• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum KoperasiUKM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum KoperasiUKM"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Kredit Korban Bencana akan Dihapus, BI dan perbankan sama-sama menginventarisasi kredit. Written by Artikel

Tuesday, 09 November 2010 13:16 -

JAKARTA - Pemerintah berencana memutihkan (menghapuskan) kredit di wilayah bencana di Indonesia. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan berpatokan pada peraturan BI (PBI)

mengenai kredit saat bencana. Perbankan mulai melakukan inventarisasi dan mengalokasikan pencadangan untuk menutup kerugian dari kredit di wilayah bencana.

"Terserah pemerintah (jika ingin memutihkan kredit di wilayah bencana). BI berpegang pada PBI yang memberikan keringanan bagibank untuk merestrukturisasi kredit saat bencana," papar Kepala Biro Humas BI, Difi A Johansyah, di Jakarta, Senin (8/11).

Menurutnya, ada perbedaan definisi yang jelas antara pemutihan dan restrukturisasi. Pemutihan, katanya, berarti dianggap hilang.

Sementara itu, restrukturisasi bisa berupa perpanjangan atau keringanan lain. Bentuk

keringanan kredit saat bencana, ujar Difi, adalah status kredit seketika berubah menjadi lancar begitu dinyatakan restrukturisasi akibat bencana. PBI yang mengatur me-ngenai kredit saat bencana adalah PBI 8/15/2006 dan PBI 11/27/2009. Inti dari kedua peraturan adalah

memberikan perlakuan khusus terhadap kredit bank dengan jumlah tertentu dan kredit yang direstrukturisasi, untuk kredit yang disalurkan di daerah bencana. Status lancar dari kredit di wilayah bencana yang direstrukturisasi berlaku selama tiga tahun sejak terjadinya bencana.

Daerah yang masuk kategori bencana untuk bisa terakomodasi kedua PBI, kata Difi, akan merujuk pada surat keputusan (SK) BI yang akan ditetapkan setelah bencana. Penentuan daerah tersebut mempertimbangkan antara lain luas wilayah yang terkena bencana, jumlah korban, kerugian materil, jumlah debitur, persentase perbandingan kredit debitur korban bencana terhadap total kredit di wilayah tersebut, dan perbandinganpersentase kredit dengan plafon maksimal Rp 5 miliar terhadap total kredit di wilayah tersebut.

"Saat ini kami mulai melakukan inventarisasi kredit di wilayah-wilayah bencana," tambah Difi. Kredit yang diinventarisasi tak hanya kredit dalam skema kredit usaha rakyat (KUR), tapi keseluruhan jenis kredit yang dilayani perbankan. BI juga sudah menyiapkan rencana kontigensi untuk sistem pembayaran di daerah-daerah itu.

Siapkan dana cadangan

Kalangan perbankan juga mulai menyiapkan langkahinventarisasi kredit di daerah bencana. BRI saat ini merupakan penyalur KUR terbesar, dan kemungkinan besar banyak debiturnya menjadi korban bencana seperti di sekitar Merapi dan Mentawai.

Sembari menanti informasi dan peraturan lebih lanjut mengenai nasib kredit debitur daerah bencana, Direktur Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BRI Djarot Kusumayakti mengatakan, BRI memastikan pencadangan mereka memadai untuk menutup kerugian dari penghapusan kredit di wilayah tersebut.

"Kami belum mendapat informasi resmi mengenai rencana pemutihan tersebut. (Tapi) BRI

(2)

Kredit Korban Bencana akan Dihapus, BI dan perbankan sama-sama menginventarisasi kredit. Written by Artikel

Tuesday, 09 November 2010 13:16 -

sudah menyiapkan pencadangan untuk bencana," katanya, Senin (8/11). Dengan komposisi alokasi kredit UMKM mencapai 82 persen dari total kreditnya, BRI memiliki pencadangan sampai 150 persen. "Pencadangan ini untuk semua kredit, termasuk KUR," kata dia.

Rencana pemutihan kredit ini disampaikan Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan.

Sumber : Republika

Referensi

Dokumen terkait

Bila permohonan diterima maka pembayaran kompensasi akan dilakukan secara cepat (penentuan jumlah kompensasi dilakukan dengan system tariff) dengan mempertimbangkan kerugian

Bila permohonan diterima maka pembayaran kompensasi akan dilakukan secara cepat (penentuan jumlah kompensasi dilakukan dengan system tariff) dengan mempertimbangkan kerugian