• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH DISIPLIN KERJA MOTIVASI DAN KOM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH DISIPLIN KERJA MOTIVASI DAN KOM"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DINAS PARIWISATA KABUPATEN

GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA SITI ROHMAH

ABSTRACK

This study was conducted to determine the effect of work discipline,motivation and compensation in the Tourism Office of Gunungkidul Regency. Improving the performance of civil servants in the tourism office of Gunungkidul Regency needs some variabel such as work discipline, motivation and compensation to be improved. The discipline of employees who are still not orderly in terms of filling attendance attendance in performing tasks need to be upgraded in accordance with the existing regulations in the service although in this case many work task are done outside the office. Motivation inherent in the employee as one of the fulfillment of physiological needs and security needs become one of the strong base but also need motivation given by the leadership to the employees. Compensation in this case is still the basic received by employees as the service contribution of the service as executor of human resources management functions and has been adjusted with existing provisions, but there is no additional compensation that can improve employee performance. From the problems of these three variables will eventually affect the performance of employees to be better.

This research use descriptive research type and quantitative approach and use primary data to get the data that is with questionnaire technique as for population as much 55 people. To praise it using multiple regression analysis tools with the help of SPSS Ver 23 and tested the instrument,statistical test, classical assumption test and hypothesis test.

The result of the study said that simultaneously between work discipline, motivation and compensation variabels affect employee performance for work discipline and compensation variable is already attached to the obligations and responsibilities of employees so that it does not affect its performance. Therefore, these results are expected to be encouragement and input and can take policy in the Departement of Tourism to improve the discipline of the work, motivation and compensation for employee performance to be better.

(2)

PENDAHULUAN

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menekankan pada kekuatan yang ada pada manusia yang mempunyai kemampuan untuk membangun ke arah positif. Arah positif dalam hal ini dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk menjalankan prosesnya harus kuat dan mampu mendapatkannya, maka di dalam sebuah Instansi/Lembaga dibutuhkan pegawai yang dituntut mempunyai dedikasi yang tinggi untuk menjalankan kegiatan di instansi.

Disiplin kerja yang ada di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini tingkat kehadiran pegawai masih belum menunjukkan prosentase 100% dimana masih ada beberapa pegawai dalam kehadirannya tidak memenuhi ketentuan penuh kehadiran, dan juga ditunjukkan dengan bukti kehadiran tidak tepat waktu sesuai dengan peraturan kerja yang ada. Oleh karena itu kedisiplinan pegawai akan mempengaruhi kinerja jika dalam kehadiran, ketaatan pada peraturan sesuai standar kerja yang ada.

Motivasi pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul masih menunjukkan adanya beberapa permasalahan dalam hal aktualisasi diri untuk pemenuhan kebutuhan penggunaan potensi dan pengembangan diri pegawai masih belum maksimal dan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan makan dan minum sebagai salah satu motivasi pegawai dalam bekerja. Motivasi dalam hal kebutuhan keamanan akan harta kekayaan masih jauh dari apa yang diharapkan, walaupun dalam hal kekeluargaan pegawai sudah bagus dan kegiatan sosialnya tetapi motivasi dalam hal kebutuhan status, kepercayaan, prestasi masih kurang dari para pegawainya.

(3)

pada keuntungan dan mempunyai standar gaji yang lebih tinggi. Ini juga sebagai salah satu permasalahan di Pegawai Negeri Sipil tidak ada semangat peningkatan kinerja jika gaji yang didapatkan dari hasil pekerjaannya masih belum tinggi. Apalagi dalam hal ini kompensasi tidak langsung seperti pemberian keuntungan diluar gaji juga belum ada khususnya di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Oleh karena itu peningkatan kinerja pegawai dapat dilakukan dengan menciptakan kondisi dan situasi kerja yang baik serta pemberian kompensasi yang dapat memberikan semangat kerja bagi para pegawai, supaya pegawai bekerja lebih giat maka organisasi perlu memberikan imbalan kepada pegawai sebagai balas jasa atas pekerjaanya, sehingga pegawai mempunyai berbagai harapan dari organisasi begitu juga organisasi terhadap pegawainya.

Penempatan sumber daya manusia harus dilakukan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan serta sesuai dengan kebutuhan organisasi. Penempatan pegawai yang tepat akan menumbuhkan disiplin kerja yang baik dan pegawai mempunyai rasa tanggungjawab yang besar terhadap tugas yang diberikan oleh organisasi sehingga kinerja pegawai akan meningkat. Kedisiplinan harus tumbuh dari kesadaran pribadi seseorang dan bukan karena dipaksa. Pembinaan disiplin harus diupayakan secara efektif dan efisien agar dapat bermanfaat bagi semua pihak baik pegawai maupun organisasi. Organisasi berhak menuntut pegawai untuk berdisiplin kerja dan melaksanakan tugas - tugas yang diberikan oleh organisasi, maka kewajiban organisasi akan memberikan kompensasi. Sehingga akan terwujud keharmonisaan dalam lingkungan kerja. Dengan melihat pengaruh penting dari variabel disiplin kerja, motivasi dan kompensasi di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul maka akan terlihat berpengaruh tidak terhadap peningkatan kinerja pegawai.

METODE PENELITIAN

(4)

dilakukan di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dengan populasi 55 orang Pegawai Negeri Sipil dengan sebar kuesioner kepada seluruh Pegawai Negeri di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul kemudian disusun dengan Skala Likert.

DEFINISI OPERASIONAL DAN INDIKATOR VARIABEL

1. Kinerja (Y), merupakan tindakan-tindakan atas pelaksanaan tugas yang telah diselesaikan oleh seseorang dalam kurun waktu tertentu dan dapat diukur.(M Harlie,2010) Adapun indikatornya adalah sebagai berikut:

a. Tanggung jawab terhadap kualitas hasil kerja b. Tanggung Jawab terhadap kuantitas hasil kerja c. Penghematan waktu kerja

d. Adanya tanggungjawab dalam mencapai tujuan organisasi e. Kerjasama melaksanakan tugas

f. Kemampuan menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan g. Koordinasi setiap tugas/pekerjaan

2. Disiplin Kerja (X1),menurut Veithzal Rivai (2005: 444) menjelaskan bahwa, disiplin kerja memiliki beberapa komponen seperti :

a. Kehadiran. Hal ini menjadi indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan, dan biasanya karyawan yang memiliki disiplin kerja rendah terbiasa untuk terlambat dalam bekerja.

b. Ketaatan pada peraturan kerja. Karyawan yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan akan selalu mengikuti pedoman kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.

c. Ketaatan pada standar kerja. Hal ini dapat dilihat melalui besarnya tanggung jawab karyawan terhadap tugas yang diamanahkan kepadanya. d. Tingkat kewaspadaan tinggi. Karyawan memiliki kewaspadaan tinggi

akan selalu berhati-hati, penuh perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan sesuatu secara efektif dan efisien.

(5)

merupakan salah satu bentuk tindakan indisipliner, sehingga bekerja etis sebagai salah satu wujud dari disiplin kerja karyawan.

3. Motivasi (X2), menurut Teori Abraham H.Maslow tentang teori motivasi yang sudah dikembangkan bahwa manusia mempunyai lima tingkat kebutuhan, yaitu:

a. Kebutuhan fisiologikal, yaitu kebutuhan akan makan, minum, perumahan b. Kebutuhan keamanan, tidak hanya dalam arti fisik, akan tetapi juga

mental, psikologikal dan intelektual

c. Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan akan cinta, persahabatan, perasaan memiliki dan diterima dalam kelompok kekeluargaan dan asosiasi

d. Kebutuhan prestise, yang pada umumnya tercermin dalam berbagi simbol-simbol status

e. Aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. (Hadari Nawawi, 2011).

4. Kompensasi (X3) adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai imbalan atau jasa yang diberikan kepada organisasi.(Hasibuan,2003)

Adapun indikator dari Kompensasi adalah :

a. Kompensasi langsung berupa Gaji/Upah

b. Kompensasi tidak langsung adalah kategori umum tunjangan karyawan, program proteksi yang diamanatkan, asuransi kesehatan, upah waktu tidak bekerja dan bermacam – macam tunjangan lainnya.

(6)

Analisis Regresi Berganda digunakan untuk mengatahui seberapa besar pengaruh dari variabel independent terhadap variabel dependent. Adapun Rumus Regresi Berganda sebagai berikut:

Y= a +b1 X1 + b2X2 + b3X3 + e

Keterangan : a : konstanta

b1,2,3 : koefisien garis regresi X1 : Disiplin kerja

X2 : Motivasi X3 : Kompensasi Y : Kinerja

e : Residual atau prediction error

Analisis Regresi berganda mensyaratkan untuk dilakukan uji asumsi klasik untuk mendapatkan hasil yang akurat dan tidak bias.

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor setiap item dengan total skor. Penggujian dengan koefisien korelasi product moment instrument dikatakan valid apabila rhitung > r tabel. Sedangkan untuk uji realibilitas menggunakan metode Cronbach Alpha dan dikatakan reliabel jika nilai rhitung > rtabel. Uji validitas yang dilakukan dari ketiga variabel independent dengan rtabel dalam uji validitas yaitu 0,265 dan dari 55 responden untuk variabel disiplin kerja dengan 10 butir pertanyaan dikatakan valid. Variabel motivasi dan kompensasi dengan 10 butir pertanyaan dan diuji serta dibandingkan dengan rtabel hasilnya valid semua. Uji validitas dari semua butir pertanyaan pada variabel bebas dikatakan valid maka selanjutnya dilakukan uji reliabilitas.Uji reliabilitas dari variabel disiplin kerja, motivasi dan kompensasi dengan nilai rhitung > rtabel maka dikatakan reliabel.

(7)

Tabel 1

Hasil Uji Koefisen Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R

Square

Std. Error of the

Estimate

1 .653a .426 .392 2.121

a. Predictors: (Constant), Kompensasi, Disiplin Kerja, Motivasi

b. Dependent Variable: Kinerja

Sumber:Data diolah 2017

Hasil diatas menunjukkan hasil atau nilai Adjusted R square sebesar 0,392 yang berarti sebesar 39,2 % variasi variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel disiplin kerja, motivasi dan kompensasi, sedangkan sisanya sebesar 60,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Ketiga variabel yang dipilih sebagai variabel bebas hanya 39,2 % mempengaruhi kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul pengaruhnya masih kecil ini dapat menjadi salah satu kebijakan untuk meningkatkan kinerja. Adapun 60,8% dipengaruhi dari faktor lain maka diharapkan penelitian yang sejenis mengambil variabel lain yang diduga mempunyai pengaruh lebih tinggi untuk meningkatkan kinerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

UJI ASUMSI KLASIK 1. UJI NORMALITAS

(8)

Gambar 1

Output Uji Normalitas dengan grafik P-P Plot Sumber: Data diolah 2017

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka pada uji normalitas dengan model regresi data tersebut telah terdistribusi normal dan telah memenuhi asumsi normalitas sehingga bisa dilanjutkan untuk diteliti dan dianalisis.

UJI AUTOKORELASI

(9)

Test digunakan untuk menguji residual terdapat korelasi tinggi atau tidak. Adapun dikatakan tidak terjadi autokorelasi yaitu H0 diterima jika signifikan hasil > tingkat signifikan 5% (0,05) sehingga data yang digunakan cukup random sehingga tidak terdapat masalah autokorelasi. Sedangkan H0 ditolak jika signifikan 5% (0,05) sehingga data yang digunakan tidak random dan tidak layak digunakan untuk prediksi.

Tabel 2

Output Hasil Uji Autokorelasi dengan Runs Test

Sumber: Data diolah 2017

Dari output hasil uji autokorelasi dengan Run Test dan dengan tingkat signifikan 5% menunjukkan angka 0,498 maka keputusan diambil sebagai analisisnya yaitu nilai Asymp Sig (2-tailed) > dari 0,05 sehingga H0 diterima maka tidak terjadi gejala autokorelasi.

Runs Test

Unstandardized Residual

Test Valuea .38167

Cases < Test Value 27

Cases >= Test Value 28

Total Cases 55

Number of Runs 26

Z -.678

Asymp. Sig. (2-tailed) .498

(10)

UJI HETEROSKEDASTISITAS

Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadinya ketidaksamaan varian dari residual pada model regresi. Regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya heteroskedastisitas. Dalam pengujian ini dengan melihat hasil output SPSS Ver 23 melalui grafik scatterplot pada regresi.

Gambar 2

Output Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot Sumber : Data Diolah 2017

(11)

pada sumbu Y, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam memprediksi kinerja pegawai berdasarkan masukan dari variable independent yaitu disiplin kerja, motivasi dan kompensasi.

UJI MULTIKOLINIERITAS

Multikolinieritas adalah keadaan dimana diantara dua variabel independent atau lebih pada model regresi terjadi hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna. Jadi dengan hasil regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah multikolinieritas (Prayitno,2010). Uji multikolinieritas dapat diukur dengan menentukan nilai tolerance dengan VIF. Jika Variabel bebas mengalami multikolinieritas jika α hitung < α (0.1) dan VIF hitung >VIF(10) atau sebaliknya tidak mengalami multikolinieritas jika α hitung > α (0.1) dan VIF hitung < VIF(10).

(12)

Tabel 3

(13)

Tabel 4 Output Hasil Uji F

ANOVAa

Model

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig. 1Regression 170.278 3 56.759 12.615 .000b Residual 229.467 51 4.499

Total 399.745 54 a. Dependent Variable: Kinerja

b. Predictors: (Constant), Kompensasi, Disiplin Kerja, Motivasi Sumber : Data diolah,2017

(14)

Tabel 5 Uji T

Sumber : Data diolah 2017

Berdasarkan Tabel 5 hasil Output pada uji t maka didapakan kesimpulan sebagai berikut: a) Variabel independent disiplin kerja menunjukkan t hitung pada angka 1.319. Dengan

demikian t hitung < t tabel atau 1.319 < 2.007 maka Ho diterima sehingga dalam pengambilan keputusan dikatakan tidak ada pengaruh disiplin kerja secara individual terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Dari hasil uji parsial variabel disiplin kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul ini berbeda dengan hasil dari penelitian M.Harlie, 2012 disiplin kerja mempengaruhi kinerja pegawai. Disiplin kerja yang ada di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dalam hal tingkat kehadiran pegawai masih rendah dikarenakan absensi kehadiran dengan buku manual sehingga masih ada beberapa pegawai yang tidak mengisi kehadiran. Dalam kedisiplinan pegawai tentu saja perlu ditingkatkan agar kinerja pegawai juga terlihat meningkat maka dari itu untuk disiplin kerja baik dalam kehadiran, taat pada peraturan dan standar kerja juga perlu kewaspadaan tinggi dan dalam melaksanakan pekerjaan dengan etis.

(15)

b) Variabel Motivasi menunjukkan hasil t hitung sebesar 0,000 dengan signifikansi 0,05 maka t hitung 0,000 < t tabel 2,007, maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dalam pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Pariwisata kabupaten Gunungkidul. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji bahwa Ha diterima maka motivasi merupakan variabel yang berpengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Motivasi yang ada di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menunjukkan berpengaruh terhadap kinerja ini terlihat dari komponen yang melekat dalam motivasi pegawai dalam hal pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan pegawai yang terlihat adalah kebutuhan fisiologis dimana pegawai mempunyai motivasi kuat dari pemenuhan kebutuhan akan makan,minum maupun tempat tinggal jadi sudah melekat dalam motivasi kerjanya. Kebutuhan yang lain yaitu akan keamanan kerja dan kebutuhan sosial juga menjadi dasar kuat mendorong motivasi kerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Hasil ini diperkuat dari penelitian terdahulu dari Hita,2012 dengan tiga variabel bebas yaitu kompensasi,disiplin kerja, dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja.

(16)

mempengaruhi kinerja secara kuat tetapi kinerja di Dinas Pariwisata sudah melekat pada tanggungjawab kerja dengan adanya kompensasi yang sudah diberikan.

Jadi dari ketiga variabel independent tersebut diatas dan melihat hasil output uji t menunjukkan angka t hitung < t table sehingga secara parsial ke tiga variabel hanya variable motivasi yang berpengaruh dominan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

UJI LINIERITAS

Uji Linieritas ini bertujuan untuk mengetahui dari dua variabel yang akan dikenai analisis statistik menunjukkan hubungan yang linier atau tidak atau digunakan untuk melihat apakah model yang dibangun mempunyai linieritas (Prayitno, 2011). Dari hasil uji linieritas pada tabel – tabel dibawah ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tabel 6

Hasil Output Uji Linieritas Variabel Disiplin Kerja

(17)

Pengambilan keputusan dari uji linieritas dilakukan dengan melihat signifikansi pada hasil uji linieritas jika lebih besar dari batas 0.05 atau >0,05 maka hubungan antara dua variabel tersebut tidak linier, tetapi jika hasil signifikansi pada linieritas < 0,05 maka terjadi hubungan antara dua variabel tersebut dan dapat dikatakan linier. Dari tabel diatas hasil uji linieritas variabel disiplin kerja menunjukkan hasil signifikansi linieritasnya sebesar 0,011. Jadi dengan hasil signifikansi linieritas 0,011< 0,05 maka disimpulkan bahwa hubungan variabel disiplin kerja dengan kinerja dikatakan linier.

Tabel 7

Hasil Output Uji Linieritas Variabel Motivasi

Sumber: Data Diolah 2017

Sedangkan dari hasil Uji Linieritas pada variabel Motivasi menunjukkan angka 0,00 berarti hasil uji sebesar 0,00 < 0,05 maka dua variable yaitu motivasi dan kinerja pegawai ada hubungan yang linier.

ANOVA Table Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

Kinerja * Motivasi

Between Groups

(Combined) 168.340 8 21.042 4.183 .001

Linearity

157.116 1 157.116 31.23

2 .000

Deviation from

Linearity 11.223 7 1.603 .319 .942

Within Groups 231.406 46 5.031

(18)

Tabel 8

Output Hasil Uji Linieritas Variabel Kompensasi

Sumber: Data Diolah 2017

Dari hasil uji Linieritas pada variabel kompensasi menunjukkan angka 0,00 terlihat dalam tabel diatas ini berarti variabel kompensasi 0,00 < 0,05 dikatakan linier, yaitu ada hubungan antara variable kompensasi dengan kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

ANOVA Table Sum of Square

s df

Mean

Square F Sig.

Kinerja * Kompensas i

Betwee n Groups

(Combined) 240.01

9 12 20.002 5.259 .000

Linearity 95.919 1 95.919 25.222 .000

Deviation from Linearity

144.10

0 11 13.100 3.445 .002

Within Groups 159.72

7 42 3.803

Total 399.74

(19)

PEMBAHASAN DAN IMPLIKASI MANAJEMEN

Pembahasan untuk penelitian ini dengan teknik analisis regresi berganda adapun untuk olah data dengan menggunakan SPSS Ver 23. Analisis regresi dilakukan untuk menganalisa hubungan antar variable independent dengan variable dependent. Dengan Rumus persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y= a +b1 X1 + b2X2 + b3X3 + e

Dimana hasil dari regresinya:

Y= - 722 +171X1 + 664X2 + 136X3 + e

a. Nilai konstanta a= -722, ini menunjukkan jika disiplin kerja, motivasi dan kompensasi nilainya adalah 0, maka kinerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Kabupaten Gunugkidul nilainya negative sebesar – 722.

b. Nilai koefisien b1= 171, ini berarti disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul naik sebesar 1 satuan maka kinerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akan meningkat sebesar 171 satuan. Maka hal ini menunjukkan bahwa dengan kedisiplinan kerja akan mempengaruhi kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

c. Nilai koefisien b2= 664, dari hasil regresi diatas menunjukkan angka 664 ini berarti jika motivasi Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul naik sebesar 1 satuan maka kinerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akan meningkat sebesar 664 satuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya motivasi kerja maka akan mempengaruhi kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

(20)

Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dengan obyek penelitian di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dengan subyek seluruh Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul yaitu sebanyak 55 orang Pegawai Negeri Sipil. Adapun variabel independent yang penulis pilih berjumlah 3 tiga variabel yaitu: Disiplin Kerja, Motivasi dan Kompensasi, sedangkan variabel Dependent yaitu Kinerja Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Hasil dari ketiga variabel independent menunjukkan bahwa disiplin kerja, motivasi dan kompensasi mempunyai pengaruh dalam peningkatan kinerja pegawai negeri sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, sehingga untuk meningkatkan kinerja pegawai dapat memperhatikan dari ketiga faktor tersebut. Organisasi/Instansi perlu memperhatikan bahwa tatanan dalam sebuah organisasi ditentukan oleh kerjasama seluruh pelaksana kegiatan Instansi tersebut. Sehingga dari seluruh Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menjadi penentu untuk mencapai kepada kinerja yang baik. Dengan adanya perencanaan, organisasi yang telah ada dan dilaksanakan seluruh kegiatannya serta tidak terlepas dari kontrol oleh semua Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul maka Kinerja akan menunjukkan peningkatan.

(21)

kehadiran di Dinas Pariwisata dikarenakan pegawai dengan ketugasan ke lapangan atau ke Pos – Pos retribusi pariwisata lebih banyak untuk ketugasannya yang diluar maka absensi kehadiran terkadang diabaikan tetapi walaupun tidak berpengaruh dalam penelitian ini tetapi di Dinas Pariwisata dalam jam kerja juga mentaati ketentuan sehingga kinerja berjalan dengan baik dan dengan hasilnya Kinerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dalam Laporan Kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Gunugkidul Tahun 2016 sangat berhasil menunjukkan prosentase > 90%.

Variabel Independen kedua dalam penelitian ini adalah motivasi. Variabel motivasi dalam penelitian ini mempunyai pengaruh terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Dalam pemenuhan motivasi dengan salah satu indikatornya pemenuhan kebutuhan fisiologis pemenuhan kebutuhan dan rasa aman,nyaman dalam bekerja menjadi salah satu penguat dan mempengaruhi kinerja di dinas pariwisata kabupaten Gunungkidul. Adapun motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja dalam indikatornya seperti merasakan rasa aman, nyaman dalam bekerja dan rasa kekeluargaan yang terjalin di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul sangat bagus. Selain itu juga dari dorongan pimpinan dalam memberi semangat kepada pegawai sangat membantu dengan sosok kepemimpinannya memotivasi dalam bekerjanya.

Variabel Independent yang ketiga penulis pilih dalam penelitian ini adalah Variabel kompensasi segala bentuk imbalan yang diberikan oleh organisasi kepada pegawai di Instansi sebagai balas jasa/kontribusi yang telah diberikan kepada instansi untuk mewujudkan tujuan instansi. Variabel kompensasi dalam penelitian ini tidak berpengaruh terhadap kinerja, dimaksudkan kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul tidak berdasar pada gaji, tunjangan dan fasilitas dalam peningkatan kinerja tetapi pada tanggungjawab bekerja yang melekat pada pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Jadi dengan variabel kompensasi disini tidak mempengaruhi kinerja tetapi sudah menjadi balas jasa dari pekerjaannya.

(22)

KESIMPULAN

Penelitian yang penulis lakukan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari disiplin kerja, motivasi dan kompensasi terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Adapun dalam memperoleh data dengan data primer dari hasil kuesioner yang diberikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Tahun 2017. Dari hasil Uji Regresi Berganda yang telah dilakukan maka memperoleh hasil dan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Ada pengaruh antara variabel disiplin kerja, motivasi, kompensasi secara simultan

terhadap kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

2. Secara parsial dari tiga variabel yaitu disiplin kerja, motivasi dan kompensasi hanya variabel motivasi yang mempunyai pengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul.

3. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul adalah variabel motivasi.

SARAN

Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan dan telah dibahas maka penulis dapat memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul untuk lebih meningkatkan disiplin kerja, motivasi dan kompensasi sehingga kinerja pegawai semakin baik lagi.

(23)

Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul untuk lebih mengembangkan pada variabel lain yang diduga lebih mempunyai pengaruh untuk peningkatan kinerja pegawai dengan menggunakan analisis yang lebih mendalam sehingga benar – benar dapat mempengaruhi kinerja pegawai dan dapat digunakan sebagai pengambilan kebijakan dalam peningkatan kinerja pegawai.

3. Motivasi menjadi variabel paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Motivasi pegawai dalam hal ini adalah sudah cukup dalam pemenuhan kebutuhan fisiologis dan melekat dalam motivasinya. Selain itu kebutuhan akan keamanan kerja juga sudah dirasakan dalam pegawai sehingga mempengaruhi kinerjanya oleh karena itu motivasi harus selalu ditingkatkan dari segala sudut terlebih motivasi dari pimpinan yang belum menjadi acuan dalam kinerja pegawai di Dinas Pariwisata ini untuk lebih ditingkatkan.

KETERBATASAN PENELITIAN

Keterbatasan yang penulis alami ketika melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Responden penelitian mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda – beda sehingga dalam memahami pertanyaan yang tertuang dalam kuesioner akan berpengaruh terhadap kemampuan dalam menjawab sehingga jawaban terkadang hanya di centang dengan sama pada butir pilihan tertentu.

2. Sebagian besar responden yang bertugas di bagian lapangan sehingga dalam menjawab kuesioner lama dalam pengembaliannya dan jawaban dari responden juga tidak langsung untuk dijawabnya.

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Lincolin, 2004. Ekonomi Pembangunan. Edisi Keempat. Yogyakarta: Penerbit STIE YKPN

Arianto,Dwi A.N, Pengaruh Kedisiplinan,Lingkungan Kerja Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Pengajar.

Ana Sri Ekaningsih, Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja dengan Persepsi Lingkungan Kerja Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surakarta), Socioscientie, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Basri, Modul Metodologi Riset Bisnis, 2012

Bonar P,Silalahi,Khaira Amalia F, Muslich L, Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif Vol 1 No.I,2014 artikel 2

Dharma Surya, 2013. Manajemen Kinerja Falsafah Teori dan Penerapannya, PUSTAKA PELAJAR

Djamaludin. Arief, 2007. Diktat Kuliah Tindak Lanjut Pengembangan SDM Evaluasi Kerja dan Kompensasi Palembang: Program Magister UTP

Djamaludin, Arief, 2006. Diktat Kuliah Persiapan dan Seleksi Dalam MSDM Palembang: Program Magister Manajemen UTP

Delli Mustopa, Analisis Pengaruh Motivasi, Kompensasi, dan Komitmen Karyawan Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Rumah Sakit Daerah.

Dinas Pariwisata dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul.2016, Potensi Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul.

Gujarati,Damodar N.2003. Ekonometrika Dasar, Jakarta:ERLANGGA

Hasibuan, Malayu, S.P., 2007. Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Hani, T Handoko. 2002. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Cetakan Kelimabelas Agustus 2001.Yogyakarta. BPFE

Hita, Yoti Gama, Ari Pradanawati, Wahyu Hidayat.2012. Pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi Sebagai Intervening variable pada Perum Perhutani unit 1 Jawa Tengah.

(25)

Krisnanda,Nyoman Angga,I Gede A.S, Pengaruh Disiplin Kerja,Motivasi Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Respati Sanur Beach Hotel.

Lambudo, Yusritha, Fakultas Ekonomi Jurusan manajemen Universitas Sam ratulangi.. Disiplin Kerja dan Kompensasi Pengaruhnya terhadap Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal EMBA Vol 1. No.3 Juni 2013,Hal 55-62

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP), Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan , Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Micoriza, M, 2006. Simamora, Hanry, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN

M. Manulang. 1984. Management Personalia. Jakarta. Ghalia Indonesia

M. Manullang, 2005. Dasar – Dasar Manajemen, UGM, Gadjah Mada University Press

Moleong, Lexy J, 2008, Edisi Revisi, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung

Moh. Nasir. Metode Penelitian, Jakarta : Ghalia Indonesia

M.Harlie, Jurnal Manajemen dan Akuntansi, Oktober 2010, Volume II Nomor 2

Nawawi, Hadari 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

Nawawi, Hadari 2011, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk bisnis yang kompetitif, GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

Prihantoro.Agung, Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Melalui Motivasi,Disiplin,Lingkungan Kerja,Dan Komitmen.

Priyatno, Duwi,2010, Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian Dengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran, GAVA MEDIA.

Robin, Stephen P.2007. Perilaku Organisasi, PT. Indeks

Supriyadi, Edy, 2014, SPSS+AMOS Statistical Data Analysis,IN MEDIA.

Suliyanto,2011, Ekonometrika Terapan: Teori & Aplikasi dengan SPSS, CV ANDI OFFSET Rachmawati Enny,Y.Warella,Zaenal Hidayat, Pengaruh Motivasi Kerja, Kemampuan Kerja dan

gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Propinsi Jawa Tengah, Jurnal Ilmu Administrasi Dan Kebijakan Publik. “Dialogue” JIAKP Vol.3.No.1 Januari 2006: 89-97

(26)

Siagian, Sondang P, 2012. Manajemen Sumber daya Manusia, Bumi Aksara Sopiah. 2008. Perilaku Organisasi. Yogyakarta.ANDI offset

Sugiyono.2005. Statistika untuk penelitian. Bandung, CV. Alfabeta

Suharyanto. Hadriyunus, Heruanto Hudna.Agus, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Pertama,2005, Media Wacana, Yogyakarta

Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, edisi Revisi 3, Yogyakarta: Rineka Cipta.

Suliyanto, Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS, ANDI OFFSET,2011 Supriyadi Edy, SPSS+Amos Statistical Data Anallysis,Mengolah Data Untuk Penelitian, IN

MEDIA,2014

Sutrisno Hadi, 2000, Metode Penelitian I,II,III,IV, Yogyakarta: Liberty

Silalahi P.Bonar, Khaira Amalia F, Muslich Lufti, Pengaruh Motivasi, Pengawasan Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan Dan Kekayaan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Jurnal Bisnis dan Manajemen Eksekutif vol 1 No.1,2014

Setiawan.Agung, Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan Malang. Jurnal Ilmu Manajemen.Volume 1 Nomor 4 Juli 2013

Teguh Sulistiyani. Ambar, Manajemen Sumber Daya Manusia, Konsep, Teori dan Pengembangan dalam konteks Organisasi Publik, Cetakan Pertama, 2009, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Wirartha, Made. 2005. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi, ANDI OFFSET

Widyatmini, Lukman H, 2008, Hubungan Kepemimpinan, Kompensasi dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Depok.

Wahyudin M, Djumino, Analisis Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kesatuan Bangsa Dan Perlindungan Masyarakat Di Kabupaten Wonogiri.

Wahyuningsih S,Siti R.B,Istiatin, Pengaruh Kepemimpinan, Disiplin Kerja dan Komunikasi

terhadap Motivasi Kerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Kota

Gambar

Tabel 1
Gambar 1 Output Uji Normalitas dengan grafik P-P Plot
Tabel 2
Gambar 2 Output Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot
+7

Referensi

Dokumen terkait

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b tersebut di atas, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Distribusi Gabah;

Penjualan Perseorangan (personal selling), Dalam hal ini personal selling yang dilakukan oleh Delico Café Jababeka untuk mempromosikan produk food and beverage dengan mengikuti

Konsepsi tindak pidana militer sebagai kompetensi absolut peradilan militer dalam perkara pidana dapat mengacu pada ketentuan Pasal 3 ayat 4 (a) TAP MPR Peran

self injury, konseli tidak di marahi ataupun di protes oleh siapapun termasuk orang tuanya karena di anggap luka tanpa sengaja. Hal ini berpengaruh pada saat memasuki SMP dan

Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh tingkat signifikansi variabel bagi hasil adalah sebesar 0,058 yang artinya lebih besar dari 0,05 (0,058 &lt; 0,05) dan t hitung

 Dari dalam negeri, pemerintah memberikan insentif beru- pa PPh final 0% atas dividen yang diperoleh subjek pajak luar negeri dan PPh final 0.1% atas keuntungan karena

PERBINCANGAN DAN IMPLIKASI Penemuan kajian mendapati faktor-faktor yang mempengaruhi pemilikan rumah dalam kalangan responden mengikut keutamaan ialah pendapatan, harga rumah,

Hasil dari penelitian ini adalah produk bakso baru yang berbahan dasar ikan mayus dan disajikan dengan cara digoreng saja tanpa menggunakan kuah kaldu. Saran untuk bentuk dapat