• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1.1.2 Tujuan Investasi - Analisis Kinerja Reksa Dana dengan Metode Sharpe, Metode Treynor dan Metode Sortiono (Studi pada Reksa Dana Saham di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2014)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "2.1.1.2 Tujuan Investasi - Analisis Kinerja Reksa Dana dengan Metode Sharpe, Metode Treynor dan Metode Sortiono (Studi pada Reksa Dana Saham di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2014)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 : Hubungan return dan risiko reksa dana Sumber: Tandelilin (2010)
Tabel 2.1 Daftar Penelitian Terdahulu

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengukuran dari ketiga metode tersebut kemudian akan dibandingkan dengan return IHSG sebagai benchmark karena penelitian dari Reksa Dana saham terdiri dari 80%-100%

Instrumen investasi merupakan instrumen yang berisiko, begitu juga dengan Reksa Dana. Hal tersebut dapat dilihat dari pengalokasian dana ke pasar saham maupun obligasi

Kata Kunci : Reksa Dana Saham, Kinerja, Raw Return, Sharpe, Treynor, Jensen,

Oleh karena itu, penelitian bertujuan menganalisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan tolak ukur kinerja pasar yang dicerminkan

Perusahaan penerbit reksa dana menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dana dari hasil penjualan saham tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek

Dari grafik dapat dilihat rata-rat hasil pengukuran kinerja reksa dana menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen, dengan menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat

Pengukuran return pasar digunakan untuk membandingkan dengan return reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran berdasarkan metode pengukuran yang

Pada tahun 2015 Metode Treynor mengalami hasil yang buruk terbukti dengan hasil tidak ada Reksa dana yang mempunyai kinerja positif dan tidak ada yang mampu berkinerja positif, akan