PERATURAN PERUNDANGAN,
KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PROGRAM SANITASI RUMAH
SAKIT
DEP.KES. RI
MASALAH SANITASI RUMAH SAKIT
1. Kebersihan Rumah Sakit, khususnya RS
Pemerintah (Pusat/ Daerah)
2. Pengelolaan sampah (infectious / toxic),
dan cara pembuangannya masih dicampur.
3. Pengolahan air limbah, tinja, pelepasan
limbah ke saluran kota.
4. Pengelolaan makanan, fasilitas pencucian,
penampungan sampah, toilet karyawan.
Kutipan UU No.23/1992 tentang
kesehatan
► Ps.22.2: Kesehatan lingkungan dilaksanakan
terhadap tempat umum, lingkungan pemukiman, lingkungan kerja dan lingkungan lainnya.
► Ps.22.4: Setiap tempat atau sarana
pelayanan umum wajib memelihara dan
meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan persyaratan.
Sarana komersil, berisiko bahaya kesehatan
tinggi, tempat yang mudah terjangkit penyakit, tempat dengan kunjungan intensitas tinggi,
Kutipan Ketentuan Pidana:
► Barang siapa menyelenggarakan tempat
dan sarana pelayanan umum yang tidak memenuhi ketentuan standar dan atau persyaratan kesehatan lingkungan yang sehat sebagaimana Pasal 22 (4).
► Barang siapa menyelenggarakan sarana
kesehatan (seperti Rumah Sakit) yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana
Rp.15.000.000,-PP tentang Penyelenggaraan
Kesehatan Lingkungan (ttg.
Tindakan Administratip.
1. Teguran Lisan 2. Teguran tertulis,
3. Pemberitaan media masa
4. Pencabutan surat keterangan/sertifikat laik sehat,
5. Pengajuan rekomendasi untuk mencabut ijin usaha selama
3-bulan sampai dengan 12 bulan.
Kewenagan Menteri Kesehatan atau Pejabat yang ditunjuk (sesuai ketetapan Menteri):
6. Permenkes. No 986/Menkes/Per/XI/1992- 14 Nov.1992,
ttg.Persyaratan Kesehatan Lingkungan RS.
7. Kep.Dirjen.PPM&PLP No.HK.00.06.6.44, 18 Pebr.1993, ttg.
KEBIJAKAN PROGRAM SANITASI
1. Memperkuat dan mendorong kemampuan Daerah dalam
melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan sanitasi RS di wilayahnya.
2. Meningkatkan kemampuan RS untuk dapat melaksanakan
upaya-upaya sanitasi RS, antara lain menyelenggarakan pelatihan petugas RS.
3. Terus mengembangkan dan memasyarakatkan peraturan
perundangan, juklak, juknis yang masih diperlukan dalam bidang sanitasi RS.
4. Meningkatkan kemampuan Balai Teknik Kesehatan
Lingkungan dan Balai Lab.Kesehatan untuk mendukung kegiatan pengawasan sanitasi RS. Di daerah-daerah.
5. Meningkatkan kerja sama lintas program dan sektor
termasuk dunia usaha dalam upaya sanitasi RS.
6. GNRSBT (gerakan nasional RS bersih dan tertib).
7. Pengembangan dan penyebarluasan IPTEK dibidang sanitasi
PROGRAM PENYEHATAN
LINGKUNGAN
Bertujuan untuk:
►
melindungi masyarakat akan bahaya
pencemaran lingkungan
►
yang bersumber dari bahan buangan
►atau limbah rumah sakit,
►
dan mencegah meningkatnya infeksi
UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN
RS:
► Penyehatan bangunan dan ruangan,
pengaturan pencahayaan, penghawaan dan pengendalian kebisingan.
► Penyehatan makanan dan minuman. ► Penyehatan air termasuk kualitasnya. ► Pengelolaan sampah/limbah.
► Penyehatan tempat pencucian umum
termasuk linen.
► Pengendalian serangga dan tikus. ► Sterilisasi dan desinfeksi
► Perlindungan radiasi
LANGKAH KERJA
1. Sosialisasi peraturan perundang2-an,
juklak, juknis dan informasi bidang sanitasi RS.
2. Pendataan/survey kondisi sanitasi RS, 3. Pengembangan juklak dan juknis
penyelenggaraan sanitasi di RS,
4. Memaksimalkan peranan Dinkes untuk
melaksanakan pengawasan, pelatihan,
pelengkapan sarana, pengawasan sanitasi RS,
5. Mendorong adanya unit sanitasi di struktur
KEGIATAN POKOK
1. Pembinaan Teknis dan pengawasan
sanitasi RS oleh Dinkes,
2. Pemantauan dan pengelolaan sampah/
limbah RS.
3. Pemeliharaan Kesling dan bangunan plus
laundry,
4. Pengendalian serangga, tikus, serta
binatang pengganggu lain,
5. Peningkatan upaya desinfeksi dan
sterilisasi,
6. Pengamanan dan proteksi radiasi, 7. Pelatihan tenaga RS,
8. Penyuluhan kpd pegawai RS, pengunjung,
pasien,