• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penataan Barang Dagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Penataan Barang Dagangan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Penataan

Barang Dagangan

Paket Keahlian Pemasaran

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia

2014

SMK/MAK KELAS XI

Semester 2

(2)

Kontributor

Penyunting Materi : Sri Windiarti, S.Pd, M.Pd

Penelaah : Drs. Ratiman, M.M.

Desktop Publisher : Tim

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.

Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Cetakan Ke-1, 2014

Disusun dengan huruf arial MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

(3)

P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n iii

Direktorat Pembinaan SMK |2014

KATA PENGANTAR

Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secarautuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran yang mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

Pembelajaran kelas XI pada Sekolah Menengah Kejuruan untuk Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen, Program Keahlian Tata Niaga, dan Paket Keahlian Pemasaran yang disajikan dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Buku siswa ini berisi materi pembelajaran yang membekali siswadengan pengetahuan, keterampilan dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasai secara kongkrit dan abstrak, serta sikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam semesta yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggungjawab.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharuskan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya.

Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan- kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terimakasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Depok, Nopember 2014

Penyusun

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

DAFTAR BAGAN ... vii

GLOSARIUM ... viii

BAGIAN 1 : PENDAHULUAN ... 1

Deskripsi ... 1

Prasyarat ... 2

Petunjuk Penggunaan ... 2

Tujuan Akhir ... 4

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ... 4

Peta Kedudukan Bahan Ajar ... 6

BAGIAN 2 : PEMBELAJARAN ... 7

Bab I ... 7

Penataan Barang Dagangan ... 7

Kegiatan Belajar 1 : Mengklasifikasi Jenis-Jenis Produk yang Akan di Tata ... 8

1.1 Tujuan Pembelajaran ... 21

1.2 Uraian Materi ... 21

1.3 Rangkuman ... 86

1.4 Tugas ... 88

1.5 Uji Kompetensi / Ulangan ... 92

1.6 Lembar Kerja ... 103

Kegiatan Belajar 2 : Melakukan Pengelompokan Jenis Jenis Produk yang Akan Didisplay ... 117

2.1 Tujuan Pembelajaran ... 130

2.2 Uraian Materi ... 130

2.3 Rangkuman ... 191

2.4 Tugas ... 193

2.5 Uji Kompetensi / Ulangan ... 194

2.6 Lembar Kerja ... 205

BAGIAN 3 : PENUTUP ... 217

DAFTAR PUSTAKA ... 231

(5)

P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n v

Direktorat Pembinaan SMK |2014

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1 - Macam-Macam Mie Instan yang Sering di Display di Supermarket ... 8

Gambar 1. 2 - Macam-Macam Mie Instan dalam Kemasan Plastik yang Sudah Diklasifikasi Menurut Jenisnya yang Siap untuk Ditata di Rak Gondola. ... 9

Gambar 1. 3 - Macam-Macam Mie Instan dalam Kemasan Cup, yang Sudah Dikelompokkan / Diklasifikasikan Menurut Jenisnya, dan Siap untuk Ditata/Didisplay pada Rak Gondola. ... 10

Gambar 1. 4 - Produk Berbagai Jenis Mie Instan yang Sudah Diklasifikasi dan Ditata Pada Rak Gondola di Sebuah Supermarket ... 10

Gambar 1. 5 - Tingkatan Produk. ... 25

Gambar 1. 6 - Klasifikasi Display ... 26

Gambar 1. 7 - Contoh barang/produk Convinience Goods ... 29

Gambar 1. 8 - Contoh Barang Homogenous Shopping Goods ... 30

Gambar 1. 9 - Contoh Barang Shopping Goods ... 30

Gambar 1. 10 - Contoh Barang/Produk yang Sejenis dan Memiliki Kemiripan Mutu ... 31

Gambar 1. 11 - Gambar Bermacam-Macam Jenis Barang (Heterogenous Shopping Goods) ... 32

Gambar 1. 12 - Contoh Barang Speciaty Goods, yang Memiliki Daya Tarik Khusus ... 32

Gambar 1. 13 - Barang/Produk Specialty Good dengan Rancangan Orang Terkenal ... 33

Gambar 1. 14 - Barang/Produk Unsought Goods ... 34

Gambar 1. 15 - Barang/Produk New Unsought Goods... 34

Gambar 1. 16 - Contoh Barang/Produk Regularly Unsought Goods ... 35

Gambar 1. 17 - Barang/ Produk Bahan Baku Dan Suku Cadang ... 37

Gambar 1. 18 - Barang –Barang Modal ... 37

Gambar 1. 19 - Industri Rumah Tangga ... 40

Gambar 1. 20 - Industri Kecil ... 41

Gambar 1. 21 - Industri Sedang ... 42

Gambar 1. 22 - Industri Besar ... 42

Gambar 1. 23 - Industri Berat Berdasar Barang yang Dihasilkannya ... 47

Gambar 1. 24 - Golongan Jenis Barang Dagangan berdasarkan Kualitas Barang ... 53

Gambar 1. 25 – Contoh Barang Barang Eferior ... 53

Gambar 1. 26 - Barang-Barang Pertengahan ... 54

Gambar 1. 27 - Barang-Barang tidak Tahan Lama (Nondurable Goods). ... 56

Gambar 1. 28 - Barang Tahan Lama (Durable Goods). ... 62

Gambar 1. 29 - Barang Deficient Product ... 70

Gambar 1. 30 - Barang Pressing Product ... 71

Gambar 1. 31 - Barang Desirable Product ... 71

Gambar 1. 32 - Barang-Barang pada Departemen House Hold ... 77

Gambar 1. 33 - Barang Soft toys ... 77

Gambar 1. 34 - Barang Battered Operated Toys For Boys ... 78

Gambar 1. 35 - Barang Battered Operated Toys For Girls ... 79

Gambar 1. 36 - Barang Permainan Tradisional ... 79

Gambar 1. 37 - Barang Permainan Internasional ... 80

Gambar 1. 38 - Barang pada Departemen Stationary ... 80

(6)

Gambar 2. 1 - Penataan Barang (Display) ... 117

Gambar 2. 2 - Penataan Produk Vertikal ... 118

Gambar 2. 3 - Penataan Produk Vertikal ... 118

Gambar 2. 4 - Penataan Produk secara Horizontal ... 118

Gambar 2. 5 - Penataan Produk secara Horizontal ... 119

Gambar 2. 6 - Penataan Produk secara Horizontal ... 119

Gambar 2. 7 - Pajangan di rak dinding (Wall Display) ... 135

Gambar 2. 8 - Pemajangan barang diatas lantai (Floor Display) ... 136

Gambar 2. 9 - Barang-barang pajangan untuk contoh (Sampling Display). ... 136

Gambar 2. 10 - Showcase display (Pemajangan di almari kaca) ... 136

Gambar 2. 11 - Theme Display (pajangan untuk barang yang akan dipromosikan) ... 137

Gambar 2. 12 - Rak Bertrap (ex. Sepatu) ... 137

Gambar 2. 13 - Penataan produk pada rak gantung... 138

Gambar 2. 14 - Gondola (rak 2 muka) ... 138

Gambar 2. 15 - Gondola (rak 1 muka) ... 138

Gambar 2. 16 - Penataan produk pada rak horizontal ... 139

Gambar 2. 17 - Rak Berlengan ... 139

Gambar 2. 18 - Display produk menurut ukurannya ... 140

Gambar 2. 19 - Display Produk menurut bentuknya ... 140

Gambar 2. 20 - Posisi Barang Menurut Harga ... 141

Gambar 2. 21 - Shelving (rak) ... 142

Gambar 2. 22 - Gondola untuk display vertikal ... 142

Gambar 2. 23 - Penataan produk secara horizontal ... 143

Gambar 2. 24 - Attention dan Interest Customer ... 146

Gambar 2. 25 - Window Display ... 146

Gambar 2. 26 - Interior Display ... 147

Gambar 2. 27 - Open Display ... 147

Gambar 2. 28 - Closed Display ... 147

Gambar 2. 29 - Penataan Produk Sambal Secara Vertikal ... 171

Gambar 2. 30 - Penataan Produk Fashion Secara Vertikal ... 171

Gambar 2. 31 - Rak Barang Biasanya Digunakan untuk Barang Dagangan Sehari-Hari Vertikal . 172 Gambar 2. 32 - Rak penempatan produk secara vertikal... 173

Gambar 2. 33 - Rak Gondola Secara Horisontal ... 173

Gambar 2. 34 - Display Gondola yang Telah Terisi Penempatan Produk Secara Vertikal ... 174

Gambar 2. 35 - Blocking Secara Horizontal ... 174

Gambar 2. 36 - Brand Blocking Secara Horizontal ... 175

Gambar 3. 1 - Pengaturan Tata Letak Barang Pada Mini Market ... 218

Gambar 3. 2 - Layout Penempatan Rak ... 219

Gambar 3. 3 - Penempatan produk elektronik ... 221

Gambar 3. 4 - Grafik Produk yang Tidak Laku ... 225

(7)

P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n vii

Direktorat Pembinaan SMK |2014

DAFTAR BAGAN

Bagan 1. 1 - Alur Produk dari Pasar dan Produsen ... 23 Bagan 1. 2 - Bagan Tingkatan Produk Berdasar pada Kebutuhan ... 24 Bagan 1. 3 - Penggolongan Produk Menurut Pemakaiannya ... 28

(8)

GLOSARIUM

Display : Penataan Barang Dagangan

Product : Barang / Jasa

Ritel : Pedagang eceran

Industrial Goods : Barang Industri Consumer Goods : Barang Konsumsi Specialy Goods : Barang Istimewa

Unsougt Goods : Barang yang tidak dicari

Store : Toko

Departemen fresh : bagian yang menangani produk-produk yang segar seperti sayuran, buah dan daging.

Dead stock : barang yang tidak laku sama sekali.

EDP(entry data processing) : pengelola keseluruhan data di cabang.

End gondola : gondola yang paling ujung dan untuk disewakan.

Eye catching : tehnik memajang berdasarkan luas area pandang seseorang.

Expire date : waktu kadaluwarsa.

Face : pemajangan produk tampak muka.

Fast moving : produk yang penjualannya cepat laku.

Floor display : pemajangan produk dilantai.

Frozen : alat yang digunakan oleh produk-produk beku bisa dikenal.

Frozen island : yang berupa box besar memanjang, Produk yang disimpan dalam alat ini tahan dalam jangka waktu lama.

GMS(general merchandising : barang pecah belah.tidak menempel di dinding.

Cash : pembayaran harga barang secara tunai bersama dengan surat pesanan,baik dengan cek maupun uang.

Mesin wrappring : mesin untuk peralatan departemen fresh agar produk tetap segar.

MIS : petugas pengolahan data, diantaranya menyediakan (software),pengadaan hardware,dan mengelola data di pusat.

Moccasin : jenis sepatu slip on tanpa tali dan umumnya dijahit tangan.

Over stok : persediaan barang banyak bahkan melebihi ketentuan

(9)

P e n a t a a n B a r a n g D a g a n g a n ix

Direktorat Pembinaan SMK |2014 Plastic wrapping : plastic pembungkus produk fresh agar sehat dan aman POP(point of purchase) : adalah strategi marketing berupa slogan atau informasi harga

termasuk harga coret dan promo yang sedang berlangsung.

Product knowledge : pengetahuan tentang produk.

Purchase order(PO) : pesanan pebelian.

Ready stock : barang yang siap dikirim.

Shelving : alat pemajang bagian dari gondola yang biasa disebut rak.

Shrinage : kehilangan.

Single hook : berupa gantungan biasanya untuk pemajangan produk seperti sikat gigi, sosis, dan sebagainya .

Slow moving : produk yang laku terjual tetapi penjualannya lambat.

Showcase : pendingin yang menempel ditembok di pergunakan untuk pendingin produk sosis dan dairy (produk yang expiredate-nya pendek).

SPG/B(sales promotion girl/boy) : pramuniaga yang diberikan kewenangan oleh perusahaan

untuk menjual produk.

Stock : persediaan barang yang siap dipakai, baik yang sudah jadi maupun yang setengah jadi.

Stock holder : orang yang memiliki saham di perusahaan.

Tier : barisan pemajangan dari depan kebelakang.

Visual merchandising (vm) : suatu tata cara pemajangan barang dagangan yang dilakukan untuk mempermudah konsumen dalam hal melihat, meraba, meneliti suatu barang yang akan dibelinya.

Wagon : boks besar untuk menyimpan produk, biasanya produk yang sedang promo atau diskon.

Wholesaler (pedagang besar) : pedagang yang melayani pembelian dalam partai besar, biasanya melayani pembelian retailer (pedagang eceran).

Personal selling : menjual barang oleh karyawan.

Attention dan interest costumer : untuk menarik perhatian para pembeli dilakukan dengan cara menggunakan warna-warna, lampu-lampu, dan sebagainya.

Desire dan action custumer : untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang dipamerjkan ditoko tersebut.

(10)

Windows display : Memejangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, dan symbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.

Impulse buying : dorongan seketika.

Interior display : memajangkan barang-barang, gambar-gambar,kartu-kartu harga,dan poster didalam took.

Open display : Barang-barang dipajanggkan pada suatu tempat terbuka sehingga dapat dipegang, dilihat dan diteliti oleh calon pembeli tanpa bantuan petugas pelayanan.

Closed display : arang dipajangkan dalam suasana tertutup.

Architectural display : Memperlihatkan barang-barang dalam penggunaannya, misalnya di ruang tamu, di kamar tidur, di dapur dengan perlengkapannya.

Exterior display : Penataan yang dilaksanakan dengan memajangkan barang- barang diluar toko,misalnya pada waktu mengadakan obraal dan pasar malam.

Store design dan decoration : Tanda-tanda yang berupa diantaranya simbol-simbol, lambing-lambang, poster-poster, gambar-gambar, bendera- bendera, dan semoyan-semboyan.

Dealer display : Penataan yang dilaksanakan dengan cara wholesaler yang terdiri atas simbol-simbol dan petunjuk-petunjuk tentsng penggunaan produk.

Measurability : Ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.

Accessibility : Suatu keadaan dimana dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.

Subtantiability : Segmen harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasaran.

Bay : Alat pemajangan atau pen-display-an barabg dagang dari atas

ke bawah.

Bins : Alat pemajangan buah, buahannya ada yang miring ada pula yang lurus.

Referensi

Dokumen terkait

(1) Aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan media blok pecahan pada siklus II diperoleh presentase 92,5% ini menunjukkan bahwa aktivitas guru

Studi Pengkajian Tentang Pemanfaatan Search Engine Optimization (SEO) untuk Meningkatkan Peringkat pada Hasil Pencarian di Search Engine. YOSI

Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro No.23 tahun 2011 tentang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dalam Pelaksanaan Eksplorasi, Eksploitasi dan

Inflasi dan Nilai tukar rupiah/kurs berpengaruh signifikan sebesar 73% terhadap terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan

Respon yang diambil Pemerintah Kota Surakarta untuk menanggulangi permasalahan lingkungan adalah melalui mitigasi guna mempersiapkan perencanaan dan pengelolaan

Bahan yang berbeza mempunyai kekonduksian elektrik yang berbeza.. Kumar discovers that his teenaged son is a drug addict. State three reasons for drug abuse among

1. Sistem yang akan dikembangkan merupakan aplikasi sistem pendukung keputusan penilaian kinerja pegawai untuk perusahaan CV. Zein Perwira Mandiri dengan metode Simple

Jl. Sukarjo wiro pranoto.. Kebon Jeruk Raya No.62 A. Kebon Jeruk Raya No.18 B. Patra Tomang Raya. Mangga Raya Green1ile. Duri Kepa Raya. Kelapa dua raya. Raya Kelapa Dua. Sukiman