanggulangi pencemaran air di China. Hal ini tidak hanya penting bagi masyarakat China

namun juga masyarakat di wilayah sekitar negara China yang mulai merasakan dampak akibat

(11)

RAMBU ASANA 372013603 11

BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

China merupakan negara industri terbesar di dunia yang kini menduduki peringkat

pertama sebagai pelaku pencemaran air. Pencemaran air yang terjadi China menjadi penting

karena mengingat China merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Selain itu

China juga merupakan negara yang memiliki wilayah terluas di Asia Pasifik. Kedua hal ini

merupakan alasan penting untuk menanggapi serta menanggulangi pencemaran air yang

terjadi di China.

Kegiatan/aktifitas industri di China merupakan penyebab utama pencemaran air oleh

karena limbah sisa hasil industri. Limbah industri tersebut antara lain mengandung logam

berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan yang secara langsung maupun tidak

langsung telah merusak lingkungan. Di China, kepentingan pembangunan ekonomi selalu

lebih memenangkan atas usaha penjagaan dan perlindungan lingkungan.

Menanggapi masalah ini, pemerintah China melakukan beberapa upaya yang secara

khusus ditujukan kepada pabrik-pabrik yang ada di China. Pembentukkan institusi khusus

dan UU yang mengarah pada pengendalian limbah industri pabrik tidak serta merta memberi

hasil yang memuaskan selain China dilihat sebagai model pencemaran air di dunia. Sebagai

Lembaga Lingkungan Global, Greenpeace hadir dengan upaya meliputi melakukan advokasi,

monitoring serta menyediakan layanan komunikasi dalam rangkan menghubungkan

komunikasi antara masyarakat dan institusi terkait. Meski denga berbagai upaya telah

dilakukan, hingga kini China masih mengalami pencemaran air yang hebat sehingga

(12)

RAMBU ASANA 372013603 12

3.2.Saran

Berikut merupakan saran penulis dalam rangka menanggapi upaya penanggulangan

pencemaran air di China, sebagai berikut :

- Seharusnya pemerintah lebih mengetatkan lagi pengaturan dan pembatasan bahan-bahan

pembuangan industry misalnya dengan memberi sanksinya bagi pelaku pencemran laut

dan wilayah pesisir pantai.

- Melalui institusi yang dibentuk pemerintah dapat memonitori segala perubahan

komposisi biotik dan abiotic dan ekosistem laut yang menunjukkan telah terjadinya

pencemaran, kerusakan dan gangguan. Sehingga tidak saja membuka media mengenai

berita perkembangan polusi tetapi juga turut mengambil bagian dalam memonitori

dampak yang sudah terjadi.

- Pengelola industri wajib membuat unit pengelolaan limbah (UPL). Melakukan

penyaringan limbah pabrik sehingga yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah

limbah jahat perusak ekosistem. Harusnya hal ini telah diregulasi oleh pemerintah

sehingga perusahaan-perusahaan yang ada di China juga dapat menyesuaikan kegiatan

industri dengan kebijakan yang ada.

- Pengurangan beban emisi industri maupun kendaraan, karena pencemaran air tidak saja

(13)

RAMBU ASANA 372013603 13

DAFTAR PUSTAKA

- “Top 5 Countries that are the Greatest Water Polluters” terdapat dalam

http://www.aneki.com/countries2.php?t diakses pada tanggal 28 November 2014.

- “Water Pollution” terdapat dalamhttp://pacificenvironment.org/section.php?id=373 ,

diakses pada tanggal 28 November 2014

-

http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/pencemaran-sungai-yangtze-dan-delta-pearl-di/blog/35805/ diakses 28 November 2014

- Permasalahan Lingkungan di China, Xiaofan Li, 2006. Environmenal concerns in

China_problems policies, and global implications. Lihat di

http://findarticles.com/p/articles/mi_mOIMR/is_1-2_81/ai_n16599308/ Diakses pada

tanggal 28 November 2014.

- Krisis lingkungan. Lihat di http://www.pacificenvironment.org/article.php?id-1873 .

Diakses pada tanggal 28 November 2014

- Environment & People. Case Study. Lihat di

http://www.environmentandpeople.org/WaterPollutionCasestudy.html diakses pada

tanggal 28 November 2014.

-

http://unikdunia.com/2013/07/8/-negara-penyumbang-kerusakan-bumi-terbesar-di-dunia-.html diakses 30 November 2014.

- http://uniqpost.com/71610/gambaran-parahnya-pencemaran-air-sungai-di-cina// diakses 30

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...