USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PORSENPIN (PEKAN OLAHRAGA DAN SENI NARAPIDANA NASIONAL) SEBAGAI UPAYA MENGUBAH PRESEPSI NEGATIF
MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP NARAPIDANA
BIDANG KEGIATAN: PKM-GAGASAN ILMIAH
Diusulkan oleh:
Febri Anggih Setiawan (111910101090 / 2011) Akita Ayu Nadifah (111710101089 / 2011) Gustiviani Annisa Berlianti (131710101106 / 2013)
UNIVERSITAS JEMBER JEMBER
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN USULAN PKM-GT ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iii
RINGKASAN ... iv
PENDAHULUAN Latar Belakang ... 1
Tujuan ... 2
Manfaat ... 3
GAGASAN Kondisi Kekinian ... 3
Solusi yang Pernah Ditawarkan ... 4
Kehandalan Gagasan ... 5
Pihak-pihak yang Terkait ... 6
Langkah-langkah strategis yang dilakukan ... 6
KESIMPULAN ... 8
DAFTAR PUSTAKA ... 9
LAMPIRAN ... 10
DAFTAR GAMBAR Gambar 1. PORSENAP di Lapas kelas 1Cipinang Jakarta ... 5
Gambar 2. Band pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni Narapidana ... 5
Gambar 3.Diagram alir proses PORSENPIN... 8
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Ringkasan
PENDAHULUAN Latar Belakang
Narapidana adalah manusia biasa seperti manusia lainnya hanya karena melanggar norma hukum yang ada, maka dipisahkan oleh hakim untuk menjalani hukuman (Dirjosworo, 1992). Menurut UU No. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan, narapidana adalah terpidana yang menjalani pidana hilang kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan.
Terabaikannya pemenuhan hak-hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), baik yang tercantum dalam UU No. 12 tahun 1995, yang didalamnya juga mencamtumkan 10 prinsip pemasyarakatan, kemudian beberapa hukum internasional seperti Konvensi Hak-hak Sipil dan Politik, Konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan lain yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia, bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1955 telah mengeluarkan Standard Minimum Rules for Treatment of Prisoners atau Peraturan-Peraturan Standar Minimum bagi Perlakuan terhadap Narapidana. Tidak dipenuhinya secara ideal hak-hak narapidana ini sesungguhnya merupakan efek kesekian dari begitu kompleksnya masalah yang ada dalam lembaga pemasyarakatan (Manting, L,2007).
Dari data Direktorat Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan, terdapat 142.315 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di Lapas maupun Rutan di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan bahwa narapidana yang ada di Indonesia sangat banyak.
Narapidana adalah manusia yang juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan ke arah yang positif menjadi lebih produktif dan lebih baik dari sebelumnya. Setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan, diharapkan narapida dapat hidup didalam masyarakat secara baik dan bertanggung jawab. Sehubungan dengan hal ini, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan narapidana agar dapat melaksanakan fungsinya dalam kehidupan.
Upaya yang dilakukan yaitu kegiatan PORSENPIN (Pekan Olahraga dan Seni Narapidana). Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplor skills yang dimiliki narapidana sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri setelah keluar dari penjara dan tidak dikucilkan saat berada di masyarakat umum.
Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mengamanatkan bahwa tujuan keolahragaan nasional adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan, kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat, dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa. Lebih lanjut, undang-undang tersebut memberikan perhatian terhadap pentingnya nilai-nilai olahraga untuk meningkatkan kesejahteraan individu, kelompok, atau masyarakat yang perlu ditumbuhkembangkan melalui proses yang terencana dan sistematik demi mencapai kualitas hasil yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan kesenian dimaksudkan untuk membina dan mengasah bakat-bakat seni narapidana, sehingga mereka dapat menyalurkan bakat seni yang mereka miliki dan dapat diterima oleh masyarakat setelah keluar dari penjara.
Tujuan
Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan PORSENPIN (Pekan Olah Raga dan Seni Narapidana Nasional) adalah:
1. Manfaat bagi narapidana yaitu menambah rasa percaya diri serta memiliki tanggung jawab yang tinggi setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan; 2. Manfaat bagi masyarakat yaitu dapat menjadi sarana pembelajaran bagi
masyarakat bahwa narapidana juga manusia yang tidak lepas dari kesalahan dan pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup bermasyarakat;
3. Manfaat bagi bangsa Indonesia yaitu tindakan kriminalitas yang ada di Indonesia dapat menurun dengan adanya kegiatan ini karena narapidana sudah mendapatkan pembelajaran dari segi moral dan sosial.
GAGASAN
Kondisi Kekinian
Kondisi kebebasan menentukan kehendak (deprivation of autonomy) dan kehilangan rasa aman (deprivation of security). Kondisi ini diperparah dengan derita dengan tidak mendapatkan kesempatan yang sama diluar, hal demikian dapat membentuk dekonstruktif bagi kondisi kejiwaan seseorang narapidana. Pemasyarakatan itu sendiri sebagai sebuah proses Reintegrasi sosial.
Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya
Pekan Olahraga dan Seni Narapidana setiap tahunnya sudah dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan disetiap daerah Lembaga Pemasyarakatan. Hal itu dilakukan untuk memperingati “Hari Bhakti Pemasyarakatan” sebagai bentuk apresiasi Lembaga Pemasyarakatan terhadap narapidana. Prestasi olahraga tak hanya monopoli para atlet. Narapidana yang terampas kebebasanpun berhak menyicipinya. Seperti yang dilakukan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Jawa Timur dengan menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana, sebanyak 273 atlet narapidana dari 37 lembaga pemasyarakatan unjuk diri. "Hadiah utama piala bergilir Menteri hukum dan HAM," kata ketua panitia Porsenap yang juga kepala Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang, Widodo Joko Harjono.
Kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Sihabuddin mengatakan Pekan Olahraga dan Seni ini menjadi tolok ukur pembinaan narapidana. Seperti pembinaan keolahragaan, rohani dan sosial yang diterapkan di masing-masing lembaga pemasyarakatan. "Berfungsi mengukur pembinaan lembaga pemasyarakatan melalui prestasi olahraga, seni dan agama," ujarnya.
Gambar 1. Pekan Olahraga dan Seni Narapidana di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta
Gambar 2. Band pembukaan Pekan Olahraga, Seni dan MTQ Antar Narapidana (Porsenap) se-Jabar 2012
Kehandalan Gagasan
Pihak-pihak yang Terkait
Dalam pelaksanaannya, PKM-GT kami akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yaitu:
1. Pemerintah, dalam hal ini adalah Departemen Hukum dan HAM karena keputusan apakah kegiatan PORSENPIN (Pekan Olahraga dan Seni Narapidana Nasional) dapat terselenggara atau tidak harus mendapatkan persetujuan dari departemen ini. Selain itu informasi-informasi mengenai persyaratan kegiatan harus mendapat persetujuan dari Departemen Hukum dan HAM agar tidak melanggar pasal-pasal yang sudah diatur;
2. Mahasiswa, dalam hal ini diharapkan dapat membantu untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Agar kegiatan PORSENPIN dapat diterima oleh masyarakat;
3. Masyarakat sebagai sumber informasi, karena opini dan masukan dari masyarakat akan membuat kegiatan PORSENPIN dapat diterima oleh masyarakat dan tujuan dari kegiatan PORSENPIN dapat tercapai yaitu mengubah presepsi negatif masyarakat terhadap narapidana.
Langkah-langkah Strategis yang dilakukan
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan dala kegiatan PORSENPIN yaitu: a. Mengadakan quisioner kepada masyarakat mengenai diadakannya
PORSENAP di tingkat nasional. Hal ini bertujuan untuk melihat ketertarikan masyarakat tentang kegiatan PORSENPIN sehingga kompetisi ini dapat didukung dan dapat diterima oleh masyarakat.
b. Menampung opini masyarakat sebagai sumber informasi agar kegiatan PORSENPIN ini dapat diterima oleh masyarakat sehingga tujuan utama kegiatan ini dapat terwujud yaitu mengubah presepsi negatif masyarakat terhadap narapidana.
kompetisi ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan dapat di terima baik dari narapidana ataupun dari masyarakat.
d. Mengajukan usulan kepada Departemen Hukum dan HAM mengenai diadakannya PORSENPIN. Dengan membawa bukti-bukti yang sudah terkumpul berupa informasi, opini, quisioner dan dukungan dari masyarakat maupun pegawai LAPAS serta menunjukkan sisi positif mengenai terselenggaranya kegiatan PORSENPIN ini maka kami meminta agar kegiatan PORSENPIN ini dapat terselenggara sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai.
e. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang diadakannya PORSENPIN. Hal ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada Masyarakat tentang kompetisi ini agar masyarakat dapat melihat sisi positif dari narapidana melalui bakat dan kemampuannya sehingga narapidana dapat diterima dimasyarakat.
f. Terselenggaranya kegiatan PORSENPIN secara langsung dan melalui media televisi, masyarakat dapat melihat secara langsung sisi positif dari narapidana melalui diadakannya kegiatan PORSENPIN dan menilai secara langsung bakat dan kemampuan narapidana dalam berkompetisi.
Gambar 3. Diagaram alir proses PORSENPIN (Pekan Olahraga dan Seni Narapidan Nasional)
KESIMPULAN
Narapidana merupakan seseorang yang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua setelah mereka keluar dari Lembaga Pemasyarakatan. Dengan adanya PORSENPIN pandangan negatif masyarakat terhadap narapidana dapat berubah. Bakat dan kemampuan narapidana adalah sisi positif yang dimiliki
Membuat quisioner Raga dan Seni dari Lembaga
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2007. Warta Pemasyarakatan No.25 Tahun VIII-Juni 2007 [Diakses pada tanggal 15 Maret 2014].
Anonim. 2014. Upacara Pembukaan PORSENAP Tahun 2014. http://UPACARA PEMBUKAAN PORSENAP TAHUN 2014- Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta.htm [Diakses pada tanggal 11 Maret 2014].
Manting, L. 2007. Buku Lembaga Pemasyarakatan dalam Perspektip Sistem
Peradilan Pidana. Penerbit; Jakarta: Kemitraan.
Undang – undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
Widianto, E. 2010. Lomba Olahraga dan Seni. http:// Lomba Olah Raga dan Seni Narapidana Digelar di Lowokwaru-nusa-Tempo.co.htm [Diakses pada tanggal 11 Maret 2014].
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Biodata Ketua Identitas Diri
1. Nama Lengkap Febri Anggih Setiawan
2. Jenis Kelamin Laki-laki
3. Program Studi Teknik Mesin
4. NIM 111910101090
5. Tempat dan Tanggal Lahir 16 Februari 1992
6. E-mail [email protected]
7. Nomor Telepon/HP 08563028509
Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Klurak SMPN Candi SMAN 3 Sidoarjo
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus
1998-2004 2004-2007 2007-2010
Penghargaan dalam 10 tahun terakhir
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun 1. Lomba medspin kedokteran tahun
2009 tingkat 5 besar nasional
2. Biodata Anggota 1
Identitas Diri
1 Nama Lengkap Akita Ayu Nadifah
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4 NIM 111710101089
5 Tempat dan Tanggal Lahir Probolinggo, 10 Mei 1993
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 082331100465
Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 1 Bantaran MTS Unggulan Tunas Bangsa
1999-2005 2005-2008 2008-2011
Penghargaan dalam 10 tahun terakhir
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
2 5 Penyaji terbaik seni drama tetembangan tingkat provinsi dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat .
Jember, 28 Maret 2014 Pengusul,
3. Biodata Anggota 2
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012 Penghargaan dalam 10 tahun terakhir
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat .
Jember, 28 Maret 2014 Pengusul,
1 Nama Lengkap Gustiviani Annisa Berlianti
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4 NIM 131710101071
5 Tempat dan Tanggal Lahir 29 Agustus 1994
6 E-mail [email protected]
Lampiran 2
Susunan Organisasi Tim dan Pembagian Tugas
SUSUNAN ORGANISASI
Pada penulisan PKM GT tentang kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana dibutuhkan sumber daya manusia yang sesuai untuk ditempatkan pada beberapa posisi. Penentuan posisi ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang ada. Susunan organisasi dalam penulisan PKM GT yaitu:
1. Ketua bertugas melakukan koordinasi pada anggotanya yang berkaitan dengan semua kegiatan penulisan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana;
2. Bagian editor bertugas mengoreksi kembali dan memperbaiki tatacara serta format penulisan gagasan secara benar;
3. Bagian keuangan bertanggungjawab atas segala kegiatan yang berupa pengolahan administrasi.
Ketua
Febri Anggih Setiawan
Bagian Editor Akita Ayu Nadifah