• Tidak ada hasil yang ditemukan

faktor yang berhubungan dengan drop out

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "faktor yang berhubungan dengan drop out"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA III

JURUSAN KEBIDANAN

PROGRAM STUDI KEBIDANAN HARAPAN KITA Jakarta, Mei 2014

MANDA HAFNI PERMANA P37324111057

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Akseptor IUD Postpartum di Puskesmas Kecamatan Kembangan Tahun 2014 xi + 83 halaman, 12tabel, 5 lampiran

ABSTRAK

Pemasangan IUD pascasalin menjadi penting di negara berkembang, namun masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya angka pemasangan, tehnik pemasangannya,dan masalah efek samping setelah pemasangan. Berdasarkan data yang disampaikan BKKBN Tahun 2012 Tingginya angka kegagalan untuk semua cara KB dan drop out, kegagalan, dan komplikasi penggunaan IUD yaitu 10%. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan drop out akseptor IUD Postpartum.

Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan data primer dan instrumen penelitian kuisioner. Populasi penelitian ini adalah WUS yang menggunakan IUD dan sudah tidak menggunakanya yang berjumlah 70 orang.

Hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 47,1% akseptor IUD postpartum yang drop out.mayoritas akseptor yang drop out berusia ≤35 tahun yaitu sebesar 54,3%, memiliki paritas rendah sebesar 54,3%, dilakukan pemasangan IUD dalam waktu ≤48 jam postpartum sebesar 78,6%, mengalami efek samping dari penggunaan IUD sebesar 54,3%, berpengetahuan baik sebesar 61,4%, dilakukan pemeriksaan sebelum pemasangan IUD sebesar 98,6%, mendapatkan pemberian KIE dari petugas kesehatan dengan baik sebesar 52,9%, dan mendapatkan dukungan suami untuk tetap menggunakan IUD sebesar 60%. Adapun variabel yang berhubungan dengan drop out akseptor IUD postpartum adalah usia, pengetahuan, efek samping, KIE petugas kesehatan, dan dukungan suami.

Penulis berharap peran petugas kesehatan terutama bidan lebih ditingkatkan lagi dalam memberikan konseling KB secara optimal sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang baik terhadap KB terutama IUD dan terhindar dari drop out KB.

Kata kunci: Drop Out Akseptor KB, IUD Postpartum Pustaka: 45 (2000-2013)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis data dengan menggunakan analisa univariat menunjukkan bahwa berdasarkan faktor ibu, mayoritas ibu dengan paritas multipara (42%), mayoritas dengan jarak

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Pengobatan TB Paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Salatiga..

Sedangkan pada remaja IMT normal dengan hipertensi tingkat 1 seluruhnya berusia 16 tahun dan memiliki karakteristik mayoritas berjenis kelamin laki-laki, mengkonsumsi natrium

Saran penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan jenis kontrasepsi non iud pada akseptor

Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami komplikasi persalinan (62,8%), 52,6% berusia 20-35 tahun, 31,2% memiliki paritas <4 orang, 32%

Berdasarkan penelitian Mira (2013) yang berjudul ”Gambaran tingkat pendidikan, paritas, dan pekerjaan ibu terhadap kepeminatan penggunaan kontrasepsi IUD di

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-48 tahun, pekerjaan responden mayoritas sebagai buruh pabrik, jumlah anak mayoritas mempunyai 1

Drop out imunisasi dapat diartikan bayi yang tidak mendapat imunisasi lengkap dengan mendeteksi bayi yang mendapat imunisasi DPT-1 tetapi tidak terdeteksi pada imunisasi