• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perburuhan-Agustus 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perburuhan-Agustus 2008"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME VI AGUSTUS 2008

(2)

Berkhas merupakan salah satu media Akatiga yang menyajikan kumpulan berita dari berbagai macam surat kabar, majalah, serta sumber berita lainnya. Jika pada awal penerbitannya kliping yang ditampilkan di Berkhas dilakukan secara konvensional, maka saat ini kliping dilakukan secara elektronik, yaitu dengan men-download berita dari situs-situs suratkabar, majalah, serta situs-situs berita lainnya.

Bertujuan untuk menginformasikan isu aktual yang beredar di Indonesia, Berkhas diharapkan dapat memberi kemudahan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam pencarian data atas isu-isu tertentu. Berkhas yang diterbitkan sebulan sekali ini setiap penerbitannya terdiri dari isu Agraria, Buruh, dan Usaha Kecil.

(3)

Daftar Isi

Serikat Pekerja Bangun Perumahan Karyawan --- 1

Ribuan Buruh Disiapkan Kerja di Hari Libur --- 2

Bursa kerja kurangi pengangguran --- 3

Kantor Bupati Dikepung Buruh --- 4

Buruh Tuntut Upah Lembur--- 5

86 Balai latihan TKI beroperasi lagi --- 6

Biaya penempatan bebani TKI --- 7

Pemerintah prioritaskan TKI sektor formal --- 8

28.297 TKI NTB Bekerja di Berbagai Negara --- 9

450.000 Pekerja informal ikut jamsostek --- 10

Pengusaha diminta evaluasi implementasi pengalihan jam kerja --- 11

Panasonic-Jamsostek Siap Bangun Rusunami Pekerja--- 12

Ribuan Orang Serbu Bursa Kerja --- 13

Tenaga Kerja Terancam --- 14

Singapura Bantu Buruh Lewat Work-Fare --- 16

Upah buruh industri rokok turun --- 17

Restrukturisasi Merpati --- 18

15 Ribu Pekerja Konstruksi Terancam Kehilangan Pekerjaan --- 20

Pekerja Konstruksi Terancam --- 21

Serikat Pekerja Koperasi Karyawan PT JLJ Kembali Unjuk Rasa --- 22

Ratusan Buruh Kontrak Tuntut Upah UMK --- 23

Kompetensi Tenaga Kerja Masih Memprihatinkan --- 24

Mayasari Pecat 87 Karyawan --- 25

Buruh Unjuk Rasa ke DPD Jatim Tolak Outsourcing --- 26

Malaysia Deportasi 265 TKI --- 27

Partai Buruh Dkk Minta Ditetapkan Sebagai Peserta Pemilu 2009 --- 29

Tenaga Kerja Banyak Diserap Sektor Informal --- 30

Tempatkan TKI Lewat Sistem Kuota --- 31

Puluhan Buruh Mengadu ke DPRD --- 32

Ribuan Buruh Menggelar Aksi di Kantor Bupati Kutai Timur --- 33

(4)

Lapangan Kerja Terbatas --- 37

6.000 Nasib Karyawan Adidas Terancam --- 39

Perhatian terhadap BLK rendah--- 41

TKI Takut Gunakan Terminal III Bandara Soekarno- Hatta --- 42

PJTKI Potong Gaji PRT Ratusan Dollar Singapura --- 43

21,7% Upah Buruh di Bawah Standar --- 44

Tuntut Uang Insentif, Buruh PT KDA Mogok --- 45

Peserta Jamsostek 2009 ditargetkan tumbuh 20% --- 46

Regulasi upah dipersoalkan --- 48

Upah Minimal --- 49

Sistem Pengupahan Harus Direformasi--- 50

Tangan Buruh Ngenam Melepuh --- 51

Bisnis jasa outsourcing diperkirakan tumbuh 40% tahun depan --- 53

Pekerja sektor perhotelan terancam --- 55

(5)

Kompas Jumat, 01 Agustus 2008

k e t e n a ga k e r j a a n

Se r ik a t Pe k e r j a Ba n gu n Pe r u m a h a n Ka r y a w a n

Jumat, 1 Agustus 2008 | 01:10 WIB

Medan, Kompas - Jika biasanya pengusaha yang membangun perumahan karyawan, Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau PUK SPSI PT Industri Karet Deli di Medan membangunnya sendiri.

Dari target 500 unit rumah tipe 36 yang akan dibangun mulai 19 Februari 2008, sudah berdiri 127 unit sampai 31 Juli. Saat melihat lokasi perumahan di Kelurahan Terjun, Kecamatan Marelan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (31/7), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengapresiasi kerja sama pengurus serikat pekerja dan manajemen.

Mereka bisa memulai pembangunan karena manajemen memberi pinjaman modal kerja Rp 3,1 miliar tanpa bunga kepada PUK SPSI.

”Tanpa pekerja, perekonomian bisa tidak bergerak karena pengusaha kesulitan berproduksi. Jika ini terjadi, daerah juga yang dirugikan,” ujar Erman.

Dirut PT Industri Karet Deli Fery Yonawan menjelaskan, perusahaannya mempekerjakan 3.700 karyawan. Industri Karet Deli memproduksi ban dalam dan luar untuk sepeda, sepeda motor, sampai truk.

Menurut Ketua PUK SPSI PT Industri Karet Deli Naharuddin, pekerja dapat membeli rumah itu maksimal Rp 55 juta. Pembeli yang tak mampu membayar uang muka dapat mencicil rumah itu Rp 400.000 per bulan selama 15 tahun.

(6)

Pikiran Rakyat Minggu, 03 Agustus 2008

Ribu a n Bu r u h D isia pk a n Ke r j a di H a r i Libu r

Minggu, 03 Agustus 2008 , 15:40:00

CILACAP, (PR).- Sejumlah industri besar di Cilacap Jawa Tengah (Jateng) seperti PT Holcim Nusantara siap beroperasi di luar hari kerja. Ribuan pekerja dan buruh juga telah disiapkan untuk tetap bekerja di hari Minggu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Cilacap, Bambang Sri Wahono mengatakan, ada lima industri skala besar yang sudah siap mengalihkan operasional dari hari kerja ke hari libur. "Kalangan industri sudah siap melaksanakan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri. Kita tinggal menunggu sinyal dari Bupati Cilacap saja," ujar Bambang Minggu (3/8).

Ada lima industri besar di Cilacap yang sudah siap mengalihkan waktu operasional pada hari libur, di antaranya penambangan semen PT Holcim di Nusakambangan, PT Warung Batok Industry, Panganmas Inti Persada (PIP), PT Pusri dan UD Hasil yang bergerak pengolahan kayu. Selain itu ada lima industri besar yang tidak kena giliran sebab jam operasional terbatas, hanya pada waktu tertentu saja, tidak full selama satu minggu.

(7)

Bisnis I ndonesia Senin, 04 Agustus 2008

Bu r sa k e r j a k u r a n gi pe n ga n ggu r a n

SOLO: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) Erman Suparno mengakui tingkat penyerapan tenaga kerja melalui penyelenggaraan bursa kerja baru mencapai 25% dari total lowongan kerja yang ditawarkan.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena tingkat kompetensi rata-rata pencari kerja tidak sesuai dengan standar kualifikasi yang dibutuhkan oleh lapangan kerja.

(8)

Pikiran Rakyat Senin, 04 Agustus 2008

Ka n t or Bu pa t i D ik e pu n g Bu r u h

Senin, 04 Agustus 2008 , 12:22:00

NGAMPRAH, (PRLM).-Ratusan buruh yang tergabung ke dalam Forum Komunikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (FKSP/SB) se-Kab. Bandung Barat mengepung Kantor Bupati Bandung Barat, di Jln. Raya Tagog Padalarang, Senin (4/8). Mereka menolak penerbitan surat keputusan bersama (SKB) 5 menteri ihwal pergeseran hari kerja. Jalur Padalarang sempat lumpuh.

Massa mendatangi kantor bupati pada pukul 10.30 WIB. Mereka sempat memblokir jalan sehingga kemacetan tak terhindarkan. Sepuluh menit kemudian, massa berhasil mendobrak pintu gerbang lalu mengepung kantor bupati.

Belasan perwakilan massa diterima langsung oleh Bupati Bandung Barat, Abubakar. Buruh mendesak bupati untuk menerbitkan surat edaran yang intinya menunda pemberlakuan SKB tersebut di wilayah Kab. Bandung Barat.

"Dalam ketentuan, SKB tersebut harus melalui penetapan bupati/wali kota. Ternyata, sebelum ditetapkan oleh bupati, banyak perusahaan di Bandung Barat sudah memberlakukannya. Bahkan, sudah banyak buruh yang terkena PHK akibat tak mengikuti itu," ujar Iyan Sofyan, Ketua DPC SPN Kab. Bandung Barat.

(9)

Seputar I ndonesia Senin, 04 Agustus 2008

Bu r u h Tu n t u t U pa h Le m bu r

Monday, 04 August 2008

BANDUNG (SINDO) – Sekitar 200 anggota Kelompok Pekerja Bandung Barat (KPBB) menuntut pemberian upah lembur bagi buruh yang bekerja pada hari libur.

Tuntutan yang terkait pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri No 23 Tahun 2008 dan No 35 Tahun 2008 tentang pengoptimalan beban listrik melalui pengalihan hari kerja ke Sabtu dan Minggu itu, mereka sampaikan saat berunjuk rasa di Kantor Pemkab Bandung Barat kemarin.

Para buruh tersebut merupakan anggota Perwakilan Cabang (PC) Kimia Energi dan Pertambangan (KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN),dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992. Ketua PC KEP SPSI KBB Bawit Umar menegaskan,berdasarkanUUNo13 Tahun2003 tentang Ketenagakerjaan, bekerja pada hari libur dihitung jam lembur.

Karena itu,berdasarkan rapat koordinasi antara serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB), buruh menyatakan menolak keputusan SKB 5 Menteri. Pertimbangannya,Minggu secara nasional merupakan hari libur. Bagi pekerja 6 hari kerja,Minggu adalah waktu libur, sedangkan bagi yang lima hari kerja,Sabtu dan Minggu adalah libur.

“Kami jelas keberatan dengan kebijakan tersebut, kecuali jika kerja di hari libur (Minggu) dimasukkan sebagai jam lembur,”kata Bawit. Menurut dia, terkait dengan kultur,tidak mudah bagi masyarakat Indonesia untuk menyesuaikan waktu libur yang biasanya didapatkan Sabtu atau Minggu, lalu mesti dipindahkan ke Selasa,Rabu, atau Kamis.

Hal ini hanya akan menggugurkan hak-hak pekerja yang selama ini sudah merasa dirugikan oleh kebijakan- kebijakan pemerintah. Dia menilai,SKB 5 menteri akal-akalan pemerintah untuk menutupi kegagalan mengatasi dampak kenaikan harga BBM.

“Kebijakan ini sudah merugikan nasib buruh.Kami berharap Pemkab Bandung Barat mengambil langkah yang proburuh,”tambah dia. Ketua SBSI 199 KBB Bambang Irawan mempertanyakan kapan aturan menteri itu dilakukan dan sampai kapan sebab tidak ada kejelasan sampai kapan kondisi ini akan berlangsung.

Di Bandung Barat,surat edaran bupati tentang pengalihan jam kerja belum turun, tapi kenyataan di lapangan, telah 10% perusahaan di Bandung Barat telah memberlakukan sistem tersebut. Bupati Bandung Barat Abubakar yang menemui beberapa perwakilan dari demonstran langsung membuat surat edaran dengan nomor 560/05/ Perlind/VIII/2008 kepada seluruh pimpinan perusahaan di Bandung Barat.

(10)

Bisnis I ndonesia Selasa 05 Agustus 2008

8 6 Ba la i la t ih a n TKI be r ope r a si la gi

JAKARTA: Hampir semua dari 86 balai latihan kerja (BLK) yang dibekukan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) belum lama ini, telah beroperasi kembali.

Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan puluhan BLK yang dibekukan itu telah melakukan pembenahan internal, sehingga izin operasinya diberlakukan kembali.

"Yang pasti hampir semua dari balai latihan yang kami tutup, sudah mulai beroperasi kembali. Mereka sudah membenahi dan melakukan perbaikan di dalam," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut Jumhur, pencabutan izin operasi terhadap 86 balai latihan kerja yang dilakukan oleh BNP2TKI efektif mendorong para pengelola balai latihan kerja TKI memperbaiki kualitas mereka. Hal ini secara langsung juga akan berimbas pada kualitas tenaga kerja yang dihasilkan dari dalam negeri.

(11)

Bisnis I ndonesia Rabu, 06 Agustus 2008

Bia y a pe n e m pa t a n be ba n i TKI

JAKARTA: Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia-Jakarta (ATKI-Jakarta) menolak besaran biaya penempatan calon tenaga kerja Indonesia untuk tujuan Hong Kong, meliputi penata laksana rumah tangga, perawat bayi, dan perawat jompo, yang dikenakan oleh pemerintah saat ini.

Keputusan tentang komponen dan besarnya biaya penempatan calon TKI itu diatur dalam Surat Keputusan No.186 Tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi.

Dalam surat keputusan tersebut ditetapkan biaya penempatan TKI di luar negeri sebesar Rp15,55 juta. Jumlah yang ditetapkan itu naik dibandingkan dengan biaya penempatan yang ditetapkan sebelumnya melalui SK No. Kep.653/2004 sebesar Rp9,132 juta.

(12)

Bisnis I ndonesia Rabu, 06 Agustus 2008

Pe m e r in t a h pr ior it a sk a n TKI se k t or for m a l

JAKARTA: Pemerintah menjajaki peluang pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal ke Jepang, di luar tenaga kerja perawat (nurse) dan pendamping lanjut usia (caregivers).

Penempatan TKI ke luar negeri untuk sektor formal, ditargetkan dapat mencapai sebesar 40% dari total penempatan tenaga kerja sepanjang tahun ini. Saat ini, penempatan tenaga kerja di sektor formal baru mencapai 25% dari total penempatan TKI.

Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno mengatakan Jepang menjadi salah satu tujuan penempatan tenaga kerja yang cukup potensial, menyusul adanya kesepakatan Indonesia-Jepang Economic Part- nership Agreement (IJEPA).

"Kerja sama ini membuka peluang terjadinya transfer tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang," ujar Menakertrans seusai melepas 208 tenaga perawat dan pendamping lanjut usia ke Jepang, kemarin.

Sejumlah bidang kerja yang berpeluang untuk diserap oleh tenaga kerja asal Indonesia, di antaranya adalah di sektor industri, jasa, pertanian, perikanan, dan kelautan.

Pertumbuhan ekonomi dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi sejumlah bidang kerja, menyebabkan kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja dari negara lain sangat besar.

Tenaga kerja asal Indonesia, sambungnya, memiliki potensi yang cukup besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja tersebut dengan memanfaatkan kerangka kerja sama IJEPA.

Langkah awal

Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menambahkan pengiriman tenaga kerja di bidang kesehatan menjadi langkah awal bagi terbukanya kerja sama tenaga kerja profesional lainnya.

Namun, Jumhur mengatakan pihaknya akan memfokuskan diri terlebih dahulu pada penempatan tenaga kerja di bidang kesehatan yang telah ditetapkan melalui nota kesepahaman antara BNP2TKI dan Japan International Corporation of Welfare Services (JICWels).

"Permintaan Jepang terhadap tenaga perawat dan pendamping lanjut usia mencapai 1.000 orang yang akan dipenuhi selama dua tahun ke depan. Saat ini baru 208 yang kami kirim, selanjutnya akan menyusul lagi," katanya.

(13)

Jurnal Nasional Rabu, 06 Agustus 2008

Nusantara | Mataram | Rabu, 06 Agt 2008 15:11:03 WIB

2 8 .2 9 7 TKI N TB Be k e r j a di Be r ba ga i N e ga r a

TENAGA Kerja Indonesia (TKI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja diberbagai negara selama tujuh bulan terakhir periode Januari - Juli 2008 tercatat sebanyak 28.297 orang.

Kepala Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, I Komang Subadra, SE di Mataram, Rabu mengatakan, para TKI asal NTB itu meliputi 15.635 orang pria dan 12.662 orang wanita.

"Hingga kini penempatan TKI asal NTB terbanyak di Malaysia Barat mencapai 15.606 orang disusul Arab Saudi 12.231 orang, Malaysia Timur 234 orang, Yordania 97 orang dan Kuwait 89 orang," katanya.

Menurut dia, TKI yang bekerja di Malaysia Barat maupun Malaysia Timur didominasi oleh tenaga kerja pria yang bekerja diperusahaan perkebunan kelapa sawit dan sebagian kecil disektor konstruksi.

Sementara di Arab Saudi didominasi Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan umumnya bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) atau Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

Menurut Subadra, proses penemberangkatan dan penempatan TKI keluar negeri sekarang semakin tertib, karena seluruh dinas tenaga kerja kabupaten/kota di NTB semakin selektif dalam memberikan pelayanan administrasi.

"Sebelumnya sering ditemukan kasus manipulasi identitas calon TKI terutama menyangkut umur tenaga kerja, sebagai contoh seorang TKW yang usiana baru 16 tahun dimanipulasi menjadi 21 tahun agar mereka bisa bekerja diluar negeri, padahal persyaratan usia untuk TKW minimal 21 tahun," ujarnya.

Hal itu sering menimbulkan masalah terutama pada TKW yang bekerja dinegara-negara Timur Tengah, mereka tidak mampu menanggung beban kerja cukup berat, sehingga majikan marah dan akhirnya menimbulkan perlakuan tidak manusiawi.

Selain itu, TKI yang bekerja dinegara-negara Arab juga ada peningkatan upah dari sebelumnya minimal 600 menjadi 800 rial perbulan, itu berkat perjuangan pemerintah khususnya Badan Nasional Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

(14)

Bisnis I ndonesia Kamis, 07 Agustus 2008

4 5 0 .0 0 0 Pe k e r j a in for m a l ik u t j a m sost e k

MEDAN: Tenaga kerja sektor informal yang telah mengikuti program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) hingga Mei 2008 mencapai 450.000 orang.

"Depnakertrans sudah memberi payung hukum sesuai Kepmen No. 24/2006, sehingga pedagang bakso, kerupuk, dan usaha lain-lain pun sudah bisa masuk program Jamsostek," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno beberapa waktu lalu.

Dia berharap kesadaran para pekerja di sektor informal tersebut dapat menjadi contoh positif bagi para pengusaha yang belum menyertakan karyawannya dalam program Jamsostek.

(15)

Bisnis I ndonesia Kamis, 07 Agustus 2008

Pe n gu sa h a dim in t a e v a lu a si im ple m e n t a si

pe n ga lih a n j a m k e r j a

JAKARTA: Pemerintah meminta perusahaan-perusahaan yang terkena dampak penerapan surat keputusan bersama (SKB) lima menteri tentang pengoptimalan beban listrik melalui pengalihan waktu kerja pada sektor industri di Jawa-Bali, membuat evaluasi implementasi SKB dari berbagai aspek, termasuk dampaknya bagi para pekerja.

Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno mengatakan evaluasi tersebut untuk menjamin pelaksanaan dan penerapan di lapa-ngan berjalan sesuai dengan koridor yang disepakati.

Penerapannya juga diharapkan dapat memberikan umpan balik positif bagi pengaturan energi listrik.

Evaluasi itu juga diperlukan untuk menjamin agar pene-rapan SKB tidak merugikan pengusaha ataupun para pekerja, sehingga dapat mengurangi terjadinya risiko hubung- an industrial.

"Saya minta manajemen dari masing-masing perusahaan membuat evaluasi dan laporan terkait plus minusnya implementasi kebijakan SKB itu," kata Menakertrans di sela-sela kunjungannya ke PT Panasonic Manufacturing Indonesia & PT Fokus Garmindo, kemarin.

Menurut dia, laporan dari masing-masing perusahaan itu akan diterima oleh dinas-dinas tenaga kerja setempat yang kemudian akan dirangkum untuk diteruskan ke tim kecil.

Hasil evaluasi itu selanjutnya akan dilaporkan ke menteri terkait, yakni lima menteri yang menandatangani SKB itu.

Menakertrans menuturkan sejauh ini 20% perusahaan dari total perusahaan yang terkena dampak pengalihan wak- tu kerja, sudah menyatakan kesiapannya untuk mengalihkan hari kerja.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), ter- dapat lebih dari 50.000 perusahaan besar terkena dampak dari implementasi SKB, dari total 200.000 perusahaan di Indonesia.

PT Panasonic Manufacturing Indonesia, yang dikunjungi Menakertrans kemarin, sudah me-nerapkan SKB tersebut, dengan mengalihkan waktu kerjanya.

Direktur Panasonic T.A. Moetawakkil mengatakan pihak manajemen dan pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik Elektrik-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kelompok Panasonic Gobel telah menandatangani kesepakatan bersa- ma tentang kalender kerja.

"Berdasarkan SKB itu, manajemen dan serikat pekerja sepakat dan setuju mengatur dan mengalihkan hari kerja. Untuk bulan ini, Panasonic mengalihkan hari kerja Jumat dan Selasa menjadi Sabtu."

(16)

Kompas Kamis, 07 Agustus 2008

Ke t e n a ga k e r j a a n

Pa n a son ic- Ja m sost e k Sia p Ba n gu n Ru su n a m i

Pe k e r j a

Kamis, 7 Agustus 2008 | 01:20 WIB

Jakarta, Kompas - PT Panasonic Manufacturing Indonesia dan PT Jamsostek (Persero) akan membangun rumah susun sederhana milik atau rusunami pekerja di Jakarta Timur.

Manajemen merelakan lahan perusahaan seluas 5.000 meter persegi di dekat pabrik guna dibangun untuk rusunami. Namun, rencana pembangunan yang telah digodok sejak Agustus 2007 terkendala akses jalan dari Jalan Raya Bogor ke lokasi yang jaraknya sekitar 100 meter.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno meminta pemerintah daerah proaktif membantu. ”Pemda harus mendukung, baik dengan menyediakan lahan maupun infrastruktur. Kami juga minta perusahaan lain yang mampu supaya segera membangun perumahan pekerja di dekat lokasi kerjanya,” kata Erman, Rabu (6/8) di Jakarta.

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Panasonic Manufacturing Indonesia TA Moetawakil mengatakan, lahan itu adalah aset perusahaan yang belum dimanfaatkan. ”Akhirnya jadi perumahan karyawan,” ujarnya.

Dirut Jamsostek Hotbonar Sinaga menjelaskan, pihaknya menyediakan pinjaman uang muka perumahan (PUMP) sebesar Rp 20 juta dengan tenor 10 tahun.

(17)

Kompas Kamis, 07 Agustus 2008

Ribu a n Or a n g Se r bu Bu r sa Ke r j a

Pe r sa in ga n M e n ca r i Ke r j a di Pa le m ba n g M a k in Ke t a t

Kamis, 7 Agustus 2008 | 03:00 WIB

Palembang, Kompas - Bursa kerja yang digelar di Gedung Olahraga Sriwijaya oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang kembali diserbu ribuan pencari kerja, Rabu (6/8). Bursa kerja menjadi harapan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai ketika lapangan kerja semakin sempit.

Jumlah pengangguran di Kota Palembang cukup tinggi. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang Erwin R Bakri, sampai Juli 2008 terdapat 19.164 pencari kerja di Palembang. Jumlah pencari kerja yang terserap hanya 4.211 orang, terdiri dari tenaga kerja lokal, antardaerah, dan antarnegara.

”Diharapkan bursa kerja yang diikuti 60 perusahaan ini bisa menyerap 3.685 pencari kerja,” kata Erwin.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengungkapkan, penduduk Palembang mencapai 1,5 juta jiwa atau 300.000 keluarga yang terdiri dari lima orang. Idealnya di Palembang terdapat 300.000 orang yang bekerja supaya seluruh warga Palembang bisa hidup layak.

Eddy menuturkan, para pencari kerja hendaknya tidak hanya mengandalkan lowongan pekerjaan, tetapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain dengan wirausaha.

”Pemerintah kota berusaha menampung para pencari kerja dengan mengadakan bursa kerja semacam ini,” kata Eddy.

Pengamatan Kompas, ribuan pencari kerja telah menunggu di luar GOR meski bursa kerja belum dibuka. Para pencari kerja yang rata-rata masih berusia muda itu telah membekali diri dengan sejumlah persyaratan untuk mencari kerja sehingga mereka bisa langsung memasukkan lamaran kerjanya. Sejumlah pencari kerja juga sudah berpakaian rapi dan berdandan sebagai persiapan wawancara kerja.

Semakin ketat

Seorang pencari kerja bernama Gusten, alumnus Fakultas Pertanian Unsri tahun 2008, mengatakan, dirinya sudah mengirimkan enam lamaran kerja ke beberapa perusahaan, tetapi belum satu pun yang dipanggil.

Menurut Gusten, dia berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikannya. Tujuannya untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

”Namun, kalau saya terpaksa tidak dapat pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan tidak apa-apa, misalnya di bidang pemasaran,” kata Gusten.

HRD Hotel Aston Palembang Yudi Firdaus mengungkapkan, ada sembilan posisi yang dibutuhkan Hotel Aston Palembang. Pelamar yang diterima hanya 15 orang, padahal kemungkinan terdapat 300-500 lamaran kerja yang dikirimkan.

”Pendidikan minimal adalah pendidikan diploma perhotelan. Kami akan melihat aplikasi mereka, kemudian kami seleksi,” kata Yudi.

(18)

Kompas Kamis, 07 Agustus 008

Te n a ga Ke r j a Te r a n ca m

Pe n gu r a n ga n Ja t a h List r ik Se ba bk a n Bia y a Tin ggi

Kamis, 7 Agustus 2008 | 01:28 WIB

Jakarta, kompas - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI memastikan rencana pengurangan suplai listrik saat beban puncak bagi pelanggan sektor bisnis besar akan sangat berpengaruh buruk bagi kinerja operasional pusat belanja. Ribuan tenaga kerja yang terserap pun terancam dikurangi.

”Rencana pemerintah itu sudah pasti berakibat pada biaya tinggi buat pengelola pusat belanja. Jika itu terjadi, akan terjadi efek domino. Beban biaya terpaksa dilimpahkan ke tenant (penyewa). Lebih lanjut, sistem dua shift menjadi satu shift saja. Itu artinya terpaksa pengurangan tenaga kerja bisa sampai 50 persennya,” papar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APPBI A Stefanus Ridwan S, Rabu (6/8).

Pemerintah berencana mulai September mendatang akan mengurangi pemakaian listrik di waktu beban puncak oleh pelanggan sektor bisnis besar seperti mal, restoran, pusat belanja, dan perkantoran.

Para pelanggan sektor bisnis besar itu diimbau memakai genset saat beban puncak tersebut. Hal itu dikemukakan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono, akhir pekan lalu.

Stefanus mengatakan, sekitar 200 pusat belanja (119 mal yang tergabung dengan APPBI) di Indonesia saat ini diperkirakan menyerap 1,2 juta tenaga kerja, termasuk tenaga kerja yang terserap oleh para penyewa toko.

Biaya tinggi

Menurut Stefanus, dari hitung-hitungan saat ini, pemenuhan kebutuhan listrik saat beban puncak dengan genset akan menyebabkan biaya operasional membengkak 20-23 persen. Hal itu karena pihak pengelola harus lebih banyak membeli solar untuk mengoperasikan genset.

Mal yang berukuran sedang sekitar 30.000 meter persegi diperkirakan ada pembengkakan biaya operasional sekitar 200 juta per bulan.

”Dipastikan tidak ada mal yang siap memenuhi 100 persen kebutuhan listriknya sendiri dengan genset saat beban puncak. Paling- paling genset memenuhi 30 persen kebutuhan listrik saat beban puncak,” ujar Stefanus.

Secara terpisah, Manajer Humas Senayan City Sri Ayu Ningsih mengatakan, kebijakan itu akan sangat memukul sektor bisnis. ”Tidak cuma tenaga kerja yang terancam dikurangi, tapi harga-harga juga pasti akan naik lagi. Pihak penyewa pasti akan terpaksa menaikkan harga barang karena kalau tidak, pasti tekor,” ujar Ayu.

(19)

Kompas Kamis, 07 Agustus 2008

Belakangan ini, di beberapa pusat belanja pemakaian peralatan listrik tampak lebih dikendalikan. Eskalator (dengan sensor), misalnya, baru berfungsi ketika ada pengunjung yang menggunakan. Bahkan, di salah satu pusat belanja mewah di Jakarta Pusat, belakangan suhu pendingin ruangan cenderung terasa lebih hangat daripada sebelum tarif listrik naik. Para pramuniaga di mal tersebut kini lebih sering tampak berkipas-kipas sambil menunggui toko.

(20)

Tempo I nteraktif Kamis, 07 Agustus 2008

Sin ga pu r a Ba n t u Bu r u h Le w a t W or k - Fa r e

Kamis, 07 Agustus 2008 | 20:09 WIB

TEMPO Interaktif, Singapura:

Menteri Keuangan Singapura, Tharman Shanmugaratnam, Kamis (7/8) menyatakan, pemerintah Singapura menargetkan 300 ribu pekerja berpenghasilan paling rendah akan mendapatkan bantuan penghasilan hingga akhir 2008 nanti.

Program bantuan tersebut dinamakan Workfare dan telah

dijalankan sejak 2007. “Sejauh ini, Workfare sudah diberikan kepada 272 ribu pekerja,” ujar Tharman.

Para pekerja yang mendapat bantuan tersebut adalah kelompok berpenghasilan hingga S$ 1000 – S$ 1500 (setara Rp 6 juta – Rp 9 juta). Besar bantuan 10 persen dari penghasilan, sekitar S$ 100 – S$ 150.

Tharman menyampaikan hal itu di hadapan 16 wartawan negara-negara ASEAN yang tengah menghadiri Pertemuan Wartawan ASEAN Ketiga di Singapura. Dalam pertemuan di kantornya—lantai 10 gedung Departemen Keuangan, 100 High

Street, Menteri Keuangan itu menekankan, “Program ini hanya berlaku bagi warganegara Singapura, yang bekerja di Singapura.”

Bantuan Workfare dimasukkan dalam ke rekening tabungan pekerja, sebagian untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Data kelompok pekerja berpenghasilan paling rendah ini akan disiapkan oleh Kementrian Tenaga Kerja. “Pemerintah mengharapkan, pekerja penghasilan terendah membantu dirinya sendiri dengan melaporkan data-data mereka.”

Menurut Tharman, program Workfare mulai dijalankan tahun 2007 menyusul kenaikan harga minyak, harga pangan dan barang-barang kebutuhan pokok. “Kebijakan Workfare kami terapkan karena pemerintah kami tidak mau

menerapkan prinsip subsidi, yang kami pandang lebih menguntungkan masyarakat berpenghasilan menengah dan atas.

Dana yang telah disiapkan untuk Program Work-Fare besarnya S$ 400 juta dolar (sekitar Rp 2,4 triliun). Jumlah pekerja berpenghasilan rendah Singapura, mengutip Tharman, “sekitar 10 persen dari penduduk”.

Surplus pemasukan Singapura pada tahun lalu, membuat program Workfare dapat dijalankan. Dana bantuan Workfare akan berkurang seiring berkurangnya jumlah pekerja berpenghasilan rendah.

Menjawab pertanyaan Tempo tentang upaya pemerintah Singapura mencegah kemungkinan praktek pencucian uang di negaranya— termasuk oleh pengusaha dari Indonesia yang sedang dalam kejaran Interpol— Tharman menjawab: “Kami

(21)

Bisnis I ndonesia Jumat, 08 Agustus 2008

U pa h bu r u h in du st r i r ok ok t u r u n

JAKARTA: Rata-rata upah nominal buruh industri rokok pada kuartal IV/2007 turun 32,99% menjadi Rp512.104 per bulan dibandingkan dengan Rp764.261 pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upah riil buruh industri rokok tersebut juga turun 34,36% menjadi Rp125.577 dari Rp191.324 pada kuartal III/2007.

Padahal, upah nominal bulanan buruh industri pada kuartal IV/2007 tercatat naik 2,98% menjadi Rp1,02 juta per bulan dibandingkan dengan Rp991.207 per bulan pada kuartal sebelumnya.

BPS menunjukkan kenaikan upah nominal pada kuartal IV/2007 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 6,61%.

(22)

Suara Pembaruan Jumat, 08 Agustus 2008

Re st r u k t u r isa si M e r pa t i

Ja n ga n Kor ba n k a n Ka r y a w a n

[JAKARTA] Restrukturisasi terhadap PT Merpati Nusantara Airlines sebagai salah satu maskapai penerbangan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN) masih berlangsung. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan untuk menyehatkan perusahaan tersebut.

Ketua Serikat Karyawan Merpati, Aries Munandar mengemukakan bahwa isu tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) bukanlah suatu hal baru bagi karyawan. Sebelumnya, telah dilakukan tiga kali program golden shake hand sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.

"Hal yang terpenting adalah perusahaan harus diselamatkan. Jangan sampai berbagai upaya restrukturisasi yang dilakukan akan mengorbankan kepentingan karyawan," ujar Aries kepada SP, Jumat (8/8) di Jakarta.

Namun, terkait dengan akan dilakukan kembali restrukturisasi perusahaan, Aries menyatakan bahwa belum ada pemberitahuan secara resmi dari pihak manajemen. Untuk itu, karyawan masih menunggu hingga ada ajakan untuk duduk bersama dari pihak manajemen perusahaan dalam membicarakan tentang kondisi perusahaan secara transparan.

"Saat ini, kami masih akan berpegang pada surat perjanjian kerja bersama yag telah dibuat antara karyawan bersama-sama dengan manajemen. Dalam hal ini, serikat tidak hanya berjuang untuk karyawan saja, tapi juga memahami bahwa industri sedang dalam keadaan berat," tuturnya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Merpati, Purwatmo menyatakan, pihak manajemen telah mengeluarkan edaran tentang kondisi kritis yang dialami perusahaan. "Secepatnya akan dilakukan sosialisasi kepada karyawan dan juga penyampaian langkah-langkah yang sudah dikemukakan pemerintah," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Merpati Bambang Bhakti, optimistis dengan rasionalisasi 1.300 karyawan dan suntikan kan modal dari pemerintah sebesar Rp 300 miliar, arus kas perusahaan nasional ini akan membaik dalam waktu tiga bulan setelah modal masuk.

Menurutnya, arus kas Merpati selama ini negatif kerena mengoperasikan sejumlah pesawat yang boros bahan bakar seperti pesawat 737 seri 200. Selain itu juga disebabkan rasio karyawan dengan jumlah pesawat tidak sebanding.

"Rasio pesawat dengan sumber daya manusia harusnya satu pesawat itu 50 orang, tapi di Merpati satu pesawat berbanding 100 orang. Untuk menyelamatkan Merpati semua harus berkorban," kata Bambang di Kantor Presiden Kamis (8/8).

Konsep Jelas

(23)

Suara Pembaruan Jumat, 08 Agustus 2008

Ia melanjutkan, bahwa pemerintah harus menyelesaikan hak dan kewajibannya sesuai kesepakatan antara manajemen dan karyawan yang telah tertuang dalam perjanjian kerja bersama.

(24)

Jurnal Nasional Senin, 11 Agustus 2008

Nasional | Jakarta | Minggu, 10 Agt 2008 12:39:52 WIB

1 5 Ribu Pe k e r j a Kon st r u k si Te r a n ca m Ke h ila n ga n

Pe k e r j a a n

KETUA Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Malkan Amin mengingatkan 15 juta pekerja konstruksi terancam kehilangan pekerjaannya apabila pemerintah membatalkan kebijakan eskalasi.

"Kalau 15 juta pekerja konstruksi berhenti proyeknya siapa yang akan tanggung jawab," kata Malkan mengingatkan saat ditemui usai meresmikan kantor baru LPJKN berlokasi di Jalan Arteri Pondok Indah, Sabtu (9/8) malam.

Dia menyayangkan kesimpulan yang diambil pemerintah untuk membatalkan kebijakan eskalasi tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan LPJKN dan asosiasi di bawahnya.

Menurut dia, Menteri Pekerjaan Umum melalui Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM sudah membuat hitung-hitungan seandainya kebijakan eskalasi disetujui Menteri Keuangan.

"Kami mengharapkan Ibu Ani (Menkeu Sri Mulyani) dapat memahami kesulitan yang dihadapi penyedia jasa dan barang yang selama ini memang masih menunggu kebijakan eskalasi pemerintah," ujar dia.

Dia mengingatkan, sebagai penyedia jasa dan barang pendapatan sebanyak 30 persen dari jasa tenaga kerja sedangkan 70 persen sisanya berasal dari sektor industri seperti aspal, semen, dan baja.

Mengacu kepada Keppres No. 80 tahun 2003 disebutkan eskalasi dapat diberikan dalam keadaan kahar (force majeur) seperti bencana alam, kebakaran, huru-hara, serta kelainan industri.

"Masalah yang dialami saat ini bisa disebut kelainan industri karena kenaikan baja, aspal, serta semen terkait erat dengan industrinya yang dipicu kenaikan BBM pada Mei 2008 lalu," ujar dia.

(25)

Jurnal nasional Senin, 11 Agustus 2008

Ekonomi - Keuangan - Bisnis Jakarta | Senin, 11 Agt 2008

Pe k e r j a Kon st r u k si Te r a n ca m

by : Wahyu Utomo

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar rata-rata 28,7 persen tidak dapat dianggap sebagai kondisi kahar (force majeur).

KETUA Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Malkan Amin mengingatkan 15 juta pekerja konstruksi terancam kehilangan pekerjaannya apabila pemerintah membatalkan kebijakan eskalasi. “Kalau 15 juta pekerja konstruksi berhenti proyeknya siapa yang akan tanggung jawab,” kata Malkan di Jakarta Sabtu (9/8) malam.

Dia menyayangkan kesimpulan yang diambil pemerintah untuk membatalkan kebijakan eskalasi tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan LPJKN dan asosiasi di bawahnya.

Menurut dia, Menteri Pekerjaan Umum (PU) melalui Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM sudah membuat hitung-hitungan seandainya kebijakan eskalasi disetujui Menteri Keuangan. “Kami mengharapkan Menkeu Sri Mulyani dapat memahami kesulitan yang dihadapi penyedia jasa, dan barang yang selama ini memang masih menunggu kebijakan eskalasi pemerintah,” katanya.

Dia mengingatkan, sebagai penyedia jasa, dan barang pendapatan sebanyak 30 persen dari jasa tenaga kerja sedangkan 70 persen sisanya berasal dari sektor industri seperti aspal, semen, dan baja.

Mengacu kepada Keppres No 80 Tahun 2003 disebutkan eskalasi dapat diberikan dalam keadaan kahar (force majeur) seperti bencana alam, kebakaran, huru-hara, serta kelainan industri. “Masalah yang dialami saat ini bisa disebut kelainan industri karena kenaikan baja, aspal serta semen terkait erat dengan industrinya yang dipicu kenaikan BBM pada Mei 2008 lalu,” katanya.

Malkan memahami kesulitan anggaran pemerintah akan tetapi sebenarnya dapat diatasi apabila eskalasi itu dibayarkan pada tahun anggaran mendatang (2009) namun kalau tidak bisa juga dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan target.

Sebelumnya, Depkeu mengisyaratkan tidak akan mengabulkan permintaan eskalasi biaya proyek dari pengusaha.

Direktur Jenderal Anggaran Depkeu, Anny Ratnawati mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar rata-rata 28,7 persen tidak dapat dianggap sebagai kondisi kahar (force majeur). Kenaikan nilai proyek akan menjadi yang pertama bila disetujui Depkeu dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut dia, pengusaha bahkan tidak meminta hal serupa saat pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata lebih dari 125 persen pada Oktober 2005. Padahal, inflasi yang terjadi pascakenaikan harga BBM jauh lebih tinggi dari realisasi hingga Juli 2008 yang hanya 11,9 persen. “Alokasi (untuk) eskalasi belum ada hingga saat ini. Kami belum pernah menyetujui karena aturan hanya menyebutkan dalam kondisi force majeure saja,” katanya di Jakarta, akhir pekan.

(26)

Jurnal Nasional Selasa, 12 Agustus 2008

Jakarta dan Sekitarnya Dinamika | Bekasi | Selasa, 12 Agt 2008

Se r ik a t Pe k e r j a Kope r a si Ka r y a w a n PT JLJ Ke m ba li

Un j u k Ra sa

Puluhan pekerja Koperasi Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) yang tergabung dalam Pimpinan Serikat Karyawan Jalantol Lingkarluar Jakarta (PSK-JLJ) kembali turun ke jalan. Kali ini mereka membawa keranda mayat sebagai simbol matinya hati nurani petinggi Koperasi Karyawan JLJ.

"Kami membawa keranda mayat sebagai lambang matinya hati nurani para petinggi di jajaran JLJ. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai seluruh tuntutan kami terpenuhi," kata kuasa hukum PSK JLJ Indera SH, Senin (11/8)

Menurut Indera, selama melakukan aksi ini puluhan anggota PSK JLJ kerap diintimidasi, diteror, dan diancam dengan cara didatangi ke gardu dan rumah mereka. Mereka pun dipaksa menanda tangani surat lamaran yang telah dibuat oleh pihak Koperasi Karyawan. "Kami menentang keras cara-cara seperti ini. Jangan pernah berpikir kami akan takut, kita akan tetap mengambil jalur hukum dan jalur parlemen jalanan," terang dia.

Indera menegaskan, dirinya bisa menangkap maksud dari pengajuan lamaran kembali oleh para pekerja. "Mereka yang telah bekerja selama tiga tahun keatas tidak akan mendapat pesangon apa pun dari pihak PT JLJ. Karena mereka telah dianggap sebagai pekerja baru. Ini lah bukti pelanggaran Undang-Undang," katanya berang

Guna menentang cara-cara licik yang dilakukan pihak PT JLJ, kata Indera, PSK-JLJ berencana melakukan aksi lebih besar lagi ke bundaran Hotel Indonesia, Jasa Marga, Kementerian BUMN, dan Istana Presiden. "Kita mau para petinggi ini tahu bahwa di negeri ini masih ada perusahaan milik pemerintah yang memberlakukan pekerjanya tidak sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Sementara kuasa hukum PT JLJ Ramses JP Simamora SH mengatakan, para pengunjuk rasa itu mantan pekerja paruh waktu yang telah habis masa kerjanya per 30 Juli 2008 lalu. "PT JLJ sama sekali tak bertanggungjawab terhadap puluhan karyawan tersebut. Sebab, mereka adalah Koperasi Karyawan PT JLJ sebagai pemenang tender yang dipekerjakan sebagai pembantu pekerja jasa tenaga pengumpul tol."

(27)

Jurnal Nasional Rabu, 13 Agustus 2008

Nusantara | Pasuruan | Rabu, 13 Agt 2008 14:28:33 WIB

Ra t u sa n Bu r u h Kon t r a k Tu n t u t U pa h U M K

RATUSAN buruh kontrak PT Mandiri Mebel Nusantara demo menuntut perbaikan nasib ke gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (13/8).

Mereka yang telah bekerja secara kontrak sekitar tiga tahun, menuntut agar diangkat menjadi karyawan tetap, dan diupah sesuai UMK Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 802 ribu per bulan. Sementara mereka selama ini hanya menerima upah Rp 85 ribu per minggu.

"Nasib para buruh kontrak di PT Mandiri Mebel Nusantara yang berlokasi di Desa Petungasri, Pandaan tidak menentu," kata Ketua SBSI Kabupaten Pasuruan, Gunawan yang mengantar para buruh kontrak demo ke DPRD Kabupaten Pasuaruan, Rabu (13/8).

Ia menambahkan, sekitar 600 buruh kontrak yang telah bekerja sekitar tiga tahun di pabrik tersebut, hanya mendapat upah Rp85 ribu per pekan.

Gunawan menuntut pemerintah memberlakukan Undang-undang No.13/2003, yakni memberikan hak para buruh kontrak untuk dijadikan karyawan tetap dan dibayar sesuai UMK Rp802 ribu per bulan. Serta diberikan pula Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Ia meminta, agar DPRD dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pasuruan harus bisa memberikan keputusan tersebut hari ini (13/8) juga.

"Jika tidak ada keputusan, ratusan buruh kontrak akan menginap di gedung DPRD", kata Gaunawan mengancam.

(28)

Kompas Rabu, 13 Agustus 2008

Kom pe t e n si Te n a ga Ke r j a M a sih M e m pr ih a t in k a n

Rabu, 13 Agustus 2008 | 01:19 WIB

Jakarta, Kompas - Tingkat kompetensi tenaga kerja Indonesia masih memprihatinkan dalam meraih produktivitas. Untuk itu, pemerintah bersama dunia usaha akan mendorong terus peningkatan kompetensi tenaga kerja supaya produktivitas dapat meningkat dan Indonesia tetap memiliki daya saing.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengungkapkan hal itu dalam rapat koordinasi nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia yang bertema ”Percepatan Program Three in One (Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan), Selasa (12/8) di Jakarta.

Fahmi mengatakan, rendahnya produktivitas tenaga kerja disebabkan rendahnya pendidikan dan pelatihan. Daya serap terhadap lulusan SMA dan perguruan tinggi masih rendah.

”Sampai sekarang, kita masih dihadang rendahnya kompetensi, keahlian, dan keterampilan tenaga kerja,” tutur Fahmi.

Dia mencontohkan, satu tenaga kerja garmen di Hongkong mampu memproduksi produk garmen sebanyak 3,5 lusin per hari, sedangkan tenaga kerja Indonesia baru mencapai 2 lusin per hari. Padahal, teknologi permesinan dan prinsip kerja antara Indonesia dan Hongkong sama.

Menurut Fahmi, dahulu Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki 153 balai latihan kerja (BLK). Setelah berlaku otonomi daerah, tinggal tersisa delapan BLK yang dimiliki pemerintah pusat.

Wakil Ketua Umum bidang SDM dan Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Anthon Riyanto mengatakan, saat ini pemerintah bersama Kadin sedang mempersiapkan surat keputusan bersama tentang program sertifikasi tenaga kerja.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan tenaga kerja. Artinya, ada penghargaan tertentu, termasuk insentif yang berbeda antara tenaga kerja bersertifikat dan tidak bersertifikat.

(29)

Suara Pembaruan Rabu, 13 Agustus 2008

M a y a sa r i Pe ca t 8 7 Ka r y a w a n

[JAKARTA] Perusahaan karoseri PT Mayasari Utama memecat 87 karyawan yang mogok kerja selama lebih 20 hari. Alasannya, karena melanggar Pasal 158 dan Pasal 168 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yakni memalsukan dokumen dan mangkir kerja setelah empat kali diberi peringatan untuk kembali bekerja.

Juru Bicara Serikat Pekerja Mayasari Utama, Abdul Halim kepada SP di Jakarta, Rabu (13/8) mengatakan, pemecatan dilakukan secara bertahap, mulai tanggal 2 Agustus terhadap 39 orang dengan alasan penggelapan dokumen seperti diatur dalam Pasal 158. Sedangkan, 48 orang lainnya dipecat Selasa (12/8), dengan alasan melanggar Pasal 168 yakni mangkir dari pekerjaan dan sudah dipanggil beberapa kali, tetapi tidak dihiraukan, sehingga dikategorikan mengundurkan diri. "Jadi sekarang total karyawan yang dipecat secara sepihak sebanyak 87 orang tanpa kejelasan soal pesangonnya," kata Abdul Halim.

Pemecatan, tuturnya, memicu karyawan untuk kembali berunjuk rasa di pool karoseri, Jl Lapangan Tembak Cibubur hari ini yang intinya soal kesejahteraan dan pemecatan karyawan. "Dari 187 karyawan yang berunjuk rasa sebelumnya tinggal 50 yang terus menggalang aksi, karena 50 orang sudah kembali kerja dan 87 di PHK," katanya.

(30)

Jurnal Nasional Kamis, 14 Agustus 2008

Nusantara | Surabaya | Kamis, 14 Agt 2008 15:25:34 WIB

Bu r u h U n j u k Ra sa k e D PD Ja t im Tola k Ou t sou r cin g

RATUSAN buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Jatim berunjuk rasa ke DPRD Jatim di Surabaya, menolak penerapan outsourcing, Kamis (14/8).

Ketua FSPMI Jatim, Pujianto mengatakan pergeseran sistem ekonomi Indonesia menuju neoliberalisme berakibat terancamnya hak-hak buruh lewat perbudakan dan penjajahan gaya baru yakni adanya penghapusan karyawan tetap menjadi tidak tetap baik borongan, harian lepas dan kontrak.

"Outsourching bertujuan agar pengusaha mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menekan biaya tanpa memperhatikan nasib buruh. Para pekerja dibayar murah, tanpa perlindungan dan penghapusan serikat pekerja," katanya.

Dalam pernyataan sikapnya mereka menyatakan menolak outsourching, meminta DPRD Jatim mendesak Gubernur Jatim mengeluarkan perintah ke bupati untuk mencabut ijin outsourcing, pembubaran Disnakertrans yang mandul.

Mereka juga menilai pengaturan outsourcing yang diatur dalam Undang-Undang Nomer 13 Tahun 2003, terjadi penyimpangan yang semakin merajalela, karena itu pengawas ketenagakerjaan yang mandul perlu dihidupkan dengan membentuk pengawas tingkat nasional.

Pengunjuk rasa juga meminta untuk menindaktegas PT YMPI dan PT King Jim Indonesia yang bersikap anti serikat pekerja yang melanggar Undang-Undang Nomer 21 Tahun 2000, dengan mem-PKH Khamim, Puguh dan kawan-kawan yang menjadi pengurus FSPMI.

Unjuk rasa yang dipimpin Ketua DPW FSPMI Provinsi Jatim, Pujianto, tersebut tidak bisa masuk ke gedung DPRD Jatim dan hanya perwakilannya saja yang dijinkan masuk berdialog dengan pimpinan dewan, sedangkan massa melakukan orasi secara bergantian.

(31)

Jurnal Nasional Kamis, 14 Agustus 2008

Politik - Hukum - Keamanan Jakarta | Kamis, 14 Agt 2008

M a la y sia D e por t a si 2 6 5 TKI

by : M. Yamin Panca Setia

Mereka tak menerima gaji dan kompensasi kerja.

SEBANYAK 265 tenaga kerja Indonesia (TKI) dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia, tanpa menerima gaji dan kompensasi kerja dari majikannya di Malaysia. Rabu malam (12/8) mereka tiba di Tanjung Priok, Jakarta.

Di antara ratusan TKI itu, ada satu tenaga kerja wanita (TKW) bernama Nur Cahyani asal Jember, Jawa Timur yang kondisi kritis akibat menjadi korban penganiayaan majikannya di Malaysia. Hingga saat ini, Nur Cahyani tidak bisa dimintai keterangan untuk menjelaskan identitas majikannya yang melakukan penganiayaan.

265 TKI itu yang dipaksa dideportasi itu sebelumnya dipenjara lantaran tidak memenuhi syarat dokumen. "Mereka baru keluar dari penjara. Ada yang tiga bulan hingga satu tahun penjara, tidak sama. Mereka ditangkap lantaran tidak berdokumen," ujar Lily Pujianti, Koordinator Peduli Buruh Migran kepada Jurnal Nasional di Jakarta, kemarin.

Namun, Lily menilai, tuduhan TKI tidak berdokumen (undocumented) tidak benar, karena dokumen TKI itu dipegang oleh majikannya. "Mereka dipenjara karena dokumen asli dipegang majikan. Jadi mereka jadi tidak berdokumen."

Akibatnya, 265 TKI pulang tanpa menerima gaji dan kompensasi kerja dari majikan di Malaysia. "Semua hak mereka tidak ada yang terpenuhi," tegasnya.

Karena itu, Peduli Buruh Migran mendesak pemerintah mencabut Memorandum of Understanding (MoU) pengiriman TKI ke Malaysia.

"Cabut MoU Indonesia-Malaysia. Jangan Cuma diamandemen. MoU itu merugikan tenaga kerja kita. Karena dokumen yang pegang adalah majikan. Makanya majikan Malaysia semena-mena terhadap TKI," ujarnya.

Lily juga menuding Badan Penempatan dan Perlindungan TKI kurang memperhatikan masalah tersebut. "Upaya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BP2TKI) tidak pernah ada di Tanjung Priok. Kayaknya lembaga tersebut tidak ada peran sama sekali."

Menurut dia, deportasi yang dilakukan Malaysia kerap dilakukan. Menghadapi bulan Ramadan ini, Lily menyatakan, Malaysia akan segera melakukan deportasi ribuan TKI.

Karena itu, pemerintah diminta untuk menangani nasib TKI yang akan dideportasi. Lily mengharap agar gaji, kompensasi harus diterima TKI sehingga tidak pulang dengan tangan kosong. BNP2TKI menyebut ada sekitar 800 ribu TKI yang tidak terdaftar. Mereka rentan mengalami tindak kekerasan. Penyelesaian kasus yang dialami TKI di Malaysia pun tak mudah. KBRI Kuala Lumpur mencatat, kendala yang dihadapi antara lain: ketidakmampuan WNI/TKI dalam menyebutkan indentitas agen tenaga kerja/jasa penyalur di Indonesia maupun di Malaysia serta majikannya sehingga sulit dihubungi. Akibatnya, saat diterpa masalah, KBRI sulit dapat segera menyelesaikannya.

(32)

Jurnal Nasional Kamis, 14 Agustus 2008

Angka perkara yang dihadapi TKI pun cukup tinggi. Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat pernah menyatakan, perkara yang umumnya dihadapi TKI yakni gaji yang tidak dibayar, PHK sepihak, atau TKI yang melarikan diri. Kasus kekerasan atau penyiksaan mencapai 30-40 kasus.

Berlakukan MCN

Pemerintah Indonesia telah mendesak Malaysia lebih serius memberlakukan Mandatory Consuler Notification (MCN) terhadap TKI di Malaysia untuk menghindari kasus kekerasan terhadap pekerja. Dengan MCN, aparat Malaysia akan secepatnya memberi informasi kepada KBRI atau Konjen RI jika ada TKI yang ditangkap atau terkena hukuman. Dengan laporan itu Indonesia bisa memberi perlindungan hukum dan penyelesaian kasus jika WNI menghadapi masalah. Dalam pembicaraannya secara informal dengan sejumlah pejabat Malaysia, ada keinginan Malaysia mempercepat pembentukan MCN yang diharapkan segera diberlakukan 2008.

(33)

Jurnal Nasional Kamis, 14 Agustus 2008

Politik - Hukum - Keamanan Menuju PEMILU 2009 | Jakarta | Kamis, 14 Agt 2008

Pa r t a i Bu r u h D k k M in t a D it e t a pk a n Se ba ga i Pe se r t a

Pe m ilu 2 0 0 9

by : Arjuna Al Ichsan

EMPAT partai politik (parpol) peserta Pemilu 2004 yakni Partai Buruh, Partai Sarikat Indonesia (PSI), Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Merdeka yang tidak lolos verifikasi faktual minta ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2009 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Permintaan ini menindaklanjuti putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Nomor 104 G/2008/PTUN Jakarta yang memenangkan gugatan keempat parpol tersebut terhadap keputusan KPU tentang penetapan parpol peserta Pemilu 2009.

Ketua Umum Partai Buruh Muchtar Pakpahan mengatakan, amar putusan PTUN menyatakan mewajibkan KPU menerbitkan surat keputusan baru yang berisi empat parpol peserta Pemilu 2004 menjadi peserta Pemilu 2009. PTUN sendiri mendasarkan putusannya pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 10 Juli yang membatalkan pasal 316 huruf d Undang-Undang (UU) Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Nomor 10 Tahun 2008. Pasal 316 huruf d itu menyatakan parpol peserta Pemilu 2004 yang memiliki kursi di DPR bisa ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2009.

"Nggak mungkin KPU akan lakukan itu (tidak akomodir putusan PTUN-red), saya yakin KPU akan jalankan keputusan hakim," kata Muchtar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/8).

Muchtar meminta KPU memundurkan jadwal pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) DPR dan DPRD yang dibuka hari ini untuk mengakomodir keikutsertaan empat parpol 2004 dalam pemilu mendatang. Pasalnya, putusan PTUN menyatakan empat parpol 2004 berhak mengikuti tahapan-tahapan Pemilu 2009 seperti halnya parpol 2004 lainnya yang telah ditetapkan KPU sebagai peserta pemilu. Partai Buruh sendiri berencana akan segera membuka pendaftaran caleg dalam minggu ini.

"Saya kira KPU dapat ambil jalan mengundurkan jadwal pendaftaran caleg selama seminggu untuk mengakomodir putusan PTUN ini," kata Muchtar.

Secara terpisah, anggota KPU Andi Nurpati mengatakan KPU belum mengambil keputusan terkait putusan PTUN tersebut. KPU tentu akan mempelajari terlebih dahulu isi putusan PTUN itu sebelum menentukan langkah-langkah selanjutnya. Dan, keempat parpol 2004 yang memenangkan gugatan PTUN ini tidak otomatis dapat mendaftarkan caleg ke KPU sebelum diputuskan menjadi peserta pemilu.

"Kita belum terima keputusannya, belum terima, seperti apa bunyinya, apa isinya, apa perintahnya," kata Andi.

Direktur eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar Navis Gumay mengatakan putusan PTUN Jakarta itu tentu membuat rumit KPU. Namun, putusan PTUN itu memang harus diteliti secara baik. Putusan PTUN itu pun dapat dikatakan keliru jika dasar pertimbangannya untuk meloloskan keinginan empat parpol sebagai penggugat sebagai peserta Pemilu 2009.

(34)

Pikiran Rakyat Jumat, 15 Agustus 2008

Te n a ga Ke r j a Ba n y a k D ise r a p Se k t or I n for m a l

Jum'at, 15 Agustus 2008 , 00:04:00

BANDUNG, (PRLM).- Penciutan lapangan kerja formal yang terjadi saat ini telah membalikkan bandul kekuatan ekonomi rakyat dari sektor formal ke informal. Pangsa pekerja sektor formal berkurang menjadi 35,1 persen, karena itu peran sektor informal menjadi terasa penting dalam periode krisis ekonomi.

Hal itu dikatakan Rektor Institut Manajemen Koperasi (Ikopin) Prof. Dr. H. Rully Indrawan, M.Si., di Bandung, Kamis (14/8) berkaitan dengan program Ikopin dalam menanggulangi masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi lewat program magang di Jepang yang sedang dilakukan Ikopin bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah di Jawa Barat.

Menurut dia, sektor informal, usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama yang berbentuk koperasi (KUKM) dengan jumlah rumah tangga usaha mencapai 99,8 persen, memberi kontribusi 99,6 persen dalam penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, jelas memiliki daya dukung dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan," ujarnya.

Namun harus diakui, menurut Rektor Ikopin tersebut, pembangunan sektor riil berskala mikro, kecil, dan menengah, terutama yang berbentuk koperasi ini memiliki tantangan tidak ringan. Persoalan pengembangan KUKM bukan sekadar persoalan iklim investasi, permodalan, keterkaitan dengan sistem pasar, hingga persoalan teknologi, namun juga masalah penyediaan sumber daya manusia (SDM).

"Pemberian Hadiah Nobel Perdamaian 2006 bagi Prof. Mohammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh memberi pelajaran berharga bagi pengelolaan ekonomi negara-negara di dunia. Pelajaran itu adalah bahwa pendekatan ekonomi makro harus diimbangi dengan pendekatan alternatif melalui pemberdayaan yang dapat membangkitkan perekonomian dan kemandirian rakyat," katanya.

Di beberapa kawasan Asia seperti Jepang maupun Taiwan, menurut dia, perekonomian rakyat berkembang sehat dan terkait erat dengan sistem perekonomian secara nasional. KUKM berkembang dengan kekuatan yang berbasis pengetahuan dan teknologi (technology and knowledge based economy-TKBE) serta ditopang mutu SDM yang tangguh.

(35)

Pikiran Rakyat Senin, 18 Agustus 2008

Te m pa t k a n TKI Le w a t Sist e m Ku ot a

Senin, 18 Agustus 2008 , 00:08:00

JAKARTA, (PRLM) - Ketua Himpunan Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Yunus M. Yamani menyatakan, sudah saatnya penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) mancanegara khususnya ke Timur Tengah dengan penerapan sistem kuota. Pasalnya, penempatan TKI ke kawasan itu selama ini tidak kondusif.

"Caranya, seluruh PJTKI diberikan kuota (jatah penempatan) dengan menerapkan pemerataan dan keadilan. Tujuannya, agar memberi waktu yang cukup bagi PJTKI untuk mendidik TKI di balai latihan kerja sesuai aturan," katanya di Jakarta, Minggu (17/8).

Hal itu ditanyakan sehubungan terpilihnya Komjen Pol. Nurfaizi sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) menggantikan Husein Alaydrus yang meninggal dunia karena sakit. "Tidak seperti sekarang, seorang TKI bisa lulus latihan dalam satu hari," katanya.

Yunus menggambarkan, untuk bisa mendapatkan TKI ke Timur Tengah, sebuah PJTKI harus membayar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta ke sponsor (calo), sedangkan untuk tujuan ke Asia Pasifik dana yang dikeluarkan Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. "Kini ada sebagian PJTKI yang mengeluarkan biaya hingga Rp 7 juta untuk menempatkan TKI ke Negara Syiria," katanya.

Jika, kondisi ini tidak segera diatasi pada Ramadan biaya untuk mendapatkan TKI bisa mencapai Rp 10 juta. "Inilah yang mengancam kebangkrutan 70 % PJTKI," katanya. Dia meminta Depnakertrans agar jangan buru-buru membuka penempatan TKI ke Syiria (Suriah), sebelum kondisi dalam negeri dibenahi.

(36)

Pikiran Rakyat Rabu, 20 Agustus 2008

Pu lu h a n Bu r u h M e n ga du k e D PRD

Rabu, 20 Agustus 2008 , 19:40:00

SOREANG, (PRLM).- Puluhan buruh PT Shinetama Indofashion melaporkan nasibnya ke DPRD Kab. Bandung dan Dinas Tenaga Kerja Kab. Bandung, Rabu (20/8). Mereka adalah sebagian dari buruh yang dirumahkan oleh PT Shinetama, tanpa alasan yang jelas.

Para buruh yang mewakilkan diri kepada Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI) itu, mengungkapkan berbagai pelanggaran yang dilakukan PT Shinetama sejak bertahun-tahun lalu. Pelanggaran yang dilaporkan antara lain, tidak adanya kontrak kerja saat perusahaan mempekerjakan buruh, pembayaran upah yang di bawah UMK Kab. Bandung, tidak diberikannya hak buruh seperti hak cuti dan hak hamil, dan pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh perusahaan.

Didik Rahmat Mulyana dari FSBI mengatakan, saat mempekerjakan para buruh, PT Shinetama hanya menyuruh buruh menandatangani surat pernyataan, bukan sebuah perjanjian kerja. Salah satu poin di dalam surat pernyataan itu, buruh tidak akan menuntut apa pun kepada pihak perusahaan, jika terjadi perselisihan. Selain itu, PT Shinetama menerima buruh melalui calo. Setiap buruh, oleh calo ditarik bayaran antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

“Mereka yang diterima bekerja, untuk enam bulan pertama hanya menerima gaji Rp 288.000,00 per dua minggu. Itu pun jarang yang sampai enam bulan. Banyak buruh yang baru bekerja dua minggu sudah diberhentikan,” kata Dikdik .

Menanggapi laporan buruh, Moch. Soleh dari Bagian Syarat kerja (Syaker) Disnaker kab. Bandung mengatakan, pihaknya akan segera menurunkan pengawas, untuk mengecek kebenaran laporan buruh. Dikatakannya, hak-hak normatif buruh bukan sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Hak normatif mutlak harus diberikan perusahaan.

Anggota Komisi D, Ati Wiati merasa miris mendengar pengaduan buruh. Menurut dia, PT Shinetama sudah melakukan diskriminasi terhadap perempuan. Apalagi ada laporan yang menyebutkan, manajemen perusahaan mengeluarkan buruh yang hamil.

Rencananya, Komisi D bersama Disnaker akan datang ke PT Shinetama Indofashion pada Senin (25/8), setelah pengawas Disnaker melaporkan temuan mereka. Buruh mengharapkan, Komisi D bersama pemerintah bisa membantu buruh yang telah dirumahkan untuk bisa dipekerjakan kembali. Selain itu, semua hak normatif buruh juga harus dipenuhi oleh perusahaan.

Aksi buruh PT Shinetama Indofashion itu mrupakan yang keempat kalinya. Pekan lalu sekitar seratus buruh PT Shinetama berunjuk rasa di lingkungan pabrik, Jln. Raya Cicalengka-Majalaya KM 3. Mereka menuntut kejelasan nasib, setelah dirumahkan sejak delapan bulan lalu.

Perundingan dengan manajemen perusahaan tidak menghasilkan kesepakatan apa pun. Menurut Dikdik, manajemen selalu berdalih untuk tidak memberikan tuntutan buruh, karena alasan belum mendapat persetujuan dari pemilik perusahaan.

(37)

Jurnal Nasional Kamis, 21 Agsutus 2008

Nusantara | Samarinda | 09:28:03 WIB

Ribu a n Bu r u h M e n gge la r Ak si di Ka n t or Bu pa t i Ku t a i

Tim u r

RIBUAN buruh dan karyawan PT. Kaltim Prima Coal (KPC) serta perusahaan kontraktornya sejak hari Rabu hingga Kamis (21/08)

pagi masih berkumpul di Kantor Bupati Kutai Timur di Bukit Pelangi, Sangatta, Kaltim untuk menuntut pemda menghentikan gugatannya sehingga penutupan sementara kegiatan tambang segera dihentikan.

Sejumlah pendemo terus bertambah meskipun sampai kini belum terjadi aksi anarkis. Mereka hanya menyampaikan tuntutannya dengan aksi damai, yakni berorasi serta membawa perlengkapan musik.

"Untuk sementara, aksi para buruh ini belum anarkis, meskipun sedikit mengganggu aktifitas di kantor bupati karena macet serta suara bising," kata staf Humas Pemkab Kutai Timur, Adi Zakaria .

Sebagian buruh juga kini mengepung Kantor DPRD setempat yang masih dalam kompleks perkantoran Bukit Pelangi. Puluhan aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di lokasi demo.

Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan Wakil Bupati, Isran Noor (beberapa waktu lalu menjadi Plt. Bupati karena Awang Farouk Ishak, bupati Kutim cuti sementara untuk ikut Pilgub Kaltim 2008-2012) mengeluarkan surat penutupan sebagian lokasi tambang PT. KPC dan perusahaan kontraktornya, PT. Perkasa Inaka Kerta (PIK).

"Kebijakan menghentikan sementara kegiatan di lokasi karena perusahaan terindikasi pelanggaran hukum. Jadi pihak ESDM keliru besar jika menilai pemkab melampaui kewenangan, kami meghentikan sementara karena tindakan mereka (KPC) melanggar UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan," kata Isran.

KPC diduga telah melakukan pembukaan lahan negara secara tidak sah karena posisi lahan di Pit Belawan dan Pit Pelikan itu milik negara setelah berakhirnya izin HPH (hak pengusahaan Hutan ) PT. Porodisa Trading & Industries pada 16 Juli 2008 (kini dalam tahap proses perpanjangan). (Ant)

Secara administrasi, perusahaan tambang sebelum membuka hutan harus ada Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), harus ada Izin Pembukaan Lahan (IPL), harus ada izin mobilisasi dan pendaratan peralatan dari bupati.

(38)

Bisnis I ndonesia Jumat, 22 Agustus 2008

Be k e r j a , t a pi t e t a p m isk in

Sebanyak 52,1 juta orang atau hampir 55% dari orang yang bekerja di Indonesia, hidup dalam kemiskinan. Pendapatan mereka tidak lebih dari US$2. Ikhtiar yang mereka lakukan tidak berbuah manis. Bekerja, tapi tetap miskin.

Data itu mengacu ke perhitungan yang dilakukan oleh Organisasi Perburuhan International (ILO). Organisasi itu memperkirakan jumlah pekerja miskin di Indonesia mencapai 52,1 juta orang pada 2006, hanya turun tipis dibandingkan dengan 52,8 juta orang pada 2002. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini tercatat sekitar 102 juta pekerja.

Apabila kriteria orang miskin diubah menjadi orang yang berpendapatan di bawah US$1 atau Rp9.000 per hari, jumlah pekerja miskin memang turun tajam. Dengan kriteria miskin US$1 itu, jumlah pekerja miskin di Indonesia memang hanya 7,9 juta atau 8,2% dari total jumlah pekerja.

Kriteria miskin yang terakhir inilah agaknya yang digunakan BPS saat menghitung jumlah penduduk miskin di Indonesia. Berdasarkan data BPS, penduduk miskin (baik bekerja maupun yang tidak bekerja) di Indonesia pada Maret 2008 sebanyak 34,96 juta atau 15,42% dari total penduduk Indonesia.

Garis kemiskinan yang digunakan BPS sebagai batas yang membedakan orang miskin dan tidak miskin sebesar Rp182.636 per kapita per bulan. Itu artinya pengeluaran orang-orang dikategorikan miskin tidak lebih dari US$1 atau Rp9.000 per hari.

Yang menyedihkan, jutaan orang yang memperjuangkan hidup mereka dengan bekerja, tetap saja tidak bisa memerdekakan dirinya dari garis kemiskinan yang sudah sangat minim itu.

Kee Beom Kim, Labour Economist ILO, mengumpamakan dari 100 orang usia kerja (berusia 15 tahun ke atas) di Indonesia, delapan orang berpenghasilan di bawah US$1 per hari dan 55 orang memiliki pendapatan kurang dari US$2 per hari.

"Kemiskinan masih merupakan masalah bagi sebagian besar orang yang bekerja. Hal ini mengindikasikan bahwa kemiskinan bukan karena kurangnya kegiatan perekonomian, melainkan lebih pada sifat kegiatan yang tidak produktif dan berakibat pada ketidakcukupan pendapatan untuk mengangkat pekerja miskin dan keluarganya dari kemiskinan," ujar Kee.

Semua angka dan perkiraan itu dimuat dalam laporan terbaru ILO bertajuk Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008, yang diluncurkan Rabu lalu.

Kee menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak dibarengi dengan upaya penyediaan dan penciptaan pekerjaan yang layak dan produktif. Kemiskinan bukan disebabkan oleh kurangnya kegiatan ekonomi, melainkan karena pekerjaan yang dilakukan tergolong pekerjaan yang tidak produktif.

"Itu memang bisa mengurangi angka pengangguran, tetapi angka kemiskinan terus bertambah," kata Kee.

(39)

Bisnis I ndonesia Jumat, 22 Agustus 2008

Tidak berkualitas

Yanuar Rizky, Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), juga memberikan penilaian senada. Dia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berkualitas, tercermin dari minimnya tenaga kerja yang berhasil diserap dan rendahnya kesejahteraan pekerja.

Pertumbuhan rasio penerimaan pajak yang rendah, menurut Yanuar, menunjukkan buruknya kualitas pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kalau memang ekonomi tumbuh, rasio penerimaan pajak seharusnya tumbuh pesat. Ekonomi yang tumbuh akan membuat banyak orang bekerja, sehingga pendapatan PPh [pajak penghasilan] yang diterima negara naik. Kalau ekonomi memang tumbuh, penerimaan PPN [pajak pertambahan nilai] juga naik, karena banyak orang yang berbelanja," jelasnya.

ILO juga mencatat dalam kurun waktu 2003 hingga 2007, rata-rata upah nominal pekerja di Indonesia memang mengalami kenaikan.

Namun, upah riil pekerja dalam empat tahun terakhir itu stagnan. Daya beli pekerja terus tergerus inflasi yang membuat biaya hidup merangkak naik.

"Dari sekitar 35 juta pekerja di sektor formal saja, lebih dari 80% harus nombok. Gaji mereka tidak mencukupi untuk bisa membiayai konsumsi inti yang layak yang diperkirakan minimal Rp3,5 juta per bulan," kata Yanuar.

Nasib mayoritas pekerja itu harusnya menjadi perhatian utama pemerintah dan dunia usaha. Produktivitas harus diciptakan.

Jika tidak, sekeras apa pun para pekerja itu membanting tulang, mereka akan tetap miskin. (yeni.simanjuntak @bisnis.co.id)

(40)

Bisnis I ndonesia Jumat, 22 Agustus 2008

' Re for m a si sist e m pe n e m pa t a n TKI '

JAKARTA: Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) meminta pemerintah mereformasi sistem penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Nurfaizi, Ketua Umum DPP Apjati, mengatakan sistem yang ada saat ini kurang baik, sehingga perusahaan pengerah TKI swasta (PPTKIS) menghadapi berbagai persoalan. Beberapa persoalan itu termasuk dasar hukum dan aturan yang mempersulit penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

"Persoalan yang dihadapi oleh PPTKIS tidak terlepas dari kurang baiknya konsep penempatan TKI ke luar negeri, karena itu perlu ada reformasi sistem penempatan TKI," ujar Nurfaizi di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menerima kedatangan pengurus Apjati, belum lama ini.

(41)

Suara Pembaruan Jumat, 22 Agustus 2008

La pa n ga n Ke r j a Te r ba t a s

D a y a Sa in g I n du st r i M e le m a h

[JAKARTA] Penganggur terdidik di Indonesia semakin banyak mencapai 4,5 juta orang. Kelompok terdidik di Indonesia tertinggi adalah tamatan SMA dan selanjutnya adalah SMK dan tingkat lanjutan seperti diploma dan universitas. Salah satu penyebab tingginya angka pengangguran ialah terbatasnya lapangan kerja.

Menurut Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekono- mi Universitas Indonesia (LD-FEUI) Suahasil Nazara kepada SP, Jumat (22/8), di Jakarta, orang yang mengemban pendidikan tinggi, biasanya lebih memilih-milih pekerjaan, berbeda dengan orang yang hanya tamatan sekolah dasar (SD).

"Orang yang bisa sekolah sampai tingkat SMA ataupun lebih, mempunyai tingkat ekonomi yang tinggi pula. Tetapi, mereka malah yang menganggur, bila dibandingkan dengan lulusan SD. Logika ini jadinya terbalik. Mungkin, karena tamatan SMA tersebut masih didukung oleh keluarga, sedangkan tamatan SD tidak bisa berlama-lama untuk menganggur dan segera mencari kerja tanpa pilih-pilih," tandasnya.

Salah satu poin yang mencuat dari laporan Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008 Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyebutkan, sebanyak 4.516.100 dari 9.427.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka Februari 2008 adalah lulusan SMA, SMK, program diploma, dan universitas.

Suahasil melanjutkan, sistem pendidikan mempunyai karakteristik yang berbeda, yaitu sistem pendidikan umum (SMA) yang memang dipersiapkan untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi atau universitas. Ada pula sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Berbeda dengan SMK yang memang disiapkan secara teknis, apalagi bila masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK).

Terkait dengan itu, tentunya perusahaan ingin memakai tenaga kerja yang sudah siap pakai. Hal ini tentunya sulit dipenuhi oleh dunia pendidikan umum.

Penyediaan lapangan kerja, ungkap Suahasil itu terbatas, walaupun perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan, yaitu 6,3 persen. Pertumbuhan itu seharusnya dapat menciptakan lapangan kerja.

(42)

Suara Pembaruan Jumat, 22 Agustus 2008

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, menyatakan para investor hanya sedikit yang mau berinvestasi di Indonesia. Hal itu disebabkan, terjadi krisis yang berkepanjangan, seperti krisis energi dan listrik yang makin memperparah kondisi industri dan belum dapat diatasi oleh pemerintah.

"Daya saing industri kita juga lemah dan tidak kompetitif, kalah dibandingkan negara tetangga. Apalagi Indonesia berada pada tingkat 51 dari 55 negara ASEAN lainnya," tuturnya.

Ia mengungkapkan masalah angkatan kerja yang tidak bisa terserap, karena ada ketimpangan pada calon tenaga kerja itu sendiri. Kualitas dan mutu dari calon tenaga kerja tersebut rendah dan tidak banyak dibutuhkan oleh pengambil tenaga kerja, walaupun tingkat pertumbuhan ekonomi meningkat.

"Pertumbuhan perekonomian yang mencapai 6,3 persen berada di sektor pertambangan dan telekomunikasi yang hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja saja. Mereka tidak bisa menampung terlalu banyak pekerja. Hal itulah yang membuat pengangguran bertambah karena daya serap yang kecil, ditambah tidak adanya investasi yang masuk," tegas Sofyan.

(43)

Suara Pembaruan Sabtu, 23 Agustus 2008

6 .0 0 0 N a sib Ka r y a w a n Adida s Te r a n ca m

[JAKARTA] 6.000 karyawan PT Prima Inreksa Industries (PII) bakal kehilangan pekerjaan jika tidak ada buyer baru sampai Januari 2009 mendatang. Pasalnya, pemegang merek sepatu Adidas telah memastikan akan memutus kontrak pemesanan sepatunya dengan PII pada 31 Desember 2008.

"PII harus mendapatkan buyer baru, karena kalau tidak, tenaga kerjanya akan menganggur. Kepastian ini harus ada sebelum Januari 2009," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian (Dirjen ILMTA Depperin) Ansari Bukhari ditemui SP di Jakarta, Jumat (22/8).

Selama dua bulan terakhir ini, Depperin telah berupaya memfasilitasi persoalan yang terjadi antara Adidas dan PII.

Namun, pemegang merek sepatu asal Jerman tersebut tetap berkukuh memutus kontraknya dengan PII setelah sempat menopang pembiayaan pasokan bahan baku produksi serta melanjutkan pemesanan untuk pengembangan rencana restrukturisasi perusahaan.

Hal senada disampaikan Head of Footwear Sourcing Adidas Group Horst Stapf. Menurut dia, sebelum mengakhiri kerja sama dengan PII, pihaknya telah berusaha menghidupkan kembali kegiatan operasional pabrik dan menstabilkan usaha secara jangka panjang.

"Perhatian utama kami terletak pada tenaga kerjanya, dan terjaminnya stabilitas bagi PII hingga menemukan buyer baru," tegasnya.

Lebih lanjut dia jelaskan, hingga Desember 2008 mendatang, Adidas masih akan mengontrak pemesanan sepatu dari PII sebanyak 900.000 pasang. Hal ini diberlakukan sebagai masa transisi sepanjang Oktober hingga berakhirnya masa kontrak dengan PII pada Desember 2008 mendatang.

"Hal ini kami lakukan untuk membantu arus kas PII selama masa transisi. Namun, pemutusan kontrak pemesanan tidak akan berubah," ujar Stapf.

"Buyer " Baru

Meski nasib 6.000 karyawan PII akan menggantung sepanjang empat bulan ke depan ini, Ansari optimistis, PII akan kedatangan buyer baru yang akan menyelamatkan kelangsungan hidup pabrik pembuat sepatu olahraga itu.

"Hingga saat ini, sudah ada lima hingga enam buyer yang melirik PII, bahkan tengah menjajaki rencana kerja sama," tutur Ansari.

Di samping itu, ada alasan bahwa Indonesia masih dianggap sebagai ladang yang menggiurkan untuk berbisnis, dibanding negara-negara lainnya di Asia, seperti Vietnam dan Tiongkok.

Vietnam dinilai kurang menjanjikan setelah tuduhan kasus dumping terhadap produk sepatunya. Selain itu, kondisi perekonomian di Vietnam sedang mengalami guncangan pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai 30 persen beberapa waktu lalu.

(44)

Suara Pembaruan Sabtu, 23 Agustus 2008

(45)

Bisnis I ndonesia Senin, 25 Agustus 2008

Pe r h a t ia n t e r h a da p BLK r e n da h

JAKARTA: Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Mennakertrans) Erman

Referensi

Dokumen terkait

Selama Kuliah di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, penulis pernah menjadi pengurus di Organisasi Kemahasiswaan yaitu sebagai Seksi DANUS (Dana

Ketiga struktur lapisan komposit ini menyokong membran reverse osmosis dengan kemampuan separasi yang baik (rejeksi garam dan permeasi air yang tinggi) serta kekuatan

Potensi Sumber Daya Manusia pada hakekatnya merupakan salah satu modal dalam sistem operasi perusahaan dan memegang peran yang paling penting dalam mencapai tujuan

Promosi dilakukan dengan batas waktu setahun dimulai dengan awal tahun Januari dan November akhir tahun , syarat- syarat terjadinya promosi tercantum pada Surat Edaran (SE)

Berdasarkan hasil analisis lembar observasi kegiatan siswa pada proses pembelajaran terlihat bahwa aktivitas siswa berada pada presentase 73% dan dapat disimpulkan bahwa

Magnesium (Mg) saat ini merupakan salah satu jenis logam ringan yang dianggap sebagai salah satu kandidat potensial material hydrogen storage karena, secara teoritis,

Agen resmi, distributor Resmi, Reseller, Dropshipper, supplier, Sub-Pabrik dari Surga Bisnis Group (Surga Pewangi Laundry).. dapatkan Benefit manfaat bisnis dengan bergabung

Surat rekomendasi dari IKARGI dan telah melunasi iuran anggota IKARGI sampai dengan 1 tahun terakhir (fotocopy bukti transfer dilampirkan dalam amplop beserta berkas