• Tidak ada hasil yang ditemukan

NON-PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NON-PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA TESIS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

i

NON-PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA

TESIS

Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Ilmu Hukum

Konsentrasi : Hukum Kebijakan Publik

Oleh:

RIVAY FRIEN DANU S311508012

PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2017

(2)

ii

Non-Punitive Action Terhadap Pilot Akibat Kecelakaan dan

(3)

iii

(4)

iv

PERNYATAAN

N a m a : RIVAY FRIEN DANU NIM. : S.311508012

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penelitian hukum (tesis) berjudul: “NON-PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA” adalah benar-benar karya saya sendiri. Hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (tesis) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.

Apabila benar dikemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (tesis) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (tesis) ini. Selanjutnya untuk keaslian tesis saya, dengan ini saya bersedia di-upload atau dipublikasi website Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Surakarta, Mei 2017 Yang Membuat Pernyataan,

RIVAY FRIEN DANU S311508012

(5)

v

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan Anugerah dan Kasih Nya sehingga tesis berjudul: “NON-PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA” ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya guna memenuhi persyaratan mencapai derajat Magister Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tesis ini membahas tentang urgensi penerapan non punitive action terhadap pilot dalam hal terjadi kecelakaan maupun insiden serius di Indonesia beserta langkah-langkah yang diperlukan untuk mengimplementasikan hal tersebut.

Dalam kesempatan ini, penulis juga bermaksud menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara materiil mauun moriil sehingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar terutama kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ravik Kasidi, M.S., sebagai Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta;

2. Bapak Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., sebagai Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta;

3. Bapak Prof. Dr. Supanto, S.H., M.Hum., sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta;

4. Ibu Prof. Dr. Hartiwiningsih, S.H., M.Hum. dan Bapak Dr. Widodo Tresno Novianto, S.H., M.Hum., sebagai Pembimbing sekaligus sebagai Dosen Pengampu yang telah memberikan bimbingan, arahan, petunjuk dan masukan bagi kesempurnaan penulisan tesis ini;

5. Bapak Dr. Hari Purwadi, S.H.,M.Hum., selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta sekaligus sebagai ketua tim penguji ujian tesis penulis yang telah memberikan

(6)

vi

bimbingan, arahan, petunjuk dan masukan bagi kesempurnaan penulisan tesis ini;

6. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan ilmunya dengan penuh dedikasi dan keikhlasan sehingga menambah wawasan dan pengetahuan penulis;

7. Bapak dan Ibu Staf Sekretariat Program Studi Magister Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah membantu kelancaran administrasi selama penulis menempuh perkuliahan hingga penyelesaian penulisan tesis ini;

8. Keluarga penulis yang mendukung secara moril maupun materiil dalam menyelesaikan penulisan tesis ini;

9. Teman-teman Program Studi Magister Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan tahun 2015 yang telah memberikan semangat sehingga tesis ini dapat terselesaikan tepat waktu; dan

10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tesis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam tesis ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik membangun demi perbaikan pada masa yang akan datang dan semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Surakarta, Mei 2017 Penulis,

RIVAY FRIEN DANU

(7)

vii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ... ii

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ... ii

HALAMAN PERNYATAAN ...iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... x

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Penelitian yang Relevan... 10

BAB II. LANDASAN TEORI... 12

A. Kerangka Teori ... 12

1. Pemidanaan ... 12

a. Pengertian ... 12

b. Teori Pemidanaan ... 13

2. Keselamatan dan Keamanan Penerbangan Sipil ... 24

a. Pengertian ... 24

b. Kecelakaan dan Insiden Serius ... 26

3. Just Culture ... 30

(8)

viii

a. Just Culture dalam Safety Culture ... 30

b. Prinsip Just Culture ... 32

c. Implikasi Just Culture ... 37

4. Kekuatan Mengikatnya ICAO Sebagai Instrumen Hukum ... 38

a. Konsep Perjanjian Internasional ... 38

b. ICAO Sebagai Instrumen Hukum Internasional ... 41

5. Pemberlakuan Non Punitive Action di Negara Lain ... 42

a. Amerika Serikat ... 42

b. Denmark ... 50

6. Penerapan Punitive Action Terhadap Pilot Pesawat Udara Sipil di Indonesia ... 55

B. Kerangka Pemikiran ... 59

BAB III. METODELOGI PENELITIAN ... 63

A. Jenis Penelitian ... 64

B. Pendekatan Penelitian ... 64

C. Sifat Penelitian ... 65

D. Jenis Bahan Hukum ... 65

E. Teknik Pengumpulan Bahan Hukum ... 66

F. Analisis Bahan Hukum ... 66

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 68

A. Hasil Penelitian 1. Urgensi non-punitive action terhadap Pilot dalam kecelakaan dan insiden serius pesawat udara sipil di Indonesia ... 68

(9)

ix

a. Tidak dapat dihukumnya pilot pesawat udara sipil akibat

kecelakaan dan insiden serius ... 68

b. Inkonsistensi Terhadap Konvensi Chicago Annex 13 International Civil Aviation Organization ... 69

2. Langkah Upaya mewujudkan Non Punitive Action terhadap Pilot Pesawat Udara Sipil Akibat Kecelakaan dan Insiden Serius di Indonesia ... 73

a. Determinasi unsafet act ... 74

b. Evaluasi Terhadap Hukum Nasional yang Inkonsisten dengan Prinsip Just Culture ... 78

c. Pembentukan Majelis Profesi Penerbang ... 81

B. Pembahasan ... 85

BAB V. PENUTUP ... 97

1. Simpulan ... 97

2. Implikasi ... 98

3. Saran ... 98

DAFTAR PUSTAKA ... 100

(10)

x ABSTRAK

RIVAY FRIEN DANU, S311508012, 2017, NON-PUNITIVE ACTION TERHADAP PILOT AKIBAT KECELAKAAN DAN INSIDEN SERIUS PESAWAT UDARA SIPIL DI INDONESIA

Tesis: Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui urgensi penerapan non punitive action terhadap kecelakaan dan insiden serius pesawat udara sipil dan langkah upaya untuk mewujudkannya. Penelitian ini merupakan studi normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Bahan hukum yang digunakan berupa bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan ditingkat nasional maupun internasional dan bahan hukum sekunder yang digunakan berupa pendapat ahli, jurnal, dan literatur non hukum dengan pola analisis deduktif.

Dari hasil penelitian, menunjukan bahwa Indonesia sebagai contracting state terhadap Konvensi Chicago 1944 melalui bergabungnya Indonesia pada International Civil Aviation Organization, Indonesia perlu menerapkan prinsip non punitive action terhadap pilot akibat kecelakaan dan insiden serius pesawat udara sipil, yang diamanatkan melalui Annex 13 ICAO. Amanat tersebut didasarkan pada prinsip just culture yang berprinsip bahwa setiap manusia khususnya personel penerbangan tidak dapat diberi penghukuman terhadap tindakan yang dinilai salah sehingga atas perbuatan tersebut personel tersebut harus dihukum, karena dalam prinsip just culture yang merupakan bagian dari safety culture, tidak mengenal penghukuman atas sebuah tindakan maupun keputusan yang merupakan yang diperoleh dari pengalaman dan pelatihan personel tersebut, akan tetapi just culture juga tidak memberikan toleransi akibat kesalahan yang bersifat intentional violation.

Apabila budaya punitive action tetap terpelihara, maka berimplikasi pada terhambatnya upaya corrective action dari peristiwa kecelakaan maupun insiden serius serta rasa ketidak adilan terhadap personel yang diberi sanksi akibat kecelakaan maupun insiden serius.

Untuk mewujudkan budaya non punitive action agar terciptanya safety culture tersebut, diperlukan upaya-upaya yang mengikutinya sebagai rekomendasi dalam penelitian ini, antara lain pendeterminasian terhadap unsafe act, evaluasi hukum nasional yang inkonsisten dengan just culture, serta pembentukan majelis profesi penerbang.

Kata Kunci: Non Punitive Action, Just Culture, kecelakaan, insiden serius, pesawat udara sipil

(11)

xi ABSTRACT

RIVAY FRIEN DANU, S311508012, 2017, NON PUNITIVE ACTION FOR THE PILOT DUE TO CIVIL AVIATION ACCIDENT AND SERIOUS INCIDENT IN INDONESIA

Thesist: Law Master Program of Sebelas Maret University

The sole objective of this research for finding out the urgention of the non punitive action implementation for the civil aviation accident and serious incident and the steps to accomply it. This research is normative study research with statute approach and comparative approach study in national and international level. The legal matterial of this research are primary legal matterial and secondary legal material with deductive analystic mind.

Reffering the research above, showed that Indonesia as contracting state of Chicago Convention 1944 through joining with International Civil Aviation Organization, Indonesia need implemented the non punitive action in accident and serious incident of civil aviation through mandatation in Annex 13 ICAO. The mandate of that annex base on just culture principle and it said that everyone especially the aviation personel do not given punishment from the regulator reffered by the violation valued, so base on that act, the personel must be punished, because the just culture principle not recognize the punishment of the safety act that reffered on their experience and training. If the punitive culture still on hand, it can implicated to the contraproductive of corrective action from the accident and serious incident happening and unjust feeling of the personel affected by the punishment by the consequent of accident and serious incident.

For realize the non punitive action culture for created safety culture, need the following action as recomendation in this research, such as determination of unsafe act, evaluation of national law which inconsistent with just culture principle, and the estabilished the pilot proffesion council.

Keywords: Non Punitive Action, Just Culture, Civil Aviation Accident and Serious Incident

Referensi

Dokumen terkait

Pendaftar hanya dapat melamar satu jenis formasi yang kosong pada satu instansi (pelaksanaan tes tertulis serempak se Jawa Tengah). Panitia tidak akan memproses berkas

Berdasarkan keterangan para Terdakwa di persidangan, mereka menyatakan bahwa keterangan di dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidik merupakan keterangan yang tidak benar,

Sedangkan porositas hasil sambungan las gesek Al-Mg-Si terendah terdapat pada spesimen dengan variasi sudut chamfer 15° dan gaya tekan akhirnya 202 kgf, dengan nilai

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa efisiensi inihibisi kitosan pada korosi tinplate menurun dengan adanya peningkatan suhu media korosi dan meningkat

Pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), dan Return on Assets (ROA) terhadap Return Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di

Antecedent diartikan sebagai timbulnya suatu perilaku didahului oleh suatu sebab, behaviour mempelajari bagaimana cara seseorang bereaksi terhadap rangsangan, dan

1) Ingatan/recall Mengacu kepada kemampuan mengenal atau mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampai pada teori-teori yang sukar. Yang penting

Brand atau dalam bahasa Indonesia adalah merek, namun bukan hanya sampai disitu saja hal ini merupakan Strategi " untuk mengambil keuntungan dari resesi terjepit demi