• Tidak ada hasil yang ditemukan

84 Pencairan Jaminan Tunai krn Keberatan Ditolak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "84 Pencairan Jaminan Tunai krn Keberatan Ditolak"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor : 004/SOP-BC/KPP MP/2012 Tanggal : 30 MEI 2012

Revisi : Tanggal :

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KPPBC TIPE MADYA PABEAN

STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENCAIRAN JAMINAN TUNAI KARENA KEPUTUSAN KEBERATAN DITOLAK SELURUHNYA

DASAR HUKUM :

1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006;

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.04/2010 tentang Keberatan di Bidang Kepabeanan;

3. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-1/BC/2011 Tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan Di Bidang Kepabeanan.

DESKRIPSI :

1. SOP ini menjelaskan proses pelayanan penyelesaian keberatan di bidang kepabeanan dengan pencairan jaminan tunai atas ditolaknya keberatan dengan Keputusan Kepala Kanwil atas nama Direktur Jenderal, dimulai sejak diterimanya keputusan keberatan sampai dengan penatausahaan dokumen;

2. Terhadap keberatan yang mendapat keputusan ditolak seluruhnya, Kepala kantor mencairkan jaminan untuk menjadi penerimaan negara, dalam hal Pemohon mempertaruhkan jaminan tunai;

3. Unit Pelaksana SOP ini adalah Seksi Perbendaharaan KPPBC Tipe Madya Pabean.

PERSYARATAN :

Adanya tembusan surat keputusan keberatan ditolak seluruhnya dari Kepala Kantor Wilayah dan permohonan penarikan jaminan tunai dari pemohon.

BIAYA :

Tidak dipungut biaya.

NORMA WAKTU :

SOP ini dilaksanakan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja

Mengetahui

Sekretaris Direktorat Jenderal

-ttd-

Azhar Rasyidi

(2)

NO AKTIVITAS PEMOHON KEPALA KANTOR KEPALA SEKSI PERBENDAHARAAN

KASUBSI ADM. PENERIMAAN DAN

JAMINAN

PELAKSANA BANK

1 Kepala Kantor menerima tembusan Keputusan atas keberatan dari Kepala Kantor Wilayah, kemudian mendisposisi ke Kepala Seksi Perbendaharaan

2 Kasubsi APJmendefinitifkan jaminan tunai dengan membuat SSPCP dan Cek untuk diserahkan ke Bank.

3 Bank menerima SSPCP dan Cek kemudian memproses pemasukan ke kas negara dan memvalidasi SSPCP

4 Kasubsi APJ :

- menerima SSPCP yang telah divalidasi oleh Bank.

- meneliti data rekonsiliasi penerimaan negara pada Sistem Komputer Pelayanan (SKP) :

a. Dalam hal data pada SKP telah cocok/rekon dengan pembayaran SSPCP maka menatausahakan berkas permohonan keberatan dan SSPCP,

b. dalam hal data SKP tidak cocok/rekon maka dikonfirmasikan kepada Bank.

5 Kasubsi APJ menyerahkan SSPCP kepada Pemohon, dan menyerahkan berkas dokumen keberatan kepada Pelaksana untuk ditatausahakan.

6 Pelaksana menerima berkas dokumen kemudian menatausahakannya.

Mengetahui

Sekretaris Direktorat Jenderal

-ttd-Azhar Rasyidi

NIP 19630321 199103 1 002

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PENCAIRAN JAMINAN TUNAI KARENA KEPUTUSAN KEBERATAN DITOLAK SELURUHNYA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

KPPBC TIPE MADYA PABEAN

MENDIFINITIFK AN JAMINAN START

END SSPCP VALIDASI

REKON?

TEMBUSAN SKEP

MENERIMA

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses penyelesaian wanprestasi dengan jaminan hak tanggungan dan menjelaskan hambatan yang dialami oleh PT..

Apakah perbedaan antara bank garansi dengan setoran tunai dan jaminan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) pada PT.

Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan pada tanggal 22 Februari 2014 menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam

Judul Tesis : PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH DENGAN JAMINAN SURAT KEPUTUSAN PEGAWAI NEGERI SIPIL TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DIPECAT (STUDI PADA PT. BANK ACEH CABANG