5
Tinjauan Pustaka
2.1
Penelitian Terdahulu
Handojo, Chandinegara, dan Tedjokusumo (2008) pada Jurnal Aplikasi Tes Online Menggunakan Handphone Dengan Platform GPRS melakukan penelitian mengenai penggunaan handphone berbasis JAVA untuk melakukan tes online dengan memanfaatkan koneksi GPRS. Metodologi yang digunakan untuk merancang sistem yaitu dengan menggunakan studi literatur mengenai teknologi J2ME,
Java Server Pages (JSP), dan Entity Relationship Diagram (ERD)
untuk menggambarkan proses-proses yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan sistem tes online tersebut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Komunikasi antara aplikasi pada handphone dengan server dilakukan melalui perantara JSP. Melalui JSP akses ke basis data dilakukan dengan menggunakan Java
Database Connectivity (JDBC). 2) Penempatan posisi perintah menu
pada handphone bergantung pada handphone yang digunakan. 3) Kecepatan koneksi dari handphone ke server dipengaruhi oleh service
provider yang dipilih oleh peserta tes. 4) Dengan adanya fitur Record
Management System pada handphone yang mendukung JAVA maka
hasil tes yang telah dilakukan dapat disimpan dan dapat ditampilkan kembali tanpa harus terhubung ke server.
penelitian dalam menggunakan RMI(Remote Method Invocation) untuk mengimplementasikan tes online interaktif multiuser pada Local
Area Network(LAN). Dalam penelitian ini, metodologi yang
digunakan adalah studi literatur mengenai RMI. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu: 1) RMI dapat digunakan dalam mengimplementasikan tes online secara multiuser pada LAN. 2) Agar proses multitasking pada tes online dapat megembalikan hasil dengan benar saat dipanggil bersama-sama oleh client secara simultan maka diperlukan sinkronisasi method. 3) Pembagian fungsi antara RMI
server dan client menyebabkan beban kinerja sistem server dan client
lebih seimbang dan handal. 4) Pemisahan tier menjadikan pengembangan sistem menjadi mudah karena pengubahan implementasi bussines logic hanya dilakukan oleh RMI Server sementara RMI Client tidak perlu diubah.
2.2
Perancangan Sistem
2.2.1 Pengertian Perancangan Sistem
2.2.2 Arsitektur Client-Server
Arsitektur client-server adalah suatu cara untuk meningkatkan kinerja konfigurasi server yang menurun karena faktor skalabilitas. Pada arsitektur ini, 2 aplikasi yang terpisah, beroperasi secara mandiri dan bekerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Konfigurasi
client-server mencakup 2 entitas: client dan server. Client meminta
layanan pada server kemudian server melakukan pekerjaan yang diminta oleh client. Sistem client/server memungkinan satu aplikasi tunggal dibagi-bagi antar workstation maupun server. Arsitektur
client-server ditunjukkan pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Arsitektur client-server
2.2.3 Model Client-Server 3 Lapis (Three-Tier Client-Server Model)
Gambar 2.2 Model client-server 3 lapis
Client adalah pengguna yang mengakses Server untuk
mendapatkan informasi. Client ini bisa bermacam-macam tipe berdasarkan hak-hak istimewa yang dimilikinya, dari sekedar membaca data, sampai pada seorang user yang akan merubah data.
Server adalah suatu host didalam jaringan yang menyediakan layanan
informasi dalam suatu jaringan untuk client. Server ini dalam arstektur 3-tier terhubung den berkomunikasi dengan suatu sistem database. Database adalah suatu host yang menyimpan data secara terstruktur, database inilah yang menyimpan data-data dan data ini hanya bisa diaksers bagi yang berhak (Sulistyo, 1992).
Keunggulan dari model ini adalah: 1. Reusable Component
mengimplementasikan suatu komponen tertentu tidak terbuang dengan sia-sia
2. Kinerja
Oleh karena kita menyebarkan (deployment) komponen-komponen di mesin-mesin yang berbeda (yang saling bekerja sama) maka kita akan mendapatkan kinerja yang lebih tinggi sebab masing-masing mesin akan memproses komponen secara mandiri. Tugas dari pengembang sistem adalah membagi masing-masing komponen serta mengimplementasikannya untuk mendapatkan kinerja yang optimal.
3. Kemudahan Pengelolaan
Pengkapsulan (encapsulation) aplikasi-aplikasi ke dalam komponen-komponen memungkinkan kita memcah suatu aplikasi besar yang relative rumit menjadi komponen-komponen berukuran lebih kecil yang relative lebih mudah dikelola.
2.2.4 Topologi Jaringan Star
memerlukan server yang kuat. Topologi star ditunjukkan pada Gambar 2.3.