• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsulat Jenderal AS Surabaya Berbagi Seputar Pemilihan Umum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Konsulat Jenderal AS Surabaya Berbagi Seputar Pemilihan Umum"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Konsulat Jenderal AS Surabaya Berbagi Seputar Pemilihan Umum

UNAIR NEWS – Semarak pesta demokrasi sedang berlangsung di Amerika. Oleh sebab itu, Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya, Heather Variava, Kamis (27/10) lalu berkunjung ke Perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga untuk berbagi seputar pemilihan umum di negeri Paman Sam.

Kegiatan yang diadakan di American Corner tersebut dihadiri oleh mahasiswa UNAIR dan juga mahasiswa dari universitas lain.

Dalam sesi sharing, Heather mengatakan bahwa pemilu yang bebas dan adil adalah tonggak demokrasi. Pemilu menyampaikan suara warga negara di pemerintahan secara fundamental. Konstitusi AS memberikan sejumlah kekuasaan tertentu pada pemerintahan pusat dan sejumlah kekuasaan lainnya pada negara-negara bagian dan masyarakat. Pada beberapa negara, pemerintah pusat menerapkan kebijakan pendidikan dan kesehatan, tetapi di Amerika Serikat, bidang-bidang tersebut merupakan kewajiban utama bagi 50 negara bagiannya.

“Konstitusi Amerika Serikat sekarang menjamin bahwa semua warga negara AS yang berusia di atas 18 tahun berhak memilih di pemilihan tingkat federal (nasional), negara bagian, dan daerah setempat,” pungkas Heather.

Meskipun persyaratan untuk memegang jabatan federal diatur konstitusi AS, namun setiap negara bagian memiliki konstitusi dan peraturannya sendiri untuk pejabat negara bagian. Heather juga menyebutkan bahwa persyaratan untuk memegang jabatan federal diatur oleh konstitusi AS. Untuk menjadi presiden, seseorang harus terlahir sebagai warga negara AS tanpa proses naturalisasi, setidaknya berusia 35 tahun dan telah menjadi penduduk AS selama setidaknya 14 tahun.

(2)

Menurut Heather, para penyusun konstitusi AS tidak membayangkan akan ada partai politik. Namun, dengan meluasnya hak memilih dan berkembangnya AS ke arah barat, partai politik pun bermunculan. Pada tahun 1830-an, ada dua partai besar yang berdiri secara mapan dan berpengaruh, yaitu Demokrat dan Republik.

“Saat ini yang mendominasi kancah politik AS adalah Partai Republik dan Demokrat. Keduanya adalah penerus partai-partai pendahulu dari abad ke-18 dan 19,” tutur Heather.

Dengan perkecualian langka, anggota-anggota kedua partai besar tersebut mengendalikan kepresidenan, kongres, kegubernuran, dan peraturan negara bagian. Setiap presiden sejak 1852 berasal dari Partai Republik atau Demokrat.

Heather menambahkan bahwa latar belakang AS yang hanya memiliki sedikit partai kecil disebabkan karena Amerika menganut pemilihan pertama melewati garis, yaitu ketika kemenangan ditentukan oleh suara terbanyak.

Di negara-negara yang memberikan kursi legislatif berdasarkan proporsi suara yang diterima oleh partai yang ada, partai kecil masih memiliki harapan untuk terbentuk dan bersaing.

Dalam sistem AS, sebuah partai mendapatkan kursi hanya jika kandidatnya mendapatkan suara terbanyak. Hal ini menyebabkan partai politik kecil sulit memenangkan pemilihan.(*)

Penulis : Lovita Marta Fabela Editor : Dilan Salsabila

(3)

Siswa SMAN 1 Jombang Ingin Informasi Langsung dari UNAIR

UNAIR NEWS – Sebanyak 186 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kabupaten Jombang, berkunjung ke Universitas Airlangga, Rabu (26/10). Dibawah pimpinan rombongan Saidun, M.MPd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, mereka diterima di Aula Selasar, Lantai II Gedung Manajemen Universitas Airlangga, kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya.

Menurut Saidun, tujuan kunjungan ini selain ingin melihat secara dekat kampus Universitas Airlangga sebagai kampus yang difavoritkan oleh siswa-siswinya, juga ingin menggali informasi secara langsung mengenai tata-cara dan strategi memenangkan persaingan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri umumnya, termasuk di UNAIR, baik melalui jalur SNM-PTN, SBM-PTN maupun jalur Mandiri.

”Kami berkunjung ke UNAIR ini mengantar sebagian anak-bangsa dari SMAN 1 Jombang yang hendak menata masa depannya melalui pendidikan. Karena itu meski anak-anak sudah bisa melihat itu semua di website, namun kami ingin memperoleh informasi yang langsung dan akurat. Mudah-mudahan tujuan kami ini memperoleh manfaat dan berkah,” kata Saidun, M.MPd, dalam sambutannya.

Kunjungan ke perguruan tinggi semacam ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Pesertanya siswa kelas XII, yang dalam beberapa bulan kedepan akan mengikuti Ujian Nasional (Unas) dan lulus, sehingga perlu mendapat informasi yang sejelas-jelasnya mengenai masa depan pilihannya dalam studi di perguruan tinggi.

“Ini proyek orang-tua, Pak,” katanya, seraya menjelaskan, kunjungan ini atas kehendak orang tua yang dikoordinir sekolah. Artinya para orang tua siswa-siswi SMAN 1 Jombang ini juga memikirkan study untuk putera-puterinya dimasa depan.

(4)

Dalam kunjungan kemarin, para siswa memperoleh penjelasan langsung dari Dra. Ridha M, staf Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, serta perwakilan dari Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR. (*)

Penulis: Bambang Bes

Siswa SMAN VI Surabaya dan SMAN 1 Bluluk Lamongan Kunjungi UNAIR

UNAIR NEWS – Hari Senin 24 Oktober 2016 kemarin, Aula Garuda Mukti di Gedung Manajemen Universitas Airlangga, di kampus C Mulyorejo, menampakkan nuansa warna putih. Maklum, pada hari itu seisi ruangan di aula besar itu disesaki oleh siswa-siswi berseragam abu-abu-putih, yang melakukan kunjungan studi ke Universitas Airlangga.

Mereka yang berkunjung hari itu ada dua sekolah. Dari SMA Negeri VI Kota Surabaya membawa 250-an siswa-siswinya kelas XII. Mereka dipimpin oleh guru pembina Drs. Yatimun. Selain itu juga dari SMA Negeri 1 Bluluk Kabupaten Lamongan yang membawa sebanyak 190 siswa-siswinya dibawah bimbingan Drs.

Mochammad Basyori.

Kunjungan dua sekolah sekaligus itu diterima oleh Drh.

Budiarto, dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) serta perwakilan dari Pusat Informasi dan Humas (PIH).

Drs. Yatimun berharap dengan melakukan kunjungan langsung pada setiap tahunnya seperti ini, akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi siswa-siswinya dalam mencari “bekal” untuk

(5)

melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Kegiatan seperti ini membantu tugas guru bimbingan dan konseling dalam melayani siswanya.

”Kami berharap, dengan penjelasan-penjelasan secara langsung dari pihak UNAIR, anak-anak keluar dari gedung tempat pertemuan ini sudah punya gambaran tentang jurusan apa yang akan dipilih dalam studi lanjutnya nanti,” kata Yatimun.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. Moch Basyori, guru dari SMAN 1 Bluluk, Lamongan, bahwa siswanya banyak yang berminat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Karena itu sambil melakukan wisata sekaligus dilakukan tour-study baik ke UNAIR maupun ke ITS.

Bidik misi menjadi pertanyaan paling awal yang diajukan seorang siswa, baik bagaimana cara mendaftarnya serta syarat- syarat yang diperlukan. Sebagaimana kebanyakan ditanyakan dalam acara serupa yaitu pendaftaran lintas jalur, dari siswa jurusan IPA ingin mendaftar di prodi IPS dan juga sebaliknya.

Selain itu juga lampiran sertifikat prestasi selama menjadi siswa SLTA, baik di bidang akademik (misalnya LKIR), organisasi (OSIS), bidang kesenian, olahraga, dsb. (*) Penulis: Bambang Bes

Siswa SMAN 1 Sidoarjo Favoritkan Universitas Airlangga

UNAIR NEWS – ”Program-program studi di Universitas Airlangga ini paling favourit bagi anak-anak, karena itu kami

(6)

memprioritaskan datang ke sumber informasinya secara langsung.

Mudah-mudahan kunjungan ini membawa manfaat dan pencerahan bagi anak-anak kami,” demikian ditegaskan Drs. Zainul Fanani, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sidoarjo.

Hal itu dinyatakan dalam mengawali sambutannya ketika mengantarkan 336 siswa kelas XII melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga Surabaya, pekan lalu. Rombongan besar siswa SMA favourit di “Kota Petis” Sidoarjo itu diterima oleh Drs. Djoko Adi Prasetyo, M.Si dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) dan perwakilan dari Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR, di Aula Garuda Mukti, Lantai V Gedung Manajemen UNAIR, kampus C Mulyorejo.

Dengan melakukan kunjungan langsung untuk menggali informasi secara langsung pula dari sumbernya, Zainul Fanani berharap siswa-siswi didiknya –baik dari jurusan IPA dan IPS– banyak yang bisa diterima masuk perguruan tinggi negeri (PTN), khususnya UNAIR, baik melalui jalur penerimaan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNM-PTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBM- PTN) maupun jalur Mandiri.

Dalam dialog tanya-jawab, kebanyakan siswa menanyakan ikhwal persyaratan pendukung pendaftaran atau lampiran yang bisa disertakan. Misalnya sertifikat atas prestasi kejuaraan baik bidang keilmuan (LKIR), kesenian, olahraga, dsb, yang untuk UNAIR minimal kejuaraan setingkat regional (Provinsi). Selain itu juga hal yang berkaitan dengan hak-hak yang dibolehkan bagi pendaftar dari jurusan IPA dan atau IPS.

”Siswa dari jurusan IPS disilahkan kalau mau mendaftar di program studi jurusan IPA, demikian juga sebaliknya. Apakah siswa IPS setelah diterima masuk prodi IPA dan nanti bisa mengikuti proses studi atau tidak, kami tidak mengamati sampai sejauh itu,” kata Djoko Adi. (*)

Penulis: Bambang Bes

(7)

BLC UGM Kunjungi dan Sharing Bersama FSB FH UNAIR

UNAIR NEWS – Sebanyak 42 Mahasiswa Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang tergabung dalam Bisnis Law Community (BLC) UGM melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum UNAIR. Program kunjungan yang diberi nama “UGM Visit FSB” tersebut dalam rangka bertemu dan sharing dengan para anggota Badan Semi Otonom (BSO) Forum Study Bisnis (FSB). Mereka juga mengikuti workshop yang bertajuk “Alternative Dispute Resolution” di Aula Pancasila, Sabtu (15/10).

Ada dua pemateri yang dihadirkan dalam workshop UGM Visit FSB.

Pertama, Abdullah S.H.., M.Si. yang merupakan wakil dari pengadilan Malang. Kedua, Faizal Kurniawan S.H., M.H., LL.M.

selaku Sekretaris Dekan FH UNAIR yang juga merupakan staf pengajar hukum perdata.

UGM Visit ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada para anggota BLC serta FSB tentang penyelesaian sengketa alternatif, sekaligus mengasah softskill. Selain itu, kunjungan tersebut juga dapat mempererat hubungan antara anggota BLC UGM dan FSB FH UNAIR, serta memperkenalkan NBLC (National Bisnis Law Community) kepada seluruh mahasiswa FH UNAIR yang berminat mendalami Hukum Bisnis.

“Tujuan dari UGM Visit ini, yang pertama, menambah ilmu dan wawasan kita, utamanya tentang penyelesaian sengketa alternatif. Kedua, mengasah softskill yang kita miliki.

Ketiga, mempererat hubungan BLC dan FSB, dan yang keempat, memperkenalkan NBLC ke seluruh mahasiswa FH UNAIR yang minat kepada hukum bisnis,” ungkap Irfan Naufal selaku Presiden Direktur FSB periode 2016-2017.

(8)

Rencananya, UGM Visit FSB akan diadakan secara berkelanjutan setiap tahun. Sebelumnya, Anggota FSB juga sempat mengikuti

“Legal Discussion” di UGM pada 16 April 2016 lalu.

“Ini (UGM Visit FSB, red) merupakan program kerja antara BLC dan FSB yang mungkin akan diadakan berkelanjutan setiap tahun, dan tidak menutup kemungkinan kalau nantinya FSB yang akan Visit ke UGM,” imbuh Irfan.

Penulis : Pradita Desyanti Editor : Dilan Salsabila

DPR RI Kunjungi UNAIR, Bahas Rancangan UU Kekarantinaan Kesehatan

UNAIR NEWS – Indonesia merupakan negara yang terletak di antara 2 benua dan 2 samudra, serta memiliki jumlah pulau kurang lebih 17.504. Sehingga, hal tersebut menjadikan Indonesia memiliki posisi strategis pada jalur lalu lintas dan perdagangan internasional.

Meningkatnya pergerakan penduduk sebagai dampak pembangunan dan perkembangan teknologi transportasi menyebabkan kecepatan waktu tempuh perjalanan antar negara melebihi masa inkubasi penyakit.

Sebagai konsekuensi logis, faktor risiko penyebaran penyakit menular dan gangguan kesehatan pun menjadi tinggi karena banyaknya pintu masuk ke wilayah Indonesia. Sehingga, penyelenggaraan karantina kesehatan perlu dilakukan secara komprehensif, serta melakukan reintegrasi dalam rangka cegah

(9)

tangkal.

Hal itulah yang kemudian mendorong dihelatnya kunjungan kerja Badan Legislasi DPR RI dalam rangka pembahasan rancangan undang-undang tentang kekarantinaan kesehatan. “Kunjungan dalam rangka pembahasan RUU tentang kekarantinaan kesehatan ini masih dalam pembahasan tingkat satu,” jelas H. Totok Daryanto, Se., Ketua Tim Badan Legislasi DPR RI.

“Dengan kunjungan ini kami berharap dapat masukan-masukan dan informasi yang mungkin luput dari pengetahuan kami,” imbuhnya.

Kunjungan kerja yang dilangsungkan di Ruang Kahuripan 301, Kantor Manajemen, pada Selasa (18/10) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Wijaya Kusuma (UWK). Sedangkan UNAIR diwakili oleh Wakil Rektor II Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin.

“UNAIR menjadi motor penggerak IPTEK kesehatan di Indonesia.

Ke depan kami juga ditargetkan agar menembus kampus 500 dunia,” tandas Madyan. “UNAIR memang menjadi rujukan untuk pengembangan kesehatan nasional,” tambahnya.

Penyelenggaraan tindakan karantina kesehatan saat ini dilakukan terhadap alat angkut, orang, dan barang di pintu masak, yaitu pelabuhan dan bandar udara. Namun demikian, Undang-Undang tentang Karantina Laut dan Karantina Udara yang dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan dan kebutuhan hukum masyarakat, termasuk perkembangan pengaturan di tingkat internasional.

Selain itu, penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di pos lintas barat darat negara dan wilayah belum diatur sama sekali. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan baru dengan undang-undang baru yang mengatur kekarantinaan kesehatan di pintu masuk dan keluar, baik di pelabuhan, bandar udara, maupun di perbatasan darat.

Selain Jawa Timur, kunjungan kerja Badan Legislasi DPR RI yang

(10)

dilaksanakan mulai tanggal 18 hingga 20 Oktober tersebut juga akan dihelat di Provinsi Sumatera Utara dan juga Provinsi Bali.

“Semoga silaturahmi ini bisa terus berlanjut ke arah yang lebih baik,” pungkas Madyan. (*)

Penulis : Dilan Salsabila dan Nuri Hermawan

Dubes RI untuk Rusia Tawarkan Prodi Sastra Rusia di UNAIR

UNAIR NEWS – Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi beserta stafnya bertandang ke Universitas Airlangga, Selasa (18/10). Rombongan dubes diterima oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, di ruang Rektor, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Selain Prof. Nasih, jajaran pimpinan yang hadir dalam pertemuan ini di antaranya adalah Wakil Rektor III Prof. Ir.

M. Amin Alamsjah, Ph.D, Sekretaris UNAIR Drs. Koko Srimulyo, M.Si, Ketua International Office and Partnership Dian Ekowati, Ph.D, Direktur Pendidikan Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Ph.D, beserta wakil dekan tiga dari berbagai fakultas.

Dalam pertemuan itu, dibahas beberapa poin menarik. Wahid mengusulkan agar UNAIR bisa membuka program studi Sastra Rusia. Sebab, universitas di Indonesia masih sedikit yang memiliki prodi tersebut.

“Ini adalah usulan dari kita karena sekarang ini kan baru ada dua universitas yang menawarkan dua prodi Sastra Rusia.

Sementara itu hubungan politik dan bisnis semakin meningkat.

(11)

Jadi, ini bagus sebagai peluang atau opportunity bagi lulusan- lulusan yang mengerti Bahasa Rusia. Kita usulkan ada semacam jurusan Sastra Rusia atau Pusat Studi Rusia,” tutur Wahid.

Wahid juga menawarkan adanya program pertukaran mahasiswa dari UNAIR ke kampus – kampus di Rusia. Nantinya program pertukaran pelajar itu akan dilaksanakan dengan Bahasa inggris untuk mempermudah komunikasi. Disana juga disediakan banyak pusat –pusat pelatihan yang bisa dimanfaatkan oleh warga non – rusia untuk belajar.

Sedangkan dari pihak UNAIR yang diwakili oleh Wakil Rektor III Prof. Amin mengajak pihak Rusia untuk berkolaborasi dalam penelitian dan visiting professor. “Kita senang kalau ada profesor-profesor di sana yang mau visiting ke UNAIR,” tutur Prof. Amin. Ia pun menambahkan,”Kita punya program unggulan yaitu riset mandat dengan dana sebesar Rp 250 juta untuk lima publikasi yang terindeks Scopus. Akan lebih baik jika kita berkolaborasi dengan peneliti di Rusia.”

Bawa misi bilateral

Kedatangan Dubes RI untuk Rusia di Surabaya juga membawa misi bilateral berupa rencana kota kembar antara Kota Vladivostok dengan Surabaya. Pihaknya ingin agar hubungan bilateral antara Vladivostok dan Surabaya bisa diisi dengan berbagai bidang kerja sama, salah satunya adalah pendidikan.

Berkaitan dengan misi pendidikan, pihaknya ingin kedua kota ini saling melengkapi dan menggarap potensi yang ada. Salah satu universitas di Vladivostok, Far Eastern Federal University (FEFU) ingin bekerja sama dengan UNAIR. Kerja sama yang ingin dikembangkan antara lain dalam bidang sains, teknologi, bisnis, dan kedokteran dalam program pertukaran mahasiswa serta penelitian. (*)

Penulis: Defrina Sukma S Editor : Faridah Hari

(12)

Study Tour SMK Telkom Banjarbaru Kalsel Kunjungi UNAIR

UNAIR NEWS – Melakukan rekreasi dan sekaligus memperoleh manfaat untuk studi lanjut, sebanyak 170 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom, Kabupaten Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga, Senin (17/10) siang. Mereka diterima Tim UNAIR di Aula Kahuripan, Gedung Rektorat, kampus C UNAIR. Diantaranya dihadiri oleh Staf PPMB (Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru) UNAIR Drs. Adri Supardi, MS.

”Mumpung ada kesempatan maka sekaligus mencari manfaat untuk mencari informasi langkah lanjut studi anak-anak, maka kami lakukan kunjungan ke beberapa PTN yang memungkinkan bisa kami kunjungi,” kata Drs. Sudarminto, guru pembimbing SMK Telkom Banjarbaru, Kalsel.

Dalam studi tour ke Jawa Timur dan Bali ini diikuti oleh 170 siswa. Guna memenuhi target waktu, tim yang terdiri empat bus itu dipecah menjadi dua. Dua bus berkunjung ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan dua bus ke UNAIR. Pemisahan ini dilakukan sesuai peminatan siswa, sebab sekalipun dari siswa SMK tetapi tidak sedikit yang berminat melanjutkan studi diluar dari kejuruannya.

“Anak-anak banyak yang berminat melanjutkan belajar di bidang ekonomi, hukum, dan sosial politik, jadi tidak hanya ke bidang teknik kejuruan saja. Hasil dari kunjungan ini nanti juga akan dikaji untuk semua,” kata Sudarminto.

Selain ke UNAIR dan ITS, Senin sore setelah melakukan rekreasi

(13)

di sekitar Surabaya, rombongan menuju Kota Malang untuk esok harinya, Selasa (18/10) melakukan kunjungan serupa ke Universitas Brawijaya. Setelah dari UB dan rekreasi seperlunya di Malang, rombongan menuju Denpasar, Bali. Setelah rekreasi seperlunya, rombongan akan kembali ke Banjarbaru dengan pesawat dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar.

“Biayanya ya lumayan, tetapi ditanggung oleh peserta. Tapi sebenarnya jumlah ini sudah kami batasi, sebab kalau tidak dibatasi maka masih akan lebih banyak lagi, dan sangat repot,”

tambah Sudarminto.

Berbagai pertanyaan seputar program studi, perbedaan jenjang studi, bagaimana memilih jurusan yang tepat, menyiasati persaingan, kompetensi lulusan UNAIR, yang diajukan para siswa dan guru SMK Telkom, semua mendapat penjelasan yang memuaskan dari Drs. Adri Supardi, MS., dosen bidang ilmu fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR ini. (*)

Penulis: Bambang Bes

Pemerintah Timor Leste Tindak Lanjuti Kerjasama dengan UNAIR

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga secara pasti menunjukan keeksistensianya. Selain menggalakan berbagai kerjasama internasional, dari negara tetangga juga tidak sedikit yang menggandeng UNAIR sebagai mitra kerjasama. Kamis, (17/10) melalui Wakil Rektor III, UNAIR menerima kunjungan dari Pemerintah Timor Leste yang diwakili oleh Kementerian Sosial Bidang Pendidikan.

(14)

Wakil Rektor III UNAIR, Prof. H. Ir. Moch. Amin Alamsjah, Ph.D., mengungkapkan bahwa kunjungan pemerintah Timor Leste ke UNAIR ini guna menindak lanjuti Memorandum of Agreement (MoA) yang sudah disepakati sebelumnya. Kerjasama tersebut membahas mengenai pengiriman 16 mahasiswa jenjang S1 dari Timor Leste untuk belajar di UNAIR.

“16 mahasiswa S1 tersebut akan kuliah di 3 program studi, yakni Psikologi, Kesehatan Masyarakat, dan Statistika,” jelas Prof. Amin.

Guru Besar FPK UNAIR tersebut juga menjelaskan bahwa sebelumnya Pemerintah Timor Leste juga telah mengirimkan 16 mahasiswa S2 untuk belajar di UNAIR. “Untuk jenjang S1 jadi ini masih yang pertama,” imbuh Prof. Amin.

Kerjasama antara UNAIR dengan Pemerintah Timor Leste tidak hanya mengenai pendidikan saja, ditemui seusai pertemuan, Prof. Amin menjelaskan, kerjasama dengan pemerintah Timor Leste sebelumnya terkait dengan penelitian yang melibatkan Lembaga Penyakit Tropik UNAIR.

“Untuk kerjasama dengan LPT mereka meminta tolong kami untuk membantu dalam mengidentifikasi jenazah,” tambahnya.

Kerjasama yang dijalin ini, bagi Prof. Amin menunjukkan peran serta UNAIR semakin diakui. Prof. Amin juga mengaku bangga, pasalnya UNAIR dipercaya untuk bisa memberikan kontribusi bagi negera lain. (*)

Penulis: Nuri Hermawan Editor : Faridah Hari

(15)

SMAN 1 Manyar Siap Mengulang Sejarah Kembali

UNAIR NEWS – Kunjungan SMAN 1 Manyar Gresik ke Universitas Airlangga disambut dengan hangat di Aula Garuda Mukti, Rektorat Kampus C UNAIR, Selasa (11/10) siang. Sebanyak 260 siswa yang didampingi beberapa guru pendamping, antusias mengikuti pemaparan seputar UNAIR dan jalur penerimaan mahasiswa baru.

Wakil dari SMAN 1 Manyar, Sri Wahjoeni, S.Pd., yang juga guru bidang Bimbingan dan Konseling (BK) menjelaskan, dalam catatan sejarah, siswa SMAN 1 Manyar yang diterima di UNAIR melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2013 bisa mencapai 80 siswa, tetapi jumlah tersebut terus mengalami menurun hingga tahun 2016 ini.

“Dengan adanya kunjungan ini saya berharap kembali bisa mengukir kejayaan yang pernah tercapai,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Yuni juga berharap, seluruh anak didiknya bisa memanfaatkan momentum kunjungan tersebut sebagai ajang mengenal iklim pendidikan di perguruan tinggi secara lebih dekat.

“Saya juga berharap dengan mengajak anak-anak ke UNAIR ini, mereka bisa semakin dekat dengan gedung dan dunia kampus secara langsung, selain itu kami juga berharap bisa mendapatkan trik dan tips bagaimana caranya agar bisa masuk ke UNAIR,” paparnya.

Pada tiap kunjungan, pihak UNAIR yang berwenang memberikan penjelasan mengenai lingkungan dan fasilitas kampus disampaikan oleh Pusat Informasi dan Humas. Sedangkan untuk informasi seputar jalur masuk dan trik serta tips masuk UNAIR disampaikan oleh bagian Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, yang kemarin disampaikan oleh Drs. Joko Adi Prasetyo,

(16)

M.Si. (*)

Penulis : Nuri Hermawan Editor : Dilan Salsabila

Referensi

Dokumen terkait

Faktor sikap penderita terhadap tenaga kesehatan yang bersangkutan sebagian besar responden yang patuh diet lanjut usia penderita hipertensi menunjukkan sikap baik kepada tenaga

Dukungan ini terjadi lewat ungkapan hormat atau penghargaan positif untuk orang tersebut, dorongan untuk maju atau pesertujuan dengan gagasan atau perasaan

Besarnya nilai ketidakstabilan frekuensi tertinggi maupun terendah pada PLTMH Soko Kembang yang berubah-ubah dapat disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena arus beban yang

Faktor pekerjaan mempengaruhi pola asuh orang tua pada anak, karena pekerjaan biasanya orang tua akan lebih jarang bertemu dengan anaknya, terebih lagi jika bapak

Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap mutu sekolah yang ada Di S M P Negeri dan Swasta Wilayah Kota Bandung, dari

fotodegradasi MB paling besar karena fotokatalis mampu menyerap energi matahari secara optimal sehingga dapat menghasilkan radikal hidroksil ( ∙ OH) lebih banyak

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNGTERHADAP HASIL BELAJAR PASSING STOPPING DALAM PERMAINAN

Sepeuts contoh, jska aatu blok IP addueaa (202.91.8/26) dsalokaaskan untuk aejumlah hoat (komputeu) yani akan dsbais dalam bebeuapa jausnian (aubnet), maka