Triwulan II - 2009
|
|
Kajian Ekonomi Regional NTT1
Tidak
66,67% 33,33%Ya lainnya
37,50% Pertanian
62,50%
DAMPAK KRISIS TERHADAP KINERJA UMKM NTT
Krisis global telah berimbas terhadap perekonomian dunia, termasuk
Indonesia. Imbas tersebut akhir-akhir ini semakin dirasakan baik melalui pasar
barang dan pasar uang (pasar modal dan perbankan). Di pasar barang,
indikasinya terlihat dari adanya pembatalan kontrak ekspor, penundaan
pengiriman barang dan kelancaran pembayaran yang sebagian terganggu,
khususnya dalam rangka ekspor. Ekspor daerah juga diperkirakan terkena
dampaknya mengingat ekspor nasional disumbang oleh ekspor komoditas dari
daerah. Guna mengetahui pengaruh krisis global terhadap kinerja
perekonomian provinsi NTT, maka dilakukan quick survey terhadap pelaku usaha
di Kota Kupang. Survei dilakukan dengan metode purposive sampling
berdasarkan share masing-masing sektor terhadap PDRB.
Berdasarkan hasil survei
tersebut, menunjukkan bahwa
sebanyak 66,67% responden
menyatakan tidak terpengaruh
terhadap gejolak krisis global.
Sisanya sebesar 33,33%
menyatakan bahwa penurunan
kinerja usaha mereka
merupakan pengaruh krisis
keuangan global. Dari jumlah
tersebut, sebanyak 62,50% adalah pelaku usaha yang bergerak di sektor
pertanian, dimana hasil produk akhir yang diperdagangkan adalah komoditas
yang berorientasi ekspor. Pengaruh krisis global terhadap kinerja sektor
pertanian ditransmisikan lewat penurunan permintaan dan harga jual komoditas
ekspor, tercermin dari menurunnya share nilai ekspor NTT terhadap PDRB
dibandingkan periode sebelum krisis.
Penurunan share ekspor dalam PDRB tidak signifikan berpengaruh
terhadap kinerja perekonomian Provinsi NTT, diindikasikan dengan
pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2009 yang masih meningkat sebesar
4,8%. Peningkatan tersebut didorong oleh tren peningkatan konsumsi baik
Persepsi Dampak Krisis terhadap UMKM
Triwulan II - 2009
|
rumah tangga maupun swasta. Salah satu indikator peningkatan konsumsi di
Provinsi NTT adalah meningkatnya arus bongkar muat di Pelabuhan Tenau yang
merupakan pusat keluar dan masuknya barang ke Provinsi NTT, khususnya Kota
Kupang.
Aktivitas bongkar barang di Pelabuhan Tenau Kupang sampai dengan
triwulan II-2009, mencatatkan volume sebesar 240.083 ton atau mencapai
46,11% dari total volume bongkar tahun 2008. Diproyeksi, sampai dengan
akhir tahun 2009, volume bongkar bernilai sama bahkan melampaui posisi
tahun 2008. Hal tersebut didukung oleh faktor cyclical aktivitas pengangkutan
yang mencapai puncak pada triwulan III dan triwulan IV dimana terdapat 2 (dua)
hari raya keagamaan yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat dan
secara langsung berdampak pada peningkatan permintaan.
Selain arus barang, peningkatan aktivitas perekonomian provinsi NTT
juga terlihat dari tren peningkatan arus peti kemas yang cukup signifikan dari
tahun ke tahun. Pada triwulan II-2009, kinerja peti kemas mencapai 55,83%
dari total aktivitas peti kemas tahun 2008. Diperkirakan sampai dengan akhir
tahun arus peti kemas jauh diatas tahun 2008, terkait dengan tren
pengangkutan yang mulai beralih dari kapal barang menjadi kapal peti kemas.
Dari indikator tersebut diatas, terlihat bahwa aktivitas perekonomian
tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung meningkat dibandingkan
dengan periode sebelum krisis terjadi. Oleh karena itu, secara umum krisis
ekonomi belum berpengaruh signifikan terhadap aktivitas perekonomian
Provinsi NTT. Minimnya pengaruh krisis global terhadap aktivitas perekonomian
|
Kajian Ekonomi Regional NTT2
Triwulan II - 2009
|
provinsi NTT disebabkan pola konsumsi di Provinsi NTT didominasi oleh
konsumsi lokal (local consumption). Terlihat dari struktur perekonomian NTT
yang memiliki ketergantungan tinggi dari daerah lain untuk memenuhi
kebutuhan masyarakatnya.