• Tidak ada hasil yang ditemukan

kuliah 7 Perubahan Sosial dan Teori Pemb

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "kuliah 7 Perubahan Sosial dan Teori Pemb"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

TEORI-TEORI PERUBAHAN

SOSIAL

TEORI-TEORI PERUBAHAN

SOSIAL

Auguste Comte, melihat bahwa

perubahan sosial pada hakikatnya adalah perubahan cara berpikir yang melalui tiga tahap yaitu teologis, metapisik dan positif.

Herbert Spencer, mengembangkan teori perubahan sosial didasarkan atas adanya proses perubahan dari masyarakat yang homogen ke arah masyarakat yang

heterogen yang mencerminkan

meningkatnya diferensiasi dari struktur dan fungsi.

Auguste Comte, melihat bahwa

perubahan sosial pada hakikatnya adalah perubahan cara berpikir yang melalui tiga tahap yaitu teologis, metapisik dan positif. Herbert Spencer, mengembangkan teori perubahan sosial didasarkan atas adanya proses perubahan dari masyarakat yang homogen ke arah masyarakat yang

heterogen yang mencerminkan

(3)

J.A Ponsioen, menyimpulkan

Perubahan sosial dapat pula diartikan sebagai suatu modernisasi. Oleh

karena itu modernisasi dapat

dikatakan sebagai suatu proses

dimana individu-individu mengalami perubahan dari cara hidup yang

tradisional ke cara hidup yang lebih kompleks dan menggunakan

teknologhi modern serta berubahya gaya hidup mereka.

J.A Ponsioen, menyimpulkan

Perubahan sosial dapat pula diartikan sebagai suatu modernisasi. Oleh

karena itu modernisasi dapat

dikatakan sebagai suatu proses

dimana individu-individu mengalami perubahan dari cara hidup yang

tradisional ke cara hidup yang lebih kompleks dan menggunakan

(4)

PERUBAHAN SOSIAL DALAM

MASYARAKAT PEDESAAN

PERUBAHAN SOSIAL DALAM

MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat desa yang tradisional mulai mengalami perubahan akibat adanya benturan-benturan sendi-sendi

masyarakat desa ketika masuknya

pengaruh kebudayaan barat sekitar abad ke 19 dengan berbagai macam

peraturan–peraturan untuk kepentingan para penjajah seperti peraturan tanam paksa land rente, kultur stelsel dan lain-lainnya.

Masyarakat desa yang tradisional mulai mengalami perubahan akibat adanya benturan-benturan sendi-sendi

masyarakat desa ketika masuknya

pengaruh kebudayaan barat sekitar abad ke 19 dengan berbagai macam

(5)

a. Unit Daerah Kerja

Pembangunan (UDKP)

a. Unit Daerah Kerja

Pembangunan (UDKP)

Unit Daerah Kerja Pembangunan

(UDKP) adalah suatu sistem pembangunan desa-desa dalam wilayah kecamatan

dengan pendekatan menyeluruh

(komprehensive) dan terpadu di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian serta evaluasi pelaksanaannya.

Tujuan UDKP adalah meningkatkan

pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta tata lingkungan hidup yang baik di

pedesaan dalam rangka mempercepat tercapainya Desa Swasembada.

Unit Daerah Kerja Pembangunan

(UDKP) adalah suatu sistem pembangunan desa-desa dalam wilayah kecamatan

dengan pendekatan menyeluruh

(komprehensive) dan terpadu di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian serta evaluasi pelaksanaannya.

Tujuan UDKP adalah meningkatkan

pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta tata lingkungan hidup yang baik di

(6)

Fungsi UDKP adalah sebagai berikut:

Mengkomunikasikan aspirasi dan kebutuhan

nyata masyarakat desa.

Mengimformasikan data dan permasalahan

desa

Mengkoordinasikan berbagai kegiatan

pembangunan sektoral, regional, inpres dan swadaya masyarakat desa

Mengadakan diversifikasi usaha dan kegiatan

masyarakat baik secara vertikal maupun

horizontal untuk meningkatkan produksi dan pendapatan yang nyata bagi masyarakat

desa.

Mewujudkan percepatan (akselarasi)

pembangunan dan pemerataan hasil-hasilnya bagi seluruh masyarakat desa

Fungsi UDKP adalah sebagai berikut:

Mengkomunikasikan aspirasi dan kebutuhan

nyata masyarakat desa.

Mengimformasikan data dan permasalahan

desa

Mengkoordinasikan berbagai kegiatan

pembangunan sektoral, regional, inpres dan swadaya masyarakat desa

Mengadakan diversifikasi usaha dan kegiatan

masyarakat baik secara vertikal maupun

horizontal untuk meningkatkan produksi dan pendapatan yang nyata bagi masyarakat

desa.

Mewujudkan percepatan (akselarasi)

(7)

b. Lembaga Ketahanan

Masyarakat desa (LKMD)

LKMD merupakan lembaga

masyarakat di desa/kelurahan

yang tumbuh dari, oleh dan untuk

masyarakat yang mempunyai

tujuan untuk membantu

pemerintahan desa atau

kelurahan dalam meningkatkan

pelayanan pemerintah.

LKMD merupakan lembaga

masyarakat di desa/kelurahan

yang tumbuh dari, oleh dan untuk

masyarakat yang mempunyai

tujuan untuk membantu

pemerintahan desa atau

(8)

Tugas Pokok LKMD

Merencanakan pembangunan yang didasarkan atas musyawarah

Menggerakkan dan meningkatkan prakarsa dan partisipasi masyarakat • Menumbuhkan koordinasi dinamis

masyarakat untuk mengembangkan ketahanan di desa atau kelurahan

Tugas Pokok LKMD

Merencanakan pembangunan yang didasarkan atas musyawarah

Menggerakkan dan meningkatkan prakarsa dan partisipasi masyarakat • Menumbuhkan koordinasi dinamis

(9)

Fungsi LKMD

• Sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan

pembangunan.

• Menambah pengertian dan kesadaran penghayatan dan pengamalan pancasila • Menggali, memanfaatkan potensi dan

menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat untuk pembangunan.

• Sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat

• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat

Membina dan menggerakkan potensi pemuda untuk pembangunan

• Meningkatkan peranan wanita dalam mewujudkan keluarga sejahtera

Fungsi LKMD

• Sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan

pembangunan.

• Menambah pengertian dan kesadaran penghayatan dan pengamalan pancasila • Menggali, memanfaatkan potensi dan

menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat untuk pembangunan.

Sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat

• Membina dan menggerakkan potensi pemuda untuk pembangunan

(10)

Program Utama LKMD

Meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan masyarakat melalui pusat latihan Lembaga Ketahanan

Masyarakat Desa

Meningkatkan peranan wanita dalam

mewujudkan keluarga sejahtera melalui gerakan PKK

Meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, administrasi dan

pengurusannya agar masyarakat dan pemerintah merasakan manfaatnya

Program Utama LKMD

Meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan masyarakat melalui pusat latihan Lembaga Ketahanan

Masyarakat Desa

Meningkatkan peranan wanita dalam

mewujudkan keluarga sejahtera melalui gerakan PKK

Meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, administrasi dan

(11)

c. Pembinaan Kesejahteraan

Keluarga (PKK)

c. Pembinaan Kesejahteraan

Keluarga (PKK)

PKK merupakan suatu gerakan dan

sekaligus suatu wadah bersama untuk menampung aspirasi dan inisiatif

masyarakat dalam usaha menciptakan/ meningkatkan kesejahteraan keluarga.

PKK mempunyai tujuan untuk mewujudkan suatu keluarga yang sejahtera yaitu yang menikmati ketenangan, ketentraman dan kesejahteraan hidup lahir maupun batin dalam tata kehidupan masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan

Undang-undang Dasar 1945.

PKK merupakan suatu gerakan dan

sekaligus suatu wadah bersama untuk menampung aspirasi dan inisiatif

masyarakat dalam usaha menciptakan/ meningkatkan kesejahteraan keluarga.

PKK mempunyai tujuan untuk mewujudkan suatu keluarga yang sejahtera yaitu yang menikmati ketenangan, ketentraman dan kesejahteraan hidup lahir maupun batin dalam tata kehidupan masyarakat yang berdasarkan Pancasila dan

(12)

MODERNISASI PEDESAAN

MODERNISASI PEDESAAN

Everett M. Rogers, mendefinisikan

modernisasi sebagai suatu proses dimana

individu-individu mengalami perubahan dari cara hidup yang tradisional ke cara hidup yang lebih kompleks dan menggunakan teknologi modern

serta adanya perubahan gaya hidup mereka yang cepat.

Schrool, menyebutkan bahwa modernisasi

sesuatu masyarakat ialah proses transformasi dari masyarakat yang tradisional ke masyarakat dengan teknologi dan organisasinya yang lebih maju.

Neil J. Smelser , menyebutkan modernisasi

merupakan suatu yang sangat erat sekali

hubungannya dengan pembangunan ekonomi

Everett M. Rogers, mendefinisikan

modernisasi sebagai suatu proses dimana

individu-individu mengalami perubahan dari cara hidup yang tradisional ke cara hidup yang lebih kompleks dan menggunakan teknologi modern

serta adanya perubahan gaya hidup mereka yang cepat.

Schrool, menyebutkan bahwa modernisasi

sesuatu masyarakat ialah proses transformasi dari masyarakat yang tradisional ke masyarakat dengan teknologi dan organisasinya yang lebih maju.

Neil J. Smelser , menyebutkan modernisasi

merupakan suatu yang sangat erat sekali

(13)

Modernisasi di pedesaan sangat diperlukan karena sebagian besar penduduk di indonesia tinggal di pedesaan dan membutuhkan

peningkatan kualitas hidup mereka. Dengan menggunakan teknologi

modern maka produktivitas

pertanian akan meningkat dan dapat pula meningkatkan taraf hidup

masyarakat pedesaan

Modernisasi di pedesaan sangat diperlukan karena sebagian besar penduduk di indonesia tinggal di pedesaan dan membutuhkan

peningkatan kualitas hidup mereka. Dengan menggunakan teknologi

modern maka produktivitas

pertanian akan meningkat dan dapat pula meningkatkan taraf hidup

(14)

KONSEP PEMBANGUNAN

PEDESAAN

KONSEP PEMBANGUNAN

PEDESAAN

1. Pengertian Pembangunan dan Pembangunan Pedesaan

Pembangunan diartikan sebagai suatu proses perubahan yang yang terus-menerus, yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah tujuan yang ingin dicapai.

Pembangunan Pedesaan merupakan kegiatan pembangunan yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat di pedesaan dan terdiri dari berbagai sektor dan program yang saling berkaitan dan

dilaksanakan oleh masyarakat.

1. Pengertian Pembangunan dan Pembangunan Pedesaan

Pembangunan diartikan sebagai suatu proses perubahan yang yang terus-menerus, yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah tujuan yang ingin dicapai.

Pembangunan Pedesaan merupakan kegiatan pembangunan yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan penghidupan masyarakat di pedesaan dan terdiri dari berbagai sektor dan program yang saling berkaitan dan

(15)

2. Konsep dan Pendekatan Pembangunan Pedesaan

Konsep Pembangunan Pedesaan merupakan suatu gagasan untuk

meningkatkan tingkat ekonomi dan

sosial atau kesejahteraan masyarakat pedesaan.

2. Konsep dan Pendekatan Pembangunan Pedesaan

Konsep Pembangunan Pedesaan merupakan suatu gagasan untuk

meningkatkan tingkat ekonomi dan

(16)

Pendekatan yang digunakan dalam pembangunan pedesaan adalah:

komprehensif multi sektoral yang

meliputi berbagai aspek kesejahteraan dan aspek keamanan, dengan

mekanisme dan sistim pelaksanaan yang terpadu antara berbagai kegiatan

pemerintah dan berbagai kegiatan masyarakat.

Perpaduan sasaran dan regional dengan

kebutuhan essensial masyarakat. 

Pemerataan dan penyebarluasan

pembangunan ke seluruh pedesaan, termasuk desa-desa di wilayah

(17)

– Satu kesatuan pola dengan pembangunan nasional regional dan daerah pedesaan

dengan daerah perkotaan serta antar wilayah pengembangan besar dengan

wilayah pengembangan sedang dan kecil. – Menggerakkan partisipasi prakarsa dan

swadaya gotong royong masyarakat serta mendinamisir unsur-unsur kepribadian

(18)

3. Pelaksanaan Pembangunan Pedesaan

Pelaksanaan atau penyelenggaraan pembangunan pedesaan secara

fungsional menjadi tanggung jawab departemen dalam negeri dan secara operasional meliputi dan menjadi

kewajiban atau tanggung jawab departemen/ lembaga non

departemen.

3. Pelaksanaan Pembangunan Pedesaan

Pelaksanaan atau penyelenggaraan pembangunan pedesaan secara

fungsional menjadi tanggung jawab departemen dalam negeri dan secara operasional meliputi dan menjadi

kewajiban atau tanggung jawab departemen/ lembaga non

(19)

4. Mekanisme dan Sistem Pembangunan Pedesaan

Kegiatan-kegiatan partisipasi

masyarakat yang tumbuh dari bawah sebagai inisiatif dan kreasi yang lahir dari adanya rasa kesadaran tanggung jawab masyarakat pedesaan sesuai

dengan hakekat pembangunan

pedesaan yang prinsipnya dilakukan

masyarakat sendiri dengan pengarahan, bimbingan pembinaan, bantuan dan

pengurusan dari pemerintah.

4. Mekanisme dan Sistem Pembangunan Pedesaan

Kegiatan-kegiatan partisipasi

masyarakat yang tumbuh dari bawah sebagai inisiatif dan kreasi yang lahir dari adanya rasa kesadaran tanggung jawab masyarakat pedesaan sesuai

dengan hakekat pembangunan

pedesaan yang prinsipnya dilakukan

masyarakat sendiri dengan pengarahan, bimbingan pembinaan, bantuan dan

(20)

20 adalah

TRANSFORMASI TOTAL MASYARAKAT TRADISIONAL ATAU PRA-MODERN KE TIPE MASYARAKAT TEKNOLOGI DAN ORGANISASI SOSIAL YANG

MENYERUPAI KEMAJUAN DUNIA

BARAT YANG EKONOMINYA MAKMUR DAN SITUASI POLITIKNYA STABIL

(1963)

(21)

21

BERKAITAN DENGAN KEUNGGULAN INOVASI ATAU TEROBOSAN

KESADARAN, MORAL, ETIKA,

TEKNOLOGI DAN TATANAN SOSIAL YANG BERGUNA BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MANUSIA (1985)

adalah

(22)

22 adalah

CONTOH KHUSUS DAN PENTING DARI KEMAJUAN MASYARAKAT, CONTOH

USAHA SADAR YANG DILAKUKAN UNTUK MENCAPAI STANDAR

KEHIDUPAN YANG LEBIH TINGGI (1973)

(23)

23

1. BEBAS DARI KEKUASAAN TRADISIONAL, ANTIDOGMATIS DALAM BERPIKIR

2. MEMERHATIKAN MASALAH PUBLIK 3. TERBUKA TERHADAP PENGALAMAN

BARU

4. YAKIN TERHADAP SAINS DAN NALAR

5. BERENCANA, TANGGAP, BERORIENTASI KE MASA DEPAN, MAMPU MENUNDA

KEPUASAN

6. ASPIRASI TINGGI: BERPENDIDIKAN, BERBUDAYA, DAN PROFESIONAL

(24)

24

MELIPUTI KEMAMPUAN YANG MAKIN BESAR

UNTUK MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERKEMBANGAN MASA MENDATANG

LUASNYA BIDANG PERHATIAN DAN

BER-KEMBANGNYA POTENSI EMPATI TERHADAP SITUASI DAN TERHADAP ORANG LAIN

BERKEMBANGNYA APRESIASI KEMAJUAN DIRI

DAN MOBILITAS

MENINGKATNYA PENEKANAN PERHATIAN

PADA MASA KINI SEBAGAI DIMENSI WAKTU YANG BERMAKNA DARI KEHIDUPAN MANUSIA

(1973)

(25)

25

TEORI MODERNISASI

SUATU CARA PANDANG DALAM KONTEKS

SUATU CARA PANDANG DALAM KONTEKS

PEMBANGUNAN YANG DILIHAT DARI

PEMBANGUNAN YANG DILIHAT DARI

ASPEK PSIKOLOGI DAN NILAI BUDAYA.

ASPEK PSIKOLOGI DAN NILAI BUDAYA.

Misalnya memandang KEMISKINAN Misalnya memandang KEMISKINAN SUATU NEGARA, adalah karena

SUATU NEGARA, adalah karena

DISEBABKAN OLEH FAKTOR-FAKTOR

DISEBABKAN OLEH FAKTOR-FAKTOR

INTERNAL NEGARA ITU ATAU BAHKAN

INTERNAL NEGARA ITU ATAU BAHKAN

OLEH MASALAH-MASALAH INDIVIDU

OLEH MASALAH-MASALAH INDIVIDU

YANG MENGHAMBAT.

(26)

26

PERAN AGAMA ( DARI STUDI TENTANG ETIKA AGAMA

PERAN AGAMA ( DARI STUDI TENTANG ETIKA AGAMA

PROTESTAN) >

PROTESTAN) > BAHWA AGAMA DIPANDANG SANGAT BAHWA AGAMA DIPANDANG SANGAT

PENTING SEBAGAI PENYEBAB KEMAJUAN EKONOMI

PENTING SEBAGAI PENYEBAB KEMAJUAN EKONOMI

DI EROPA BARAT DAN AMERIKA

DI EROPA BARAT DAN AMERIKA..

AGAMA DAPAT SEBAGAI SUMBER MOTIVASI SUKSES:

AGAMA DAPAT SEBAGAI SUMBER MOTIVASI SUKSES:

SIAPA YANG BERHASIL DI DUNIA AKAN BERHASIL

SIAPA YANG BERHASIL DI DUNIA AKAN BERHASIL

NANTI DI AKH

NANTI DI AKHIIRAT/SURGA, KALAU GAGAL DI DUNIA RAT/SURGA, KALAU GAGAL DI DUNIA AKAN GAGAL DI AKH

AKAN GAGAL DI AKHIIRAT/ NERAKA.RAT/ NERAKA.

Pengikutnya:Pengikutnya: ROBBERT BELLAH (STUDI AGAMA ROBBERT BELLAH (STUDI AGAMA TOKOGAWA JEPANG.

TOKOGAWA JEPANG.

(27)

27

SUATU PERUBAHAN/PEMBANGUNAN

SUATU PERUBAHAN/PEMBANGUNAN

DIAKIBATKAN OLEH ADANYA

DIAKIBATKAN OLEH ADANYA

DORONGAN BERPRESTASI YANG

DORONGAN BERPRESTASI YANG

TINGGI DARI SESEORANG ATAU

TINGGI DARI SESEORANG ATAU

KELOMPOKNYA, TERUTAMA OLEH

KELOMPOKNYA, TERUTAMA OLEH faktor psikologis dan pendidikan)

faktor psikologis dan pendidikan)

BERPENGARUH UNTUK MENCAPAI

BERPENGARUH UNTUK MENCAPAI

KESUKSESAN/MENGATASI

KESUKSESAN/MENGATASI

KEMISKINAN

(28)

28

MASYARAKAT BERKEMBANG

MASYARAKAT BERKEMBANG DARI DARI TRADISIONAL KE MODERN >

TRADISIONAL KE MODERN >

(1)

(1) TRADISIONAL TRADISIONAL (2)

(2) PRAKONDISI LEPAS LANDAS,PRAKONDISI LEPAS LANDAS, (3)

(3) LEPAS LANDAS,LEPAS LANDAS, (4)

(4) BERGERAK KE KEDEWASAAN,BERGERAK KE KEDEWASAAN,

(5) JAMAN KONSUMSI MASSAL.

(5) JAMAN KONSUMSI MASSAL.

>>>Pentingnya lembaga-lembaga sosial

>>>Pentingnya lembaga-lembaga sosial

dan politik yang mendukung prosesdan politik yang mendukung proses

(29)

29

4. HOZELITS

4. HOZELITS

ADA FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ADA FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN YANG MEMPENGARUHI SESEORANG,

YANG MEMPENGARUHI SESEORANG,

AL.:

AL.:

1. FAKTOR NON EKONOMI/KONDISI

1. FAKTOR NON EKONOMI/KONDISI

LINGKUNGAN SEPERTI LINGKUNGAN

LINGKUNGAN SEPERTI LINGKUNGAN

MATERIAL

MATERIAL

2. MODAL/EKONOMI

2. MODAL/EKONOMI

3. TENAGA AHLI YANG

3. TENAGA AHLI YANG

TRAMPIL/FAKTOR MANUSIA.

(30)

30

Perubahan dipengaruhi oleh: Perubahan dipengaruhi oleh:

1.

1. SIFAT-SIFAT INDIVIDU YANG BERKEPRIBADIAN SIFAT-SIFAT INDIVIDU YANG BERKEPRIBADIAN DAN BERMENTAL MODERN

DAN BERMENTAL MODERN 2.

2. SIKAP SIKAP ENTERPRENEURSHIPENTERPRENEURSHIP 3.

3. FAKTOR PENTINGNYA DORONGAN FAKTOR PENTINGNYA DORONGAN

PENDIDIKAN (PENDIDIKAN YANG OTORITER PENDIDIKAN (PENDIDIKAN YANG OTORITER 

ANAK TIDAK KREATIF). ANAK TIDAK KREATIF).

((KARENA ITU, MAKA ANAK PERLU DIDORONG KARENA ITU, MAKA ANAK PERLU DIDORONG KREATIF AGAR INOVATIF

KREATIF AGAR INOVATIF  BISA MENEMUKAN BISA MENEMUKAN TEKNOLOGI

TEKNOLOGI  PERTUMBUHAN EKONOMI MENINGKAT) PERTUMBUHAN EKONOMI MENINGKAT) 5. EVERETT E. HAGEN

(31)

31 6. MIRON WIENER

6. MIRON WIENER

1.

1. FAKTOR-FAKTOR MODERNISASI DIPENGARUHI OLEH TINGKAT FAKTOR-FAKTOR MODERNISASI DIPENGARUHI OLEH TINGKAT PENDIDIKAN

PENDIDIKAN . . SEMAKIN TINGGI DAN BANYAK TERPAAN SEMAKIN TINGGI DAN BANYAK TERPAAN

PENDIDIKAN, SESEORANG AKAN SEGERA MENYESUAIKAN UNTUK PENDIDIKAN, SESEORANG AKAN SEGERA MENYESUAIKAN UNTUK MENJADI MODERN.

MENJADI MODERN. 2.

2. LINGKUNGAN KOTALINGKUNGAN KOTA  KOTA MEMANG MERUPAKAN SUATU KOTA MEMANG MERUPAKAN SUATU PENGALAMAN BARU YANG KUAT PENGARUHNYA.

PENGALAMAN BARU YANG KUAT PENGARUHNYA.

>>KOTA MENGANJURKAN /MENGHARUSKAN SESEORANG UNTUK >>KOTA MENGANJURKAN /MENGHARUSKAN SESEORANG UNTUK MENGAMBIL PELBAGAI CARA YANG BARU. DENGAN

MENGAMBIL PELBAGAI CARA YANG BARU. DENGAN

MENGHADAPKAN MANUSIA DENGAN PELBAGAI CARA HIDUP

MENGHADAPKAN MANUSIA DENGAN PELBAGAI CARA HIDUP

BARU, SEJUMLAH OPINI DAN IDE, PERTAMBAHAN MOBILITAS,

BARU, SEJUMLAH OPINI DAN IDE, PERTAMBAHAN MOBILITAS,

PELBAGAI SUMBER-SUMBER YANG LEBIH >>KOTA MEMPERCEPAT

PELBAGAI SUMBER-SUMBER YANG LEBIH >>KOTA MEMPERCEPAT

PROSES PERUBAHAN.

PROSES PERUBAHAN.

>> PERBEDAAN STRUKTUR DARI DESA KE KOTA AKAN >> PERBEDAAN STRUKTUR DARI DESA KE KOTA AKAN

MEMUNGKINKAN SESEORANG BISA BERUBAH MENJADI LEBIH

MEMUNGKINKAN SESEORANG BISA BERUBAH MENJADI LEBIH

MODERN

(32)

32

3.

3. KOMUNIKASI MASSAKOMUNIKASI MASSA  BAHWA ORANG BAHWA ORANG YANG BERSIKAP MODERNLAH YANG

YANG BERSIKAP MODERNLAH YANG

MENCARI MASS MEDIA ITU, MUNGKIN

MENCARI MASS MEDIA ITU, MUNGKIN

MASS MEDIA ITU YANG MEMBUATNYA

MASS MEDIA ITU YANG MEMBUATNYA

MODERN . (P.97)

MODERN . (P.97)

4.

4. NEGARA NASIONALNEGARA NASIONAL DAN PERALATAN DAN PERALATAN PEMERINTAH DAN BIROKRASINYA.

PEMERINTAH DAN BIROKRASINYA.

5.

5. PABRIK PABRIK ATAU USAHA-USAHA PRODUKTIF ATAU USAHA-USAHA PRODUKTIF DAN ADMINISTRATIF LAINNYA.

DAN ADMINISTRATIF LAINNYA.

MIRON WIENER

(33)

33

1.

1. MASYARAKAT TRADISIONALMASYARAKAT TRADISIONAL

2.

2. MASA PEMBENTUKAN PRAKONDISI MASA PEMBENTUKAN PRAKONDISI TINGGAL LANDAS

TINGGAL LANDAS

PERLU PERUBAHAN STRUKTUR POLITIK PERLU PERUBAHAN STRUKTUR POLITIK DAN SOSIAL

DAN SOSIAL  NILAI-NILAI BUDAYA NILAI-NILAI BUDAYA MODERN DIPERKENALKAN DAN

MODERN DIPERKENALKAN DAN DIAPLIKASIKAN

DIAPLIKASIKAN

DILAKSANAKAN INDUSTRIALISASIDILAKSANAKAN INDUSTRIALISASIPERUBAHAN STRUKTUR EKONOMIPERUBAHAN STRUKTUR EKONOMIPENDIDIKAN YANG MENUNJANGPENDIDIKAN YANG MENUNJANG

KESTABILAN POLITIK/PEMERINTAH KESTABILAN POLITIK/PEMERINTAH PUSAT HARUS KUAT

PUSAT HARUS KUAT

(W.W. ROSTOW)

(W.W. ROSTOW)

3.

(34)

34

3.

3. MASA TINGGAL LANDAS (2 s.d. 3 DEKADE)MASA TINGGAL LANDAS (2 s.d. 3 DEKADE)PENINGKATAN INVESTASIPENINGKATAN INVESTASI

TUMBUHNYA SEKTOR-SEKTOR INDUSTRI TUMBUHNYA SEKTOR-SEKTOR INDUSTRI BESAR

BESAR

KELEMBAGAAN SOSIAL DAN POLITIK KELEMBAGAAN SOSIAL DAN POLITIK

MENDUKUNG PENGEMBANGAN SEKTOR MENDUKUNG PENGEMBANGAN SEKTOR MODERN

MODERN

KONDISI INTERN:

KONDISI INTERN:

KETERSEDIAAN DANA (BAIK DARI DALAM KETERSEDIAAN DANA (BAIK DARI DALAM NEGERI / PINJAMAN LUAR NEGERI)

NEGERI / PINJAMAN LUAR NEGERI)

KETERSEDIAAN WIRAUSAHA TANGGUHKETERSEDIAAN WIRAUSAHA TANGGUHKETERSEDIAAN SEKTOR-SEKTOR UTAMA KETERSEDIAAN SEKTOR-SEKTOR UTAMA

EKONOMI (TERMASUK PELENGKAP DAN EKONOMI (TERMASUK PELENGKAP DAN IKUTAN)

IKUTAN)

4.

(35)

35

4.

4. MASA PASCA TINGGAL LANDASMASA PASCA TINGGAL LANDAS

KECUKUPAN MODAL; PENERAPAN KECUKUPAN MODAL; PENERAPAN

TEKNOLOGI MODERN; SEKTOR-SEKTOR

TEKNOLOGI MODERN; SEKTOR-SEKTOR

EKONOMI BARU; PENDUDUK

EKONOMI BARU; PENDUDUK

“PERTANIAN” RENDAH

“PERTANIAN” RENDAH

5.

5. MASA KEMATANGAN MASA KEMATANGAN ((MASS CONSUMTIONMASS CONSUMTION))

PERTUMBUHAN BERKELANJUTANPERTUMBUHAN BERKELANJUTAN

PANDANGAN INI PERNAH PANDANGAN INI PERNAH

MENDOMINASI CARA

MENDOMINASI CARA

PANDANG PEMBANGUNAN DI

PANDANG PEMBANGUNAN DI

INDONESIA MASA ORDE BARU

(36)

36

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas bahan ajar dan merujuk pada kebijakan UT terkait dengan revisi bahan ajar (UT, 2010:28) program studi S1 Pendidikan bahasa dan

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan juga sebagai metode penelitian yang berlandaaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada pospulasi

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali

hipotesa yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan pokok di atas dalah sebagai berikut : Ada hubungan yang positif antara sosialisasi dengan partisipasi masyarakat

Keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat aspek, yaitu: keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking

Arsitektur Sistem Pemantauan Aktivitas Pengguna Pada Jaringan Client-Server Komputer client berisi aplikasi viewer/ client bertugas mengendalikan kerja seluruh sistem

Evaluasi penerapan pemeriksaan pajak dengan model Compliance Risk Management pada KPP Pratama dalam penerimaan pajak Senen dengan enam kriteria evaluasi yaitu

Jika tamu yang berada di Table 5 ingin menyelesaikan Guest Cheque mereka, dari layar utama Outlet Sales pilih Cheque #000480 dan tekan tombol Cheque Update (tombol kedua pada