PRO VIN SI SU M ATERA U TARA
TRIW U LAN IV-2008
internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil”.
M isi Bank Indonesi a:
“M encapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan”.
N il ai -nil ai Strategi s O rganisasi Bank Indonesi a:
“Nilai-nilai yang menjadi dasar organisasi, manajemen dan pegaw ai untuk bertindak dan atau berprilaku yang terdiri atas Kompetensi, Integritas, Transparansi, Akuntabilitas dan Kebersamaan”.
Vi si Kantor Bank Indonesia M edan:
“M enjadi Kantor Bank Indonesia yang dapat dipercaya di daerah melalui peningkatan peran dalam menjalankan tugas-tugas Bank Indonesia yang diberikan”.
M isi Kantor Bank Indonesi a Medan:
“Berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan pelaksanaan tugas bidang ekonomi monet er, sistem pembayaran, pengaw asan bank serta memberikan saran kepada pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya”.
Kalender Publi kasi
Periode Publikasi Publikasi
KER Triw ulan I Pertengahan M ei KER Triw ulan II Pertengahan Agustus KER Triw ulan III Pertengahan November KER Triw ulan IV Pertengahan Februari
Penerbi t:
Kantor Bank Indonesia M edan Jl. Balai Kota No.4
M EDAN, 20111 Indonesia
Telp : 061-4150500 psw . 1729, 1770 Fax : 061-4152777 , 061-4534760 Homepage : w w w .bi.go.id
Kita mencermati banyak hal penting pada tahun 2008 yang dapat diambil sebagai pelajaran dalam menyongsong masa depan perekonomian Sumatera Utara. Efek kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada bulan M ei, misalnya, serta krisis keuangan global, ternyata memberikan dampak pada meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap tingkat harga dan pada akhirnya berkontribusi terhadap inflasi. Hal yang menggembirakan adalah kondisi tersebut tidak serta merta membuat laju pertumbuhan ekonomi terpuruk melainkan masih mampu mencapai pertumbuhan yang moderat.
Pada triw ulan IV-2008, perekonomian Sumut menunjukkan perkembangan yang positif yaitu tumbuh sebesar 6,98% (yoy) meskipun lebih rendah dibandingkan periode triw ulan sebelumnya sebesar 7,67% (yoy), namun lebih tinggi dibandingkan triw ulan IV-2007 sebesar 4,8% . Dari sisi permint aan, pertumbuhan ekonomi Sumut didorong oleh konsumsi dan investasi, yang t umbuh 8,07% dan 9,97% . Di sisi penaw aran, pertumbuhan ekonomi didominasi oleh sektor jasa-jasa. Pada triw ulan laporan, sektor jasa-jasa t umbuh 11,50% dan menyumbang 9,98% t erhadap pert umbuhan ekonomi Sumut. Tingginya pert umbuhan t ersebut disumbang oleh sub sekt or jasa pemerint ahan umum seiring dengan peningkatan realisasi anggaran pembangunan daerah terutama pada akhir tahun anggaran.
Perkembangan inf lasi di Sumut menunjukkan tekanan dari sisi administ ered price dan sisi ekst ernal yang cukup besar, yait u kenaikan harga BBM dan harga berbagai komoditas pangan di pasar int ernasional. Hal ini mengakibatkan harga beberapa barang kebut uhan pokok masyarakat , khususnya bahan makanan yang harganya berf lukt uasi mengalami peningkat an signif ikan, sehingga mendorong peningkat an laju inf lasi di Sumut. Tingkat inf lasi Sumut pada t riw ulan IV-2008 (Desember 2008) tercat at 10,72% (yoy), namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 11,06% (yoy).
Pert umbuhan ekonomi Sumut juga didukung oleh perkembangan f ungsi int ermediasi perbankan. Dana pihak ket iga yang dihimpun bank umum pada posisi Desember 2008 t umbuh 18,21% (yoy) sehingga mencapai Rp84,29 triliun, sement ara kredit yang disalurkan t umbuh 23,10% (yoy)sehingga mencapai Rp66,72 triliun.
Sementara itu, perkembangan ekonomi, moneter dan perbankan daerah yang dinamis menghendaki bahw a pada tahun 2009, Bank Indonesia tetap memberikan perhatian pada upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap mengaw al inflasi dan kestabilan sektor perbankan.
Akhir kata,kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Sumut dan BPS Sumut serta kalangan perbankan yang telah membantu dalam penyusunan buku kajian ini berupa penyediaan data dan informasi yang diperlukan. Kami berharap agar hubungan yang lebih baik dapat terjalin di masa mendatang. Semoga buku kajian ini bermanfaat bagi kita semua.
M edan, Februari 2009
BANK INDONESIA M EDAN
Romeo Rissal
ii
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ...ii
Daftar Tabel ...iv
Daftar Grafik ... v
Daftar Lampiran ...vi
Tabel Perkembangan Ekonomi, Moneter dan Perbankan Sumatera Utara ... vii
RINGKASAN EKSEKUTIF ... ix
BAB 1 PERKEM BANGAN EKONOM I M AKRO REGIONAL ... 1
1.1. Kondisi Umum ... 1
1.2. Sisi Permintaan ... 3
1. Konsumsi ... 3
2. Investasi ... 6
3. Ekspor dan Impor ... 8
1.3. Sisi Penawaran ... 12
1. Sektor Pertanian ... 12
2. Sektor Industri Pengolahan ... 15
3. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran ... 17
4. Sektor Keuangan dan Jasa Perusahaan ... 19
5. Sektor Bangunan ... 19
6. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi ... 21
7. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih ... 22
8. Sektor Jasa-jasa ... 24
BOKS1 Survei Persepsi Bisnis 2009 ... 25
BOKS2 Revitalisasi Perkebunan Sumut 2008 ... 27
BAB 2 PERKEM BANGAN INFLASI DAERAH ... 29
2.1. Kondisi Umum ... 29
2.2. Inflasi Sumut Triwulan IV-2008 ... 29
2.3. Inflasi Bulanan(mtm)... 30
2.4. Inflasi Tahunan(yoy)... 35
BAB 3 PERKEM BANGAN PERBANKAN DAERAH ... 37
3.1. Kondisi Umum ... 37
3.2. Intermediasi Perbankan ... 38
1. Penghimpunan Dana Masyarakat ... 38
2. Penyaluran Kredit ... 39
3. Kredit UM KM ... 41
3.3. Stabilitas Sistem Perbankan ... 43
1. Resiko Kredit ... 43
2. Resiko Likuiditas ... 43
3. Resiko Pasar ... 44
3.4. Perbankan Syariah ... 45
3.5. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ... 46
iii
BOKS4 Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) ... 51
BOKS5 Kredit Usaha Rakyat (KUR) ... 53
BOKS6 Akselerasi Perbankan Shariah dan Pengembangan UM KM melalui Parade Ekonomi Shariah (PES) Sumut 2008 ... 55
BAB 4 PERKEM BANGAN KEUANGAN DAERAH ... 58
4.1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2009 ... 58
4.2. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Sumut... 59
BAB 5 PERKEM BANGAN SISTEM PEM BAYARAN ... 61
5.1. Kegiatan Transaksi BI-RTGSPerbankan Sumatera Utara ... 61
5.2. Transaksi Kliring ... 64
5.3. Perkembangan Aliran Uang Kartal(Inflow dan Outflow) ... 66
5.4. Temuan Uang Palsu ... 67
5.5. Penyediaan Uang Yang Layak Edar ... 68
5.6. Transaksi Jual Beli UKA dan TC Pada PVA Non Bank ... 69
BAB 6 PERKEM BANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN ... 71
6.1. Perkembangan Ketenagakerjaan Daerah ... 71
1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Angka Pengangguran ... 71
2. Lapangan Pekerjaan Utama ... 72
3. Status Pekerjaan Utama ... 73
6.2. Perkembangan Kesejahteraan ... 73
1. Nilai Tukar Petani ... 73
2. Wisatawan M ancanegara ... 75
3. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang ... 76
BAB 7 PERKIRAAN EKONOM I DAN INFLASI DAERAH ... 77
7.1. Perkiraan Ekonomi ... 77
7.2. Perkiraan Inflasi Daerah ... 78
iv
1.1. Pertumbuhan Sektor Ekonomi Tahunan Provinsi Sumut (% ) ... 3
1.2. Pertumbuhan Ekonomi Sumut (% yoy) ... 3
1.3. Nilai Ekspor Triwulan IV-2008 ... 11
1.4. Nilai Impor Triwulan IV-2008 ... 11
1.5. Target Penanaman Padi Tahun 2009 ... 14
1.6. Alokasi Penyaluran Pupuk di Sumut ... 15
1.7. Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Sumut (% ) ... 18
1.8. Perkembangan Arus Barang di Pelabuhan Belawan (ton) ... 19
1.9. Perkembangan Kegiatan Bank ... 19
1.10. Perkembangan Pembangunan Perumahan di Kota M edan ... 20
1.11. Jumlah Penumpang Domestik dan Internasional di Bandara Polonia ... 21
1.12. Jumlah Penumpang Dalam Negeri di Pelabuhan Belawan ... 22
1.13. Penanggulangan Krisis Listrik Sumut Tahun 2008 ... 23
1.14. Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Jangka Menengah ... 24
2.1. Sentra Penghasil Tanaman Cabe di Sumut ... 34
3.1. Indikator Utama Perbankan Sumut ... 37
3.2. Suku Bunga Giro, Tabungan, Deposito dan Kredit ... 44
5.1. Transaksi BI-RTGS Perbankan di Wilayah Sumut (RpM iliar) ... 63
5.2. Perkembangan Transaksi Kliring dan Cek/BG Kosong (RpM iliar) ... 65
5.3. Perkembangan Aliran Kas di Wilayah Sumut (RpM iliar) ... 67
5.4. Perkembangan Temuan Uang Palsu di Sumut (Satuan Lembar) ... 68
5.5. Perkembangan Transaksi Jual Beli UKA dan TC (Ribu USD) ... 70
6.1. Indikator Tenaga Kerja Sumut M enurut Kegiatan Utama ... 72
v
1.1. Laju Pertumbuhan Ekonomi Sumut ... 2
1.2. Perkembangan Kegiatan Usaha di Sumut ... 2
1.3. Indeks Keyakinan Konsumen ... 4
1.4. Komponen Indeks Keyakinan Saat Ini ... 4
1.5. Komponen Indeks Ekspektasi ... 4
1.6. Pertumbuhan Penjualan Elektronik ... 4
1.7. Pertumbuhan Penjualan BBM ... 5
1.8. Penjualan M akanan dan Tembakau ... 5
1.9. Penjualan Perlengkapan Rumah Tangga ... 5
1.10. Penjualan Pakaian dan Perlengkapan ... 5
1.11. Posisi Penyaluran Kredit Konsumsi oleh Bank Umum di Sumut ... 6
1.12. Penyaluran Kredit Baru untuk Konsumsi oleh Bank Umum di Sumut ... 6
1.13. Pengadaan Semen di Sumut ... 7
1.14. Penjualan Bahan Konstruksi ... 7
1.15. Impor Barang Modal ... 8
1.16. Impor Barang Modal Utama ... 8
1.17. Posisi Penyaluran Kredit Investasi oleh Bank Umum di Sumut ... 8
1.18. Penyaluran Kredit Baru untuk Konsumsi oleh Bank Umum di Sumut ... 8
1.19. Perkembangan Nilai Ekspor Impor ... 10
1.20. Perkembangan Volume Ekspor Impor ... 10
1.21. Volume M uat Barang di Pelabuhan Belawan ... 10
1.22. Neraca Perdagangan Sumut ... 10
1.23. Perkembangan Nilai Ekspor Produk Utama ... 11
1.24. Nilai Tukar Petani Sumut ... 13
1.25. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Pertanian ... 15
1.26. Nilai dan Volume Ekspor Plastik, Karet dan Produk Turunannya ... 16
1.27. Nilai dan Volume Ekspor Makanan, M inuman dan Tembakau ... 16
1.28. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Industri Pengolahan ... 17
1.29. Nilai dan Penjualan Pedagang Besar dan Eceran ... 18
1.30. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor PHR ... 18
1.31. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Konstruksi ... 20
1.32. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Pengangkutan & Komunikasi ... 22
1.33. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Jasa-Jasa ... 24
2.1. Inflasi Bulanan dan Tahunan Sumut ... 30
2.2. Inflasi Bulanan Sumut dan Nasional ... 31
2.3. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US Dollar ... 31
2.4. Perkembangan Harga Barang dan Jasa M enurut Pengusaha ... 32
2.5. Ekspektasi Konsumsi Terhadap Harga Barang dan Jasa ... 32
2.6. Perkembangan Harga M ingguan Beberapa Komoditas di Medan ... 33
2.7. Perkembangan Harga Beras M ingguan di Kota M edan (Juli-Desember 2008) ... 34
2.8. Perkembangan Volume Produksi ... 35
2.9. Inflasi Tahunan Sumut dan Nasional ... 36
3.1. Net Interest Margin (NIM) ... 37
3.2. Perkembangan DPK ... 38
3.3. Perkembangan Struktur DPK ... 38
3.4. DPK M enurut Kelompok Bank ... 38
3.5. Perkembangan Kredit Sumut ... 39
3.6. Kredit Modal Kerja Sumut ... 39
3.7. Kredit Investasi Sumut ... 39
vi
3.11. Kredit Menurut Kelompok Bank ... 40
3.12. Perkembangan LDR Sumut ... 41
3.13. Kredit UMKM ... 41
3.14. Kredit M ikro, Kecil dan Menengah menurut Penggunaan ... 42
3.15. Kredit UMKM Menurut Sektor Ekonomi ... 42
3.16. NPL UM KM M enurut Sektor Ekonomi ... 42
3.17. NPL Gross ... 43
3.18. NPL M enurut Sektor Ekonomi ... 43
3.19. Cash Ratio ... 44
3.20. Perkembangan Aset, Pembiayaan, DPK Perbankan Syariah ... 45
3.21. FDR Perbankan Syariah ... 45
3.22. Perkembangan Aset, Kredit, DPK BPR ... 46
3.23. LDR BPR... 46
3.24. Perkembangan Aset, Kredit, DPK Bank Berkantor Pusat di M edan ... 47
3.25. LDR Bank Berkantor Pusat di Medan ... 47
5.1. Perkembangan Nilai dan Volume Transaksi RTGSSumut(outgoing) ... 61
5.2. Perkembangan Nilai dan Volume Transaksi RTGSSumut(incoming) ... 61
5.3. Perkembangan Nilai dan Volume Transaksi RTGSAntar Bank ... 62
5.4. Perkembangan Transaksi Kliring ... 64
5.5. Grafik Penolakan Cek/BG kosong ... 64
5.6. Perkembangan Aliran Uang Kartal melalui KBI Medan dan KBI Sibolga ... 66
5.7. Perkembangan Jumlah PTTB di Sumut ... 69
5.8. Perkembangan Transaksi Jual Beli UKA & TC melalui PVA bukan bank di Sumut ... 70
7.1. Ekspektasi Konsumen 6 bulan yad ... 78
7.2. Ekspektasi Kegiatan Usaha Triwulan I-2009 ... 78
vii
A. PDRB Triw ulanan Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar Harga Berlaku M enurut Lapangan
Usaha
B. PDRB Triw ulanan Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar Harga Konstan 2000 M enurut
Lapangan Usaha
C. Pertumbuhan PDRB Triw ulanan Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar Harga Berlaku
D. Pertumbuhan PDRB Triw ulanan Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar Harga Konstan 2000
2004 2005 2006 2006 2006 2006 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008 2008
Des Des Mar Jun Sep Des Mar Jun Sep Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
% 5.74 4.5 2.89 5.7 6.5 9.63 8.58 9.03 6.53 4.01 0 0 4.45 0 0 5.5 0 0 7.26 0 0 6.98 % 6.82 22.51 20.24 18.43 16.36 6.08 6.69 5.73 6.92 6.6 1.14 0.38 0.92 0.21 1.57 2.18 1.35 -0.3 0.21 1.36 0.36 0.57
% 7.43 12.75 12.75 12.5 11.25 9.75 9 8.5 8.25 8.25 8 8 8 8 8.25 8.5 8.75 9 9.25 9.5 9.5 9.25
% 6.43 12 11.5 9.37 7.9 7 9.68 4.04 8.47 3.13 6.21 7.75 7.41 8.07 8.07 8.07 7.5 9.08 9.45 9.45 9.75 9.92 % 12.74 14.71 14.91 14.94 14.53 14.26 13.22 12.94 11.8 11 11.76 11.63 11.75 11.61 11.49 11.5 11.83 11.89 12.27 12.84 13.11 13.43 % 12.72 14.91 15.4 15.26 14.97 14.37 13.15 12.9 11.55 11.51 11.42 11.24 11.49 11.35 11.38 11.19 11.64 11.7 12.16 12.95 13.48 13.84 % 12.66 14.22 13.68 13.41 13.15 13 12.61 11.8 10.67 11.12 11.09 11.11 11.04 11.08 12.1 11.19 11.43 11.62 12.08 12.45 12.34 12.76 % 12.86 14.72 14.95 15.62 14.78 15.27 14.87 14.22 13.51 13.27 13.24 13.08 12.98 12.72 12.6 12.52 12.57 11.03 12.66 12.89 12.95 13.1 % 6.03 10.63 10.39 10.23 9.59 8.56 7.75 7.1 6.91 6.91 6.87 6.67 6.53 6.41 6.56 6.72 6.94 7.45 8.54 8.95 9.36 9.93 % 4.24 4.83 4.89 4.71 4.52 4.2 3.79 3.51 3.5 3.46 3.4 3.34 3.26 3.26 3.25 3.22 3.23 3.24 3.29 3.34 3.39 3.36 % 2.29 2.55 2.7 2.8 2.77 2.65 2.54 2.55 2.51 2.51 2.36 2.29 2.3 2.3 2.42 2.42 2.4 2.44 2.47 2.42 2.45 2.29 Rp 38.39 44.22 44.16 45.35 47.27 49.77 51.16 51.2 54.82 59.7 59.55 59.92 59.48 60.47 60.85 62.32 62.95 63.23 66.18 68.6 70.35 69.36 Rp 1.15 1.43 1.55 1.7 1.88 2.08 1.97 2.16 2.27 2.87 2.53 2.29 2.48 2.38 2.29 2.69 2.71 2.48 3.08 2.58 2.43 3.34 - Kas di bank Rp 0.85 1.03 1.05 1.03 1.12 1.27 1.15 1.25 1.37 1.6 1.59 1.39 1.59 1.51 1.42 1.81 1.78 1.56 2.15 1.95 1.81 2.67 - Giro di BI Rp 0.3 0.4 0.5 0.67 0.76 0.81 0.82 0.91 0.9 1.27 0.94 0.9 0.89 0.87 0.87 0.88 0.93 0.92 0.93 0.63 0.62 0.67 Rp 37.24 42.79 42.61 43.65 45.39 47.69 49.19 49.04 52.55 56.83 57.02 57.63 57 58.09 58.56 59.63 60.24 60.75 63.1 66.02 67.92 66.02 - Deposito Rp 18.25 25.04 25.4 25.93 26.84 27.34 28.12 26.89 28.9 30.42 30.35 30.33 29.82 30.76 30.97 30.9 31.56 32.46 34.52 36.88 38.31 36.88 - Tabungan Rp 18.99 17.75 17.21 17.72 18.55 20.35 21.07 22.15 23.65 26.41 26.67 27.3 27.18 27.33 27.59 28.73 28.68 28.29 28.58 29.14 29.61 29.14
Rp 51.47 61.99 63.32 66.01 70.83 73.11 73.85 74.65 81.75 87.49 84.83 89.07 90.2 90.92 91.23 92.87 92.59 93.9 97.46 106.41 112.83 106.41 - Konvensional Rp 50.5 61.22 62.59 65.17 69.51 71.71 72.59 73.05 79.99 85.52 82.76 86.96 88 88.69 88.9 90.44 90.04 91.27 94.83 103.67 110.06 103.67 - Shariah Rp 0.97 0.77 0.73 0.84 1.32 1.4 1.26 1.6 1.76 1.96 2.07 2.11 2.2 2.23 2.33 2.43 2.55 2.63 2.63 2.74 2.77 2.74 Rp 26.5 35.37 35.62 37.24 39.37 41.37 41.56 44.9 49.11 54.2 53.51 54.86 54.78 56.85 59.46 62.34 61.77 64.2 65.87 67.92 68.72 66.72 - Konvensional Rp 25.5 34.13 34.39 35.81 37.85 39.79 40.14 43.09 47.11 52.09 51.34 52.62 52.42 54.35 56.81 59.52 58.78 61.08 62.76 64.82 65.63 63.37 - Shariah Rp 1 1.24 1.23 1.43 1.52 1.58 1.42 1.81 2 2.11 2.17 2.24 2.36 2.5 2.65 2.82 2.99 3.12 3.11 3.1 3.09 3.35 Rp 45.45 52.31 52.32 54.13 57.54 60.37 60.78 62.6 67.26 71.3 70.71 72.44 72.08 73.28 74.27 75.72 76.22 76.86 77.97 82.63 84.63 82.63 - Konvensional Rp 44.86 51.68 51.73 53.49 56.83 59.55 60.15 61.68 66.24 70.14 69.47 71.13 70.8 71.89 72.8 74.18 74.83 75.47 76.6 81.25 83.12 81.25 - Shariah Rp 0.59 0.63 0.59 0.64 0.71 0.82 0.63 0.92 1.02 1.16 1.24 1.31 1.28 1.39 1.47 1.54 1.39 1.39 1.37 1.38 1.51 1.38 Rp 1.7 1.67 1.05 1.04 1.11 0.98 1.38 1.05 1.84 2.04 2.7 1.13 1.71 1.64 2.11 1.85 1.82 2.32 3.5 8.97 12.79 8.97 - Konvensional Rp 1.66 1.62 1.04 1.01 1.06 0.93 1.37 1.02 1.79 1.97 2.64 1.11 1.68 1.6 2.06 1.79 1.75 2.24 3.41 8.87 12.68 8.87 - Shariah Rp 0.04 0.05 0.01 0.03 0.05 0.05 0.01 0.03 0.05 0.07 0.06 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 0.11 0.1 Laba (Rugi)
b.Uang Kuasi
Asset
Kredit
D P K e. Giro
Uang Beredar (M2) a.Uang Kartal & Giral (M1) BI Rate
a. Antarbank b. Kredit
- Modal Kerja
d. Tabungan - Konsumsi c. Deposito
- Investasi
Indikator
a. PDRBtriwulanan b. Inflasibulanan
2007
INDIKATOR EKONOMI
INDIKATOR MONETER
Suku Bunga :
% 58.31 67.62 68.08 68.8 68.42 68.53 68.38 71.73 73.02 76.01 75.68 75.73 76.01 77.58 80.06 82.33 81.04 83.53 84.48 82.2 81.2 80.75 - Konvensional % 56.84 66.04 66.48 66.95 66.6 66.82 66.73 69.86 71.12 74.27 73.9 73.98 74.04 75.6 78.04 80.24 78.55 80.93 81.93 79.78 78.96 77.99 - Shariah % 169.49 196.83 208.47 223.44 214.08 192.68 225.4 196.74 196.08 181.39 175 170.99 185.08 179.86 180.27 183.12 215.11 224.46 227.01 224.64 204.64 242.75 % 2.99 9.31 9.49 10.14 9.88 9.36 8.6 8.37 8.01 6.24 6.24 6.33 3.63 3.58 3.43 3.32 3.53 3.45 3.16 3.32 3.3 3.32 - Konvensional % 3.09 9.53 9.73 10.4 10.06 9.58 8.72 8.57 8.14 6.3 6.31 6.38 3.57 3.5 3.34 3.21 3.42 3.35 3.06 3.09 3.06 3.09 - Shariah % 0.38 3.52 2.98 3.69 5.47 4.01 5.35 4.16 4.95 4.99 5.14 5.13 4.93 5.4 5.42 5.62 5.71 5.46 5.23 8.24 8.41 8.24 % 1.4 6.11 6.57 6.32 5.69 4.69 3.12 2.4 2.76 1.42 1.42 2.81 1.57 1.54 1.42 1.37 1.4 1.34 1.28 1.4 1.4 1.4 - Konvensional % 1.44 6.22 6.72 6.44 5.73 4.75 3.11 2.39 2.73 1.34 1.56 2.79 1.48 1.44 1.31 1.25 1.28 1.22 1.16 1.19 1.18 1.19 - Shariah % 0.37 3.09 2.53 3.37 4.76 3.04 3.48 2.65 3.47 3.23 3.36 3.26 3.61 3.66 3.6 3.88 3.91 3.66 3.7 5.9 5.95 5.9
Rp 15.48 20.15 19.34 20.37 21.28 22.66 23.33 24.1 27.56 30.98 29.88 30.81 30.9 31.51 33.35 36.69 35.36 36.85 37.72 39.11 37.59 36.03 Rp 5.29 7.15 7.64 8.21 8.79 9.42 8.94 10.48 10.42 11.17 11.52 11.51 10.74 11.1 12.35 11.17 11.44 11.93 12.16 12.73 14.96 14.38 Rp 5.73 8.07 8.63 8.65 9.3 9.29 9.3 10.32 11.14 12.06 12.11 12.54 13.14 14.24 13.76 14.48 14.97 15.42 15.99 16.08 16.17 16.08
Rp 3.69 4.85 4.76 5.46 5.51 5.86 5.24 6.11 7.39 9.56 9.29 9.37 9.23 9.33 9.83 9.09 8.74 9.13 9.45 9.33 9.3 9.33 Rp 0.01 0 0 0 0.01 0.01 0.03 0.26 0.27 0.01 0.01 0.02 0.02 0.01 0.02 0.02 0.02 0.02 0.21 0.91 0.98 0.91 Rp 7.23 9.44 10.01 10.27 10.94 11.86 11.71 12.5 13.27 14.89 15.27 15.89 14.81 15.26 16.57 17.4 16.74 17.65 17.49 18.81 19.24 18.81
Rp 0.01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.01 0.01 0.01 0.01
Rp 0.92 1.3 1.25 1.17 1.61 1.75 1.53 1.64 1.97 1.81 1.66 1.7 1.71 1.77 1.85 1.95 2.07 2 2.06 2.34 2.33 2.34 Rp 6.26 8.71 8.39 8.77 9.12 9.56 10.71 10.84 11.49 11.33 11.6 11.63 12.05 12.15 13.03 14.19 14.42 14.82 15.56 15.42 15.73 15.42 Rp 0.47 0.72 0.68 0.7 0.71 0.72 0.69 0.68 0.73 0.71 0.77 0.77 0.8 0.76 0.89 0.9 0.91 0.98 1 1.02 1.01 1.02 Rp 1.65 1.78 1.44 1.72 1.76 1.91 1.92 2.09 2.4 2.34 2.41 2.49 2.57 2.91 3.07 3.11 3.2 3.46 3.56 3.56 3.56 3.56 Rp 0.46 0.52 0.48 0.56 0.42 0.44 0.46 0.49 0.44 0.43 0.43 0.41 0.41 0.42 0.42 0.95 0.44 0.47 0.49 0.05 0.44 0.05 Rp 5.82 8.06 8.55 8.58 9.29 9.26 9.27 10.29 11.14 13.1 12.07 12.57 13.17 14.25 13.78 14.73 15.23 15.67 16.04 16.03 16.12 16.03
Rp 8.21 9.53 9.71 10.47 12.15 12.68 11.58 13.57 14.72 14.48 13.69 14.81 15.08 15.19 15.69 16.09 15.98 16.11 14.87 16.61 16.71 16.61 Rp 18.99 17.75 17.21 17.72 18.55 20.35 21.07 22.15 23.65 26.41 26.67 27.3 27.18 27.33 27.59 28.73 28.68 28.29 28.58 29.14 29.61 29.14 Rp 18.25 25.04 25.4 25.93 26.84 27.34 28.12 26.89 28.9 30.42 30.35 30.33 29.82 30.76 30.97 30.9 31.56 32.46 34.52 36.88 38.31 36.88
Rp 5.12 5.75 5.73 5.74 6.78 6.42 6.43 8.39 8.14 7.65 8.62 8.26 9.74 9.37 9.01 8.14 10.16 9.73 10.33 9.81 11.84 9.81 Rp 0.73 0.8 0.83 0.84 0.82 0.88 0.88 0.78 0.76 0.76 0.76 0.79 0.78 0.79 0.79 0.8 0.82 0.81 0.79 0.8 0.8 0.8
Rp 0.35 0.3 0.31 0.3 0.33 0.35 0.36 0.38 0.45 0.42 0.43 0.44 0.45 0.43 0.45 0.43 0.46 0.46 0.49 0.5 0.5 0.53 Rp 0.25 0.23 0.24 0.23 0.28 0.26 0.28 0.3 0.35 0.32 0.32 0.32 0.33 0.33 0.34 0.33 0.36 0.36 0.38 0.38 0.38 0.38 Rp 0.08 0.07 0.08 0.07 0.09 0.09 0.1 0.11 0.13 0.13 0.14 0.14 0.15 0.14 0.14 0.13 0.15 0.15 0.14 0.15 0.15 0.14 Rp 0.17 0.15 0.14 0.14 0.15 0.16 0.12 0.17 0.17 0.18 0.18 0.18 0.18 0.18 0.19 0.18 0.19 0.19 0.2 0.19 0.19 0.21 - Channeling
G. Perkembangan BPR - Konstruksi - Perdagangan
- Undisburse Loan F. Lainnya
- Angkutan - Jasa Dunia Usaha - Jasa Sosial - Lainnya Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Konsumsi Menurut Sektor : LDR NPL Gross NPL Net - Asset - Kredit - Tabungan - Deposito C. Rasio D. Perkreditan
Menurut Penggunaan :
Perekonomian Sumut
t ahun 2008 diperkirakan t umbuh 6,37% (yoy).
G
GGAAAMMMBBBAAARRRAAANNNUUUMMMUUUMMM
M enutup tahun 2008, perekonomian Sumut tumbuh relatif cukup baik yaitu diperkirakan sebesar 6,37% (pertumbuhan tahunan). Pencapaian kinerja ekonomi Sumut selama tahun 2008 tentunya menjadi modal berharga untuk menghadapi tahun 2009. Tahun 2008 diw arnai dengan sejumlah tantangan akan risiko eksternal yang kurang lebih sama dengan 2007 antara lain masih tingginya harga minyak mentah, pengaruh lanjutan krisis subprime mortgage
di AS dan melemahnya ekonomi AS, yang mengakibatkan
pertumbuhan ekonomi dunia melambat.
Di Sumut sendiri, efek kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada bulan M ei serta krisis keuangan global ternyata memberikan dampak pada meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap tingkat harga dan pada akhirnya mendorong kenaikan inflasi. M eskipun secara musiman, pola konsumsi yang meningkat menjelang perayaan hari besar keagamaan masih menjadi pemicu inflasi. Yang menggembirakan, kondisi tersebut tidak membuat PDRB triw ulan IV terpuruk, melainkan masih tetap mampu mencapai pertumbuhan yang moderat.
Perkembangan inf lasi menunjukkan tekanan dari sisi administered price dan sisi ekst ernal yang cukup besar, yait u kenaikan harga BBM dan harga berbagai komoditas pangan di pasar internasional. Hal ini mengakibatkan harga beberapa barang kebut uhan pokok masyarakat , khususnya bahan makanan yang harganya berf lukt uasi
mengalami peningkatan signif ikan, sehingga mendorong
peningkatan laju inf lasi di Sumut.
Sement ara it u, kegiatan di sektor keuangan khususnya f ungsi int ermediasi perbankan menunjukkan perkembangan dan kinerja yang masih membaik dan disert ai dengan perkembangan yang membaik di sisi sist em pembayaran non t unai.
Beberapa indikator kesejaht eraan juga mengalami perbaikan yaitu penurunan t ingkat pengangguran, penurunan angka kemiskinan dan peningkat an Upah M inimum Kota dan Provinsi (UM K/UM P).
P
PPEEERRRKKKEEEMMMBBBAAANNNGGGAAANNNEEEKKKOOONNNOOOMMMIIIMMMAAAKKKRRROOO
tumbuh sekitar 6,37% , relatif melambat dibandingkan dengan t ahun 2007 sebesar 6,90% , namun masih pada level yang tinggi. Dari sisi permintaan, pertumbuhan masih ditopang oleh konsumsi dan indikasi adanya perbaikan di investasi. Sementara itu, di tengah perlambatan ekonomi dunia, beberapa produk ekspor utama Sumut mulai menunjukkan penurunan, seperti CPO dan Karet yang anjlok akibat permintaan yang menurun. Sedangkan komoditas yang tetap mengalami peningkatan ekspor adalah aluminium, kopi, teh,
rempah-rempah, tembakau dan biji coklat. Kondisi ini
menggambarkan ekspor Sumut terbantu dengan banyaknya
komoditas ekspor yang didominasi bahan baku. Jadi, ketika negara
buyer lebih selektif mengimpor, komoditas lain masih bisa menjadi pilihan. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan ekspor akan semakin menurun pada triw ulan I 2009. Hal ini dikarenakan dampak gejolak ekonomi global yang mulai dirasakan menguat.
Pada triw ulan IV-2008, perekonomian Sumut menunjukkan
perkembangan yang positif sebesar 6,98% (yoy), melambat dibanding periode triw ulan sebelumnya sebesar 7,67% (yoy). Di sisi penaw aran, pert umbuhan ekonomi selama t ahun 2008 kurang menggambarkan kinerja yang baik dari sektor unggulan (pertanian), karena lebih didominasi oleh sektor jasa-jasa. Pada triw ulan laporan,
sektor jasa-jasa t umbuh 11,50% dan menyumbang 9,98%
t erhadap pertumbuhan ekonomi Sumut . Tingginya pertumbuhan t ersebut disumbang oleh sub sekt or jasa pemerint ahan umum seiring dengan peningkatan realisasi anggaran pembangunan daerah terutama pada akhir tahun anggaran. Sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh sebesar 8,54% yang ditopang oleh tingginya pertumbuhan subsektor komunikasi sebesar 10,04% . Sumut memiliki potensi cukup besar dalam bisnis telekomunikasi, ditandai dengan 11 operator yang beroperasi di dalam negeri sudah memasuki Sumut. Untuk pengembangan subsektor komunikasi ke depannya, Sumut berencana membangun 20 menara telekomunikasi bersama yang secara bertahap akan terus dikembangkan. Hal ini memberikan implikasi, terjadinya proses transisi perekonomian Sumut yang berbasis pengetahuan dan informasi.
Sektor pertanian pada triw ulan IV-2008 tumbuh 4,67% , melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triw ulan sebelumnya (7,81% ). Faktor utama yang mempengaruhi melambatnya pertumbuhan di sektor pertanian terutama adalah karena memasuki m asa tanam yang dimulai sejak Oktober hingga Desember dan curah hujan yang
tinggi sehingga mengganggu lahan tanam, juga kurangnya
Perkembangan perbankan di Sumut semakin menunjukkan peningkat an.
P
PPEEERRRKKKEEEMMMBBBAAANNNGGGAAANNNIIINNNFFFLLLAAASSSIII
Tekanan terhadap harga-harga di Sumut pada triw ulan IV-2008 masih relatif cukup tinggi. Hal ini tercermin pada angka inflasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya. Secara tahunan inflasi Sumut pada akhir tahun 2008 adalah sebesar 10,72% (yoy) lebih tinggi dibandingan dengan inflasi tahunan pada akhir bulan September 2008 (10,47% ). Faktor yang mempengaruhi inflasi pada triw ulan laporan terutama akibat faktor seasonal dan dampak kenaikan harga bahan bakar juga terganggunya pasokan pada beberapa komoditas kelompok bahan makanan. Selain itu, kenaikan harga pada beberapa komoditas administered prices dan kenaikan harga pada beberapa komoditas di kelompok sandang, termasuk di dalamnya kenaikan harga emas sebagai dampak dari kenaikan harga emas di pasar internasional juga berpengaruh terhadap tekanan harga domestik. M eskipun demikian, inflasi Sumut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 11,06(yoy).
Namun demikian berbagai harapan menurunnya tingkat harga sudah mulai terlihat menyusul terus turunnya harga minyak dunia dan proses penyesuaikan harga BBM dalam negeri. Sejak 1 Desember
2008 pemerintah menurunkan harga premium sebesar 25% .
Kembalinya harga BBM seperti semula memberi harapan besar bagi masyarakat terkait penurunan harga bahan pokok, yang beraw al dari penurunan tarif angkutan umum. Penurunan ini juga telah membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tingkat harga semakin membaik. Pada triw ulan II-2008, indeks ekspektasi konsumen berada pada level 104,34, saat ini menguat menjadi 109,10.
P
PPEEERRRKKKEEEMMMBBBAAANNNGGGAAANNN PPPEEERRRBBBAAANNNKKKAAANNN
Perkembangan kegiatan usaha perbankan di Sumut sampai dengan
Desember 2008 masih menunjukkan kinerja yang baik.
Penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit secara triw ulanan meningkat. Faktor yang mempengaruhi peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) antara lain adalah meningkatnya outstanding deposito, giro dan tabungan. Sementara itu, faktor yang mempengaruhi peningkatan outstanding kredit antara lain adalah suku bunga yang naik dan kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan mengambil kredit. Dengan perkembangan tersebut maka rasio penyaluran kredit terhadap dana yang dihimpun bank (LDR) di Sumut tercatat sebesar 79,03% pada akhir Desember 2008..
Pembiayaan sektor UM KM semakin meningkat dengan pangsa pembiayaan sampai dengan Desember 2008 tercatat sebesar 45,22% sedangkan Desember 2007 sebesar 43,05% . Begitu pula dengan pembiayaan sektor UM K mencatat peningkatan sebesar 36,96% dibanding Desember 2007. Dilihat dari aspek penggunaan
Anggaran
pendapatan daerah t ahun 2009
diproyeksikan naik 9,87% .
pembiayaan kredit perbankan yang dominan, kemudian diikuti oleh pembiayaan konsumsi dan investasi. Berdasarkan sektor ekonomi, pembiayaan kepada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan dan Pertanian masih mendominasi.
Secara keseluruhan, resiko likuiditas dan resiko pasar masih dapat tertangani dengan baik. Dari sisi risiko yang dihadapi perbankan, risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar masih relatif terjaga. Namun terdapat potensi tekanan kedepan, dipengaruhi oleh trend peningkatan suku bunga, pengetatan likuiditas, serta pelemahan nilai tukar rupiah.
P
PPEEERRRKKKEEEMMMBBBAAANNNGGGAAANNNKKKEEEUUUAAANNNGGGAAANNNDDDAAAEEERRRAAAHHH
Anggaran pendapatan daerah Sumut tahun 2009 diproyeksikan sebesar Rp3,25 triliun, naik 9,87% dibanding tahun 2008 senilai Rp2,96 triliun. Sementara itu, belanja daerah selama tahun 2009 diproyeksikan sebesar Rp3,62 triliun, sehingga defisit anggaran tercatat mencapai Rp366,98 miliar. Defisit tersebut akan ditutup
dengan pembiayaan daerah yang terdiri atas penerimaan
pembiayaan sebesar Rp399,15 miliar dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp32,17 miliar.
Belanja langsung didominasi oleh belanja barang dan jasa (Rp516,15 miliar) serta belanja modal (Rp769,20 miliar) untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada publik. Belanja tidak langsung didominasi oleh bagi hasil kepada kabupaten/kota dan pemerintah desa sebesar Rp792,57 miliar, belanja pegaw ai Rp577,99 miliar, belanja hibah sebesar Rp372,45 miliar, bantuan
keuangan kepada kabupaten/kota dan pemerintahan desa
Rp200,48 miliar, belanja bantuan sosial Rp124,33 miliar serta belanja tidak terduga Rp8,00 miliar.
Kondisi
ketenagakerjaan di Sumut menunjukkan perkembangan yang
membaik
P
PPEEERRRKKKEEEMMMBBBAAANNNGGGAAANNNSSSIIISSSTTTEEEMMMPPPEEEMMMBBBAAAYYYAAARRRAAANNN
Nilai transaksi pembayaran non tunai melalui sistem Bank Indonesia
Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) di w ilayah perbankan Sumatera Utara pada triw ulan IV-2008 meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi Incoming meningkat sebesar 4,39% atau dari Rp49.897 miliar pada triw ulan IV-2007 menjadi Rp52.085 miliar.
Sementara itu transaksi BI-RTGS yang keluar dari w ilayah perbankan Sumatera Utara (Outcoming) sedikit mengalami penurunan. Transaksi Outcoming mengalami penurunan yang relatif kecil yaitu sebesar 1,04% atau dari Rp52.903 miliar pada triw ulan IV-2007 menjadi Rp52.351 miliar.
Aktivitas transaksi non tunai melalui transaksi kliring mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada triw ulan IV-2008 nilai nominal transaksi kliring meningkat sebesar 10,68% atau dari Rp25.597 milyar pada triw ulan IV-2007 menjadi Rp28.332 milyar dengan volume transaksi yang juga meningkat sebesar 15,04% atau dari 919.405 transaksi pada triw ulan IV-2007 menjadi 1.057.714.
Jumlah temuan uang palsu menunjukkan peningkatan baik jumlah bilyet maupun nominal. Pada triw ulan laporan ditemukan sebanyak 203 bilyet uang palsu dengan nilai nominal sebesar Rp12.035.000. Peningkatan jumlah bilyet temuan uang palsu sebesar 42,96% dari 142 bilyet, sedangkan nilai nominal sebesar 44,05% dari Rp8.355.000.
P
PPEEERRRKKKEEEMMMBBBAAANNNGGGAAANNNKKKEEETTTEEENNNAAAGGGAAAKKKEEERRRJJJAAAAAANNNDDDAAANNNKKKEEESSSEEEJJJAAAHHHTTTEEERRRAAAAAANNN
M eskipun pertumbuhan ekonomi saat ini belum dapat
menyelesaikan masalah ketimpangan pendapatan antar penduduk,
namun terjaganya kondisi perekonomian menjadi penentu
kesejahteraan masyarakat. Beberapa indikator kesejahteraan masyarakat Sumut hingga tahun 2008 menunjukkan arah perbaikan. Indikator dimaksud antara lain adalah ketenagakerjaan, angka kemiskinan, upah/gaji, dan kualitas hidup sebagaimana tercermin pada indeks pembangunan manusia (IPM ). Angka pengangguran sedikit menunjukkan perbaikan, demikian pula dengan persentase penduduk miskin tahun 2008 lebih rendah dari tahun 2007. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 10,10% pada Agustus 2007 menjadi 9,10% pada Agustus 2008 namun masih lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran nasional (8,39% ).
Tingkat kemiskinan mencatat penurunan yaitu 13,90% pada M aret
2007 menjadi 12,55% pada M aret 2008 dan lebih rendah
Perekonomian Sumut
t riw ulan I-2009 diperkirakan t umbuh posit if .
w alaupun dari sisi kuantitas pertumbuhannya cukup tinggi, namun dari sisi kualitas masih belum optimal, yaitu pertumbuhan lebih didorong oleh konsumsi, sementara investasi tumbuh relatif lambat. Dari sisi sektoral hal ini juga tercermin pada lambatnya pertumbuhan di sektor ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja, seperti sektor industri pengolahan.
P
PPRRROOOSSSPPPEEEKKKPPPEEERRREEEKKKOOONNNOOOMMMIIIAAANNN
Pada triw ulan I-2009 di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi dunia
dan domestik yang melambat, pertumbuhan ekonomi Sumut
diperkirakan akan melambat. M elambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, disebabkan oleh relatif belum tingginya kegiatan ekonomi pada aw al tahun. Sementara itu respon di sisi sektoral terhadap sisi permintaan tercermin pada pertumbuhan beberapa sektor ekonomi. Sektor-sektor ekonomi yang tumbuh tinggi antara lain adalah sektor jasa-jasa, perdagangan; dan pengangkutan dan komunikasi. Sementara itu, sektor industri diperkirakan tumbuh relatif terbatas.
Dari sisi permintaan, perlambatan terutama dipengaruhi oleh konsumsi dan kegiatan investasi yang mengalami sedikit tekanan. Konsumsi menurun dipengaruhi oleh daya beli yang belum berubah signifikan, ekspektasi konsumen yang melemah, inflasi yang masih tinggi dan disisi lain belanja pemerintah masih rendah. Investasi sejalan dengan pelemahan ekonomi internasional dan domestik diperkirakan masih tumbuh rendah, w alaupun disisi lain tingkat suku bunga masih cukup rendah. Sementara itu, seiring dengan
penurunan permintaan dunia, kegiatan ekspor hanya akan
mengalami pertumbuhan yang relatif lambat. Impor diperkirakan tumbuh lebih melambat yang dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan konsumsi dan produksi yang juga ikut melambat. Dengan perkembangan tersebut, laju pertumbuhan ekonomi Sumut pada triw ulan I-2009 diproyeksikan pada kisaran 6±1% (yoy).
BAB I
1.1. KONDISI UM UM
M enutup tahun 2008, perekonomian Sumut tumbuh relatif cukup baik yaitu
diperkirakan sebesar 6,37% . Pencapaian kinerja ekonomi Sumut selama tahun 2008
tentunya menjadi modal berharga untuk menghadapi tahun 2009. Tahun 2008 diw arnai
dengan sejumlah tantangan akan risiko eksternal antara lain masih relatif tingginya harga
minyak mentah meskipun sudah mengalami penurunan, pengaruh lanjutan krisis
subprime mortgage di AS dan melemahnya ekonomi AS, yang mengakibatkan
pertumbuhan ekonomi dunia melambat.
Di Sumut sendiri, efek kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada bulan
M ei serta gejolak keuangan global ternyata memberikan dampak pada meningkatnya
ekspektasi masyarakat terhadap tingkat harga dan pada akhirnya mendorong kenaikan
inflasi. M eskipun secara musiman, pola konsumsi yang meningkat menjelang perayaan
hari besar keagamaan masih menjadi pemicu inflasi. Yang menggembirakan, kondisi
tersebut tidak membuat PDRB triw ulan IV terpuruk namun masih tetap mampu
mencapai pertumbuhan yang moderat.
Pada triw ulan IV-2008, perekonomian Sumut menunjukkan perkembangan yang positif
sebesar 6,98% (yoy) meskipun tumbuh lebih lambat dibanding periode triw ulan sebelumnya sebesar 7,67% (yoy). Dari sisi permint aan, pert umbuhan ekonomi Sumut didorong oleh konsumsi dan invest asi, yang tumbuh 8,07% dan 9,97% . Di sisi
penaw aran, pertumbuhan ekonomi selama t ahun 2008 kurang menggambarkan
perekonomian Sumut dari sektor unggulan (pertanian), karena didominasi oleh sektor
jasa-jasa. Pada triw ulan laporan, sektor jasa-jasa t umbuh 11,50% dan menyumbang
9,98% t erhadap pert umbuhan ekonomi Sumut. Tingginya pert umbuhan t ersebut
disumbang oleh sub sekt or jasa pemerint ahan umum seiring dengan peningkatan
realisasi anggaran pembangunan daerah terutama pada akhir tahun anggaran.
B
Grafik 1.1. Laju Pertumbuhan Ekonomi Sumut Grafik 1.2. Perkembangan Kegiatan Usaha di Sumut 7.34 5.62 4.504.50 2.89 5.70 6.50 9.73 8.378.55 6.68 4.18 5.32 5.50 7.67 6.98 0 2 4 6 8 10 12
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
2005 2006 2007 2008 %
Sumber : BPS Sumut Sumber : Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), KBI M edan
Kegiatan konsumsi rumah tangga, yang merupakan penggerak utama ekonomi, masih
mampu tumbuh dan menjadi pendorong ekonomi di tengah tekanan inflasi yang
meningkat pasca kenaikan harga BBM di bulan M ei 2008. Aktivitas konsumsi terutama
adalah belanja pemerintah, sementara konsumsi rumah tangga mengalami penurunan
akibat melemahnya daya beli. Penjualan barang durable goods seperti elektronik juga masih tumbuh seiring dengan membaiknya keyakinan konsumen di triw ulan ini. Untuk
membiayai konsumsi, masyarakat menggunakan tabungannya dan memanfaatkan
pinjaman perbankan (kredit konsumsi).
Kegiatan investasi sw asta masih tumbuh meskipun mulai menunjukkan gejala
perlambatan. Investasi pemerintah pada triw ulan laporan tumbuh tinggi terutama akibat
terdapat pengeluaran APBD untuk membiayai proyek-proyek akhir tahun. Pertumbuhan
ekspor dan impor mengalami perlambatan seiring penurunan permintaan internasional
dan domestik. Perlambatan ekspor khususnya disebabkan oleh tren pelemahan ekonomi
global yang menyebabkan turunnya permintaan dari negara-negara partner dagang
Sumut.
Dari sisi penaw aran, sektor jasa-jasa mampu tumbuh paling tinggi khususnya pada
triw ulan laporan. Sektor jasa-jasa, terutama jasa pemerintahan umum, menyumbang
pertumbuhan yang tinggi pada triw ulan ini seiring maraknya aktivitas pengeluaran
pemerintah di akhir tahun. Sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh tertolong oleh
pertumbuhan sektor komunikasi yang semakin berkembang pesat di Kota M edan, -10 -5 0 5 10 15 20 25 30 35
I II III IV I II III IV I II III IV*
2006 2007 2008
terbukti dari masuknya sepuluh dari sebelas operator jaringan selular yang ada di
Indonesia ke kota M edan. Sementara itu, sektor pertanian tumbuh paling rendah pada
triw ulan ini seiring tibanya musim tanam di bulan September-Desember dan masih
terbatasnya ketersediaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi.
Tabel 1.1. Pertumbuhan Sektor Ekonomi Tahunan Provinsi Sumut (% )
I II III IV I II III IV*
Pertanian 0.61 5.13 6.27 5.91 3.02 5.06 6.13 7.79 7.81 4.67 6.59 PertambangandanPenggalian 1.13 1.42 1.17 -1.94 6.34 1.67 3.25 7.32 7.96 7.76 6.58 IndustriPengolahan 1.55 -3.02 -3.65 -5.72 1.77 -2.73 1.02 0.37 4.56 5.73 2.92 Listrik,GasdanAirBersih -5.09 -14.17 -11.72 -9.48 6.83 -7.84 -0.37 2.66 5.11 7.69 3.76 Bangunan 10.63 40.29 43.04 40.98 7.47 30.69 7.75 8.42 8.98 7.45 8.15 Perdagangan,HoteldanRestoran 7.69 -5.18 -5.65 -7.96 3.72 -3.93 4.20 3.94 8.20 8.08 6.11 PengangkutandanKomunikasi 18.76 45.56 49.94 46.65 7.40 34.52 8.91 7.87 9.44 8.54 8.69 KeuangandanJasaPerusahaan 20.74 39.83 37.67 34.30 10.29 28.98 12.11 8.59 9.38 7.17 9.26 Jasa-Jasa 16.44 25.44 21.27 18.24 4.14 16.64 7.36 9.03 10.35 11.50 9.57
PDRB 6.20 8.37 8.55 6.68 4.18 6.90 5.32 5.50 7.67 6.98 6.37
Sumber:BPS *angkasementara
SektorEkonomi 2006 2007 2007 2008 2008*
1.2. SISI PERM INTAAN
Perekonomian Sumut pada triw ulan IV-2008 diperkirakan tumbuh sekitar 6,98% , sedikit
melambat dibandingkan dengan triw ulan sebelumnya (7,67% ). Sumber pertumbuhan
ekonomi berasal dari peningkatan investasi, sementara konsumsi tumbuh melambat.
Sementara itu, untuk kegiatan ekspor impor juga menunjukkan penurunan sehingga
sumbangan net ekspor impor terhadap pertumbuhan PDRB relatif rendah.
Tabel I.2. Pertumbuhan Ekonomi Sumut (% yoy)
Sumut Q1-2008 Q2-2008 Q3-2008 Q4-2008 2008*
Konsumsi 9.70 8.95 9.30 8.07 9.00
Investasi 4.03 6.13 7.93 9.97 7.01
Ekspor 20.41 11.42 9.38 5.75 11.42
Impor 37.91 21.28 13.24 8.78 19.07
PDRB 5.32 5.50 7.67 6.98 6.37
Sumber : BPS * angka sementara
1. Konsumsi
Pada triw ulan IV-2008, konsumsi Sumut tumbuh 8,07% , sedikit menurun dibandingkan
dengan triw ulan sebelumnya 9,30% . Faktor yang mempengaruhi perlambatan
pertumbuhan konsumsi antara lain adalah daya beli masyarakat yang relatif turun dan
tercatat masih tinggi. Realisasi konsumsi pemerintah daerah hingga akhir bulan
Desember diperkirakan masih seperti pola tahun sebelumnya.
Indeks keyakinan konsumen masih berada pada level pesimistis. Rendahnya indeks
tersebut didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi saat ini maupun
ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Pertumbuhan indeks survei penjualan
eceran menunjukkan bahw a pertumbuhan penjualan barang-barang relatif sama dengan
triw ulan sebelumnya.
Grafik 1.3. Indeks Keyakinan Konsumen Grafik 1.4. Komponen Indeks Keyakinan
Saat Ini 0 50 100 150 200 250
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
2007 2008
Pembelian brg tahan lama Penghasilan saat ini
Sumber : Survei Konsumen, BI M edan
Sementara itu, hasil Survei Konsumen menunjukkan indeks ekspektasi konsumen
maupun indeks kondisi perekonomian meningkat dibandingkan dengan posisi triw ulan
sebelumnya. Sejalan dengan perkembangan itu, keyakinan konsumen untuk melakukan
pembelian barang tahan lama diperkirakan mengalami peningkatan.
Grafik 1.5. Komponen Indeks Ekspektasi Grafik 1.6. Pertumbuhan Penjualan Elektronik
0 50 100 150 200 250 300 -40 -20 0 20 40 60 80 100 120 140
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
2007 2008
% Rp Juta
Pertumbuhan (yoy) Penjualan Elektronik
Sumber : Survei Konsumen, BI M edan Sumber : Survei Penjualan Eceran, BI M edan 0 20 40 60 80 100 120
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
IndeksKeyakinan Konsumen
0 50 100 150 200 250 3001 2 3 4 5 6 7 8 9 1011 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1112 2007 2008
Konsumsi barang tahan lama (durable goods) seperti elektronik masih menunjukkan pertumbuhan pada triw ulan laporan. Hal ini diindikasikan oleh perkembangan penjualan
elektronik di Sumut yang mulai meningkat setelah mengalami penurunan pada Agustus
2008. Realisasi penjualan elektronik pada bulan Desember 2008 naik 16% dibandingkan
dengan bulan Desember 2007.
Grafik I.7. Pertumbuhan Penjualan BBM Grafik I.8. Penjualan M akanan&Tembakau
0 20 40 60 80 100 120 140 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
%
Rp juta
Penjualan Makanan dan Tembakau Pertumbuhan (yoy)
Sumber : Survei Penjualan Eceran, BI M edan
Sementara itu, konsumsinon durable goods(makanan dan non makanan) menunjukkan peningkatan. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) di Kota M edan, penjualan
kelompok makanan dan tembakau tumbuh 7,80% (qtq). Indikator konsumsi non makanan yang tercermin dari penjualan BBM , penjualan perlengkapan rumah tangga
serta penjualan pakaian dan perlengkapannya tumbuh masing-masing sebesar 16,74% ,
46,94 dan 211,54% (qtq).
Grafik I.9. Penjualan Perlengkapan RT Grafik I.10. Penjualan Pakaian&Perlengkapan
-50 0 50 100 150 200 250 300 0 200 400 600 800 1000 1200 1400
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2007 2008
% Rp Juta
Penjualan Pakaian & Perlengkapannya Pertumbuhan (yoy)
Sumber : Survei Penjualan Eceran, BI M edan
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 0 10 20 30 40 50 60 70 80
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
Rp juta %
Pertumbuhan (yoy) Penjualan BBM
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 0 50 100 150 200 250
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
Rp Juta
%
Dari sisi sumber pembiayaan yang berasal dari bank umum di Sumut, penyaluran kredit
baru untuk jenis penggunaan konsumsi pada triw ulan IV-2008 mencapai Rp593,30
miliar, atau turun sekitar 34,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Grafik I.11. Posisi Penyaluran Kredit Konsumsi Grafik I.12. Penyaluran Kredit Baru untuk
oleh Bank Umum di Sumut konsumsi oleh Bank Umum di Sumut
0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 -60 -40 -20 0 20 40 60 80 100 120
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
% Rp Miliar
jumlah kredit pertumbuhan (yoy)
Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), KBI M edan
Dalam rangka mengurangi beban masyarakat, terutama yang tergolong ke dalam Rumah
Tangga Sasaran (RTS), akibat kenaikan harga BBM pada akhir M ei 2008, pemerintah
telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II mulai 16 hingga 26 September
2008.Untuk tahap II, BLT dialokasikan ke 145.199 kupon, dengan realisasi pembayaran
sebanyak 129.113 kupon dengan besaran dana Rp51,38 miliar atau sekitar 85% . Sisa
yang belum diuangkan dengan besaran dana Rp8,98 miliar atau 15% . Pembayaran
Bantuan Langsung Tunai tahap II kepada rumah tangga sasaran telah mulai dilaksanakan
pada tanggal 1 September 2008, serta diharapkan dapat selesai pada tanggal 31
Desember 2008.
2. Investasi
Total investasi pada triw ulan IV-2008 diperkirakan tumbuh 9,97% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triw ulan III-2008 sebesar 7,93% (yoy). Namun demikian, berdasarkan data dari Badan Promosi dan Penanaman M odal Daerah (BPPM D) Sumut,
realisasi investasi dalam bentuk investasi langsung tahun 2008 menurun dibandingkan
tahun 2007. Penanaman M odal Asing (PM A) menurun hingga 24,58% dengan proyek
yang terealisasi sebanyak 19 proyek (USD249,08 juta) dan Penanaman M odal Dalam
Negeri (PM DN) juga mengalami penurunan sebesar 79,27% dengan proyek yang
terealisasi sebanyak 9 proyek(Rp346,53 miliar).
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
%
Rp Triliun
M engacu pada masih belum maksimalnya realisasi proyek yang sudah disetujui untuk
PM A dan PM DN, Pemprov Sumut akan menerapkan layanan terpadu satu pintu pada
tahun 2009 untuk menarik investor baru. Pelayanan terpadu satu pintu dibentuk dan
diterapkan guna menindaklanjuti keluhan investor pada ketidakpastian dan
ketidakjelasan biaya perizinan, prosedur dan w aktu pengurusan sehingga ada yang
akhirnya mengalihkan investasinya ke daerah lain. Konsep layanan satu pintu ini
diharapkan sudah dapat diterapkan pada aw al tahun 2009. Selain dapat menarik
investor baru maupun pengembangan/perluasan investasi, layanan satu pintu juga
diharapkan bisa memunculkan data akurat tentang investasi yang selama ini masih
berbeda antar instansi. Hal ini tentunya memerlukan dukungan seluruh pihak dalam
rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif di Sumut.
Grafik I.13. Pengadaan Semen di Sumut Grafik I.14. Penjualan Bahan Konstruksi
0 200 400 600 800 1000 1200 0 20 40 60 80 100 120
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
% Rp Juta
Penjualan BahanKonstruksi Pertumbuhan (yoy)
Sumber : Asosiasi Semen Indonesia Sumber : Survei Penjualan Eceran, KBI M edan
Indikator investasi pada sektor bangunan tercermin pada penjualan semen di Sumut
selama triw ulan IV-2008 yang mencapai 205 ribu ton, atau tumbuh 20% (yoy), sedangkan indeks penjualan bahan konstruksi juga terus mengalami peningkatan. Faktor
pendorong peningkatan penjualan semen antara lain adalah meningkatnya
pertumbuhan properti, khususnya untuk jenis properti hotel dan perumahan. 0 50 100 150 200 250 -10 -5 0 5 10 15 20 25 30 35 40
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
Ribu Ton
%
0 100 200 300 400 500 600 -40 -20 0 20 40 60 80 100 120
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
Rp Miliar
%
jumlah kredit pertumbuhan (yoy)
Grafik I.15. Impor Barang M odal Grafik I.16. Impor Barang M odal Utama
0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2007 2008
Ribu USD
Mesin Industri & Perlengkapannya Mesin Industri Tertentu Sumber : Statistik Ekonomi & Keuangan Daerah (Sekda), KBI M edan
Sementara itu, investasi non bangunan selama tahun 2008 yang tercermin dari nilai
impor barang modal dan impor mesin industri tertentu, mengalami pertumbuhan yang
cukup tinggi. Nilai impor barang modal selama bulan Januari s.d. November 2008
tumbuh sebesar 93,38% (yoy), dengan nilai mencapai USD495,19 juta. Sementara itu, nilai impor mesin industri tertentu yang merupakan kontributor utama impor barang
modal, tumbuh 79,92% (yoy), dengan nilai mencapai USD100,82 juta.
Grafik I.17. Posisi Penyaluran Kredit Investasi Grafik I.18. Penyaluran Kredit Baru untuk
oleh Bank Umum di Sumut Investasi oleh Bank Umum di Sumut
Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), KBI M edan
Di sisi pembiayaan, penyaluran kredit baru untuk jenis penggunaan investasi turun
24,98% (yoy) dengan nilai Rp294,30 miliar. Sementara itu, posisi kredit investasi pada akhir triw ulan IV-2008 mencapai Rp14,38 triliun, atau tumbuh 28,74% (yoy) atau lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan triw ulan III-2008 (16,68% ).
0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011
2007 2008
Ribu USD
Impor Barang Modal
0 5 10 15 20 25 30 35 0 2 4 6 8 10 12 14 16
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
% Rp Triliun
3. Ekspor - Impor
Di tengah perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dunia yang disebabkan oleh gejolak
perekonomian global, perkembangan ekspor produk asal Sumut, diperkirakan tetap
mengalami pertumbuhan yang positif. Kinerja ekspor Sumut triw ulan IV-2008
diperkirakan mengalami pertumbuhan 5,75% (yoy), lebih rendah dibandingkan triw ulan III-2008 sebesar 9,38% . Penurunan ini tercermin dari pertumbuhan nilai ekspor selama
periode Oktober 2008 hingga November 2008 yang turun 5,84% (yoy) dengan nilai sebesar USD1,26 miliar, sedangkan volume ekspor tumbuh 0,73% (yoy) mencapai 1,43 ribu ton. Ekspor terbesar disumbangkan oleh produk minyak hew an, nabati dan CPO,
dengan nilai mencapai USD618,69 juta atau turun 8,60% (yoy), diikuti oleh ekspor karet Sumut yang mencapai USD227,22 juta atau mengalami pertumbuhan 0,49% (yoy).
Faktor yang mempengaruhi perlambatan ekspor terutama adalah melambatnya
pertumbuhan ekonomi nasional maupun pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya untuk
produk manufaktur. Komoditi utama manufaktur Sumut antara lain adalah produk
makanan dan minuman, barang kimia, logam dasar, produk karet serta produk
tembakau.
Impor Sumut diperkirakan tumbuh 36,12% (yoy), sejalan dengan meningkatnya permintaan dalam negeri, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan investasi. Nilai impor
Sumut triw ulan IV-2008 (Oktober-November 2008) mencapai USD482,82 juta, atau
tumbuh sebesar 36,12% (yoy). Impor Sumut didominasi oleh impor barang modal dengan nilai mencapai USD68,36 juta.
Kegiatan ekspor-impor Provinsi Sumut masih memberi andil yang signifikan terhadap
perekonomian Sumut. Sumut memang memiliki posisi strategis dalam perdagangan
dalam negeri khususnya dengan daerah-daerah di Indonesia Barat. Aktivitas
perdagangan antar daerah ini terlihat dari tingginya volume muat barang yang melalui
Pelabuhan Belaw an. Di sisi lain, impor Sumut terus meningkat pada triw ulan laporan,
khususnya impor dari luar negeri/antar negara. Peningkatan volume dan nilai impor ini
terkait dengan struktur ekonomi Sumut yang masih banyak tergantung pada pasokan
dari luar negeri baik untuk barang konsumsi akhir maupun barang setengah jadi.
Pertumbuhan ekonomi yang relatif solid di kisaran 6% tidak hanya dicukupi oleh
0 100,000,000 200,000,000 300,000,000 400,000,000 500,000,000 600,000,000 700,000,000 800,000,000 900,000,000 1,000,000,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011 2006 2007 2008
Kg Volume Ekspor Volume Impor
0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2008 Ton Muat Barang 0 100 200 300 400 500 600 700 800
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
0
1
1
1
2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
0
1
1
1
2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 0 * 1 1 *
2006 2007 2008
Juta USD
Dengan perkembangan ekspor dan impor tersebut, kondisi neraca perdagangan (trade balance) Sumut masih berada dalam kondisi surplus. Nilai neraca perdagangan pada November 2008 tercatat sebesar USD410,1 juta.
Grafik I.19. Perkembangan Nilai Ekspor & Impor Grafik I.20. Perkembangan Volume
Ekspor & Impor
Sumber : BI
Grafik I.21. Volume M uat Barang di Grafik I.22. Neraca Perdagangan Sumut
Pelabuhan Belaw an
Sumber : BPS Sumut
Ekspor masih didominasi oleh produk manufaktur dengan pangsa hingga 79,22% dari
total nilai ekspor. Komoditas ekspor produk manufaktur yang utama tetap berupa
produk makanan dan minuman. 0 100,000,000 200,000,000 300,000,000 400,000,000 500,000,000 600,000,000 700,000,000 800,000,000 900,000,000 1,000,000,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011
2006 2007 2008
USD
Deskripsi
Nilai Ekspor
TOTAL NILAI EKSPOR 1,257,183,181
Agriculture, Hunting and Fishing 261,162,078
Mining and Quarrying 96,578
Manufacturing 995,924,525
Food products and beverages 676,107,507 Chemicals and chemical products 85,846,782
Basic metals 64,786,359
Rubber and plastics products 49,206,746
Tobacco products 32,279,155
Grafik I.23. Perkembangan Nilai Ekspor Tabel I.3. Nilai Ekspor Triw ulan IV-2008*
Produk Utama
* data s/d November 2008
Sumber : BI
Di sisi lain, impor masih didominasi oleh bahan baku untuk mendukung kegiatan
produksi terutama pada industri yang mengandung komponen impor tinggi (high import content) seperti industri kimia dan industri barang dari logam. Produk dari industri-industri ini kemudian menjadi komoditas ekspor yang dikirim kembali ke luar negeri,
seperti tampak pada produk ekspor utama Sumut. Produk-produk yang mendominasi
impor Sumut pada triw ulan IV-2008 ini yaitu Kimia dan Bahan dari Kimia, Logam Dasar
dan Produk M akanan dan M inuman.
Tabel I.4. Nilai Impor Triw ulan IV-2008*
Deskripsi Nilai Impor
TOTAL NILAI IMPOR 482,816,203
Agriculture, Hunting and Fishing 23,217,764
Mining and Quarrying 7,109,376
Manufacturing 452,489,063
Chemicals and chemical products 149,498,042
Basic metals 66,240,404
Food products and beverages 61,160,580
Machinery and equipment 51,366,314
Non metalic mineral products 22,712,666
Sumber : BI
* data sampai dengan November 2008
0 100,000,000 200,000,000 300,000,000 400,000,000 500,000,000 600,000,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2006 2007 2008
USD
Mnyk hwn,nabati,CPO Karet
1.3. SISI PENAWARAN
Perekonomian Sumut triw ulan IV-2008 pada sisi penaw aran terutama didukung oleh tiga
sektor non primer yaitu sektor jasa-jasa, sektor pengangkutan dan komunikasi serta
sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang masing-masing tumbuh 11,50% , 8,54%
dan 8,08 % (yoy). Sementara itu, sektor pertanian pada triw ulan laporan menunjukkan penurunan pertumbuhan sebesar 4,67% (yoy) dikarenakan faktor musiman setiap triw ulan IV, antara lain masuknya musim tanam dan gangguan cuaca.
Di sektor industri pengolahan, juga mengalami peningkatan pertumbuhan karena mulai
naiknya permintaan setelah sempat menurun akibat tekanan kenaikan biaya produksi
sebagai dampak kenaikan harga BBM dunia dan kenaikan harga bahan baku/mentah.
Sektor listrik, bangunan, transportasi-komunikasi dan keuangan serta jasa masih
mencatat pertumbuhan positif . Secara keseluruhan perekonomian Sumut di triw ulan
IV-2008 sedikit melambat namun masih pada level yang tinggi. Sektor yang tumbuh relatif
tinggi merupakan sektor yang padat modal, sementara sektor ekonomi yang mampu
menyerap tenaga kerja lebih banyak tumbuh rendah.
1. Sektor Pert anian
Setelah pada periode sebelumnya nilai tambah sektor pertanian mengalami
pertumbuhan yang tinggi, pada triw ulan ini sektor pertanian diperkirakan tumbuh
melambat yakni sebesar 4,67% (yoy). Tingginya curah hujan yang ada di Sumut menyebabkan terjadinya pergeseran musim tanam padi. Petani mengejar curah hujan
agar tanaman padi cukup menerima pasokan air, sementara sebagian petani
mengkhaw atirkan tingginya curah hujan tidak saja menggeser musim tanam, melainkan
menurunkan tingkat produktivitas padi. Dengan curah hujan tinggi, banyak padi
terserang hama kresek dan menyerang padi karena saat hujan kondisi padi lembab.
Akan tetapi pergeseran musim tanam padi tidak akan mempengaruhi target
produktivitas padi rata-rata di Sumut.
Perlambatan sektor pertanian pada triw ulan IV-2008 sejalan dengan menurunnya tingkat
kesejahteraan petani. Hal ini antara lain tercermin dari penurunan nilai tukar petani (NTP)
yang merupakan salah satu indikator kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil
Provinsi Sumut, NTP pada bulan November 2008 sebesar 96,07, menurun 1,35 poin
dibandingkan angka NTP pada bulan Oktober 2008 yang sebesar 97,42.
Grafik I.24. Nilai Tukar Petani Sumut
Sumber : BPS, Sumut
Berdasarkan data Dinas Pertanian Sumut, produktivitas padi Sumut tahun 2008 naik
dibandingkan tahun 2007, yakni dari 4,3 ton/ha menjadi 4,4 ton/ha, dengan total luas
tanam hingga akhir Agustus 2008 sudah mencapai 193.000 ha. Hingga akhir tahun
2008, total luas tanam padi di Sumut diprediksi mencapai 229.075 ha dengan total luas
panen 747.143 ha. Bila dibandingkan dengan tahun 2007, terjadi penambahan luas
panen sebesar 2,03% . Begitu juga dengan produksi padi, meningkat 1,6%
dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 3.265.834 ton. Dari beberapa daerah sentra
penghasil padi, kabupaten dengan produksi padi terbaik adalah Simalungun yang
produksinya hingga akhir Agustus 2008 sudah mencapai 351.288,5 ton dengan luas
tanam 81.695 ha.
M eningkatnya produksi beras tahun 2008, membuat Sumut surplus beras 332.636 ton.
Dengan perhitungan produksi padi 3.320.545 ton itu (setara beras 2.098.584 ton),
sedangkan kebutuhan dari 12.914.600 jiw a penduduk Sumut sebesar 1.765.948 ton
atau mencapai 136,74 kg/kapita/tahun. Kondisi ini membuat Sumut berada pada urutan
kelima nasional sebagai surplus beras setelah Jaw a Timur, Jaw a Tengah, Sulaw esi Selatan
dan Sumbar.
80 85 90 95 100 105 110
-4 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011
2006 2007 2008
%
Produktivitas Padi Sumut Tahun 2008
Luas Tanam Padi 229,075 ha
Luas Panen 747,143 ha
Produksi Padi 3,318,505 ton GKP Produktivitas rata-rata 4,4 ton/ha
Pada tahun 2009, Sumatera Utara menargetkan penanaman padi saw ah dan padi gogo
(ladang) seluas 805.831 hektar dengan sasaran produksi mencapai 3.487.882 ton. Untuk
mencapai target tersebut, Dinas Pertanian Sumut sedang menguji coba penanaman padi
hibrida dengan produktivitas rata-rata mencapai 12 ton/hektar yang dilakukan oleh
empat produsen bibit hibrida selaku pemulia tanaman dan menghasilkan beragam
varitas unggulan. Varitas yang diuji diperkirakan pada akhir Januari 2009 dan ditanam di
Kebun Balai Benih Induk (BBI) M urni Simpang Penara, Lubukpakam. Varitas unggulan
tersebut ialah varitas SL 8 produksi PT Sang HyanG Sri, bernas super dan bernas prima
oleh PT Sumber Alam Sutra (SAS), PP1 dan M aro produksi PT Dupont dan intani
diproduksi oleh Tanindo Subur Prima.
Tabel 1.5. Target Penanaman Padi Tahun 2009
Padi Sawah
Luas Tanam 741,203 ha
Sasaran Produksi 3,298,624 ton Padi Gogo
Luas Tanam 64,628 ha
Sasaran Produksi 189,258 ton
Produktivitas Padi Rata-rata 45,99 kuintal / 4,599 ton/ha
Sumber : Dinas Pertanian, Sumut
Sementara itu, kelangkaan pupuk bersubsidi di Sumatera Utara (Sumut) khususnya
pupuk urea diperkirakan masih akan terjadi tahun 2009 mendatang, dikarenakan alokasi
pupuk untuk petani di Sumut pada tahun 2009 hanya 168.532 ton, atau tidak ada
penambahan dari alokasi tahun sebelumnya. Sement ara kebutuhan pupuk urea untuk
Sumut diperhitungkan mencapai 300 ribu ton. Untuk mengantisipasinya, pemprov akan
tetap melakukan realokasi pupuk dari kebutuhan pupuk masing-masing kabupaten/kota
di Sumut, yang daya serap pupuknya rendah dialihkan ke daerah yang daya serapnya
tinggi antara lain Serdangbedagai, Langkat, Labuhan Batu, Deliserdang, dan Tanah Karo.
Untuk tahun 2009, alokasi pupuk Sumut berjumlah 359,28 ribu ton yang terdiri dari
pupuk urea, SP36, pupuk ZA, NPK dan pupuk organik serta alokasi tambahan dari
Tabel 1.6. Alokasi Penyaluran Pupuk di Sumut
2008 2009
1 Urea 168,532 168,532
2 SP36 4,291 40,438
3 ZA 4,722 44,297
4 NPK 20,960 75,000
5 Organik 10,000 29,000
210,513 359,276 Jenis Pupuk Jumlah (Ton) No.
Total
Sumber : Dinas Pertanian Sumut
Penurunan pertumbuhan sektor pertanian juga sejalan dengan penyaluran kredit
perbankan ke sektor ini yang menurun 8,09% (yoy). Nilai kredit ke sektor pertanian mencapai Rp8,79 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp9,56 triliun.
Grafik I.25. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Pertanian
Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), KBI M edan
2. Sektor Industri Pengolahan
Pada triw ulan IV-2008, sektor industri tumbuh 5,73% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triw ulan III-2008 (4,56% ). Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi
pertumbuhan di sektor industri Sumut, antara lain adalah permintaan domestik dan
internasional terhadap produk industri di Sumut yang meningkat. Indikator menunjukkan
bahw a impor bahan baku industri mengalami peningkatan.
0 2 4 6 8 10 12
-20 -10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
Rp Triliun
%
Naiknya pertumbuhan sektor industri pengolahan terutama ditopang oleh subsektor
industri kimia dan barang dari karet, industri semen dan barang galian bukan logam
serta subsektor industri makanan, minuman dan tembakau. Dari hasil Survei Kegiatan
Dunia Usaha (SKDU) KBI M edan, nilai dan volume ekspor plastik, karet pada Oktober dan
November 2008 justru menurun 0,38% dan 20,26% (yoy)dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007. Sementara itu, permintaan dunia terhadap produk makanan,
minuman dan tembakau di Sumut diperkirakan masih mengalami pertumbuhan. Hal ini
ditunjukkan oleh nilai ekspor produk ini Sumut selama Oktober dan November 2008
masih tumbuh sekitar 6,81% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007.
Grafik I.26. Nilai dan Volume Ekspor Grafik I.27. Nilai dan Volume Ekspor
Plastik, Karet dan Produk Turunannya M akanan, M inuman dan Tembakau
Sumber : Statistik Ekonomi & Keuangan Daerah (Sekda), KBI M edan
Sementara itu, dalam rangka mengantisipasi krisis listrik yang terjadi, industri di Sumut
telah melakukan penghematan melalui pengalihan w aktu kerja. Kebijakan mengalihkan
hari kerja industri ke hari M inggu sudah dilakukan banyak pengusaha Sumatera Utara
khususnya Kota M edan sejak tiga tahun lalu. Keputusan yang dilakukan menyusul krisis
listrik yang terjadi di Sumatera Utara itu dilakukan tanpa melalui ketentuan pemerintah
namun konsensus antara pengusaha dan pekerja. Perusahaan yang sudah melakukannya
misalnya PT. Indocafe dan PT. Asia Sakti Biscuit. Keputusan itu dilakukan sebab di hari
M inggu, listrik tidak padam dan tekanan gas yang biasanya rendah di hari kerja biasanya
juga meningkat. Bagi sebagian besar industri, pilihan untuk menggunakan listrik PLN
0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 160,000 180,000 0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2007 2008
Ribu USD Ton
Volume Ekspor Plastik,Karet Nilai Ekspor Plastik, Karet
0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 45,000 50,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011
2007 2008
Ton Ribu USD
masih dianggap lebih baik dibandingkan alternatif energi lainnya mengingat harga listrik
PLN relatif lebih murah.
Grafik I.28. Penyaluran Kredit oleh Bank Umum di Sumut ke Sektor Industri Pengolahan
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
% Rp Triliun
posisi kredit pertumbuhan (yoy)
Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), KBI M edan
Pertumbuhan sektor industri pengolahan didukung oleh penyaluran kredit perbankan ke
sektor industri pengolahan yang masih tetap tumbuh tinggi, yaitu mencapai 22,76%
(yoy). Nilai kredit ke sektor industri pengolahan mencapai Rp15,15 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,08 triliun. Penyaluran kredit ke
sektor industri pengolahan didominasi oleh kredit subsektor tekstil, sandang, dan kulit.
3. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran
Sektor PHR pada triw ulan IV-2008 diperkirakan tumbuh 8,08% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triw ulan III-2008 (8,20% ). Pertumbuhan sektor PHR
terutama disumbang oleh subsektor hotel. M eningkatnya pertumbuhan subsektor ini
tidak terlepas dari tetap tingginya permintaan, khususnya tingkat hunian hotel
menjelang akhir tahun. Hal ini diperkuat oleh data terakhir dari BPS, yang menunjukkan
rata-rata tingkat hunian kamar (hotel bintang) di Sumut selama bulan Oktober 2008
mencapai 38,75% , lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar
35,75% . Sementara itu, subsektor perdagangan besar dan eceran mencatat
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
I II III IV I II III IV I II III IV
2006 2007 2008
Rp Triliun
%
posisi kredit pertumbuhan (yoy)
.
Tabel I.7. Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Sumut (% )
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Bintang 1 44.76 34.36 32.82 16.00 47.23 39.24 35.57 28.05 33.37 21.78 26.30 28.42 24.65 24.00 22.23 27.99
Bintang 2 27.79 21.36 24.06 19.66 27.22 37.22 34.85 18.45 20.78 19.57 24.65 20.11 28.56 27.11 19.78 28.62
Bintang 3 85.73 78.92 55.71 49.55 67.26 53.76 55.95 63.40 56.94 54.63 68.56 63.57 63.88 56.68 45.34 47.48
Bintang 4 48.02 40.40 28.66 47.63 42.48 48.27 50.67 31.96 39.49 38.04 38.37 46.28 44.90 45.06 25.86 43.14
Bintang 5 40.73 58.17 48.05 57.72 64.03 48.06 75.85 54.96 71.76 53.92 46.09 63.35 70.68 71.28 42.32 53.26 Rata-rata Bintang 50.10 42.63 34.67 35.75 44.93 44.78 47.01 35.08 41.11 35.36 39.25 42.73 44.31 42.45 29.86 38.75
Tingkat Hunian Kamar 2007 2008
Sumber : BPS, Sumut
Grafik I.29. Nilai Penjualan Grafik I.30. Penyaluran Kredit oleh
Pedagang Besar dan Eceran Bank Umum di Sumut ke Sektor PHR
Sumber : Survei Penjualan Eceran, KBI M edan Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), KBI M edan
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran
tumbuh 39,80% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triw ulan III-2008 dan triw ulan II-2008 yang masing-masing sebesar 35,38% dan 30,92% . Posisi kredit
bank umum di Sumut ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran pada Desember 2008
mencapai Rp15,84 triliun yang didominasi oleh kredit ke subsektor perdagangan eceran. 0 20 40 60 80 100 120 0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000
5 6 7 8 9 1011121 2 3 4 5 6 7 8 9 101112
2007 2008
%
Rp Juta
Tabel I.8. Perkembangan Arus Barang di Pelabuhan Belaw an (Ton)
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Bongkar
577,957 632,467 567,841 642,440 708,819 728,702 690,559 590,997 484,863 525,323 599,777
Muat
53,610 74,975 37,945 46,012 55,535 72,716 81,180 65,261 71,506 58,017 96,787
2008
Sumber : BPS, Sumut
4. Sektor Keuangan
Sektor keuangan tumbuh 7,17% (yoy), menurun dibandingkan dengan triw ulan III-2008 (9,38% ). Faktor yang mempengaruhi perlambatan di sektor ini diperkirakan adalah nilai
tambah sektor keuangan yang relatif menurun karena penurunan pendapatan kotor
(gross output). Namun kegiatan intermediasi perbankan relatif meningkat yang diikuti dengan sedikit menurunnya NPLs.
Tabel I.9. Perkembangan Kegiatan Bank
2007
IV III IV
DPK Rp Triliun 71.30 77.97 84.29
Pertumbuhan (% yoy) 18.11 15.92 18.22
Kredit Rp Triliun 54.20 65.87 66.72
Pertumbuhan (% yoy) 31.01 34.13 23.10
UMKM Rp Triliun 22.43 30.42 30.17
Pertumbuhan (% yoy) 23.04 38.08 34.51
LDR % 76.01 84.48 79.03
NPL % 6.24 3.16 2.81
2008 Uraian
Sumber : Laporan Bulanan Bank Umum, KBI M edan
Di tengah gejolak perekonomian dunia, stabilitas sistem keuangan di Sumut hingga
triw ulan IV-2008 masih tetap terkendali. Indikator kinerja perbankan masih menunjukkan
perkembangan yang cukup baik (secara lengkap dibahas pada Bab 3). M eskipun tekanan
inflasi mengalami peningkatan, NPL bank umum di Sumut masih terjaga