• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PSIKOLOGI KONSEP PERILAKU MANUSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PSIKOLOGI KONSEP PERILAKU MANUSI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PSIKOLOGI KONSEP PERILAKU MANUSIA

Kelompok 3:

1.1 Annisa Dwi Ananda 2.1 Didit Aditya Dimas Monit

3.1 Himatu Ulya 4.1 Nazua

5.1 Raheme Zam Zam Sheira Banu 6.1 Tia Puspita Anzani

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR

JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D IV KEPERAWATAN

(2)

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Konsep Perilaku Manusia”. Keberhasilan dalam pembuatan makalah ini juga tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu kami ucapkan terima kasih.

Kami berharap semoga dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi orang yang membacanya. Kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun. Serta semoga makalah ini tercatat menjadi motivator bagi penulis untuk penulisan makalah yang lebih baik dan bermanfaat.

Samarinda, 08 Maret 2016

Penulis

(3)

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

1.1 LATAR BELAKANG...4

1.2 RUMUSAN MASALAH...4

1.3 TUJUAN...5

BAB II...6

ISI...6

2.1 PENGERTIAN PSIKOLOGI DAN PERILAKU...6

2.2 RUANG LINGKUP PSIKOLOGI...9

2.3 CIRI-CIRI PERILAKU MANUSIA YANG MEMBEDAKAN DARI MAHLUK LAIN...11

2.4 PROSES PEMBENTUKAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU...13

2.5 MACAM-MACAM PERILAKU MANUSIA...17

2.6 DOMAIN PERILAKU MANUSIA...20

2.7 CONTOH KASUS...21

BAB III...23

PENUTUP...23

3.1 KESIMPULAN...23

DAFTAR PUSTAKA...24

(4)

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sesuai dari katanya bahwa psikologi terdiri dari dua kata yang mempunyai arti. Psikologi ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Perhatian pada psikologi terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu diperngaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri.

Perilaku merupakan perwujudan dari adanya kebutuhan. Perilaku dikatakan wajar apabilam ada penyesuaian diri yang harus diselaraskandengan peran manusia sebagai individu, social, dan berketuhanan. Perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luar, seperti orang berjalan, naik sepeda, dll. Untuk aktivitas ini mereka harus berbuat sesuatu, misal : kaki yang satu diletakkan pada kaki yang lain.

Jika seseorang duduk diam dengan sebuah buku ditangannya, ia dikatakan sedang berperilaku ia sedang membaca, sekalipun pengamatan dari luar sangat minimal, sebenarnya perilaku ada dibalik tirai tubuh, didalam tubuh manusia itu sendiri. Perilaku terdiri dari aktivitas- aktivitas yang berlangsung, baik didalam maupun diluar.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang didapat yaitu: 1. Apa definisi dari psikologi dan perilaku? 2. Apa saja ruang lingkup psikologi?

3. Bagaimana ciri-ciri perilaku manusia yang membedakan dari mahluk lain?

(5)

5. Apa saja macam-macam perilaku manusia? 6. Bagaimana domain perilaku manusia?

1.3 TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:

1. Untuk mengetahui definisi dari psikologi dan perilaku. 2. Untuk mengetahui apa saja ruang lingkup psikologi.

3. Untuk mengetahui bagaimana cirri-ciri perilaku manusia yang membedakan dari mahluk lain.

4. Untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan dan apa saja factor yang mempengaruhi perilaku.

5. Untuk mengetahui apa saja macam-macam perilaku manusia. 6. Untuk mengetahui bagaimana domain perilaku manusia.

BAB II

ISI

(6)

Manusia atau individu yang termasuk di antaranya kaum perawat dan para medis diseluruh dunia ini, prilakunya dapat di formulasikan atau dirumuskan dalam suatu pola prilaku/konsep prilaku yang akan di skapkan dalam bahasan psikologi,oleh karena itu sebaiknya kita mengenal lebih dahulu psikologi tersebut. Psikologi tertulis dalam bahasa inggris Psychology berasal dari bahasa yunani Psychos dan logos yang artinya jiwa/mental/psike dan ilmu. Dahulu kala sebelum masehi psikologi memang ilmu jiwa. Pada jamannya plato kurang lebih 427SM, psikologi masih menginduk pada ilmu filsafat yaitu ilmu yang berorientasi cinta akan kebenaran (philos:cinta, Sophos: kebenaran). Pada saait itu belum terpikirkan tentang makna jiwa, semakin kearang perkembangan waktu dengan bertambahnya tahun ilmu jiwa mengalami kesulitan untuk mencari dan mendeteksi kebenaran jiwa itu sendiri. A. PSIKOLOGI

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam dua jalur di dalam sistematika ilmunya yaitu psikologi umum yang membicarakan perilaku manusia dalam orientasinya ke arah teoritis, sedangkan psikologi khusus mempelajari psikologi secara khusus misalnya psikologi perkembangan, psikologi klinik, psikologi keperawatan, dan sebagainya.

B. PERILAKU

(7)

dapat diketahui oleh orang lain tanpa menggunakan alat sedangkan bantu, sedangkan perilaku yang tidak tampak adalah perilaku yang hanya dapat dimengerti dengan menggunakan alat atau metode tertentu, misalnya berpikir, sedih, berkhayal, bermimpi, takut (Purwanto, 1999).

Perilaku manusia itu didorong oleh mtif tertentu sehingga manusia itu berprilaku. Dalam hal ini ada beberapa teori, diantara teori-teori tersebur dapat dikemukakan:

1. Teori Instirng

Teori ini dikemukakan oleh McDougall ebagai pelopor dari psikologi social, yang menerbitkan buku psikologi social yang pertama kali dan mulai saat itu psikologi sosia menjadi pembicaraan yang cukup menarik(Iih. Baron dan Byrne, 1984; Crider, 1983). Menurut McDougall perilaku itu deisebabkan karena instirng dan McDougall mengajukan suatu daftar insting. Insting merupakan perilaku yang innate, perilau yang bawaan, dan isnting akan mengalami perubahan karena pengalama, pendapat McDougall ini mendapat tanggapan yang cukuo tajam dari F. Allport yang menertbitkan buku Psikologi Sosial pada tahun 1924, yang berpendapat bahwa perilaku manusia itu disebabakan karena banyak factor, termasuk orang-orang yang ada disekitarnya dengan perilakunya (Iih. Baron dan Byrne, 1984).

2. Teori dorongan (drive theory)

(8)

dan dapat memenuhi kebutuhannya, maka akan terjadi pengurangan atau reduksi dari dorongan-dorongan tersebut.. karena teori ini menurut Hull (Iih. Crider, 1983; Hergenhahn, 1976) juga disebut teori drive reduction.

3. Teori insentif (incentive theory)

Teori ini bertitik tolak pada pendapat bahwa perilaku organize itu disebabkan karena adanya intensif. Dengan intensif mendorong organism berbuat atau berprilaku. Insentif atau juga disebut juga sebagai reinforcement ada yang positif ada yang negative. Reinforcement yang positif adalah yang berkaitan dengan hadiah., sedang reinforcement yang negative berkaitan dengan hukuman. Reinforcement yang positif akan mendororng organism dalam berbuat, sedang reinforcement yang negative akan dapat menghambat organism dala berprilaku. Ini berarti bahwa perilaku timbul darena adanya insentif atau reinforcement. Perilaki semacam ini dikupas secara tajam dala psikologo belajar.

4. Teori atribusi

Teori ini ingin menjelaskan tentang sebab-sebab perilaku orang. Apakah perilaku itu disebabkan oleh disposisi internal (misal motif, sikap, dsb.) ataukah oleh keadaan eksternal. Teori ini dikemukakan oleh Fritz Heider (Iih. Baron dan Byrne, 1984) dan teori ini manusia itu dapat atribusi internak, tetapi juga dapat atribusi eksternal. Mengenai hal ini lebih lanjut akan dibicarakan dalam psikologi social. 5. Teori kognitif

(9)

berperan dalam menentukan pilihannya. Dengan kemampuan berpikir seseorang akan dapat melihat apa yang terjadi sebgai bahan pertimbangannya disamping melihat apa yang dihadapi pada waktu sekarang dan juga dapat elihat ke depan apa yang akan terjadi dalam seseorang bertindak. Dalam model SEU kepentingan pribadi yang menonjol. Tetapi dalam seseorang berprilaku kadang-kadang kepentingan pribadi dapat disingkirkan.

2.2 RUANG LINGKUP PSIKOLOGI

Seperti telah dikemukakan di atas, psikologi dilihat dari segi objek nya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar, yaitu :

1. Psikologi yang meneliti dan mempelajari manusia

2. Psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan, yang umumnya lebih tegas disebut psikologis hewan

Psikologi umum ialah psikologi meneliti dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia yang tercemin dalam perilaku umumnya, yang dewasa, yang normal dan berkultur (dalam arti tidak terisolasi). Psikologi umum memandang manusia seakan-akan terlepas dalam hubungan dengan manusia yang lain.

Psikologi khusus ialah psikologi yang meneliti dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia. Hal-hal yang khusu yang menyimpang. Dari hal-hal yang umum dibicarakan dalam psikologi khusus. Psikologi khusus ini ada bermacam-macam, antara lain:

1. Psikologi perkembangan, yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua, yang mencakup:

a. Psikologi anak (mencakup masa bayi) b. Psikologi remaja

(10)

2. Psikologi sosial , yaitu psikologi yang khusus membicarakan tentang perilaku atau aktivtas-aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial.

3. Psikologi pendidikan, yaitu psikologi yang khusu menguraikan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan, misalnya bagaimana cara menarik perhatian agara pelajaran dapat dengan mudah diterima, bagaimana cara belajar dan sebagainya.

4. Psikologi kepribadian, yaitu psikologi yang khusus menguraikan tentang pribadi manusia, beserta tipe-tipe kepribadian manusia.

5. Psikopatologi, yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai keadaaan psikis yang tidak normal (abnormal).

6. Psikologi criminal, yaitu psikologi yang khus berhubungan dengan soal kejahatab dan kriminalitas.

7. Psikologi perusahaan, yaitu psikologi yang berhubungan dengan soal-soal perusahaan.

2.3 CIRI-CIRI PERILAKU MANUSIA YANG MEMBEDAKAN DARI MAHLUK LAIN

Tiap individu adalah unik, dimana mengandung arti bahwa manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lain dan tidak ada dua manusia yang sama persis di muka bumi ini, walaupun ia dilahirkan kembar. Manusia mempunyai ciri-ciri, sifat, watak, tabiat, kepribadian, dan motivasi tersendiri yang membedakannya dari manusia lainnya. Perbedaan pengalaman yang dialami individu pada masa silam dan cita-citanya kelak dikemudian hari, menentukan perilaku individu di masa kini yang berbeda-beda pula (Sunaryo, 2004; Purwanto, 1999).

(11)

fisiologis/biologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan mencintai dan dicintai, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri (Sunaryo, 2004).

Menurut Sarkito Wirawan Sarwino (1983) dalam bukunya pengantar umum psikologi ,ciri-ciri prilaku manusia yang membedakan dari makhluk lain adalah kepekaan sosial,kelangsungan prilaku,orientasi pada tugas, usaha dan perjuangan,tiap individu adalah unik. Secara singkat dapat di uraikan sebagai berikut.

1. Kepekaan sosial

Artinya kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan prilakunya sesuai pandangan da harapan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang dalam hidupnya perlu kawan dan bekerja sama dengan orang lain. Prilaku manusia adalah situsional, artinya prilaku manusia akan berbeda pada situasi yang berbeda.

Contoh: prilaku manusia pada saat membesuk orang yang sedang sakit di rumah sakit,berbeda dengan prilaku pada saat menghadiri resepsi.

2. Kelangsungan prilaku

Artinya antara prilaku yang satu ada kaitanya dengan prilaku yang lain, prilaku sekarang adalah kelanjutan prilaku yang baru lalu ,dan seterusnya. Dalam kata lain bahwa prilaku manusia terjadi secara berkesinambungan bakan secra serta merta.

(12)

3. Orientasi pada tugas

Artinya bahwa setiap prilaku manusia selalu memiliki orientasi pada suatu tugas tertentu. Seorang mahasiswa yang rajin belajar menuntut ilmu, orientasinya adalah untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tertentu. Demikian juga individu yang bekerja,berorientasi untuk menghasilkan sesuatu.

Contoh :seorang mahasiswa yanga sedang giat-giatnya belajar untuk menghadapi ujian semester,pada malam hari perlu tidur agar besok paginya badan terasa segar dan mampu mengerjakan soal dengan baik

4. Usaha dan perjuangan

Usaha dan perjuangan pada manusia tekah di pilih dan di tentukan sendiri,serta tidak akan memperjuangkan sesuatu yang memang tidak ingin di perjuangkan. Jadi, sebenarnya manusia memiliki cita-cita yang ingin di perjuangkan ,sedangkan hewan hanya berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang sudah tersedia di alam.

5. Tiap-tiap individu manusia adalah unik

(13)

hari, menentukan prilaku individu di masa kini yang berbeda-beda pula.

2.4 PROSES PEMBENTUKAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU

A. PROSES PEMBENTUKAN

Seperti telah dipaparkan di depan bahwa prilaku manusia sebagaian besar ialah berupa perilaku yang dibentuk, perilaku yang dipelajari berkaitan dengan hal tersebut maka salah satu persoalan ialah bagaimana cara membentuk perilaku itu sesuai engan yang diharapkan

1. Cara pembentukan perilaku dengan kondisioning atau kebiasaan

(14)

atas dasar pandangan ini untuk pembentukan perilaku dilaksanakan dengan kondisioning atau kebiasaan.

2. Pebentukan perilaku dengan pengertian (insight)

Di samping pembentukan perilaku dengan kondisioning ata kebiasaan, pembentukan dapat ditepuh dengan pengertian atau insight. Misal datang kuliah jangan sampai terlambat, karena hal tersebut dapat menganggu teman-teman yang lain. Bila naik motor harus pake helm, karena hem tersebut ntuk keamanan diri, dan masih banyak contoh untuk mengambarkan hal tersebut. Cara ini berdasarkan atas teori belajar kognitif, yaitu belajar dengan disertai adanya pengertian. Bila dala eksperimen Thorndike dalam belajar yang dipentingkan adalah soal latihan, maka eksperimen Kohler dala belajar yang penting adalah pengertian atau insight. Kohler adalah salah seorang tokoh dala psikologi Gestalt dan termasuk dalam aliran kognitif (Iih. Hergenhahn, 1976).

3. Pembentukan prilaku dengan menggunakan model.

Di samping cara-cara pembentukan prilaku seperti tersebut diatas, pembentukan perilaku masih dapat ditempuh dengan menggunakan model atau contoh. Kalau orang bicara bahwa orang tua sebagai cntoh anak-anaknya, pemimpin sebagai panutan dipimpinannya, hak tersebut menunjukan pembentukan prilaku dengan menggunkan model atau contoh olrh yang dipimpinnya. Cara ini didasarkan atas teori belajar social (social learning theory) atau learning theory yang dikemkakan oleh Bandura (1977).

B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU

(15)

factor), dan faktor penguat (reinforcing factor) (Notoatmodjo, 2003; Green, 2000).

1. Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor) terwujud dalam: a Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi melalui proses sensori khususnya mata dan telinga terhadap obyek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbetuknya perilaku terbuka (overt behavior). Perilaku yang didasari pengetahuan umumnya bersifat langgeng (Sunaryo, 2004; Notoatmodjo, 2003).

b Sikap

Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek baik yang bersifat intern maupun ekstern sehingga manifestasinya tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup tersebut. Sikap secara realitas menunjukkan adanya kesesuaian respon terhadap stimulus tertentu ( Sunaryo, 2004; Purwanto, 1999 ). Tingkatan respon adalah menerima (receiving), merespon (responding), enghargai (valuing), dan bertanggung jawab (responsible) (Sunaryo, 2004; Purwanto, 1999 ).

(16)

Nilai-nilai atau norma yang berlaku akan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai atau norma yang telah melekat pada diri seseorang (Green, 2000).

d Kepercayaan

Seseorang yang mempunyai atau meyakini suatu kepercayaan tertentu akan mempengaruhi perilakunya dalam menghadapi suatu penyakit yang akan berpengaruh terhadap kesehatannya ( Green, 2000 ).

e Persepsi

Persepsi merupakan proses yang menyatu dalam diri individu terhadap stimulus yang diterimanya. Persepsi merupakan proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap rangsang yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan merupakan respon yang menyeluruh dalam diri individu. Oleh karena itu dalam penginderaan orang akan mengaitkan dengan stimulus, sedangkan dalam persepsi orang akan mengaitkan dengan obyek. Persepsi pada individu akan menyadari tentang keadaan sekitarnya dan juga keadaan dirinya. Orang yang mempunyai persepsi yang baik tentang sesuatu cenderung akan berperilaku sesuai dengan persepsi yang dimilikinya (Sunaryo, 2004; Notoatmodjo, 2003 ).

2. Faktor-faktor pendukung(enabling factor)

(17)

sarana dan prasarana atau fasilitas. Sarana dan fasilitas ini pada hakekatnya mendukung atau memungkinkan terwujudnya suatu perilaku, sehingga disebut sebagai faktor pendukung atau faktor pemungkin.

3. Faktor-faktor pendorong (reinforcing factor)

Faktor-faktor pendorong (reinforcing factor) merupakan penguat terhadap timbulnya sikap dan niat untuk melakukan sesuatu atau berperilaku. Suatu pujian, sanjungan dan penilaian yang baik akan memotivasi, sebaliknya hukuman dan pandangan negatif seseorang akan menjadi hambatan proses terbentuknya perilaku. Hal yang paling berpengaruh terhadap perubahan perilaku perawat adalah motivasi.

2.5 MACAM-MACAM PERILAKU MANUSIA

Perilaku pada manusia dapat dibedakan antara perilaku reflektif dan perilaku non reflektif. Perilaku yang reflektif merupakan perilaku yang terjadi atas reaksi secara spontan terhadap stimulus yang mengenai organisme tersebut. Misalnya reaksi kedip mata bila kena sinar , gerak lutut bila kena sentuhan palu, menarik jari bila terkena hp dan sebagiannya. Reaksi atau perilaku reflektif adalah perilaku yang terjadi dengan sendirinya.

Lain halnnya dengan perilaku yang non refleksi. Perilaku ini dikendalikan atau diatur oleh pusat kesadaran atau otak. Dalam kaitan ini stimulus setelah diterima oleh reseptor kemudian diteruskan ke otak sebagai pusat syaraf, pusat kesadaran., baru kemudian terjadi respon. Proses inilah yang disebut proses psikologis. Perilaku atau aktivitas atas dasar proses psikologis inilah yang disebut perilaku psikologis.

(18)

adanya perilaku reflektif. Di samping perilaku manusia dapat dikendalikan atau terkendali, perilaku manusia juga merupakan perilaku yang terintergrasi,yang berarti bahwa keseluruhan keadaan individu itu terlihat dalam perilaku yang bersangkutan, bukan bagian demi bagian. Karena begitu kompleksnya perilaku manusia itu maka psikologi ingin memahami perilaku tersebut.

Brance (dalam Walgito 2004:12) “Perilaku manusia dapat dibedakan antara perilaku yang refleksif dan perilaku yang non refleksif”. Perilaku yang refleksif merupakan perilaku yang terjadi atas reaksi secara spontan terhadap stimulus yang mengenai organisme tersebut. Misalnya reaksi kedip mata bila kena sinar, menarik jari bila jari kena api dan sebagainya. Reaksi atau perilaku reflektif adalah perilaku yang terjadi dengan sendirinya, secara otomatis. Stimulus yang diterima oleh organisme atau individu tidak sampai ke pusat susunan syaraf atau otak, sebagai pusat kesadaran, sebagai pusat pengendali dari perilaku manusia. Lain dengan halnya perilaku non-reflektif. Perilaku ini di kendalikan atau diatur oleh pusat kesadaran otak. Dalam kaitan ini stimulus setelah diterima oleh reseptor kemudian diteruskan ke otak sebagai pusat syaraf, baru kemudian terjadi respons melalui afektor. Proses yang terjadi dalam otak atau pusat kesadaran ini disebut proses psikologi. Perilaku atau aktivitas atas dasar proses psikologis inilah yang disebut aktivitas psikologis atau perilaku psikologis.

Skinner seorang ahli psikologi (dalam Notoatmodjo, 2010:20) merumuskan bahwa “perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar)”. Dengan demikian perilaku manusia terjadi melalui proses stimulus, organisme, respons sehingga teori Skinner ini disebut dengan teori “ S-O-R” (Stimulus, Organisme, Respons ).

Notoatmodjo (2010:21) berdasarkan teori “S-O-R” tersebut, maka perilaku manusia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

(19)

Perilaku tertutup terjadi bila respon terhadap stimulus tersebut masih belum dapat diamati orang lain (dari luar) secara jelas. Respons seseorang masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Bentuk “unobservable behavior” atau “covert behavior” yang dapat diukur adalah pengetahuan dan sikap.

2. Perilaku terbuka (overt behavior)

Perilaku terbuka terjadi bila respon terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakan atau praktik ini dapat diamati orang lain dari luar atau “observable behavior”.

Notoatmodjo (2010:25) mengemukakan bahwa perilaku dapat dibatasi sebagai jiwa (berpendapat, berfikir, bersikap dan sebagainya). Untuk memberikan respon terhadap situasi di luar objek tersebut. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan). Bentuk operasional dari perilaku dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :

a. Perilaku dalam bentuk pengetahuan, yaitu dengan mengetahui situasi dan rangsangan.

b. Perilaku dalam bentuk sikap, yaitu tanggapan perasaan terhadap keadaan atau rangsangan dari luar diri si subyek, sehingga alam itu sendiri akan mencetak perilaku manusia yang hidup di dalamnya, sesuai dengan sifat keadaan alam tersebut (lingkungan fisik) dan keadaan lingkungan sosial budaya yang bersifat non fisik, tetapi mempunyai pengaruh kuat terhadap pembentukan perilaku manusia. Lingkungan ini adalah merupakan keadaan masyarakat dan segala budi daya masyarakat itu lahir dan mengembangkan perilakunya.

(20)

2.6 DOMAIN PERILAKU MANUSIA

Perilaku manusia itu sangat kompleks dan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas. Benyamin Bloom (1908) seorang ahli psikologis pendidikan membagi perilaku manusia itu ke dalam 3 domain. Pembagian ini dilakukan untuk tujuan pendidikan. Bahwa dalam suatu pendidikan adalah mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku tersebut, yakni: 1. Kognitif

2. Afektif 3. Psikomotor

Dalam perkembangannya, Teori Bloom ini dimodifikasi untuk pengukuran hasil pendidikan kesehatan yakni:

1. Pengetahuan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan. (knowledge)

2. Sikap atau tanggapan peserta didik terhadap materi pendidikan yang diberikan. (attitude)

3. Tindakan atau praktek yang dilakukan oleh peserta didik sehubungan dengan materi pendidikan yang diberikan. (practice)

(21)

terlebih dahulu terhadap makna stimulus yang diterimanya. Dengan kata lain, tindakan (practice) seseorang tidak harus disadari oleh pengetahuan atau sikap.

2.7 CONTOH KASUS

John Lennon dikenal dunia karena menjadi salah satu anggota pendiri grup band paling berpengaruh dari abad ke-20, The Beatles. John Winston Lennon lahir pada tanggal 9 Oktober 1940 di Liverpool, Inggris dari pasangan Julia Stanley dan Alfred “Alf ” Lennon. John dibesarkan oleh bibinya yng bernama Mimi Smith dan pamannya yang bernama George Smith. John banyak mengalami kejadian tragis semasa hidupnya. Kesuksesan The Beatles membawa John pada kepopularitasan yang mengakibatkan John mengkonsumsi obat-obatan dan bermain perempuan.

Pernikahannya dengan Chyntia Powell pada tahun 1962 menghasilkan seorang anak yang bernama Julian pada tahun 1963. Chyntia dan John bercerai pada tahun 1967. Pada tahun 1966 John bertemu Yoko Ono dan tiga tahun setelahnya mereka menikah. Setelah berehnti dengan The Beatles, John bersama Yoko mengejar solo karir memproduksi lagu bertajuk “imagine” dan “happy Xmas”. Pernikahannya dengan Yoko menghasilkan anak bernama Sean Taro Lennon pada tahun 1975. John lalu vakum dari industry musiknya selama empat tahun untuk membesarkan anak nya. Pada tanggal 8 Desember tahun 1980, John Lennon dibunuh oleh Mark David Chapman di depan gedung apartemennya di Dakota.

(22)

dan bermain wanita. John juga pernah mematahkan tulang rusuk temannya karena dituduh homoseksul. John juga seringkali berselingkuh dari istrinya dan akhirirnya bercerai karena terpesona oleh Yoko Ono yang kala itu akan menjadi istri keduanya. John tetap banyak melakukan kekerasan. Dia diagnose menderita bipolar dan menjadi disleksia.

Dibalik semua itu ternyata John Lennon memiliki masa kecil yang tidak bahagia. Dimulai dari perceraian orang tuanya, didikan yang keras dari sang bibi, masa remaja yang dipenuhi dengan kasus kenakalan disekolah seperti membaca majalah pornografi, dan kala itu John juga menyaksikan kematian ibunya ditabrak mobil polisi. John juga kehilangan figur seorang ayah.

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari segala pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya. Perilaku manusia terdiri dari beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, sifat-sifat umum dan khusus perilaku manusia, bentuk-bentuk perubahan perilaku, dan macam-macam perilaku manusia.

(23)

macam-macam perilakunya yaitu perilaku refleks dan perilaku refleks bersyarat.

Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa manusia itu unik dan berbeda, dari perbedaan itu pula yang menyebabkan adanya interaksi sosial diantara manusia.Teori-teori diatas juga menunjukkan pada kita bahwa perilaku itu didorong dan diarahkanketujuan. Mereka juga menunjukkan pada kita bahwa perilaku yang ingin mencapai tujuan cenderung untuk menetap.Terkadang manusia merasa nyaman dengan perbedan tetapi ada juga yang tidak merasa nyamandalam perbedaan yang ada dikarenakan lingkungan tempat manusia tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Walgito, bimo.2010.Pengantar Psikologi Umum.Yogyakarta.CV.Andi Offset. Widayatun, Tri Rusmi.1999.Ilmu Perilaku.Jakarta.CV.Sagung Seto.

Referensi

Dokumen terkait

Karena komunikasi orang tua ini sangat mempengaruhi sikap dan perilaku si anak di luar rumah seperti sekolah dan lingkungan masyarakat; (2) faktor yang menghambat