• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PELAYANAN RSTS SELTER ODHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STANDAR PELAYANAN RSTS SELTER ODHA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

1

STANDAR PELAYANAN

Unit/Satker : Dinas Sosial DIY

Jenis Pelayanan : Rehabilitasi Sosial Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial Shelter ODHA

No Komponen Penilaian

Uraian

1. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18 ayat (6);

2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 2, 3, 10 dan 11 Tahun 1950 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 58);

4. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Human Immunodefficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Defficiency Sindrome (AIDS)

2. Persyaratan 1. ODHA yang mengalami diskriminasi, stigma dan atau keterlantaran

2. Usia di atas 18 tahun

3. Tidak dalam proses pengadilan

3. Sistem, mekanisme dan prosedur

4. Jangka Waktu Penyelesaian

1 – 6 bulan

5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya

6. Produk Pelayanan

Perlindungan dan Penampungan Sementara ODHA yang mengalami diskriminasi, stigma dan atau keterlantaran

7. Sarana dan Prasarana

1. ATK 1 paket

2. Kamar tidur 3 ruangan

3. Ruang kantor/admin 1 ruangan

4. Ruang tamu 1 ruangan

5. Ruang pertemuan/makan 1 ruangan

6. Ruang ibadah 1 ruangan

7. Dapur 1 ruangan

8. Kamar mandi 1 ruangan

1. Laporan/ Rujukan

dari Masyarakat

2. Penjangkauan

SHELTER ODHA

RPS ODHA

KEMENSOS RI

(2)

2

8. Kompetensi Pelaksana

1. Kepala Bidang Perlindungan dan Rehabilitasi Sarjana Sosial

2. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Sarjana Dan Korban NAPZA

3. Jabtan Fungsional Umum SMA, Sarjana

4. Dokter Sarjana + profesi

5. Psikolog Sarjana

6. Pendamping Sosial SMA, Sarjana

7. Petugas piket SMA

8. Pembimbing Agama Sarjana, SMA

9. Pengawasan Internal

Dilaksanakan oleh Kepala Dinas sebagai penanggung jawab kegiatan melalui kepala bidang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial dan pengawasan langsung oleh kepala seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban NAPZA

10. Penanganan pengaduan, saran dan masukan

Secara tidak langsung memalui Situs resmi Dinas Sosial DIY dan secara langsung melalui Seksi rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban NAPZA

11. Jumlah pelaksana

1. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial 1 orang Dan Korban NAPZA

2. Jabtan Fungsional Umum 2 orang

3. Dokter 1 orang

4. Psikolog 1 orang

5. Pendamping Sosial 2 orang

6. Petugas piket 1 orang

7. Pembimbing Agama 1 orang

12. Jaminan Pelayanan dan Keselamatan

1. Adanya kepastian pemenuhan kebutuhan dasar (makan minum harian, kebersihan, kesehatan dan keagamaan)

2. Kepastian pelaksanaan sesuai alur pelayanan

3. Petugas pelaksana memiliki kompetensi yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsinya

13. Jaminan keamanan

1. Bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial 2. Penjagaan petugas piket selama 24 jam

3. Jejaring dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY termasuk didalamnya SKPD terkait sebagai anggota KPA

14. Evaluasi kinerja pelaksanan

1. Evaluasi pelaksanaan sebulan sekali dan setiap 3 (tiga) bulan sekali 2. Monitoring periodik oleh penanggung jawab dan pelaksana

langsung kegiatan

15. Waktu pelayanan

Referensi

Dokumen terkait

Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang yaitu Kepala Bidang Kesehatan keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, kepala puskesmas, bidan Penanggung jawab

Bidang Pengawasan dipimpin oleh Kepala Bidang , yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang Pengawasan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagaian

Subyek penelitian ini adalah kepala panti, kepala seksi bidang rehabilitasi dan perlindungan sosial, pekerja sosial dan korban penyalahgunaan narkoba

pagi dipimpin oleh Kepala Bidang serta Kepala Seksi" Informan V juga mengatakan mengenai pengawasan langsung dan tidak langsung pada wawancara tanggal 20 Agustus 2018 yaitu:

(3) Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Sub Dinas Pengawasan

Pengawasan fungsional ini dilaksanakan dalam bentuk pengawasan langsung yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan langsung terhadap para pejabat terkait (penanggung jawab kegiatan)

Pihak Sekolah Tinggi Manajemen IMMI dalam hal ini diwakili oleh PUKET II sebagai penanggung jawab Bidang Keuangan tidak akan melakukan pembayaran

Pengawasan fungsional ini dilaksanakan dalam bentuk pengawasan langsung yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan langsung terhadap para pejabat terkait (penanggung jawab kegiatan)